HaPpY NeW YeaR…………!!!!!

Dear Temans pembaca blog Tati…

Semoga Tahun 2008 membawa kehidupan yang lebih baik buat kita…

Image : taken from American Greetings

2007….?

Tahun 2007 adalah tahun penuh berkah buat Tati. Tanjakan,turunan serta jalan berliku selama tahun 2007 memang cukup seru… Bukan sekali dua kali air mata menetes.. Tapi kesimpulan akhir, Alhamdulillah, ini adalah tahun yang luar biasa…

Awal tahun ini dimulai dengan, kejutan besar dari Papi David, adik Tati, yang persis di bawah Tati. Papi David menghadiahkan Tati sebuah mobil mungil… Yap.. si sparky. Papi menyelesaikan semua urusan awalnya… terus Tati tinggal meneruskan cicilan bulanannya.. Alhamdulillah banget.. Keberadaan si Sparky membuat langkah Tati lebih ringan, sehingga lebih banyak hal yang bisa dikerjakan…

Bulan selanjutnya, terjadi perubahan situasi di kantor karena ada pergantian pucuk pimpinan.. Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap atasan sebelumnya serta atasan yang baru, pergantian atasan ini Tati anggap sebagai kesempatan untuk sementara waktu megundurkan diri dari ritme kerja yang tinggi. Untuk apa? Untuk melihat segala sesuatu yang selama ini bergejolak di hati dalam perspektif yang lebih baik, yang lebih bijak… Sehingga bisa bekerja dengan hati dan pikiran yang lebih baik..

Bulan Mei, Tati didera cobaan dengan menerima telpon ajaib.. Telpon berisi kemarahan yang tak jelas, tuduhan tak berdasar dari seseorang yang umurnya jauh di bawah Tati.. Bahkan dia lebih muda dari Bang Parlin, ponakan Tati yang paling tua. Kemarahan dan tuduhan ini menyangkut pekerjaan yang Tati create, tapi tidak Tati campuri pelaksanaannya.. Rasanya aneh bin ajaib.. Tapi itulah hidup…

Bulan Juni, Mama kena serangan stroke, lalu di susul Papa di akhir Juli. Alhamdulillah, keadaan Papa dan Mama saat ini sudah jauh lebih baik..

September, di awal Ramadhan.. Tati rasanya mendapatkan berkah terbesar di tahun 2007 ini.. Apa itu? Mendapat suatu pandangan baru tentang hidup.. Alhamdulillah ya Alloh atas rahmatMu yang luar biasa ini.. Semoga hamba Kau anugrahi rasa cinta pada Mu, ya Alloh.. Semoga hamba selalu berada di jalan yang lurus..

Di awal Oktober Tati dicoba dengan mendengar lagi sebuah tuduhan yang dilontarkan pada Tati.. Tuduhan yang membuat airmata berlinang.. Semoga segala tuduhan tersebut melapangkan jalan Tati nantinya.. Di awal Oktober juga, Tati memperoleh kemarahan dari seseorang yang lebih senior, kemarahan yang tidak Tati mengerti alasannya.. Semoga Tati diberi kelapangan hati untuk menerima segala tuduhan dan kemarahan…

Di November, Tati kembali memperoleh rahmat dengan diberi kesempatan memahami makna hidup.., makna bekerja, makna pengabdian.. Sesuatu yang membuat Tati, akhirnya bisa melihat dunia kerja dengan persepsi yang lebih baik.. Suatu jawaban atas pertanyaan yang telah bergema di hati Tati beberapa tahun terakhir ini..

Selain itu di bulan November juga, sesuatu yang Tati tunggu2 selama 1.5 tahun akhirnya datang juga… Semoga segalanya bisa selesai di awal Januri 2008..

Alhamdulillah ya Alloh.. Alhamdulillah… Betapa beruntungnya hamba telah menerima karunia yang besar dari Mu.

Pulau Rambut dan Ujung Jawa dalam Kenangan…

Isu global warming yang mengingatkan kita akan tenggelamnya pulau2 kecil di negeri kita yang indah ini, bila perilaku manusia dalam pengelolaan berbagai sumberdaya alam tidak berubah, mengingatkan Tati akan suatu perjalanan dahulu kala ke sebuah pulau di gugusan Kepulauan Seribu, yang merupakan cagar alam. Pulau Rambut…, ya Pulau Rambut…, sebuah pulau kecil yang indah (maaf baru diposting sekarang ketika isu tersbut udah agak mereda, soalnya baru sempat nyeken2 old pics).

Tati pergi ke sana sembilan belas tahun yang lalu, menurut tanggal yang tercantum di pojok foto2, tepatnya tanggal 4 Oktober 1988. Ceritanya waktu itu, Tati dalam suatu episode pencarian akan sesuatu yang dapat mengisi kekosongan hati.. Tati mencoba bergabung dengan kelompok pencinta alam IPB, Lawalata. Untuk bergabung di situ, ada suatu proses pengenalan terhadap alam, sekaligus proses seleksi dan untuk melihat kosistensi calon anggota terhadap organisasi ini.. Kalo gak salah sekitar satu tahunan.. Selama satu tahun itu, hampir setiap akhir pekan para calon anggota dilibatkan dalam kegiatan2 pengenalan alam.. Ada kegiatan pengenalan daerah bukit2 kapur di daerah pinggiran kota Bogor (lupa nama daerahnya) dan ada juga pengenalan daerah pantai dan pesisir..

Meski akhirnya Tati tidak menyelesaikan proses seleksi ini, dan tidak sampai menjadi anggota Lawalata, perjalanan ke Pulau Rambut merupakan salah satu perjalanan yang sangat berkesan dalam kehidupan Tati yang meriah… Here the memory…

Perjalanan ke Pulau Rambut dimulai dari halaman Kampus IPB Baranang Siang di suatu malam di akhir pekan. Dari sini kami menuju daerah Ujung Jawa.. Untuk ke Ujung Jawa, kami diangkut dengan truk terbuka… Masya Alloh dinginnya malam menyelimuti tubuh…. Sampai di Ujung Jawa menjelang pagi, Tati dan teman2 mencoba untuk tidur di pantai dengan berbantalkan ransel..

Saat membuka mata di pagi hari… tiba2 terlihat pemandangan yang gak pernah Tati lihat seumur hidup sebelumnya… Langit tiba2 menggelap… Menggelap karena dipenuhi ribuan burung yang bergerak dari arah laut menuju pulau Jawa… Indah… dan benar2 menakjubkan….

Gak lama kemudian, para senior menyuruh kami bergegas naik ke perahu2 yang sudah disiapkan.. Perahunya benar2 perahu tradisional, dimana penumpangnya bersusun hanya satu baris.., karena lebar perahu gak lebih dari satu meter.. Untuk menjalankan perahu digunakan motor temple… Masya Alloh.. Kalo sekarang, Tati pasti gak akan berani melakukan hal ini… tapi di usia muda dengan jiwa petualang yang melonjak2.., ya ayuuuuuuuhhh aja….!!! Hehehe..

Selama perjalanan ke Pulau Rambut, berkali2 langit mendadak gelap karena ditutupi ribuan burung yang bergerak menuju Pulau Jawa secara berkelompok… Benar2 pemandangan yang indah…

Saat perahu merapat ke sebuah pulau, yang dikatakan oleh senior adalah Pulau Rambut, Tati menemukan pulau dengan pantai berpasir putih yang indah… Ternyata ini adalah sisi selatan pulau..

Begitu semua anggota rombongan telah mendarat dengan selamat, kami langsung diarahkan untuk bergerak sesuai dengan jadwal kegiatan per kelompok yang telah diberikan saat sebelum berangkat. Tati dan teman2 langsung digiring untuk melakukan pengamatan burung… Gimana caranya..? Kami diajak naik ke sebuah menara yang tinggi… Berapa meter ya..? Tati gak ingat lagi berapa kira2 tingginya.. Yang jelas dari bagian atas menara itu kita bisa melihat dengan jelas puncak2 pohon yang memenuhi seantero pulau tersebut…, bahkan kita bisa melihat laut, laut dan laut serta pulau2 lain yang berada di sekitar Pulau Rambut. Yang anehnya, puncak2 pohon dipenuhi titik2 putih di sana sini.. Ternyata itu adalah burung2 yang sedang hinggap… Yaa ampun, banyak banget….. ribuan teman2…

Puas mengamat2i perilaku burung di puncak2 pohon dan setelah menyelesaikan pengumpulan data pengamatan sesuai dengan yang ditugaskan, kami pun turun dari menara, bergantian dengan kelompok lain. Kami lalu dibawa ke arah hutan mangrove yang berada di sisi utara Pulau Rambut. Ini pertama kalinya Tati masuk ke hutan mangrove. Tati sangat excited saat melihat burung2 yang hinggap di batang2 puhon mangrove yang tidak terlalu tingggi. Kami menemukan sebuah sarang burung yang dihuni oleh anak2 burung yang imut dan belum bisa terbang… Kami juga menemukan anak2 udang dan ikan yang masih halus banget…. Benar2 pengalaman melihat alam yang luar biasa buat Tati yang seumur2 tumbuh dan besar di kota.., di daerah daratan pula…

Dari sana kami lalu menyusuri sekeliling Pulau rambut… Di bagian timur kami menemukan pantai dari terumbu karang… demikian juga di bagian barat pulau… Kami menyusuri pulau seharian tanpa merasa lelah…

Saat matahari hampir tenggelam, kami kembali naik ke perahu untuk menyeberang ke daerah Ujung Jawa.. Selama di perjalanan, kembali berkali2 langit terlihat gelap dipenuhi gerombolan burung.. Hanya kali ini arah terbangnya meninggalkan Pulau Jawa menuju daerah Kepulauan Seribu…

Ini beberapa lagi foto Pulau Rambut yang sempat Tati buat…


Saat sampai di Ujung Jawa, matahari benar2 nyaris telah jatuh di ufuk barat… Semburatnya yang berwarna jingga dan kegelap2an benar2 terlihat indah menimbulkan rasa tersendiri… Tati sempat mengabadikannya dalam beberapa photo berikut….




Perjalanan ke Pulau Rambut ini benar2 sesuatu yang berkesan dalam hidup Tati, layak lah dengan pengorbanan yang dilakukan.. : rasa lelah dan kedinginan yang amat sangat saat harus pulang naik truk terbuka dari daerah Ujung Jawa sampai ke Bogor dalam keadaan baju basah kuyup karena main cebur2an dengan teman2 di pantai Ujung Jawa, dan demam beberapa hari setelahnya.. Hehehe..

Seperti apa ya Pulau Rambut saat ini, setelah sembilan belas tahun berlalu? Apakah masih indah…? Apakah puncak2 pohonnya masih dipenuhi titik2 putih, yang merupakan ratusan bahkan mungkin ribuan burung2… Apakah masih banyak sarang burung di hutan mangrovenya? Apakah di sana juga masih banyak anak2 udang dan ikan? Apakah langit di daerah itu masih sering mendadak gelap karena dipenuhi oleh kawanan burung yang terbang bergerombol…? Semoga masih ya… Semoga Pulau Rambut dan pulau2 kecil lainnya yang terhampar di seluruh penjuru Zamrud Katulistiwa ini tidak pernah tenggelam dan hilang.. Semoga generasi setelah Tati masih akan bisa menikmati keindahan Pulau Rambut…

Hari2 Santai……..

Luar biasa deh akhir tahun ini… Untuk Babak Pertama Pemerintah memberi libur pegawainya selama 5 hari kerja plus 2 hari weekend, total jendral 7 hari libur.. Lalu setelah kerja 2 hari (27 & 28 Desember), pada Babak Kedua pegawai akan libur lagi selama 2 hari (31 Desember & 1 Jabuari), ditambah 2 hari weekend, total kolonel 4 hari libur..

Mau pulang ke Medan di libur babak pertama kok rasanya tanggung karena ada dua hari kerja yang terjepit.. Lagian ada sesuatu yang harus diurus di kantor pada hari2 tersebut. Tati jadinya mutusin buat pulang ke Medan pada libur Babak Kedua aja.. Naaaaaaaaahhhh, liburan tujuh hari (tujuh hari, man!!!), Tati ngapain doooooonnnkkkk?

Sampai hari ini, hari kelima liburan, Tati gak melakukan banyak hal istimewa. Menikmati hari2 santai… Jarang2… niy..!!! Apa sih definisi hari2 santai versi Tati dalam beberapa hari ini..?

1. Hari2 dimana setelah subuh bisa tidur lagi tanpa rasa takut telat ke kantor.. Hehehe.
2. Hari2 bisa mandi agak siangan, sehingga kadang2 gak perlu mandi sore lagi….. Hemat air, hemat listrik mesin pompa…! Hehehe, jorok…!!!
3. Hari2 dimana bisa pake daster dari bahan kaos almost sepanjang harii… Waduuuhhh..!!
4. Hari2 dimana rasanya nikmat banget, karena bisa gak ketemu dengan seragam coklat untuk waktu yang lama.. Honestly, yang bikin begah tuh bukan warnanya, tapi modelnya yang formal banget…!!
5. Hari2 dimana gak mesti pake sepatu hak tinggi yang kalo jalan suka bunyi pletak pletuk, dan bikin kaki suka pegel..
Ssssttt… point 3 & 4 jangan disampaikan ke boss Tati, kalo ada yang kenal ya..!!! Hehehe..
6. Hari2 dimana bisa ngegeletak di tempat tidur sambil surfing intenet berjam2… Thanks 4 speedy, semoga tagihanku gak meledak ya…!!!
7. Etc, etc, etc…

Hal2 tersebut di atas merupakan sesuatu yang baru buat Tati.. Karena selama ini begitu ada libur, pasti sayapnya langsung berkepak… Jadi merasakan hari2 yang benar2 santai selama berhari2 ya baru ini…

Tapi gak berarti selama libur ini Tati gak kemana2 dan cuma merem di rumah doankk.. Ntar dikatain kayak ayam mau bertelur lagiiii!!! Ada juga keluar rumah, tapi biasanya siang sampai sore atau malam.. Kemana? Kadang ke rumah Jl. Durian, lalu jalan deh sama kak Lintje dan Ira, juga Nanda & Kak Iye. Kita ke Mall SKA, ke Seraya atau sekedar makan Bakso Populer.

Ngomong2 soal Bakso Populer, teman2 yang segenerasi Tati kayaknya sih gak ngerti kalo dibilang Bakso Populer, mereka lebih ‘ngeh kalo dibilang Bakso Zaimi. Kok kayak nama dokter spesialis anak senior di Pekanbaru siyyy.. Emang…!! Itu karena dulu2nya.., waktu zaman kuda masih gigit besi (besinya besi berani pulaaa, halaaaaahhhhh!!) si tukang bakso tersebut jualannya di halaman tempat praktek si dokter… Sekarang siyy jualannya udah di ruko dua pintu. Btw…, jadi pengen ngebakso lagi niyyyyy..

Nah selain itu, dalam beberapa hrai libur ini Tati juga pergi ke acara kumpul2 teman2 Alumni Training Support (ATS) ESQ dalam rangka ultah ibu Dewi, istrinya pak Asri Nawas, ketua Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Riau.

Kalo lagi pengen sendiri..? Ya JJS aja sendiri… Nikmat juga rasanya menyusuri jalan2 utama Kota Pekanbaru yang sepi (banyak warganya yang pergi libur kayaknya..). Rasanya kota ini nyaman juga… At least di sepanjang trotoar dan jalur hijau jalan2 protokol udah mulai rimbun dengan jejeran pohon2. Terima kasih Dinas Kebersihan dan Pertamanan…!!! Terima kasih juga pada Bapak Ibu berseragam orange (petugas kebersihan kota)….!!

Telepon Deyu

Tadi malam Deyu, teman Tati sekelas Tati waktu di SMAN 1 Pekanbaru, telepon. Deyu ngasi tahu kalo Abah-nya Beta meninggal dunia, Minggu 23 Desember 2007.

Ceritanya, Deyu baru sore ini pulang dari Medan mendampingi suaminya yang kerja di bidang asuransi. Nah, waktu di Medan, kemaren siang, Deyu nelpon terus ketemuan deh sama si Seven Up. Mereka lalu nelpon Beta dan Acil yang juga mantan warga IPA 1 SMA 1 Pekanbaru Tahun 1983 – 1986(Hmmmmm kebayang deh serunya…. !!!)

Gak lama setelah mereka telpon2an, Deyu ditelpon sama Dini, istrinya Beta. Dini memberi tahu kalo ternyata sekitar jam 11.30an (sekitar saat Beta ngobrol dengan teman2 by phone), abah-nya Beta berpulang ke rahmatullah.

Satu lagi orang tua teman yang pernah Tati kenal baik berpulang..

Selesai ngobrol dengan Deyu, Tati lalu menelpon Beta.. 02170 sekian sekian.. Tati sebenarnya bingung mau ngomong apa, karena Tati tau tidak ada satu katapun yang bisa menghapuskan rasa duka akibat kehilangan orang tua..

Beta terdengar tabah, karena dia tahu abah-nya telah berjuang dengan tabah selama 8 tahun menghadapi serangan2 stroke.. Beta menyampaikan permohonan maaf bila Abah-nya pernah salah dalam bersikap ketika menhadapi kebandelan kita saat kita masih muda, saat kita masih main sama2.. Tapi seingat Tati memang gak pernah ada sesuatu yang tidak baik… Dan itulah yang Tati katakan pada Beta…, bahwa abah-nya adalah orang yang baik..

Semoga beliau diterima di sisi Alloh dan mendapatkan kelapangan di “sana”. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.., terutama Mama-nya Beta yang telah sekian lama mendampingi beliau… Amin ya Rabbal Alamin.

Kembali ke telpon Deyu…

Deyu cerita, Beta dan Seven UP bilang ke Deyu, kalo mereka terkaget2 saat ketemu dengan Tati.. Mereka kaget dengan sosok yang mereka temukan.. Mungkin saat akan ketemu mereka mikirnya akan bertemu dengan si gokil Sondha yang kerjanya cuwawakan ke sana sini… Hehehe..

Teman2…, aku masih Sondha yang dulu..: periang, laughing here n there… Tapi pengalaman hidup, sebagimana juga pada manusia2 yang lain, adalah suatu proses yang berpengaruh terhadap diriku.. Mudah2an pengaruhnya positif dan membawa kebaikan, ya…? Supaya usia yang diberikan Sang Pemilik Kehidupan padaku tidak sia2.. Amin.

Kalo Adek Perempuan..

Dua hari yang lalu Tati telpon Papi David.. Kangen udah lama gak denger suaranya.. Ternyata adik Tati ini beserta keluarga sedang berwiken ria di Balikpapan. Tati lalu ngobrol sama Papi, lalu dengan Abner, Mami Nana dan bang Aldy. Kok gantian gitu…? Emang begitu kalo kita saling menelpon.. Tati alias si Bou digilir..! Hehehe…

Nah waktu ngobrol sama Mami Nana, Mami yang sedang hamil 6 bulan cerita… :

Dek Abner tuh seneng banget begitu tau akan punya adik, dia bilang dia akan merdeka dari Papi. Maksudnya…? Iya, Papi David tuh suka banget ngegemesin Abner, dia suka diuwel2 sama Papi.. Dalam pikirannya, kalo adeknya udah lahir Papi pasti gemesnya sama adek yang lebih kecil, jadi dia akan merdeka dari uwelan Papi..

Tapi begitu Mami cerita bahwa hasil scan menunjukkan calon adik mereka adalah perempuan, Abner langsung mikir… Lalu dia bilang, “Mami, adiknya bakalan perempuan ya? Kalo adek udah lahir, biarin deh aku aja yang diuwel2 Papi. Kesian adek kalo dia yang diuwel2, adek kan perempuan…!!” Hehehe.

It seems Abner’s gonna be a good brother for his sister.. !! Mudah2an ya Nak..

Blog, Blog dan Blog…

Beberapa hari yang lalu, sebuah email dari seseorang, Vandra, yang belum dikenal masuk ke inbox Tati yang di hotmail.. Isinya :

hallo mbak tati,

sesudah baca blog mbak saya kira mbak tati suka baca nih…
suka novel juga?
novel yang spt apa?
silakan datang kembali dan berbelanja ke SKA
saya akan titipkan satu buku untuk mbak tati di customer service saya
tapi kalau mau datang kabari saya melalui email ya…
jadi saya bisa print emailnya dan kasi tahu ke customer service, agar mereka sudah mengerti kalau nanti mbak datang untuk mengambil buku tersebut.

salam untuk keluarga

ade

Tati lalu membalas email tersebut…

Dear Vandra..

Kok kamu bisa menemukan blog saya..? Thanks sudah mengunjungi blogs saya.
Btw nama saya Sondha. Tati itu nama panggilan dari anak2 kakak saya.
Sebenarnya mereka memanggil tante, tapi karena waktu kecil2 ngomongnya belum sempurna, jadinya yang keluar Tati.

Toko buku kamu yang mana ya? Seneng banget kalo dikasi buku.. Makasih
sebelumnya. Kalo kamu setuju saya akan datang tanggal 20 sore. Kan hari
libur tuh. Saya akan senang sekali kalo bisa bertemu dengan kamu di tempat
tersebut. Btw, kamu mau kasi saya buku apa? Ditunggu balasan emailnya.

Sondha Siregar

Lalu beberapa hari kemudian Tati memperoleh email balasan..

Kebetulan saya suka baca2 blog..:)
saya di TB. Trimedia SKA
saya sudah titipkan di customer service buku dengan judul Man And Boy (laki-laki itu dan putranya), buku yang bagus menurut saya, mudah2an Mbak Sondha suka.
sayang sekali tanggal 20 saya libur, sekalian mau ambil cuti.
Jika mbak ingin mengambil bukunya hubungi saja Customer Service saya, atau supervisor saya yang sedang bertugas (gampang kok mengenalinya, mereka pakai baju bebas dan dasi).

Oh iya, jangan menanyakan nama vandra di toko, tidak akan ada yang kenal. Vandra nama teman saya, salah satu dokter di rumah sakit swasta di Pekanbaru. Nama saya Ade, dan kalau ingin memperjelas Mbak Sondha bisa bilang kalau ingin mengambil buku yang dititipkan oleh saya untuk mbak.

:)Salam

Ade

So… kemaren sore tanggal 20 Desember 2007 sekitar jam 15-an Tati, bersama kak Lintje, Ira dan Nanda Besar, pergi ke Toko Buku Trimedia di Mall SKA Pekanbaru. Di sana Tati menemui petugas Customer Service yang sedang bertugas di toko buku tersebut.. Setelah Tati memperkenalkan diri, mereka langsung memberikan sebuah titipan dari Ade, yang menurut si Customer Service adalah Store Manager toko tersebut, buku “Man and Boy” karangan Tony Parsons, yang merupakan The # 1 International Bestseller.

Terima kasih ya Ade. Semoga Alloh membalas budi baik Ade. Insya Alloh saya akan menuliskan komen saya tentang buku tersebut di blog ini setelah saya selesai membacanya..

Honestly.., buat Tati ini adalah suatu interaksi yang mengesankan, yang terjadi karena tulisan2 di dunia maya.. Bukan karena nilai pemberiannya, tapi karena adanya pertemanan baru yang lahir.., pertemanan yang tulus sehingga bisa memberikan sesuatu kepada seseorang yang tidak dikenal kecuali melalui tulisan2nya di dunia maya.. Sesuatu yang tidak pernah ada dalam pikiran Tati saat mulai membuat blog ini…

Beberapa bulan yang lalu saat memutuskan untuk membuat blog ini, Tati adalah sebuah pribadi yang sedang berada di tepi jurang kehidupan.. Seseorang yang merasakan kepedihan karena tidak bisa mengekspresikan diri karena sebagian besar hari2nya berada di lingkungan yang tidak eskpresif. Juga karena adanya rasa trauma atas perlakuan orang2 yang sebelumnya Tati pikir adalah sahabat, trauma atas perlakuan lingkungan yang membuat Tati “tertakjub-takjub” karena tidak seperti konsep persahabatan dan pertemanan yang ada dalam pikiran Tati sebelumnya.. Tati adalah sosok yang kesepian, yang bergerak dari satu rutinitas ke rutinitas.. Sosok yang rindu akan keceriaan persahabatan.. Sosok yang rindu akan ketulusan dan keluguan hati dari orang2 di sekitarnya..

Alloh punya cara sendiri dalam membukakan jalan bagi hamba-Nya.. Bertahun2 berinteraksi dengan dunia maya, Tati hanya memanfaatkannya hanya sebagai sumber informasi atau media komunikasi dengan teman2 lama. Lalu Venny Citra Amalia, seorang junior yang seruangan dengan Tati di kantor memperkenalkan Tati kepada dunia blog, melalui cerita tentang Bunda Zidan & Syifa. Blog ini membukakan mata Tati akan adanya sebuah media untuk mengekspresikan diri pada dunia, dunia yang jauh lebih luas dari sekedar lingkungan yang ada di sekitar Tati..

Alhamdulillah, menulis dan menulis mebuat jiwa Tati menjadi jauh lebih baik.. Membuat banyak hal yang tersimpan di hati keluar… sehingga jiwa menjadi lebih lapang dan bisa melihat hal2 lain yang harus Tati lakukan “Demi Jiwa dan Seluruh Penyempurnaannya“.

Btw, bahkan beberapa orang yang pernah membaca blog Tati mengatakan bahwa sepertinya Tati mempunyai bakat menulis.. Am I ? Bahkan ada yang menanyakan apakah Tati pernah menulis buku sebelum menulis blog ini. Aduuhhhhhhh… Tati merasa tersunjang…, bukan tersanjung lagi. Hehehehehe…. Ini sesuatu yang gak pernah ada dalam pikiran Tati sebelumnya.. Tati jadi ingin belajar dan belajar untuk menulis…

Terima kasih buat Ade atas kebaikan dan ketulusannya, terima kasih buat Venny yang telah memperkenalkan sebuah dunia baru, terima kasih buat para pembaca blog Tati.. Semoga kebaikan selalu mengisi kehidupan kita.. Amin ya Alloh..

Happy Birthday Ibu….

Hari ini……. kalau almarhummah ibu masih ada, beliau akan berusia genap 77 tahun. Namun kehendak Alloh SWT, beliau diberi kehidupan sampai usia 56 tahun 5 bulan 4 hari. Beliau kembali ke haribaan Alloh pada 24 May 1987.

Ibu adalah sosok yang membesarkan Tati sejak usia masih sangat dini.. Tati sangat dekat sama ibu, sampai dulu orang2 di sekitar suka ngatain Tati sebagai “ekor-nya ibu”, soalnya kalo ibu kemana2 Tati selalu dibawa2, gak perduli cuma pergi sebentar di dalam kota atau pergi ke luar kota.

So many memories about ibu that I can’t forget, because she’s d one who I lean on in my younger days.. Loosing her in my 19 years old was like a judgement day for me. My life was shaked so hard.. I felt so empty but I have no one to share what I felt.. Most of people around me said I had to tough, I had to be strong.. They didn’t understand that my life was shattered… So many years I spent my life with empty heart after her gone.. It needed a very long time for me to wake up and accept the loosing… I miss her..

Ada satu sifat yang paling indah dari ibu yang selalu Tati ingat.. Ibu selalu murah hati pada orang2 di sekitarnya… Gak perduli itu anak-nya, saudara bahkan tetangga yang gak ada hubungan darah.. Semua orang boleh datang kapan saja, untuk kepentingan apa saja pada ibu…

Dulu… Tati muda suka gemes ngeliat ibu selalu membeli apa saja yang dijual ibu2 tetangga ke rumah. Kain, perhiasan, barang2 rumah tangga bahkan barang2 antik… Umumnya ibu2 yang bulak balik jualan ke rumah itu adalah single parent dengan anak2 atau cucu yang banyak.

Sekali waktu tati pernah komplain tentang hal ini.. Waktu Tati bilang : Buat apa sih Ibu belanja melulu. Kan kita gak perlu barang2 itu. Ngapain siyy numpuk2 barang. Kalo emang kita perlu barang2 itu, kita kan bisa beli di pasar dengan pilihan yang lebih banyak pula

Tapi Ibu bilang : Kamu belum ngerti apa yang Ibu lakukan.

Tati baru mengerti saat beberapa tahun yang lalu bertemu dengan salah seorang tetangga yang dulu bulak balik jualan ke rumah itu. Tetangga tersebut seorang janda dengan 8 anak yang waktu itu masih kecil2.

Si tetangga yang biasa Tati panggil tante itu bilang : Ibu kamu tuh baik banget lho ‘Ndha. Bener2 orang yang sangat baik. Dulu ibu kamu selalu membeli apa pun yang Tante bawa ke rumah. Tante tahu sebenarnya Ibu kamu gak memerlukan barang2 itu. Ibu kamu itu membeli untuk menolong Tante, supaya bisa memberi makan dan menyekolahkan anak2 Tante.

Subhanallah… Tati baru mengerti apa yang Ibu lakukan… Tati baru mengerti setelah bertahun2 ibu pergi.. Ibu membeli dan membeli supaya orang2 yang berjualan ke rumah bisa menafkahi keluarganya…

Semoga Alloh berkenan dengan segala kebaikan yang sudah Ibu lakukan.. Semoga segala kebaikan tersebut bisa melapangkan tempat Ibu… Semoga Tati bisa mencontoh segala kebaikan yang telah Ibu lakukan… Amin ya Rabbal Alamin.

Muter2 di Siak…

Foto SSQ II

So.., setelah makan siang di RM. Lancang Kuning, Tati, Kak Lintje, K Iye, Ira, Nanda dan Danial melanjutkan perjalanan ke daerah pusat Kota Siak lama. Untuk ke sana, kita harus menyebrangi jembatan Tuanku Sulthana Latifah. Jembatan ini baru diresmikan oleh Presiden SBY beberapa bulan yang lalu, adapun namanya diambil dari nama permaisuri pertama Sultan Syarif Qassim II, raja Siak yang terakhir.

@ Mesjid Istana

Begitu nyampe di kota lama Siak kita langsung menuju mesjid istana, karena emang waktu sholat udah tiba.. Mesjid yang menghadap Sungai Siak ini berada di bagian barat daya istana, dan ukurannya gak besar.. Mungkin karena dulunya hanya digunakan untuk kalangan istana kali yaa.. Mesjid tua ini telah diperindah oleh Pemerintah Kabupaten Siak, sehingga terlihat sangat terawat dan nyaman buat orang2 yang beribadah di mesjid itu… Ini pemandangan mesjid dari arah dermaga sungai..

Kak Lintje, Tati, Kak Iye dan Ira dengan latar belakang Mihrab Mesjid Istana

@ Mihrab Masjid Istana

Di samping mesjid istana, terdapat makam Sultan Syarif Qassim II berserta permaisuri yang pertama dan permaisuri yang keempat. Makam yang indah dengan latar belakang Sungai Siak..

@ Makam Sultan & Keluarga

Patung Burung Elang di Pintu Gerbang

Dari makam sultan, kami menuju istana.. Istana ini ukurannya gak gede2 banget.. Tapi bener2 klasik dan anggun.. Di pintu gerbang istana terdapat 4 buah patung elang, yang merupakan lambang Kerajaan Siak. Patung2 elang ini juga terdapat di pojok2 bagian atas istana. Kenapa lambang kerajaan ini elang? Mungkin karena elang adalah burung yang kuat, mampu terbang tinggi dan jauh, serta selalu melindungi anak2nya dengan cara yang luar biasa.. Dan diharapkan kerajaan ini juga bisa menjadi kerajaan yang kuat, berjaya serta mampu memberi perlindungan bagi rakyatnya.. Mungkin.. (Tati ngarang deeeeehhhhh…)

di depan Istana..

Di istana ini banyak banget barang2 yang unik dan langka.. Diantaranya…:

Komet. Komet yang ini bukan bintang berekor… Hehehe. Komet ini adalah sebuah alat pemutar lagu2 klasik, tapi disc-nya yang terbuat dari kuningan gede banget, diameternya hampir 1 meter. Barang antik ini merupakan produk Jerman, konon katanya saat ini tinggal 2 buah. Satu di bekas pabrik yang membuatnya, satu lagi ya di istana Siak ini..

di depan Komet..

Meja Makan Kristal. Meja makan ini benar2 terbuat dari kristal, sehingga terlihat sangat mewah.. Konon katanya ini adalah meja makan para putri. Info yang sangat masuk akal.. , karena kalo yang duduk di situ Raja dan penasehat2nya yang gede2, meja makan tersebut kayaknya gak akan berumur panjang… Baru didudukin bentar, pasti udah gubbbbrrrrrrraaaaaaaaakkkk dan jadi berkeping2… Hehehe.

Meja makan Kristal..

Meja Rias Putri. Meja rias putri raja ini luar biasa indah, dengan tempat lilin di kiri kanan kacanya.. Ukirannya benar2 indah dan detil banget.. Danial lalu memotret wajah Tati hasil pantulan di cermin tersebut.. What a unique photo…!!!

Mirrror, mirror on d wall.. who’s d prettiest in d world..

Tangga Putar. Istana raja ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama sepertinya merupakan public area, sedangkan lantai kedua sepertinya merupakan private area, berupa kamar2. Untuk naik ke lantai 2, di ruang belakang istana terdapat sepasang tangga putar yang terbuat dari besi tempa yang berukir indah… Lihat foto Tati di tangga tersebut, juga hasil jepretan Danial.. Thank you, ya Danial..  It’s a really really beautiful photo..!!

@ Stairway 2 heaven..

Selesai muter2 istana, kita menuju pasar.. Karena Tati pengen banget beli asinan cermai kenangan.. Tapi boro2 nemu cermai, kita malah nemuin keleteng tua yang indah.. Klenteng tua ini merupakan gambaran bahwa masyarakat keturunan Tionghoa merupakan bahagian masyarakat Siak sejak dulu kala.. Bahkan beberapa toko P&D yang besar di Pekanbaru dimiliki oleh keturunan Tionghoa Siak..

@ Klenteng…

L-R : Barumun Nanda, Tati dan Ira di depan klenteng di Siak.  Tante dan ponakan, sama gokilnya…!! Hehehe..

Dari pasar, kita menuju rumah Nantulang Badah, adik ibunya kak Iye, dan kemudian pulang. Saat menuju ke sana, kita melewati daerah tepian Sungai Siak yang ditata sedemikian rupa sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk duduk sore, menikmati semilir angin, menatap sungai Siak dan memandang jembatan yang indah di kejauhan.. Btw, di bagian atas jempatan terdapat 2 buah bangunan persegi. Denger2, kedua bangunan tersebut akan difungsikan sebagai restaurant dan bioskop.. Kalo benar kejadian, keren banget yaaaaaa…… Mau donk, have a dinner di resturant tersebut.. Apalagi kalo dinner-nya dengan my beloved one… Huahahahaha..

on d river bank…

@ Jembatan Sultanah Latifah..

Entah kenapa Tati rasanya pengen lagi main2 ke Siak, tapi nginap. Sehingga sempat duduk2 di tepian, sempat menyusuri jalan2 di sekitar kota tua Siak, serta sempat ngubek2 toko2 yang terdiri dari bangunan2 tua, yang sangat berkesan exotic.. Mudah2an ada kesempatan ya…

Having Lunch di Siak

Secara waktu ikut acara ibu2 sekian puluh tahun yang lalu, Tati merasakan nikmatnya makan berbagai macam ikan di Siak.. So, ke Siak hari Sabtu 15 Desember yang lalu, kita juga berpikir tentang nikmatnya makan ikan di Siak…

Kebetulan kita sampai di Siak jam 11-an… cacing2 di perut udah mulai bernyanyi minta makan.. Kak Lintje yang baru2 ini ke Siak, mengajak kita Makan ke RM. Lancang Kuning yang berlokasi di pinggir kota, di jalan masuk sebelum jembatan Tuanku Sulthana Latifa.. RM Lancang Kuning ini lumayan asyik, karena suasananya terbuka, membuat kita bisa merasakan hembusan angin sepoi2…

Di RM ini, kita dihidangkan berbagai macam ikan sungai.. Ada yang dimasak asam pedas, ada yang digoreng ada yang digulai.. Yang digoreng rasanya garing, dengan tulang2 yang juga garing. Ikan yang dibakar dagingnya padat dan lembut.. Mana bumbu bakarnya pass pula… Semuanya yummyyy…. Alhamdulillah nikmat banget..

Tapi ada satu jenis makanan yang “ajaib”… Hehehe. Danial, teman Nanda, aja gitu ngeliat langsung bilang enggak berani nyoba.. Gellliiiii… Makanan apa siyyyyy?? Gulai siput…

Secara Tati saat berkunjung ke Batam udah beberapa kali makan siput2an dari jenis yang berbeda, yang disebut gonggong (kalo liat namanya jadi ingat doggie..!! Hehehe). Jadi Tati gak merasa jipper buat mencicipin siput jenis yang satu ini..

Siput yang ini, sebelum dimasak, bagian buntutnya udah dipotek sama si juru masak.. Makannya langsung diseruput di bagian depan. Srrrrrrrruuuuuuuuuuttttt. Sementara kalo gonggong kan mesti dicongkel pake bambu, baru masuk mulut. Rasanya siput lucu.. hampir2 kayak rasa gongong, tapi dagingnya lebih kecil dan gak sepadat gonggong. Ngeliat Tati makan dengan asyyiiikk, Ira, Nanda dan Danial akhirnya nyusul… Jadi deh kita balapan makan siput…

Buat minuman, Tati pesan minuman yang jarang ada di Pekanbaru. Apa itu? Juice Leichy.. Karena buah Leichy segar banyak terdapat di daerah Siak. Rasa juicenya segar dan nikmat… meski ada serat2 yang merupakan kulit bagian dalam buah leichy yang mirip rambutan…

Sebelum pulang.. Tati sengaja ngajak kak Lintje, kak Iye dan pasukan yang lain ke pasar Siak. Mau ngapain? Tati mau nyari manisan cermai.. Duluuuuuuuu, waktu Tati ke Siak, jembatan yang menghubungkan kedua sisi kota belum ada. Saat itu kenderaan hanya bisa sampai di daerah seberang istana, namanya daerah Benteng (karena dulunya ada benteng di situ). jadi kalo mau ke istana mesti nyebrang pake sampan. Nah di pinggir tempat sampan berlabuh, yaitu di daerah pasar, Tati menemukan toko orang kita Tionghoa yang menjual manisan cermai yang enak banget.. Tapi apa daya, sekarang gak ada lagi yang jual cermai.. Karena katanya setelah banyak makanan yang dirazia karena diduga mengandung formalin, yang biasanya bikin manisan cermai gak berani bikin lagi.. takut capek2 bikin, terus dirazia.. Boro2 untung, malah bisa2 buntung.. Ya, gak rezeki lagi menikmati makanan kenangan itu ya…

Tapi, pasar Siak memberi kesan sendiri.. Karena terdiri dari toko2 tua, khas daerah2 tua di pesisir timur pulau Sumatera.. Mana di cat warna kuning kombinasi merah da biru cerah pula.. Hmmmm… So exotic..

Ke Siak Sri Indrapura (Lagi…..!!!)

Hari ini Tati, Kak Lintje, Kak Iye, Ira, Nanda Besar & Danial jalan2 ke Siak Sri Indapura.

Dimana itu Siak Sri Indrapura?
Siak Sri Indrapura yang berada di timur Kota Pekanbaru adalah ibu kota Kabupaten Siak yang merupakan Kabupaten Pemekaran dari Kabupaten Bengkalis. Tati enggak tau persis berapa jaraknya dari Pekanbaru, karena kalau lewat sungai dan lewat jalan darat akan ada perbedaan perhitungan jarak. Sebelum pemekaran kota kecil ini hanyalah ibu kota kecamatan, padahal dulunya kota ini merupakan pusat pemerintahan salah satu kerajaan Melayu yang besar. Hal ini dapat dilihat dari Istana raja yang masih terawat dengan baik dan menjadi obyek wisata andalan daerah.

Sebelum hari ini Tati sudah beberapa kali ke Siak. Yang masih ingat siyy 4 kali…

Yang pertama waktu masih kecil banget, dibawa ibu mengunjungi keluarga beliau yang memang masih berdarah Melayu Siak. Waktu itu perginya dari Pekanbaru naik kapal.

Kali kedua, cuma singgah sebentar dalam perjalanan ke Bengkalis, pertengahan tahun 1980an, juga naik kapal. Kalo gak salah dari Pekanbaru jam 10an pagi, sampai di Siak sekitar jam 5an sore..

Kali ketiga waktu kelas 2 SMP, ikut ladies program ibu2 Kepala Biro Keuangan Provinsi se-Indonesia, yang waktu itu bapak2nya rapat di Pekanbaru. Kalo gak salah ingat perginya naik bus Pemda, udah lewat jalan darat, melintasi daerah eksplorasi Caltex, butuh waktu sekitar 3-4 jam. Dan disuatu daerah, sekitar Zamrud, kita mesti nyebrang pake pelayangan, semacam rakit, tapi udah modern.

Kali keempat sekitar akhir tahun 1985an, naik mobil pribadi. Dalam rangka menemani almarhum Tante Mong (adik Ibu) berkunjung ke keluarga di Siak. Kali ini juga lewat jalan yang sama dengan perjalanan yang ketiga, tapi yang nyetir mobil kak Tiur, tetangga waktu tinggal di Kompleks Gubernur dan juga sahabat keluarga sampai hari ini.

Kali ini, Tati ke Siak lewat Pangkalan Kerinci dan Buantan. Jarak yang ditempuh sekitar 130an km. Tapi jalannya di beberapa ruas, Subhanallah, persis kayak grafik sinus.. Honestly, Tati rasanya deg2an.. Apalagi mengingat kita berenam.. Enam jiwa ada dalam tanggung jawab Tati… Waktu pergi kita membutuhkan waktu 2.5 jam saja. Pulangnya… hampir 4 jam.. Selain karena sudah mulai gelap, hujan juga gak berhenti2, mulai kita keluar dari Kota Siak Sri Indrapura sampai kita di Pekanbaru, belum lagi jalannya dipenuhi oleh mobil2 besar yang membawa kayu2 untuk pabrik kertas, serta truk2.. Alhamdulillah kami sampai kembali ke rumah dengan selamat…

Ngapain ke Siak Sri Indrapura?
Kali ini kita ke Siak buat bawa Danial jalan2. Siapa itu Danial ? Danial adalah teman kuliah Barumun Nanda, ponakan Tati, di IKJ. Danial ke Pekanbaru untuk menghadiri Festival Film Indonesia Tahun 2007 yang berlokasi di Pekanbaru, karena dia adalah sutradara film “Karena Aku Sayang Markus“, salah satu nominee untuk kriteria Film Pendek. Daaaaaannnnn… film tersebut menang lho…!!!

So, karena gak tau mau bawa Danial jalan2 kemana (Pekanbaru kan obyek wisatanya terbatas banget..), dan sebagai seniman kita yakin dia pasti berminat akan hal2 yang berbau budaya.., plus kita2nya juga pada pengen jalan2 ke Siak. Ya, jadilah kita membawa Danial ke Siak.

Sungguh perjalanan yang mengesankan.. Meski badan terasa lelah setelahnya…

Nasehat Seorang Ibu

Sabtu siang setelah beres2 rumah, Tati meluncur menuju bengkel Chevrolet. Si sparky udah waktunya diservice.. Tati sampai di bengkel jam 12 lewat dikit.. Ternyata jam 12 – 13 adalah jam istirahat pekerja bengkel.. So si kepala montir menyarankan Tati untuk pergi dulu dan kembali lagi ke bengkel setelah jam 13.

Tati rencananya mau ke nyari rok hitam ke Pasar bawah setelah dari bengkel, maka rencananya jadi dibalik deh… ke Pasar Bawah dulu baru ke bengkel.. Karena udah jamnya untuk dzuhur maka Tati singgah dulu di Mesjid raya.. Di mesjid Tati duduk bersebelahan dengan seorang ibu yang umurnya mungkin hampir 70 tahunan..

Begitu duduk di sebelah beliau Tati langsung mengulurkan tangan untuk berjabatan. Tati bertanya rumah beliau. Katanya rumah beliau di Kampung Bandar dan si Ibu setiap hari berjualan bumbu di Pasar Bawah.

Gak lama si ibu berkata pada Tati : Nak, jangan marah ya.. Bagian atas mukenanya sebaiknya ditarik sedikit lagi ke atas, supaya dahinya lebih terbuka dan kalau sujud menyentuh sajadah.

Tati : Saya senang lagi, Bu, kalau ada yang mau mengingatkan saya. Terima kasih ya.

Kami lalu sholat berjamaah. Setelah selesai sholat, Tati kembali menyalami si Ibu.

Si ibu lalu meningatkan Tati soal waktunya sholat dzuhur pada hari jum’at. Menurut beliau, kaum perempuan gak harus nunggu kaum lelaki pulang dari mesjid baru boleh melakukan sholat. Kalau udah adzan, ya sholat aja, jangan ditunda2… Si ibu juga mengingatkan supaya kepala benar2 lurus terhadap punggung saat rukuk, dan juga beberapa nasihat lainnya.

Senang rasanya, bertemu seorang ibu yang begitu baik yang mau berbagi pengetahuan, meski dengan orang yang masih asing dan baru dia kenal… Semoga Alloh berkenan menjaga beliau senantiasa.

Ananda dan Sabrina

Nanda si Boyu dari kecil emang rada fashionable.., bukan rada lagi sebenarnya.. Hehehe.

Akhir tahun lalu saat Tati & PapiDavid liburan ke Medan, pada suatu kesempatan Tati, Enek dan Nanda jalan ke Medan Mall… Nanda lalu mengajak kita berjalan ke suatu arah.., ternyata itu arah ke counter baju anak2 seusianya di suatu department store.., dengan berderet2 koleksi baju berwarna pink dan bertema princess…

Sampai di sana Nanda langsung berkata pada Tati : Wowo, boleh gak Nanda beli baju? Di situ ada baju yang cantiiiiiiikkkk sekali.

Wowo : Boleh, Nak. Pilih lah yang mana Nanda mau.

Nanda langsung menuju salah satu deretan baju. Setelah membulak balik sebentar, dia langsung mengambil sebuah rok berwarna pink dengan gambar princess yang besar di bagian bawahnya. Kayaknya dia emang udah ngincer rok itu deeeeehhhhhhh….

Tati langsung menggiring Nanda ke fitting room buat ngepasin ukurannya. Ternyata cocok buat ukuran Nanda. Tati lalu mengatakan pada Nanda untuk mencari blus yang cocok buat roknya itu. Wajah putri ku itu semakin berseri2.. Dia segera kembali berlari menuju deretan baju berwarna pink..

Nanda dibantu Enek lalu memilih2 baju.. Enek menemukan satu baju yang baguuuss, dan waktu ditanya ke Nanda, dia juga bilang baju itu bagus. Tati dan Enek lalu membawa baju dan rok ke cashier untuk membayar baju2 yang sudah kita pilih. Setelah selesai membayar, kita baru nyadar kalo Nanda gak ada di sekitar kita.. Tati dan Enek langsung menyusuri deretan baju2 untuk mencari Nanda…

Dimana dia? Ternyata putriku sedang duduk ngedeprok di sebuah board yang terdapat di bawah gantungan baju dengan muka cembetut.., asem buangeeeeeet… Ngapain…?

Tati lalu menghampiri dan bertanya : Lagi ngapain, Nak? Kok cembetut? Kan kita udah beli baju yang Nanda mau..

Nanda diam dan tetap diam dengan muka tetap cembetut bahkan semakin cembetut…

Tati lalu duduk di depan Nanda dan kembali bertanya : Nanda mau apa, Nak? Kenapa cembetut? Ayo bilang lah sama Wowo. Jangan cembetut gitu lah.. Kita kan sudah bersenang2, sudah main, makan2, beli baju.. Apa yang belum? Apa yang Nanda mau lagi?

Nanda dengan masih cembetut dan suara menahan kesal dan tangis : Nanda maunya baju yang lain, gak mau yang tadi…

Tati : Emang Nanda mau yang mana, Nak?

Nanda sambil menyodorkan sebuah blus yang juga berwarna pink : Nanda mau yang ini, baju sabrina…

Walaahhh walaaahhh… Wowo sebenarnya sudah beberapa bulan denger Nanda bulak balik bilang kalo dia pengen baju Sabrina..

Apa sih baju Sabrina? Yang dimaksud Nanda dengan baju sabrina adalah baju yang kerahnya turun sampai sebahu, seperti baju2nya Audrey Hepburn saat memerankan tokoh Sabrina di film dengan judul yang sama.. Kok bisa2nya sih, anakku yang baru berumur 5 tahunan tahu fashion..? Mana fashion jadul dan classic pulaaaa…. Halaaaahhhh…

Tati lalu mengajak Nanda membawa baju sabrina pilihannya ke kasir… Baru deh tuan putri kembali berseri2… Kata Enek, berseri seperti mawar merah di pagi hari.. Hehehe..

Sepulang dari mall.. Saat tati cerita ke Mama Nhoya apa yang kejadian di Mall, Mama Nhoya bilang kalo ternyata Nanda emang sudah beberapa kali ke departement store yang menjual baju2 pink itu.., dan udah berkali2 membujuk Mama Nhoya untuk membelikan baju Sabrina dan rok princess. Cuma karena tujuan Mama Nhoya pada waktu itu belanja beberapa celana jeans untuk mengganti jeans2 Nanda yang udah pada kekecilan. Jadi Mama Nhoya meminta Nanda menunda dulu pembelian baju2 idamannya itu.. Ceritanya kan dia harus belajar tentang yang namanya prioritas.. Makanya begitu Wowo-nya setuju untuk membelikan dia baju, kesempatannya gak mau dilepas.. Hehehe..

Keesokan harinya, Nanda diajak pergi sama Odan dan Enek ke suatu acara. Dia langsung memilih untuk menggunakan rok baru, blus sabrina dan sepatu, yang semuanya berwarna pink, pink dan pink.. Mana di bagian atas sepatunya ada manik2 berbetuk heart pula.. Girlie banget… Sepulang acara, Enek bercerita, kalo selama di acara itu Nanda sibuk menjaga kerah bajunya supaya tetap jatuh di bahu… Kalo naik dikit, dia akan segera menarik turun.. Dan selama di acara itu dia berjalan dan duduk dengan punggung yang tegak, persis pragawati2 yang entah dia lihat dimana… Itu mebuat orang2 yang melihatnya jadi gemessssss bangeeeeetttt… Ya iya lah…

Ini pic Nanda bulan Oktober yang lalu dengan gaya yang always pinky n matching..
Tapi gak pake baju sabrina, karena kayaknya udah mulai kesempitan.. Hehehe. Liat donk kelomnya… Biar gak nyaman buat dipakai berlama2, Nanda tetap aja ngotot pake kelom itu kemana2.. Dia rela menderita asal gaya… Hehehe. Mama Nhoya yang gak tega ngeliat putrinya menderita karena mau gaya, memaksa Nanda pake kaus kaki. Tapi kaus kaki juga gak sembarangan.. Kaus kakinya mesti trendy, baru dia sudi makenya…

Boyuki boyuki… Kecil aja begini, gimana gedenya ya…?

Kelom in zoom…

Boyuki oh Boyuki……

Apa sih artinya BOYUKI ? Boyuki itu plesetan dari kata boruki. Itu bahasa Batak, artinya anak perempuanku. Siapa sih yang Tati panggil dengan Boyuki? Boyuki adalah panggilan sayang Tati buat Ananda, anaknya Mama Nhoya, adik bungsu Tati. Nanda kalo disapa dengan Boyuki selalu senyum2 gak puguh.. Hehehe…

Karena Tati sering pulang ke Medan dan ketemu Nanda, Tati jadi punya so many funny stories about si Boyuki ini… Kali ini Tati mau cerita tentang tingkah Nanda saat dia berusia sekitar 1,5 tahunan, saat di lagi lasak2nya karena langkahnya udah bisa kencang.. Hehehe..

Suatu hari, Tati, Mama alias Enek, Mama Nhoya dan Nanda jalan2 ke Mimat (maksudnya Price Mart tapi dalam bahasa Nanda). Setelah muter2.., kami berempat duduk di food court di lantai 2 Mimat. Seperti biasa, karena Nona Kecil ini lincah banget, kita makannya gantian meski makanannya di-order bareng2.. Kali ini Mama Nhoya dapat giliran duluan mengikuti langkah2 si Nona Kecil.., Tati kebagian giliran makan duluan dengan Enek.

Gak lama setelah Tati menghabiskan makananan yang Tati pesan, Nanda dengan Mama Nhoya yang mengikuti dari belakang, menghampiri meja tempat Tati dan Enek makan. Nanda langsung duduk dan minta minum, kayaknya sih dia udah pegel muter2.. Mama Nhoya langsung meraih pesanannya, lalu makan sambil nyuapin Nanda..

Eh, enggak lama Nanda turun dari kursinya dan langsung ngeloyor lagi…. Tati langsung lari mengikuti langkah2 kecil Nanda.. Ternyata putri cilikku ini ngeloyor menuju ke depan sebuah toko pakaian anak2 yang terdapat di jejeran toko di lantai 2 Mimat.. Di sana dia berdiri dengan kedua tangannya berkaitan di belakang tubuhnya.. Persis kayak orang dewasa… Tati lalu memutuskan untu mengamati saja segala gerak geriknya..

Setelah sejenak mengamati barang2 yang ada di display toko tersebut, Nanda bergerak ke pintu toko dan berkata pada salah seorang pelayan toko yang sedang berdiri di situ…

Nanda, sembari menunjuk sepasang sepatu kecil berwarna merah yang dipajang di display: Sepatu yang kayak gitu ada warna kuning, gak ?

Dia ngomong dengan pede banget… Gak ada takutnya.. Padahal dia kan gak punya uang se-sen juga… Hehehehe

Pelayan toko : Ada

Nanda lalu berkata lagi : Boleh lihat ? (Masya Alloh, Nak… Kamu tuh baru 1.5 tahun lho..!!!)

Pelayan toko : Oh, bisa, bisa.

Pelayan toko lalu bergerak menuju lemari penyimpanan, untuk mencari stok sepatu yang berwarna kuning. Sementara Nanda juga lalu bergerak masuk ke toko, dengan kedua tangan masih di bagian belakang tubuhnya.

Nanda bergerak menuju bangku plastik anak2 yang terdapat di toko itu, dan mencoba duduk di kursi tersebut.

Setelah duduk sejenak, Nanda langsung berdiri lagi dan berkata : Kursinya kerendahan niyy, ada yang lebih tinggi ga?

Hehehe. Anak kecil sok gede… Kakimu belum cukup panjang untuk duduk di bangku yang lebih tinggi, Naaaaakkkk….!!!

Pelayan toko lalu membawakan sebuah bangku tukang bakso yang dari plastik.. Nanda lalu berusaha duduk di kursi itu. Jelas aja mesti ditolong…, wong bangkunya masih ketinggian buat badannya yang kecil itu..

Setelah duduk, Nanda dengan anteng menunggu Pelayan Toko mencarikan sepatu warna kuning yang dimintanya.. Tati sih cuma mengamati aja dari sekitar situ sambil senyum2…

Gak lama pelayan toko menghampiri Nanda dengan sepatu warna kuning yang dia perkirakan pas dengan ukuran kaki Nanda yang memang tergolong besar untuk anak seusia Nanda. Pelayan toko tersebit lalu memasangkan sepatu kuning tersebut di kaki Nanda.

Setelah mencoba merasakan sejenak sepatu tersebut di kakinya, Nanda lalu berkata : Kurang pas ini ukurannya. Ada yang lebih besar lagi?

Waduuuuhhhhhh….. Tati rasanya mau ngikik melihat gayanya yang persis gaya orang dewasa mau beli sepatu. Tapi takut si Nona Kecil merasa terganggu, Tati berusaha menahan tawa dan cuma bisa tersenyum2 melihat aksinya Nanda. Sementara para pelayan toko serta pemiliknya juga pada senyum2 melihat tontonan yang lucu banget itu…

Si pelayan toko lalu membawa sepatu kuning dengan ukuran yang lebih besar, lalu memasangkannya di kaki Nanda. Nanda lalu mencoba merasakan sepatu itu di kakinya, kemudian dia turun dari kursi, dan mencoba berjalan2 di dalam toko.

Setelahnya dia berkata : Ya, yang ini pas ukurannya….

Lalu, Nanda berjalan keluar dari toko dan ngeloyor begitu aja… Hehehehehe.. Tati lalu memanggilnya…

Tati : Nan…, jangan pergi dulu.. Kita bayar dulu sepatunya ya, Nak. Tapi apa itu sudah betul2 enak di kaki Nanda?

Nanda : Iya, Wo. Ini sudah paaaasss di kakiku. Aku mau yang ini..

Tinggal lah Tati alias si Wowo membuka dompet dan menyodorkan 2 lembar uang lima puluh ribuan untuk menebus si koneng tea… Hehehe..

Boyuki2, gimana ceritanya kalo pas Wowo-mu ini gak gablek doku ya, Nak…. Bisa2 terpaksa ninggalin KTP sebagai jaminan… Hehehe..

Begitu kita kembali ke food court dimana Enek dan Mama Nhoya duduk menunggu, mereka terheran2 dengan Nanda yang bersepatu baru. Setelah Tati ceritain apa yang terjadi, baru lah Mama Nhoya bilang kalo ternyata si Nona Kecil ini memang sudah berkali2 mengamati sepatu merah yang ada di display toko.. But she wanted d yellow one because she had some dress that macth to yellow shoes.. Umur 1.5 tahunnnnnn udah begitu ? Gimana gedeknya, Boyu…????

Sayang Tati gak sempat mendokumentasikan BOYUKI N D YELLOW SHOES…

Belajar…..

Jam di tangan tati menunjukkan waktu jam 11.30 wib… Hp Tati berdering, tidit tidit tidit.. Di layar hp terlihat nama seorang teman baik, tepatnya seorang junior di kantor, A. Dia junior baik dari segi masa kerja maupun usia (jauh banget, 12 tahun).

A : Kak, lagi dimana? Aku lagi ngecek pembukuan, ternyata ada angka yang berselisih.

Tati : Kakak lagi di luar, sebentar balik ke kantor.

A : Kalo gitu, tolong suruh staff kakak sekarang ke tempat aku, buat membereskan.

Tati : Bisa menunggu, kakak 10 menit lagi akan sampai di kantor.

A : Ya, aku tunggu ya.

Sembari menuju mobil, Tati segera menelpon Venny, yang membantu Tati untuk berbagai pekerjaan di kantor.

Tati : Ven, di kegiatan yang kita kelola ada yang berbeda di pembukuan. Bisa Venny menemui si A, coba tanya apa masalahnya. Kakak segera ke kantor.

Sampai di kantor ternyata, selisih terjadi karena dana yang diajukan ke kas besar lebih kecil dari yang digunakan untuk kegiatan, sehingga kas kecil menjadi minus. Solusinya gak susah, tinggal dibuatkan permintaan dana ke kas besar. Nah yang jadi masalah, menurut perhitungan Tati angkanya sekian, sementara menurut mbak A angkanya lebih kecil.

Tati berusaha menjelaskan kepada A, hitungan Tati. Tapi A gak mau mendengar apa pun yang Tati coba jelaskan.

Tati : A, coba dengar dulu penjelasan kakak. Ini ada hitungannya, lho.

A : Enggak, kak. Pokoknya angkanya sekian.

Tati : Dengar dulu penjelasan kakak. Ini ada hitungan yang sudah kakak buat.

A : Enggak kak. Pokoknya angkanya ini. Kakak bikin aja angka permintaannya seperti yang aku bilang.

Tati : Bagaimana nanti kalo bermasalah? Karena angka hasil hitungan kakak tuh beda.

A : Kalo nanti beda, aku yang tanggung jawab.

Tati langsung diam, gak mau ribut. Belajar untuk sabar dan menahan diri meski Tati merasa sangat tidak nyaman karena junior Tati itu berbicara pada Tati dengan kedua tangan terlipat di dada, serta nada suara yang tidak bisa dibantah..

Tati berusaha mengatakan kepada diri Tati, bahwa junior Tati itu mungkin sedang panik sehingga sikapnya begitu.. Tati berusaha menghapus pikiran negatif tentang gesture tubuh junior Tati.. Astagafirullah.. astagafirullah.. astagafirullah..

Tati langsung meminta Venny menyiapkan surat permintaan sejumlah yang dikatakan A. Lalu setelahnya menghadap ke kepala kantor untuk minta tanda tangan beliau, sambil menjelaskan surat permintaan apa yang beliau tandatangani tersebut. Setelah itu, Venny langsung membawa surat itu kebagian yang berwenang mengeluarkan dana, untuk diproses lebih lanjut.

Lalu, Tati melanjutkan kegiatan Tati. Saat sedang di jalan, hp Tati kembali berbunyi, Tidit tidit tidit… Di layar kembali terlihat nama A. Tati lalu menjawab telepon tersebut.

Tati : Ya, halo.

A : Kak, ternyata selisihnya benar sebesar yang kakak bilang.

Tati : Terus bagaimana sekarang?

A : Kakak ulang saja lagi surat permintaan dananya, ganti surat yang sudah diantar ke bagian yang berwenang di bidang keuangan tersebut.

Tati : Gimana kalo kamu yang bikin?

A : Kok aku pula yang bkin? Itu kan kegiatan yang kakak kelola.

Tati : Betul itu kegiatan yang kakak kelola, tapi kakak kan sudah bilang dari tadi tapi kamu gak mau kasi kakak kesempatan bicara. Sekarang, masa kakak harus menghadap lagi ke kepala kantor? Apa yang mesti kakak katakan kepada beliau? Kok kesannya kakak bermain2, tidak serius dan tidak teliti dalam bekerja?

A : Ya sudah kalo gitu biar saja pakai angka yang kecil itu.

Tati : Angka yang kecil itu gak bisa dipakai, karena akan berbeda dengan laporan bulanan serta laporan akhir kegiatan kakak.

A : Kalo gitu, seluruh laporan kakak saja dirubah.

Tati : Mana bisa laporan itu dirubah lagi, itu sudah ditandatangani oleh pihak yang berwenang.

A : Ya, kakak suruh lah staff kakak merubah surat permintaan itu.

Astagafirullah….
Kesabaran Tati kembali lagi diuji hari ini.

Beberapa PELAJARAN PENTING dari peristiwa ini :
1. Harus bisa membedakan kapan harus diam karena harus bersabar dan kapan harus tetap bertahan untuk mengatakan sesuatu yang benar.
2. Tidak selamanya diam dan mengalah itu baik. Tapi cara menyampaikan kebenaran juga harus dilakukan dengan bijak dan santun..
3. Harus belajar untuk tidak menerima begitu saja ucapan orang lain yang mengatakan, “nanti aku yang tanggung jawab”.

Belajar, belajar dan belajar..
Sabar, sabar dan sabar..
Bertahan untuk kebenaran, bertahan untuk kebenaran dan bertahan untuk kebenaran..
Bijak & santun, bijak & santun serta bijak & santun….

Teman2 Baru..

Sabtu yang lalu Tati dan Kak Lintje datang ke training ESQ. Sebagai alumni, kita emang boleh datang ke tiap ada training… Dan ini berlaku seumur hidup kita.

Di komunitas Alumni ESQ itu rasanya menyenangkan, karena semua prinsipnya “ZERO”.. Di komunitas ini Tati punya banyak teman2 baru.. Ada Icha, ada Bunda Iyet, ada kak Merry, ada Bude, ada mbak Puri, ada mbak Fida, ada Wati, Hesti, Unna.. dan banyak lagi… Beberapa di antara teman2 baru itu sebenarnya sebelumnya juga terkoneksi dengan Tati.. Bunda Iyet, misalnya, beliau adalah mertua Fifi, teman sekantor Tati. Beliau juga kakak dari mantan atasan Tati.. Icha ? Icha adalah adik iparnya Ida, sahabat Tati. Mbak Fida adalah teman sesama agen di Manulife.. Tapi sebagian besar adalah teman2 baru…

Namun biar baru, semua menawarkan persahabatan.. Bunda Iyet misalnya, menelpon Tati supaya membawa rok Tati yang baru supaya beliau bisa membuatkan kantong untuk rok yang belum berkantong itu.. Kak Merry, menawarkan Tati untuk menambah ilmu agama dengan bergabung di kelompok pengajiannya..

Nah waktu menghadiri training ESQ hari sabtu yang lalu, kita dapat kesempatan foto bareng dan dengan para trainer juga.. Kalo teman2 yang gak pernah ikut ESQ mungkin heran ngelihat kostum kita yang black n black.. Itu emang disarankan bagi para alumni yang mau menghadiri training.. Kostum hitam membuat kita menjadi ZERO.., gak eye catching.. Jadi gak menonjol, gak mengundang mata memandang.. Sehingga orang2 di sekitar kita benar2 fokus ke training yang sedang dilaksanakan.. Here our pic..

Akhir Pekan Kali Ini..

Akhir pekan kali ini aktivitas Tati lumayan penuh. Gak seperti minggu sebelumnya, dimana Tati 2 hari penuh mendekam di rumah, gak kemana2 kecuali jalan sore nyari keringat.. Ngapain aja akhir pekan kali ini?

Hari Sabtu pagi sampai siang, Tati dengan kak Lintje menghadiri training ESQ. Secara kak Lintje juga udah pernah ikut ESQ tahun 2005. Cuma waktu itu belum ada kartu alumni, jadi si kakak gak pernah datang lagi ke acara2 training ESQ. So dengan hadir kali ini kak Lintje bisa sekalian bikin kartu alumni ESQ, jadi lain kali kalo mau datang gak sungkan.

Saat mengahadiri training, sebuah sms masuk. Ternyata dari Elly Suryani. Dia mengundang Tati hari Sabtu malam ke rumahnya untuk menghadiri tahlilan 40 hari ayahnya, oom Masfar Husin yang berpulang ke rahmatullah tanggal 30 Oktober 2007 yang lalu.

Siapa sih Elly Suryani? Elly adalah kakak kelas abadi buat Tati.. Maksudnya? Iya, Elly (dan juga Alfiani Irza alias Fenny) adalah kakak kelas Tati sejak di SD Teladan, SMPN 4, SMAN 1 dan di IPB. Cuma waktu di UGM aja yang enggak.

Lalu rumah Elly yang berlokasi di depan SMPN 4 merupakan tempat Tati dan teman2 lain menunggu jemputan.. Jadi ingat pohon bambunya yang rimbun…, sekarang udah gak ada lagi, udah ditebang… Sebenarnya sih, yang teman seangkatan dengan Tati tuh, adiknya Elly, Endriany alias Yenny. Tapi karena sama2 di Bogor, Tati jadi lebih dekat dengan Elly. Kita juga sering bareng2 menghadiri acara2 Himpunan Alumni IPB (HA-IPB) Riau.

So, akhirnya setelah magrib Tati bersama kak Lintje dan Ira pergi ke rumah Elly. Di sana kita ketemu dengan teman2 lama dan keluarganya. Jadi kayak reuni kecil2an deh.. Kita ketemu Ida beserta Bang Yuda, suaminya, dan juga Mamanya. Jadi pada ngobrol deh..

Dari rumah Elly, kita lalu pergi makan malam di Pizza Hut Sudirman.. Pulangnya Tati rasanya udah ngantuk banget.., mata udah sulit buat dibuka.. So dari pada bahaya karena nyetir dalam keadaan ngantuk berat, Tati milih gak pulang ke rumah Pandau. Tati nginap aja di rumah Jl. Durian.

Pagi.. setelah subuh Tati nyambung tidur sampai jam 08-an.. Hehehehe.. Bangun2 kak Lintje ngajak belanja ke pasar lalu sarapan bubur ayam di Kings. Setelahnya Tati harus buru2 pulang ke Pandau karena jam 10, ada arisan tetangga. Karena nyampe di Pandau udah jam 10-an, dengan sejuta permohonan maaf, Tati terpaksa menghadiri arisan tanpa mandi dulu.. Hehehe.

Arisan kali ini adalah buka putaran baru.. Putaran kali ini diikuti 13 peserta. jadi insya Allah, putarannya akan berakhir di bulan Desember 2008. Lucunya, anak2 juga memutuskan untuk bikin arisan juga… Judulnya siyy arisan anak2, tapi yang bayar emak2nya jugaaa… Cuma arisannya anak2 tuh mingguan, Rp.10.000,- per minggu. Karena peserta arisan anak2 cuma 8 orang, Tante Sondha diminta menggenapi jadi 10 peserta dengan mengambil 2 nomor.. Hehehehee.. buat ngerame2in.., iya deh…

Selesai arisan, Tati buru2 deh pulang buat mandi dan beres2 karena mesti kembali lagi ke kota buat mengahdiri undangan Ida. Sahabat Tati yang satu ini tanggal 12 Desember bersama Bang Yuda, suaminya, akan berangkat menunaikan ibadah haji. So hari minggu ini mereka megundang keluarga dan kerabat untuk berpamitan dan bermaaf2an.

Dari Pandau Tati kembali ke rumah Jl. Durian buat jemput kak Lintje karena juga diundang.

Di rumah Ida, Tati ketemu dengan teman2 sejak kecil.. Senang rasanya menemukan pertemanan yang tulus, apa adanya, meski perjalanan hidup kita masing2 udah mewarnai diri kita… I love my old friends..

Satu Lagi…

Tadi pagi, seorang teman menelphone Tati.. : Mbak, mau gak antarin aku cari tempat kot siang ini?

Tati rasanya kaget banget, karena teman Tati ini selama ini tinggal bersama suami dan dua orang anaknya.. Kok bisa2nya minta anterin cari kost.. Ada apa gerangan????? Tapi sebagai teman, yang bisa Tati lakukan adalah mengatakan : Iya, mbak. Tapi sekitar jam 11-an ya.. Aku masih ada kerjaan dikit di kantor..

So jam 11-an Tati menjemput teman Tati ini di kantor Tati yang kedua. Lalu kita pergi deh nyari tempat kost. Di jalan, teman Tati ini cerita, kalo dia diusir suaminya dari rumah. Dia diultimatum saat suami-nya hari ini pulang kantor suaminya gak mau lagi liat barang2 teman Tati itu ada di rumah.. Kalo masih ada, suaminya akan membakar semua barang2 tersebut.

Subhanallah.. Ada apa ya kok bisa begini..? Ternyata menurut teman Tati itu, dia minta klarifikasi kabar bahwa suaminya itu sudah menikah lagi dan punya anak berusia hampir 2 tahun.. Dan suaminya bukannya memberikan klarifikasi, melainkan melakukan kekerasan dan mengusir dia.. Lalu menyuruh dia segera mendaftarkan gugat cerai, dan suaminya berjanji tidak akan memperlambat proses perceraian, serta akan langsung memberikan talak tiga..

Takut ancaman2 suaminya, teman Tati itu memutuskan keluar dari rumah.. Supaya bisa mendinginkan situasi, dan kalo pun mendaftarkan gugat cerai, itu dilakukan dengan pertimbangan yang matang..

Ini perceraian kedua di lingkungan teman2 baik Tati tahun ini. Bulan Mei yang lalu, salah seorang teman juga sudah berpisah dengan suaminya. Karena dia ke Pekanbaru untuk mendampingi suami, maka setelah berpisah dengan suaminya, dia lalu memutuskan untuk kembali ke kota asalnya dengan mebawa kedua anak2nya, pulang ke rumah orang tuanya…

Nah, si mbak yang ini juga datang ke Pekanbaru karena mendampingi suami. Lalu si mbak mendapat kesempatan berkarir di sini. Si mbak ini gak punya keluarga atau kerabat dekat di kota ini.. So, pada saat susah begini si mbak benar2 sendiri..

Tati rasanya gak tega banget… Kebayang kalo kejadian dengan Tati.. Naudzubillah binzalik.. Masalah yang terjadi saat kembali kePekanbaru setelah usai sekolah di Yogya aja rasanya luar biasa.. Padahal itu urusannya bukan sama suami.. Gimana sakitnya kalo urusannya sama suami?

Mudah2an teman Tati yang ini bisa mendapat solusi yang terbaik ya.. Insya Alloh akan ada jalan keluar yang terbaik.., buat si mbak & suaminya, terlebih lagi buat kedua anak mereka..

Semoga tidak terjadi lagi keretakan rumah tangga di lingkungan keluarga & teman2 Tati.. Semoga…

Kembaranku…

Tadi malam jam 22-an, tiba2 Tati kangen sama Mama Nhoya, adik Tati yang paling kecil..

Menurut orang2 yang pernah melihat kita berdua, wajah kita mirip banget.. Bukan sekali dua kali orang2 pada salah.., Tati dikira Mama Nhoya, sementara Mama Nhoya dikira Tati. Bahkan ada yang pernah nanya, apa kita kembar… Iya, anak kembar dengan beda usia 12 tahun… Hehehe.. Masa’ sih kita mirip.. secara menurut Tati kita beda banget..

Mama Nhoya tuh kulitnya lebih terang, kekuning2an, sementara Tati lebih kemerah2an (like a pig, kata Mami Uli). Rambut dan mata kita sama2 coklat, cuma Tati coklat gelap, sedangkan Mama Nhoya coklat muda… Tinggi badan jauh beda… Tati cuma punya tinggi 163 cm, sedangkan Mama Nhoya menjulang sampai 175 cm.. Mama Nhoya juga lebih gaya dalam berpakaian, sementara Tati lebih sederhana (lebih gaya emak2, maksudnya.. hehehe) dan sangat gak fashionable. So Tati tuh kalo mau beli sesuatu yang baru, minta pendapat dan pergi nyarinya ya sama Mama Nhoya… Rasanya lebih PD memakai sesuatu hasil pilihan ibu yang satu ini…

Karena kangen, so tadi malam Tati mendial telpon Mama Nhoya.. 0813706 sekian sekian… Setelah dering kedua telpon diangkat…

Mama Nhoya : Hallloooo….!!

Tati : Lagi ngapain ‘dek? Lagi mau nangis ya..?

Mama Nhoya : Hehehe… Iya.. Kakak tau aja.. Tapi aku barusan dari Sei Bingei kok.. , soalnya dia besok ujian. Cuma sepi aja, gak ada yang biasanya ditepok2, gak ada yang diajak berantem… Hehehe.

Tati : Tapi gak apa2 kan ‘dek..? Yang penting dia lebih nyaman dan lebih sehat..

Mama Nhoya : Iya kak.. Yang penting gimana baik dan senangnya dia aja..

Apa siyyy yang kami omongin…? Tentang siapa…? Tentang Nanda, putri semata wayang Mama Nhoya yang nge’gemesin..

Tiga tahun terakhir, Mama Nhoya memutuskan untuk ngontrak rumah di daerah dekat kantornya (waktu itu). Selain supaya dekat kantor, adik Tati yang satu ini pengen belajar mandiri.. So karena sudah begitu tekadnya, Papa dan Mama gak bisa menahan lagi, dan menyerah mengikuti kemauannya..

Waktu Nanda belum sekolah, gak banyak masalah, kecuali mencari orang yang bisa dipercaya untuk menjaga Nanda di rumah. Untuk mengobati rindu sama pahopu (cucu)-nya Papa sesering mungkin setelah dari berbagai aktivitasnya singgah ke rumah Mama Nhoya, menemani Nanda. Seringkali Papa juga datang bersama Mama. Mama juga kalo udah gak bisa menahan rindu dan gak ada yang bisa ngantarin,beliau akan pergi mengunjungi Nanda dengan naik becak mesin, biapun jaraknya cukup jauh..

Kadang Papa menjemput Nanda buat jalan2, kadang pergi makan atau belanja buah2an.. Nanda juga pintar siyy, selalu menelpon Odang-nya kalo stok buah2an di rumahnya sudah habis… Kata Papa dia kalo nelpon bilangnya : “Odang, datang lah ke sini.. buah2an di rumah Nanda sudah mau habis.. Ayolah kita pegi belanja..” Hihihihi.. Seringkali di toko buah Nanda minta Papa menggendong dia supaya bisa memilih sendiri buah2an yang dia mau tapi berada di rak yang tinggi dan gak bisa dia capai. Bahkan kadang Papa membawa Nanda ke Yayasan tempat Papa bekerja mengisi masa pensiunnya… Senang kali yaa kalo kerja sambil ngawasin pahopu.. Hehehe..

Setelah Nanda masuk TK, Papa berusaha sesering mungkin menjemput Nanda pulang sekolah, tapi seringkali jadwal pulang sekolah Nanda gak cocok dengan jadwal kegiatan Papa, karena jarak yang ditempuh dari rumah Papa & Mama dengan rumah Mama Nhoya cukup jauh. Sementara sekolah Nanda tuh posisinya sebenarnya lebih dekat ke rumah Papa & Mama.

Beberapa waktu terakhir, Nanda yang sekarang udah kelas 1 SD, sering mengalami batuk.. Menurut dokter dia gak kuat kena debu di jalanan, belum lagi hujan dan cuaca buruk akhir2 ini. Secara dia pulang sekolah, seperti banyak anak2 sekolah lainnya di Medan, naik beca mesin langganan. Jadi dia bersentuhan langsung dengan debu di jalan dan perubahan cuaca. Lagi pula, kayaknya Nanda juga mewarisi asma yang diidap beberapa anggota keluarga.. Kita agak2 sensi dengan debu dan asap rokok.. Tati aja kalo terkurung dalam ruangan yang penuh asap rokok bisa langsung sesak napas dan terbatuk2…

Karena Nanda bulak balik batuk selama dua tahun terakhir, Papa dan Mama minta agar Mama Nhoya mengizinkan Nanda untuk tinggal bersama Papa dan Mama pada hari2 sekolah, supaya pergi dan pulang sekolah bisa diantar dan dijemput Papa atau Tante Po.
Akhirnya setelah menimbang berbagai hal dan demi kebaikan Nanda.., Mama Nhoya mengizinkan Nanda untuk tinggal di rumah Sei Bingei bersama Odang dan Enek-nya.

Kalo masih punya tenaga, setelah pulang kantor Mama Nhoya singgah dulu ke Sei Bingei.. Jum’at sore atau Sabtu pagi, Mama Nhoya menjemput Nanda untuk berakhir pekan di rumah mereka dan mengantarnya kembali ke Sei Bingei hari minggu sore. Tapi yaaaa itu, berpisah dengan Nanda membuat Mama Nhoya merasa kesepian, gak ada yang ditepok2, dan gak ada teman berantem… Hehehe..

Tapi seperti pembicaraan tadi malam, berpisah dengan Nanda membuat Mama Nhoya punya kesempatan untuk lebih berpikir tentang diri dan kehidupannya.. Biasanya kan pulang kantor langsung sibuk main dengan Nanda.. Bahkan katanya, kak Wati yang biasanya ngurus rumah dan Nanda jadi malas masak karena gak ada Nanda yang biasanya selalu menghabiskan masakannya… (yang sabar ya kak Wati, sekarang ngurusin keperluan Mama Nhoya dulu aja ya..!).

Tadi malam Mama Nhoya bilang : Kak, kayaknya aku harus memperbaiki hidupku deh…

Tati : Maksudnya, dek?

Mama Nhoya : Iya, setelah sekian tahun kerja di bank, yang ada di otakku ya kantor. Bangun tidur mikirin kantor, seharian urusannya kantor, mau tidur juga masih mikirin kantor, bahkan mimpiku juga isinya kantor.. Kayaknya banyak sisi diriku yang stuck gak berkembang.. Padahal dulu waktu masih sekolah aku kreatif dan gaul banget.. Aku bisa cari uang saku dari berbagai kegiatan. Sekarang cuma terfokus di satu titik aja..

Mama Nhoya dari SMA udah mulai nyari uang buat nambah2 uang sakunya. Mulanya sih dengan ngajar music private dari rumah ke rumah, waktu dia masih SMA. Papa & Mama mendukung banget aktivitas dia yang satu ini, bahkan sering kali Papa & Mama yang ngantar dan nungguin di depan rumah tempat Mama Nhoya ngajar. Meski kata Papa, sebenarnya uang bensin mobil yang keluar buat antar jemput dia ngajar mungkin lebih besar dari upah ngajar yang diterima Mama Nhoya, tapi yang penting dia bisa belajar bekerja. Lalu waktu kuliah di Bandung, Mama Nhoya nyari tambahan uang saku dari terima terjemahan… Selain nerima langsung pekerjaan dari berbagai pihak, dia juga kerjasama dengan tempat2 fotocopy-an.. Mereka yang terima kerjaan, Mama Nhoya yang kerjain, ntar Mama Nhoya kasi fee ke tempat fotocopyan.. Menurut Mama Nhoya, kerjaan begitu hasilnya lumayan banget selain membuat kemampuan bahasanya semakin terlatih.. So, cuma bekerja ngitungin duit hari ke hari mulai menimbulkan rasa jenuh buat dia.. Dia perlu sesuatu yang berbeda sebagai variasi hidup deh kayaknya..

Tati : Pikiran seperti itu bagus, dek. Kamu masih muda (she’s just 28 years old), masih banyak yang bisa dan harus kamu kembangkan.. Lagian masa depan kamu kan masih panjang… Kamu juga punya Nanda yang harus kamu perjuangkan hidupnya.

Mama Nhoya : Iya kak. Aku ingin punya bisnis sendiri suatu saat nanti.. Makany
a aku harus siap2…

Tati : Iya dek.. Coba dilihat2 apa yang mulai bisa dikerjakan, ya. Ya udah kamu tidur giihh, besok kan harus kerja lagi.. Bye..

Mudah2an perpisahan beberapa hari dalam seminggu membawa kebaikan buat Nanda, Mama Nhoya dan juga membawa kebahagian buat Odang, Enek dan juga Tante Po. Karena kehadiran Nanda di Sei Bingei membawa warna cerah bagi seluruh anggota keluarga…

I love U n your baby, Nhoy….!!

Semua Tentang Kita…

SEMUA TENTANG KITA

Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi di hati

(reff)
Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
saat kita berduka, saat kita tertawa

Teringat di saat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita

back to (reff)

by Peterpan

Gak tau kenapa saat mendengar lagu ini aku ingat kamu.. Meski lagu ini belum tercipta saat kita berbagi hari, tawa, tangis dan amarah..

Justru lagu terindah yang pernah ku dengar dari kamu adalah Annie’s Song.. Kamu menyanyikannya sambil memetik gitar, duduk di selasaran kamar kost seorang teman saat engkau menantiku berkutat dengan software image processing bersama teman kita ..

Here d most beautiful song that I ever heard from U, buddy.

ANNIE’S SONG

You fill up my senses
Like a night in a forest
Like a mountain in springtime
Like a walk in the rain
Like a storm in the desert
Like a sleepy blue ocean
You fill up my senses
Come fill me again

Come let me love you
Let me give my life to you
Let me drown in your laughter
Let me die in your arms
Let lay down beside you
Let me always be with you
Come let me love you
Come love me again

Let me always be with you
Come let me love you
Come love me again

by John Denver

Wish U d best things of life.., Pirate. Don’t worry about me.., I’m ok now..
I’m happy like U always wish..***

I love living in a little town…

Suatu hari seorang kerabat berkata by phone : Ndha, gimana kalo kita urus supaya kamu pindah ke Jakarta? Di sini kamu bisa meraih lebih banyak hal..!!

Tati : Aduuuuuhhhh, gimana ya Kak? Bukannya saya gak menghargai niat baik kakak, tapi saya gak ingin kembali ke Jakarta. Saya udah merasa senang tinggal di Pekanbaru..

Ucapan itu mungkin gak keluar dari bibir Tati jika tawaran itu diberikan 15tahun yang lalu.., saat baru lulus kuliah dari IPB dan masih menetap di Bogor. Saat itu gemerlap Jakarta yang begitu memikat, sangat menarik hati Tati. Persis seperti secercah sinar cahaya bagi laron2 yang terbang dalam malam gelap..

Tapi sekarang… Tati benar2 bersyukur telah menetap di Pekanbaru, kota yang jauh lebih kecil dibanding Jakarta… Kok…?

Iya.. sewaktu masih tinggal di Jakarta, setiap hari kerja jam 4.30 pagi Tati sudah harus bangun.. Bersiap2 untuk bisa berangkat ke tempat kerja yang berlokasi di sekitar Kuningan sebelum jam 05.30.. Pagi amat.. ? Iya karena sudah harus lewat dari Perempatan Mampang dengan Gatot Subroto sebelum 06.30. Kalo setelahnya, pasti nyampe di kantornya telat.. kena macet…

Sekarang di sini.. Tati berangkat kantor cukup sekitar jam 06.45.. Itu pun sebenarnya karena jarak yang ditempuh agak lumayan ± 15 km, dan I’m a slow speed driver.. Macet ada juga siyy.. di sekitar simpang Jl. Tuanku Tambusai, tapi gak ada apa2nya dibanding macetnya Jakarta.. Setiap pagi Tati masih sempat menikmati sejuk dan segarnya udara pagi di sekitar rumah.. Masih sempat menikmati secangkir teh hangat atau kopi… Hmmmm.. kenikmatan kecil di pagi hari yang bisa membuat lebih semangat untuk memulai hari..

Jam istirahat siang waktu kerja di Jakarta, sulit sekali mau kemana2. Selain macet, ya kemana2 kan jauh.. Kalo mau keluar lingkungan kantor palingan cuma makan ke daerah Menteng. (Jadi ingat tukang rujak yang mangkal di depan Hero Menteng, di seberang Keris Galerry, masih ada gak ya? Akhir2 ini kalo melintas di daerah situ, Tati gak perhatiin..!). Kalo di Pekanbaru, bisa kemana2 buat makan.. Bisa ke Mall Seraya, bisa ke Mall Pekanbaru, bisa ke Warung Bude di Jl. Beringin dll.. Banyak banget tempat makan yang bisa didatangin dalam waktu satu jam (lebih banyak…) Hehehe. Bahkan kalo malas gak pengen kemana2, Tati bisa pulang ke rumah Jl. Durian buat makan siang dan tidur2an.. Hehehe..

Pulang kantor…? Ini yang paling parah… Dulu waktu di Jakarta meski jam kantor usai jam 5 sore, Tati jarang meninggalkan kantor tepat waktu.. Gimana enggak.. ? Ngeliat jalanan di depan yang sangat sangat sangat sangat sangat sangat macet dan padat dari jendela kantor aja, bikin Tati ogah keluar.. So, biasanya Tati suka nunggu macet rada berkurang.. , dan itu biasanya sampai jam 7 malam… Itu pun baru sampai di tempat kost di daerah Pasar Minggu sekitar jam 8 lewat.. Kalo bosan nunggu jalan agak sepi, Tati malah bikin janji dengan teman2 di daerah yang berlawanan dengan arah pulang. Kita biasanya suka ngobrol2 di cafe2 sampai jam 10an malam.., baru pulang. Sampai rumah udah hampir jam 11 malam, lalu bersih2 tidur dan jam 4.30 udah harus bangun lagi buat beres berangkat kerja.. What a bored life…!!

Di Pekanbaru, pulang kantor santai banget.. Biasanya jam 4 atau 4.30 sore.. Kalo lagi pengen kangen2an sama keluarga, Tati pulang dulu ke rumah Jl. Durian.. Leyeh2 dan ngobrol , dan baru pulang setelah magrib.. Bahkan kadang pake acara makan malam dulu di luar.. Kadang singgah dulu di rumah teman2 lama, just 2 say hello, atau jalan2 sejenak sambil nyari pisang goreng atau jajanan apalah.. Atau kalo lagi gak pengen bertamu.., bisa langsung pulang atau singgah dulu, biasanya ke toko buah, toko buku atau ke toko casstte/vcd/dvd yang ada di plaza dekat kantor.. So many things that I can do after office hour tanpa harus merasa terlalu lelah untuk kembali kerja esok hari…

Karena cukup banyak waktu yang tidak tersita di jalan.. Tati juga jadi punya waktu untuk lebih berpikir, untuk membaca, dan untuk bersosialisasi… Apalagi setelah tinggal sendiri di pinggir kota.. Saat2 sendiri di rumah adalah saat Tati bisa “berbicara” dengan diri sendiri.. Demikian juga saat sendirian di mobil menuju ke dan kembali dari kantor… Untuk yang terakhir ini, sering kali jadi bahasan ama teman2.. Mereka bilang, Tati tuh kalo nyetir kayak pake kacamata kuda, gak liat kiri kanan, so suka gak ngeh kalo papasan dengan teman2, meski kadang udah dituter2in.. Hihihihi.. Kesannya sombong ya..? Padahal, beneran enggak… Tati tuh sibuk “ngobrol” dengan diri sendiri… dan juga focus ke lalu lintas yang ada di depan mata…

Di satu sisi, waktu baru kembali ke Pekanbaru tahun 1996an, Tati emang merasa banyak kehilangan .. Apa aja diantaranya :

Kehilangan toko2 buku yang buanyak dan lengkap banget.. secara Tati paling senang mengisi akhir pekan waktu di Jakarta dengan ke toko2 buku.. mulai dari Gramedia di Blok M, Gunung Agung di Kwitang, Times di basement Plaza Indonesia dan di Pondok Indah serta Kinokuniya juga di Plaza Indonesia.. Tapi sekarang udah gak terlalu lah.. di Pekanbaru sekarang juga udah ada toko2 buku bagus.., ada Gramedia di Jl. Sudirman dan Trimedia di Mall SKA.

Dulu juga merasa kehilangan toko cassette yang ok banget yaitu DS alias Duta Suara di Jl. Sabang. Secara waktu muda Tati seneng banget ngedengar music, jadi selain ke toko buku ya kerjanya ke toko cassette. Sebenarnya kalo mau nyari cassette yang new release, di Pekanbaru juga mudah buat didapat.. tapi kalo lagi pengen nyari lagu2 jadul yang hilang dari koleksi kaset tua… DS adalah tempatnya… Tati bisa betah berjam2 menyusuri rak demi rak, meski sering kali yang dibeli gak lebih dari 5 biji.. (Ya, iyalah duit dari mana mau dihabisin buat beli kaset melulu…!!!).

Tati juga merasa kehilangan saat2 kumpul dengan teman2.. Kita biasanya nyusurin berbagai tempat makan, dari yang kelas mall sampai yang kaki 5… Kita suka banget makan di Wendy’s (I love chilli, apple pie n spaghetti-nya Wendy’s juga pancake-nya pada saat sarapan), bakmie GM alias Gajah Mada, baik yang di Jl. Sunda maupun di PIM, kita juga suka banget dengan Sizzler.. Kita juga suka menunggu pagi di Mc D Thamrin, Kita juga seneng menyusuri berbagai tempat makan di K-5 sambil ngobrol yang enggak habis2nya.. Khusus dengan Vita, Tati hampir tiap malam minggu mengisi waktu dengan nonton midnight di Grand Wijaya. Kenapa Grand Wijaya? Karena biasanya filmnya baru dan harga tiket lebih murah dibanding bioskop 21 lainnya.. Masih gak ya?

Tapi segala rasa kehilangan itu deserve lah dengan ketenangan dan waktu yang lebih senggang yang diperoleh saat tinggal di kota yang lebih kecil.. Toh segala kesenangan hidup dan fasilitas kota besar masih bisa dinikmati saat melakukan perjalanan ke sana..

Punya lebih banyak waktu untuk membaca, “bicara” dengan diri sendiri dan berpikir, membuat berbagai kesadaran jadi muncul.. Membuat Tati lebih mencari dan mencari sesuatu yang lebih hakiki. Hal yang dulu sering kali terabaikan.. Ini yang sangat Tati syukuri dan tak ingin hilang… This is d part of living in a little town that I love very much…

I hope I can stay in little town until d time 4 me to pass away… Entah itu di Pekanbaru atau di kota2 kecil lain, dimana pun itu.. Yang penting, KOTA KECIL…!! Hehehe. ***