2nd Day : Hakone

Hari kedua di Jepang, kami melakukan one day trip ke Hakone.

Dimana itu Hakone? Apa daya tarik wisata di sana?

Hakone berada sekitar 100 km di barat daya Tokyo, di Kanagawa Perfecture. Daerah ini bahagian dari Fuji-Hakone-Izu National Park, dan merupakan lokasi terdekat untuk melihat keindahan Gunung Fuji. Sebagai sebuah kawasan yang luas, ada banyak yang bisa dilihat dan dikunjungi di Hakone.

Untuk menyusuri Hakone, tersedia beberapa alternatif rute perjalanan yang bisa dipilih oleh pengunjung, lengkap dengan fasilitas 8 moda transportasi yang menghubungkan berbagai tempat di sana. 8 Moda? Apa aja? Hakone Tozan Cable car, Kereta Hakone Tozan, Hakone Ropeway, Tokai Bus Orange Shuttle, Bus Express Odakyu Hakone, Bus Tour Keliling, Bus Hakone Tozan dan Kapal Pesiar Hakone. Tersedia free pass yang memungkinkan wisatawan membeli 1 tiket untuk mengunjungi berbagai tempat di Hakone dengan menggunakan 8 moda transportasi tersebut.

Pilihan free pass tergantung dari lama kunjungan yang diinginkan, juga titik awal perjalanan ke Hakone. Dari lama kunjungan ada 2 pilihan, yaitu tiket untuk 2 hari atau tiket untuk 3 hari. Dari titik awal kunjungan, juga ada pilihan tiket, yaitu beli di Shinjuku Stationn atau beli di Odawara Station.

Beli tiket di Shinjuku Station. Pilihan ini berarti dari Station tersebut, pengunjung akan naik Romancecar, kereta api khusus, dengan jumlah penumpang terbatas, dan waktu tempuh kurang dari 1 jam, sampai ke Hakone-Yumoto,

Jika beli tiketnya di Odawara Station, berarti pegunjung naik kereta api dari Tokyo (tidak harus Shinjuku) ke Odawara. Ada beberapa alternatif kereta api dari berbagai stasiun di Tokyo. Kalau mau cepat, dengan waktu tempuh kurang dari 1 jam, alternatifnya kereta shinkansen. Kalau mau harga tiket lebih murah, namun waktu tempuh hampir 2 jam, alternatifnya adalah kereta Odakyuline.

Odawara, Hakone Free Pass, Hakone Tozan, Hakone Yumoto

Kami pilih free pass yang mana? Karena tempat kami menginap tidak di sekitar Shinjuku Station, kami memilih naik shinkansen ke Odawara, dan membeli tiket Hakone Free Pass di sana. Saat kami berkunjung harga tiket day free pass Yen 4.600,-

Setelah membeli tiket Hakone 1 Day Free Pass di lantai 2 Stasiun Odawara, lihat-lihat toko souvenier dan beli roti yang enak pakai banget di lantai 1 stasiun, kami kami melanjutkan perjalanan ke Hakone-Yumoto dengan menaiki kereta jalur Hakone Tozan. Hakone-Yumoto merupakan awal dari wilayah Hakone. Kalau pengunjung naik Romancecar dari Shinjuku, turunnya juga di Hakone Yumoto.

Perjalanan dari Odawara ke Hakone Yumoto berlangsung 16 menit. Selama di perjalanan, mata dimanjakan dengan pemandangan semak (bush) khas pegunungan, dan sungai-sungai yang cantik dan jernih. Ada juga sedikit pemukiman. Semuanya indah…

Dari Hakone-Yumoto, perjalanan dilanjutkan dengan bus ke Gora, tempat stasiun Tozan Cable Car untuk ke Sounzan. Gora itu seperti kawasan Puncak di Jawa Barat, tapi lalu lintasnya lebih sepi, kerapatan bangunan yang juga lebih rendah, sehingga lebih nyaman, udaranya lebih bersih. Berapa waktu tempuh dari Hakone-Yumoto ke Gora? 36 menit saja. Gak jauh, dan pemandangan di sepanjang jalan membuat mata tak bisa mengantuk. Indah, sayang untuk dilewatkan…

Gora, Garden Craft House

Dari halte bus Gora ke stasiun Tozan Cable Car ditempuh dengan jalan kaki, menanjak sekitar 300 meter. Jalan tersebut berada di kawasan pemukiman, sepi kendaraan lalu lalang. jadi nyaman. Setelah sampai di sekitar stasiun, jangan langsung masuk, karena tak jauh dari stasiun ada taman dengan bunga-bunga dan air mancur yang cantik. D sekitar situ juga ada crafthouse, tempat menjual produk kriya yang cantik-cantik. Di situ juga ada kelas membuat keramik, dan juga membuas kriya dari pasir yang dibakar sehingga menghasilkan wadah kaca beranek bentuk. Bagi pencinta kriya, ini pasti kesempatan belajar yang sangat menarik. Sayang untuk dilewatkan.

Sounzan, Ropeway, Owakudani

Karena saat kami berkunjung Tozan Cable Car ada perbaikan jalur, maka setelah kmenikmati taman dan berkunjung ke crafthouse, kami harus kembali ke halte, dan melanjutkan perjalanan sekitar 3,5 kilometer dengan bus ke Sounzan.

Ada apa di Sounzan ?

Sounzan merupakan starting point untuk menaiki ropeway alias kereta gantung, melintasi kawah gunung api menuju Owakudani. Ropeway dengan kaca di empat sisi, membuat penumpang bebas melihat ke seluruh penjuru. Pemandangan dari dalam ropeway di sepanjang perjalanan, benar-benar luar biasa unik. Kawah gunung api. Tak ada kehidupan yang tampak, kecuali semak. Itu pun sangat jarang.

Owakudani merupakan lembah gunung api (volcano) yang terbetuk sekitar 3.000 tahun yang lalu akibat ledakan gungung api Hakone. Di lembah ini terdapat bukaan sulfur dan mata air panas dari gunung api. Karena berada di pergunungan dan wilayahnya sangat terbuka, tanpa ada vegetasi, angin di Owakudani sangat kencang, udara menjadi sangat dingin, membuat kulit membiru.. Bbbbrrrrrrr…..

Apa yang istimewa di Owakudani?

Owakudani, Geomuseum, Black egg

Selain pemandangan kawah (crater), toko souvenier, dan resto, di sana juga ada Geomuseum yang menceritakan proses geologi wilayah Hakone, khususnya Owakudani. Dan, di sini toko-toko souvenier menjual Black Egg. Black egg adalah telur yang dimasak dengan di hotspring alias alias mata air panas dari gunung api. Proses tersebut membuat kulit telur jadi berwarna hitam, tapi isinya siyy tetap sama seperti telur yang dimasak biasa. Gak ada perbedaan rasa. Black egg menjadi icon sekaligus oleh-oleh utama dari Owakudani, bahkan penjualannya ada sejak di Odawara Station. Black egg biasanya dijual dalam paket yang terdiri dari 5 butir, dengan harga Yen 500 atau setara dengan Rp.65K. Kalau dibanding harga di Indonesia, apa laku ya jual telur sebutir Rp.13K? 😀 😀 😀

Dari Owakudani, perjalanan dilanjutkan ke Togendai. Jalur ini bisa ditempuh dengan ropeway, tapi karena kami kurang info, kami ke Togendai-ko dengan menggunakan bus selama 30 menit.

Togendai-ko

Apa yang mau dilakukan di Togendai yang berada di tepi Lake Ashi? Togendai-ko merupakan tempat berganti moda transportasi, dari ropeway ke kapal pesiar. Di Togendai ada tempat bermain sepeda air yang berbentuk bebek, tapi saat kami berkunjung tak ada nampak pengunjung sama sekali. Mungkin karena udara yang sangat dingin. Di sini ada permukiman tapi tidak besar, juga ada beberapa restaurant, tapi tak terlihat ada pengunjung. Sepi, kecuali di Togendai-ko, yang artinya stasiun Togendai.

Kapal persiar yang menysuri Lake Ashi mempunyai desain yang unik. Penuh ukiran yang mengingatkan diriku pada dewa Neptunus… 😀 Kapal ini mempunyai 2 lantai ruangan tertutup, sedangkan lantai 3 merupakan dak, atau ruang terbuka, tempat penumpang bisa melihat pemandangan di sepanjang pelayaran dengan bebas.

Dari Togendai-ko kapal berlayar selama 45 menit ke Hakone sightseeing cruise di Moto Hakone, sebuah area pedesaan dengan pemandangan Gunung Fuji. Pemandangan tepian Lake Ashi di sepanjang kapal berlayar sungguh indah.

Lake Ashi

Moto Hakone desa yang nyaman, smenarik buat disusuri. Di sana terdapat beberapa museum, coffee shop, hotel-hotel, restaurant dan toko-toko souvenier. Sayang kami sampai ke sana menjelang senja, dan membuat kami tidak punya cukup waktu untuk menikmati desa ini. Sepertinya rancangan perjalangan yang lebih baik adalah menginap di desa ini, dan menikmati pemandangan Gunung Fuji di esok harinya.

Dari Moto Hakone, kami berusaha untuk pergi ke Gotemba. Tapi belum sampai setengah jalan, kami berganti bus untuk kembali ke Odawara, agar tidak kemalaman untuk kembali ke Tokyo. One day trip ke Hakone sungguh menyenangkan. Tapi untuk dapat lebih menikmati daerah yang luar biasa ini, sebaiknya dilakukan dalam 2 hari.***