Pulau Rambut dan Ujung Jawa dalam Kenangan…

Isu global warming yang mengingatkan kita akan tenggelamnya pulau2 kecil di negeri kita yang indah ini, bila perilaku manusia dalam pengelolaan berbagai sumberdaya alam tidak berubah, mengingatkan Tati akan suatu perjalanan dahulu kala ke sebuah pulau di gugusan Kepulauan Seribu, yang merupakan cagar alam. Pulau Rambut…, ya Pulau Rambut…, sebuah pulau kecil yang indah (maaf baru diposting sekarang ketika isu tersbut udah agak mereda, soalnya baru sempat nyeken2 old pics).

Tati pergi ke sana sembilan belas tahun yang lalu, menurut tanggal yang tercantum di pojok foto2, tepatnya tanggal 4 Oktober 1988. Ceritanya waktu itu, Tati dalam suatu episode pencarian akan sesuatu yang dapat mengisi kekosongan hati.. Tati mencoba bergabung dengan kelompok pencinta alam IPB, Lawalata. Untuk bergabung di situ, ada suatu proses pengenalan terhadap alam, sekaligus proses seleksi dan untuk melihat kosistensi calon anggota terhadap organisasi ini.. Kalo gak salah sekitar satu tahunan.. Selama satu tahun itu, hampir setiap akhir pekan para calon anggota dilibatkan dalam kegiatan2 pengenalan alam.. Ada kegiatan pengenalan daerah bukit2 kapur di daerah pinggiran kota Bogor (lupa nama daerahnya) dan ada juga pengenalan daerah pantai dan pesisir..

Meski akhirnya Tati tidak menyelesaikan proses seleksi ini, dan tidak sampai menjadi anggota Lawalata, perjalanan ke Pulau Rambut merupakan salah satu perjalanan yang sangat berkesan dalam kehidupan Tati yang meriah… Here the memory…

Perjalanan ke Pulau Rambut dimulai dari halaman Kampus IPB Baranang Siang di suatu malam di akhir pekan. Dari sini kami menuju daerah Ujung Jawa.. Untuk ke Ujung Jawa, kami diangkut dengan truk terbuka… Masya Alloh dinginnya malam menyelimuti tubuh…. Sampai di Ujung Jawa menjelang pagi, Tati dan teman2 mencoba untuk tidur di pantai dengan berbantalkan ransel..

Saat membuka mata di pagi hari… tiba2 terlihat pemandangan yang gak pernah Tati lihat seumur hidup sebelumnya… Langit tiba2 menggelap… Menggelap karena dipenuhi ribuan burung yang bergerak dari arah laut menuju pulau Jawa… Indah… dan benar2 menakjubkan….

Gak lama kemudian, para senior menyuruh kami bergegas naik ke perahu2 yang sudah disiapkan.. Perahunya benar2 perahu tradisional, dimana penumpangnya bersusun hanya satu baris.., karena lebar perahu gak lebih dari satu meter.. Untuk menjalankan perahu digunakan motor temple… Masya Alloh.. Kalo sekarang, Tati pasti gak akan berani melakukan hal ini… tapi di usia muda dengan jiwa petualang yang melonjak2.., ya ayuuuuuuuhhh aja….!!! Hehehe..

Selama perjalanan ke Pulau Rambut, berkali2 langit mendadak gelap karena ditutupi ribuan burung yang bergerak menuju Pulau Jawa secara berkelompok… Benar2 pemandangan yang indah…

Saat perahu merapat ke sebuah pulau, yang dikatakan oleh senior adalah Pulau Rambut, Tati menemukan pulau dengan pantai berpasir putih yang indah… Ternyata ini adalah sisi selatan pulau..

Begitu semua anggota rombongan telah mendarat dengan selamat, kami langsung diarahkan untuk bergerak sesuai dengan jadwal kegiatan per kelompok yang telah diberikan saat sebelum berangkat. Tati dan teman2 langsung digiring untuk melakukan pengamatan burung… Gimana caranya..? Kami diajak naik ke sebuah menara yang tinggi… Berapa meter ya..? Tati gak ingat lagi berapa kira2 tingginya.. Yang jelas dari bagian atas menara itu kita bisa melihat dengan jelas puncak2 pohon yang memenuhi seantero pulau tersebut…, bahkan kita bisa melihat laut, laut dan laut serta pulau2 lain yang berada di sekitar Pulau Rambut. Yang anehnya, puncak2 pohon dipenuhi titik2 putih di sana sini.. Ternyata itu adalah burung2 yang sedang hinggap… Yaa ampun, banyak banget….. ribuan teman2…

Puas mengamat2i perilaku burung di puncak2 pohon dan setelah menyelesaikan pengumpulan data pengamatan sesuai dengan yang ditugaskan, kami pun turun dari menara, bergantian dengan kelompok lain. Kami lalu dibawa ke arah hutan mangrove yang berada di sisi utara Pulau Rambut. Ini pertama kalinya Tati masuk ke hutan mangrove. Tati sangat excited saat melihat burung2 yang hinggap di batang2 puhon mangrove yang tidak terlalu tingggi. Kami menemukan sebuah sarang burung yang dihuni oleh anak2 burung yang imut dan belum bisa terbang… Kami juga menemukan anak2 udang dan ikan yang masih halus banget…. Benar2 pengalaman melihat alam yang luar biasa buat Tati yang seumur2 tumbuh dan besar di kota.., di daerah daratan pula…

Dari sana kami lalu menyusuri sekeliling Pulau rambut… Di bagian timur kami menemukan pantai dari terumbu karang… demikian juga di bagian barat pulau… Kami menyusuri pulau seharian tanpa merasa lelah…

Saat matahari hampir tenggelam, kami kembali naik ke perahu untuk menyeberang ke daerah Ujung Jawa.. Selama di perjalanan, kembali berkali2 langit terlihat gelap dipenuhi gerombolan burung.. Hanya kali ini arah terbangnya meninggalkan Pulau Jawa menuju daerah Kepulauan Seribu…

Ini beberapa lagi foto Pulau Rambut yang sempat Tati buat…


Saat sampai di Ujung Jawa, matahari benar2 nyaris telah jatuh di ufuk barat… Semburatnya yang berwarna jingga dan kegelap2an benar2 terlihat indah menimbulkan rasa tersendiri… Tati sempat mengabadikannya dalam beberapa photo berikut….




Perjalanan ke Pulau Rambut ini benar2 sesuatu yang berkesan dalam hidup Tati, layak lah dengan pengorbanan yang dilakukan.. : rasa lelah dan kedinginan yang amat sangat saat harus pulang naik truk terbuka dari daerah Ujung Jawa sampai ke Bogor dalam keadaan baju basah kuyup karena main cebur2an dengan teman2 di pantai Ujung Jawa, dan demam beberapa hari setelahnya.. Hehehe..

Seperti apa ya Pulau Rambut saat ini, setelah sembilan belas tahun berlalu? Apakah masih indah…? Apakah puncak2 pohonnya masih dipenuhi titik2 putih, yang merupakan ratusan bahkan mungkin ribuan burung2… Apakah masih banyak sarang burung di hutan mangrovenya? Apakah di sana juga masih banyak anak2 udang dan ikan? Apakah langit di daerah itu masih sering mendadak gelap karena dipenuhi oleh kawanan burung yang terbang bergerombol…? Semoga masih ya… Semoga Pulau Rambut dan pulau2 kecil lainnya yang terhampar di seluruh penjuru Zamrud Katulistiwa ini tidak pernah tenggelam dan hilang.. Semoga generasi setelah Tati masih akan bisa menikmati keindahan Pulau Rambut…

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s