Kembaranku…

Tadi malam jam 22-an, tiba2 Tati kangen sama Mama Nhoya, adik Tati yang paling kecil..

Menurut orang2 yang pernah melihat kita berdua, wajah kita mirip banget.. Bukan sekali dua kali orang2 pada salah.., Tati dikira Mama Nhoya, sementara Mama Nhoya dikira Tati. Bahkan ada yang pernah nanya, apa kita kembar… Iya, anak kembar dengan beda usia 12 tahun… Hehehe.. Masa’ sih kita mirip.. secara menurut Tati kita beda banget..

Mama Nhoya tuh kulitnya lebih terang, kekuning2an, sementara Tati lebih kemerah2an (like a pig, kata Mami Uli). Rambut dan mata kita sama2 coklat, cuma Tati coklat gelap, sedangkan Mama Nhoya coklat muda… Tinggi badan jauh beda… Tati cuma punya tinggi 163 cm, sedangkan Mama Nhoya menjulang sampai 175 cm.. Mama Nhoya juga lebih gaya dalam berpakaian, sementara Tati lebih sederhana (lebih gaya emak2, maksudnya.. hehehe) dan sangat gak fashionable. So Tati tuh kalo mau beli sesuatu yang baru, minta pendapat dan pergi nyarinya ya sama Mama Nhoya… Rasanya lebih PD memakai sesuatu hasil pilihan ibu yang satu ini…

Karena kangen, so tadi malam Tati mendial telpon Mama Nhoya.. 0813706 sekian sekian… Setelah dering kedua telpon diangkat…

Mama Nhoya : Hallloooo….!!

Tati : Lagi ngapain ‘dek? Lagi mau nangis ya..?

Mama Nhoya : Hehehe… Iya.. Kakak tau aja.. Tapi aku barusan dari Sei Bingei kok.. , soalnya dia besok ujian. Cuma sepi aja, gak ada yang biasanya ditepok2, gak ada yang diajak berantem… Hehehe.

Tati : Tapi gak apa2 kan ‘dek..? Yang penting dia lebih nyaman dan lebih sehat..

Mama Nhoya : Iya kak.. Yang penting gimana baik dan senangnya dia aja..

Apa siyyy yang kami omongin…? Tentang siapa…? Tentang Nanda, putri semata wayang Mama Nhoya yang nge’gemesin..

Tiga tahun terakhir, Mama Nhoya memutuskan untuk ngontrak rumah di daerah dekat kantornya (waktu itu). Selain supaya dekat kantor, adik Tati yang satu ini pengen belajar mandiri.. So karena sudah begitu tekadnya, Papa dan Mama gak bisa menahan lagi, dan menyerah mengikuti kemauannya..

Waktu Nanda belum sekolah, gak banyak masalah, kecuali mencari orang yang bisa dipercaya untuk menjaga Nanda di rumah. Untuk mengobati rindu sama pahopu (cucu)-nya Papa sesering mungkin setelah dari berbagai aktivitasnya singgah ke rumah Mama Nhoya, menemani Nanda. Seringkali Papa juga datang bersama Mama. Mama juga kalo udah gak bisa menahan rindu dan gak ada yang bisa ngantarin,beliau akan pergi mengunjungi Nanda dengan naik becak mesin, biapun jaraknya cukup jauh..

Kadang Papa menjemput Nanda buat jalan2, kadang pergi makan atau belanja buah2an.. Nanda juga pintar siyy, selalu menelpon Odang-nya kalo stok buah2an di rumahnya sudah habis… Kata Papa dia kalo nelpon bilangnya : “Odang, datang lah ke sini.. buah2an di rumah Nanda sudah mau habis.. Ayolah kita pegi belanja..” Hihihihi.. Seringkali di toko buah Nanda minta Papa menggendong dia supaya bisa memilih sendiri buah2an yang dia mau tapi berada di rak yang tinggi dan gak bisa dia capai. Bahkan kadang Papa membawa Nanda ke Yayasan tempat Papa bekerja mengisi masa pensiunnya… Senang kali yaa kalo kerja sambil ngawasin pahopu.. Hehehe..

Setelah Nanda masuk TK, Papa berusaha sesering mungkin menjemput Nanda pulang sekolah, tapi seringkali jadwal pulang sekolah Nanda gak cocok dengan jadwal kegiatan Papa, karena jarak yang ditempuh dari rumah Papa & Mama dengan rumah Mama Nhoya cukup jauh. Sementara sekolah Nanda tuh posisinya sebenarnya lebih dekat ke rumah Papa & Mama.

Beberapa waktu terakhir, Nanda yang sekarang udah kelas 1 SD, sering mengalami batuk.. Menurut dokter dia gak kuat kena debu di jalanan, belum lagi hujan dan cuaca buruk akhir2 ini. Secara dia pulang sekolah, seperti banyak anak2 sekolah lainnya di Medan, naik beca mesin langganan. Jadi dia bersentuhan langsung dengan debu di jalan dan perubahan cuaca. Lagi pula, kayaknya Nanda juga mewarisi asma yang diidap beberapa anggota keluarga.. Kita agak2 sensi dengan debu dan asap rokok.. Tati aja kalo terkurung dalam ruangan yang penuh asap rokok bisa langsung sesak napas dan terbatuk2…

Karena Nanda bulak balik batuk selama dua tahun terakhir, Papa dan Mama minta agar Mama Nhoya mengizinkan Nanda untuk tinggal bersama Papa dan Mama pada hari2 sekolah, supaya pergi dan pulang sekolah bisa diantar dan dijemput Papa atau Tante Po.
Akhirnya setelah menimbang berbagai hal dan demi kebaikan Nanda.., Mama Nhoya mengizinkan Nanda untuk tinggal di rumah Sei Bingei bersama Odang dan Enek-nya.

Kalo masih punya tenaga, setelah pulang kantor Mama Nhoya singgah dulu ke Sei Bingei.. Jum’at sore atau Sabtu pagi, Mama Nhoya menjemput Nanda untuk berakhir pekan di rumah mereka dan mengantarnya kembali ke Sei Bingei hari minggu sore. Tapi yaaaa itu, berpisah dengan Nanda membuat Mama Nhoya merasa kesepian, gak ada yang ditepok2, dan gak ada teman berantem… Hehehe..

Tapi seperti pembicaraan tadi malam, berpisah dengan Nanda membuat Mama Nhoya punya kesempatan untuk lebih berpikir tentang diri dan kehidupannya.. Biasanya kan pulang kantor langsung sibuk main dengan Nanda.. Bahkan katanya, kak Wati yang biasanya ngurus rumah dan Nanda jadi malas masak karena gak ada Nanda yang biasanya selalu menghabiskan masakannya… (yang sabar ya kak Wati, sekarang ngurusin keperluan Mama Nhoya dulu aja ya..!).

Tadi malam Mama Nhoya bilang : Kak, kayaknya aku harus memperbaiki hidupku deh…

Tati : Maksudnya, dek?

Mama Nhoya : Iya, setelah sekian tahun kerja di bank, yang ada di otakku ya kantor. Bangun tidur mikirin kantor, seharian urusannya kantor, mau tidur juga masih mikirin kantor, bahkan mimpiku juga isinya kantor.. Kayaknya banyak sisi diriku yang stuck gak berkembang.. Padahal dulu waktu masih sekolah aku kreatif dan gaul banget.. Aku bisa cari uang saku dari berbagai kegiatan. Sekarang cuma terfokus di satu titik aja..

Mama Nhoya dari SMA udah mulai nyari uang buat nambah2 uang sakunya. Mulanya sih dengan ngajar music private dari rumah ke rumah, waktu dia masih SMA. Papa & Mama mendukung banget aktivitas dia yang satu ini, bahkan sering kali Papa & Mama yang ngantar dan nungguin di depan rumah tempat Mama Nhoya ngajar. Meski kata Papa, sebenarnya uang bensin mobil yang keluar buat antar jemput dia ngajar mungkin lebih besar dari upah ngajar yang diterima Mama Nhoya, tapi yang penting dia bisa belajar bekerja. Lalu waktu kuliah di Bandung, Mama Nhoya nyari tambahan uang saku dari terima terjemahan… Selain nerima langsung pekerjaan dari berbagai pihak, dia juga kerjasama dengan tempat2 fotocopy-an.. Mereka yang terima kerjaan, Mama Nhoya yang kerjain, ntar Mama Nhoya kasi fee ke tempat fotocopyan.. Menurut Mama Nhoya, kerjaan begitu hasilnya lumayan banget selain membuat kemampuan bahasanya semakin terlatih.. So, cuma bekerja ngitungin duit hari ke hari mulai menimbulkan rasa jenuh buat dia.. Dia perlu sesuatu yang berbeda sebagai variasi hidup deh kayaknya..

Tati : Pikiran seperti itu bagus, dek. Kamu masih muda (she’s just 28 years old), masih banyak yang bisa dan harus kamu kembangkan.. Lagian masa depan kamu kan masih panjang… Kamu juga punya Nanda yang harus kamu perjuangkan hidupnya.

Mama Nhoya : Iya kak. Aku ingin punya bisnis sendiri suatu saat nanti.. Makany
a aku harus siap2…

Tati : Iya dek.. Coba dilihat2 apa yang mulai bisa dikerjakan, ya. Ya udah kamu tidur giihh, besok kan harus kerja lagi.. Bye..

Mudah2an perpisahan beberapa hari dalam seminggu membawa kebaikan buat Nanda, Mama Nhoya dan juga membawa kebahagian buat Odang, Enek dan juga Tante Po. Karena kehadiran Nanda di Sei Bingei membawa warna cerah bagi seluruh anggota keluarga…

I love U n your baby, Nhoy….!!

One thought on “Kembaranku…

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s