Ketika Si Buncil Mulai Tak Buncil Lagi…

Wowo & Buncil....

Selama setahun terakhir, saat2 pulang ke Medan  aku sudah beberapa kali ngantar ponakanku si buncil Ananda ke salon buat potong rambut.. Menurut dia dianterin ama Wowo lebih ok, karena lebih ngerti  trend  fashion dan rambut… Padahal,  sumpppeeee  I’m not a trendy  woman.. Meski adik perempuanku Uli selalu bilang “you have taste kakak…!!”

Koleksi baju ku biasa2 aja dari segi model dan warna, bahkan cenderung hanya menggunakan bahan2 polos not colorful… Baru beberapa bulan terakhir ini  aja aku menambahkan beberapa potong  baju colorful ke dalam lemariku…

Potongan rambut…? Apalagi…!!!! Aku sebenarnya lebih senang punya rambut panjang karena  curly di bagian bawah rambut membuat rambutku jadi keren, feminin bangetzzzz,  menurut aku.. Hahahaha…  Tapi karena faktor U alias Umur, rambutku jadi lebih mudah rontok.., sehingga aku lebih memilih model yongen skop alias KDM alias Korban Demi More “Ghost” untuk rambutku …

Tapi Ananda di usianya yang baru akan 10 tahun di Juli mendatang ingin rambutnya dipotong dengan layer2 dan setelahnya disosis… Diapain coba….? Nggak ngatri deh gue, si Wowo auwo yang menurut Nanda ngerti trend… Hehehehe…

Nanda di salon.. "Yang bagian dalam lebih panjang dari yang bagian luar, ya bang.."

Aku hanya termangu2 dan sesekali tersenyum terkagum-kagum melihat bagaimana Ananda bicara dengan kapsternya.  Nanda bilang “Bang dipotongnya berlapis2 ya.., yang bagian dalam lebih panjang dari pada bagian luar..”  Dan setelah selesai dipotong, rambutnya dikeringkan dengan menggunakan pengering rambut yang bentuknya  seperti sosis, dan hasilnya rambut jadi bergelung2… Persis rambutku kalau panjang…  Oalaaahhhhhhh, nak, nak…. Gayamu so tante2, nak…!! Nyontoh siapa siyyyy….? Hehehehe…

Beberapa bulan yang lalu saat Nanda dan Nora menemani Papaku berobat ke Penang, di suatu kesempatan jalan-jalan di Mall, Nanda meminta Nora untuk membelikan sepatu Vincci model wedges warna putih… Whaaatttt….? She’s just 8 years old at that time….  Tapi dengan kaki ukuran 38, memang mudah buat dia menemukan sepatu perempuan dewasa buat kakinya… But she’s juSt a kid…!!! Rasanya gak rela memberikan dia sepatu-sepatu yang sebenarnya belum pas untuk usianya..  Rasanya sepatu keds akan membuat dia nyaman untuk berlari dan melonjak sana sini….

Black pump shoes...

Saat ke Medan di pertengahan Januari lalu, saat menjemput  Ananda pulang les, aku melihat dia tidak menggunakan sepatu keds sebagai mana  biasa.. Dia menggunakan sepatu model pumps warna hitam… Ternyata hari2 ini Nanda klo ke sekolah pake sepatu pumps hitam, gak mau pakai sepatu keds…Weleh… weleh…,  Kami bahkan beberapa hari kemudian sempat pergi mencari sepatu buat Ananda.. Model sepatu pilihannya…., ya pumps juga… Hahahaha…

Lalu saat aku ke Medan minggu lalu, setelah duduk sesorean di Merdeka Walk, adikku Ivo  ngajak aku, Mama, Noy & Ananda ke Sogo di Sun Plaza.. Secara  Ivo pengen beli sepatu, dan di Sogo lagi ada sale dalam rangka Imlek..

Begitu sampai di Sogo di lantai 1 yang menjual sepatu dari  berbagai brand, yang sibuk plengak plengok bukan cuma Ivo, tapi juga Ananda…., padahal di situ gak ada jual sepatu anak2.., semua sepatu orang dewasa…

Mula-mula, Ananda tertarik dengan sepatu berwarna pink muda (warna pink, jeung… pink…!! pink……..!!!!) model sandals, dengan tali yang dilingkarkan di pergelangan kaki..  Tapi karena sepatu itu nomornya 37 dan d only 1 stock…, pupuslah harapan Ananda untuk membawa pulang si pink tea…!!!  Ananda dengan tidak putus asa kembali plengak plengok…. Eiitttssss, gak jauh dari situ, masih di rak yang sama, Nanda menemukan sepatu model sandals yang hampir mirip dengan si pink tea, tapi warnanya mere gehese… alias merah merona…. Oaaalllahhhh nak…., pilihanmu…!!!

Buncil dan sepatu mere gehese....

Dengan yakin dan PD nya, Ananda menenteng si merah ke salah satu  bangku yang disediakan bagi para calon pembeli yang ingin mencoba-coba sepatu  mereka minati… Ndilalah sepatu yang dicoba, pas banget di kakinya….  Nora yang merasa  model sepatu itu belum tepat buat anak seumur Nanda, menyarankan Nanda untuk tidak membeli septu itu dengan ngeledek klo sepatu itu gak cocok dengan kaki Nanda yang seperti gedebong pisang…  Bukannya menerima saran Nora, yang ada Sogo Sun Plaza mendadak banjir air mata…..   Walllllaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…………..!!!  Wowo langsung minta si mbak penjaga toko untuk mengantarkan Wowo ke kasir untuk membayar sepatu yang masih terpasang di kaki cantik si buncil…

Kalau dilihat2, sepatu itu memang matching dengan baju yang dipakainya saat itu…  Serasi bangetzzzzzz…  Bahkan 2 hari kemudian dia kembali mengenakan baju dan sepatu tersebut plussss…., tas Elle  warna merah milik Uli, adikku, yang ditinggal di Medan…  Secara keseluruhan, Nanda terlihat bukan seperti gadis kecil lagi.., she’s more like a teenager….  Si Buncil kami telah tumbuh besar…***

Peragawati kagetan.. Baju, sepatu dan tasnya serasikan.. ..??? Gubraakssss...

Kelinci, Dompu, Teddy dan Kiara

Menjelang saat menghadiri pembukaan training ESQ Kids Generasi Emas di Hotel Pangeran tanggal 24 Agustus 2010 yang lalu, aku menemukan seorang anak perempuan yang menjadi peserta training berdiri gelisah di lorong hotel, di depan ballroom yang menjadi ruang training..

Aku lalu menghampirinya dan bertanya pada si Nona kecil berbaju kuning muda itu.. : “Kamu lagi ngapain, nak? Kok belum masuk…?”

Nona Kecil Berbaju Kuning dengan wajah sedih : “Kelinciku hilang….”

Aku : “Kelinci…? Hilang dimana?”

NKBK dengan air mata nyaris runtuh : “Tadi aku bawa ke kamar mandi (maksudnya toilet), aku tarok di mejanya. Pas mau keluar, dia udah gak ada…”

“Hayuuhhh kita liat ke sana…” Ajakku sambil menuntunnya ke arah toilet yang terdapat di salah satu sisi lorong hotel…

Kami lalu berjalan menuju toilet dan memeriksa setiap pojok , tapi teteup kami tidak menemukan “si kelinci” boneka yang menurut pemilknya itu berwarna putih….

Wajah Nona kecil semakin sedih.. Airmatanya mulai menetes…. Aku lalu membujuknya.., dengan mengatakan kemungkinan seseorang menemukan si kelinci sendirian di toilet, lalu menyerahkannya pada petugas hotel.. dan biasanya kalau begitu, nanti akan ada yang menyerahkan si kelinci pada kakak-kakak panita… Aku juga menyarankan dia untuk masuk saja dulu ke ruang training…

Mulanya dia keberatan… Masih ingin mencari si kelinci putih….

Sella, salah seorang panitia yang melihat aku bersama si Nona berbaju kuning di lorong hotel menghampiri kami dan bertanya pada ku : “Ada apa Tante?”

Aku : “Kami mencari kelinci putih, kak Sella.. Tadi dibawake toilet, trus tau tau gak ada lagi…”

Sella : “Oohhhhh… Itu artinya kelincinya sedang jalan-jalan… Adek tunggu aja di dalam.., nanti juga kelincinya datang….”

Mendengar ucapan Zella, gadis kecil itu pun berjalan masuk ke ruang training sambil di gandeng Zella..

KELINCI SEDANG JALAN-JALAN…. bahasa yag tak terpikirkan oleh ku….

Gak lama setelah Nona Kecil itu masuk ke ruang training aku kembali ke kantor dan kembali ke sana di sore hari.. Di ruang training, di antara anak-anak perempuan yang duduk dalam beberapa block, aku melihat si Nona Kecil Berbaju Kuning duduk tenang melihat trainer beraksi dengan Kelinci Putih di dalam pelukan eratnya… Alhamdulillah… Si kelinci sudah pulang jalan2…

Apa yang terjadi hari itu mengingatkan aku pada Ananda si buncil cantik, putri adikku… Nanda selalu punya boneka yang selalu dibawanya kemana-mana… Setelah sekolah saja dia tidak membawa boneka kemana-mana sepanjang hari.. Tapi kalau Nanda meginap di rumah Opungnya, pasti… pasti bonekanya dibawa…

Boneka pertama yang selalu ditenteng kemana diberi nama DOMPU, singkatan DOMba Putih… Kalau tidak salah nama itu pemberian Enek, mamaku, megikuti nama salah satu sahabat si Komo, cerita anak2 karya kak Seto.  Boneka itu memang berbentuk domba berwarna putih pada bagian perut dan moncong…, bagian lainnya berwarna coklat. Ukurannya pas buat ditenteng anak usia batita…

Aku ingat sekali dulu Nanda sering kali mengekspresikan keinginannya, perasaannya sebagai keinginan dan perasaan si Dompu. Misalnya, Nanda yg sebelumnya ngotot masih pengen main tapi sebenarnya udah ngantuk bilang : “Woooo…, si Dompu ngantuk Wo…”

Saat aku bilang sambil seakan-akan berbicara dengan Dompu bukan dengan si buncil cantik : “Hmmmm, Dompu ngantuk yaa…? Bobok ya Dompu…, kan udah capek…”. Mendengar ucapanku, Nanda langsung meletakkan kepalanya di bantal dan segera terlelap… Hehehehe… Jadi untuk menutup “rasa gengsi” karena baru aja ngotot pengen main, jadi lah si Dompu yang pengen menyerah pada kantuk…

Si Dompu akhirnya pergi jalan-jalan dan tak pernah kembali… Ceritanya waktu itu kami jalan-jalan ke Sun Plaza.. Asyik keluar masuk toko.., menjelang pulang baru kami sadar kalau si Dompu tidak lagi bersama kami… Kami menunda pulang dan kembali menyusuri tempat2 yang sudah kami datangi.., tapi si Dompu tak juga bisa kami temukan, bahkan di Time Zone tempat si Dompu diperkirakan terpisah dari si Buncil.  Jangan tanya berapa ribu liter air mata si buncil tumpah karena kehilangan si Dompu… Hanya ucapan mamanya “Mungkin tadi si Dompu melihat ada anak lain yang sedang bersedih, sehingga Dompu pergi untuk menghibur anak itu” yang bisa menghentikan tangisnya meski tidak cepat….

Dompu lalu digantikan oleh Teddy… Ukuran Teddy si beruang gak jauh berbeda dengan si Dompu. Teddy juga selalu dipeluk erat dan dibawa si buncil kemana2.., kecuali ke sekolahnya yang saat itu masih TK… Gak ngeliat sebentar aja, dia pastiudah ribut teriak, “Mana Teddy ku…?” Hehehehe…

Teddy akhirnya pun berpisah dengan si buncil… Teddy  hilang karena terjatuh dari tas yang dibuka saat si Buncil naik becak sepulang berenang dari Hotel Danau Toba…..  Hikss…

Ananda & Teddy

Setelahnya, Nanda lama tidak punya boneka yang ditenteng kemana-mana… Menurut Mamanya, saat ditawarin buat beli “teman baru” Nanda gak mau.. Bisa jadi karena merasa belum sreg, bisa juga karena butuh waktu menyembuhkan hati dari rasa ditinggalkan “sahabat”…

Tapi akhirnya Nanda punya lagi boneka yang selalu menemani… Namanya Kiara, bentuknya anak singa. Tapi kali ini gak bisa ditenteng kemana2…, karena ukurannya relatif lebih besar… Tapi kalau akan menginap di rumah Opung, tetaaaaapppppppp…. Kiara dibawa…

Bagaimana pengalaman teman2 dengan boneka….????

Kangen..

ananda2Beberapa hari ini Tati alias si Wowo kangen banget ama Ananda..  Udah 5 bulan gak ketemu..  Paling cuma ngobrol di telpon.. Itu juga gak setiap nelpon Ananda mau bicara.  Kalau doski lagi asyik dengan sesuatu, makan atau nonton TV misalnya, jangan harap mau bicara di telpon…  Hehehe..

So, tadi siang Wowo coba telpon..  Ananda lagi nginap di rumah Odang & Enek.. Tapi, karena lagi asyik makan doski gak mau bicara…  Hehehe.. Tapi gak lama, telpon Tati berdering..  Dari Odang..  Ternyata setelah selesai makan, Ananda minta Odang nelpon Wowo supaya dia bisa bicara..

Ananda sibuk ngoceh tentang persiapan christmast-nya..

Waktu Wowo bilang Wowo akan pulang sekitar tanggal 28 Desember, Nanda bilang : Wowo gak bisa pulang tanggal 21 aja?

Wowo : Emang ada apa, Nak? Wowo kan kerja, tanggal segitu Wowo masih kerja, belum libur..

Ananda : Hmmm.. Nanda pikir kalo Wowo bisa datang lebih cepat, Wowo bisa bantu-bantu kita buat persiapan Natal..

Wowo : Pokoknya Wowo akan usahakan pulang secepatnya ya Nak..  Wowo udah rindu sama Nanda..

Ananda : Iya, Nanda juga rindu sama Wowo…  (Wowo langsung hiks…!!!)

Wowo : Ya udah, nanti Wowo telpon lagi ya…  I love you, honey..

Ananda : I love you too.. Hmmmmmuuuaaaacccchhh…

Hmmmm… Hati langsung berbunga-bunga…  Semangat langsung naik lagi…  I love you, Nak.. Love you very much.. You are the sunshine of my life..

Ini pics Ananda awal Juli lalu.  Ananda yang girlie suka banget bela beli accecories.. So, begitu ada abang2 pake sepeda jualan accecories dari rumah ke rumah, Ananda senang banget…  Hari raya deehhh dia…  Hehehe..

ananda

ananda1

Axel Nathaniel Wiranandra Siregar

Hari Jum’at 19 Sept 2008 s/d Minggu 21 Sept 2008 yang lalu Tati ke Bandung.. Bussiness trip yang singkat..  Tapi Tati nyempatin buat ketemu dengan buah hati yang udah lama banget gak ketemu.., Axel Nathaniel Wiranandra, atau biasa kita panggil dengan nama kesayangan Abby.  Abby yang menetap di Bandung adalah putra kedua Papi David, adik Tati.  Adiknya bang Aldy, abangnya Abner dan Ajere.  Secara Tati udah hampir 2.5 tahun gak ketemu si ganteng ini, Tati ngusahain banget banget buat ketemu setelah kerjaan selesai..  Pokoknya harus ketemu…  Cuma sayang karena waktunya mepet, Tati gak sempat bawa Abby jalan-jalan.. Padahal dulu kalo Bou-nya datang, Abby selalu minta dianterin  berenang, jalan-jalan ke tempat-tempat favorite-nya..  Next time ya sayang…

Setelah sekian lama, Tati tuh  lupa jalan ke arah rumah neneknya Abby yang berada di daerah Citarip, karena beberapa tahun terahir kita biasanya ketemuan di rumah Uuk (Buyut-nya Abby) di Jl. Jati di Bandung.  Tati sempat muter-muter, nyasar…!!  Karena seingat Tati jalan masuknya dari Perumahan Kopo Permai.  Ternyata Tati salah, yang bener tuh lewat Kopo Kencana…

Abby yang lahir di Bandung, 5 April 2000 (anak naga emas, lho…!!!) saat ini udah kelas 3 SD dan dapat rangkin 3 di kelas…  Alhamdulillah… Mudah2an semakin hari semakin pintar, baik hati dan baik budi, ya nak.  We all love you so much…

Abby mirip Bou-nya bukan?

Bou, Adik Dea, Abby dan Nenek

Happy Happy Birthday…

Hari ini 29 Juli 2008, ada dua anggota keluarga yang ultah.. Yang pertama adik Tati, Papi David. Yang kedua, Ananda, anak adik bungsu Tati, Mama Nhoya.

Papi David tahun ini genap berusia 39 tahun, sedangkan Ananda 7 tahun..

Buat Papi David, selamat ulang tahun. Semoga selalu dalam lindungan Tuhan, panjang umur, sehat, dan hidup bahagia dengan Mami Nana dan anak2…


Buat Nanda yang saat ini sedang di Jakarta, liburan dengan Mama Nhoya sebagai hadiah ulang tahunnya (Nanda permisi sekolah satu minggu), selamat ulang tahun ya, Nak.. Semoga selalu dalam lindungan Tuhan, panjang umur, sehat dan mempunyai kehidupan yang didominasi warna-warna yang indah..

I love you, both. Ini kue ulang tahunnya ya…

Surga Lima Belas Ribu…

Selama liburan keluarga di Sipirok beberapa waktu yang lalu, Tati punya hobby baru… Sebenarnya siyy gak hobby baru, tapi hobby yang kumat lagi karena nemu “obyek” yang bisa dijadikan sasaran…  Hobby apaan siyy…?  Hobby nyium bayi…  Dan sasarannya kali ini adalah makhluk cantik ini

Begitu nyampe di Sipirok, Tati langsung nyamperin Ajere, tapi cuma liat2 aja.. Gak berani nyium karena belum mandi dan kotor… Kasian Ajere-nya, bisa terkontaminasi kuman nanti…  Tapi setelah Tati bebersih, setiap ada kesempatan Tati tuh seneng banget nyium-nyiumin Ajere…

Kenapa siyy kok Tati senang banget nyiumin bayi?  Gak tau ya, bau bayi tuh rasanya seger banget… Rasanya seperti bau surga… Hehehe.. (Hyperbole mode on.  Mana lah Tati tau surga baunya kayak apa..).  Mungkin karena bayi belum makan apa-apa, belum ngapa-ngapain, sehingga sel-sel tubuhnya tuh mengeluarkan aroma yang seger…  Mungkin juga karena bayi belum terkontaminasi racun dunia dan masih bersih dari dosa..  Hehehe..

Nahh pas Ajere dan keluarga mau berangkat, selama di Polonia Tati tuh muas2in nyium-nyium Ajere..

Sampai Mama Nhoy, adik tati yang bungsu, nyeletuk.. : Kakak ngapain siyy…? Kok dari tadi tuh ngendus2 in Ajere melulu…?

Tati : Hehehe..  Habis wangi banget siyyy…  Bau surga, tau…!  Lagian kan gak tau kapan ketemu lagi.  Jadi dipuas2in deh..

Mama Nhoya dengan mata berbinar-binar ngeledek : Bau surga, apaan? Itu cuma karena dia pake minyak telon dan bedak.. Udah bikin sendiri deh tuh bau surga.  Modalnya cuma lima belas ribu kok…  Buat beli sebotol kecil minyak telon dan bedak bayi.  Hehehe.

Tati : Gokil…  Kalo bau surga bisa diciptakan dengan sebotol minyak telon dan badak bayi, produsen minyak telon dan bedak bayi bisa sejuta kali lebih kaya dari sekarang..  Hehehe

Amanda & Pendayung Tercepat di Dunia..

Amanda adalah adik bungsu Mami Nana, adik ipar Tati.  Pada saat liburan kemaren Amanda bergabung dengan pasukan Kurcaci…  Tapi pada awalnya, gak pernah kedengaran suaranya…  Kalo ditanya jawabannya cuma mengangguk atau menggeleng..  Dan doski tuh kalau bergerak kaleeeemmmm banget…  Beda dengan para Kurcaci yang pada gubrak sana gubrak sini, dan teriak sana teriak sini… Hehehe..

Akibatnya, Amanda menjadi target Tante Po dan Mama Nhoy  yang emang jail bin usil banget…  Mereka menargetkan gimana caranya supaya Amanda luntur kalemnya, lalu jadi ikutan gubrak sana sini dan juga teriak sana sini…

Treatment dimulai dengan memberikan pertanyaan yang membuat Amanda harus menjawab panjang lebar..  Hehehe…  Amanda terpancing.., dan keluar lah suaranya yang medok buanget….  Kayak suara wayang kata Mama Nhoy…  Hehehe…  Gak lama Amanda mulai larut dengan pasukan kurcaci…  Satu permainan khas Amanda… MAIN TEBAK-TEBAKAN.., dengan jawaban yang ngawuuuurrrrr  abiiiiizzzzz…..

Saat pasukan para kurcaci lagi main2 di halaman sebuah rumah tenpat para Kurcaci menanti, sementara para orang dewasa sedang sibuk mengikuti acara adat…  Mendadak Amanda nangis tersedu-sedu…  Tanya punya tanya ternyata, Amanda mengajukan tebak-tebakan pada sesama kurcaci…  Eh, belum-belum udah dijawab sama Abner yang udah tau jawabannya…  Amanda sakit hati… Hehehe…  Nangisnya lama buanget bow…  Sampai di mobil mau balik ke hotel masihh aja nagis…

Suatu siang setelah selesai acara adat, Amanda menghampiri Tati, dan bertanya dengan logatnya yang medok banget….

Amanda : Mbak-mbak, aku punya tebak-tebakan….

Tati : Apaan, Man…?

Amanda : Siapa pendayung tercepat di dunia…?

Tati : Siapa ya..? Ih gak tau, ah…

Amanda sambil senyam senyum… : Siapa ayo, mbak..?

Tati dengan muka bengong pongok dan bego… : Gak tau…

Amanda dengan wajah cerah sumringah…  : PENDAYUNG TERCEPAT DI DUNIA adalah ORANG YANG MENEMUKAN PEPATAH SEKALI MENDAYUNG DUA TIGA PULAU TERLAMPAUI

Tati langsung nguakak habisssss…..  Bukan cuma karena geli dengar jawabanya, tapi lebih geli lagi dengar cara Amanda mengucapkanya… Huahahaha….  Manda lucu banget iihhh….

Ya Iya Laaaaahhhh….

Ini suatu comment yang acap terdengar selama Tati bermain-main dengan para kurcaci saat liburan kemaren..

YA IYA LAAAAAH… MASA YA IYA DONK…

MULAN AJA JAMILAH BUKAN JAMIDONK…

sampai di sini udah sering dengar khaannnn?.. naaahhh sama para kurcaci ada lanjutannya lagi…

LAH, SEMANGKA AJA DIBELAH GAK DIBEDONG….

Huahahaha…. Iya juga ya…, emangnya Ajere dibedong…

Kurcaci…

Waktu kita pulang kampung akhir Juni lalu, Mama tuh sebenarnya dijadwalkan ke kampung tanggal 29 Juni 2008. Tapi begitu ngeliat cucu-cucunya, para kurcaci imut-imut udah duluan ke kampung tanggal 25 Juni, Mama langsung mutusin buat mempercepat keberangkatannya… Akibatnya Tati pun cuma dikasi kesempatan beberapa jam di Medan, lalu langsung berangkat ke kampung.

Ini beberapa pics para kurcaci saat kita pulang kampung…

Ajere dan Enek (mirip banget ya?)

 

L-R : Samuel, Enek, Nanda dan Aldy

 

 

Ajere dirubungin 3 kakak. L-R : Vania, Nanda, Esther

 

 

 

Tiga dari lima bidadari. L-R : Nanda, Esther, Vania, sarapan popmie di tangga kamar kita di Tor Sibohi

 

 

 

Mama Nhoy dan para kurcaci lagi main tebak-tebakan di teras rumah di Sipirok. L-R : Esther, Mama Nhoy, Dimas (anak adiknya Mami Nana), Vania, Abner, Amanda (adik Mami Nana), Aldy, Ananda dan Samuel

 

Para kurcaci masih di teras rumah di Sipirok. Dudul, L-R : Samuel, Aldy dan Abner. Membelakangi kamera ” Vania dan Dimas

 

 

Para kurcaci lagi ngumpul. Ada yang asyik main PS ada yang asyik makan… L-R : Samuel, Abner, Ananda dan Esther

Happy Belated 27th Birthday Bang Parlin..

Hari Jum’at tanggal 4 Juli yang lalu Bang Parlin alias Parlindungan Ravelino, ponakan Tati yang paling besar ulang tahun. Secara tanggal tersebut Tati dalam perjalanan Sipirok – Medan dan jaringan telepon gak karu2an, Tati baru bisa nelpon tuan yang satu ini hari Sabtu tanggal 5 Juli 2008. Eh, begitu tau kalo yang nelpon Tati-nya, dia langsung bilang, “Elhoe kena denda karena telat ngucapin selamat…!!” Hehehe.. Dasar cowok matere…

Anyway, Happy 27th Birthday, my rocker… !! Semoga selalu dalam lindungan Alloh, panjang umur, sukses as a a young architect and products designer, cepet dapat jodoh (Tati mikir seribu kali sebelum ngetik wish yang ini, karena takut dibalikin sama abang, hehehe…) dan happy always ya sayang…

Ini pic Tati dan Bang Parlin saat jalan2 naik motor ke Borobudur, saat Tati sekolah di Yogya dan bang Parlin libur ke sana. Waktu itu kita beberapa hari muter2 naik motor keliling Yogya dan sekitarnya.. Rasanya aneh dan ajaib, karena Bang Parlin yang dulunya Tati gendong2, eh malah bisa jadi teman buat Tati, bisa goncengin Tati muter-muter naik motor…

I love you, rocker…!!!!


Moccacinno + Cinno =…..

Enek alias Mamanya Tati tuh berwajah dan berkulit moccacinno. Kayaknya dapat dari Papanya, Opung BSP Harahap, yang emang berwajah & berkulit Moccacino.. Padahal setau kita, kita gak punya darah moccacinno… Enggak tau kalo opung-opung di generasi atas gak ngaku, ya… Tapi ngapain juga enggak ngaku kalo emang ada. Kan berdarah moccacinno banyak positifnya juga.. Orang-orang berdarah moccacinno kan terkenal ulet dan survive dimanapun mereka berada. They are also a great race… Nabi Muhammad SAW aja sampai bilang, tuntutlah ilmu sampai ke negeri mereka…

Di keluarga, di generasi Tati, jejak genetik moccacinno itu muncul banget di Mami Uli, yang emang plek kayak Opung BSP Harahap. Di zaman Tati, Mami Uli dan Tante Po masih netap di Jakarta dan suka ke Bandung buat ngunjungin Papi David yang kuliah di sana, bukan sekali dua kali tuh orang-orang di stasiun kereta api Bandung nyamperin Mami Uli dan bertanya, “Mbak, mbak tuh Susi Susanti, ya…?”. Kita tuh mula-mula bengong dengar pertanyaan begitu, tapi lama-lama ya senyum-senyum aja.. Paling banter setelah yang nanya pergi kita nyeletuk.. “Iya, mbak ini memang Susi Susanti, tapi Susi Susanti Siregar.” Huahaha…

Kalo Tati siyy dapat mokacino-nya dikit2…, mata rada sipit tapi kulitnya enggak kuning… Tapi pernah siyy waktu masih kerja di Jakarta.. Tati tuh rambutnya dipotong model yongen skop (dipendekin abizzz…), terus suatu hari, berangkat buru2 ke kantor karena udah rada kesiangan. Tahu2 di dalam bus ada mbak2 yang nyowel bahu Tati lalu bilang begini, “Cik, cik, bedak di lehernya masihh belepotan tuh…” Ya ampyunn, ternyata karena buru-buru, bedak talc yang di punggung dan leher belakang belum rapi, terus keliatan karena bajunya gak pake kerah.. Tapi Tati tuh bukannya malu, tapi malah ngakak… Kenapa ? Karena panggilannya itu lho… Masa Tati dipanggil Cicik..? Dalam hati Tati bertanya, apa muka gue moccacinno banget, ya…? Perasaan enggak deh… Tapi waktu rambut Tati pendek gitu, teman2 di kantor emang pada manggil Tati Pacinko alias Pasukan Moccacinno Kota.. Kurang azaaarrrr…..!!! Gue Batak, tau…!!! Hehehe.. Tuh teman2 pada kagag liat apa tulang pipi Tati kemana-mana.. Mereka kagag liat apa kalo muka Tati persegi… Hehehe…

Di generasi anak2 kita tuh jejak moccacinno nyata banget di wajah Esther, putrinya Mami Uli… Tapi ada lagi niyy yang dasyatt… Papi David yang membawa gen moccacinno menikahnya kan sama Mami Nana, yang bukan cuma berwajah moccacinno, tapi emang campuran Jawa dengan Cinno.. Efeknya nampak di Ajere, putri bungsu mereka. Wajahnya kayak Mama (hhmmmm kayak bounya juga doonkkk…) tapi matanya lebih sipit lagi dari mata kita-kita… Hehehe… Lucu banget…. Cantik dan imut… Cuma dia emang mesti ati-ati kalo ketawa, karena dunia bisa gelap gulita.. Hehehe..

So kesimpulannya : moccacinno + cinno = Ajere… Hehehe…

Pic Ajere diambil dari blog Mami Nana

Bang Parlin dan Uang…

Komen seorang teman di sini membuat Tati terkenang dengan suatu peristiwa  di masa kecil bang Parlin yang berkaitan dengan uang…

Sebagai cucu pertama di keluarga, bang Parlin kecil sangat diperhatikan semua anggota keluarga. Semua orang memanjakan dan menjaga dengan luar biasa.. Apalagi doski lasaknya bukan main… Bang Parlin pernah kekurung di kamar mandi, sehingga pengasuhnya (laki-laki) harus membongkar vetilasi, lalu manjat dan masuk ke kamar mandi dari situ. Bang Parlin juga pernah membakar barang-barang di gudang yang berada di dalam rumah, lalu minta selang sama pengasuhnya buat nyiram api yang mulai membesar… Kepala bang Parlin selalu bertanduk saat doski baru belajar jalan, karena tiap sebentar kejedug… Pokoknya dasyyaaattt deeehhhh anak yang satu ini…

Meski dimanja dan punya mainan buanyak banget…, bang Parlin tuh sebenarnya gak ngerti konsep uang sampai doski kelas dua SD (tahun 1988an). Abang tahunya uang merah (Rp.100.-), uang hijau (Rp.500,-), uang biru (Rp.1.000,-), uang coklat (Rp.5.000,-) dan uang ungu (Rp.10.000) tapi sebenarnya dia gak ngerti itu uang berapa. Apalagi daya beli uang tersebut…, beneran gak ngerti doski…!!!! Makanya bang Parlin bisa dengan “seenak”nya ngomong kalo mainan harga Rp.25.000,- itu murah… Padahal itu mungkin sama nilainya dengan gaji PNS Golongan III zaman itu… Hehehe… Tinggal kita-nya aja yang mesti sabar setengah mati mebujuk2 supaya dia melupakan niatnya pengen beli mainan tersebut…

Suatu hari sebagaimana biasanya kalo mau berangkat ke luar kota, Opung Godang-nya Parlin ngasi bang Parlin uang Rp.10.000,-. Banyak banget kan ya uang segitu di zaman itu…. Tapi uang-uang yang diberikan Opung itu selalu dikumpulkan langsung ke Mama-nya. Lalu setelah terkumpul beberapa lembar uang Rp.10.000,-an, Mama-nya akan membawa bang Parlin ke bank untuk menyetorkan uang itu ke tabungannya. Jadi abang sebenarnya gak pernah megang uang lama-lama.., cuma numpang lewat aja di tangannya…

Naahhhh hari itu, bang Parlin udah kelas 2 SD, Mama-nya lupa ngambil uang yang dikasi Opung ke bang Parlin, yang setelah dapat duit langsung diantar ke sekolah. Sebelumnya, Mamanya udah pesan ke bang Parlin kalo hari itu dia akan dijemput oom Azwar (our driver at that time) saat pulang sekolah, lalu dari sekolah oom Azwar akan ngaterin bang Parlin ke bank buat nyetor uang. Uang2 yang lain akan dititip Mama-nya sama oom Azwar.

Ternyata waktunya abang pulang sekolah, oom Azwar ada kerjaan lain, sehingga Mama-nya minta Tati yang jemput abang pulang sekolah. Mama lalu berpesan ke Tati, yang waktu itu lagi pulang ke Pekanbaru, untuk membawa abang ke bank setelahnya. Dan Mama juga mengingatkan kalo ada selembar uang yang masih di tangan abang.

Dari sekolahan, Tati membawa abang ke bank. Tapi sampai di bank, bang Parlin gak mau turun. Dia bilang uangnya yang selembar lagi gak ada sama dia. Waktu ditanya ada dimana uangnya, bang Parlin bilang ada sama bu guru.

Tati bingung dan heran.. Kok bisa bu Guru yang megang uang muridnya? Tati lalu minta abang untuk mengatakan yang sebenarnya, apakah uang itu jatuh? Tapi abang ngotot bilang enggak, dan dia tetap bilang uangnya sama bu Guru.

Abang lalu mengajak Tati untuk kembali ke sekolah, menemui ibu Guru. Kita jadi kembali deh ke sekolah abang, SD Teladan (sekolah Tati juga, sekolah adik2nya bang Parlin juga…). Sampai di sekolah, Tati lalu menemui ibu guru..

Ternyata ohh ternyata…. uang itu beneran ada di tangan bu guru. Ceritanya…., Bang parlin itu sebenarnya ngiler pengen jajan di kantin sekolah. Tapi dia gak pernah punya uang, secara dia gak pernah dikasi uang jajan sejak mulai sekolah. Bang Parlin selalu dibawain bekal dari rumah..

Karena nyadar ada uang di kantong baju-nya, abang lalu pergi ke kantin sekolah. Di situ dia bilang ke penjaga kantin kalo dia pengen beli 2 bungkus krip-krip, jajanan anak SD zaman itu, keripik berbentuk mie instant yang digerejek… Waktu itu harga sebungkusnya Rp.25,-. Setelah menerima 2 bungkus krip-krip, abang menyerahkan uang Rp.10.000,- yang diterimanya dari Opung sebelum bang Parlin pergi sekolah. Si penjaga kantin lalu memberikan kembalian ke bang Parlin sebanyak Rp.9.950,-, yang terdiri dari beberapa lembar uang kertas dan koin.

Bang Parlin bingung menerima uang sebanyak itu… Dia lalu pergi menghampiri guru kelasnya, bu Evi. Lalu dia bilang ke bu Evi kalo dia barusan beli krip-krip 2 bungkus, lalu dia bayar pakai uang SATU LEMBAR, TAPI KENAPA BALIKNYA JADI BANYAK BANGET…

Bu Evi, lalu bertanya uang Bang parlin itu uang berapa.

Bang Parlinmenjawab : “Uang abang itu uang seratus, bu. Eh kayaknya uang seribu deh, bu. Eh kayaknya uang lima ribu…”. Lalu dengan suara tersendat-sendat karena udah mau nagis bang Parlin ngomong lagi : “Eeeeeeeeee….. Bu guru, abang gak tau uang abang itu uang berapa…”

Bu Evi lalu membawa abang ke kantin sekolah, dan minta penjelasan sama penjaga kantin. Penjaga kantin lalu menceritakan bahwa uang bang Parlin itu Rp.10.000,-. Karena beli 2 bungkus krip-krip, yang sebungkusnya berharga Rp.25,-, maka kembalian uangnya Rp.9.950,- yang terdiri dari beberapa lembar uang kertas dan beberapa buah uang koin…

Bu Evi lalu bilang sama bang Parlin, supaya Mama-nya menghadap bu Guru waktu menjemput abang saat pulang sekolah. Dan untuk sementara uangnya dipegang bu guru, dan nanti akan diserahkan ke Mama saat menjemput.

Bang Parlin bilang ke bu Guru, kalo nanti dia gak dijemput Mama, tetapi akan dijemput oom. Bu Guru lalu pesan, supaya si oom menemui bu guru saat jemput nanti.

Naahhhhh, karena bang Parlin surprise yang jemput dia pulang sekolah adalah Tati, dia jadi lupa pesan bu guru.. Hehehe…

Begitu ketemu, bu Guru menanyakan riwayat uang Rp.10.000,-. Bu guru ngasi tau bahwa anak seumuran bang Parlin gak baik memegang uang sebanyak itu, apalagi kalo dikasi uang jajan Rp.10.000,-.

Tati lalu menjelaskan bahwa uang itu bukan uang jajan, tapi uang pemberian Opung-nya yang akan ditabung, dan biasanya begitu diterima uang itu akan langsung disimpan oleh Mama-nya. Bang Parlin sendiri enggak dikenalkan dengan konsep jajan.

Lalu bu Guru memberi tahu bahwa anak juga perlu dikenalkan dengan konsep jajan, supaya dia bisa belajar tentang nilai uang. Bu guru berpesan agar kami mengenalkan konsep uang pada bang Parlin, dengan cara memberikan uang jajan, namun dalam jumlah sangat terbatas. Maka mulai keesokan harinya Mama-nya setiap hari membekali bang Parlin dengan uang Rp.100,- setiap mau pergi sekolah… Itu cukup untuk membeli 2 bungkus krip-krip dan 2 buah es bungkus. Hehehe…. Daannnn tiap hari gak pernah ada tuh sisanya.. Bahkan setelah Barumun Nanda, adiknya juga sekolah di sana, bang Parlin selalu minta tambahan uang jajan ke Barumun Nanda yang memang orangnya hemat bin medit buanget… Hehehe…

Sampai sekarang aja tuh kalo mo nyimpan duit, bang Parlin tuh gak akan nyimpan sendiri tapi titip ke Olan, adiknya yang sama-sama tinggal di Bandung.. Dasar bang Parlin….!!! Hehehe…

Wisuda…

Bang Parlin, ponakan Tati yang paling besar…, makhluk yang memberi panggilan Tati, meninggalkan comment di Friendster dan Shout Box di blog lama Tati.. Bang Parlin ngasi tau kalo dia mau wisuda…

Ini akan jadi wisuda yang kedua bagi Bang Parlin. Wisuda pertamanya sekitar 3 tahun yang lalu di Universitas Parahiyangan. Kali ini Bang Parlin akan wisuda untuk pasca sarjana-nya di seni rupa ITB.

Si bandel itu sekarang udah dewasa… Rasanya baru kemaren Tati dan Bang Parlin berantem2an di depan toko, karena abang ngotot mau beli mainan yang sebenarnya dia udah punya banyak untuk jenis yang sama. Tati waktu itu bilang ke Bang Parlin kalo kita gak bisa beli karena harga mainan itu mahal.. Rp. 25.000,- tahun 1984-an.. Abang yang saat itu baru berusia antara 3 – 4 tahun bilang, harga segitu muraaahhhh….. !!!! Dasar barudak, gak ngerti susahnya nyari duit..

Baru kemaren rasanya Tati harus ngebujuk abang buat gak bawa spidol kalo mo main ke kamar Tati.. Karena abang lagi hobby banget berkarya di dinding di sepenjuru rumah.., sementara kamar Tati baru aja di-makeover dengan dinding berwarna pinkie plus beberapa furniture baru… Ya Tati gak mau lah kamar yang cantik diberi hiasan ekstra coret2an si abang… Hehehe..

Baru kemaren rasanya Tati dan Bang Parlin main kapal-kapalan di bak kamar mandi.. Hehehe… Gak terasa, bang Parlin udah dewasa…., Tati jadi merasa semakin tua… Hehehe… Btw, he’s better than me, tantenya.. Tati dulu baru mulai ngambil pasca sarjanan di usia hampir 32 tahun, sementara abang di usia hampir 27 sudah selesai.. Mudah-mudahan Bang Parlin bisa meraih bintang-bintang di kehidupannya… Tati loves you…

Ngomong-ngomong soal wisuda… Tati selalu menanti-nanti lagu Gaudeamus dinyanyikan saat upacara wisuda dilakukan… Rasanya lagu ini membawa kita untuk merasakan betapa agungnya sebuah dunia pendidikan.., betapa agungnya para guru… Dunia dan orang-orang yang bisa mengantarkan anak didik/mahasiswa ke tataran hidup yang lebih baik… Tati rindu mendengarkan lagu ini di auditorium2 kampus… Jadi pengen ke Bandung menghadiri wisuda Bang Parlin niyy….

Pics diambil dari sini..

Si Nona Bergigi 1 1/2..

Seperti biasanya kalo Tati ke Medan, bisa dipastikan Nanda akan jadi buntut Wowo-nya… Nah saat ke Medan akhir pekan lalu, begitu nyampe di Medan Jum’at siang, Tati langsung telpon Nanda buat ngasi tau kalo Wowo-nya udah di Medan.. Nanda siyy langsung minta dijemput.. Tapi Tante Po dan Enek bilang jangan dulu, supaya Tati bisa fokus ke ujian WAPERD. So, Nanda baru dijemput hari Sabtu sore di tempat les robotik.

Begitu liat Tati, Nanda langsung menghampiri dan teriak…. “Wowo……………………..!!!!!” Hhhhhmmmmm…..  Hati Tati langsung senang banget rasanya…  Saat Nanda mendekat dan tersenyum, Tati baru ngeliat bahwa putri Wowo ini sedang mengalami proses regenerasi gigi.. Gigi susu bagian atasnya yang satu udah ganti, dan yang satunya lagi SETENGAH, alias baru keluar dan belum penuh… Lucu banget… dan malah bikin Nanda kelihatannya jadi lebih imut-imut… Hehehe..

Kebetulan pas kita main2 di Sun Plaza hari Senin sore, Nanda ngajak Wowo-nya bikin foto di foto box.. Di foto yang satu Nanda berusaha menutupi gigi 1 1/2-nya dengan mingkem abis…. Tapi di foto yang satunya lagi, dia gak bisa menahan senyum manis-nya, sehingga kelihatan deh tuh si gigi yang masih 1 1/2.. Hehehe.. Kalo menurut Tati siyy senyum Nanda kelihatan lebih cantik dengan gigi 1 1/2…

Hmmmmmm dasar emak2… Mau anaknya lagi kayak apa, pasti di mata-nya, di hatinya, di pikirannya, ANAK TERSEBUT ADALAH ANAK YANG TERCANTIK DI MUKA BUMI…. Hehehe…

 

Happy Birthday Esther….!!!

Kemaren tepat pada hari Pendidikan Nasional, tanggal 2 Mei 2008, salah satu bidadari Tati berulang tahun.. Bidadari yang mana..? Putri kedua Mami Uli, Esther Meilissa Maharani Sinambela. Esther yang sekarang kelas satu SD, kemaren genap berusia 7 tahun..

Tati ingat saat Esther lahir, Papi David yang nungguin Mami Uli melahirkan, langsung ngasi tau Tati kalo anak Mami Uli yang kedua ini saat lahir kulitnya kayak Tati, pink like a pig, kata Mami Uli. So, Tati dan Mami Uli menyebut Esther sebagai The Little Pig.. Hehehe..

Naaahhh sekarang, si new comer Ajere, kata orang2 yang udah ngeliat dia, juga mirip Tati alias Bou-nya.. Busseetttt deeehh muka gue di-copy ama anak2 adik2 gue… Hehehe.. Susah emang kalo jadi kakak tersayang.. Huahaha..

Tapi seiring pertumbuhannya, Esther semakin mokacino kayak Maminya… Apalagi ditambah dengan kacamatanya… makin2 mokacino deeehhh… But it’s not problem ya, Nak.. Yang penting baik hati baik budi…

Selamat ulang tahun ya, Nak… Semoga panjang umur, sehat selalu dalam lindungan Alloh, jadi bidadari yang baik hati dan pintar… Semoga hidup Esther penuh dengan keceriaan…

Wowo loves you…



Note :

Postingan ini sebenarnya udah dibuat kemaren malam.. Tapi ngedadak lampu mati sampai tadi siang, katanya siyy karena salah satu tiang listrik yang berada di jalan menuju perumahan tempat tati tinggal tumbang karena ditabrak ibu2… Hhhhmmmmmm…. So, terpaksa postingan ini dibuat ulang..

 


Happy Birthday Aldy…!!

Senin, 28 April 2008 adalah hari ulang tahun Aldy, lengkapnya Arden Thomann Denaldy, putra pertama Papi David, adik laki2 Tati. Aldy adalah makhluk pertama di dunia ini yang memanggil Tati dengan sebutan Bou. Tahun ini usia Aldy genap 11 tahun, usia dimana Aldy mulai remaja deehh kayaknya.. Kata Mami Nana beberapa hari yang lalu, Aldy udah pengen misah kabar dari Abner, karena udah beda selera.. Hehehe..

Aldy adalah anak yang senang banget membaca. He loves book, science books. So, kemaren siang saat Bou nelpon Aldy buat ngucapin selamat ulang tahun, pas ditanya mau hadiah apa, katanya pengen dibeliin buku, seperti tahun2 sebelumnya.. Tapi Aldy minta ditelpon lagi malam, supaya dia bisa mikir buku apa yang dia mauin.. Naah, waktu Bou telpon lagi malam hari, Aldy bilang terserah Bou aja buku apa, tapi yang rada2 ensiklopedi ya.. Boleh bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris…

Biasanya Bou emang suka nyariin buku2 science untuk anak2 yang berbahasa Inggris lengkap dengan gambar yang full color. Kebetulan di TB Trimedia Mall SKA di sini ada satu rak khusus yang nyediain buku2 kayak gitu… Jadi kalo mo beli tinggal telpon Aldy atau Mami Nana untuk ngecek “buku yang ini udah ada belum ya?”, supaya gak kebeli buku yang sama 2 kali..

Biar pun Aldy juga kutu buku seperti Odang dan Bou, tapi Aldy juga tipe anak yang dandy dan gaya.. Doski gak mau potong rambut sama Papi, maunya di salon… Kalo pake baju juga rapi banget… dan doski juga hobby banget mejeng di depan kamera… Hahaha…

Buat bang Aldy, anak-nya Bou…..

Selamat ulang tahun ya, sayang. Semoga selalu dalam lindungan Alloh, panjang umur, sehat, bahagia, jadi anak yang pintar dan baik hati… Semoga hari-hari dalam kehidupan Aldy dipenuhi dengan warna-warna yang indah…

Bou loves you very much….!!

Happy Birthday, Abner…

Kemaren, 26 April 2008 bang (sekarang udah jadi abang, lho.. ! kan udah punya adik…!!!) Abner ulang tahun….

Kemaren pagi saat Bou telpon, ternyata Abner lagi sekolah.. Kata Mami, coba telpon lagi aja sore karena Abner pulang sekolah langsung les..

So, sore2an Bou telpon lagi deehh.. Ternyata bang Abner udah di rumah… Kita jadi ngobrol deeh..

Bou : Bang Abner, selamat ulang tahun ya.. Semoga panjang umur, sehat, cepat besar dan jadi anak yang pintar.

Abner : Makasih Bou.

Bou : Abner, ulang tahun ke berapa..?

Abner : Aku ulang tahun yang ke 5..

Bou : Waduuhhhh…, udah besar donk yaa… Ya, iya lah udah jadi abang…

Abner : Hehehe… Iya, aku udah punya adik, dek Ajere..

Bou : Abner pengen hadiah apa?

Abner : Aku mau sepeda tentara..

Bou : Sepeda tentara?

Abner : Iya sepeda yang warnanya hijau coklat… (Bou dalam hati berkata “Matiii gue.. Mau cari dimana? Gimana ngirimnya… Mendingan yang ini jadi urusan Papi David dan Mami Nana aja deehh…. ! Bou mendingan nyariin buku aja dehhh like usual….” Hehehe…)

Bou : Iya, nanti Bou omongin sama Papi ya.. Emang Abner tadi les, apa?

Abner : Les baca ama les berenang..

Bou : Udah bisa baca buku cerita?

Abner : Aku udah bisa baca, tapi belum cepat-cepat. Masiyy sikit sikit aja.. Hehehe..

Bou : Iya deh.. Nanti kita ngobrol lagi ya.. Bou sayang ama Abner… Salam sama Papi, Mami, bang Aldy & Ajere, ya…

Abner : Ok…

Ajere, d New Comer…

Hari ini… Papi David ngirimin Tati pic Nona Ajere, d new comer in our family…

Lucu banget ihh tampangnya…

Matanya sipit kayak mata Enek, Tati dan Mami Uli… Rambutnya hitam & jigrik.., kayak Papi David & Mami Uli, kali yaa… Rambut mereka tuh seratnya kasar dan hitam.. Hidungnya…?  Hidung jambu lah yaawww… it’s our family trade mark.. Hehehe…

Tapi Papi David bener… Ajere tuh mukanya Hanopan sekali… Mami Nana gak dapat jatah ninggalin jejak di wajah Ajere niyy kayaknya… Herannya abang2nya Ajere semua juga wjahnya persis Papi David… Genetiknya dominan deh kayaknya… Asal jangan bandel2nya Papi David ikut nurun yaaa….. Bou bisa muter2 bawa parang ‘ntar.. Hehehe…

Happy Birthday, Abby…

Abby, anakku sayang….

Selamat ulang tahun yang kedelapan…

Semoga menjadi anak yang sholeh, baik hati, sehat dan pintar…

Semoga jadi anak yang kuat menghadapi perjalanan hidup…

Semoga kamu selalu dalam lindungan Alloh…

Percaya bahwa perjalan kehidupan ini akan membawa Abby ke sesuatu yang indah pada waktunya…

Bou rindu sama kamu, Nak….

Mudah2an kita bisa main sama2 lagi ya…

Mudah2an Bou bisa nganterin kamu berenang lagi ya…

Mudah2an Bou bisa nganterin kamu sekolah lagi yaa…

Bou loves you…!!

Note :

Bou berharap suatu hari nanti Abby akan menemukan postingan ini, ya Nak.. Sehingga Abby tau Bou gak pernah lupa sama kamu dan hari istimewa kamu, sayang….

A New Baby was Born…

Dua hari yang lalu, Tati nelpon Papi David, nanya perkembangan kehamilan Mami Nana. Karena kan perkiraannya d baby akan lahir sekitar awal April.. Papi David bilang, Mami akan masuk rumah sakit tanggal 02 April, dan caessar akan dilakukan tanggal 03 April pagi..

Lalu tadi pagi, Tati sms Papi David buat nanyain perkembangan.. Tapi hp Papi David gak aktif.. Gak lama…, telpon Tati berdering… tidit tidit… Ternyata dari Papi David.. Begitu diangkat terdengar suara si Papi…

Papi David : Kak…, bayinya udah lahir…

Tati : Laki atau perempuan?

Papi David : Perempuan lah kak.. Khan udah tau dari beberapa bulan yang lalu…

Tati : Sehat kan? Berapa berat dan panjangnya?

Papi David : Itu lagi ditimbang. Begitu keluar aku telpon Papa, terus kakak. Jadi belum tau berapa berat dan panjangnya. Tapi keliatan idungnya idung Hanopan kak..?

Tati : Idung Hanopan?

Papi David : Iya, hidung jambu kayak Bou-nya… Hehehe..

Tati : Ya udah… ntar dijepit aja pake jepitan jemuran.. Hehehe..

Papi David : Ya udah, ntar kita ngobrol lagi ya kak..

Tati : Salam buat Nana, ya.. Sampaikan ucapan selamat dari kakak. Bye..

Btw, Papi Davi salah deeeh… idung jambu kita peroleh bukan dari keluarga Hanopan, tapi dari neneknya Mama dari garis Maminya. Karena kata Mama beliau tuh yang idungnya bonyok kayak jambu.. Kalo dari keluarga Hanopan idungnya lumayan tinggi deh kayaknya… Hehehe…

Buat the new baby girl.. : Welcome to the world, Baby… May you have a beautiful life…

Buat Papi David & Mami Nana : Congrats 4 the new baby girl. May she brings you laughter, joy and happiness

Buat diriku : Hhmmmmmm, nambah deh satu lagi yang akan memanggilku Bou.. So, now I am Tati, Bou & Wowo of 14 silly dwarfs…

updated 04 April 2008

D baby girl dinamain : ABIGAIL DAGMAR AJERE SIREGAR

Kata Papinya….

Abigail = perempuan bijaksana

Dagmar = cantik dan menarik

Ajere = mengingat asal usulnya

So, arti nama si baby kira2 perempuan bijaksana yang cantik menarik, yang mengingat asal usulnya..  Mungkin maksud Papi dan Maminya supaya si cantik ini ingat kalo dia itu BATAKBatak berekor atau berbelalai, nak…? Hehehe..

Jatuh Cinta…

Bisakah anda menahan hati untuk tidak jatuh cinta pada mahluk yang satu ini…?

ananda10.jpg

 

Tati enggak bisa tuuuhhhhh….. Tati langsung jatuh cinta sejak pertama kali memandangnya… Memandang Boyuki Ananda..

Wowo loves you very much, Ananda.. Kamu selalu ada di dalam hati Wowo. Semoga kamu selalu dalam lindungan Alloh, ya sayang….!!