Unwritten….

Saat iseng ngikutin quiz “what is your song” beberapa tahun yang laly di FB, hasilnya lagu ku adalah UNWRITTEN – nya  Natasha Bedingfield.. Padahal sumpe saat itu aku gak tahu yang mana lagunya, apa lagi penyanyinya….  Tapi kata Veni, itu lagu memang aku bangetssssszzzz….  😀

Aku akhirnya mencari “unwritten”…  Ternyata setelah mendengar musik dan liriknya, aku mengerti kenapa lagu ini dianggap lagu aku bangetssszzzz….

 

UNWRITTEN

I am unwritten, can’t read my mind, I’m undefined
I’m just beginning, the pen’s in my hand, ending unplanned

Staring at the blank page before you
Open up the dirty window
Let the sun illuminate the words that you could not find

Reaching for something in the distance
So close you can almost taste it
Release your inhibitions
Feel the rain on your skin
No one else can feel it for you
Only you can let it in
No one else, no one else
Can speak the words on your lips
Drench yourself in words unspoken
Live your life with arms wide open
Today is where your book begins
The rest is still unwritten

Oh, oh, oh

I break tradition, sometimes my tries, are outside the lines
We’ve been conditioned to not make mistakes, but I can’t live that way

Staring at the blank page before you
Open up the dirty window
Let the sun illuminate the words that you could not find

Reaching for something in the distance
So close you can almost taste it
Release your inhibitions
Feel the rain on your skin
No one else can feel it for you
Only you can let it in
No one else, no one else
Can speak the words on your lips
Drench yourself in words unspoken
Live your life with arms wide open
Today is where your book begins

Feel the rain on your skin
No one else can feel it for you
Only you can let it in
No one else, no one else
Can speak the words on your lips
Drench yourself in words unspoken
Live your life with arms wide open
Today is where your book begins
The rest is still unwritten

Staring at the blank page before you
Open up the dirty window
Let the sun illuminate the words that you could not find

Reaching for something in the distance
So close you can almost taste it
Release your inhibitions
Feel the rain on your skin
No one else can feel it for you
Only you can let it in
No one else, no one else
Can speak the words on your lips
Drench yourself in words unspoken
Live your life with arms wide open
Today is where your book begins

Feel the rain on your skin
No one else can feel it for you
Only you can let it in
No one else, no one else
Can speak the words on your lips
Drench yourself in words unspoken
Live your life with arms wide open
Today is where your book begins
The rest is still unwritten
The rest is still unwritten
The rest is still unwritten

Oh, yeah, yeah

 

Me, The Libra…

Besok, I’m gonna be completly 41…  Huhuhuhu… Udah tua….  Menurut rasi bintang versi jadul (katanya sekarang kan ada versi baru, zodiac jadi ada 13 dengan waktu yang gak fix..) Tati tergolong berzodiac LIBRA, dengan lambang timbangan (scale).

Kata siyyy Libra itu punya karakter begini

You believe in compromise, cooperation as you are ruled by “Venus”,which makes you a good diplomat. You love beauty and refinement. You do not like to get your hands dirty and usually avoid any field that may require this. Charming and companionable, you operate best in a partnership. You generally marry young and sometimes often. You are social, gracious, gregarious, and you love to entertain and have a good time. Peace and harmony are important to you, and you can go to great lengths to achieve them.

You respond to encouragement and appreciation, and you have a deep hunger for sharing experiences and self-realization with others. This makes you emotionally overeager; you may be prone to dictating the course of all your relationships. You are insistent and you can even be petulant. You are generous with your time and service; you want to serve people, but you have trouble understanding their feelings. You want what you want and just the way you want it. You don’t value knowledge for its own sake, but you seek it in order to use and apply it. Your memory is excellent. You analyze and criticize all sense impressions with care. This is not the most sexual position for the Moon. You have a fondness for science and/or the occult. You can be clairvoyant or psychometric, and you have great intuitive abilities if you choose to develop them. You can be temperamental at times. You prefer to earn everything by your mental ability and your fertile imagination. Despite the Virgo tendency to be picky and argumentative, you appear quiet, shy and unpretentious. Although you are basically proper and conservative, your religious inclinations surface in a broad-minded way.

You are calm, optimistic, cheerful and artistic, and you have a steady viewpoint that gives you a good perception of values. You handle people well, and you have a magnetic charm that appeals to children and animals. You are refined, charming and social. This aspect is often found in the charts of military people.

You are magnetic, proud, earthy and well coordinated. A good organizer and reasoner, you want success and are willing to work for it. Because you are so practical, you rarely operate on impulse; thus you can function well in business. Self-control and self-discipline are your keywords. This often brings admiration rather than love from the opposite sex. There may be a separation from a parent, usually the father, and if Mars is afflicted, there is some danger of broken bones. Strong and persistent sexually, you must learn to develop humor, humility and warmth.

Dan begini

Para libra sangat menawan, sulit ditebak, dan memiliki inteligensi yang tinggi; mereka dapat bekerja sama dan adil, namun penuh kebimbangan dan selalu mencari ketenangan batin. Mereka selalu khawatir pada hari ini dan selalu melakukan apapun juga untuk memenuhi kebutuhannya. Mereka suka bekerja sama daripada bekerja sendiri. Mereka haus akan pengetahuan dan memiliki minat yang besar pada bidang kehumasan dan kejiwaan. Mereka selau tampil sebagai pembawa damai dan jarang mudah marah, namun apabila marah, mereka dapat membuat orang di sekitarnya gemetar ketakutan. Cita rasa Libra klasik dan mereka menyukai kombinasi antara kesederhanaan dan kesempurnaan. Keragu-raguan mereka adalah langkah mundur terbesar bagi mereka. Tidak hanya membuat mereka kehilangan kesempatan tetapi juga membuat mereka yang berhubungan dengan Libra menjadi bingung. Mereka memiliki keinginan yang besar untuk menjaga segala sesuatunya tetap harmonis dan bersedia berkorban untuk mendapatkannya. Mereka mempunyai jiwa seni, keindahan, dan rencana. Ini semua membantu Libra dalam mencapai apa yang telah mereka tetapkan. Dalam menyelesaikan tugasnya, Libra selalu berhasil berkompromi dan membujuk orang lain untuk melakukan perbuatan sesuai dengan kehendaknya.

Yang dikatakan dalam kutipan itu ada yang benar, tapi ada juga yang enggak…  Yang pasti, Tati adalah sosok pribadi yang unik, karena menuruni sifat-sifat dari generasi sebelumnya, yang kemudian melalui gemblengan kehidupan selama 41 tahun…

PR 44444

Ini postingan yang dibuat untuk memenuhi PR dari ibu guru Zee… Hehehehe… Kayaknya PR ini harus dikerjakan karena beliau memberikannya juga dengan apresiasi bahwa blog Tati merupakan salah satu blog yang selalu beliau visit.. Thanks ya Zee..

So, here the answers for the home work..

4 Pekerjaan

Pekerjaan pertama Tati : Asisten Luar Biasa bagi bapak Said Rusli, dosen Pengantar Ilmu Kependudukan di Jurusan Sosek Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, selama 2 tahun ajaran. Cerita tentang kerjaan yang ini bisa dilihat di postingan ini

Pekerjaan kedua : Dealing Staff di sebuah perusahaan Foreign Exchange di kawasan Kuningan Jakarta. Kerjaan yang terlihat seru cuma akhirnya juga membosankan, karena berada dalam sebuah ruang dan bertatap muka dengan manusia yang itu-itu lagi, meski berkomunikasi dengan banyak client dan rekan kerja by phone.. Ada serunya juga saat adrenalin dipacu pada saat hectic, dimana harga di pasar bergolak dan para client mabuk mengadakan transaksi. Belum lagi ada pihak2 yang suka mengintai-intai ketidakwaspadaan para dealer di saat hectic untuk mendapatkan keuntungan bessaaarrrrr…

Pekerjaan ketiga : Pegawai Negeri Sipil. Awalnya siyy di Bappeda Kota Pekanbaru, lalu setelah 11 tahun Tati pindah ke Dinas Kebudayaan, Kesenian dan Pariwisata Provinsi Riau. Sebuah dunia yang 180 derajat dari pekerjaan sebelumnya.. Juga sebuah kota yang jauh berbeda dengan deru Jakarta…

Pekerjaan yang sekarang ini sebenarnya sangat menarik, karena bidang pariwisata bisa membuka peluang kerja dengan putaran uang yang langsung sampai ke tangan pelakunya. Tapi butuh perubahan pola pikir dari aparatur yang bergerak di bidang ini. Berubah menjadi orang-orang dengan mindset sebagai pelayan masyakat.

Pekerjaan keempat : agen insurance buat sebuah perusahaan multinasional. Second job ini udah dijalani lebih dari 2 tahun. Selain menarik dari segi income, pekerjaan ini perlu dilakukan untuk mengembangkan pola pikir.. Memang terkadang Tati belum bisa melakoni pekerjaan ini secara maksimal karena kesulitan membagi waktu saat perkerjaan utama sebagai PNS membutuhkan perhatian dan waktu yang lebih besar.

Selain keempat pekerjaan itu, Tati juga punya kerjaan mengelola beberapa blog, yaitu my story, tatinya-anak-anak, taman kehidupan sondha, tati’s favorite things dan blog yang memuat tulisan-tulisan Papa Tati tentang kebudayaan Angkola.

4 tempat tinggal

  • Jakarta. Tati lahir di Jakarta dan tinggal di sana sampai usia setahunan, lalu pindah ke Pekanbaru karena Papa pindah tugas. Tahun 1992 – 1996 Tati kembali menetap di Jakarta karena bekerja setelah lulus dari IPB.

  • Pekanbaru. Tati tinggal di kota ini dalam 3 episode. Usia setahunan sampai tamat SMA, 1996 – 1999, dan 2002 – sekarang. Rasanya kota ini sudah menjadi habitat Tati, the place where I belong. Entah lah kalo perjalanan hidup menentukan lain…

  • Bogor. Tati tinggal di kota hujan ini karena mendapat kesempatan kuliah di Institut Gebukan Kasur (istilah teman2 sesama mahasiswa IPB, karena lambang IPB yang mirip gebukan kasur. Hehehe…). Masa-masa yang indah.. Di kota ini Tati menentukan jalan hidup, menikmati hidup berteman dan banyak hal yang indah…

  • Yogya. Tati tinggal di kota ini dalam dua episode. Episode pertama September 1998 – Maret 1999 karena ikut kursus PUSPICS. Episode kedua Juli 1999 – Desember 2001 karena mengambil kuliah Strata dua. Kota ini mempunyai tempat istimewa di hati Tati. Melihat sekilas gambar pojok2 kota ini di layar kaca bisa bikin air mata Tati menitik. Di kota ini Tati belajar banyak tentang hidup, terutama tentang love and dignity..

Selain keempat kota itu, Tati sempat menetap di kota-kota lain tapi enggak selama di 4 kota tersebut. Antara lain Medan (ke kota ini siyy Tati dari masih pake singlet dan celana dalam sering bulak balik, tapi menetap hanya paling lama 4 bulanan), Bandung (ini juga kota yang sering Tati datangin bulak-balik, sempat netap siyy tapi gak sampai 6 bulan) dan Banda Aceh (sekitar 3 bulanan karena kursus jangka panjang).

Film yang sudah 100x ditonton?

Gak ada deehhh kayaknya… Tapi yang bulak balik ditonton sejak jaman dulu kala siyy film Sound of Music

4 makanan favorit

ice cream, ayam goreng/bakar bagian dada-nya, gado-gado, asinan buah “gedong dalam”

4 situs favorit

Belum ada. Tapi yang suka dibuka siyy blog ini , ini dan ini

4 acara tv favorit?

Office Boy (OB), Seputar Indonesia, Nuansa Pagi dan Go Spot (ini siyy teman saat beberes menjelang berangkat kantor)…

Nahh buat Zee…, PR suda diselesaikan… Tapi Tati pengen meneruskan PR ini ke Bunda Zikra dan Bunda Fico dehh kayaknya… Buat kedua bunda ini.. selamat berjuang ya…

Gak Berubah & Awet Muda……?

Hari ini dari Tati kembali menghadiri training ESQ. Kok doyan siiiyyyy….? Hmmm gimana ya..? Selain menemukan hal2 baru dari materi yang disampaikan. Dalam artian pada training yang pertama kita nangkap seluruh materi secara general, tapi gak nangkap detail terhadap keseluruhan materi, nah kali kedua datang kita bisa menangkap lebih detail materi sessi ke 2, kali ketiga datang kita bisa menagkap lebih detail materi sessi ke sekian… Belum lagi trainer yang berbeda mempunyai kelebihan dalam penyampaian materi a, trainer lain lebih menonjol dalam penjelasan materi f dan z. Jadi tiap kali datang rasanya kita mendapat sesuatu yang baru..

Itu baru soal materi pelatihan.. Hal lain yang bikin selalu ingin datang adalah komunitasnya.. Komunitas yang memegang prinsip 3 S, yaitu senyum simetris 2 cm kiri 2 cm kanan, selalu melakukan salam semut (ssttt.. gak berlaku untuk cross gender, hehehe) dan bersikap sabar, membuat hati kita merasa nyaman.. Komunitas yang memandang orang tanpa embel2nya… Prinsipnya kita adalah teman, sesama hamba Alloh….

Nah di training kali ini, Tati ketemu Yanti, yang katanya dia teman sekolah Tati waktu di TK. Pertiwi Pekanbaru. Kita sebenarnya udah beberapa kali ketemu, karena kita sama2 alumni. Dan Tati memang merasa gak asing dengan wajahnya, cuma gak ingat dimana. Seperti biasa, Tati kan paling o’on soal ingat mengingat kenalan lama di jaman jadul… Tapi Yanti bilang, dia masih punya foto Tati dan dia waktu TK… Hayyyaaaahhhhhh Pinjam donk….!!! Biar bisa di-scan… Buat nambah arsip… Hehehe.. Yanti bilang, dia bisa ngenalin Tati karena wajah Tati gak beda dengan waktu TK, gak berubah.. kecuali tambah cantik… Ehhhhhhhhmmmmmmmmm, yang terakhir kayaknya dia salah ngomong deeehhhh… Hehehe…

Tapi tentang wajah Tati yang gak berubah sejak kecil bukan untuk pertama kalinya Tati dengar… Apa iya..? Coba teman2 lihat di 2 pics di posting ini… Coba dibanding2kan, masa siyy gak berubah dalam 35 tahun ?

Satu hal lagi… beberapa teman yang baru kenal, terus ngobrol2, pasti gak percaya kalo Tati keceplosan bilang usia Tati udah 40 tahun bulan Oktober 2007 yang lalu.. Mereka bilang, gak mungkin laaaahhhh…. Paling mentok 35 tahun… Bahkan ada nanya apa resep awet muda ala Tati. Hoaaaalllllllllahhhhhhh… Muka yang mulai punya garis2 usia di beberapa bagian wajah ini dibilang awet muda.. Jadi malu…!! Tapi kalo orangnya ngotot juga pengen tahu rahasia Tati, ya Tati bilang aja kalo Tati tuh seneng banget ketawa, bahkan cenderung gampang ketawa melihat hal2 yang lucu, meski cuma moment2 kecil.. Mana kalo ketawa Tati sering nagakak pula.. Bahkan Bang Mo senior di kanto bilang, “Sondha tuh kalo ngomong kesannya kayak orang Sunda, kaleeeeeemmmmm banget. Tapi jangan coba kalo ketawa…, keluar Be A Te A Ka-nya…. alias BATAK. Hehehe.. Gak tau ya, I love laughing.. Mungkin karena dasarnya I’m orangish yellow person, kali ya…?

The Sondha Code….

THE SONDHA CODE…..?

Ini ucapan Alam, junior di lingkungan kerja, tahun lalu pada saat kita sedang diskusi tentang rencana kerja lima tahunan kantornya. Waktu itu, film The Da Vinci Code yang dibitangi Tom Hanks dan Audrey Tautou lagi beredar di bioskop2, dan Alam menggunakan gambar2 dari film itu sebagai background di laptopnya.., yang terbesar adalah gambar MONALISA

Kok, Alam bisa tercetus THE SONDHA CODE? Ya, karena Alam tau kalo middle name Tati adalah MONALISA….., Yup, my complete name is “SONDHA MONALISA SIREGAR”

Bahkan waktu Mia, Tati’s closest friend zaman di Bogor, berkesempatan traveling ke Paris tahun 1990an (??), Mia ngoleh2in Tati postcard Monalisa yang diframe hitam.. Terus di bagian belakangnya di tulis :
LÉONARD DE VINCI 1452 – 1519
MONNA LISA
DITE LA JƠCONDE 1503 – 1506
from paris with love
Postcard ini masih digantung di cermin di meja rias Tati. Thanks ya Mia…

Back 2 topic..,.
Secara, sejak kembali ke Pekanbaru Tati jarang banget ke bioskop.., Tati jadi nyari vcd-nya aja di Disc Tara.. Setelah nonton filmnya, Tati jadi penasaran pengen baca bukunya… So Tati, nyari di toko buku Trimedia.. Ternyata untuk edisi Bahasa Indonesia ada 3 jenis buku Da Vinci Code yang dijual.. Yang pertama, jenis softcover, the cheapest one. Yang kedua, yang hardcover, ada sedikit gambar tapi hitam putih. Kalo gak salah harganya sekitar 140an ribu rupiah. Yang jenis ketiga, adalah hardcover plus gambar2 yang berwarna…, the most expensive.. kalo gak salah harganya lebih dari 200an ribu rupiah… Tati pilih yang nomor 2 karena hard cover dan ada sedikit gambar, kalo yang ketiga kayaknya kemahalan buat kantong Tati… Hehehe.

Kayaknya, isi film dan buku gak usah dibahas lah ya… Udah banyak banget yang ngebahas… dan terkadang di luar batas pengetahuan Tati yang cetek ini… Justru yang pengen Tati ceritain adalah…: di buku The Da Vinci Code, Robert Langdon yang Professor “Simbologi Agama” membahas makna MONALISA yang juga telah berabad2 dibahas orang…, di film hal ini gak dibahas…

Tati juga sebenarnya gak terlalu curious tentang Monalisa.. Gak terlalu nyari2 arti “Monalisa”. Pernah sih Tati nanya ke Mama kenapa ngasi Tati nama Monalisa..? Kata Mama karena Monalisa adalah sosok perempuan hasil karya seni yang senyumnya luar biasa… yang dikenang orang banyak dan menjadi legenda… Mungkin Mama berharap Tati juga punya senyum yang istimewa… paling enggak buat orang2 di sekitar Tati, kaleeeeeeeeee…?

Tapi kata Pirate beberapa hari yang lalu, “Kalo Tati senyum, dia juga gak tau maknanya..” Waktu dicoba konfirmasi, apa senyum Tati membuat dia merasa di’enyek? Dia bilang Tati mis-interpretation. Alhamdulillah. Selagi senyum Tati berarti sesuatu yang positif, gak apa2lah.. Asal jangan menjadi sesuatu yang menyakitkan .buat orang.. Btw, misteriusan mana senyum Monalisa yang ini sama senyum Monalisa-nya Da Vinci, Pirate? Hehehe… Di Monalisa Homepage, ada 10 dugaan alasan paling popular mengapa Monalisa tersenyum, dari alasan yang sopan, konyol sampai yang gak senonoh, semua ada.. Mudah2an tidak ada satu pun dari alasan itu diduga sebagai alasan Tati tersenyum… Hehehe…

Back 2 buku The Da Vinci Code…
Menurut Langdon.., MONALISA terdiri dari 2 bagian… MONNA dan LISA.. MONNA adalah penukaran posisi huruf dari kata A’MONN, dewa kesuburan orang Mesir. Sedangkan Lisa adalah penukaran posisi dan penggantian huruf dari kata L’YSA, dewi kesuburan orang Mesir…. So, analisis Langdon, sosok Monalisa di lukisan Da Vinci merupakan gabungan sosok laki2 dan perempuan. Kalau Monalisa merupakan sosok gabungan, laki2 dan perempuan…? Apakah sosok ini merupakan sosok yang hermaphrodite..? Cacing kali… Cacing kan juga menyebabkan kesuburan… Hehehe…

Mungkin karena Da Vinci belum aware soal gen, makanya sosok gabungan ini disembunyikan dalam sosok wanita.. Coba kalau dia lahir setelah Mendel, penemu teori heriditas (?), mungkin Monalisa disembunyikan dalam sosok laki2.. Kok….. ? Ya, iya lah.. makhluk yang punya 2 jenis gen penentu jenis kelamin manusia kan justru laki2… Laki2 punya unsur X sekaligus Y, sementara perempuan hanya punya unsur XX.. (So sebenarnya yang nentuin jenis kelamin anak itu dari garis ayah… Jadi para bapak2 jangan berbuat ketololan deh dengan menggunakan alasan pengen punya anak dengan jenis kelamin tertentu buat menikah lagi… Alasan yang sebenarnya udah basi sejak seabad yang lalu… Hehehe. Jadi kalo mau nikah lagi, cari alasan yang lain aja yaaaaa…). Jangan2 kalo kejadiannya begitu, Monalisa adalah nama untuk anak laki2.. Hehehe..

Tapi Tati, mencoba memaknai secara positif aja… Maksudnya…? Tati asumsikan aja MONALISA itu lambang penggabungan unsur laki-laki dan perempuan sehingga membentuk suatu keseimbangan, keselarasan yang akan menghasilkan produktivitas yang tinggi (kesuburan).. seperti unsur Yin dan Yang dalam budaya China… Mungkin itu lah seharusnya arti dari THE SONDHA CODE… Berupaya membentuk keseimbangan dan keselarasan diri dengan lingkungan sehingga jadi bisa lebih produktif… Ideal banget….!!! Kayaknya gak kuku deh gue buat ngejalaninnya…., because I’m very egoist person… Gubrrrrrrrraaaaaaaaakkkkkk.***

My Metamorphoses….

Banyak kenalan lama yang bilang wajah Tati itu gak berubah dari zaman ke zaman. Sehingga mudah dikenali, meski udah bertahun2 gak ketemu… Masa iya sih, gak berubah…? Rasanya itu berlebihan deh.. Yang pasti, andeng2 Tati bertambah.., dari sebiji waktu masih kecil sekarang jadi 3… Belum lagi, keriput yang bertambah…
Kalo gak percaya, lihat nih metamerposis Tati dari zaman ke zaman. Emang ulat, jadi kupu2.., kok pake istilah metamerposis. Hehehe


Photo tahun 1973, usia 6 tahun, digunakan pada ijazah TK


Photo tahun 1980, usia 12 tahun, digunakan pada ijazah SD


Photo tahun 1983, usia 15 tahun, digunakan pada ijazah SMP


Photo tahun 1984, usia 16 tahun


Photo tahun 1985, usia 17 tahun


Photo tahun 1986, usia 18 tahun, digunakan pada ijazah SMA


Photo tahun 1992, usia 25 tahun, digunakan pada ijazah S1

Siapa bilang, gak berubah…? Masa sama dengan wajah Tati sekarang? Yang bilang gak berubah, pasti perlu ke dokter mata…!!! ***

I’m High Risk…

Sabtu, 21 Juli 2007, jam 14-an Tati menyusuri lorong di lantai 8 hotel GZ… Lalu menekan bell yang ada di pintu kamar… Di situ terlihat kak “R”, salah seorang karyawati senior di lingkungan kerja Tati.. Di sana juga ada beberapa orang lainnya, yang gak Tati kenal sama sekali…

Ngapain Tati ke situ… ?
Tati datang karena sehari sebelumnya ada telpon dari kak “R”, yang kebetulan beberapa hari sebelumnya ketemu di dokter spesialis anak2. Dia lagi bawa baby-nya check up, Tati lagi minta rekomendasi kesehatan atas calon nasabah yang usianya di bawah 5 tahun. Si kakak itu bilang, “’Ndha, besok datang yak ke Hotel GZ jam 14.00. Ada acara. Kakak tau kamu tuh orangnya gesit dan aktif, makanya kakak ajak. Jangan gak hadir ya… Pasti asyik lah…!!” Waktu Tati Tanya acara apa, dia bilang ntar juga tahu, pokoknya pasti menarik…!!!

Tati yang sedang berjuang untuk semakin menikmati kehidupan dan memutuskan untuk tidak membatasi diri di “comfort zone”, memutuskan untuk datang.. Siapa tau memang menarik.., bisa jadi peluang bisnis baru atau mungkin sesuatu yang bisa membuat hidup Tati lebih berwarna.

Ternyata, acara itu adalah presentasi produk kesehatan dalam lingkungan yang kecil dan eksklusif.. sehingga presentasinya dilakukan dengan personal touch… Kita didorong untuk menjadi pemakai, lalu menjadikan diri kita sebagai “contoh sukses” untuk menjual produk yang dipasarkan melalui system Multi Level Marketing itu.. So far, buat Tati itu sih asyik2 aja.. Meski Tati memang belum berminat untuk masuk ke “consumer goods” marketing..

Si presenter, yang menurut pemaparan dan brosur2 yang ada di situ sudah mencapai level sangat tinggi dalam pemasaran produk tersebut, menawarkan Tati untuk mengukur “kadar antioksidan” dalam tubuh Tati. Dimana kadar antioksidan ini menggambarkan daya tahan tubuh seseorang terhadap radikal bebas yang menyebabkan kerusakan sel2 tubuh.. Semakin rendah kadar oksidan dalam tubuh seseorang, artinya orang itu akan mengalami proses degradasi yang lebih cepat… Pengukuran kadar oksidan dilakukan dengan alat Biophotonic Scanner. Tati cukup meletakkan telapak tangan yang telah diolesi suatu cairan di satu sisi alat scanner tersebut selama beberapa menit. Hasilnya…? Nilai karotenoid kulit Tati hanya 19.000, hanya 2 level dari level terendah… Waduh.. gawat nih..!!

Tati lalu juga ditawari untuk mengukur kadar lemak dalam tubuh.. Alatnya kayak timbangan badan yang di rumah, tapi ada pegangan yang terhubungkan oleh spiral kabel dengan bagian yang diinjak. Hasil pengukuran secara digital terlihat pada bagian yang kita pegang… Hasil pengukuran Tati, Biomass Index, tergolong sangat tinggi, persentase lemak tubuh juga sangat tinggi, visceral fat juga tinggi, hanya Basal Metabolic Rate, yang menggambarkan jumlah energi yang dikeluarkan selama istirahat, yang menunjukkan angka yang baik. Secara keseluruhan, I’m in high risk scale…!!!

Waduh…!! Makin gawat aja nih…!! So far, Tati masih ingin hidup lebih lama, kalau Allah mengizinkan.. Masih ingin merasakan banyak hal yang belum sempat Tati alami.. Masih ingin memperbaiki diri, sehingga kalo ketemu Allah nanti gak malu2in…

Untuk solusi, si presenter menawarkan Tati membeli produk Fat Looser untuk dikonsumsi termasuk dengan suplemen peningkat antioksidan dalam tubuh… Harganya per paket… Hanya sekitar Rp.4juta untuk pemakaian 1 bulan (hanya, H A N Y A !!!). Minimal pemakaian baru terlihat hasil yang significant adalah 3 bulan… It means I need Rp12 Millions.. Oh no….!!! It’s too expensive for me yang PNS… Gak deh…!!! Mendingan duitnya buat yang lain ya….!! Bukannya gak ngerti kalo kesehatan itu sesuatu yang sangat berharga. Tapi Tati yakin itu bukan satu2nya solusi, ada solusi lain buat Tati.., yaitu merubah Life Style Tati yang memang buruk…

Gimana enggak…?
Tati pagi2 tuh sarapannya tidak teratur…, sehingga punya sakit maag.. Kalo lapar, pesan makan di kantin kantor.. yang menunya STD, lontong sayur atau soto… Dua2nya gak baik buat kesehatan, yang satu pake santan yang satunya pake kaldu yang berlemak.. Makan siang Tati, tergantung pengen makan apa atau apa yang ada.. Makan malam…, kadang malas.. kadang mau. Kalo malas, paling beli martabak mini atau pisang goreng kipas. Kalau lagi mau, makannya Chinese Food di dekat rumah..
Dari pagi sampai sore, sebagian besar dihabiskan dengan duduk di kursi kerja… Bergeraknya paling naik turun tangga karena ruang kerja berada di lantai 3, kalo ngabur nemuin nasabah dan kalo ke kantor yang satunya di jam istirahat.. Olahraga…, jauh!! Sekali sebulan belum tentu… Kalau udah dikejar target kerjaan, atau ada rapat2 yang maraton…, Tati akan berada di lingkungan para perokok… Bahkan beberapa kali, asap rokok teman2 tersebut membuat asma Tati kumat… Kalo asma kumat, bernapas rasanya sakit sekali… Benar2 hidup yang gak sehat…!!!

Hasil pengkuran ini, membuat Tati berpikir dan berpikir… Mudah2an Tati punya semangat yang kuat untuk merubah Life Style yang gak bagus ini.. Seseorang yang pernah sangat mengenal Tati suatu kala di masa lalu bilang “Yang Namanya Sondha itu Semangatnya Luar Biasa….!!!” Mudah2an itu masih ada di diri Tati.. Semoga…!!!***

TATI

Tati ? Apa itu “TATI”…

Kalo abang2, kakak2, mas2 dan mbak2 menyusuri Kamus Besar Bahasa Indonesia, Tati yakin tidak akan menemukan arti kata ini… Apalagi dalam kamus bahasa Inggris…

Kata Tati sebenarnya berasal dari kata Tante…, kata ini diciptakan oleh Parlindungan alias Dungan alias Abang, ponakan Tati yang paling besar pada saat dia baru belajar bicara…. (kapan ya itu ? rasanya baru kemaren…. tapi Abang saat ini sedang sibuk ngerjain thesis buat menyelesaikan program S2 Seni Rupa di ITB.. Where have the days gone…..) Karena belum bisa mengucapkan kata-kata secara benar…, maka yang berhamburan dari mulut Abang adalah sejumlah kata-kata baru… yang entah kenapa sering kali menjadi “kosa kata abadi” di lingkungan keluarga….

Herannya, meski kemudian Abang udah fasih mengucapkan beribu-ribu kata… Kata “Tati” tidak pernah hilang atau berganti menjadi Tante… Dan tiga orang adik2nya yang menyusul lahir jstru ikut memanggilku “Tati”… Bahkan teman2 mereka juga memanggil “Tati”.

Panggilan Tati, juga punya cerita lucu…

Suatu siang di tahun 1986an, di tempat kos2an di Jl. Cirahayu 4 Baranangsiang 3 Bogor 16143, Tati dengar Miko teman sekos Tati berteriak di ruang makan…

“Woi…, ini kayaknya ada surat salah alamat…., suratnya kepada Tati… dari Abang. Di sini kan gak ada yang namanya Tati… Tapi alamatnya bener lho… Kita kemanain ya?”

Ternyata Miko abis ngambil surat2 dari Kotak Pos, dan menyortir berdasarkan nama penerima…
Biasanya pak pos nganter surat ke Cirahayu 4 segepok, karena rumah ini dihuni 9 anak kos yang semuanya doyan surat2an.., mana zaman itu belum ada email apalagi sms, bahkan telepon pun yang katanya udah tinggal kring sampai kita keluar dari tempat kos itu gak juga kring-kring. Jadi surat adalah benda yang ditunggu-tungu para anak kos…

Gak lama Miko ngomong lagi…
“Tapi kok surat ini dari Pekanbaru ya? Mana tulisannya acak ablak…! Siapa sih yang namanya Tati?”
“Lu kenal anak Pekanbaru yang namanya Tati gak Sondh?” teriak Miko ke Tati yang masih beres2 di kamar sepulang kuliah..

Tati dengan polos tanpa pikir panjang, cuma dengan modal mengingat-ingat nama teman2 dari Pekanbaru yang juga kuliah di Bogor menjawab “Kayaknya kagak ada deh ‘Ko…. Iya setau gue gak ada yang namanya Tati”.

Miko lalu bilang, “Ya udah gue tarok di meja makan aja ya… Kali-kali suatu saat kita tau ada anak yang namanya Tati di dekat sini”

Setelah selesai beres2, ganti baju cuci kaki dan tangan, Tati nyusul Miko ke ruang makan… Sambil makan, Tati iseng pengen tau surat salah alamat yang diributin Miko…

Tulisan di amplop itu tulisan orang yang baru belajar nulis… asli ancur banget…

Di bagian depan amplop tertulis :

Kepada Yts. TATI
Jl. Cirahayu 4 Baranang Siang 3
Bogor 16143

Di bagian belakang tertulis :
Dari Abang
Jl. Durian No. 78 Pekanbaru

Masya Allah, ini kan alamat rumahku….

Ternyata itu surat dibuat si Abang yang baru bisa menulis… dan mencoba menulis surat buat Tatinya… Dia gak tau kalo di luar rumah, gak ada yang kenal Tatinya dengan nama “Tati”.., orang kenal Tatinya sebagai “Sondha”.. Gubrak….

Btw… thanks 4 the letter, honey…
I still keep it in my magic box….

Tatinya-anak-anak

Continue reading