Satu Lagi…

Tadi pagi, seorang teman menelphone Tati.. : Mbak, mau gak antarin aku cari tempat kot siang ini?

Tati rasanya kaget banget, karena teman Tati ini selama ini tinggal bersama suami dan dua orang anaknya.. Kok bisa2nya minta anterin cari kost.. Ada apa gerangan????? Tapi sebagai teman, yang bisa Tati lakukan adalah mengatakan : Iya, mbak. Tapi sekitar jam 11-an ya.. Aku masih ada kerjaan dikit di kantor..

So jam 11-an Tati menjemput teman Tati ini di kantor Tati yang kedua. Lalu kita pergi deh nyari tempat kost. Di jalan, teman Tati ini cerita, kalo dia diusir suaminya dari rumah. Dia diultimatum saat suami-nya hari ini pulang kantor suaminya gak mau lagi liat barang2 teman Tati itu ada di rumah.. Kalo masih ada, suaminya akan membakar semua barang2 tersebut.

Subhanallah.. Ada apa ya kok bisa begini..? Ternyata menurut teman Tati itu, dia minta klarifikasi kabar bahwa suaminya itu sudah menikah lagi dan punya anak berusia hampir 2 tahun.. Dan suaminya bukannya memberikan klarifikasi, melainkan melakukan kekerasan dan mengusir dia.. Lalu menyuruh dia segera mendaftarkan gugat cerai, dan suaminya berjanji tidak akan memperlambat proses perceraian, serta akan langsung memberikan talak tiga..

Takut ancaman2 suaminya, teman Tati itu memutuskan keluar dari rumah.. Supaya bisa mendinginkan situasi, dan kalo pun mendaftarkan gugat cerai, itu dilakukan dengan pertimbangan yang matang..

Ini perceraian kedua di lingkungan teman2 baik Tati tahun ini. Bulan Mei yang lalu, salah seorang teman juga sudah berpisah dengan suaminya. Karena dia ke Pekanbaru untuk mendampingi suami, maka setelah berpisah dengan suaminya, dia lalu memutuskan untuk kembali ke kota asalnya dengan mebawa kedua anak2nya, pulang ke rumah orang tuanya…

Nah, si mbak yang ini juga datang ke Pekanbaru karena mendampingi suami. Lalu si mbak mendapat kesempatan berkarir di sini. Si mbak ini gak punya keluarga atau kerabat dekat di kota ini.. So, pada saat susah begini si mbak benar2 sendiri..

Tati rasanya gak tega banget… Kebayang kalo kejadian dengan Tati.. Naudzubillah binzalik.. Masalah yang terjadi saat kembali kePekanbaru setelah usai sekolah di Yogya aja rasanya luar biasa.. Padahal itu urusannya bukan sama suami.. Gimana sakitnya kalo urusannya sama suami?

Mudah2an teman Tati yang ini bisa mendapat solusi yang terbaik ya.. Insya Alloh akan ada jalan keluar yang terbaik.., buat si mbak & suaminya, terlebih lagi buat kedua anak mereka..

Semoga tidak terjadi lagi keretakan rumah tangga di lingkungan keluarga & teman2 Tati.. Semoga…

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s