Posted in Tukang Jalan, Tukang Makan

Holat dan Ikan Mera, Kuliner Padang Sidempuan

Masih cerita kuliner yang dinikmati saat libur lebaran 1438 H.  Kalau sebelumnya cerita kuliner di Medan (baca : Soto Udang Warkop Bahagia dan Kopitiam Apek), kali ini cerita kuliner di Padang Sidempuan.

Hari Rabu, 28 Juni 2017, alias lebaran keempat, diriku pulang kampung ke Sipirok dengan adik bungsuku Noy, dan ditemani teman kerjanya, Dana.  Dari Sipirok kami sempat jalan-jalan juga ke Padang Sidempuan, yang hanya berjarak 32 km dari Sipirok.

Padang Sidempuan bukan kota yang asing bagi diriku dan keluarga.  Papaku pernah bertugas 10 tahun di sini tahun 1970 – 1980.  Bahkan  3 dari 4 orang adikku lahir di kota ini. Tapi meski begitu kami tak tahu banyak tempat makan di sini.  Kami hanya tahu Buffet Anda di Jalan Merdeka dan Rumah Makan Batunadua di jalan ke arah Sipirok.  Kenapa begitu? Karena kalau kami ke Padang Sidempuan, kami selalu makan di rumah peninggalan Opung yang di belakangnya ada sawah dan kolam ikan.  Istri penjaga sekaligus pengelola sawah akan memasakkan ikan arsik dan rebusan sayur buat kami.  Jadi kalau ke Padang Sidempuan, kani hampir tak pernah makan siang di restoran, kecuali di Buffet Anda, restoran tempat kami dulu selalu dibawa almarhum Mama makan sepulang menemani beliau belanja.

Warung Naufal

Hari Kamis, 29 Juni 2017, seorang teman yang tinggal di Padang Sidempuan mengajak aku dan adikku makan malam, menikmati Kuliner Padang Sidempuan.  Teman itu membawa kami ke Warung Naufal, sebuah rumah makan yang menyediakan masakan khas Padang Bolak, nama salah satu daerah di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Holat

Padang Bolak terkenal sebagai daerah peternakan kerbau untuk memenuhi kebutuhan daging kerbau di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya.  Namun, masyarakat Padang Bolak juga terkenal dengan masakan Holat, yaitu pindang ikan mas asap yang dimasak dengan pakkat,  rotan muda, yang rasanya kelat, dan serutan buah balakka.

Selain holat, di Warung Naufal juga menyediakan gulai Ikan Mera dan gulai Lele Asap.

Ikan Mera

 

Apa itu ikan mera? Ikan Mera atau lebih populer dengan nama Ikan Jurung, merupakan makanan para raja dan ikan untuk upacara adat di Tapanuli Selatan.   Namun karena belakangan tak mudah didapat, hanya ada di daerah hulu sungai yang berair jernih, maka untuk upacara adat yang digunakan adalah ikan mas.  Ikan Mera diperkirakan mempunyai manfaat untuk kesehatan.  Ikan Mera yang dihidangkan di Warung Naufal adalah ikan yang sudah diasap, sehingga daging ikan yang gulai terasa padat dan punya bau yang khas.  Rasanya juaraaaaa.. !!!

Gulai Ikan Tikkalang

Ikan Lele atau Ikan Tikkalang dalam Bahasa Batak Angkola,  yang dihidangkan di Warung Naufal adalah hasil tangkapan dari sungai, bukan lele hasil budidaya di keramba.  Jadi dagingnya juga lebih padat dan enak.  Rasanya juga juaraaaa… !!!

Gimana soal harga? Harga makanan di tempat ini lebih juara lagi !  Saat hari Kamis malam kami makan berlima, dengan menu Ikan Mera dan Ikan Lele, tagihannya hanya Rp.88.000,-.  Saat makan hari Jum’at siang, yang makan 3 orang dengan menu masing-masing ikan dan telur dadar plus juice untuk 4 orang, tagihannya Rp.105.000,-.  Murah yaaa…

Buat teman-teman yang sedang atau akan berkunjung ke Padang Sidempuan, silahkan mampir ke Warung Naufal di Jalan Mayjen Sutoyo, gak jauh dari Bank BRI dan Bank Mandiri yang berlokasi di Jalan Kapten Koima.  Mari menikmati kuliner lokal***

satu-minggu-satu-cerita

Posted in Tukang Jalan, Tukang Makan

Kopitiam Apek

Hari ini pagi kedua diriku libur lebaran 1438 H di Medan.  Dua kali pagi juga diisi dengan jalan kaki menyusuri bahagian lama Kota Medan.  Kegiatan yang belum pernah dilakukan sebelumnya, meski sejak masih bau kencur sudah bulak balik ke Medan.

Pagi ini diriku jalan kaki berdua dengan Aldy, ponakanku.   Kalau kemarin kami memarkirkan mobil di halaman BNI di Jalan Pemuda dan langsung masuk ke Jalan Kesawan,  hari ini kami memarkirkan mobil di basement Lippo Plaza di sekitar Lapangan Benteng.  Lalu kami jalan kaki menyusuri jalan Sutoyo ke arah Kesawan.

Di pojokan Jalan Hindu, kami singgah di sebuah kedai kopi warna hijau yang dari kemarin sudah terlihat ramai.  Tak ada plang nama di depan warung kopi itu, tapi ternyata warung kopi itu sudah terkenal di kalangan pencinta kuliner di Medan.  Kopitiam Apek, namanya.

Apa saja yang ditawarkan Kopitiam Apek ? Kopi dan segala macam variasinya, teh dengan variasinya, chocolate dengan variasinya, telur setengah matang, roti bakar dan roti kukus dengan aneka pilihan isi : srikaya, skippy, coklat, keju atau kombinasinya.

Makanan lain seperti lontomg medan dan menu khusus hari Jum’at, nasi briyani, disediakan oleh pihak ketiga yang ikut menyediakan gerai makanan di kedai kopi tersebut.  Untuk yang ingin makan mie-mie-an, akan dipesankan dari warung di seberang jalan.  Kerjasama yang baik ya. (Y)

Kopitiam Apek dikelola oleh Cici Suyenti, yang sekaligus merupakan generasi ketiga pemilik kedai kopi tersebut.  Seluruh minuman, baik teh dan variannya, kopi dan variannya, chocolate dan variannya serta telur setengah matang dibuat sendiri oleh cici Suyenti di dapur mungilnya di bawah tangga.  Menurut beliau, dia membuat semua sendiri minuman untuk menjaga kualitas produk yang  diberikan pada pelanggan.  Beliau dibantu 3 asistennya, perempuan, yang masing-masing bertugas memanggang roti di tungku berbahan bakar arang, mencuci gelas dan piring kotor, serta sebagai runner alias menerima dan mengantar pesanan.

Saat kami ke sana, di hari ketiga lebaran, semua meja yang jumlahnya tak lebih dari 10, penuh.  Padahal gerai makanan lain yang ada di kedai kopi tersebut belum buka.  Artinya pengunjung hanya datang untuk menikmati minuman dan roti bakar dan aneka mie dari kedai di seberang.  Tapi tetap, meja-meja penuh.  Bahkan pengunjung kadang harus antri dan berdiri di depan pintu masuk, menunggu ada meja yang kosong.

Berapa harga minuman dan makanan di Kopitiam Apek?  Sebagai referensi, teh manis Rp.15K, teh susu dingin Rp.31K, roti bakar srikaya Rp.20K, roti bakar coklat keju Rp.27K dan roti kukus skippy srikaya Rp.23K.   Mehong? Agak yaaa.. Tapi klo dibandingkan dengan rasa dan kualitas minuman dan makanan yang dinikmati, radanya worthed.

Buat yang lagi liburan di Medan dan cari alternatif sarapan, KopitIam Apek yang berlokasi di Jalan Hindu No. 37 Medan ini bisa jadi alternatif.  Silahkan singgah, dan salam buat cici Suyenti. ***