Bagaimana Baiknya, Ya…?

Di lingkungan kerja kita sering kali berhadapan dengan berbagai macam manusia… Perbedaan latar belakang keluarga, budaya, lingkungan pergaulan menyebabkan perbedaan yang seringkali mengagetkan, terkadang lucu dan bisa juga menyebalkan.. Ini beberapa pengalaman yang mengagetkan Tati di kantor yang baru…

Saat baru masuk ke kantor baru, suatu hari Tati disuruh salah satu pegawai yang udah lebih lama di situ buat bikin surat. Tati sebenarnya jarang banget ngonsep surat pake tulis tangan, karena biasanya langsung bikin aja di komputer atau laptop. Tapi karena waktu itu statusnya masih anak baru, yang baru terhitung hari di kantor, Tati gak bawa laptop ke tempat kerja.. Takut dipikir, sombong dan sok gaya… So, waktu disuruh ngonsep, ya Tati coret2 aja di selembar kertas..

Setelah selesai dan Tati tunjukin ke si ibu yang ngasi kerjaan, Tati disuruh ngetik itu surat. Karena gak bawa laptop, Tati terpaksa pake komputer yang ada di ruangan kerja (kalo komputer di kantor siyy, ya asset kantor lah yaa.. bukan milik pribadi seseorang). Tati lalu menghampiri sebuah komputer yang lagi gak dipakai di ruangan tersebut. Ternyata di-password.

Tati lalu bertanya pada salah seorang teman baru yang memang selalu duduk di depan komputer tersebut. Dia masih muda banget dibanding Tati.

Tati : Saya mau pake komputer, tapi komputer-nya di-password. Apa ya passwordnya?

Teman baru, dengan nada ketus yang mengagetkan.. : Mau ngapain?!!!!!!!

Tati : Saya disuruh ngetik surat.

Teman baru itu lalu menghampiri komputer tersebut, memasukkan password, lalu pergi.

Ya ampun, Tati dianggap orang baru yang belum boleh menyentuh peralatan di kantor tersebut. Padahal Tati jauh jauh jauh lebih senior dari teman baru tersebut, sementara dia adalah anak honor yang baru setahun kerja di kantor itu. Dia gak masuk data base Pegawai Honor yang secara bertahap akan diangkat jadi PNS. Masih bisa diberhentikan dengan mudah oleh pihak yang berwenang di kantor.

Kejadian yang sama berulang 2 kali dengan orang yang sama… Saat itu Tati cuma diam, gak bereaksi apa2 terhadap tingkahnya. Tati cuma mengelus dada dan dalam hati berkata, “Aku sudah tua, lebih senior pula., dan aku masuk ruangan ini kan karena ditempatkan di sini. Kok dia gak mikir, ya..?”

Belakangan Tati akhirnya malah melihat bahwa si teman tersebut ternyata benar2 orang muda yang “perjalanannya belum panjang”… Dia suka bersikap seenaknya sama teman2 yang dia pikir “gak ada apa2nya”. Padahal teman yang dia pikir “gak ada apa2nya” itu kedudukannya di lingkungan kantor jauh lebih kuat, karena udah diangkat jadi PNS dengan masa kerja sekian belas tahun jadi pegawai honor. Sementara si teman yang suka bersikap seenaknya baru setahun jadi anak honor… What a shallow person..!!

Kemaren ada kejadian lagi… Ada seorang teman, yang lain lagi. Tapi yang ini udah PNS, usianya lebih muda sekitar 8 tahunan dari Tati & juga lebih pendek masa kerja-nya dari Tati. Hubungan kita gak dekat2 amat. Biasa2 ajalah hubungannya, cuma sesekali ngobrol di lingkungan kantor. Topik pembicaraan juga cuma sekitar kantor, gak lebih. Jadi kayaknya juga belum pantas buat becanda semberengan deeh..

Kemaren dia datang ke ruangan karena ada urusan dengan atasan Tati, ngurus administrasi keuangan dari kegiatan yang mereka kelola. Jadi gak ada hubungannya dengan Tati.. Tati saat itu sedang asyik di depan laptop, membuat telaah staff terhadap suatu usulan kerjaan. Tiba2.. si teman yang lebih muda ini berjalan ke arah Tati dengan ketawa-tawa ngakak dan berkata : Punya materai gak…? Kalau gak punya, aku tekek (jitak bahasa Minang) kepala kau…!!

Tati kaget dengan bahasanya. Mungkin maksudnya siyy becanda.. Tapi pemilihan katanya itu lho.. Kok kayak orang gak tau bagaimana harus berbicara dengan orang yang lebih tua? Kepala itu kan anggota tubuh yang paling dihormati dalam tata krama berbahasa. Kalo dia bilang mau menjitak kepala Tati, itu artinya eksistensi diri Tati gak ada “harga”nya di mata dia. Weiiitttssss…, tunggu dulu. Siapa dia..? Emang gue udah bikin apa sampe gak punya “harga” di mata dia? Emang dia udah bikin apa sampe bisa menganggap gue gak ber”harga”? Tati rasa Tati gak punya hak untuk sombong dalam hidup.. Karena semua yang ada di diri Tati bukan punya Tati. Semua cuma pinjaman dari Sang Maha Pemilik. Tapi, ya gak mau juga lah pinjaman dari Sang Maha Pemilik ini dilecehkan… Kalo dia bilang “ntar kakak saya cubit..!” siyy masih lucu… Lagian dia cari materai ke Tati, yang bukan orang administrasi keuangan, ya kecil lah kemungkinan untuk ada.

Saat kejadian itu, Tati hanya diam dan menunjukkan wajah datar.. Tati berharap “wajah datar tanpa ekspresi” Tati bisa menyampaikan pada teman tersebut bahwa Tati keberatan dengan pilihan kata2nya..

Menurut teman2, gimana baiknya ya ngadapin teman2 kita yang seperti ini…? Hal seperti ini merupakan small stuffs di kantor, tapi tetap aja menimbulkan rasa gak nyaman saat terjadi…

Lalu ada kejadian yang “makna”nya lebih berat lagi.

Seorang teman yang suka ngobrol dengan Tati, yang tahu upaya Tati untuk lebih hati2 dalam melangkah, minta dimasukkan namanya dalam Surat Perjalanan Tugas (SPT) yang udah di-approve boss besar buat Tati dan seorang senior di kantor. Kita rencananya minggu depan akan pergi ke luar kota untuk konsultasi ke sebuah lembaga pusat kajian mengenai suatu pekerjaan. Ceritanya, teman Tati ini lagi diserahi tanggung jawab yang luar biasa besar, tapi belum kelihatan duitnya. Dia berharap kalau dia disetujui untuk masuk dalam SPT tersebut, dia bisa mendapatkan uangnya tanpa harus ikut berangkat. Dan dia udah menyampaikan keinginannya pada si senior yang akan berangkat dengan Tati, dan si senior sudah setuju.

Wadduuuhhhh.., Tati gak pengen ikutan dalam urusan yang begini… Tati bingung mesti gimana.. Di satu sisi Tati ngerti kalo mungkin teman Tati ini lagi BU, butuh uang.. Tapi apa kah memang gak ada jalan lain untuk mengetuk pintu rezeki? Entahlah…

Yang bisa Tati lakukan adalah menelpon teman tersebut, lalu mengatakan bahwa kalo dia mau seperti itu, mohon dia menambahkan sendiri namanya di draft SPT. Nanti suratnya dititip aja di ajudan untuk ditandatangani Boss. Dengan demikian Tati berharap Tati tidak terlibat..

Astagafirullahaladzim, ternyata baru ini yang bisa Tati lakukan dalam menghadapi hal-hal yang “ajaib” dalam di dunia kerja… Tati masih belum bisa mencegah dengan tangan, belum bisa mencegah dengan lisan…

Kalo sama teman yang begini, gimana ngomongnya ya…? Kan gak enak juga kalo sampai dikatain “Sok alim, lu… Kayak gak pernah bermain aja..!!” Waddduuuhhhh… gimana ya supaya teman gak tersinggung?

pics diambil dari http://www.fotosearch.com/photos-images/question-mark.html

Penyanyi kamar Mandi, Return..

Setelah beberapa bulan (persisnya 4 bulan kurang 7 hari), Tati mulai bisa melihat situasi percaturan di dunia baru.. Terus terang…, mengagetkan.. Kadang2 rasanya seperti sedang di Texas, karena banyak cowboy berkeliaran.. Kadang serasa lagi di hutan karena seakan2 no rules.. Padahal tau sendiri, di dunia pemerintahan peraturannya kan di sekeliling pinggang dan di sekujur tubuh… Kok bisa serasa gak ada aturan?

Tapi yang paling membuat kepala Tati berdenyut2 karena Tati harus menjalankan pekerjaan yang perencanaannya tidak terencana… Waaaaaddduuuuuuhhhhh… Gimana mo njalaninya, wong ra genah..! Belum lagi harus berurusan dengan orang2 yang so far di mata Tati hati mereka tuh terlihat baik dan tulus, tapi leletnya minta ammmmmpuuuuunnnnn… Seakan2 kata “tenggat waktu” enggak ada dalam semesta pemikirannya.. Udah gitu, gak berani pula menyampaikan hal2 pahit yang harus disampaikan ke pihak yang lebih tinggi.. Tinggal lah daku yang harus bersabar manarik2 beliau untuk melangkah sesegera mungkin… Tinggal lah daku menerima sindiran boss tentang kerjaan yang gak maju2…. Wayawayawaya….

Keadaan ini membuat pagi hari menjadi tidak menyenangkan karena mikirin gimana caranya supaya ada kemajuan dalam pekerjaan.. Sedangkan sore hari saat keluar kantor merupakan saat Tati merasa lega sesaat… Tapi Tati harus bisa menerima keadaan dan menganggap ini adalah sebuah tantangan.. Lagian dimana siyy di dunia ini ada pekerjaan yang 100% enak dan nyaman… Cuma ya itu… Tati tiap pagi harus berjuang mengalahkan rasa enggan yang ada di diri…

Tadi pagi, seperti biasa Tati berangkat kantor dengan rasa ogah2an.. Berangkat dari rumah jam 07.05 wib. Entah mengapa Tati pengennya muter album Yovie dan Nuno.. Nah pas lagu kedua, Menjaga Hati, mengalun… Tati lalu ikutan nyanyi… NYANYI SEKENCANG-KENCANGNYA…

Tati pikir sbodo amat…. Kan di dalam mobil., siapa juga yang dengar suara Tati yang yahuuuddddd… ? Hehehe… Gak lama, Tati tiba2 MERASA RINGAN, MERASA RILEKS…. RASA BERAT HATI MENUJU KANTOR HILANG… Saat sampai di parkiran, lalu berjalan menuju kantor, rasanya Tati melenggang dengan riang… Subhanallah… TERNYATA OBAT PERIANG HATI ITU GAK SUSAH… CUKUP KEMBALI KE KODRAT… KODRAT sebagi PENYANYI KAMAR MANDI.. Hehehe… So, bukan cuma Batman yang bisa return… Penyanyi Kamar Mandi juga bisa lho…!!

Yess.. DOING “WHAT YOU LOVE TO DO” IS ALWAYS ABLE TO CHEER YOU UP…

A Belated Birthday Wish For Mia…

Beberapa hari yang lalu Tati baru ingat kalo tanggal 17 May 2008 yang lalu, Palmira Permata Bachtiar alias Mia, salah satu sahabat terdekat Tati masa kuliah di Bogor, ultah ke 41..

Beberapa tahun terakhir, sejak Mia pergi ke Belanda buat ngambil PhD-nya kita cuma kontak by email. Itu pun jarang banget.. Masing2 sibuk dengan kehidupannya masing2. Saat ini Mia udah kembali ke Jakarta, tapi komunikasi kita tetap aja cuma by email or MP.

Tati lalu mendrop a birthday wishes di Multiply-nya Mia, tapi kok kelihatannya MP Mia gak di-update sejak beberapa waktu yang lalu… Tati lalu memutuskan buat nelpon.. tapi kayaknya Tati udah gak punya catatan nomor telpon rumahnya di Kompleks Kodam Jatiwaringin, Jakarta. Tati berusaha membongkar memory di otak untuk mengingat nomor tersebut.. Lalu keluar lah nomor 021-861 sekian sekian.. Tapi rasanya ragu… Enggak yakin..

So, sore ini Tati nyoba menghubungi nomor tersebut.. Setelah sekian kali nada panggil, telpon diangkat.. dari sana terdengar suara yang lembut dan ramah.. Suara TANTE JANE, mama-nya Mia.

Tante Jane : Halo…

Tati : Selamat sore, Mia-nya ada Tante..?

Tante Jane : Mia lagi ke NTT, ini siapa ya?

Tati : Ini Sondha, Tante Jane..

Tante Jane : Ya ampun Sondha, kamu kemana aja…? Bertahun-tahun Tante gak pernah dengar kabar kamu? Kamu sudah gak ingat Tante, ya? Sudah gak mau lihat Tante lagi ya?

Tati : Enggak Tante. Terakhir2 kalo ke Jakarta waktu-nya selalu singkat, cuma 2 atau 3 hari.

Tante Jane : Ya sudah, kalo kamu ke Jakarta kamu nginap di sini aja. Dana dari kantor yang untuk bayar hotel bisa kamu simpan..

Tati : Hehehe… Mau-nya siyy begitu Tante. Tapi kalo ke Jakarta kan sering kali juga sama teman2 kantor. jadi ya gak bisa nginap2 sendiri.

Tante Jane : kalo gitu kamu liburan lah ke sini…

Tati : Karena Mama agak kurang sehat hampir 1 1/2 tahun terakhir, Sondha hampir gak pernah liburan ke Jakarta akhir2 ini Tante. Lebih sering pulang ke Medan kalo libur atau long weekend. Ke Jakarta lebih sering karena tugas. Mudah2an segera ada kesempatan, ya Tante.. Saya bisa minta no telpon Mia, Tante ?

Tante Jane : 0816 sekian sekian. Kamu hubungi lah Mia, dia akan senang sekali…

So, setelah memutuskan hubungan telepon dengan Tante Jane, Tati mendial nomor hp Mia… Setelah beberapa nada panggil…

Suara dari sana : Hallooo…..

Tati : Mia, apa kabar…?

Mia : Siapa ini… Sondha, ya?

Tati : Selamat ultah, ya Mi.. semoga panjang umur dan sehat. Gue baru ingat ultah lu beberapa hari yang lalu. Terus gue drop pesan di MP lu. tapi kayaknya lagi gak di-update2.. Apa kabar ?

Mia : Thank you ya. Kabar gue baik. Gue lagi di NTT, jadi-nya MP gue gak di-update2..

Tati : Gue nemu beberapa photo kita di 2 kali ultah lu. satu yang di restoran yang di depan Fakultas Peternakan Jl. Gunung Gede Bogor. Gue gak ingat lagi apa nama resto-nya. Yang sekali lagi di rumah lu, di Jakarta. Lu masih punya photo2 itu..?

Mia : Masih, gue masih punya.

Lalu Tati dan Mia ngobrol beberapa menit tentang perjalanan hidup kita beberapa tahun terakhir, baru mengakhiri pembicaraan dengan janji untuk keep contact.

Sekali lagi, Selamat ultah ya Mia.. Wish you all the best… Ini beberapa dari sekian pics ultah lu yang gue temuin di tumpukan pics jadul gue…

Makan2 ultah ke 20 Mia. Menghadap kamera, ki – ka : Mas Papang, Sondha, Mia dan Opi (sekarang istri Mas Papang).

 

Mengahadap kamera, ki – ka : A-am (si muke baby), mas… (lupa namanya), kak Andri, kak Ismet.

makan2 ultah Mia ke 22 (kalo gak salah). Ki – ka : Kak Sigit, kak ismet, Mia, Sondha, Miko, kak Andri dan Roy (adik Mia)

 

Ki – ka : Riza, kak Sigit, kak Lexy, Sondha dan Mia

 

The 5 Trouble Makers in Cirahayu 4 (kalo Mas Papang bilang, the Gremlins). Ki – ka : Ambriana Novitri Sawil (Opi), Mikosari, Sondha Monalisa Siregar, Palmira Permata Bachtiar (Mia), Riza (siapa ya nama lengkapnya, kok Tati lupa..)

Nonton Bareng "Apa Kata Dunia?" …..

Di awal minggu ini Tati nelpon Venny, secara udah 2 minggu kita gak ketemu setelah pergi nonton Tarix Jabrix di suatu minggu sore.. Setelah ngobrol ngalor ngidul, kita janjian buat Nonton Nagabonar di akhir pekan kali ini.. Tati pengen nonton, setelah ngeliat berita tentang adanya upaya memproses film Nagabonar lama menjadi layak tayang di masa kini…

Eh, dua hari yang lalu Venny nelpon, ngasi tau kalo dia dapat dari Mamanya 2 (dua) tiket Nontong Bareng Nagabonar dengan Gubernur Riau hari Sabtu, 24 Mei 2008 di Riau 21. So, kita bisa nonton film yang kita inginkan dengan gratizzz…. Asyyiikkk….!!!

So, kemaren sore Tati pergi deh dengan Venny ke Mal Seraya tempat dimana Riau 21 berada… Nyampe sana.., ternyata ada boss Tati dan keluarganya juga.. Ternyata, untuk sore ini pemutaran film Nagabonar di studio 1 Riau 21 memang di-block oleh Pemerintah Provinsi Riau dalam rangka memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional, dan tiketnya dibagi2kan ke masyarakat..

Beberapa menit menjelang jam 17.00, Gubernur Riau bersama beberapa pemeran tokoh2 di film tersebut, antara lain Dedi Mizwar (Nagabonar), Nurul Arifin (Kirana) dan Afrizal Anoda (si Bujang yang mati dimakan cacing), muncul di lobby bioskop. Tampak hadir juga Mi’ing Bagito dan seorang pelawak yang kerap muncul di TV tapi Tati gak ingat namanya..

Setelah didahului dengan kata sambutan Gubernur, yang telah direkam sebelumnya, acara nonton dimulai..

Film ini benar2 jadi makin asyik buat ditonton.. Apalagi sound-nya jadi luar biasa setelah memanfaatkan teknologi saat ini. Ada di suatu scene, saat Emak si Nagabonar memanggil2 anaknya yang “jendral”, suara si Emak yang cempreng muncul dari speaker yang berada di belakang penonton, sehingga kesannya suara itu datang dari luar layar yang sedang menayangkan gambar Nagabonar.. Kerja yang luar biasa dari pihak yang memproses ulang film ini…

Buat Tati, ada rasa tersendiri menonton kembali film ini. Saat film ini dibuat tahun 1987, adalah masa2 Tati masih mahasiswa dan tergila2 dengan yang namanya bioskop. Masa dimana hampir tiada minggu yang tidak diisi dengan acara nonton. Tati udah gak ingat di bioskop mana Tati menonton film ini.. Entah di bioskop Sukasari atau di Galaxy-Century Tajur. Juga entah dengan siapa…

Kalo dulu rasanya film ini dimata Tati adalah film humor dengan setting perang kemerdekaan, dengan tokoh pencopet yang dodol dan menjadi pahlawan karena situasi perang. Kali ini Tati melihat bahwa Nagabonar adalah tokoh yang cerdas, punya hati dan sensitif dibalik segala ke-dodol-annya.. Naga adalah sosok cerdas yang gak makan sekolahan tapi jauh lebih cerdas dari anak buahnya yang makan sekolahan (Tati lupa siapa nama tokoh yang diperankan oleh Wawan Wanizar ini). Nagabonar juga mewakili sosok yang gak makan sekolahan tapi jauh lebih punya hati dari anak buahnya yang makan sekolahan tapi otaknya lebih mikirin keuntungan pribadi di zaman susah, dengan bisnis beras dan muasin syahwat sehingga menyebabkan anak gadis orang hamil di luar nikah. Semoga tokoh Nagabonar bisa menjadi cerminan bagi kita2 generasi Indonesia saat ini yang jauh lebih makan sekolahan dari pada Nagabonar, agar kita bisa menjadi lebih cerdas dan punya hati dalam berpikir dan bertindak…

Aktingnya Dedi Mizwar di film ini memang luar biasa… Salut banget… Bahasa tubuhnya bener2 menghidupkan sosok Nagabonar sehingga benar2 terlihat dodol banget.. Sekali lagi salut buat abang kita yang satu ini.. Semoga beliau diberi umur yang panjang, keteguhan hati dan energi yang besar untuk berperan dalam menjayakan film Indonesia kembali. Sehingga industri film kita tidak hanya memproduksi film2 hantu dan komedi sex (mengutip kata2 Dedi Mizwar dalam sambutannya).

Tapi di sisi lain, Tati mikir apa masih ada ya sosok dengan pikiran seperti Kirana di masa sekarang, di masa tuntutan akan “penampilan” dan materi yang semakin kuat..? Mudah2an masih ya.. Mudah2an manusia2 Indonesia bisa menjadi manusia 2 yang bisa membaca dengan hati, tidak sekedar melihat segala sesuatu dari cover-nya…

Puas dengan film yang luar biasa ini, para penonton memberikan standing ovation bagi para pendukung film yang hadir dalam acara nonton bareng ini. Mereka didampingi Gubernur Riau maju ke bagian depan studio, untuk menerima penghormatan dari penonton. Dedi Mizwar dalam kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Riau yang sudah mendukung upaya menghidupkan kembali industri film Indonesia. Dan menurut Dedi bukan tidak mungkin suatu saat Riau akan bisa menjadi salah satu daerah di Indonesia yang berperan besar di dalam industri film Indonesia.

Waduh gimana reaksi Nanda (besar) kalo denger omongan Dedi Mizwar ini ya…? Sorry ya Nan, Tati nonton bareng sama tokoh idola Nanda, di Pekanbaru pulaaa…. Hehehe..


Selamat Ulang Tahun Papa..

Our beloved Papa...

Kemaren Papa ulang tahun ke 70… Rencananya kita akan merayakannya di awal Juli 2008 di Sipirok, saat anak2 libur sekolah, jadi semua anggota keluarga bisa kumpul…

Selamat ulang tahun ya Pa.. Semoga selalu dalam lindungan Alloh, selalu sehat dan bisa menikmati2 hari2 yang menyenangkan.. Semoga masih diberi usia yang berkah, agar kami anak2 Papa bisa membahagiakan Papa…  Semoga kami masih bisa merasakan hari2 dimana kami punya tempat bersandar dalam menghadapi perjalanan kehidupan…

I love you….

Asisten (Tak) Luar Biasa…

Waktu ke Medan beberapa hari yang lalu, Tati sempat nganteri Mama dan 2 orang yang kerja di rumah (mbak Mintje dan Matias) buat bersih2 rumah. Nahh… di satu rak Tati ngeliat kotak yang ketika dibuka ternyata berisi banyak foto2 jadul Tati zaman kuliah di Bogor… Beberapa lembar di antaranya adalah Pics Tati dengan teman2 sesama Asisten Tak Luar Biasa Pengantar Ilmu Kependudukan. Mata kuliah ini diajarkan oleh pak Said Rusli di Fakultas Pertanian di IPB.

Kenapa dikasi istilah Asisten Luar Biasa, ya? Kalo menurut Tati gak ada kok tugas yang luar biasa dalam menjalankan tugas sebagai Asisten di mata kuliah ini… Gak ada yang beresiko tinggi, atau membutuhkan pengorbanan yang besar dalam menjalankan tugas ini. Sebaliknya malah fun2 aja tuh buat kita.. Emang ngapain aja siyy kalo jadi asisten ? Ya seperti asisten dosen biasa… : ngebantuin para adik tingkat saat praktikum, berlatih hitung menghitung rumus2 yang ada di ilmu kependudukan, dsb.

Ada satu cerita seru saat sempat dua semester jadi asisten di mata kuliah ini.. Ceritanya waktu itu ada salah satu praktikan yang punya beban masalah pribadi. Mungkin karena beban pikiran yang udah mbulet…, dia selalu bersikap memusuhi lingkungan.. Sekali waktu, saat para asisten udah membagikan bahan praktikum kepada dia dan juga praktikan2 lain, beliau bukannya mengerjakan tugas praktikum, tapi malah merobek kertas soal yang telah diberikan padanya… Waddduuuhhh…. Teman2 sesama asisten langsung saling larak lirik, melihat reaksi sesama kita terhadap persoalan tersebut.. Lalu salah satu dari kita menghampiri dan memberikan pengertian bahwa yang rugi karena dia merobek tugasnya adalah dirinya sendiri, bukan kita para asisten.., dan kami gak keberatan kalo harus memberi waktu dan perhatian yang extra buat membantu dia memahami pelajaran ini. Mula2 dia diaaaaammmmmm, tapi beberapa waktu kemudian dia menghampiri salah satu asisten dan minta diberikan soal2 tersebut sekali lagi.. Kita ya seneng banget doonnkk…. Alhamdulillah… Btw. dimana praktikan itu sekarang, ya..? Mudah2an dia jadi orang yang sukses ya…

Btw pics ini kan lokasinya di Jurusan Sosek Faperta di Baranang Siang Bogor. Beberapa tahun yang lalu, Tati sengaja ke kampus itu lagi.. Kangen pengen liat lagi… Ternyata bangunan2 di situ udah gak digunakan lagi buat perkuliahan, karena udah pindah ke Kampus Dramaga. Bangunan2 tersebut digunakan buat kantor Pusat Studi apa gitu… Tati merasa ada yang berubah, ada yang hilang… Lorong2 di kampus itu sepi… Jiwa kampus yang dulu mengisi hari2 Tati dan teman2 udah gak ada lagi… kenapa ya…? Setelah Tati pikir2… Kayaknya itu karena gak ada suara gelak tawa dan canda mahasiswa dan mahasiswi yang duduk2 di pelataran menunggu saat masuk kuliah, saat konsultasi dengan dosen dll. Gak ada teriakan2 para trouble maker yang suka semberengan… Hehehe… Ternyata… jiwa kampus itu diisi oleh jiwa2 mahasiswanya…

Saat itu rasanya Tati jadi rindu sama teman2 se-jurusan, terutama teman2 main selama di Sosek (Linda, Idin, Venny dll), terutama para trouble maker yang suaranya selalu bergema ke sepenjuru Sosek. Hehehe. Tati jadi kangen banget sama Linda Omar, teman sekamar di Pangrango 16 dan sekaligus sejurusan, sehingga kita selalu jalan bareng selama saat2 penyusunan skripsi. Saling menemani saat harus berjam-jam bahkan berhari2 menunggu dosen buat konsultasi.. Dimana ya teman2ku itu…? Mudah2an sehat2 dan bahagia ya…

Si Nona Bergigi 1 1/2..

Seperti biasanya kalo Tati ke Medan, bisa dipastikan Nanda akan jadi buntut Wowo-nya… Nah saat ke Medan akhir pekan lalu, begitu nyampe di Medan Jum’at siang, Tati langsung telpon Nanda buat ngasi tau kalo Wowo-nya udah di Medan.. Nanda siyy langsung minta dijemput.. Tapi Tante Po dan Enek bilang jangan dulu, supaya Tati bisa fokus ke ujian WAPERD. So, Nanda baru dijemput hari Sabtu sore di tempat les robotik.

Begitu liat Tati, Nanda langsung menghampiri dan teriak…. “Wowo……………………..!!!!!” Hhhhhmmmmm…..  Hati Tati langsung senang banget rasanya…  Saat Nanda mendekat dan tersenyum, Tati baru ngeliat bahwa putri Wowo ini sedang mengalami proses regenerasi gigi.. Gigi susu bagian atasnya yang satu udah ganti, dan yang satunya lagi SETENGAH, alias baru keluar dan belum penuh… Lucu banget… dan malah bikin Nanda kelihatannya jadi lebih imut-imut… Hehehe..

Kebetulan pas kita main2 di Sun Plaza hari Senin sore, Nanda ngajak Wowo-nya bikin foto di foto box.. Di foto yang satu Nanda berusaha menutupi gigi 1 1/2-nya dengan mingkem abis…. Tapi di foto yang satunya lagi, dia gak bisa menahan senyum manis-nya, sehingga kelihatan deh tuh si gigi yang masih 1 1/2.. Hehehe.. Kalo menurut Tati siyy senyum Nanda kelihatan lebih cantik dengan gigi 1 1/2…

Hmmmmmm dasar emak2… Mau anaknya lagi kayak apa, pasti di mata-nya, di hatinya, di pikirannya, ANAK TERSEBUT ADALAH ANAK YANG TERCANTIK DI MUKA BUMI…. Hehehe…

 

Rezeki….

Sebagai orang yang juga bekerja sebagai freelance marketing Tati juga berurusan dengan yang namanya tenggat waktu, kalo di Manulife istilahnya close off. Terkadang Tati terhege2 juga kalo udah dikejar close off day sementara urusan di kantor juga membutuhkan pikiran yang banyak. Kalo udah gitu kadang2 pikiran stress juga…

Hari ini adalah close off day untuk bulan May 2008 di Manulife. Sejak 2 minggu yang lalu salah seorang kenalan yang Tati prospek sejak 2 bulan yang lalu menyatakan berminat untuk mengambil produk unit link dari Tati. Cuma dia masih butuh waktu buat meyakinkan dirinya bahwa pilihan investasinya ini adalah pilihan yang tepat. Tati lalu memberikan spare time buat beliau supaya keputusan yang dilakukannya benar2 mantap. Namun Tati juga membuat target agar transaksi beliau masuk di bulan ini. Tapi sampai pertengahan minggu lalu, beliau masih belum bisa ngasi keputusan.. Karena harus pergi buat ujian WAPERD ke Medan akhir pekan yang lalu, dan sekaligus mengunjungi Papa dan Mama, maka urusan dengan nasabah ini terpaksa Tati pending sampai pulang dari Medan. Keputusan yang risky banget.. karena anything can happened at anytime… Memang siyy selama di Medan Tati tetap berupaya memberikan pengertian2 yang mendorong kenalan tsb bisa segera mengambil kepurusan.

So begitu nyampe Pekanbaru kemaren, Tati mengirim sms kepada kenalan tersebut untuk membuat janji jam berapa Tati bisa datang menemui beliau hari ini. Tapi tak satu sms pun dijawab. Tadi pagi Tati mencoba kembali menghubungi, tapi gak dijawab, meski berkali2 ditelpon. Pikiran negatif mulai menyerbu pikiran, tapi Tati mencoba bertahan untuk berpikir positif dan tetap berusaha menghubungi. Sekitar jam 13-an baru telpon tersebut diangkat, oleh ibundanya. Ternyata hp beliau ketinggalan di rumah. Ooaaaallllllaaaaaaaaahhhhhh…. Pantas gak diangkat2. Tati lalu mencoba menghubungi nomor telepon kantornya, ternyata beliau lagi online. Sekali lagi Tati belum mau menyerah… Jam 13.30 Tati mencoba kembali menelpon, ternyata beliau sendiri yang menerima dan beliau mempersilahkan Tati untuk datang ke kantornya untuk memproses transaksi.

Tati langsung pergi ke kantor beliau dan sampai di sana sekitar jam 14-an.. Setelah memeriksa kelengkapan berkas beliau, Tati langsung mengarahkan mobil ke BCA, karena kalo mau terhitung sebagai transaksi bulan May, premi sudah harus ditransfer hari ini. Saat sampai di depan BCA jam di dashboard mobil menunjukkan jam 14.55. Waddduuuhhh, jam operasional BCA kan cuma sampai 14.30.. Tati jadi deg2an. Ternyata BCA masih buka, dan Tati dipersilahkan bertransaksi. Kayaknya Tati adalah nasabah terakhir hari ini di BCA Juanda Pekanbaru, karena begitu Tati masuk, pintu bank ditutup oleh satpam sebagi tanda tidak menerima nasabah lagi.

Melihat apa yang terjadi hari ini, Tati pikir luar biasa banget ya yang namanya REZEKI.. Alhamdulillah. Selagi itu memang rezeki kita, akan ada aja caranya sehingga terealisasi… Di sisi lain, kitanya juga harus berjuang tanpa rasa putus asa dan melawan pikiran negatif sehingga tidak membelenggu diri dan menghentikan usaha kita.. WHAT A GREAT LESSON…

Terima kasih atas rezekinya ya Allah, terima kasih juga akan pelajarannya…

Coba Lihat Langit di Luar Sana…

Postingan seorang teman membuat Tati ingat pada suatu masa.. Ketika di suatu malam tanpa ada preambul seorang lelaki yang masih ada hubungan kerabat tapi tinggal di kota yang berbeda mengirimkan sms yang berbunyi : “Dek, coba lihat langit di luar sana, indah kan?”

Asli, Tati terpongok bingung bin gak ngerti kamsud nya sms ini apa. Orang ini tidak pernah menyapa Tati dengan “dek”, biasanya selalu memanggil nama. Dengan cuek dan sablenk Tati balas : “Maksudnya apa niyyy? Salah kirim, ya?”

Beliau : “Cobalah lihat ke luar rumah. Lagi bulan purnama juga kan di sana? Indah bukan?”

Waaaddddduuuuhhhh, makin gak ngerti ajah niyyy.. Tapi kok hati jadi ketar ketir ya?

Tati : “Saya lagi di dalam rumah, lagi nonton TV, dan malas banget keluar rumah. Ada apa ya?”

Beliau lagi : “Kamu kok gak ngerti sih? Atau pura2 gak ngerti..? Saya pengen bicara serius dengan kamu. Cobalah untuk mengerti perasaan saya”

Tati : “Saya gak ngerti. Kamu mau ngomong apa?”

Lagi2 beliau : “Kamu mau gak jadi istri saya? Membantu saya mengurus anak2 saya..?”

Guubbbbbbrrrrrrrrraaaaaaaakkkkkk…… Tati kaget banget…. Jantung serasa mau copot. Secara Tati menganggap beliau udah seperti saudara. Gak kepikir punya hubungan di luar yang ada selama ini… Tati ngerti hidupnya cukup rumit dan berat karena harus mengurus 2 anak perempuan yang sudah mulai remaja setelah beberapa tahun yang lalu dia memutuskan berpisah dengan mantan istrinya.

Tati : “Kita tuh udah kayak adik beradik, lho. Saya gak kepikiran punya hubungan di luar yang sudah ada.”

Beliau : “Tapi kamu juga belum menikah di usia segini, kan? Apalagi yang kamu tunggu? Saya percaya kamu akan bisa menjadi ibu yang baik buat anak2 saya.”

Sekali lagi guuuubbbrrrrrraaaaakkkkkk….. Tati yang dodol abis begini…? Aihhh mata ini orang kemana siyyy? Masa dia gak tau kalo Tati tuh dodol surodol…? Tapi sebagai orang yang udah mulai tua, Tati berusaha menjawab sebijak tidak mungkin…

Tati : “Terima kasih kamu udah percaya dengan saya. Saya merasa sangat dihormati, tapi saya gak punya perasaan yang lebih buat kamu. Lagi pula ada suatu perbedaan yang sangat mendasar di antara kita. Sesuatu yang gak bisa ditawar-tawar menurut saya. Kamu tau tentang itu kan?”

Beliau : “Kalau perbedaan yang itu, saya tahu. Tapi saya pikir kamu akan bisa berubah dan mengikuti jalan saya.”

Sekali lagi gubraaakkkk… gubraaaakkkk…. gubbbbrrrrraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkk…. Subhanallah, ini cobaan, ini ujian buat Tati. But, he really2 doesn’t know me…

Tati : “Kamu berarti gak kenal dengan saya. Cobalah mengerti saya, pilihan hidup saya. Percayalah kamu akan menemukan perempuan yang jauh lebih baik dari saya, yang lebih cocok dengan kamu.”

Beliau : “Kalau kamu saja, yang saya udah lihat bisa dekat dengan anak2 saya, gak mau jadi istri saya. Perempuan mana lagi yang bisa saya percaya untuk mendampingi saya dan mengurus anak2 saya? Perempuan mana lagi yang bisa bikin saya yakin dia gak akan menghianati saya, menyakiti saya dan anak2 saya? Saya pikir saya tidak akan menikah lagi kecuali dengan kamu”

Tati : “Mohon mengertilah tentang saya. Jangan pojokkan saya dengan keinginan kamu. Tetaplah menjadi saudara laki-laki buat saya.”

Beliau : “Saya benar2 kesepian dan butuh perempuan yang saya yakin bisa menjadi istri saya, ibu anak2 saya. Dan saya yakin perempuan itu kamu”

Tati benar2 gak yau mau balas apa sms terakhir itu… So, obrolan by sms malam itu terputus sampai di situ, tapi masih ada beberapa komunikasi senada by phone dalam beberapa bulan. Butuh waktu untuk meyakinkan beliau bahwa akan ada perempuan lain yang lebih sesuai baginya. Butuh waktu untuk “memaksa” beliau menerima pilihan hidup Tati, pilihan akan sesuatu yang sangat esensial dalam hidup.

Semoga beliau segera menemukan pasangan yang tepat bagi dirinya dan bagi anak2nya.. .

Dan semoga Alloh selalu berkenan melindungi Tati, memberikan hidayah untuk berjalan di jalan yang dikehendaki-Nya. Semoga Alloh berkenan memberikan pasangan hidup yang akan membawa Tati menjadi hamba Alloh yang lebih baik. Amin ya Rabbal Alamin.

Masih Tentang Nai Bona Gajah Kecil Berbelalai Panjang…

Postingan Tati yang ini, yang aslinya diposting di sini, kayaknya jadi punya cerita yang panjang niyy..

Setelah di-reposting di Toba Dream oleh Raja Huta, ternyata juga dihubung-hubungkan dengan suatu yang “hipotesis yang ajaib” oleh seseorang yang “luar biasa pelupa”. Tati mengasumsikan orang tersebut “luar biasa pelupa”, dari pada berburuk sangka menuduh beliau memang menyembunyikan identitasnya. Karena orang tersebut ingat untuk menulis comment di postingan ini tentang sesuatu hal secara begitu panjang lebar, tapi dia lupa menulis identitasnya. Mudah2an beliau memang lupa, bukan lempar batu sembunyi tangan setelah dengan menebar isu chauvinism tak berdasar melalui blog Tati.

Dengan sepenuh hati Tati sampaikan, postingan ini gak ada tujuan mendiskreditkan varian2 Batak yang lain. Tulisan ini hanya Tati buat berdasarkan rasa dan pikiran yang ada pada Tati selama ini.. Dengan segala kerendahan hati Tati mohonkan maaf..

Tati di usia muda sebenarnya gak peduli dengan “kebatakan” Tati. Karena tidak merasa itu sebagai sesuatu yang istimewa, yang luar biasa. Apalagi di keluarga, ortu sebagaimana para lelaki Batak meski sayang banget sama boru-nya tapi kan cenderung gak eskpresif, malahan cenderung terlalu protektif. Akibatnya di usia belia Tati terkadang mikir, “Gue disayang atau cuma dijaga supaya gak melanggar segala keinginan, cita2 dan mimpi para ortu, ya?”. Sementara kalangan Batak yang ada di lingkungan tempat tinggal (setelah pindah rumah ke daerah Sukajadi-Pekanbaru), yang Tati lihat sebagian besar adalah kalangan Batak yang ngomong “suke2 die” (kata orang Melayu), dengan suara yang kencang pula.  Seakan gak mikir perasaan orang. Bahkan sebagian dari mereka menghabiskan waktu di lapo tuak yang menjual tuak dari kelapa dan juga menjual masakan berbahan “biang”, yang buat kerabat Tati tidak tergolong bahan makanan.

Butuh waktu untuk memahami cara mencintai para orang tua berdarah batak pada anak cucunya.. Butuh perjalanan yang panjang untuk memahami bahwa orang batak itu punya integritas pribadi yang luar biasa, punya komitmen yang kuat tentang upaya memajukan generasi penerus…

Masa kecil Tati sama sekali tidak didominasi oleh budaya Batak. Tati besar di lingkungan yang majemuk. Meski di lingkungan rumah di kompleks Gubernur Pekanbaru cukup banyak orang Batak, tapi keluarga kami lebih dekat dengan keluarga Hasan Basri yang orang Payakumbuh. Anak2 keluarga Hasan Basri ikut membantu mengurus Tati hari ke hari. Kami juga dekat dengan orang2 Melayu, bahkan Tati seringkali menghabiskan akhir pekan di acara2 pernikahan keluarga Melayu.

Begitu pun saat menjalani kehidupan di Kampus Rakyat Tati lebih cenderung untuk tidak berkumpul dengan orang2 Batak. Gak ada alasan spesifik kenapa begitu. Kayaknya hanya karena berasal dari Riau, Tati lebih cenderung ikut perkumpulan mahasiswa asal Riau yang sebagian anggotanya Tati kenal, karena mereka teman atau kakak kelas sejak di Sekolah Dasar. Tapi itu pun gak mendominasi hari2 Tati. Saat itu Tati lebih berpikir untuk mengenal kehidupan yang lebih dari yang pernah Tati ketahui. Bergaul dengan teman2 dari daerah lain, dengan latar budaya yang berbeda untuk memperkaya wawasan. So, teman2 Tati saat itu lebih banyak anak2 bukan Batak dan bukan Riau.

Upaya untuk memahami tentang keluarga yang keturunan Batak muncul saat keluarga mengadakan upacara Upah2 ketika Tati lulus S1. Di acara itu para orang tua menyampaikan selamat atas apa yang udah Tati capai, sekaligus mengingatkan bahwa apa yang Tati capai dalam hidup Tati sebenarnya hanya sebagian kecil saja yang merupakan hasil perjuangan Tati. Selebihnya adalah hasil jerih payah orang tua dan generasi demi generasi sebelumnya. Alhamdulillah keluarga Tati adalah keluarga yang peduli dengan kemajuan anak cucunya. Dan kepedulian mereka terbentuk dari ajaran generasi sebelum mereka, yang berdarah Batak.

So, kenapa Tati tidak harus bangga menjadi orang Batak? Mungkin istilah yang lebih tepat adalah tidak merasa malu menjadi orang Batak, dan menghargai leluhur atas apa yang sudah mereka lakukan buat kita. Tapi tentu saja bukan bangga yang berlebihan, yang melahirkan chauvinism tak berdasar. Karena etnis lain pun pasti punya kelebihan juga, yang justru mungkin bisa membantu kita menjadi orang-orang yang lebih baik. Kayaknya pikiran ini sejalan dengan semangat nasionalis yang sedang digaungkan kembali dalam rangka Peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Lagi pula semua manusia sama di mata Alloh SWT, yang membedakannya hanyalah iman dan ketaqwaannya kepada Alloh SWT. Bukan begitu teman-teman?

Nganterin Emak2 Belanja…

Teman2 dari Manulife Pekanbaru (Pak Ardi si Branch Manager, Nunung si Unit Manager, Een dan Dewi serta Fadri) ternyata beneran ke Brastagi sabtu sore 17 May 2008.   Tati gak ikutan..? Pengen2 enggak siyy… , Pengen jalan tapi karena udah lama gak pulang ke Medan kayaknya mendingan di rumah deh sama keluarga.  Lagian kalo pergi bisa2 dicemberutin Mama…  Iya.. entah kenapa Mama itu, kalo Tati pulang ke  Medan gak boleh kemana2..  Sementara kalo yang lain pulang, silahkan aja deeh mau kemana, pulang jam berapa ajaahhh… Heran deehh,  aachhh.. !!!  Waktu pulang ke Medan bulan Desember 2007 yang lalu, Tati kan sempat ke Brastagi sama Nanda dan Mama Nhoya tuuhhh…. Pulangnya kita dicemberutinn… Gimana kalo kita waktu itu pake nginap seperti maunya Nanda ya…?  Bisa2 gak dibukain pintu…  Hehehe…

Teman2 dari Manulife Pekanbaru nginap di Brastagi cuma semalam, minggu pagi 18 May 2008 mereka udah balik lagi ke Medan.  Begitu nyampe Medan lagi, mereka telpon Tati karena Tati udah janji buat jadi penunjuk jalan para emak2 mau belanja.. So, here the story….

Tati dan buntutnya, nemuin para Manulifers di KFC Mongonsidi.  Ceritanya mereka dari Brastagi langsung ke Bandara Polonia buat nganteri Fadli yang pulang ke Pku by plane.  So karena gak tau jalan, jadi mereka main nyusur aja, dan ngeliat KFC terus berenti dah di situ..  Saat ditelpon Tati ama Nanda sedang menikmati Nasi Goreng Kari di City Ice Cream Cafe di Medan Fair Plaza.  So kita langsung deh ke KFC Mongonsidi..  Kita jalan dengan 2 mobil, 1 mobil dari Pku, 1 nya lgi mobil-nya Odang, Tati pinjam.  Een selama muter2 di Medan ikut di mobil Tati dan Nanda.  Sebenarnya Tati udah nawarin Pak Ardi buat istirahat di rumah aja, karena bakalan nyetir malamnya dari Medan ke Pku.  Biar kita para emak2 ngider dengan 1 mobil ajaahhh.  Tapi doski gak mau..  Sungkan dan lebih seneng tidur di parkiran sambil nunggu emak2 belanja…  Ya sud lah yaaa…

Dari Mongonsidi, teman2 katanya mau ditunjukin jalan ke Bolu Meranti, yang udah diorder hari Jum’at sore sepulang kita dari kunjungan ke kantor Manulife Medan.  So, ke sanalah kita, tapi Tati sengaja bawa mereka lewat Jl. Mojopahit yang 90,000% penghuninya adalah penjual bika ambon.  Begitu masuk jalan Mojopahit dan ngelihat plang nama bika ambon Zulaikha yang terkenal itu, teman2 langsung minta berhenti dulu…  Hhhhmmmm emak2 mulai deehh belanja…  Iya, Zulaikha ini gak cuma jual bika tapi udah semacam supermarket yang ngejual berbagai macam makan oleh2 khas Medan. Dari mulai bika ambon, bolu gulung, sirup markisa, sirup terong belanda, segala kacang2an, manisan buah bahkan sampe teng2 jambu klutuk (guava) juga ada..  Nanda aja sampe ikutan belanja juga… Dia minta dibeliin sirup markisa yang tester-nya dikasi penjaga toko ke dia.. Pintar juga tuh penjaga toko…

Dari Zulaikha, kita akhirnya ke Bolu Meranti di Jl. Kruing.  Ternyata emak2 ini emang daasssyyyyaaaatttt…  Masa pesan Bolu Merantinya sampai 4 kardus yang rata2 isi 6 sampai 8.  Mau buka cabang di Pekanbaru..?  Untung tati pulang ke Pku-nya gak ikut mereka, ya…  Karena bisa2 gak muat…  Kursi di baris ketiga Avanza mereka udah dilipat dan penuh dengan barang…  Padahal itu tempat duduknya Dewi waktu kita dari Pku ke Medan..

Dari Bolu Meranti, mereka pengen diantar ke tempat belanja baju2 dan kain2..  Setau Tati siyyy kalo nyari kain2 di Medan ya di Pajak Ikan Lama.  So kita ke sana, dan sesuai pesan Tante Po kita parkirnya di depan Tip Top di daerah Kesawan aja..   Sampe di sana, para emak2 itu plengak plengok…  Pada liat2 jilbab yang lucu2..  Tau2 Dewi ngomong “Kak, katanya siyy baju yang bagus2 itu di Pasar Petisah.  Bawa kami ke sanlah…”  Busssettt daaahhh….!! Pasar Petisah…? Setau Tati siyy di situ banyakan baju2 yang dari Jawa, gak beda ama yang dijual di Pasar Sukaramai Pekanbaru.  Kalo mau yang lucu2 buatan Korea maahh di Thamrin, di Deli atau sekalian di Pasar Rami.  Tapi Tati juga udah jarang nyari baju di Medan, terakhir2 malah lebih senang beli baju di Heritage atau Blossom di Bandung.  Jadi gak gitu tau juga kemana berburu baju di Medan.  So Tati ikutin aja maunya si Dewi …

As I guessed before, barang2 di Petisah itu ya gak banyak beda sama yang di Pasar Sukaramai Pekanbaru.  Tapi dasar emak2..  Gitu masuk ke pasar semua pada sibuk masing2…  Nyebar nyari apa yang dimau.. Tinggal lah  Tati, Nanda dan Een..  Tapi akhirnya Een juga hilang dari pandangan…  Dari pada pongok, Tati akhirnya ngajak Nanda makan pecel di selasaran Pasar Petisah..  Pecel khas Medan, buatan para Pujakesuma (putra Jawa kelahiran Sumatera), terdiri dari sayur2an plus mie, yang bisa pilih, bihun, mie lidi (mie kuning tapi ukurannya gede2) atau mitiaw alias kwetiaw, diguyur bumbu pecel yang hhhhmmmm enak banget karena bumbu2nya berasa..  Di situ juga ada makanan tambahan berupa sate telur puyuh, sate kerang, bakwan, ongol2 dan getuk…  Weeeiiiizzzzz…  Bisa bikin lupa kalo badan udah kayak lemper..  Hehehe..

Emak2 itu ternyata luaaaammmmaa banget di dalam pasar.. Asli emak2…, segala dibeli..  Tati mulai gerah, secara Nanda yang mulai bosan juga mulai beraksi..: manjat sana sini yang bikin Tati deg2an..  Tati akhirnya nelpon para emak2, ngasi tau  kalo Tati tuh nunggu di depan..  Tapi ternyata masiyy pada lama keluarnya..  Begitu mereka pada keluar dari pasar, para emak2 langsung masuk ke mobil mereka..  Kita jalan beriringan sampai ke Jl. Iskandar Muda.  Tati dan Nanda menuju rumah…  Mereka terus jalan sesuai dengan petujuk Tati : lampu merah belok kiri ke Jl. Gajah Mada, ketemu perempatan ke Kampung Keling belok kanan, lalu terus sampai lampu merah berikutnya ke Jl. Sudirman, lalu terus aja sampai simpang Waspada belok kanan ke Jl. Katamso, ketemu pertigaan Istana Maimoon belok kiri, ketemu perempatan Mesjid Raya belok kanan ke Jl. Sisingamangaraja…  Laluuuuuuu ikutin rambu2 jalan berikutnya, Anda akan sampai di Pekanbaru..  Hehehe..

Have a safe travel ya…!!!

Bersenang-senang di Medan..

Sabtu 17 May, jam 07.30 Tati udah ke hotel Danau Toba.  Langsung ke ruang Dell tempat ujian buat registrasi.  Setelahnya baru bareng Mila, mantan Unit Manager Tati yang udah jadi branch manager di cabang Batam, naik ke kamar tempat Mila nginap buat nerusin baca2 bahan ujian..  Cieeeee kesannya tekun ya..? Padahal preparationnya minim banget…  Mana malam sebelumnya sulit banget buat belajar, karena badan rasanya sakit karena kecapekan setelah 17 jam perjalanan.  Waktu mau pergi ke Hotel Danau Toba, Tati sempat bilang ke Papa kalo Tati rada cemas gak bisa ngerjain karena preparation yang minim.  Papa jawabnya assoyy deh… Papa bilang “Emang tujuan kamu ke Medan buat ujian..? Kan tujuan utama kamu ke sini buat ketemu Papa Mama, jadi gak usah cemas dengan ujian, santai ajaahhhh… ”  Hihihihi… hebat kan Papa-ku..? Selalu berusaha membuat anaknya yang pencemas ini feel easier…

Ujian WAPERD berlangsung sekitar 2 jam.  Bubaran jam 11.20.  Tante Po yang pagi2 nganterin Tati udah nunggu di depan ruang ujian, so kita langsung pergi deh setelah say bye2 sama teman2 dari Pekanbaru yang rencananya mau piknik ke Brastagi.  Begitu mobil bergerak, Tante Po langsung nanya Tati lapar apa enggakk…? Ya laper lah yaawww… Laper banget..  Secara pagi2 sarapannya gak nafsu karena cemas, lalu ujian pula 2 jam di ruang ber-AC yang lumayan dingin…  Tante Po mau ngajak makan  miso yang katanya enak banget…  Ternyata tukang miso itu nongkrongnya di sekitar Yayasan Pendidikan Harapan.  Miso-nya dihidangkan dengan lumpia goreng dan sate kerang…  Hmmmmm…. Bener2 gak bisa ditolak…., enak kali baaahhhh…!! Mana acara makannya ditutup pula dengan es jeruk yang segaarrr….  Jadi pengen ke sana lagi niyy…

Habis makan, Tante Po bilang, “kaki dan badan kakak pegel, kan..? kita ke tempat pijit refleksi yuukkk…?”  Busset deehhhh… Mimpi apa Tante Po tadi malam kok baik banget hari ini….?  Hehehe.  Tante Po ngajak ke tukang pijat refleksi langganannya, tempatnya siyy gak istimewa, tapi lumayan nyaman karena sejuk dan kursinya juga empuk..  Pijitannya….?  Buseettt deeehhhhhh….. Di beberapa titik tuh sakit banget…  Tapi setelahnya badan terasa ringan…  Layak direkom niyy…

Habis dari pijat refleksi, kita pulang karena Mama dan Papa udah nungguin…  Biasa, anak kesayangannya kan lagi ada di Medan, jadi ditungu2 kalo pergi…  Setelah istirahat jam 16.00-an Tati dan Tante Po pergi jemput Ananda les robotik.  Dari sana Tati dan Ananda diantar ke Hotel Danau Toba buat nganterin Ananda berenang.  Mamanya udah nunggu di sana..  Sementara Tante Po pulang buat jemput Enek, Mamanya Tati, supaya kita bisa pergi makan malam bareng..  Kalo Odang, papanya Tati, jangan ditanya deehh…  Selalu ada kegiatan dengan teman2nya di sore hari..

Selesai Ananda berenang kita pergi makan malam, kali ini ke Ayam Penyet “Ria” di Jl. Mongonsidi.  Masaknya lumayan enak.., rasanya nyaris gak beda dengan yang di Pekanbaru..  Cuma memang service yang di Pekanbaru lebih cepat dan ramah…

Malamnya Tati tidur pulas banget… Badannya enak gak kayak malam sebelumnya…  Alhamdulillah…

Perjalanan 17 Jam..

Tanggal 17 May pagi, Tati mengikuti ujian WAPERD di Hotel Danau Toba, Medan.  Iya, Tati mutusin buat ikut ujian WAPERD karena pengen bisa berkembang juga di 2nd job Tati yang udah 2 tahun ditekuni, meski kadang mabuk juga ngatur jadwalnya…  Hehehe..  So, harus ke Medan doonnkk…?  Asyiiiiikk..  Seneng banget, secara udah hampir 5 bulan gak pulang, karena baru pindah kerja dan beberapa wiken juga diisi kegiatan kantor.

Dari 2nd office Tati yang ikut ujian ada 5 orang, tapi yang satu orang berangkat belakangan karena ada kerjaan yang harus dilakonin hari Jum’at pagi.  Karena rame2, Tati diajak berangkat bareng, jalan darat dengan mobilnya Unit Manager kita yang udah punya lisensi WAPERD, tapi mau ikut ke Medan buat jadi supporter kita..  Hehehe, emangnya nonton Uber Cup pake supporter segala..!

So, hari Kamis jam 19.30-an Tati dijemput pak Ardi (our branch manager) dan Nunung (salah satu senior) di rumah Jl. Durian.  Kita lalu menjemput 2 orang anggota rombongan lagi, Dewi dan Een.  Setelah pake acara makan soto di Jl. Yos Sudarso dulu, kita akhirnya keluar dari Pekanbaru sekita jam 21-an..  Driver, ya pak Ardi, the only man in the team.  Beberapa jam pertama siyy, lumayan seru.  Semua ikutan ngobrol, ledek2an dan nyanyi2 ngikutin lagu2 yang diputer Nunung, the navigator.  Setelahnya, satu per satu melayang ke alam mimpi.  Tinggal Nunung dan pak Ardi deh yang tetap pasang mata…  Beberapa jam perjalanan, ternyata Pak Ardi juga mulai ngantuk…  So di sebuah pom bensin di sekitar perbatasan Riau-Sumatera Utara, kita berhenti dulu, membiarkan pak Ardi tidur sekita setengah jam-an.  Lalu perjalanan dilanjutkan…  ternyata pak Ardi masih butuh tidur. so akhirnya beliau memutuskan tidur cukup lama di sebuah pelataran mesjid sebelum kita mencapai Kota Pinang.  Ya, kita2 juga pasrah deh ikutan tidur, secara Tati gak berani nyetir malam di luar kota, matanya gak kuat..

So, subuh kita tuh belum sampai di Rantau Parapat.  Padahal biasanya Tati kalo naik bus, atau jalan dengan keluarga jam segitu udah sampai di Kisaran.  Setelah sempat berhenti buat ngisi bensin, dirazia polantas 2 kali dan bongkar  muatan (read : pe-i-pe-i-es) di beberapa tempat,  serta makan siang di Rampah (sarapannya roti yang dibawa dari Pekanbaru, jadi gak berhenti), kita akhirnya memasuki Kota Medan sekitar jam 14-an..  Busssettt deehh…,  lama banget…!!!  17 jam, saudara2… !! Padahal biasanya 12 jam udah nyampe, paling telat 14 jam deh..  Belum pernah Tati  nempuh jalan darat dari Pekanbaru ke Medan atau sebaliknya, lewat jalur timur, selama ini..  Tapi gak apa2 deh lambat yang penting kita sampai dengan selamat..  Untung rame2 dan pake mobil pribadi, sehingga suasananya lebih santai.  Kalo naik bus, yang AC-nya sering kali terlalu dingin dan suka ada aja manusia biadab yang merokok seenake dewe meski di sepenjuru bus tertera tulisan NO SMOKING, dijamin Tati akan mabok..

Begitu nyampe di Medan, kita langsung ke Hotel Polonia di Jl. Jend. Sudirman, karena teman2 udah direservasiin kamar di situ sama teman2 dari kantor Manulife Medan.  Sementara Tati juga udah dijemput Tante Po di situ…  Alhamdulillah, sekita 15 menit kemudian Tati udah bisa teriak… “Ma….!! Ndha pulang..!”

My Posting Has Been Re-posted..

Siang tadi Tati nemu comment dari seseorang yang menamakan dirinya Raja Huta (Bahasa Indonesia : Raja Kampung) di postingan Tati yang ini

Ternyata beliau me-reposting tulisan Tati tentang asal usul Tati, yang beliau harapkan bisa menginspirasi anak-anak Batak lainnya yang lahir dan besar di kota, supaya jangan malu mengakui identitasnya sebagai manusia Batak.

Ini postingan beliau yang me-reposting tulisan Tati..

Semoga aja tulisan itu memang bisa bermanfaat ya…

Btw, I’m proud of being Boru Batak, tapi aku juga bangga menjadi orang Indonesia yang beraneka… Membuat kita kaya akan teman2 yang beraneka suku, kita kaya akan budaya, termasuk kuliner… Hehehe…

When You Love Someone..

Ini adalah judul lagu yang diberikan seseorang pada saat Tati bener2 membutuhkan musik untuk menemani hari2 Tati saat berkutat di depan PC, saat harus menyelesaikan tugas akhir waktu ngikutin kursus di Yogya. Kursus yang lama banget, 6 bulan.

Lagu itu diberikan dalam format MP3, saat program Winamp baru mulai populer. Lagu yang sangat indah karena dinyanyikan Bryan Adams yang suaranya laki banget, dan semakin indah karena diwarnai instrumen bagpipe khas Scottlandia.. .

Untuk kamu :

Makasih ya atas lagu yang indah ini. Makasih juga buat CDs kompilasi yang udah kamu kasi ke saya. I still keep them as precious things. Makasih juga buat ribuan file MP3 yang pernah kamu kasi. Termasuk MP3 instrumental musik tradisional batak, yang mungkin langka banget, dan saya gak ngerti kamu dapat dari mana. Tapi saya ngerti saat itu kamu pengen nyenengin hati saya dengan segala cara yang bisa kamu lakukan..

Makasih karena pernah mengisi hari2 saya dengan begitu banyak perhatian, kebaikan, dukungan dan hadiah…

WHEN YOU LOVE SOMEONE

When you love someone – you’ll do anything
you’ll do all the crazy things that you can’t explain
you’ll shoot the moon – put out the sun
when you love someone

you’ll deny the truth – believe a lie
there’ll be times that you’ll believe you can really fly
but your lonely nights – have just begun
when you love someone

when you love someone – you’ll feel it deep inside
and nothin’ else can ever change your mind
when you want someone – when you need someone
when you love someone…

when you love someone – you’ll sacrifice
you’d give it everything you got and you won’t think twice
you’d risk it all – no matter what may come
when you love someone… yeah
you’ll shoot the moon – put out the sun
when you love someone

updated on May 13, 2008
here the video of “When You Love Some One”

Ke Kuansing…

My Friend Has Moved Out…

Hari ini Evy pindahan.. Evy siapa ? EVY SAFITRI.., salah seorang junior di kantor Tati yang lama.. Beberapa tahun terakhir kita sama2 ngurus Dharma Wanita (DW). Tati yang bagian wara wiri dan sok repot.. Evy yang bagian megang duit…

Evy tuh orangnya plekmatik banget.., Penidurnya juga luar biasa… Makanya pipinya chubby.. Hehehe.. Kalo istirahat Jum’at siang doski selalu pulang buat tidur siang. Padahal arisan ibu2 DW selalu diadakan hari Jum’at siang, sekitar jam 14-an.. Bukan sekali dua kali, saat ibu2 DW udah pada datang ke kantor buat arisan, eh Evy nya masih di rumah, baru bangun tidur.. mana duit arisannya belum diambil pula di bank yang berlokasi di gedung belakang kantor… Tati cuma bisa pasrah sambil senyum2… Dan paling kesian kalo gak berapa lama kemudian Evy muncul di tempat arisan dengan napas terhege-hege sambil bawa duit dan perlengkapan arisan… Hehehe..

Setelah menikah, hampir 2 tahun yang lalu, Evy menjalani long distant married karena Donny, suaminya kerja di Jakarta. Finally, today she moved out. Evy pindah tugas ke Pemerintah Provinsi Riau dan ditempatkan di kantor Perwakilan Pemprov di Jakarta. Jangan tanya gimana perjuangan Evy buat pindah.. Luar biasa dehh… Ditolak berkali2 oleh berbagai pihak, tapi Evy tetap tabah.. Bahkan terakhir Evy berjuang dalam keadaan hamil besar.., dengan tabah Evy naik turun tangga ke tempat para pemegang keputusan yang ruang kerjanya di lantai 3. Mudah2an perjuangan Evy ini ada hikmahnya yaa…? Mudah2an ini jadi penguat rasa cinta dan kasih antara Evy dan Donny, suaminya..

Tadi siang Tati dan Venny, teman kita di kantor lama, pergi ke rumah Evy.. Ya ampuunnn, ternyata Evy sedang berjuang dengan tumpukan kardus… Mulai dari buku2, baju2 Evy dan Zikra, putranya Evy, sampai box-nya Zikra.. Karena Evy sedang berjuang, kitanya jadi main2 deeh sama Zikra yang lucu banget.., karena pipinya chubby banget sampai tumpaahhh… Hehehe.. Setelah sekitar sejaman main di rumah Evy, kita pulang, lalu sekitar jam 13-an Tati dan Venny pergi ke bandara nganterin Evy dan Zikra..

Selamat jalan ya Vy… Meski kehilangan teman, tapi kami bahagia karena Evy pindah untuk meraih mimpi2 yang sudah bertahun2 diperjuangkan.. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah.. Insya Alloh Evy bisa beradaptasi dengan keadaan yang berbeda dengan di rumah ortu… Kakak yakin kok..

Byee….

Sebel….!!

Di dashboard-nya wordpress kita bisa lihat hari ini dan kemaren berapa orang baca postingan kita yang berjudul a, berjudul b, dst.. Kita juga bisa lihat “keywords” yang digunakan orang2 di search engine sehingga mereka menemukan blog kita. Selain itu kita juga bisa tahu web-web yang mereferensikan blog kita..

Naahh… udah beberapa hari ini Tati ngelihat ada alamat web yang aneh yang mereferensikan blog Tati.. Alamatnya memberikan kesan mesum. Tati lalu mencoba mengclick alamat web tersebut… Masya Alloh… itu ternyata alamat web gak senonoh.. Pas Tati ngeliat Top Click di web tersebut, tercantum alamat blog Tati.. Busset daahhh.. ternyata web tersebut nge-link blog Tati ke web-nya… Postingan yang di link itu adalah postingan ini..

S E B E L……….!!!!!

Heran dehh kok bisa2nya postingan ini dikait2an dengan web tak senonoh tersebut.. ? Apa hanya karena di postingan tersebut Tati bercerita tentang Tante & Oom, yang seringkali dikonotasikan negatif oleh orang2 yang piktor..? Padahal Tante dan Oom di situ maah Tante dan Oom pemilik tempat kost Tati zaman masih kuliah di Bogor.. Dasar orang2 piktor… Isi kepalanya gak beres, sehingga hal2 yang beres pun dikait2an sehingga menjadi gak beres…..

Anyway, Tati kayaknya harus pake prinsip “sbodo teuing lah yaaa…!” Kan Tati gak nulis yang enggak2…, enggak mem-posting pics yang enggak2…

Buat yang punya web gak senonoh : Gimana kalo anda stay dengan dunia anda dan tidak mencampurkannya dengan dunia Tati? Saya akan sangat menghargai anda bila anda melakukan hal tersebut.. Semoga Anda membaca pesan Tati ini. Terima kasih.

Don’t Be Too Serious, Girl…!!!

Suatu sore di akhir April, saat pulang kantor Tati diskusi dengan seorang senior di lobby kantor, tentang rencana kita menyampaikan beberapa hal yang kita harap bisa menjadi bahan pertimbangan our boss dalam mengambil keputusan terhadap suatu rencana kerja yang besar..

Selama hampir 3 bulan di kantor baru ini, si senior Tati kenal sebagai pribadi yang baik, senang berbagi pengetahuan dan pengalaman… Selesai ngobrol Tati pamit sama si senior karena Tati akan ngurus nasabah yang ngambil insurance dari Tati..

Tiba2 si senior bilang… : Ndha, kamu tuh jangan terlalu ngoyo deeh kerja kiri kanan.. Ada hal lain yang menurut saya juga harus kami pikirin, selain pekerjaan..

Tati : Maksudnya, Mas?

Si Senior : Saya ngelihat kau tuhh serius sekali dengan pekerjaan.. Mana kamu kerjanya gak cuma di kantor ini aja… Mau ngapain siyy kamu, “Ndha? Apa yang kamu kejar2…? Kamu mesti mikirin umur kamu, lho.. Apa kamu udah bener2 gak mikir untuk punya keluarga sendiri..?

Tati : Mas, orang kan gak tau situasi saya. Mungkin orang menilai saya tipe orang yang gak puas dengan hasil dari satu pekerjaan aja.. Padahal gak begitu.. Saya yang tahu kebutuhan yang harus saya penuhi, yang gak bisa saya jelasin ke orang2.. Dan saya senang punya dua dunia yang berbeda…

Senior : Ok.. Tapi saya ngeliatnya kamu tuh terlalu serius… Bahkan saya udah dengar comment beberapa orang di kantor tentang kamu.. Mereka bilang kamu terlalu serius dengan pekerjaan.., sehingga kesannya kaku. Menurut saya, itu kurang baik, lho ‘Ndha. Gimana orang mau ngedekatin kamu kalo style kamu kayak gitu..

Gubbbbrrrrrrrraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkk……!!!

Tati, setelah narik napas dalam2 dan berpikir sejenak… : Gimana ya, Mas.. Saya dari kecil didik untuk jadi orang yang bertanggung jawab dan serius dalam menyelesaikan kerjaan2 yang diserahin ke saya.. Sehingga kesannya saya jadi serius banget.. Padahal sebenarnya saya “gokil” juga, Mas.. Tapi itu hanya bisa keluar di lingkungan tertentu, di lingkungan teman2 baik saya aja..

Senior : Coba lah untuk lebih terbuka ‘Ndha. Jadi orang gak merasa sungkan mendekati kamu..

Tati : Gitu ya, Mas…? Enggak tau ya, semakin tambah umur saya justru merasa harus lebih hati2.. Saya gak pengen bersikap “semberengan” yang bisa menimbulkan salah persepsi..

Senior : Mungkin ada baiknya kamu tuh geraknya gak terlalu teratur ‘Ndha.. Jangan terlalu terpola.. Saya liat selama 3 bulan di kantor, kamu tuh geraknya dari parkiran terus ke ruang kerja, nguplek seharian di meja kerja, terus pulang.. Paling banter kamu tuh cuma naik ke lantai 2 buat ngadap atasan atau nemuin orang2 untuk urusan kerja.. Semuanya begitu terpola dan teratur…

Tati : Hehehe… Begitu ya keliatannya..? Emang siyy saya lebih banyak menghabiskan waktu di meja kerja, karena saya memang sedang belajar bagaimana menjalankan pekerjaan di sini.. Kalo pun punya waktu senggang, saya tuh nge-blog atau blog walking, Mas.. Saya khawatir kalo ngobrol2 sembarangan, ntar malah ikutan gosip2i.. Malas aahh…

Senior : Tapi coba deh gerak kamu tuh divariasiin.. Misalnya kamu ada rencana mau kemana, trus coba tiba2 kamu belokin… Mungkin itu treatment yang baik buat kamu supaya lebih spontan, lebih bisa terbuka dengan orang2 baru…

Tati : Waduuuhhh… Bingung saya, Mas. karena saya biasanya bergerak atas dasar tujuan.. Saya jarang melakukan sesuatu tanpa ada tujuannya, kecuali kalo sedang liburan di luar kota.  Kalo lagi liburan, apa lagi jalannya sama teman2 baik, saya suka melakukan hal2 yang “suka2 gue”..  Kalo sehari2 di sini kayaknya, gimana ya…?  Paling banter niyy kalo merasa bosan, gak tau mau ngapain, saya tuh ke toko buku, toko kaset… Kedua jenis toko membuat saya merasa nyaman, serasa “rumah” buat saya… Ke tempat lain..? Hmmmm, kadang saya pergi makan juga siyy. Tapi kalo sendirian, saya biasanya ngambil posisi di pojok yang gak terlihat oleh orang yang lalu lalang.. Rasanya lebih nyaman aja, apa lagi kalo suasananya tenang sehingga saya bisa makan sambil baca…

Senior : Naahhh, kalo kamu pergi makan sendiri lagi, cobalah untuk duduk di tempat yang lebih terbuka. Itu akan memberi kesan kamu lebih welcome pada orang lain.. Kalo kamu duduk sendirian di pojok, baca buku pula, kesannya buat orang kamu tuh punya dunia sendiri yang udah cukup buat kamu. Gak ada tempat buat orang lain di situ. Cobalah untuk lebih terbuka pada orang2 baru ‘Ndha… Ingat pesan saya itu, ya..

Tati : Makasih, ya Mas…

Mungkin memang perlu dicoba, ya…? Gimana menurut teman2…? Hehehe…

A Nice Call..

Tadi malam sekitar jam 8-an hp Tati berdering…. Dari nomor gak Tati kenal.. 0761-70 sekian sekian..

Saat Tati angkat terdengar suara : Ndha, Lhoe request lagu di radio, ya?

Tati : Ini siapa, ya?

Si penelpon : Gue ‘Ndha. Ini nomor felxy Jakarta gue di-combo-in ke nomor Pekanbaru. Gue lagi di Pekanbaru niyy ada kerjaan di sini. Terus di sekitar gue ada yang muter radio. Ternyata programnya tuh bisa request lagu. Trus ada yang request lagu Gadis Malam-nya Java Jive. Pas ditanya penyiar namanya siapa, dia bilang namanya Sondha. Gue pikir itu elhoe. Apa lagi lagunya kan lagu jaman kita muda..

Tati : Hehehe… Gue udah gak radio listener lagi.. Udah gak kepikiran lagi tuh buat request lagu di radio.. Tapi lagu itu siyy emang lagu jaman kita baru mulai kerja ya… sekitar tahun 93-an. Zaman gue masiyy kerja di Jakarta, zaman di Hardrock masiy ada program I like Monday, yang suka diisi ama Java Jive dan Kahitna.. (Masihh ada gak ya program ini..?)

Beta : Zaman Jahiliyah ya ‘Ndha..

Tati : Hehehe…

Kita akhirnya ngobrol soal kerjaan dan sebagainya dan sebagainya..

Seneng seorang teman lama masih mengingat kita.. Mengingat kegemaran kita akan musik.. Thanks for the call, buddy… Thanks for remembering me..

Btw, lagu yang paling Tati senang dari Java Jive adalah Kau Yang Terindah. Jadi ingat suara Dani yang keren berpadu dengan suara Fathur.. Dimana ya itu orang2 sekarang…?

Adapun my most favorite song dari band Indonesia jaman itu adalah Seandainya Aku Bisa Terbang dari Kahitna.. Kok perasaan Tati jadi muda lima belas tahun ya….? Lima belas tahun…? Iya itu kan musik era lima belas tahun yang lalu… Ternyata Tati udah tua sekarang…. Biarin deehhh… yang penting semangatnya teteup… : M U D A… chieeeeyyyyyy…

Happy Birthday Esther….!!!

Kemaren tepat pada hari Pendidikan Nasional, tanggal 2 Mei 2008, salah satu bidadari Tati berulang tahun.. Bidadari yang mana..? Putri kedua Mami Uli, Esther Meilissa Maharani Sinambela. Esther yang sekarang kelas satu SD, kemaren genap berusia 7 tahun..

Tati ingat saat Esther lahir, Papi David yang nungguin Mami Uli melahirkan, langsung ngasi tau Tati kalo anak Mami Uli yang kedua ini saat lahir kulitnya kayak Tati, pink like a pig, kata Mami Uli. So, Tati dan Mami Uli menyebut Esther sebagai The Little Pig.. Hehehe..

Naaahhh sekarang, si new comer Ajere, kata orang2 yang udah ngeliat dia, juga mirip Tati alias Bou-nya.. Busseetttt deeehh muka gue di-copy ama anak2 adik2 gue… Hehehe.. Susah emang kalo jadi kakak tersayang.. Huahaha..

Tapi seiring pertumbuhannya, Esther semakin mokacino kayak Maminya… Apalagi ditambah dengan kacamatanya… makin2 mokacino deeehhh… But it’s not problem ya, Nak.. Yang penting baik hati baik budi…

Selamat ulang tahun ya, Nak… Semoga panjang umur, sehat selalu dalam lindungan Alloh, jadi bidadari yang baik hati dan pintar… Semoga hidup Esther penuh dengan keceriaan…

Wowo loves you…



Note :

Postingan ini sebenarnya udah dibuat kemaren malam.. Tapi ngedadak lampu mati sampai tadi siang, katanya siyy karena salah satu tiang listrik yang berada di jalan menuju perumahan tempat tati tinggal tumbang karena ditabrak ibu2… Hhhhmmmmmm…. So, terpaksa postingan ini dibuat ulang..