A Belated Birthday Wish For Mia…

Beberapa hari yang lalu Tati baru ingat kalo tanggal 17 May 2008 yang lalu, Palmira Permata Bachtiar alias Mia, salah satu sahabat terdekat Tati masa kuliah di Bogor, ultah ke 41..

Beberapa tahun terakhir, sejak Mia pergi ke Belanda buat ngambil PhD-nya kita cuma kontak by email. Itu pun jarang banget.. Masing2 sibuk dengan kehidupannya masing2. Saat ini Mia udah kembali ke Jakarta, tapi komunikasi kita tetap aja cuma by email or MP.

Tati lalu mendrop a birthday wishes di Multiply-nya Mia, tapi kok kelihatannya MP Mia gak di-update sejak beberapa waktu yang lalu… Tati lalu memutuskan buat nelpon.. tapi kayaknya Tati udah gak punya catatan nomor telpon rumahnya di Kompleks Kodam Jatiwaringin, Jakarta. Tati berusaha membongkar memory di otak untuk mengingat nomor tersebut.. Lalu keluar lah nomor 021-861 sekian sekian.. Tapi rasanya ragu… Enggak yakin..

So, sore ini Tati nyoba menghubungi nomor tersebut.. Setelah sekian kali nada panggil, telpon diangkat.. dari sana terdengar suara yang lembut dan ramah.. Suara TANTE JANE, mama-nya Mia.

Tante Jane : Halo…

Tati : Selamat sore, Mia-nya ada Tante..?

Tante Jane : Mia lagi ke NTT, ini siapa ya?

Tati : Ini Sondha, Tante Jane..

Tante Jane : Ya ampun Sondha, kamu kemana aja…? Bertahun-tahun Tante gak pernah dengar kabar kamu? Kamu sudah gak ingat Tante, ya? Sudah gak mau lihat Tante lagi ya?

Tati : Enggak Tante. Terakhir2 kalo ke Jakarta waktu-nya selalu singkat, cuma 2 atau 3 hari.

Tante Jane : Ya sudah, kalo kamu ke Jakarta kamu nginap di sini aja. Dana dari kantor yang untuk bayar hotel bisa kamu simpan..

Tati : Hehehe… Mau-nya siyy begitu Tante. Tapi kalo ke Jakarta kan sering kali juga sama teman2 kantor. jadi ya gak bisa nginap2 sendiri.

Tante Jane : kalo gitu kamu liburan lah ke sini…

Tati : Karena Mama agak kurang sehat hampir 1 1/2 tahun terakhir, Sondha hampir gak pernah liburan ke Jakarta akhir2 ini Tante. Lebih sering pulang ke Medan kalo libur atau long weekend. Ke Jakarta lebih sering karena tugas. Mudah2an segera ada kesempatan, ya Tante.. Saya bisa minta no telpon Mia, Tante ?

Tante Jane : 0816 sekian sekian. Kamu hubungi lah Mia, dia akan senang sekali…

So, setelah memutuskan hubungan telepon dengan Tante Jane, Tati mendial nomor hp Mia… Setelah beberapa nada panggil…

Suara dari sana : Hallooo…..

Tati : Mia, apa kabar…?

Mia : Siapa ini… Sondha, ya?

Tati : Selamat ultah, ya Mi.. semoga panjang umur dan sehat. Gue baru ingat ultah lu beberapa hari yang lalu. Terus gue drop pesan di MP lu. tapi kayaknya lagi gak di-update2.. Apa kabar ?

Mia : Thank you ya. Kabar gue baik. Gue lagi di NTT, jadi-nya MP gue gak di-update2..

Tati : Gue nemu beberapa photo kita di 2 kali ultah lu. satu yang di restoran yang di depan Fakultas Peternakan Jl. Gunung Gede Bogor. Gue gak ingat lagi apa nama resto-nya. Yang sekali lagi di rumah lu, di Jakarta. Lu masih punya photo2 itu..?

Mia : Masih, gue masih punya.

Lalu Tati dan Mia ngobrol beberapa menit tentang perjalanan hidup kita beberapa tahun terakhir, baru mengakhiri pembicaraan dengan janji untuk keep contact.

Sekali lagi, Selamat ultah ya Mia.. Wish you all the best… Ini beberapa dari sekian pics ultah lu yang gue temuin di tumpukan pics jadul gue…

Makan2 ultah ke 20 Mia. Menghadap kamera, ki – ka : Mas Papang, Sondha, Mia dan Opi (sekarang istri Mas Papang).

 

Mengahadap kamera, ki – ka : A-am (si muke baby), mas… (lupa namanya), kak Andri, kak Ismet.

makan2 ultah Mia ke 22 (kalo gak salah). Ki – ka : Kak Sigit, kak ismet, Mia, Sondha, Miko, kak Andri dan Roy (adik Mia)

 

Ki – ka : Riza, kak Sigit, kak Lexy, Sondha dan Mia

 

The 5 Trouble Makers in Cirahayu 4 (kalo Mas Papang bilang, the Gremlins). Ki – ka : Ambriana Novitri Sawil (Opi), Mikosari, Sondha Monalisa Siregar, Palmira Permata Bachtiar (Mia), Riza (siapa ya nama lengkapnya, kok Tati lupa..)

Nonton Bareng "Apa Kata Dunia?" …..

Di awal minggu ini Tati nelpon Venny, secara udah 2 minggu kita gak ketemu setelah pergi nonton Tarix Jabrix di suatu minggu sore.. Setelah ngobrol ngalor ngidul, kita janjian buat Nonton Nagabonar di akhir pekan kali ini.. Tati pengen nonton, setelah ngeliat berita tentang adanya upaya memproses film Nagabonar lama menjadi layak tayang di masa kini…

Eh, dua hari yang lalu Venny nelpon, ngasi tau kalo dia dapat dari Mamanya 2 (dua) tiket Nontong Bareng Nagabonar dengan Gubernur Riau hari Sabtu, 24 Mei 2008 di Riau 21. So, kita bisa nonton film yang kita inginkan dengan gratizzz…. Asyyiikkk….!!!

So, kemaren sore Tati pergi deh dengan Venny ke Mal Seraya tempat dimana Riau 21 berada… Nyampe sana.., ternyata ada boss Tati dan keluarganya juga.. Ternyata, untuk sore ini pemutaran film Nagabonar di studio 1 Riau 21 memang di-block oleh Pemerintah Provinsi Riau dalam rangka memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional, dan tiketnya dibagi2kan ke masyarakat..

Beberapa menit menjelang jam 17.00, Gubernur Riau bersama beberapa pemeran tokoh2 di film tersebut, antara lain Dedi Mizwar (Nagabonar), Nurul Arifin (Kirana) dan Afrizal Anoda (si Bujang yang mati dimakan cacing), muncul di lobby bioskop. Tampak hadir juga Mi’ing Bagito dan seorang pelawak yang kerap muncul di TV tapi Tati gak ingat namanya..

Setelah didahului dengan kata sambutan Gubernur, yang telah direkam sebelumnya, acara nonton dimulai..

Film ini benar2 jadi makin asyik buat ditonton.. Apalagi sound-nya jadi luar biasa setelah memanfaatkan teknologi saat ini. Ada di suatu scene, saat Emak si Nagabonar memanggil2 anaknya yang “jendral”, suara si Emak yang cempreng muncul dari speaker yang berada di belakang penonton, sehingga kesannya suara itu datang dari luar layar yang sedang menayangkan gambar Nagabonar.. Kerja yang luar biasa dari pihak yang memproses ulang film ini…

Buat Tati, ada rasa tersendiri menonton kembali film ini. Saat film ini dibuat tahun 1987, adalah masa2 Tati masih mahasiswa dan tergila2 dengan yang namanya bioskop. Masa dimana hampir tiada minggu yang tidak diisi dengan acara nonton. Tati udah gak ingat di bioskop mana Tati menonton film ini.. Entah di bioskop Sukasari atau di Galaxy-Century Tajur. Juga entah dengan siapa…

Kalo dulu rasanya film ini dimata Tati adalah film humor dengan setting perang kemerdekaan, dengan tokoh pencopet yang dodol dan menjadi pahlawan karena situasi perang. Kali ini Tati melihat bahwa Nagabonar adalah tokoh yang cerdas, punya hati dan sensitif dibalik segala ke-dodol-annya.. Naga adalah sosok cerdas yang gak makan sekolahan tapi jauh lebih cerdas dari anak buahnya yang makan sekolahan (Tati lupa siapa nama tokoh yang diperankan oleh Wawan Wanizar ini). Nagabonar juga mewakili sosok yang gak makan sekolahan tapi jauh lebih punya hati dari anak buahnya yang makan sekolahan tapi otaknya lebih mikirin keuntungan pribadi di zaman susah, dengan bisnis beras dan muasin syahwat sehingga menyebabkan anak gadis orang hamil di luar nikah. Semoga tokoh Nagabonar bisa menjadi cerminan bagi kita2 generasi Indonesia saat ini yang jauh lebih makan sekolahan dari pada Nagabonar, agar kita bisa menjadi lebih cerdas dan punya hati dalam berpikir dan bertindak…

Aktingnya Dedi Mizwar di film ini memang luar biasa… Salut banget… Bahasa tubuhnya bener2 menghidupkan sosok Nagabonar sehingga benar2 terlihat dodol banget.. Sekali lagi salut buat abang kita yang satu ini.. Semoga beliau diberi umur yang panjang, keteguhan hati dan energi yang besar untuk berperan dalam menjayakan film Indonesia kembali. Sehingga industri film kita tidak hanya memproduksi film2 hantu dan komedi sex (mengutip kata2 Dedi Mizwar dalam sambutannya).

Tapi di sisi lain, Tati mikir apa masih ada ya sosok dengan pikiran seperti Kirana di masa sekarang, di masa tuntutan akan “penampilan” dan materi yang semakin kuat..? Mudah2an masih ya.. Mudah2an manusia2 Indonesia bisa menjadi manusia 2 yang bisa membaca dengan hati, tidak sekedar melihat segala sesuatu dari cover-nya…

Puas dengan film yang luar biasa ini, para penonton memberikan standing ovation bagi para pendukung film yang hadir dalam acara nonton bareng ini. Mereka didampingi Gubernur Riau maju ke bagian depan studio, untuk menerima penghormatan dari penonton. Dedi Mizwar dalam kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Riau yang sudah mendukung upaya menghidupkan kembali industri film Indonesia. Dan menurut Dedi bukan tidak mungkin suatu saat Riau akan bisa menjadi salah satu daerah di Indonesia yang berperan besar di dalam industri film Indonesia.

Waduh gimana reaksi Nanda (besar) kalo denger omongan Dedi Mizwar ini ya…? Sorry ya Nan, Tati nonton bareng sama tokoh idola Nanda, di Pekanbaru pulaaa…. Hehehe..


Selamat Ulang Tahun Papa..

Our beloved Papa...

Kemaren Papa ulang tahun ke 70… Rencananya kita akan merayakannya di awal Juli 2008 di Sipirok, saat anak2 libur sekolah, jadi semua anggota keluarga bisa kumpul…

Selamat ulang tahun ya Pa.. Semoga selalu dalam lindungan Alloh, selalu sehat dan bisa menikmati2 hari2 yang menyenangkan.. Semoga masih diberi usia yang berkah, agar kami anak2 Papa bisa membahagiakan Papa…  Semoga kami masih bisa merasakan hari2 dimana kami punya tempat bersandar dalam menghadapi perjalanan kehidupan…

I love you….