My Posting Has Been Re-posted..

Siang tadi Tati nemu comment dari seseorang yang menamakan dirinya Raja Huta (Bahasa Indonesia : Raja Kampung) di postingan Tati yang ini

Ternyata beliau me-reposting tulisan Tati tentang asal usul Tati, yang beliau harapkan bisa menginspirasi anak-anak Batak lainnya yang lahir dan besar di kota, supaya jangan malu mengakui identitasnya sebagai manusia Batak.

Ini postingan beliau yang me-reposting tulisan Tati..

Semoga aja tulisan itu memang bisa bermanfaat ya…

Btw, I’m proud of being Boru Batak, tapi aku juga bangga menjadi orang Indonesia yang beraneka… Membuat kita kaya akan teman2 yang beraneka suku, kita kaya akan budaya, termasuk kuliner… Hehehe…

7 thoughts on “My Posting Has Been Re-posted..

  1. kalau rumah Opung anton. yang rumah papan ini nomor rumah 168 di depan biskop lama dulu. itu rumah Opung anton.

  2. rumah mana, rumah yang di poto itu ya. emang itu rumah siap embak. kalau mama aku asli sipirok juga embak .

    1. @ Anton : saya orang Batak. Papa ku orang Sibadoar, Mama ku orang Hanopan, kedua-duanya berada di wilayah Sipirok, Tapanuli Selatan. Salam kenal ya.. Terima kasih sudah berkunjung ke “rumah”ku..😀

  3. Walopun v aslinya orang melayu, tapi v seneng banget ama musik batak, misalnya di album Vicky Sianipar, Toba Dream, apalagi singlenya yang berjudul Piso Surit. Mungkin juga karena udah dicampur dengan alat musik modern jadi hasilnya sangat baik.

    Tapi tentu saja hal tesebut jadi peer bagi daerah lain atau suku lain agar musik daerahnya tidak tertinggal, ya ga?

    Hidup Indonesia!

  4. Wah, aku sangat senang membaca postingan pariban ini, sehingga banyak sekali pengunjung dari blog ini yang berkunjung ke blogku.

    Dan sekarang, karena banyak yang memberikan komen terhadap tulisan itu, aku harap pariban mau dan punya waktu untuk menanggapinya.

    Aku setuju sekali dengan sikap pariban : Bangga sebagai orang Batak dan sekaligus sebagai orang Indonesia. Aku sendiri besar di Jakarta, di tengah masyarakat Betawi; dan pergaulanku sangat bersifat nasional, terutama etnis Jawa, Sunda, Menado, Cina, Ambon, Papua dan sedikit kawan-kawan ekspatriat.

    Aku tidak merasa ada konflik dengan itu semua : bangga jadi orang Batak, nasionalis tulen, tapi tidak xenophobia alias anti orang/budaya asing. Begitu pula dalam hal agama, aku sangat curious mengenai agama-agama asli suku-suku di Indonesia, juga Budha, Hindu, Islam,Khong Hu Chu, Taois , dll.

    Salam hangat dari Jakarta,
    Raja Huta

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s