Nonton Bareng "Apa Kata Dunia?" …..

Di awal minggu ini Tati nelpon Venny, secara udah 2 minggu kita gak ketemu setelah pergi nonton Tarix Jabrix di suatu minggu sore.. Setelah ngobrol ngalor ngidul, kita janjian buat Nonton Nagabonar di akhir pekan kali ini.. Tati pengen nonton, setelah ngeliat berita tentang adanya upaya memproses film Nagabonar lama menjadi layak tayang di masa kini…

Eh, dua hari yang lalu Venny nelpon, ngasi tau kalo dia dapat dari Mamanya 2 (dua) tiket Nontong Bareng Nagabonar dengan Gubernur Riau hari Sabtu, 24 Mei 2008 di Riau 21. So, kita bisa nonton film yang kita inginkan dengan gratizzz…. Asyyiikkk….!!!

So, kemaren sore Tati pergi deh dengan Venny ke Mal Seraya tempat dimana Riau 21 berada… Nyampe sana.., ternyata ada boss Tati dan keluarganya juga.. Ternyata, untuk sore ini pemutaran film Nagabonar di studio 1 Riau 21 memang di-block oleh Pemerintah Provinsi Riau dalam rangka memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional, dan tiketnya dibagi2kan ke masyarakat..

Beberapa menit menjelang jam 17.00, Gubernur Riau bersama beberapa pemeran tokoh2 di film tersebut, antara lain Dedi Mizwar (Nagabonar), Nurul Arifin (Kirana) dan Afrizal Anoda (si Bujang yang mati dimakan cacing), muncul di lobby bioskop. Tampak hadir juga Mi’ing Bagito dan seorang pelawak yang kerap muncul di TV tapi Tati gak ingat namanya..

Setelah didahului dengan kata sambutan Gubernur, yang telah direkam sebelumnya, acara nonton dimulai..

Film ini benar2 jadi makin asyik buat ditonton.. Apalagi sound-nya jadi luar biasa setelah memanfaatkan teknologi saat ini. Ada di suatu scene, saat Emak si Nagabonar memanggil2 anaknya yang “jendral”, suara si Emak yang cempreng muncul dari speaker yang berada di belakang penonton, sehingga kesannya suara itu datang dari luar layar yang sedang menayangkan gambar Nagabonar.. Kerja yang luar biasa dari pihak yang memproses ulang film ini…

Buat Tati, ada rasa tersendiri menonton kembali film ini. Saat film ini dibuat tahun 1987, adalah masa2 Tati masih mahasiswa dan tergila2 dengan yang namanya bioskop. Masa dimana hampir tiada minggu yang tidak diisi dengan acara nonton. Tati udah gak ingat di bioskop mana Tati menonton film ini.. Entah di bioskop Sukasari atau di Galaxy-Century Tajur. Juga entah dengan siapa…

Kalo dulu rasanya film ini dimata Tati adalah film humor dengan setting perang kemerdekaan, dengan tokoh pencopet yang dodol dan menjadi pahlawan karena situasi perang. Kali ini Tati melihat bahwa Nagabonar adalah tokoh yang cerdas, punya hati dan sensitif dibalik segala ke-dodol-annya.. Naga adalah sosok cerdas yang gak makan sekolahan tapi jauh lebih cerdas dari anak buahnya yang makan sekolahan (Tati lupa siapa nama tokoh yang diperankan oleh Wawan Wanizar ini). Nagabonar juga mewakili sosok yang gak makan sekolahan tapi jauh lebih punya hati dari anak buahnya yang makan sekolahan tapi otaknya lebih mikirin keuntungan pribadi di zaman susah, dengan bisnis beras dan muasin syahwat sehingga menyebabkan anak gadis orang hamil di luar nikah. Semoga tokoh Nagabonar bisa menjadi cerminan bagi kita2 generasi Indonesia saat ini yang jauh lebih makan sekolahan dari pada Nagabonar, agar kita bisa menjadi lebih cerdas dan punya hati dalam berpikir dan bertindak…

Aktingnya Dedi Mizwar di film ini memang luar biasa… Salut banget… Bahasa tubuhnya bener2 menghidupkan sosok Nagabonar sehingga benar2 terlihat dodol banget.. Sekali lagi salut buat abang kita yang satu ini.. Semoga beliau diberi umur yang panjang, keteguhan hati dan energi yang besar untuk berperan dalam menjayakan film Indonesia kembali. Sehingga industri film kita tidak hanya memproduksi film2 hantu dan komedi sex (mengutip kata2 Dedi Mizwar dalam sambutannya).

Tapi di sisi lain, Tati mikir apa masih ada ya sosok dengan pikiran seperti Kirana di masa sekarang, di masa tuntutan akan “penampilan” dan materi yang semakin kuat..? Mudah2an masih ya.. Mudah2an manusia2 Indonesia bisa menjadi manusia 2 yang bisa membaca dengan hati, tidak sekedar melihat segala sesuatu dari cover-nya…

Puas dengan film yang luar biasa ini, para penonton memberikan standing ovation bagi para pendukung film yang hadir dalam acara nonton bareng ini. Mereka didampingi Gubernur Riau maju ke bagian depan studio, untuk menerima penghormatan dari penonton. Dedi Mizwar dalam kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Riau yang sudah mendukung upaya menghidupkan kembali industri film Indonesia. Dan menurut Dedi bukan tidak mungkin suatu saat Riau akan bisa menjadi salah satu daerah di Indonesia yang berperan besar di dalam industri film Indonesia.

Waduh gimana reaksi Nanda (besar) kalo denger omongan Dedi Mizwar ini ya…? Sorry ya Nan, Tati nonton bareng sama tokoh idola Nanda, di Pekanbaru pulaaa…. Hehehe..


One thought on “Nonton Bareng "Apa Kata Dunia?" …..

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s