Preman Kompleks…..

Di kantor baru, selain menemukan wajah2 yang benar2 baru, Tati juga menemukan wajah2 yang pernah hadir di masa kecil Tati… Salah satunya adalah kak Butet..

Kak Butet ini tinggalnya di Jl. Pawon di Kompleks Gubernur Pekanbaru, sementara Tati waktu kecil tinggal di kompleks yang sama cuma di Jl. Kundur.. So ketemu dengan kakak yang satu ini membangkitkan kenangan masa kecil yang meriah.. Gimana enggak…? Kita dibesarkan di kawasan yang sangat nyaman dan aman buat bermain…

Kompleks Gubernur merupakan kawasan perumahan yang sangat tertata, dibangun tahun 1950-an akhir buat para PNS dan polisi yang harus pindah ke kota ini karena pindahnya ibu kota Provinsi Riau dari Tanjung Pinang ke Pekanbaru. Karena tinggal di perumahan ini sejak akhir tahun 1950-an, para penghuni lama biasanya kenal baik satu sama lain, bahkan udah pada kayak keluarga meski gak ada hubungan darah…

tetangga-di-jl-kundur.jpg
Berdiri, L-R : Tati, Nelly, Kak Vivi, Kak Ance & Kak Dian.
Duduk, L-R : Titis Ambiar Boer, Tina  dan Esther

Saat Tati kecil… di perumahan ini yang punya mobil bisa diitung pake jari sebelah tangan.. Kenderaan orang2 biasanya motor atau vespa. Jadi jalan2 di perumahan lengang… aman buat kita2 bermain.. Main apaan? Main cakbur alias galah panjang, main patok lele, main statak, main tali merdeka, main tonggak dingin dsb dsb…

Main cakbur biasanya kita lakukan di jalanan depan rumah yang sudah diaspal dengan mulus sejak dahulu kala.. Garis kotak2nya dibuat pake kapur atau potongan batu bata… Biasanya kita main ini malam hari, setelah makan malam.. Secara dulu tv kan adanya cuma TVRI, jadi kalo acaranya gak asyik, kita lebih milih duduk di tembok depan rumah. Lalu…..? Main cakbur alias galasin deehhhh… Cakbuuuuurrrrrrrrrrrrrrrrrrrr……..!!

Patok lele adalah permainan menggunakan dua bilah kayu yang ukurannya berbeda. Kayu yang panjang (sekitar 30 cm) berfungsi sebagai pengungkit atau pemukul, sedangkan kayu yang pendek (sekitar 15 – 20 cm) berfungsi sebagai kayu yang diungkit dan dipukul. Cara mainnya….? Peserta diundi buat menentukan giliran ngungkit atau mukul. Yang tidak ngungkit atau mukul mengambil posisi berusaha menangkap kayu yang melayang karena diungkit atau dipukul… Nah kalo dapat, yang ngungkit atau mukul langsung kalah… Kalau kayunya enggak ketangkap, kemenangan seseorang ditentukan berdasarkan jauhnya pukulan atau ungkitan… Tapi permainan ini sebenarnya berbahaya, karena ada kenalan Tati yang bola matanya pecah sehingga terpaksa pakai bola mata palsu..

Main statak alias engklek biasanya dimainkan girls only.. Gimana siyy mainnya? Mainnya adalah melompat dari satu petakan ke petakan berikutnya. Biasanya petakannya digambar seperti bentuk cross, dengan 5 petakan vertikal dan 3 petakan horizontal, plus satu petakan di bagian kiri petakan terbawah. Acara loncat meloncatnya juga bervariasi…

Main tali merdeka adalah main loncat kepangan karet gelang yang dibuat panjang… Acara loncatnya dimulai dari posisi tali terendah, mulai dari setinggi lutut, setinggi pipis (hehehe..), setinggi pinggang, dada, bahu, leher, kuping, kepala, sejengkal (di atas kepala) dan merdeka (setinggi tangan diangkat setinggi2nya). Yang gak bisa meloncati karet dianggap kalah dan gantian jadi yang megang jalinan karet… Khusus untuk posisi setinggi pinggang ke bawah, biasanya karet gak boleh kena saat dilompati..

Main tonggak dingin… Ini yang paling seruuuu…. Ini main sembunyi2an… Yang jaga harus tutup mata, nyander ke tiang listik atau tembok… Dalam hitungan yang telah ditentukan, teman2 yang lain ngabur buat sembunyi sedemikian rupa. Yang jaga harus bisa menemukan semua yang sembunyi sekaligus harus menjaga tumpukan batu yang disusun dekat tempat dia nyander tadi.. Kalo batunya sempat diberantakin sama salah seorang yang belum dia temukan tanpa sempat dia lindungi, semua peserta yang sudah ditemukan boleh sembunyi kembali… Yang dasyatnya… gak ada batasan sejauh mana orang boleh sembunyi… Bisa sembunyi sampai 2 atau 3 blok dari tempat yang jaga karena antar rumah gak ada pagar pembatas… Jadi bisa nerobos lewat belakang2 rumah… Hehehe.

Pernah suatu kali, Tati ngumpetnya ke sekitar satu blok dari rumah, di belakang rumah pak Said Hamzah dan Mak Wan.. Pas melintas di dekat jendela samping rumah mereka, Tati melihat Mak Wan sedang asyik dengan alat tenun-nya. Iya, Mak Wan itu pintar banget bikin kain tenunan Siak, dan orderannya ngantri… Tati akhirnya malah berhenti di jendela tersebut mengamati Mak Wan membuat kain tenunan Siak.

Melihat Tati di situ, Mak Wan lalu menyapa dengan logat Melayu-nya yang kental :

Mak Wan (MW) : Mengapo engkau di situ ‘ndha?

Tati (T) : Sembunyi main tonggak dingin, Mak.

MW : Dari pada capek engkau bediri di situ, moh (ayo) sini duduk dekat emak.

Tati lalu masuk ke rumah emak dan duduk menunggui beliau menenun. Tati lupa kalo lagi main tonggak dingin.. Soalnya asyik banget ngeliat gerakan tangan dan kaki Mak Wan di alat tenun. Mana Tati dikasi minum pulaaaa… !! Tati baru nyadar lama sekali, ketika dengar suara teman yang jaga menjerit : “Wooooiiiiiiiiiii…., aku ndak mau main lagi doooo….!! Kalian sembunyi entah kemana-mana……!!”. Hehehe…

Jalanan yang lengang dan lingkungan yang aman membuat kita para anak2 benar2 bebas bermain.. Tati juga seringkali menghabiskan waktu dengan naik sepeda di seputaran kompleks.. Sampai2 setelah kerja, terus ketemu dengan sesama mantan penghuni kompleks yang lebih senior dan kemudian jadi atasan di kantor,mereka suka ngeledekin dengan bertanya : “Sepeda kamu mana ‘Ndha?” Huahahaha… Udah gak punya, Pak…!!!

Tati juga sering main bola, rumah2an atau kemah2an di lapangan bola di ujung jalan Kundur. Lapangan ini merupakan bagian dari Hotel Riau, sekarang siyy jadi Hotel Aryaduta Pekanbaru. Terkadang juga piknik2an di situ dengan membawa rantang yang udah diisi nasi dan lauk pauk… Seruuuu banget….!!! Saat ini, yang dulunya lapangan bola sekarang jadi kolam berenang, lapangan tenis dan lapangan futsal yang merupakan bagian dari fasilitas hotel.

Soal pohon buah2an di kompleks… Hmmmmm.. Para pemiliknya harus ikhlas, karena buat anak2 kompleks pohon tetangga adalah pohon kita juga… Hehehe… Tati aja bisa nongkrong berjam2 di pohon carsen yang rindang di halaman rumah tante Josephine, soalnya pake acara bawa buku cerita ke atas pohon. Tati gak bakalan turun sebelum diteriakin orang rumah buat mandi sore… Hehehe.

Sesama anak kompleks maupun mantan anak kompleks selalu menyebut diri mereka sebagai PREMAN KOMPLEKS…. Tati adalah salah satunya…. Hehehe.

Sampai sekarang aja Tati masih sering main ke kompleks.. Duduk di teras rumah kakak2 dan abang2 yang masih tinggal di sana menimbulkan kebahagian tersendiri.. Ngobrol2 bertukar cerita, sembari cemal cemil segala makanan yang dibuat kakak2… Asyik banget… Rasanya mereka adalah keluarga Tati.. Orang2 yang menyayangi Tati sejak Tati masih belia…, karena memang mereka ikut ngurus Tati waktu kecil. Ya ikut mandiin, nge’gendong, bantu nyuapin makan, bikinin baju buat karnaval, bikinin prakarya, ngiasin sepeda kalo mo ikut lomba sepeda hias, dan sejuta bantuan lainnya.

I love you all….

Cerita si Kacamata

Tati tuh sebenarnya pake kacamata sejak SMA, tapi gak betah… Jadi selalu makenya gak lama.. Tapi sekitar setahun yang lalu, kacamata kayaknya udah gak bisa dihindarkan.. Karena saat membaca dan kerja di laptop terkadang gak bisa melihat dengan jelas.. Melihat sesuatu jarak jauh juga rada gak jelas.. Sementara rasa perih akibat terkena cahaya lampu mobil yang datang dari arah berlawanan saat nyetir, mulai tak tertahankan..

Karena Tati rada kuper dalam urusan style, saat liburan ke Medan sekitar setahun yang lalu, Tati ngajak Nhoya, adik bungsu Tati, buat pilah pilih kacamata. Tati pokoknya gak mau yang memberi kesan formal dan emak2, secara pribadi Tati tuh gak suka yang formal2. Tapi juga gak bisa yang terlalu fungky, karena usia kan juga udah kepala 4.. Daannn, yang pasti harganya mesti yang kejangkau kantong lah yaaa… Hehehe.

Setelah keluar masuk beberapa optik di Sun Plaza, akhirnya kita menemukan frame yang menurut Nhoya pas banget buat Tati. Dan setelah Tati coba pake, Tati juga merasa nyaman. Frame itu berwarna maroon dari Levi’s. Optik tempat kita menemukan frame tersebut adalah Optik Tunggal.

Supaya kacamatanya benar2 pas dan nyaman, Tati mutusin buat check ke dokter mata dulu. Karena udah keburu harus pulang ke Pekanbaru, akhirnya check ke dokter mata dilakukan di Pekanbaru, demikian juga pemesanan kacamatanya. Supaya dapat frame yang sama dengan yang udah dipilihin Nhoya, di Perkanbaru Tati pergi ke Optik Tunggal di Mal SKA. Di etalase depan di optik tersebut Tati menemukan si frame idaman sedang terletak dengan manisnya…, seakan menunggu seseorang menjemputnya..

Akhirnya si Levi’s berwarna maroon itu menjadi bahagian dari kehidupan sehari2… Setelah nyaris setahun menggunakannya, kayaknya karena sering kena air mata, lensa kacamata tersebut terasa agak buram. Padahal udah dibersihin pake cairan pembersih khusus buat kacamata, tapi gak mempan. So, minggu lalu saat ke Mal SKA, Tati singgah ke counter Optik Tunggal. Ceritanya pengen minta dibersihin. Mbak Eni, yang bertugas menawarkan Tati untuk re-coating lensa kaca mata. Apalagi karena masih dalam masa garansi (1 tahun), Tati gak akan di-charge apapun.. Cuma, butuh waktu 10 hari, karena prosesnya dikerjakan di Jakarta. Tapi bisa juga lebih cepat. Mbak Eni janji akan memberitahu kalo selesainya lebih cepat. Karena merasa gak nyaman dengan keadaan kacamata, Tati merelakan untuk melepas kacamata tersebut..

Hari ini, hari ke-8 kacamata ditinggal, Tati mencoba nelpon ke optik. Siapa tahu udah selesai.. Tati udah mulai gerah gak pake kacamata.. Ternyata emang udah selesai dan baru aja datang dari Jakarta. Saat memakai kacamata kembali… Sreeeeeennnnnnggggg…….. Lensanya jernihhhhh banget… Alhamdulillah. Buat Optik Tunggal, makasiyy ya. After sales service-nya layak dapat bintang……..

A Belated Birthday Wishes

miko.jpg

Tanggal 29 Maret kemaren, Miko sahabat Tati zaman jadul di Bogor ulang tahun.. Yang ke berapa..? Harasia aahhhh….!!

Semoga Mami-nya Kei ini selalu dalam lindungan Alloh, makin sukses, sehat dan bahagia… Semoga tetap centil dan pecicilan sampai tua… Semoga tetap bisa bikin para lelaki jatuh hati…  Pssttt….. dilarang buka rahasia !!!  Huahahaha….

Skali lagi….

HAPPY BIRTHDAY LITTLE BABE…..!!!

 

I love you…. Mmmmmuuuuuuaaaaaccccccchhhhhhhhhhh………!!!


What A Neighbor…!!

Sejak hari selasa yang lalu, si Samsungy, yang biasa mempermudah Tati dalam urusan cuci mencuci pakaian dll, ngadat… Kalo ditekan tombol on (setelah volume air, kapasitas cucian dan proses yang diinginkan diatur), maka timer langsung menunjukkan penurunan waktu sebanyak 3 menit, lalu langsung tet tet tet tet…. errorWalaaahhhhh, piye toohh…?

Hari rabu Tati menelpon service center keluarga si Samsungy. Ternyata untuk hari Kamis jadwal kunjungan tehnisi mereka udah penuh.. Tati dijanjikan untuk dikunjungi hari Jum’at tapi belum tau bisanya jam berapa. So mereka bilang mereka akan nelpon ke hp bila akan datang ke rumah..

Hari Jum’at, tunggu punya tunggu sampai siang, gak juga ada telpon.. Tati lalu menelpon ke service center, ternyata si tehnisi udah dalam perjalanan pulang ke kantornya.. Lho kooookkkkk…? Si mbak yang menerima telpon berjanji akan bicara dengan tehnisi setelah beliau sampai di kantor…

Saat sampai di rumah sore hari, Tati menemukan sepotong stiker yang ditempel di lonceng di samping pintu rumah. Isinya pemberitahuan dari tehnisi bahwa mereka sudah datang, tapi gak ada orang di rumah. Jadi silahkan hubungi service center kembali… Tati lalu menghubungi kembali service center, akhirnya mereka janji akan datang hari sabtu jam 10-an. Tapi karena Tati harus ke kantor, Tati minta mereka datang lagi aja hari senin..

Problemnya… hari ini, sabtu, Tati ada kegiatan di kantor. Gimana mau nyuci secara manual…, gak sempat lah.. Padahal baju kotor selama satu minggu belum satu potong pun dicuci, termasuk beberapa stel baju kantor yang akan dipakai lagi minggu depan..

Terus gimana donkkkk baju2 kotor yang menumpuk itu? Tati lalu menelpon kak Tutik minta dia nyuciin baju secara manual dengan janji extra payment.. kak Tuti ternyata bisanya datang jam 11-an, sementara Tati jam 7.30 pagi udah harus berangkat. Jadi, pagi2 sebelum berangkat, Tati singgah di rumah keluarga Purba, untuk memberitahukan rencana kedatangan kak Tutik, dan mohon untuk memberikan kunci pintu rumah ke kak Tutik..

Begitu tau masalahnya, ibu Purba alias Mama Dasdo & Chyntya, langsung meminta Tati membawa kain kotor ke rumahnya aja, biar dimasukkin ke mesin cuci beliau.. Haaaa…? Beliau ngotot untuk menolong Tati dengan pertimbangan, kalo kak Tuti baru datang jam 11, lalu mencuci manual, kapan kain2 tersebut mau dijemur? Kapan mau kering, mengingat di sini cuacanya hujan melulu..? Kapan kak Tutuk mau nyetrika…? Beliau juga maksa untuk menjemput kain2 kotor tersebut sebelum Tati berangkat ke kantor… Ammmpppuuuunnnnn deeehhh… What A Neighbor…!!! Dimana ya ada tetangga yang baik banget begini…? I’m blessed having Purba Family as a neighbor…

Sore, setelah selesai acara kantor, boss menyuruh Tati menyusul beliau di Paparon Pizza di Jl. Diponegoro. Beliau sedang di situ bertukar pikiran dengan teman2 beliau dari communication agency. Pulangnya udah jam 22 lewat… Naahhh… sampai di rumah Tati melihat pakaian2 Tati sudah kering, dan tinggal diangkat dari jemuran… Alhamdulillah.. Nikmat yang tak tertara yang sudah diberikan Alloh melalui tangan Mama Dasdo dan Chyntya.

Hari gini dimana mau dapat tetangga yang sifat kekeluargaannya kayak zaman bahuela…? Tetangga yang peduli dengan kiri kanan.. Mama Dasdo & Chyntya selalu membuat kehidupan Tati di rumah yang sekarang terasa lebih nyaman dan mudah.. Gimana enggak…? Kalo Tati pulang kemalaman (dan lebih banyak pulang kemalamannya dari pada pulang sore), Tati selalu menemukan lampu teras sudah menyala, gorden2 jendela sudah diturunkan.. Ini semua kerjaan Mama Dasdo & Chyntya.. I’m really blessed… Semoga Alloh selalu melindungi dan memberkahi tetangga Tati ini… Amin ya Rabbal alamin.

Nikmat yang Tak Terkira…

Hari selasa 25 Maret yang lalu, jam 22.30-an tidit tidit.. Hp Tati berbunyi.. Ada SMS masuk.. Ternyata dari kak Iyet, salah satu senior di lingkungan kerja yang lama, tapi kak Iyet tugas di Bapedalda.. Isi SMS-nya..

Sondha, mba Mis lagi dalam keadaan kritis di ICU RS Santa Maria. Mohon doanya..

Siapa siyy mba Mis?

Mba Mis adalah seorang senior di lingkungan kantor yang lama, yang Tati kenal sejak Tati baru mulai kerja di situ. Mbak Mis berasal dari Surabaya, dan pindah ke Pekanbaru karena mengikuti suaminya yang bekerja di sini. Kita gak pernah kerja di unit yang sama. tapi entah gimana, mbak Mis tuh peduli banget dengan Tati. Dia selalu mendorong Tati untuk tetap mengembangkan diri. Dia selalu membela Tati bila mendengar ucapan2 negatif tentang Tati… Mbak Mis selalu mengingatkan Tati untuk gak menyerah dengan segala cobaan yang terjadi dalam hidup Tati… Mbak Mis selalu bilang kalo sosok Tati mengingatkan dia pada adiknya yang seumuran dengan Tati, yang juga belum menikah dan mencurahkan energinya untuk bekerja.. Mbak Mis juga pernah meng-hire Tati untuk ikut menyusun buku yang direalis kantornya.. Mbak Mis juga sering menerima orderan bolu gulung atau lumpia dari kita2 di akhir pekan… Masakannya mbak Mis uenaaaaakkk tenan…

Tati langsung mendial nomor hp kak Iyet.. Begitu diangkat…

Tati : Assalammualaikum, kak Iyet. Maaf menggangu malam2.. Apa cerita kak?

Kak Iyet : Waalaikum salaam, Sondha. Iya mbak Mis tuh dirawat terus enggak tau kenapa jadi gak sadar.. Dia kan ada asma jadi mungkin sulit bernapas..

Tati : Gitu ya kak? Besoklah insya Alloh ndha bezuk ya..

Kak Iyet : Sondha udah pindah ya? Kakak baru tau tadi siang. Kakak memang heran kok gak pernah liat Sondha akhir2 ini..

Tati : Iya kak. Baru sebulan setengahan laahhh…

Kak Iyet : Kami kehilangan Sondha lah yaaa…

Tati : Tenang aja kak.. Kita kan masih di kota yang sama.. Sondha masih main2 kok ke sana… Udah dulu ya, Kak.. Assalammualaikum.

Kak Iyet : Waalaikum salaam.

So, kemaren jam 10-an Tati ngajak kak Erma, teman Tati di kantor lama yang juga dekat sama mbak Mis karena sama2 pengurus GOPTKI Kota, ke rumah sakit.. Di sana kami menemukan mbak Mis dalam keadaan yang menyedihkan.. Sudah bisa buka mata (selama 6 hari mbak Mis koma dan gak bisa membuka matanya), tapi kayaknya masih belum bisa mengenali siapa yang datang.. Tapi kalo diajak ngomong, mbak Mis ngangguk. Di tubuhnya masih terpasang berbagai peralatan, termasuk masker oksigen dan alat monitor detak jantung..

Kiranya Allah memberikan kesembuhan dan kemudahan bagi mbak Mis… Senmoga dia selalu dalam lindungan Alloh..

Buat kita… : Betapa beharganya kesehatan, nikmat yang tak terkira yang sudah dilimpahkan Alloh kepada kita, secara gratis pulaa… Terima kasih ya Alloh… Berikanlah kami kesehatan supaya selalu dapat beribadah… Berikanlah kami hati yang semakin dan semakin mencintai Mu…

Jatuh Cinta…

Bisakah anda menahan hati untuk tidak jatuh cinta pada mahluk yang satu ini…?

ananda10.jpg

 

Tati enggak bisa tuuuhhhhh….. Tati langsung jatuh cinta sejak pertama kali memandangnya… Memandang Boyuki Ananda..

Wowo loves you very much, Ananda.. Kamu selalu ada di dalam hati Wowo. Semoga kamu selalu dalam lindungan Alloh, ya sayang….!!

Rindu..

Kok mendadak rasanya rindu dengan seseorang dari masa lalu…

butterfly.jpgOrang yang pernah mengisi hari2 dengan berbagi cerita, kesedihan dan tawa.. Orang yang dulu selalu bisa jadi teman buat adu argumentasi.., teman berantem… Orang yang dulu selalu membawa warna baru dalam kehidupan..

Rindu dengan ngobrol yang gak ada habisnya.. Rindu bicara berbisik2 tak tentu arah.. Rindu dengan tatapan saling mengerti… Rindu dengan keheningan saat2 duduk berdampingan…. Rindu saat2 jalan beriringan… Rindu saat2 dia memegang siku tanganku supaya aku tetap mengikuti arah langkahnya…

Rindu pada suatu malam di peron Stasiun Tugu…

Rindu saat2 nganterin dia ke depan rumah kalo dia mau pulang.. Saat kita ngobrol di situ berjam2.. lengkap dengan acara dia pake helm lalu dibuka lagi, pake lagi dan buka lagi berkali2… Bahkan karena pegel, dia malah nyodorin helm itu ke aku buat dipegangin… Hehehe… Seakan tidak ada lagi hari esok bagi kami buat bicara..

Rindu saat menatap dia memetik gitar dan menyanyikan Annie’s Song di kegelapan malam…

Rindu tatapan mata yang tersenyum…. Rindu pada ucapan tanpa kata….

Rindu dengan seseorang yang pernah bilang, “Aku gak ngerti kenapa, aku sayang ama kamu ‘Dha, dan aku gak bisa bilang enggak sama kamu…”

Rindu dengan seseorang yang pernah bilang, “Aku gak ngerti kenapa ‘Dha, aku gak bisa menahan mulutku untuk bicara sama kamu tentang segalanya… Aku gak ngerti ‘Dha…!!”

Tapi sekarang ada satu garis yang tak boleh dilintasi.. Garis yang tak kasat mata tapi ada dan harus dihormati….

Mudah2an dia bahagia dengan kehidupannya ya… Kalau pun di hatinya masih ada setitik rindu dan sayang padaku, semoga menjadi doa baginya supaya hidupku bahagia…

Pic Kupu2 diambil dari sini

Seven Years Old Fishes…

Tulisan Riadi tentang ikan mengingatkan Tati saat berurusan dengan ikan… Ikan apaan…? Ikan mas koki punya ibu Suhaimi, ibu kost Tati waktu kuliah di Yogya…

Ibu tuh seneng banget miara ikan, so di rumah ibu banyak ikan.. Ada yang di kolam berbentuk letter U di ruang antara kamar Tati dengan rumah induk.., ada juga di aquarium di dalam rumah.. Naahhhhh salah satu aquarium ibu yang diletakkan di ruang keluarga bentuknya tabung dengan sisi atas dan bawah segi enam.. Isinya… 2 ekor ikan mas koki kesayangan ibu yang udah berusia tujuh tahun… Tujuh tahun teman-teman…!!! Kalo manusia, kira2 udah kelas satu SD kali yaaa….. Hehehe..

Kedua ikan itu ekornya panjang dan indah… Meliuk2 kalo mereka berenang.. Sungguh pemandangan yang menyejukkan hati.. Tati kalo lagi stress, jenuh dan otaknya mampet selalu duduk di kursi di samping aquarium tsb.. Duduk memandangi ikan2 menari…, enggak tau mengapa mendatangkan rasa tenang, rasa nyaman.. Membuat otak yang mampet kembali lancar, menghilangkan rasa jenuh dan stress… Memandang ikan2 tersebut di malam hari saat suasana terasa benar2 sunyi juga menimbulkan rasa tertentu buat Tati .. Terkadang menimbulkan rasa jealous akan kesederhanaan hidup sepasang ikan tersebut…

Suatu waktu Ibu dan Bapak Suhaimi pergi ke Pekanbaru sekitar 2 bulanan untuk mengunjungi putri mereka. Tinggal lah Tati seorang diri (kebetulan anak kost lain juga pulang liburan, sementara Tati enggak pulang karena harus nyelesein thesis). Karena home alone, Tati juga diserahin tugas untuk memantau dan memberi makan ikan2. Gak susah koookkk…. tinggal naruh makanannya aja ke dalam kolam atau aquarium dua kali sehari. Kalo stock makanan habis, Tati tinggal beli di Pasar Ngasem… Soal bersih2.., ada orang yang bertugas buat bersihin rumah beberapa hari sekali, termasuk bersihin kolam dan aquarium…

Sekitar sebulanan setelah Bapak dan Ibu Suhaimi pergi, saat pulang dari kampus Tati menemukan kalo listrik di rumah mati, sehingga pompa udara di aquarium gak jalan.. Ternyata listriknya mati dari pagi, gak lama setelah Tati berangkat ke kampus… Jadi saat Tati temukan kedua ikan itu dalam keadaan keleyengan… Tati panik….. Langsung ambil baskom yang diisi air bersih buah nampung kedua ikan.. Alhamdulillah ikannya selamat… Ternyata besoknya kejadian lagi… listrik mati sejak pagi, saat Tati baru berangkat ke kampus.. Ndilalah, hari itu Tati pulangnya malam, sekitar jam 21-an.. Waktu itu siyy listriknya udah nyala lagi… Tapi saat Tati ngeliat ke aquarium… Oooooooouuccchhh tiddddaaaaaakkkkk……!! Kedua ikan itu sudah mengapung… Tati panikk… Tapi memang kedua ikan itu sudah passed away….

Besoknya, pagi2 sekali Tati langsung nelpon ibu Suhaimi yang masih di Pekanbaru.. Ngasi tau kalo kedua ikannya yang cantik udah gak ada.., dan minta maaf karena gak bisa menjaga titipan beliau.. Untungnya beliau bisa merespon dengan wise.. Beliau malah bilang, “Yang salah itu saya, ‘Ndha. Ninggalin rumah yang ada makhluk hidupnya berbulan2.. Lagian mungkin emang udah segitu umurnya, Ndha. Gak usah dipikirin..” Alhamdulillah….

Naaahhhh pas Tati cerita sama Ichi yang juga seneng ikan… Dia malah bilang… “Kok bisa ya “Dha, Seven Years Old Fishes die just like that….?!!!” Ya bisalah… ikan kan juga makhluk hidup…!!!

Onggok-onggok Lado…

chili.jpgOnggok-onggok lado…. ? Apa itu…? Ini bahasa Minang.. Bahasa yang banyak digunakan di kota tempat Tati tinggal, terutama dalam transaksi perdagangan di pasar2 tradisional…

Onggok artinya tumpuk.. Dionggokan artinya dtumpukan.. Saonggok artinya setumpuk.. Jadi ongok-ongok artinya tumpuk-tumpuk..

Lado artinya cabe…

Onggok-onggok lado artinya tumpuk-tumpuk cabe.. Di pasar2 di sini, selain dijual dengan ditimbang, cabe dijual dalam bentuk tumpukan (onggok-an). Saonggok itu dijual dengan harga berapa gituuu… Tapi kalo udah dibikin jadi onggokan, jangan dibongkar2 lagi… Kalo mau beli, silahkan pilih onggokan yang menurut kita bagus, lalu terima lah onggokan itu apa adanya, termasuk yang busuk2nya…

Nah yang Tati herankan kok hari gini masih ada orang yang mengusulkan budgeting seperti mengonggokan lado.. ? Gak pake analisis bagaimana kegiatan itu akan dilaksanakan, gak pake perhitungan teknis… Hari giniiii…..? Emang-nya duit emak bapak lu…? Lha, minta duit sama ortu aja mesti pake penjelasan kok mau digunakan buat apa… Lagian kan emang udah ada aturannya…

Dulu waktu ngurusin budgeting unit2 lain, kita udah biasa bersikap tegas agar usulan budgeting tersebut harus didukung perhitungan teknis… Kalo gak ada hitungan teknis, biasanya kita suruh bikin dulu. Kalo gak bisa juga, silahkan di-pending aja, dari pada bikin celaka.. Eh sekarang di depan mata yang muncul begini… Haayyyyyaaaaahhhh…..!!!! Pusing deh Tati ngeliatnya…. !! Kayaknya perlu dilakukan edukasi niyyy supaya tidak terulang lagi… Supaya di tahun2 yad gak musingin lagi…

Pic diambil dari sini

Si Doel Jadi Wakil Bupati

rano_karno.jpgBerbagai stasiun TV kemaren menyiarkan berita “Pelantikan Rano “Si Doel Anak Sekolahan” sebagai wakil bapati Tanggerang… Kayaknya Rano “Galih Rakasiwi – Gita Cinta dari SMA” Karno ini adalah artis pertama di Indonesia yang masuk di jejeran birokrat.. (kalo yang masuk jejeran parlemen kan udah banyak tuuuuhhh…!!!).
Menjadi orang nomor 2 mungkin membuat Rano tidak bisa menyuarakan sepenuhnya aspirasi diri, karena the true decision maker adalah orang nomor 1. Tapi sebenarnya itu tergantung komitment dengan bupati di saat awal, saat mereka memutuskan untuk jalan bersama. Tapi sebagai “vote getter” Rano tentu akan bisa berkiprah…

Semoga Rano bisa membawa Tanggerang menjadi kota yang lebih baik.. Semoga Rano bisa menjadi contoh bagi kita generasi yang saat ini berusia 40-an, how to be a good leader.. Pemimpin yang memikirkan kepentingan rakyat, bukan pemimpin yang begitu memegang posisi menjalankan kepemiminannya dengan prinsip ekonomi, atau paling tidak “balik modal”... Semoga Rano yang telah menunjukkan track-nya sebagai orang yang punya idealisme, pekerja keras dan kreatif bisa menjaga nilai2 yang dipegangnya selama ini dan membawa nilai2 tersebut ke masa2 pengabdiannya sebagai wakil bupati..

Semoga idola remaja 80-an ini mampu memberikan warna yang indah pada masa kepemimpinannya… Warna yang semoga berbeda dengan yang telah hadir panggung politik negeri ini di tahun2 terakhir… Warna yang menghapuskan rasa bosaannn… warna yang memberikan harapan akan masa depan Indonesia yang lebih baik…

Go Galih, go Galih, go…!! Go si Doel, go si Doel, go…!! Go Rano, go Rano, go…!!

Aku Ingin…

Cuaca yang mendung… hujan yang masih terus turun.. udara yang dingin… mengingatkan Tati pada puisi Sapardi Djoko Damono.. Puisi yang indah dengan makna yang dalaaaaammmm banget..

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu…
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…

Semoga masih ada cinta seperti ini…
———–
Note : Ake nemu musikalisasi puisi ini..  Silahkan dinikmati…

Hari2 yang Sejuk..

waterfall.jpgUdah lebih seminggu, tiap malam tuh hujan…. Begitu juga tadi malam.. Hujan sejak jam 11-an malam sampai pagi ini…

Buat Tati pribadi…, cuaca yang seperti ini menyenangkan… Karena suasananya jadi sejuk.., nyaman… Membuat tanaman2 terlihat segar… Membuat Tati ingin ngumpet di balik selimut lebih lama… Atau duduk2 dengan segelas coffe mix hangat di teras rumah plus pake training + sweater or pullover yang akhir2 ini lebih sering terletak di lemari… Mengingatkan Tati akan masa2 di Bogor…

Tapi cuaca ini mungkin tidak menyenangkan buat saudara2 kita yang bermukim di dataran rendah dan tepian sungai.. Karena seperti yang diberitakan di TV, sungai2 di Riau sudah mulai tidak mampu menampung debit air yang meningkat karena hujan yang berhari2… Akibatnya rumah2 mereka kebanjiran….

Mudah2an hujan tidak lagi berlebihan ya.. Mudah2an tidak ada lagi yang menderita karena kebanjiran…

Bang Parlin…

abang.jpg

Siang ini Tati isenk searching2 ga puguh di google.. keyword-nya “Parlindungan Ravelino“.. Hasilnya… Tati menemukan beberapa web yang memuat info tentang perjalanan my rocker.. Ternyata ponakan Tati ini jalannya udah lumayan jauh….

Lihat ini….. Tati gak nyangka kalo abang pernah nulis skenario buat sebuah film pendek.. Karena sang sutradara di rumah adalah Barumun Nanda … Ternyata abang ada bakat juga… Tati pikir abang bakatnya cuma ngerayu cewek… Huahaha… Uuuuppppppssssss, sorry bang, udah buka harasia…!!! Hehehe…

Lihat juga ini… Ternyata The Bohays, band-nya bang Parlin dan Olan (adiknya Parlin) serta Ykha (adik kelas Parlin di Ars Unpar)  juga udah mulai masuk di track dunia hiburan…

Senang menemukan my rocker punya banyak dunia dan mulai mengepakkan sayap2nya.. Selamat ya, Nak… Terbanglah yang tinggi menggapai bintang…. Btw, mana yang mau jadi main job, bang ? Architect atau music …?

Karena Sang Nabi….

Hari ini adalah hari maulid Nabi Muhammad SAW, sang pembawa petunjuk jalan kebenaran, yang membawa kita keluar dari alam kegelapan, yang menunjukkan jalan yang lurus…

Semoga kita mampu mengikuti keteladanan beliau. Semoga kita memperoleh syafaat dan dapat berada di barisan beliau di hari akhir nanti… Amin ya Rabbal alamin…

 

Yaa Nabii Salaam ‘Alaika (Ya Nabi, Salam Untukmu)

Yaa nabii salaam ‘alaika, yaa Rosuul salaam ‘alaika (Ya Nabi, salam untukmu, ya Rosul, kedamaian bagimu)

Ya Habiib salaam ‘alaika, sholawaatullaah ‘alaika (Wahai kekasih Alloh, salam atasmu, sholawat Alloh atasmu)

Anta syamsun anta badrun, anta nuurun fauqo nuurin (Engkaulah matahari, engkaulah purnama sempurna, engkaulah nur yang mengguli semua cahaya)

Anta iksiiru wa ghoolii, anta mishbaahus-shuduuri (Engkaulah sang penawar, engkaulah pelita hatiku)

Yaa habiibii yaa Muhammad, yaa ‘aruusal khoofiqoini (Wahai kekasihku wahai Muhammas, wahai penghias langit dan bumi)

Yaa muayyad yaa mumajjad, yaa imaamal qiblataini (wahai sang penolong, wahai yang dimuliakan, wahai imam dua kiblat)

Monogami dan Poligami…

Beberapa hari yang lalu dalam percakapan by phone dengan seorang teman perempuan yang sepantaran dan juga belum menikah…

Teman : Kak, apa pendapat kakak tentang poligami…?

Tati : Maksudnya?

Teman : Iya, apa pendapat dan pikiran kakak tentang poligami..?

Tati : Kamu baru nonton Ayat-ayat Cinta, ya?

Teman : Kakak ni…! Ditanyain malah nanya lagi…! Gimana siyyy…?

Tati : Aduuuuuhhh, gimana yaa? Secara aku dibesarkan dalam keluarga yang menjunjung tinggi azaz monogami, jadi konsep poligami gak ada di semesta pikiran ku

Teman : Terus menurut kakak, siapa yang mau mengawini kita2 yang belum menikah di usia segini ini…?

Tati : Maksud kamu…?

Teman : Coba kakak lihat kenyataan… Laki2 seumuran kita umumnya udah menikah. Kalau pun belum, mereka akan mencari perempuan yang usianya lebih muda.. Lebih segar, lebih cantik…!! Duda…? Sama aja kak… Mereka juga akan mencari perempuan2 yang lebih muda dari kita… Jadi siapa yang mau menikahi kita? Apa kita mau sampai mati seperti ini…?

Tati tercenung mendengar ucapan sang teman yang berapi2… Berusaha mencerna ucapan2nya dengan baik…

Tati : Kok kesannya desperate ya…?

Teman : Bukan desperate kak… Ini kenyataan hidup..

Tati : Entah lah…!! Memang kalau dilihat2 kenyataannya begitu ya.. Tapi semua yang terjadi dalam hidup kita atas seizin dan sepengetahuan Alloh.. Jadi pasti ada hikmahnya.. Lagi pula apa semua lelaki memandang perempuan itu dari fisiknya? Aku pikir banyak juga laki2 yang membutuhkan mitra dalam hidupnya.. Cuma kita belum ketemu aja.. He must be somewhere out there Buat aku siyy tetap poligami itu masih belum suatu pilihan hidup, rasanya. Karena menurut aku lembaga perkawinan itu terlalu sempit kalo diisi oleh tiga orang atau lebih.. Pasti akan ada pihak yang merasa tersakiti, karena yang namanya manusia itu kan sulit untuk bisa adil..

Teman : Tapi kalo semua pihak ikhlas kan gak ada masalah, kak..?

Tati : Ikhlas…? Berbagi suami..? Menurut aku harta benda adalah hal2 yang relatif lebih mudah untuk dibagikan.. Tapi suami, ayah anak2 kita…? Rasanya sulit ya… Kecuali mungkin kita sudah tidak mampu lagi mengurus dan melayani suami, poligami bisa jadi menjadi suatu pilihan… Atau mungkin karena kondisi seperti yang terjadi dalam Ayat2 Cinta..

Teman : Kakak lihat “tokoh A” yang berpoligami..? Setelah reda berita yang simpang siur, toh mereka tenang2 aja tuh.. Menurut aku gak apa2 kok kak.. Asal laki2nya benar2 mampu apa lagi punya pemahaman agama yang kuat.. Malahan mungkin dia bisa mendidik kita jadi istri yang solehah..

Tati : Entah lah yaa… Setiap orang kan berhak punya pendapat dan pikiran yang berbeda… Btw, kamu lagi punya hubungan dengan suami orang..?

Teman : Kakak ini…..!!!!

Tati : Terus…, kenapa gitu ngotot banget nanya-nya…? Hehehe…

Mrs. Tupperware….

Tanggal 14 Maret 2007 saat pulang kantor, Tati menemukan surat panggilan dari Kantor Pos untuk mengambil kiriman. Karena tanggal 14 hari Jum’at, so tangga17 siang Tati pergi deh ke sono.. Ternyata ada kiriman dari Opi, mantan teman sebelah kamar di Cirahayu 4 yang suka Tati resehin kalo pengen ke kamar mandi malam2… Hehehe..

 

sondha-mia-opi.jpg

 

Ngirimin apa siyy mantan The Most Expensive Face of CR4 yang sekarang bermukim di Mataram ini…?

Pas kardusnya dibuka….. Taadaaaaaaa…………. Satu set kotak2 Tupperware plus sebuah plate yang bisa di-push di bagian tengahnya sedemikian rupa hingga bisa jadi bowl… Dan semua berwarna hijau pupus…., salah satu my favorite colour… Thank you ya, emaknya Pipank… Kok repot2…? Kirimin lebih banyak lagi donk….!!! Hehehe… Dasar si Sondha bokiz…

 

tupperware1.jpg

 

tupperware.jpg

Opi, yang dulu kita kata2in kalo punya anak akan dikasi nama Pipank (akronim dari Opi dan Papank) karena pacaran dengan Mas Papank (yang sekarang beneran jadi suaminya), saat ini menjadi salah satu marketing Tupperware yang sukses di Mataram.. Sudah 2 tahun ini doski mencapai target penjualan yang membuat Opi dapat bonus travelling ke Hongkong tahun lalu dan ke China tahun ini…

Opi yang sempat kerja beberapa tahun di sebuah perusahaan yang memproduksi essence dan fragrance di kawasan Otista Jakarta, memilih jadi full time mother mengikuti Mas Papank yang kerja di perusahaan tambang di Kalimantan dan kemudian di Nusa Tenggara Barat… Ternyata meski jadi full time mother, Opi bisa tetap produktif tuuhh… Hebat kan….? Tati aja yang kerja bertahun2 belum pernah dapat bonus jalan2 ke Hongkong atau ke China… Jadi jealous deehhhh…. Hehehe…

Buat teman2 yang harus memilih jadi full time mother tapi pengen tetap bisa produktif, mungkin Opi bisa jadi contoh…

My dear friend Opi.. Makasih buat segala kebaikan kamu.. makasih udah jadi sahabat ku selama bertahun2… I love you..

Demam "Ayat2 Cinta" the Movie

Film AAC alias Ayat2 Cinta udah diputar sekitar 2 mingguan di bioskop2 group 21 di Pekanbaru. Di putar di 2 studio dengan jam tayang yang berbeda… Tati sebenarnya dari awal2 di putar udah pengen nonton.., tapi karena jam kantor yang ketat, dan gak punya teman buat pergi nonton di malam hari, jadi nya ketunda2 terus dehh…

Nah Tati janjian dengan Wiwit, teman di alumni ESQ, buat nonton AAC hari Jum’at malam 14 Maret 2008… Kita nyampe di 21 Mall Seraya jam 19-an, dan langsung ngantri. Ternyata.., itu antrian buat tiket jam 21.20. Setelah sepakat dengan Wiwit, akhirnya kita tetap membeli tiket.. Dapatnya nomor M7 & M8.. Ampuuunn…

Film ini lumayan menarik buat ditonton. Sayangnya tidak cukup memanjakan mata kita dengan pemandangan Mesir yang unik dan sungai Nil yang legendaris… Film ini belum memperkaya wawasan penonton tentang hiruk pikuk kota Cairo yang menjadi lokasi cerita…

Tati gak ingin membuat resensi tentang film ini, karena Tati yakin teman2 juga udah pada nonton.. Malah mungkin ada yang udah 2 atau 3 kali… Hehehe.. Tapi ada 2 kalimat dari beribu2 kalimat yang diucapkan para tokoh di film yang begitu indah sehingga nempel di memory Tati

Kalimat pertama adalah yang diucapkan oleh teman satu sel Fahri di penjara… “Islam itu adalah sabar dan ikhlas..!!” Kalimat yang sungguh indah… Kalimat yang simpel tapi tidak mudah untuk dicapai… Semoga Tati, dan kita semua bisa mencapainya.. Amin ya Rabbal alamin..

Kalimat kedua adalah kalimat yang diucapkan Maria pada Aisha menjelang saat akhirnya.. “Sekarang aku tahu apa bedanya cinta dan keinginan untuk memiliki“. Iya, kita seringkali tidak mampu membedakan rasa CINTA dan rasa IINGIN MEMILIKI… Rasa CINTA dipenuhi oleh semangat ingin memberikan yang terbaik bagi yang tercinta, meski harus berkorban apa pun.. Sementara rasa INGIN MEMILIKI lebih mengarah kepada ego pemuasan keinginan pribadi.. Mudah dijelaskan tapi sulit untuk dilakukan….

Jadi ingat doa ini…

Ya Allah aku memohon kepada-Mu rasa cinta kepada-Mu dan cinta orang2 yang mencintai-Mu,
serta mencintai amalan yang bisa mendekatkanku pada cinta-Mu…

***

Mabok2an….

Mabok2an…? Siapa yang mabok2an..? Tati…? Kapan.. .?

Mabok2an adalah istilah kita anak2 kost Cirahayu 4 tahun 1986 – 1987-an. Memory tentang masa2 di CR4 kembali ke permukaan karena kemunculan Tiiikaaa, anak IPB angkatan 39 (tahun masuk 2002) yang juga pernah kost di Cirahayu 4..

Yang dimaksudkan dengan mabok2an adalah acara duduk2 di ruang makan, ngobrol2, ngalor ngidul, gosip2i sembari minum coca cola dan makan kacang kulit.. Acara ini biasanya kita lakukan hari sabtu malam buat ngilangin capek, suntuk dan stress setelah ujian hari sabtu pagi sampai siang.. (Zaman kita, di Tingkat Persiapan IPB, ujian dilakukan hampir setiap sabtu..!!!). Kalo urusan yang begini biasanya leadernya siyy Miko, karena dia yang doyan banget ama soft drink dan kacang.. Hehehe..

Ada lagi ritual yang lain… Apaan…? Ngopi bareng2… Kalo yang ini biasanya dilakukan anak2 buat ngatasin ngantuk saat bahan yang harus dipelajari masih banyak, sementara waktu ujian udah di depan mata… Kita biasanya ngopi di ruang makan…. Kopi yang dikonsumsi bukan sembarang kopi.., tetapi kopi robusta giling kiriman dari Pekanbaru… Kalo aktivitas yang satu ini, leadernya siapa lagi kalo bukan si Miing..

Selama menjalankan aktivitas ini jangan tanya kayak apa kelakuan kita2.. Musik…, nyala.. kencang pula…. ! Kaki…? Naik ke kursi… Sopan kan…? Dasar anak2 kost…. Padahal coba kalo di rumah masing2, di depan emak bapaknya, mana berani angkat kaki ke kursi.. Bisa dipules itu puser…. Hehehe..

Miko, Opi, Mia, Riza, Alina dan Ade… Gue rindu mabok2an dan ngupi2 bareng kalian… Gimana kalo kita kumpul2 di rumah oom Biyan…? Dia mau gak ya kita tamuin..? Atau jangan2 begitu ngeliat tampang kita2, oom dan tante langsung banting pintu dan teriak “ooouuucccchhhhhhhhhhhhhh tidaaaaaaakkkkkkkkkk, we don’t wanna see the gremlins anymore…..”!!! Huahaha…

Musim Hujan….

Sekarang kan bulan Maret ya… Tapi kok malah musim hujan ..? Sejak hari sabtu yang lalu di sini hujan melulu… Langit gelap melulu… Bikin Tati malas ngapa2in…, abis dingin banget siyy.. Pengennya di tempat tidur aja berselimut ria…. Tapi kan tetap harus kerja… Akibatnya, nyampe kantor selalu waktunya pas2an…

Tadi pagi hujan baru berhenti setelah lewat subuh… Hujannya dari malam… So habis subuh, Tati bukannya beberezzz tapi malahan naik lagi ke tempat tidur nyelinap ke balik selimut.. Nyadar2…, liat jam… 06.30.. Hayyyyaaahhhhh…. Langsung ngibrit deh ke kamar mandi, tapi sebelumnya sempat masukin roti ke toaster… Urusan kampung tengah emang gak boleh dilupakan, meski dalam keadaan terburu2.. Hehehe…

Jam 9-an… eh hujan lagi.. Lebat pula… Siangnya hujan lagi… Waduhh…!!! Hujan berhari2 ternyata tidak lagi terjadi di bulan2 berakhiran -ber, yaitu september, oktober, november dan desember… Mungkin iklim memang sudah berubah ya… Kasian petani dan nelayan, ya…? Karena mereka akan kesulitan memperhitungkan kapan masa tanam dan masa berlayar…

Masih tentang Dunia Baru

Boss Tati yang baru memang memberi Tati kesempatan untuk belajar supaya bisa tune in dengan dunia baru, dunia tentang kebudayaan dan pariwisata… Dunia Tati sebelumnya adalah dunia perencanaan secara umum. Klo pun dulu mengasistensi, unit2 yang dulu Tati asistensi bukan bidang kebudayaan dan pariwisata … Jadi Tati pindah ke dunia yang benar2 baru…

Sekitar 2 minggu yang lalu, Tati oleh boss diajak untuk hadir dalam suatu pertemuan dengan para penentu keputusan untuk mengekspose suatu rencana kerja tahun depan… Nah di pertemuan itu selain hadir para eksekutif, juga hadir para stake holders dan budayawan…

Di meja utama Tati melihat sesosok wajah yang rasanya pernah Tati lihat tapi gak tahu dimana.. Lalu saat beliau berbicara terdengar logat yang sangat Melayu dengan kosa2 kata yang jarang, bahkan beberapa di antaranya belum pernah, Tati dengar.  Tapi gak sulit memahami apa yang beliau maksud karena disampaikan dalam suatu konteks pembicaraan.. Ternyata beliau adalah salah satu budayawan Melayu yang ternama, Dr. Yusmar Yusuf.  Secara sebelumnya gak pernah terlibat di bidang ini, dan gak terlalu tahu dengan kebudayaan Melayu, nama2 para budayawan Melayu, gak ada dalam semesta pengetahuan Tati kecuali nama Pak Tenas Effendi yang saat ini sedang sakit di Malaysia.

Ternyata beliau juga adalah penggagas Malacca Strait Jazz, suatu konser musik yang mengawinkan musik jazz dan budaya Melayu… Ya ampuunnn, padahal beberapa bulan yang lalu di sepanjang jalan utama kota ini berjejer baliho tentang event yang satu ini. Waktu itu Tati pengen banget nonton tapi gak ada teman… Mudah2an di Malacca Strait Jazz yang akan dilaksanakan lagi di pertengahan tahun ini Tati bisa nonton ya…

Ada satu kata yang beliau sebutkan yang berkesan di kuping Tati..  Kata telajak..  T E L A J A K..  Ya, telajak.  Pernah dengar gak sebelumnya…? Ternyata kata itu berarti KEBABLASAN…  Ternyata kosa kata Melayu banyak yang belum Tati ketahui, meski hampir separuh umur tinggal di Tanah Melayu.., bahkan klo bicara dengan orang tua atau teman2 lama yang berdarah Melayu secara otomatis logat Melayu akan keluar dari mulut Tati…  Perlu belajar banyak niyy… Makanya mungkin dilemparkan ke dunia kebudayaan yang sebelumnya jauh dari semesta kehidupan Tati…  Hehehe.

Dalam diskusi yang dilakukan para orang2 penting yang hadir dalam pertemuan itu, beberapa pemikiran beliau sangat menarik menurut Tati.. Pemikiran bahwa di Riau seharusnya kita kembali mengembangkan konsep Reviera, dimana sungai sebagai nafas kehidupan masyarakat.. Karena memang sejarah di Riau berkembang di sepanjang aliran2 sungai, yaitu sungai Siak, sungai Kampar, sungai Rokan. Dimana seluruh kerajaan2 Melayu yang pernah ada di Riau berada di sepanjang sungai2 tersebut. Antara lain Candi Muara Takus, terdapat tidak jauh dari pinggir sungai Kampar Kanan, kompleks istana kerajaan Siak Sri Indrapura terletak di tepi Sungai Siak.

Kalau konsep ini dikembangkan, dimana sungai dijadikan “halaman depan” rumah, bukan “halaman belakang”, sungai2 kita akan kembali bersih, karena kan gak ada orang yang buang sampah di halaman depan rumahnya. Gak akan ada lagi pencemaran sungai.. Sungai akan kembali menjadi nafas kehidupan masyarakat, menjadi bahagian yang indah dari kehidupan masyarakat di Negeri Melayu ini… Kita akan berkembang tanpa kehilangan jati diri, tanpa lepas dari akar kita

Apakah kita atau anak cucu kita akan bisa melihat sungai yang tidak lagi keruh, dengan perahu2 berlayar indah menyusurinya…? Akan kah kita bisa melihat permukiman penduduk di tepian yang tertata indah, dengan segerombolan anak2 yang bermain air di sana? Akan kah konsep ini bisa diterapkan..? Atau kah akan hanya tinggal konsep yang terlupakan seiring waktu…?

Kak Tutik…

Tadi malam Tati sampai di rumah sekitar jam setengah sembilan malam, setelah seharian mhadiri mission statement training angkatan 03 Pekanbaru. Begitu buka pintu rumah……. sreeeeennnnggggggtercium bau yang wangi dan segar... Ini adalah hasil kerja keras kak Tutik…

Siapa siyy kak Tutik..?

Kak Tutik adalah kakak yang seminggu sekali datang ke rumah buat bantu Tati neriska (= nyetrika, ce urang Sunda..!!), kerjaan yang tetap harus dilakukan secara manual dan belum bisa dilakukan oleh mesin. Karena merasa gak sanggup buat duduk selama berjam2 buat neriska, Tati dari dulu selalu nyari orang yang bisa mengerjakan pekerjaan tersebut…

Sejak tinggal di rumah yang sekarang, ada sekitar 3 orang yang pernah kerja sama Tati. Lumayan baik2 siyy… Dulu ada kak Mila, kerja setahun lebih sama Tati. Berhentinya karena dia punya sakit rematik dan mutusin buat gak kerja lagi. Tapi kak Tutik is the best, dia udah lebih dari 2 tahun kerja buat Tati,  kerjanya rapi jali…. Dan alhamdulillah selama kak Tutik kerja di rumah, Tati belum pernah kehilangan satu barang pun..  Mudah2an akan selalu begitu ya..

Setahun terakhir karena Tati sering mengisi akhir pekan dengan berbagai kegiatan, Tati minta kak Tutik untuk juga beberez rumah : nyapu, ngepel dan bersihin kaca2 jendela.

Selama ini, meski belum tentu ketemu dengan Tati saat dia bekerja, hasil kerjaannya tetap baik dan rapi… Pokoknya pada hari kak Tutik kerja, pulang dari berbagai kegiatan Tati akan menemukan rumah dalam keadaan wangi.., pakaian2 tergantung dan terlipat rapi, , seprai & bed cover juga terlipat rapi, kaca2 jendela dalam keadaan cling… Bahagia rasanya menemukan rumah di akhir minggu dalam keadaan rapi dan wangi.. Rasanya Tati jadi siap untuk menjalani hari2 satu minggu ke depan.. Mudah2an kak Tutik selalu betah ya ngurusin Tati…

Menurut Tati, kak Tutik adalah contoh pekerja yang patut diteladani, meski mungkin di mata sebagian orang kerjaannya gak ada apa2nya…, cuma pekerjaan sederhana : nyetrika, nyapu, ngepel, ngelap kaca. Bandingkan dengan berjuta pekerjaan lain yang lebih canggih, yang membutuhkan keterampilan yang super dupper… Tapi rasanya hasil kerjaan kak Tutik yang bisa bikin Tati bahagia, bikin Tati merasa terbantu dan siap menjalani kehidupan satu minggu ke depan di setiap akhir pekan, pastilah kerjaan yang dilakukan dengan penuh rasa pengabdian, penuh rasa cinta, penuh keikhlasan… Karena tanpa harus diawasi, semua hasilnya dalam keadaan terbaik..

Insya Alloh segala pengabdian kak Tutik menjadi amal dan ibadah yang membawa kemudahan bagi kak Tutik dan keluarganya.. Amin…