Nikmat yang Tak Terkira…

Hari selasa 25 Maret yang lalu, jam 22.30-an tidit tidit.. Hp Tati berbunyi.. Ada SMS masuk.. Ternyata dari kak Iyet, salah satu senior di lingkungan kerja yang lama, tapi kak Iyet tugas di Bapedalda.. Isi SMS-nya..

Sondha, mba Mis lagi dalam keadaan kritis di ICU RS Santa Maria. Mohon doanya..

Siapa siyy mba Mis?

Mba Mis adalah seorang senior di lingkungan kantor yang lama, yang Tati kenal sejak Tati baru mulai kerja di situ. Mbak Mis berasal dari Surabaya, dan pindah ke Pekanbaru karena mengikuti suaminya yang bekerja di sini. Kita gak pernah kerja di unit yang sama. tapi entah gimana, mbak Mis tuh peduli banget dengan Tati. Dia selalu mendorong Tati untuk tetap mengembangkan diri. Dia selalu membela Tati bila mendengar ucapan2 negatif tentang Tati… Mbak Mis selalu mengingatkan Tati untuk gak menyerah dengan segala cobaan yang terjadi dalam hidup Tati… Mbak Mis selalu bilang kalo sosok Tati mengingatkan dia pada adiknya yang seumuran dengan Tati, yang juga belum menikah dan mencurahkan energinya untuk bekerja.. Mbak Mis juga pernah meng-hire Tati untuk ikut menyusun buku yang direalis kantornya.. Mbak Mis juga sering menerima orderan bolu gulung atau lumpia dari kita2 di akhir pekan… Masakannya mbak Mis uenaaaaakkk tenan…

Tati langsung mendial nomor hp kak Iyet.. Begitu diangkat…

Tati : Assalammualaikum, kak Iyet. Maaf menggangu malam2.. Apa cerita kak?

Kak Iyet : Waalaikum salaam, Sondha. Iya mbak Mis tuh dirawat terus enggak tau kenapa jadi gak sadar.. Dia kan ada asma jadi mungkin sulit bernapas..

Tati : Gitu ya kak? Besoklah insya Alloh ndha bezuk ya..

Kak Iyet : Sondha udah pindah ya? Kakak baru tau tadi siang. Kakak memang heran kok gak pernah liat Sondha akhir2 ini..

Tati : Iya kak. Baru sebulan setengahan laahhh…

Kak Iyet : Kami kehilangan Sondha lah yaaa…

Tati : Tenang aja kak.. Kita kan masih di kota yang sama.. Sondha masih main2 kok ke sana… Udah dulu ya, Kak.. Assalammualaikum.

Kak Iyet : Waalaikum salaam.

So, kemaren jam 10-an Tati ngajak kak Erma, teman Tati di kantor lama yang juga dekat sama mbak Mis karena sama2 pengurus GOPTKI Kota, ke rumah sakit.. Di sana kami menemukan mbak Mis dalam keadaan yang menyedihkan.. Sudah bisa buka mata (selama 6 hari mbak Mis koma dan gak bisa membuka matanya), tapi kayaknya masih belum bisa mengenali siapa yang datang.. Tapi kalo diajak ngomong, mbak Mis ngangguk. Di tubuhnya masih terpasang berbagai peralatan, termasuk masker oksigen dan alat monitor detak jantung..

Kiranya Allah memberikan kesembuhan dan kemudahan bagi mbak Mis… Senmoga dia selalu dalam lindungan Alloh..

Buat kita… : Betapa beharganya kesehatan, nikmat yang tak terkira yang sudah dilimpahkan Alloh kepada kita, secara gratis pulaa… Terima kasih ya Alloh… Berikanlah kami kesehatan supaya selalu dapat beribadah… Berikanlah kami hati yang semakin dan semakin mencintai Mu…

One thought on “Nikmat yang Tak Terkira…

  1. adat manusia memang begitu,bila waktu sihat tidak menghargai kesihatan diri, bila sakit baru tahu betapa bersyukurnya dan nikmat badan suhat

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s