Kak Nanik…

Ini postingan yang udah ditulis minggu lalu, saat Tati nguplek plek di Aryaduta yang jadi lokasi rakor Kebudayaan dan Pariwisata se-Provinsi Riau. Cuma waktu itu belum sempat di-publish karena belum sempat on-line.. Here d old post…

Tadi di kamar 210 hotel Aryaduta yang digunakan buat posko panitia, beberapa teman bercerita tentang ikatan antara orang Malaysia dengan wilayah Kampar. Iya, banyak sekali orang2 Kampar yang punya keluarga dan kerabat yang merantau ke Malaysia dan kemudian menjadi warga negara sana.. Pembicaraan mereka mengingatkan Tati kepada kak Nanik..

Siapa sih kak Nanik…?

Kak Nanik adalah salah seorang yang pernah bantu2 di rumah saat kita masih tinggal di Kompleks Gubernur di kota ini. Kak Nanik termasuk orang yang cukup lama kerja di rumah, sekitar 8 – 9 tahun. Pokoknya sejak Tati belum TK sampai Tati kelas 5 SD.

Kak Nanik tuh tugasnya nyuci, nyetrika, bantu2 tante yang masak di rumah dll dll… Kak Nanik jarang banget bicara, gak suka ngomel… Gak suka keliaran apalagi nangga… Paling banter sore2 kalo kerjaannya udah kelar, dia ikutan kita2 duduk2 di tembok depan rumah.. Pokoknya dari pagi2 dia udah sibuk aja sendiri…, dan baru berhenti setelah ngeberesin piring2 kotor setelah orang2 di rumah makan malam.. Setelah itu, kak Nanik akan ambil posisi di love-seat yang terletak di pojok ruang keluarga… Mula2 dia nonton TV sambil menyenderkan kepalanya di tangan kursi, beberapa saat kemudian….: TV yang nonton kak Nanik lagi pulezz lezz lezzz….. Hehehe. Dan akan tetap begitu sampai salah satu anggota keluarga membangunkannya dan nyuruh pindah tidur ke kamar… Tapi ngebangunin kak Nanik bukan pekerjaan yang gampang… terkadang sampai harus ditarik tangannya supaya dia bangun dan berdiri.. Hehehe.. Dan bukan sekali dua kali anggota keluarga ngejailin dia dengan narok garam di bibirnya saat dia tidur nyenyak di kursi… Hehehe..

Lucunya lagi.. sejak kak Nani mulai kerja di pagi hari, dia akan menyalakan radio. Dan radio baru dimatiin kalo kak Nanik udah selesai kerja dan duduk di depan TV. Karena sepanjang hari ngedengerin radio, kak Nanik jadi orang yang paling informatif di rumah.. Kak Nanik tau kapan jadwal pemadaman lampu dari PLN, kapan jadwal pemadaman air dari PDAM. Dan dia akan memberitahukan jadwal2 tersebut kepada anggota keluarga yang lain, untuk menyiapkan lampu strongkeng (alias petromaks) kalo akan mati lampu, atau menampung air dalam jumlah banyak kalo akan ada pemadaman air. Kak Nanik juga jadi orang di rumah yang paling tau jadwal pemutaran film… So kalo kita2 pada mau nonton tanya aja kak Nanik di bioskop sana puter film apa, dan di bioskop ini puter fim apa… Tapi dianya sendiri gak mau diajak nonton.. Dia lebih suka nonton TV lalu ditonton TV… Hehehe…

Setelah sekian tahun bantu2 di rumah.., suatu hari kak Nanik bilang kalo dia gak bisa bantu2 lagi, karena dia akan ikut paman-nya yang telah duluan berangkat ke Malaysia, dan telah hidup mapan di sana.. Kita terpaksa merelakan kak nanik berangkat meski dengan linangan di rumah..

Beberapa tahun setelah kepergian kak Nanik ke Malaysia, suatu hari Tati mendapat kiriman sebuah paket.. Sebuah amplop coklat berukuran besar dan tebal pula… Di bagian depan tertulis kepada adinda Sondha Monalisa Siregar, alamat bla bla bla bla… Di bagian belakang tertulis dari kakanda Nanik, alamat bla bla bla bla…

Saat dibuka…, ternyata selain selembar surat di dalam amplop tersebut terdapat lebih dari seribu keping prangko bekas dan beberapa set prangko baru edisi koleksi untuk filateli. Yaa amppuuuuunnnn…. Kak Nanik ternyata ingat hobby si Tati kecil mengoleksi perangko… Hobby yang sudah terlupakan entah sejak kapan…

Hebohnya lagi, dari lebih seribu keping perangko bekas itu, untuk setiap seri terdapat perangko dari seluruh negara bagian Malaysia.. Tati jadi mikir, gimana caranya kak Nanik ngumpulinnya yaa sampai bisa sebanyak itu dan selengkap itu….? Kok bisa ya…? Pasti kak Nanik melakukan ini karena dia ingat sama Tati, karena dia sayang sama Tati, si bocah centil yang selalu dia urusin dari kecil…

Waktu itu Tati segera membalas surat kak Nanik untuk mengucapkan terima kasih.., tapi kemudian tidak pernah menerima sepucuk pun surat lagi… Dimana ya kak Nanik sekarang…? Dia udah tau gak kalo sebagian orang2 yang dulu dia urusin udah pada gak ada…, udah pada pergi menghadap Sang Khalik? Dia tahu gak ya, kalo Tati mengunjungi rumah lama tempat Tati dibesarkan, lalu melihat bufet panjang di bawah jendela di ruang makan, Tati selalu ingat dia, karena itu merupakan tempat favoritnya buat nyetrika…?

Mudah2an kak Nanik selalu dalam lindungan Alloh, ya? Mudah2an kak Nanik hidup bahagia dan sejahtera….

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s