Monogami dan Poligami…

Beberapa hari yang lalu dalam percakapan by phone dengan seorang teman perempuan yang sepantaran dan juga belum menikah…

Teman : Kak, apa pendapat kakak tentang poligami…?

Tati : Maksudnya?

Teman : Iya, apa pendapat dan pikiran kakak tentang poligami..?

Tati : Kamu baru nonton Ayat-ayat Cinta, ya?

Teman : Kakak ni…! Ditanyain malah nanya lagi…! Gimana siyyy…?

Tati : Aduuuuuhhh, gimana yaa? Secara aku dibesarkan dalam keluarga yang menjunjung tinggi azaz monogami, jadi konsep poligami gak ada di semesta pikiran ku

Teman : Terus menurut kakak, siapa yang mau mengawini kita2 yang belum menikah di usia segini ini…?

Tati : Maksud kamu…?

Teman : Coba kakak lihat kenyataan… Laki2 seumuran kita umumnya udah menikah. Kalau pun belum, mereka akan mencari perempuan yang usianya lebih muda.. Lebih segar, lebih cantik…!! Duda…? Sama aja kak… Mereka juga akan mencari perempuan2 yang lebih muda dari kita… Jadi siapa yang mau menikahi kita? Apa kita mau sampai mati seperti ini…?

Tati tercenung mendengar ucapan sang teman yang berapi2… Berusaha mencerna ucapan2nya dengan baik…

Tati : Kok kesannya desperate ya…?

Teman : Bukan desperate kak… Ini kenyataan hidup..

Tati : Entah lah…!! Memang kalau dilihat2 kenyataannya begitu ya.. Tapi semua yang terjadi dalam hidup kita atas seizin dan sepengetahuan Alloh.. Jadi pasti ada hikmahnya.. Lagi pula apa semua lelaki memandang perempuan itu dari fisiknya? Aku pikir banyak juga laki2 yang membutuhkan mitra dalam hidupnya.. Cuma kita belum ketemu aja.. He must be somewhere out there Buat aku siyy tetap poligami itu masih belum suatu pilihan hidup, rasanya. Karena menurut aku lembaga perkawinan itu terlalu sempit kalo diisi oleh tiga orang atau lebih.. Pasti akan ada pihak yang merasa tersakiti, karena yang namanya manusia itu kan sulit untuk bisa adil..

Teman : Tapi kalo semua pihak ikhlas kan gak ada masalah, kak..?

Tati : Ikhlas…? Berbagi suami..? Menurut aku harta benda adalah hal2 yang relatif lebih mudah untuk dibagikan.. Tapi suami, ayah anak2 kita…? Rasanya sulit ya… Kecuali mungkin kita sudah tidak mampu lagi mengurus dan melayani suami, poligami bisa jadi menjadi suatu pilihan… Atau mungkin karena kondisi seperti yang terjadi dalam Ayat2 Cinta..

Teman : Kakak lihat “tokoh A” yang berpoligami..? Setelah reda berita yang simpang siur, toh mereka tenang2 aja tuh.. Menurut aku gak apa2 kok kak.. Asal laki2nya benar2 mampu apa lagi punya pemahaman agama yang kuat.. Malahan mungkin dia bisa mendidik kita jadi istri yang solehah..

Tati : Entah lah yaa… Setiap orang kan berhak punya pendapat dan pikiran yang berbeda… Btw, kamu lagi punya hubungan dengan suami orang..?

Teman : Kakak ini…..!!!!

Tati : Terus…, kenapa gitu ngotot banget nanya-nya…? Hehehe…

Mrs. Tupperware….

Tanggal 14 Maret 2007 saat pulang kantor, Tati menemukan surat panggilan dari Kantor Pos untuk mengambil kiriman. Karena tanggal 14 hari Jum’at, so tangga17 siang Tati pergi deh ke sono.. Ternyata ada kiriman dari Opi, mantan teman sebelah kamar di Cirahayu 4 yang suka Tati resehin kalo pengen ke kamar mandi malam2… Hehehe..

 

sondha-mia-opi.jpg

 

Ngirimin apa siyy mantan The Most Expensive Face of CR4 yang sekarang bermukim di Mataram ini…?

Pas kardusnya dibuka….. Taadaaaaaaa…………. Satu set kotak2 Tupperware plus sebuah plate yang bisa di-push di bagian tengahnya sedemikian rupa hingga bisa jadi bowl… Dan semua berwarna hijau pupus…., salah satu my favorite colour… Thank you ya, emaknya Pipank… Kok repot2…? Kirimin lebih banyak lagi donk….!!! Hehehe… Dasar si Sondha bokiz…

 

tupperware1.jpg

 

tupperware.jpg

Opi, yang dulu kita kata2in kalo punya anak akan dikasi nama Pipank (akronim dari Opi dan Papank) karena pacaran dengan Mas Papank (yang sekarang beneran jadi suaminya), saat ini menjadi salah satu marketing Tupperware yang sukses di Mataram.. Sudah 2 tahun ini doski mencapai target penjualan yang membuat Opi dapat bonus travelling ke Hongkong tahun lalu dan ke China tahun ini…

Opi yang sempat kerja beberapa tahun di sebuah perusahaan yang memproduksi essence dan fragrance di kawasan Otista Jakarta, memilih jadi full time mother mengikuti Mas Papank yang kerja di perusahaan tambang di Kalimantan dan kemudian di Nusa Tenggara Barat… Ternyata meski jadi full time mother, Opi bisa tetap produktif tuuhh… Hebat kan….? Tati aja yang kerja bertahun2 belum pernah dapat bonus jalan2 ke Hongkong atau ke China… Jadi jealous deehhhh…. Hehehe…

Buat teman2 yang harus memilih jadi full time mother tapi pengen tetap bisa produktif, mungkin Opi bisa jadi contoh…

My dear friend Opi.. Makasih buat segala kebaikan kamu.. makasih udah jadi sahabat ku selama bertahun2… I love you..