Reunion Travelling 2nd Day : Pantai Sasak

Jum’at pagi, 01 April 2011, setelah selesai beberes,  dengan 2 mobil rombongan kami dibawa oleh Tuan dan Nyonya rumah ke… Pantai Sasak…  Dimana itu…?

IMG-20110401-00084

Pantai Sasak, Pasaman Barat…

Pantai Sasak itu berada di Kabupaten Pasaman Barat, berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia…

Kalau dilihat dari pantainya, pantai ini gak jauh berbeda dengan pantai-pantai lainnya yang udah aku kunjungi…  Karena posisinya menghadap ke barat, mungkin sunset di pantai ini indah sekali…   Tapi kami tidak bisa menyaksikannya karena kami berkunjung ke sana sekitar jam 10 sampai saatnya makan siang…

Lalu apa istimewanya pantai ini….? Kulinernya….

@ Pantai Sasak3

L – R : Yulisman, Veny, Linda, Ati, Aries, Sondha, Idien, Nana dan Gufron

Setelah sempat berfoto dengan formasi nyaris lengkap (hanya Vampire yang gak ada), kami digiring (sapi kaleeeee….. hehehe 🙂 ) ke rumah makan Cahaya.. Rumah makan yang unik karena tempat makannya adalah kapal yang diangkat ke darat… Unik yaaaa…….

@ Resto Cahaya Pantai Sasak1

Rumah Makan Cahaya di Pantai Sasak…

Kuliner istimewa apa yang disediakan di rumah makan ini…? Ikan tenggiri bakar, udang, keripik kambang dan lain-lain..

Tenggiri Bakar

Ikan Tenggiri Bakar

Ikan tenggiri sebelum dibakar dibumbui dengan kunyit dan bumbu-bumbu lain, sehingga warnanya menjadi kuning…  Rasanya maknyuuussss.  Aku aja sampai ngejilatin jari jemari tangan kananku untuk menikmati sisa-sisa bumbu yang nempel di sana.. Hehehehe…  Gak mau rugi…

Keripik Kambang… 2 thumbs up…

Lalu bagaimana dengan keripik kambang…?

Hmmm aku awalnya mengira klo keripik kambang itu adalah kue kembang goyang.., yaitu kue tradisional yang terbuat dari adonan tepung beras diberi gula dan setelah cetakan yang berbentuk bunga dicelupkan di adonan, dan kemudian cetakan yang bertangkai itu dicelupkan di minyak panas…  Ternyata oh ternyata, keripik kambang itu rasanya tidak manis, melainkan gurih, karena diberi bumbu dan memakai ikan-ikan kecil dalam adonan tepung berasnya…

Secara keseluruhan, makanan di rumah makan Cahaya itu memang luar biasa, selain karena bumbunya yang manstap banget, juga karena bahannya yang segar…., langsung dari laut…  Enggak nyesel meski jarak yang ditempuh  cukup jauh…  Coba hitung, Pekanbaru – Padang 6 jam, Padang – Kinali (rumah Yulisman), 2 jam, Kinali – Pantai Sasak 30 menit.. Total 8,5 jam… Jauh banget kan… ???? 🙂 🙂 🙂 ***

Reunion Travelling…, part 2

Pada waktu yang telah direncanakan, Kamis 31 Maret 2011, jam 10.30 aku menuju Padang dengan menggunakan travel..  Sementara rombongan dari Jakarta yang terdiri dari Ati, Linda, Veny, Idien, Aries, Nana dan Gufron terbang dengan Lion.

Perjalanan ke Padang ini awalnya membuat aku merasa cemas dan  tidak nyaman…  Aku gak pernah ke Padang sendirian sebelumnya…  Aku juga gak tau kota Padang…  Mana aku gak pernah naik travel pula ke sana…  Tapi alhamdulillah ternyata travelnya menggunakan Kijang Innova, dan aku dapat tempat duduk di depan..Jadi nyaman…

Aku sampai di Padang jam 17.30 wib.  Hasil komunikasi dengan Yulisman, dia minta agar supir travel mengantarkan aku ke depan pos polisi di bawah jembatan layang ke bandara, dan dia beserta supirnya akan menjemput aku di situ..  Alhamdulillah setelah ditungguin sama travel  beberapa menit, aku akhirnya dijemput Yulisman..

Yulisman kaget saat bertemu dengan ku…  Kami sudah tidak bertemu sekitar 18 tahun…  Dia belum tahu kalau aku telah menggunakan kerudung.., dan itu sangat mengagetkan dia… Mungkin dalam pikirannya, “Mana lah mungkin si bandel Sondha pakai kerudung” hahahaha…  Dan dia juga kaget ketika tahu kalau aku bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil..  Yulisman bilang, “Gue gak nyangka.. Jiwa lu terlalu merdeka untuk jadi PNS.” Gubbbrrraaaakkkksssss……………. Hahahaha…  Life is so full of surprised, my buddy….

@ Lamun Ombak

Setelah ketemu kami langsung menuju bandara, menunggu kedatangan teman2 yang kebetulan pesawatnya didelay sekitar 45 menit… Tak lama kami sampai di bandara, teman kami Firdaus “Vampire” datang… Hmmmmm… suasana reuni mulai terasa…  Setelah menunggu sekitar ½ jam…, rombongan dari Jakarta yang beranggotakan 7 orang muncul….  Huuuuhhhhhhh hebohnyaaaaaa…………

Ketemu Linda, Ati dan Veny di luar Jakarta dan Bogor udah pernah terjadi..  February  2010 mereka bertiga terbang dari Jakarta ke Sing, dan aku dari Pekanbaru ke Sing via Batam..  Tapi ketemu Idien di luar kota Bogor, adalah yang pertama kali dalam 25 tahun pertemanan kami…. hehehehe…

Setelah memasukkan barang2 kami ke mobil Yulisman dan Firdaus, kami dibawa menuju rumah makan Lamun Ombak.. Sambil makan di bagian belakang resto yang menyediakan tempat duduk lesehan, kami ngobrol menikmati pertemuan ini.. Pertemuan yang luar biasa…., tak disangka bisa terealisir, setelah sekitar 18 tahun yang lalu kami satu per satu meninggalkan kampus…

Tak lama setelah kami selesai makan, dan masih ngobrol…, Mawar,  istri Yulisman yang belum pernah ketemu sama kami datang…  Ternyata anak mereka yang paling tua juga sedang di Padang dalam rangka persiapan untuk menari dalam suatu misi Kebudayaan ke Kuala Lumpur.

Setelah Mawar, yang alhamdulillah luwes dan friendly banget (klo enggak, betapa canggungnya kami yang sudah biasa berbicara ceplas ceplos dengan Yulisman.. hehehehe), selesai makan, kami melanjutkan perjalanan… Kemana…? Ke rumah Yulisman di Kinali, Kabupaten Pasaman Barat., sebuah Kabupaten di pesisir barat Sumatera, sekaligus berbatasan dengan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara.  Perjalanan ke Kinali butuh waktu sekitar 2 jam..   Setelah sempat singgah untuk membeli jagung bakar dan durian, kami melanjutkan perjalanan… Kami para ibu2 tertidur sampai di tujuan…

Kami sampai di Kinali sekitar jam 12 malam…  Setelah memasukkan barang2 kami ke kamar, kami sempat duduk2 ngobrol di ruang tamu serta menyantap duren… hahahaha…  Namun akhirnya mata tak mampu lagi melawan.. Jam 01.00 kami para perempuan memutuskan untuk masuk kamar, bergantian mandi dan tidur….  Udah gak kuat lagi…. ****

Reunion Travelling…, part 1

Hari  Rabu 30  Maret 2011 yang lalu, aku mengahadap ke atasanku.. Mohon izin untuk tidak masuk kantor tanggal 31 Maret dan 01 April…, karena mau travelling  ke Sumatera Barat  tanggal 31   Maret sampai dengan 3 April  2011.  Alhamdulillah atasanku mengizinkan…

Travelling…?  Sama siapa…?  Dalam rangka apa…?

Aku janjian travelling sama teman2 mainku saat kuliah di Bogor sekitar tahun 1986 – 1992…  They’ve been my friends for 25 years….

Ceritanya, aku, Veny, Linda dan Ati ingin travelling bareng lagi setelah kami travelling bareng ke Sing bulan Februari 2010..  Sebenarnya travelling ke Sumatera Barat sudah beberapa kali kami bicarakan pada saat kami ketemuan, yang selalu disempatkan kalau aku tugas ke Jakarta..  Topik ini semakin menguat ketika Venny, Linda dan Idien ketemu dengan Yulisman saat reunian Program Studi EPS beberapa bulan yang lalu…

Setelah itu Yulisman beberapa kali menelpon aku, menawarkan padaku dan teman2 untuk berlibur ke Sumatera Barat..

Siapa siyy Yulisman…?

Yulisman adalah teman gila ku di masa muda… Hehehehe…  Sama seperti aku, Linda, Veny, Ati dan Idien, Yulisman juga kuliah di Jurusan Sosek, kami kuliah bareng selama tingkat 2.  Tapi di tingkat 3, Linda, Veny, Idien dan Yulisman mengambil Program Studi EPS, sementara aku dan Ati megambil Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian.

Sondha & Yulisman

Sondha dan Yuli, 20 tahun yang lalu…

Tapi di luar perkuliahan, Yulisman, aku dan Avita adalah teman main sehari-hari… Kok bisa…? Ya, Vita yang kuliah di Jurusan Gi zi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga  seangkatan dengan Yulisman di Menwa IPB.  Secara aku sekost dan akhirnya bersahabat dengan Vita, aku pun terseret berteman dengan Yulisman…  Aku selalu mereka seret2 dalam berbagai kegiatan mereka.. Mendaki gunung, salah satunya…

Buat aku si anak rumahan yang sebelumnya gak pernah berurusan dengan dunia luar, mendaki gunung jauh dari semesta kehidupanku. Tapi preman yang dua ini menyeret2 aku.. Ketika aku  menangis karena kelelahan dan ingin meyerah karena rasanya gak mampu lagi berjalan, mereka tetap membujuk aku untuk meneruskan langkah mendaki gunung… Jadi ingat ucapan Vita di saat2 itu.. “Come on Sondha, no pain no gain…!!”

Bahkan dalam suatu  pendakian bertiga ke Gunung Gede yang iseng tanpa rencana dan persiapan, apa lagi izin dari pengelola kawasan, kami tersesat di gunung…  Ceritanya, karena tidak mengurus izin, kami yang memulai pendakian dari Gunung Putri, Cipanas, melambung (mengambil jalan yang bukan path pendakian) untuk menghindari Pos Jaga.  Ternyata kami melambung terlalu jauh…, dan setelah jalan berjam-jam tetap tidak menemukan kembali path yang seharusnya kami susuri untuk sampai ke puncak Gunung Gede..  Aku si nona manja, mulai menangis ketakutan…  Kami lalu memutuskan untuk berhenti.., membuka bekal seadanya, menyalakan kompor parafin dan membuat kopi dan teh untuk menghangatkan diri…  Sambil duduk dan dan mereguk minuman, kami hanya mampu memandang sinaran lampu2 dari kawasan Cipanas di kejauhan….  Yulisman lalu membujuk aku dan Vita untuk tidur dan dia tetap berjaga sampai pagi..  Dan setelah hari benar2 terang, kami kembali berjalan tapi tidak lagi mendaki, melainkan pulang…  Jangan tanya apa yang kami tempuh…  Hehehehe…

Sehari-hari, Avita dan Yulisman adalah temanku berjalan kaki menyusuri pojok2 Kota Bogor terutama di malam hari, saat sebagian besar angkot2 dan bemo sudah tidur..  Jalur favorite kami adalah menyusuri lingkar luar Kebun Raya…, mulai dari Jl. Raya pajajaran, masuk ke Jl. Jalak Harupat, lalu ke Jl. Jend. A. Yani, lalu ke Jl. Otista… Sebelum pulang, biasanya kami duduk-duduk bahkan bisa sampai berbaring leyeh-leyeh di pelataran Tugu Kujang di pertigaan Jl. Raya Pajajaran dan Jl. Otista…  Hehehehe…  Sambil berbaring jejeran, kami memandangi bintang-bintang di langit  dan bercerita tentang angan seperti apa kami 15 tahun kemudian… Hehehehe…  Bahkan untuk memberi kesan kita adalah 3 girls (not 2 girls and 1 boy), aku dan Vita memanggil Yulisman dengan Yuli.. Hahahaha…

Lalu saat jalan berempat dengan Ati, Linda dan Veny pertengahan Februari 2011 yang lalu.., ketika kami lagi di mobil muter2 Kebayaoran buat nyari tempat buat duduk,  Ibu2 yang 3 mendorong aku untuk menelpon si Yuli..

Dari hasil pembicaraan, Yulisman menawarkan kami untuk berlibur bareng di Sumatera Barat dan dia dengan senang hati akan menjadi tuan rumah….  Bahkan untuk membicarakan rencana lebih kongkrit, Yulisman akan ketemuan dengan teman2 yang di Jakarta beberapa hari setelah pembicaraan di telpon.

Hasil pembicaraan lebih lanjut, kami tidak hanya berempat ke Sumatera Barat, tapi Idien, sahabat kami yang menetap di Bogor juga akan ikut.  Juga Aries, d only man di kelompok arisan kami “Bersahabat Sampai Tua”.  Belakangan bergabung juga Gufron, teman sekelas kami yang berasal dari Sumatera Barat, tapi sekarang menetap di Jakarta, dan Nana teman main kami juga yang bahkan pada tahun 1988 ikut travelling bareng Linda, Ati, Idien dan Aries ke Yogya dan Bali.  Selanjutnya di Sumatera Barat akan bergabung teman kami Fidaus “Vampire” yang asli Sumbar dan saat ini menetap di Batu Sangkar…

Panen Jagung

Sosek 2, Tahun 1988 – 1989.  Sembilan orang yg ikut travelling ada di foto ini kecuali Veny..  Try 2 find us… Hehehehehe…

Ada satu kesamaan dari kami semua…  Kami semua pernah mengalami penundaan kenaikan kelas selama di IPB.  Bahkan kami semua, kecuali Veny merasakan 2 tahun di tingkat 2 Sosek pada tahun yaitu tahun 1987 – 1989.  Saat itu lebih dari 40 anak mengalami hal yang sama…, mengulang seluruh mata kuliah yang telah diambil pada tahun sebelumnya kecuali yang sudah dapat nilai B ke atas…  Perasaan senasib membuat kami  merasa kompak…  Kami belajar lebih serius dan sungguh-sungguh, tapi yang namanya main…, teteuuuuppp… Sehingga kata teman2, RCD membuat masa kuliah lebih fun…  Kata Aries “RCD Jaminan Kesuksesan dan Kesenangan…!!!”  Hahahaha… ***

Ngobrol @ Dijan’s

Dijan’s… Apa itu…?

b3 @ Dijan's1

@ Dijan’s pannekoeken & poffertjes, Kemang.. L – R : Ati Lubis, Sondha Siregar & Linda Ramalah Omar

Dijan’s atau lengkapnya Dijan’s pannekoeken & poffertjes adalah nama sebuah cafe yang berlokasi di Jl. Kemang Selatan, Jakarta..

Ceritanya setelah kelar dari Cafe Zamrud, aku, Linda, Veny & Ati pengen nyari tempat duduk2 santai buat ngobrol.. Setelah bingung dan bingung, Linda menyarankan untuk ke Dijan’s…

Tapi karena malam minggu, hujan pula.. Tidak mudah bagi kami untuk mencapai daerah Kemang Selatan.. Mana kami sempat jalan2 dulu ke Tebet dan Kebayoran Baru, sambil ngobrol di mobil… Hebat bukan, 4 emak2 keliaran malam minggu.. Hehehehe…

b4 @ Dijan's2

seperti rumah kost di Jl. Pangrango 16 Bogor… L – R : Linda Ramalah Omar, Veny Angrijani, Ati Lubis & Sondha Siregar

Begitu sampai di parkiran Dijan’s aku langsung tersepona eh terpesona.. Why…? Karena arsitektur bangunan yang digunakan untuk Dijan’s persis seperti rumah tempat kost aku dan Linda saat kuliah di Bogor.. Rumah di Jl. Pangrango 16 yang sekarang dijadikan Met Liefde Caffee… Bedanya lahan Dijan’s berkontur dan bangunannya berlokasi di bagian yang tinggi di sebelah dalam lahan, sementara rumah di Pangrango 16 berlahan relatif datar di bagian depan, berkontur justru di bagian belakang yang merupakan service area..

Dijan’s poffertjes…

Dijan’s menawarkan Holland Cuisine…, antara lain sebagimana yang tercantum di nama caffeenya, pannekoeken & poffertjes.  Interior dan perangkat hidangnya juga Holland bangetzzz… Di salah satu pojok ruangan terdapat lemari pajang yang berisi koleksi miniatur windmill.. Lucu2…

Suasananya nyaman bangetzz buat ngobrol… Karena sebenarnya udah kenyang setelah menikmati Arabian Cuisine di Cafe Zamrud, kami hanya memesan 3 teh anget, 1 lemon tea anget, plus seporsi biterballen dan poffertjes untuk teman ngobrol…

b4 @ Dijan's

ngobrol @ Dijan’s.. L – R : Veny, Linda, Ati & Sondha…

Kami lalu ngobrol ke sana ke mari… Berputar2 antara masa kini dan masa lalu di Bogor… Bercerita tentang teman2… Rasanya nyaman sekali berkumpul dengan teman2 yang 3 ini.. Sebagaimana Ati bilang, “Ngobrolnya enak, santai, apa adanya.. Sementara dengan teman2 lama dari suatu kelompok lain rasanya melelahkan karena ada yang snob, ada yang ngomong seenak perut tanpa mikirin perasaan orang lain…” Hehehe..  Ya iya lah.. Kami telah berteman lama sekali, lebih dari 20 tahun.. Kami sudah tahu pasang surut kehidupan masing-masing, dan gak perlu lagi bergengsi-gengsi yang gak perlu… We are friends for each other.. Persahabatan yang langka di hari gini, yang perlu dipertahankan sampai tua…

b4 @ Dijan's1

bersahabat… semoga sampai tua yaaa…

Kembali ke Dijan’s…

Dijan’s biterballen

Biterballen-nya enak… Rasanya mirip banget dengan biterballen di Resto Puncak Pass yang terkenal itu… Poffertjes-nya juga enak.. Jadi ingat beberapa tahun yang lalu di Pondok Indah Mall ada caffee yang juga jual masakan jadul termasuk poffertjes.., tapi kayaknya sekarang udah gak ada lagi…

Belum puas ngobrol, tapi karena udah lewat jam 11 malam (kami takut jam keburu berdentang sehingga kereta kencana kami menjadi labu.. hehehehe..) Kami pun pulang.., secara kami semua sudah sangat lelah setelah beraktivitas sejak pagi… Lagi pula sebelum pulang ke rumahnya di daerah Tebet, Ati  mengantar aku dan Veny ke daerah Fatmawati, Linda ke Kampung Rambutan.. Kasian dia klo pulang terlalu larut…, terlalu riskan…***

2010 : Work Hard, Travel Hard & Play Hard (Part 2)

Pulang dari Lombok, aku harus beres2 buat masukin usulan kegiatan 2011 yang akan dibahas di Musrenbang Provinsi..  Lalu dilanjut dengan nyiapin bahan yang akan dibawa ke Musrenbang Nasional..

Yang repot, formatnya beda dan teman2 sebagian besar menyerahkan dalam format usulan APBD, meski udah dikasi tahu dan dipinjamin peraturan tentang hal tersebut..  So, terpaksa lah mengolah lagi dan lagi untuk semua usulan kegiatan..  Jangan ditanya apa rasanya harus mengerjakan hal seperti itu… Rasanya pengen muntah sangkin muaknya…  Bosan ngeliat orang2 yang gak mau belajar dan melepaskan pekerjaan begitu saja,   membuat aku terkadang rasanya seperti budak yang harus membersihkan pekerjaan yang gak dikerjakan dengan hati.. Astagafirullah al adzim….  Hanya keyakinan bahwa ini proses penempaan untuk membuat “cawan”ku semakin kuat, besar dan indah untuk mewadahi kebahagiaan yang membuat aku tetap bertahan terhadap situasi  ini…

Lalu di bulan May aku berangkat ke Jakarta untuk mendampingi atasanku pada Musrenbangnas yang diadakan di Hotel Bidakara & Balai Kartini..  Selesai Musrenbang, aku diminta tolong untuk mengerjakan suatu tiugas di Jakarta.. Akibatnya aku di Jakarta sekiar seminggu…  Di sela2 tugas aku, teteuuuuppppp, main dan ketemuan ama sohib2ku..

Vietophia

Mantan PAnak Kost Cirahayu 4 dan Cirahayu 7 L – R : Kak Andri, Mia, Miko & Sondha

Main dengan Venny, Linda & Ati tentu bangetsss…. Secara aku nginap di rumah Venny di Kramat Batu.. Aku juga janjian ketemuan di Vietopia Cikini ama Mia dan Miko, mantan teman serumahku waktu di Cirahayu 4..  Hadir juga kak Andri, mantan anak Cirahayu 7 yang juga fansnya anak2Cirahayu 4.. hehehehe.. .

Satu hal yang mengejutkan adalah aku ketemu dengan Ning, temanku saat kursus PUSiPICS selama 6 bulan, mulai dari bulan September 1998  sampai dengan Maret 1999…  Ning yang sejak dulu sampai saat ini bertugas di Bappeda Kalimantan Tengah hadir beserta rombongan kantornya..  Saat bubaran acara di hari pertama, ketika aku dan Ning lagi jalan sambil ngobrol, tahu2 ada yang teriak… “Sondhaaaa…. Niiiiing…!!! Mau kemana rame2…???? Ada acara potong padi…?” Hahahahaha…. Itu suara Yayat, teman kita juga saat kursus… Waktu kursus Yayat bertugas di Bappeda Kota Palangkaraya, sekarang Yayat tugas di Dinas Pertanian Kota Malang..

Alumni Puspics

L – R : Sondha, Yayat & Ning

Kami bertiga langsung ngobrol hebooohhhh…. Kenangan kembali pada hari2 kami harus nginceng alias ngintip foto2 udara dari balik streoskop…. Padahal kami gak punya background dengan ilmu bentuklahan alias geomorfologi…  Jadi klo teman2an lulusan Geologi, Tambang dan Geografi bisa bllang “Hmmm…. ini sesar… ini isoklin, ini antiklinal dll dll…”,  kami cuma bisa terbengong bodoh… Hahahahaha… Setelah beberapa hari ketika pengamatan dilakukan terhadap landcover yang selanjutnya diterjemahkan menjadi landuse, baru lah kami bisa agak tidak terlalu bloon, dengan menduga kenampakan sebagai kebun campuran, hutan, permukiman dll… hehehehe.. Hancurrrrrr……!!!!!

BDG with my BFF

L – R : Ayu, Venny, Ati & Sondha @ Bandung, May 2010

Di weekend, setelah acara Musrenbang usai, aku bersama Ati & Mas, Venny dan Ayu (ponakan Venny) pergi ke Bandung… Ngapain….? Ya jalan-jalan donk…. hehehehe… Kita ke Batagor Kingsley, ke Batagor Ririh, toko roti (adduuuuhhhh apa ya namanya), selain ke FO dan FO di Jl. Riau dan di Jl. Lembang..

Gak lama pulang dari Jakarta, terjadi perubahan kepemimpinan di kantorku… Itu artinya perubahan Pejabat Pelaksana Anggaran, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, Pejabat Pengadaan, Panitia Pengadaan dll berubah… Itu semua kerjaanku…, yang memang bertugas meramu tatalaksana kegiatan di lingkungan kantor…  Setelah mencoba menata sana sini…, akhirnya tugas2 ini selesai dalam waktu sekitar 1 bulan….  Jangan tanya kayak apa rasa pegelnya… hahahahaha…  Tapi teteup semuanya indah.., semua ada hikmahnya..  Apalagi setelahnya ada perjalanan lagi…***

Hakekat Kerja….

Aku adalah penggemar KLa Project…  Itu wajar, selain karena memang mereka adalah pemusik yang jaya di era kemudaanku,  lagu2 mereka indah, penuh kejutan, tidak monoton dan liriknya sangat puitis dan penuh makna.

Satu lagu KLa Project  yang mengingatkan aku akan hakikat kerja, hakekat yang sering kali terlupakan di saat kata “kerja” mendangkal pemaknaannya hanya sekedar sebagai upaya mencari rezeki semata…  Hakekat kerja yang dinyanyikan Kla Project ini adalah mutiara hidup ditebarkan Kahlil Gibran dalam Sang Nabi.

Let’s sing my dear friends… Sambil menikmati dan menghayati maknanya.. Semoga membuat kita lebih bersemangat untuk bekerja…

HEY

Kerja adalah cinta, yang ngejawantah
Dan jika kau tiada sanggup bekerja dengan cinta
Hanya dengan enggan
Maka lebih baik jika kau meninggalkannya
Lalu mengambil tempat di depan gapura candi
Meminta sedekah dari mereka
Yang bekerja dengan suka cita
(Dari “sang Nabi”, Kahlil Gibran)

Hey! Angkat wajahmu
Bermuram durja tak guna
Susunlah lagi rencana yang harus engkau benahi
Bangun jiwa, bangun raga bijana

Hey! Bertahanlah
Kegagalan adalah satu sukses tertunda
Jangan ragu, tetap pada arahmu sejak dulu
Keyakinan, pengharapan, teguh dalam tujuan

Bekerja dengan cinta
Bagai Sang Pencipta
Membentuk citra insaninya
Satukan dirimu seutuhnya…

Hey! Siagalah
Raih kesempatan begitu kau jumpa
Atur nadimu seiring irama bumi mengalun
Bangun jiwa, bangun raga bijana

Bekerja dengan cinta
Bagai Sang Pencipta
Membentuk citra insaninya
Satukan dirimu seutuhnya…

Sebar benih penuh kemesraan
Hingga panen tiba
Kita tuai kegirangan…
Satukan dirimu seutuhnya… ***

UAE Trip (Part 4)

Pintu masuk terdekat dari Water Fountain ke Entry Point of At The Top

So, hari Kamis 25 November sore, sekitar jam 16.30-an waktu Dubai kami berkumpul  di lobby Address Hotel.. Mau ngapain…?  Mau naik ke Burj Kalifa…, the tallest building in the world these days…  Ceritanya kita diikutkan paket tour untuk berkunjung ke Burj Kalifa, tepatnya ke lantai tertinggi yang dibuka untuk umum..

Aku pikir setelah kumpul kita akan digiring naik ke bus oleh tour guide yang berdarah Pakistani, ternyata tidak…  Kami justru diajak ke  pintu belakang Address Hote.  Menuju….? Yuuupppp, benar sekali saudara2… Menuju Dubai Mall… Ternyata pintu masuk ke AT THE TOP, yaitu bagian tertinggi Burj Kalifa yang dibuka untuk umum berada di Dubai Mall…  Keren bangets  ya itu Mall… Bener2 segala ada.. Jadi ingat lagunya Project P “Toko Sagala Aya”… Hehehehe…

Masuk ke Dubai Mall melalui Bloomingdales, kami lalu berjalan kaki menuju salah satu sisi Dubai Mall yang menjadi entry point ke At The Top…  Setelah sampai di sana jam 17-an, kami belum dikasi masuk, bahkan disuruh keluar dari antrian dan kembali lagi jam 18-an… Kenapa…? Karena ternyata emang di tiket masuk sudah tertera bahwa kami giliran naiknya 18.00..  Sepertinya  pengelola benar2 mengatur dengan ketat jumlah pengunjung yang berada di At The Top…

Tiket Masuk ke At The Top Burj Khalifa

Sementara menunggu, kami diajak tour guide melihat water fountain yang juga ada di lingkungan Dubai Mall…  Water fountain ternyata berada dekat dengan entry point ke  At The Top, dan bisa dibilang  berlawanan arah dengan Address Mall Hotel..  Saat kami sampai ke area water fountain yang outdoor, baru kami menyadari kalau water fountain, yang tidak menyala saat kami datang, berada di kolam yang saaaaannnngggggaaaaattttttt besar, yang menguhubungkan Dubai Mall dengan Souk Al Bahar, juga Burj Khalifa serta banyak bangunan keren lainnya… Keren banget…

Me & Burj Khalifa...

Karena waktu terbatas, kami gak bisa terlalu bisa ngubek2 tempat itu… Jadi hanya sekedarnya.. Berfoto dengan latar belakang Burj Khalifa dan Souk Al Bahar…

Kami lalu melanjutkan perjalanan  ke pintu masuk At The Top..  Begitu diizinkan, dan setelah melalui pemeriksaan, kami masuk ke lorong yang panjang dan terkadang agak berliku.., dan berakhir dengan mengantri di depan lift…   Di salah satu bagian dinding di lorong yang panjang dan berliku aku melihat tulisan tentang makna Burj Khalifa…, bangunan dengan ketinggian 828 meter, bangunan tertinggi di dunia saat ini..   Tulisan yang indah dan penuh makna…

Lift yang akan membawa pengunjung ke At The Top mempunyai  daya angkut sekitar 15 orang…  Sedangkan kecepatannya….. 10 meter per detik… Whaaaaatttttt….? Yaaaa..  10 meter per detik.. Di dinding lift, di sebelah kiri pintu  terdapat screen yang menunjukkan nomor lantai yang sedang dilalui lift…

Begitu lift bergerak, rasanya biasa aja.. Tidak terasa ada mobilitas yang kuat…, namun terasa ada perubahan tekanan udara yang nyata di telinga, dan angka angka yang berganti dengan cepat di screen di dinding…  Lalu saat di screen terlihat angka  124, lift berhenti… Jadi At The Top berada di lantai 124..

Keluar dari lift, kami bergerak ke kiri sesuai petunjuk.., lalu masuk ke satu ruang yang ada pintu putarnya…  Lalu….  Voila……!!!  Yang hadir di pandanganku adalah gugusan cahaya lampu di kejauhan di bawah sana…  Begitu indah…, begitu gemerlap bagai ribuan kunang-kunang dalam formasi yang luar biasa.. Subhanallah… Aku tak mampu menjabarkannya lebih jauh… Hanya kata2 INDAH… SANGAT INDAH….

View from At The Top Burj Khalifa : Water Fountain Dubai Mall

Another view from At The Top, Burj Khalifa..

Me @ "At The Top" Burj Khalifa.

Sebenarnya tak ada rasa cukup, tak pernah ada rasa puas menatap cahaya yang gemerlap di kejauhan itu…  Sungguh aku jadi mengerti mengapa ada orang yang senang tinggal di ketinggian di tengah metropolitan…   Hatiku bertanya-tanya, seperti apa pemandangan ini semua di siang hari…? Apakah cahaya matahari membuatnya tetap indah, lebih indah…? Atau malah mengekspose hal-hal yang ditutupi kegelapan malam…? Entah lah…

Kami lalu bergerak meninggalkan anjungan berkaca tempat memandang “dunia gemerlap” di bawah sana… Bergerak menuju tempat lift sesuai sign yang ada.. Sebelum sampai di tempat lift, kami terlebih dulu menemukan tempat menjual berbagai souvenir khas At The Top..   Lucu2 barangnya, but most of them not really unique and special…

Proses turun dari At The Top ke lantai bawah juga sama dengan proses naik.. Begitu cepat tanpa terasa… Hanya angka-angka, yang menunjukkan nomor lantai yang dilalui lift, yang tampil di screen berganti dengan sangat cepat.  Alhamdulillah hanya dalam hitungan tidak sampai 3 menit kami sudah sampai di lantai bawah.. Kami kembali menyusuri lorong2 yang panjang dan berliku menuju pintu keluar… Di dinding lorong yang panjang itu terdapat tulisan Making The Burj Khalifa : proses pembuatab Burj Khalifa, serta orang2 yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan pembangunan dan pengelolaannya.. Mereka datang dari berbagai negara, berasal dari bermacam ras.. Ada yang dari Arabian, Eropa, Korea, Asia lainnya.  Ini benar2 proyek multinational…., multicultural…  Keren bangetsssss….

Pikiran rasanya masih melayang2 saat tubuh telah keluar dari lorong2 At The Top.. Pesona yang luar biasa begitu menyergap hati… Betapa luar biasa karya anak manusia… Tapi yang luar biasa lagi adalah Yang Menciptakan Manusia…

Selanjutnya kami kembali berjalan kaki menyusuri Dubai Mall menuju hotel…  Bis sudah menunggu untuk mengantarkan kami makan malam terakhir di Dubai… Makan malam di Dubai Heritage Village

Dubai Heritage Village

Dubai Heritage Village berlokasi di tepi Dubai Creek, alias anak sungai, di kawasan Deira…  Tempat ini disediakan buat menikmati malam di udara terbuka di Dubai.. Sepertinya selain para pengunjung dari luar Dubai, juga banyak masyarakat lokal yang menikmati tempat ini.. Mereka makan malam dan bersantai menikmati shisha

Makan malam di sini rada enggak seru.. Kenapa? Layanannya lama… Appetizer berupa salad khas Arab lama banget baru datang.., sehingga kami terpaksa mengganjal perut dengan “kertas” (istilah kami buat sejenis roti bakar Arab yang tipis dan nyaris tanpa rasa).  Bumbu saladnya, hmmmm gak cucok dengan selera, kecuali yang diguyur pakai vinegar dan olive oil..  Lalu main course nya lama sekali baru datang, sehingga kami pikir appetizer itu adalah satu2nya makanan yang dihidangkan… Hehehehe…   Main coursenya, beraneka daging (beef, mutton dan chicken)  yang dipanggang dilengkapi mayonese  dan kentang goreng…  Not bad at all….

But, suasananya nyaman banget…, karena ditiup angin semilir dari sungai plus pemandangan kapal-kapal berlayar di creek..   Dan di sekitar tempat makan juga tersedia kawasan yang ditata seperti pemukiman asli masyarakat Arab, tempat  menjual berbagai souvenir khas Arab…  Ini ide yang sangat bagus untuk diterapkan di negeri kita…

Dinner @ Dubai Heritage Village

 

Tubuh lelah, perut kenyang…, maka mata pun mengantukkk…  Begitu naik ke bis, sebagian kami langsung terlelap dan bangun ketika bus sampai di teras hotel…  Aku tak sempat lagi menikmati pemandangan yang indah di malam hari dari jendela kamar tempatku menginap dengan penuh kesadaran… Terlalu mengantukk, terlalu lelah…  Padahal It was the last night in Dubai…  Sungguh aku menyesal… Hiks…

Dulu & Sekarang

Minggu lalu, aku mendapat surprise…  Surprise…? Yuuuupppppp….  Surprise berupa beberapa  foto bareng2 teman2 di jaman dulu kala…  Jaman aku dan teman2 masih kinyis2…, masih imut2..  Kata Ati, masih langsing.. Bahkan aku, Sondha si big girl pun masih tergolong langsing…  Hehehehe..

@ Rancamaya Bogor, Thn 1990 akhir. L – R : Ati Lubis, Didin Sururi, Sondha Siregar, Veny Angrijani, Linda Ramalah Omar

Foto2 itu  diupload bang Salim, suaminya Idien sahaatku sejak zaman kuliah di Bogor.  Awalnya aku  gak ingat itu foto kapan dan dimana…, maksudnya di pemakaman Chinese dimana…  Setelah ngobrol sama Veny & Idien, baru deehhhh peti memory di otak meulai terbuka…  Itu foto dibuat sekitar  semester kedua tahun 1990-an, masa2 setelah kita KKN..  Dibuatnya di kurburan China di daerah Rancamaya Bogor, saat kita si anak2 sableng berburu duren… Hayyyyaaaahhhh…..

Setelah diama-amati…, wajah2 yang ada di foto itu adalah teman2 ku yang telah terkoneksi lagi sejak tahun 2009.. Dan agar tidak tercerai berai kembali, kami mengikat diri dalam wadah arisan, arisan yang insya Alloh gak bakal berhenti sampai kami tua… Amin…

Coba bandingkan penampilan kami dalam 2 periode yang berbeda 20 tahun… Masih aja terlihat “bandel2” kan…? Hahahaha….

@ Taman Kencana Bogor, May 2009. L – R : Veny Angrijani, Linda Ramalah Omar, Ati Lubis, Didin Sururi

A Nice Call..

Tadi malam sekitar jam 8-an hp Tati berdering…. Dari nomor gak Tati kenal.. 0761-70 sekian sekian..

Saat Tati angkat terdengar suara : Ndha, Lhoe request lagu di radio, ya?

Tati : Ini siapa, ya?

Si penelpon : Gue ‘Ndha. Ini nomor felxy Jakarta gue di-combo-in ke nomor Pekanbaru. Gue lagi di Pekanbaru niyy ada kerjaan di sini. Terus di sekitar gue ada yang muter radio. Ternyata programnya tuh bisa request lagu. Trus ada yang request lagu Gadis Malam-nya Java Jive. Pas ditanya penyiar namanya siapa, dia bilang namanya Sondha. Gue pikir itu elhoe. Apa lagi lagunya kan lagu jaman kita muda..

Tati : Hehehe… Gue udah gak radio listener lagi.. Udah gak kepikiran lagi tuh buat request lagu di radio.. Tapi lagu itu siyy emang lagu jaman kita baru mulai kerja ya… sekitar tahun 93-an. Zaman gue masiyy kerja di Jakarta, zaman di Hardrock masiy ada program I like Monday, yang suka diisi ama Java Jive dan Kahitna.. (Masihh ada gak ya program ini..?)

Beta : Zaman Jahiliyah ya ‘Ndha..

Tati : Hehehe…

Kita akhirnya ngobrol soal kerjaan dan sebagainya dan sebagainya..

Seneng seorang teman lama masih mengingat kita.. Mengingat kegemaran kita akan musik.. Thanks for the call, buddy… Thanks for remembering me..

Btw, lagu yang paling Tati senang dari Java Jive adalah Kau Yang Terindah. Jadi ingat suara Dani yang keren berpadu dengan suara Fathur.. Dimana ya itu orang2 sekarang…?

Adapun my most favorite song dari band Indonesia jaman itu adalah Seandainya Aku Bisa Terbang dari Kahitna.. Kok perasaan Tati jadi muda lima belas tahun ya….? Lima belas tahun…? Iya itu kan musik era lima belas tahun yang lalu… Ternyata Tati udah tua sekarang…. Biarin deehhh… yang penting semangatnya teteup… : M U D A… chieeeeyyyyyy…

Bring Harjo Dalam Kenangan….

Pasar Bring Harjo

Saat Tati jalan kaki malam hari (17 April 2008) bersama teman2 menyusuri jalan Malioboro dari Toko Mirota Batik ke Hotel Ibis, kita melintasi depan Pasar Bring Harjo… Saat melihat pasar tersebut, Tati tiba2 jadi ingat seseorang… Siapa..?

W I W I K…

Wiwik dosen di Universitas Tanjung Pura Pontianak. Beliau teman sekelas Tati saat ngambil Program Penginderaan Jauh Angkatan 1999 di UGM. Di angkatan itu perempuan cuma 3 orang dari 13 orang seangkatan… : Tati, Wiwik dan Aida. Tapi Tati nempelnya dengan Wiwik, karena umur kita sepantaran.. jadi frekuensi-nya lebih nyambung.. Ditambah lagi perjalanan kita masing2 udah cukup panjang, jadi kita sama punya pemikiran “life is not so simple“.. Saat otak Tati dan Wiwik udah terkontaminasi dengan debu2 kehidupan (hehehe), Aida, temen perempuan kita yang satunya lagi, zaman itu tuh masiyy lugu dan polosss banget… Jadi kadang ada beberapa hal yang kita berdua belum bisa membaginya dengan Aida…

Wiwik bener2 sahabat yang baik.. Gak takut mengatakan hal2 “yang menyakitkan” buat Tati dengan tujuan mengingatkan.., meluruskan…, membangkitkan di saat Tati terkadang gak tentu arah karena suatu masalah.. Tati selalu ingat Wiwik beberapa kali bilang dengan logat Melayu Pontianak yang kental..

Buk.., kame (kami) tuh kalo liat kamu tuh kesannya kuat, penuh semangat… Rasanya saya pun ikut terbakar semangat kamu.. Tapi kenape jak, gara2 persoalan yang satu ini kayaknya jadi gimana, gitu..? Mana ketegaran kamu? Mana semangat kamu..?”

Kali lain Wiwik berkata :

“Buk, jadi orang tuh ati2 lah sikit… Tingkah laku kamu tuh terlalu cuek.. Tak baek lah… Tak sedap di mata orang. Meski kamu tak mengapa-ngapa, tapi orang kan tak tau..”

Kali lain…

“Buk, jadi orang punya pendirian lah sikit… Jangan mencla mencle… Jangan jatuh karena perasaan.. Tegar, buk, tegar….”

Makasih ya Wik udah jadi sahabat Tati… yang selalu sabar ngingatin Tati untuk gak jatuh terpuruk…

Terus apa hubungannya WIWIK dengan Pasar Bring Harjo…?

Wiwik itu selama di Yogya tuh gak cuma sekolah.. Terus doski ngapain..? Doski juga bakulan… Bakulan..? Iya, jualan… Jualannya gak di Yogya, jualannya di Pontianak, dikelola oleh kakaknya. Di Yogya justru tempat belanja barang2 yang mau dikirim dan dijual di Pontianak.. Naah.. belanjanya di Bring Harjo.. Wiwik tuh sampai punya tempat belanja langganan, namanya Mbak Leni…

Secara kita sering main berdua, Wiwik jadi suka ngajak Tati buat nemenin dia belanja, dan bantu ngangkatin barang juga… Buseet dehhh, jauh2 Tati ke Yogya, ehh dijadiin tukang angkat barang sama beliau.. Hehehe… Jadi kalo habis belanja tuh.. Tati yang bawa motor, Wiwik ngegonceng di belakang sambil megangin setumpuk barang… Waduuuhhhh hebooohhh aja …!!

Tapi parahnya… Bring Harjo juga menjadi tempat pelarian kalo pikiran mumet karena berbagai pukulan dalam proses mengerjakan tesis… Kalo udah gini, kita emang harus mampu mengendalikan diri untuk tidak lari… Kalau enggak, bisa enggak selesai tuh sekolah…

Sampai saat ini, Tati dan Wiwik masiyy berkomunikasi.. Ya, paling enggak berapa bulan sekali kita tuh masih telpon2an..

Malam itu saat melintasi Malioboro, Tati mengirimkan SMS ke Wiwik : “Buk, kame lagi melintasi depan Bring Harjo.. Jadi ingat Ibuk…”

Beberapa waktu kemudian, saat Tati lagi duduk2 di pinggir jalan nungguin teman2 berburu kaos Dagadu di daerah Ngasem telepon Tati berdering… dari Wiwik…

Tati : Assalammualaikum, buk....

Wiwik : Apa kesah (cerita), buk? Ngape (mengapa) ke Yogya…? Bernostalgia, kah..?

Tati : Enggak, buk. Sama rombongan kantor… Ada kegiatan. Kami lewat di depan Bring Harjo, jadi ingat, ibuk…

Wiwik : Hehehe.. Kame pikir masiyy nak bernostalgia…

Tati : Dah (sudah) lewat musim, buk… Apa kesah? Masih kah bakulan?

Wiwik : Masih lah, buk. Hobby… Justru PJ tuh jauuhhhhhh, jak…!! Saye (saya) tuh sebenarnya nak (mau) telpon, ibuk… Mau konsultasi..

Tati : Konsultasi..? Konsultasi apa? Macam kan tau aja lah kame (kami) niyy… Kame (kami) pun dah makin jauh dari PJ.. Sekarang urusannya pariwisata, buk…

Wiwik : Ha…? Kamu tak di di kantor lama lagi, kah? Ngape?

Tati : Tak lagi. Kami sekarang di Pariwisata. Cari pengalaman, buk… Hehehe..

Wiwik : Saye nak tanya, gimana meindentifikasi sebaran nipah melalui citra Landsat..

Tati : Huahahahaha…. Udah jauh betul lah dari saye, buk… Hehehe..

Wiwik : Nak (mau) tanya ke pak Hartono (dosen pembimbing Wiwik), rasenye jauh betul, buk..! Malu… Siape lah awak niyy.. Mane lebih sibuk bakulan dari pada menerapkan ilmu…

Percakapan berlanjut membahas sebaran nipas dan nilai spektral… Hehehe. Bahkan berlanjut sampai becak yang membawa Tati dan teman dari Ngasem nyampe di Bakpia Pathuk..

Bring Harjo, Wiwik, PJ 99…. adalah hal2 yang tak terpisahkan dalam pikiran Tati. Ini beberapa pics yang Tati temukan di tumpukan foto2 lama…Pics saat bersama2 Wiwik dan teman2 PJ lainnya, ya di ruang kuliah, ya saat kuliah lapangan..

L-R : Sondha, Mudian (Makassar), Wiwik (Pontianak), Pak Surya (Samarinda), Andre (Yogya)

Berdiri L-R : DR. Hartono, DESS (dosen kita & pembimbing Wiwik), Andre (Yogya), Wiwik (Pontianak), Pak Surya (Samarinda). Duduk L-R : Faizal (Makssar), Pak Sisno (Purwokerto), Mudian (Makassar), Eko (Yogya), DR. Prapto Suharsono (dosen), Aida (Surabaya)

L-R : Sondha, Eko (Yogya), Wiwik (Pontianak), Arief (Yogya), Aida (Surabaya), Pak Projo Danoetirto (dosen)

Duduk L-R : Aida (Surabay), Eko (Yogya), Andre (Yogya), Pak Sisno (Yogya), Pak Surya (Samarinda), Hendri (?), Wiwik (Pontianak), Mudian (Makassar), Berdiri membelakangi kamera : Sondha

L- R: Aida (Surabaya), Faizal (Makassar), Pak Sisno (Purwokerto), Eko (Yogyakarta), Pak Surya (Samarinda), Arif (Yogyakarta), Hifsi (Samarinda), Wiwik (Pontianak), Sondha

L-R : Pak Sisno (Purwokerto), Pak Surya (Samarinda), Hifsi (Samarinda), Mudian (Makassar), Wiwik (Pontianak), Faizal (Makassar), Aida (Surabaya), Eko (Yogya), Sondha

Rezeki Menjelang Tidur..

Malam ini…, saat jam nyaris menunjukkan jam 22.. Saat Tati udah mulai terkantuk2, saat tubuh rasanya lelah.. Tau2 dari teras rumah terdengar suara memanggil, “Bou…, bou….!!” Denger2 siyy kayak suara Dasdo, putra keluarga Purba yang tinggal di depan rumah Tati.. Lagian di daerah perumahan ini yang manggil Tati dengan panggilan Bou, ya cuma kedua anak keluarga Purba (Dasdo & Chyntya), serta Emak Bapaknya yang ikut2an manggil Bou.. Hehehe..

Tati langsung keluar kamar menuju teras.. Ternyata di depan pintu udah berdiri Dasdo & Chyntya.. Begitu Tati keluar, Dasdo langsung ngomong..,

Dasdo sambil mengulurkan sebuah kotak : “Bou, maaf menggangu.. Ini Mama suruh antar bakpia, oleh2 Opung (ayah-nya Pak Purba) baru pulang dari Yogya..”. (Ealah.. ini bocah baik dan sopan banget yaa… Mau nganterin rezeki malah takut menggangu.. Siapa dulu doonk ibunya…? Mama Dasdo…!!! Hehehe).

Tati : Gak apa2, Nak. Bou belum bobok kok… Opung kapan datang..?

Dasdo : Tadi sore, Bou.

Tati : Iya, deh. Bilangin makasih sama Mama, Papa dan Opung ya.. Bou seneng banget dapat bakpia..

Bakpia menjelang tidur…? Hmmmmm bener2 rezeki.. Tuh kan siapa yang tau rezeki kapan datangnya..? Udah ngantuk menjelang tidur, rezeki masiyy datang aja.. Alhamdulillah…

Btw, bakpia adalah salah satu jenis kue yang membawa pikiran Tati ke kota kenangan… Kota yang lorong2nya begitu terpatri dalam hati Tati… Kota yang selalu memanggil2 Tati untuk berkunjung kembali.. Kota yang mengingatnya saja bisa membuat air mata menitik… Mudah2an Tati bisa segera berkunjung kembali ke Yogya, ya… Meski tidak akan ada lagi acara wara wiri naik motor… Meski tidak akan ada lagi orang yang bilang… “Dha…, kamu pengen makan apa aja hari ini, aku akan cariin deeh… Asal kamu batalin puasa kamu… Aku pengen makan niyy, tapi malas makan sendiri..” Bujuk rayu temannya syaiton…. Hehehe.,..

Yogya will always be in my heart… Yogya selalu ngangenin….

Preman Kompleks…..

Di kantor baru, selain menemukan wajah2 yang benar2 baru, Tati juga menemukan wajah2 yang pernah hadir di masa kecil Tati… Salah satunya adalah kak Butet..

Kak Butet ini tinggalnya di Jl. Pawon di Kompleks Gubernur Pekanbaru, sementara Tati waktu kecil tinggal di kompleks yang sama cuma di Jl. Kundur.. So ketemu dengan kakak yang satu ini membangkitkan kenangan masa kecil yang meriah.. Gimana enggak…? Kita dibesarkan di kawasan yang sangat nyaman dan aman buat bermain…

Kompleks Gubernur merupakan kawasan perumahan yang sangat tertata, dibangun tahun 1950-an akhir buat para PNS dan polisi yang harus pindah ke kota ini karena pindahnya ibu kota Provinsi Riau dari Tanjung Pinang ke Pekanbaru. Karena tinggal di perumahan ini sejak akhir tahun 1950-an, para penghuni lama biasanya kenal baik satu sama lain, bahkan udah pada kayak keluarga meski gak ada hubungan darah…

tetangga-di-jl-kundur.jpg
Berdiri, L-R : Tati, Nelly, Kak Vivi, Kak Ance & Kak Dian.
Duduk, L-R : Titis Ambiar Boer, Tina  dan Esther

Saat Tati kecil… di perumahan ini yang punya mobil bisa diitung pake jari sebelah tangan.. Kenderaan orang2 biasanya motor atau vespa. Jadi jalan2 di perumahan lengang… aman buat kita2 bermain.. Main apaan? Main cakbur alias galah panjang, main patok lele, main statak, main tali merdeka, main tonggak dingin dsb dsb…

Main cakbur biasanya kita lakukan di jalanan depan rumah yang sudah diaspal dengan mulus sejak dahulu kala.. Garis kotak2nya dibuat pake kapur atau potongan batu bata… Biasanya kita main ini malam hari, setelah makan malam.. Secara dulu tv kan adanya cuma TVRI, jadi kalo acaranya gak asyik, kita lebih milih duduk di tembok depan rumah. Lalu…..? Main cakbur alias galasin deehhhh… Cakbuuuuurrrrrrrrrrrrrrrrrrrr……..!!

Patok lele adalah permainan menggunakan dua bilah kayu yang ukurannya berbeda. Kayu yang panjang (sekitar 30 cm) berfungsi sebagai pengungkit atau pemukul, sedangkan kayu yang pendek (sekitar 15 – 20 cm) berfungsi sebagai kayu yang diungkit dan dipukul. Cara mainnya….? Peserta diundi buat menentukan giliran ngungkit atau mukul. Yang tidak ngungkit atau mukul mengambil posisi berusaha menangkap kayu yang melayang karena diungkit atau dipukul… Nah kalo dapat, yang ngungkit atau mukul langsung kalah… Kalau kayunya enggak ketangkap, kemenangan seseorang ditentukan berdasarkan jauhnya pukulan atau ungkitan… Tapi permainan ini sebenarnya berbahaya, karena ada kenalan Tati yang bola matanya pecah sehingga terpaksa pakai bola mata palsu..

Main statak alias engklek biasanya dimainkan girls only.. Gimana siyy mainnya? Mainnya adalah melompat dari satu petakan ke petakan berikutnya. Biasanya petakannya digambar seperti bentuk cross, dengan 5 petakan vertikal dan 3 petakan horizontal, plus satu petakan di bagian kiri petakan terbawah. Acara loncat meloncatnya juga bervariasi…

Main tali merdeka adalah main loncat kepangan karet gelang yang dibuat panjang… Acara loncatnya dimulai dari posisi tali terendah, mulai dari setinggi lutut, setinggi pipis (hehehe..), setinggi pinggang, dada, bahu, leher, kuping, kepala, sejengkal (di atas kepala) dan merdeka (setinggi tangan diangkat setinggi2nya). Yang gak bisa meloncati karet dianggap kalah dan gantian jadi yang megang jalinan karet… Khusus untuk posisi setinggi pinggang ke bawah, biasanya karet gak boleh kena saat dilompati..

Main tonggak dingin… Ini yang paling seruuuu…. Ini main sembunyi2an… Yang jaga harus tutup mata, nyander ke tiang listik atau tembok… Dalam hitungan yang telah ditentukan, teman2 yang lain ngabur buat sembunyi sedemikian rupa. Yang jaga harus bisa menemukan semua yang sembunyi sekaligus harus menjaga tumpukan batu yang disusun dekat tempat dia nyander tadi.. Kalo batunya sempat diberantakin sama salah seorang yang belum dia temukan tanpa sempat dia lindungi, semua peserta yang sudah ditemukan boleh sembunyi kembali… Yang dasyatnya… gak ada batasan sejauh mana orang boleh sembunyi… Bisa sembunyi sampai 2 atau 3 blok dari tempat yang jaga karena antar rumah gak ada pagar pembatas… Jadi bisa nerobos lewat belakang2 rumah… Hehehe.

Pernah suatu kali, Tati ngumpetnya ke sekitar satu blok dari rumah, di belakang rumah pak Said Hamzah dan Mak Wan.. Pas melintas di dekat jendela samping rumah mereka, Tati melihat Mak Wan sedang asyik dengan alat tenun-nya. Iya, Mak Wan itu pintar banget bikin kain tenunan Siak, dan orderannya ngantri… Tati akhirnya malah berhenti di jendela tersebut mengamati Mak Wan membuat kain tenunan Siak.

Melihat Tati di situ, Mak Wan lalu menyapa dengan logat Melayu-nya yang kental :

Mak Wan (MW) : Mengapo engkau di situ ‘ndha?

Tati (T) : Sembunyi main tonggak dingin, Mak.

MW : Dari pada capek engkau bediri di situ, moh (ayo) sini duduk dekat emak.

Tati lalu masuk ke rumah emak dan duduk menunggui beliau menenun. Tati lupa kalo lagi main tonggak dingin.. Soalnya asyik banget ngeliat gerakan tangan dan kaki Mak Wan di alat tenun. Mana Tati dikasi minum pulaaaa… !! Tati baru nyadar lama sekali, ketika dengar suara teman yang jaga menjerit : “Wooooiiiiiiiiiii…., aku ndak mau main lagi doooo….!! Kalian sembunyi entah kemana-mana……!!”. Hehehe…

Jalanan yang lengang dan lingkungan yang aman membuat kita para anak2 benar2 bebas bermain.. Tati juga seringkali menghabiskan waktu dengan naik sepeda di seputaran kompleks.. Sampai2 setelah kerja, terus ketemu dengan sesama mantan penghuni kompleks yang lebih senior dan kemudian jadi atasan di kantor,mereka suka ngeledekin dengan bertanya : “Sepeda kamu mana ‘Ndha?” Huahahaha… Udah gak punya, Pak…!!!

Tati juga sering main bola, rumah2an atau kemah2an di lapangan bola di ujung jalan Kundur. Lapangan ini merupakan bagian dari Hotel Riau, sekarang siyy jadi Hotel Aryaduta Pekanbaru. Terkadang juga piknik2an di situ dengan membawa rantang yang udah diisi nasi dan lauk pauk… Seruuuu banget….!!! Saat ini, yang dulunya lapangan bola sekarang jadi kolam berenang, lapangan tenis dan lapangan futsal yang merupakan bagian dari fasilitas hotel.

Soal pohon buah2an di kompleks… Hmmmmm.. Para pemiliknya harus ikhlas, karena buat anak2 kompleks pohon tetangga adalah pohon kita juga… Hehehe… Tati aja bisa nongkrong berjam2 di pohon carsen yang rindang di halaman rumah tante Josephine, soalnya pake acara bawa buku cerita ke atas pohon. Tati gak bakalan turun sebelum diteriakin orang rumah buat mandi sore… Hehehe.

Sesama anak kompleks maupun mantan anak kompleks selalu menyebut diri mereka sebagai PREMAN KOMPLEKS…. Tati adalah salah satunya…. Hehehe.

Sampai sekarang aja Tati masih sering main ke kompleks.. Duduk di teras rumah kakak2 dan abang2 yang masih tinggal di sana menimbulkan kebahagian tersendiri.. Ngobrol2 bertukar cerita, sembari cemal cemil segala makanan yang dibuat kakak2… Asyik banget… Rasanya mereka adalah keluarga Tati.. Orang2 yang menyayangi Tati sejak Tati masih belia…, karena memang mereka ikut ngurus Tati waktu kecil. Ya ikut mandiin, nge’gendong, bantu nyuapin makan, bikinin baju buat karnaval, bikinin prakarya, ngiasin sepeda kalo mo ikut lomba sepeda hias, dan sejuta bantuan lainnya.

I love you all….

A Belated Birthday Wishes

miko.jpg

Tanggal 29 Maret kemaren, Miko sahabat Tati zaman jadul di Bogor ulang tahun.. Yang ke berapa..? Harasia aahhhh….!!

Semoga Mami-nya Kei ini selalu dalam lindungan Alloh, makin sukses, sehat dan bahagia… Semoga tetap centil dan pecicilan sampai tua… Semoga tetap bisa bikin para lelaki jatuh hati…  Pssttt….. dilarang buka rahasia !!!  Huahahaha….

Skali lagi….

HAPPY BIRTHDAY LITTLE BABE…..!!!

 

I love you…. Mmmmmuuuuuuaaaaaccccccchhhhhhhhhhh………!!!


What A Neighbor…!!

Sejak hari selasa yang lalu, si Samsungy, yang biasa mempermudah Tati dalam urusan cuci mencuci pakaian dll, ngadat… Kalo ditekan tombol on (setelah volume air, kapasitas cucian dan proses yang diinginkan diatur), maka timer langsung menunjukkan penurunan waktu sebanyak 3 menit, lalu langsung tet tet tet tet…. errorWalaaahhhhh, piye toohh…?

Hari rabu Tati menelpon service center keluarga si Samsungy. Ternyata untuk hari Kamis jadwal kunjungan tehnisi mereka udah penuh.. Tati dijanjikan untuk dikunjungi hari Jum’at tapi belum tau bisanya jam berapa. So mereka bilang mereka akan nelpon ke hp bila akan datang ke rumah..

Hari Jum’at, tunggu punya tunggu sampai siang, gak juga ada telpon.. Tati lalu menelpon ke service center, ternyata si tehnisi udah dalam perjalanan pulang ke kantornya.. Lho kooookkkkk…? Si mbak yang menerima telpon berjanji akan bicara dengan tehnisi setelah beliau sampai di kantor…

Saat sampai di rumah sore hari, Tati menemukan sepotong stiker yang ditempel di lonceng di samping pintu rumah. Isinya pemberitahuan dari tehnisi bahwa mereka sudah datang, tapi gak ada orang di rumah. Jadi silahkan hubungi service center kembali… Tati lalu menghubungi kembali service center, akhirnya mereka janji akan datang hari sabtu jam 10-an. Tapi karena Tati harus ke kantor, Tati minta mereka datang lagi aja hari senin..

Problemnya… hari ini, sabtu, Tati ada kegiatan di kantor. Gimana mau nyuci secara manual…, gak sempat lah.. Padahal baju kotor selama satu minggu belum satu potong pun dicuci, termasuk beberapa stel baju kantor yang akan dipakai lagi minggu depan..

Terus gimana donkkkk baju2 kotor yang menumpuk itu? Tati lalu menelpon kak Tutik minta dia nyuciin baju secara manual dengan janji extra payment.. kak Tuti ternyata bisanya datang jam 11-an, sementara Tati jam 7.30 pagi udah harus berangkat. Jadi, pagi2 sebelum berangkat, Tati singgah di rumah keluarga Purba, untuk memberitahukan rencana kedatangan kak Tutik, dan mohon untuk memberikan kunci pintu rumah ke kak Tutik..

Begitu tau masalahnya, ibu Purba alias Mama Dasdo & Chyntya, langsung meminta Tati membawa kain kotor ke rumahnya aja, biar dimasukkin ke mesin cuci beliau.. Haaaa…? Beliau ngotot untuk menolong Tati dengan pertimbangan, kalo kak Tuti baru datang jam 11, lalu mencuci manual, kapan kain2 tersebut mau dijemur? Kapan mau kering, mengingat di sini cuacanya hujan melulu..? Kapan kak Tutuk mau nyetrika…? Beliau juga maksa untuk menjemput kain2 kotor tersebut sebelum Tati berangkat ke kantor… Ammmpppuuuunnnnn deeehhh… What A Neighbor…!!! Dimana ya ada tetangga yang baik banget begini…? I’m blessed having Purba Family as a neighbor…

Sore, setelah selesai acara kantor, boss menyuruh Tati menyusul beliau di Paparon Pizza di Jl. Diponegoro. Beliau sedang di situ bertukar pikiran dengan teman2 beliau dari communication agency. Pulangnya udah jam 22 lewat… Naahhh… sampai di rumah Tati melihat pakaian2 Tati sudah kering, dan tinggal diangkat dari jemuran… Alhamdulillah.. Nikmat yang tak tertara yang sudah diberikan Alloh melalui tangan Mama Dasdo dan Chyntya.

Hari gini dimana mau dapat tetangga yang sifat kekeluargaannya kayak zaman bahuela…? Tetangga yang peduli dengan kiri kanan.. Mama Dasdo & Chyntya selalu membuat kehidupan Tati di rumah yang sekarang terasa lebih nyaman dan mudah.. Gimana enggak…? Kalo Tati pulang kemalaman (dan lebih banyak pulang kemalamannya dari pada pulang sore), Tati selalu menemukan lampu teras sudah menyala, gorden2 jendela sudah diturunkan.. Ini semua kerjaan Mama Dasdo & Chyntya.. I’m really blessed… Semoga Alloh selalu melindungi dan memberkahi tetangga Tati ini… Amin ya Rabbal alamin.

Mabok2an….

Mabok2an…? Siapa yang mabok2an..? Tati…? Kapan.. .?

Mabok2an adalah istilah kita anak2 kost Cirahayu 4 tahun 1986 – 1987-an. Memory tentang masa2 di CR4 kembali ke permukaan karena kemunculan Tiiikaaa, anak IPB angkatan 39 (tahun masuk 2002) yang juga pernah kost di Cirahayu 4..

Yang dimaksudkan dengan mabok2an adalah acara duduk2 di ruang makan, ngobrol2, ngalor ngidul, gosip2i sembari minum coca cola dan makan kacang kulit.. Acara ini biasanya kita lakukan hari sabtu malam buat ngilangin capek, suntuk dan stress setelah ujian hari sabtu pagi sampai siang.. (Zaman kita, di Tingkat Persiapan IPB, ujian dilakukan hampir setiap sabtu..!!!). Kalo urusan yang begini biasanya leadernya siyy Miko, karena dia yang doyan banget ama soft drink dan kacang.. Hehehe..

Ada lagi ritual yang lain… Apaan…? Ngopi bareng2… Kalo yang ini biasanya dilakukan anak2 buat ngatasin ngantuk saat bahan yang harus dipelajari masih banyak, sementara waktu ujian udah di depan mata… Kita biasanya ngopi di ruang makan…. Kopi yang dikonsumsi bukan sembarang kopi.., tetapi kopi robusta giling kiriman dari Pekanbaru… Kalo aktivitas yang satu ini, leadernya siapa lagi kalo bukan si Miing..

Selama menjalankan aktivitas ini jangan tanya kayak apa kelakuan kita2.. Musik…, nyala.. kencang pula…. ! Kaki…? Naik ke kursi… Sopan kan…? Dasar anak2 kost…. Padahal coba kalo di rumah masing2, di depan emak bapaknya, mana berani angkat kaki ke kursi.. Bisa dipules itu puser…. Hehehe..

Miko, Opi, Mia, Riza, Alina dan Ade… Gue rindu mabok2an dan ngupi2 bareng kalian… Gimana kalo kita kumpul2 di rumah oom Biyan…? Dia mau gak ya kita tamuin..? Atau jangan2 begitu ngeliat tampang kita2, oom dan tante langsung banting pintu dan teriak “ooouuucccchhhhhhhhhhhhhh tidaaaaaaakkkkkkkkkk, we don’t wanna see the gremlins anymore…..”!!! Huahaha…

Kak Nanik…

Ini postingan yang udah ditulis minggu lalu, saat Tati nguplek plek di Aryaduta yang jadi lokasi rakor Kebudayaan dan Pariwisata se-Provinsi Riau. Cuma waktu itu belum sempat di-publish karena belum sempat on-line.. Here d old post…

Tadi di kamar 210 hotel Aryaduta yang digunakan buat posko panitia, beberapa teman bercerita tentang ikatan antara orang Malaysia dengan wilayah Kampar. Iya, banyak sekali orang2 Kampar yang punya keluarga dan kerabat yang merantau ke Malaysia dan kemudian menjadi warga negara sana.. Pembicaraan mereka mengingatkan Tati kepada kak Nanik..

Siapa sih kak Nanik…?

Kak Nanik adalah salah seorang yang pernah bantu2 di rumah saat kita masih tinggal di Kompleks Gubernur di kota ini. Kak Nanik termasuk orang yang cukup lama kerja di rumah, sekitar 8 – 9 tahun. Pokoknya sejak Tati belum TK sampai Tati kelas 5 SD.

Kak Nanik tuh tugasnya nyuci, nyetrika, bantu2 tante yang masak di rumah dll dll… Kak Nanik jarang banget bicara, gak suka ngomel… Gak suka keliaran apalagi nangga… Paling banter sore2 kalo kerjaannya udah kelar, dia ikutan kita2 duduk2 di tembok depan rumah.. Pokoknya dari pagi2 dia udah sibuk aja sendiri…, dan baru berhenti setelah ngeberesin piring2 kotor setelah orang2 di rumah makan malam.. Setelah itu, kak Nanik akan ambil posisi di love-seat yang terletak di pojok ruang keluarga… Mula2 dia nonton TV sambil menyenderkan kepalanya di tangan kursi, beberapa saat kemudian….: TV yang nonton kak Nanik lagi pulezz lezz lezzz….. Hehehe. Dan akan tetap begitu sampai salah satu anggota keluarga membangunkannya dan nyuruh pindah tidur ke kamar… Tapi ngebangunin kak Nanik bukan pekerjaan yang gampang… terkadang sampai harus ditarik tangannya supaya dia bangun dan berdiri.. Hehehe.. Dan bukan sekali dua kali anggota keluarga ngejailin dia dengan narok garam di bibirnya saat dia tidur nyenyak di kursi… Hehehe..

Lucunya lagi.. sejak kak Nani mulai kerja di pagi hari, dia akan menyalakan radio. Dan radio baru dimatiin kalo kak Nanik udah selesai kerja dan duduk di depan TV. Karena sepanjang hari ngedengerin radio, kak Nanik jadi orang yang paling informatif di rumah.. Kak Nanik tau kapan jadwal pemadaman lampu dari PLN, kapan jadwal pemadaman air dari PDAM. Dan dia akan memberitahukan jadwal2 tersebut kepada anggota keluarga yang lain, untuk menyiapkan lampu strongkeng (alias petromaks) kalo akan mati lampu, atau menampung air dalam jumlah banyak kalo akan ada pemadaman air. Kak Nanik juga jadi orang di rumah yang paling tau jadwal pemutaran film… So kalo kita2 pada mau nonton tanya aja kak Nanik di bioskop sana puter film apa, dan di bioskop ini puter fim apa… Tapi dianya sendiri gak mau diajak nonton.. Dia lebih suka nonton TV lalu ditonton TV… Hehehe…

Setelah sekian tahun bantu2 di rumah.., suatu hari kak Nanik bilang kalo dia gak bisa bantu2 lagi, karena dia akan ikut paman-nya yang telah duluan berangkat ke Malaysia, dan telah hidup mapan di sana.. Kita terpaksa merelakan kak nanik berangkat meski dengan linangan di rumah..

Beberapa tahun setelah kepergian kak Nanik ke Malaysia, suatu hari Tati mendapat kiriman sebuah paket.. Sebuah amplop coklat berukuran besar dan tebal pula… Di bagian depan tertulis kepada adinda Sondha Monalisa Siregar, alamat bla bla bla bla… Di bagian belakang tertulis dari kakanda Nanik, alamat bla bla bla bla…

Saat dibuka…, ternyata selain selembar surat di dalam amplop tersebut terdapat lebih dari seribu keping prangko bekas dan beberapa set prangko baru edisi koleksi untuk filateli. Yaa amppuuuuunnnn…. Kak Nanik ternyata ingat hobby si Tati kecil mengoleksi perangko… Hobby yang sudah terlupakan entah sejak kapan…

Hebohnya lagi, dari lebih seribu keping perangko bekas itu, untuk setiap seri terdapat perangko dari seluruh negara bagian Malaysia.. Tati jadi mikir, gimana caranya kak Nanik ngumpulinnya yaa sampai bisa sebanyak itu dan selengkap itu….? Kok bisa ya…? Pasti kak Nanik melakukan ini karena dia ingat sama Tati, karena dia sayang sama Tati, si bocah centil yang selalu dia urusin dari kecil…

Waktu itu Tati segera membalas surat kak Nanik untuk mengucapkan terima kasih.., tapi kemudian tidak pernah menerima sepucuk pun surat lagi… Dimana ya kak Nanik sekarang…? Dia udah tau gak kalo sebagian orang2 yang dulu dia urusin udah pada gak ada…, udah pada pergi menghadap Sang Khalik? Dia tahu gak ya, kalo Tati mengunjungi rumah lama tempat Tati dibesarkan, lalu melihat bufet panjang di bawah jendela di ruang makan, Tati selalu ingat dia, karena itu merupakan tempat favoritnya buat nyetrika…?

Mudah2an kak Nanik selalu dalam lindungan Alloh, ya? Mudah2an kak Nanik hidup bahagia dan sejahtera….

Namu ke Rumah Lama…

Hampir tiga minggu Tati gak berkunjung ke rumah lama.. Selain karena kesibukan yang lumayan, juga karena jaraknya dengan rumah baru juga relatif gak dekat, plus absen kantor baru yang empat kali sehari, bikin Tati sulit menyisihkan waktu.. Padahal belum ada farewell party, belum ada cipika cipiki perpisahan sama teman2… Kok kesannya mabuuuurrrr gtu ajah.. Sumpe temans, dakyu tidak bermaksud demikian…

Hari ini, di hari libur ini… Tati jam 9-an ke kantor baru buat nerusin kerjaan buat bahan rapat atasan hari senin yad. Selesai kerja jam 15-an, Tati gak tau mau kemana… So akhirnya si Sparky diarahin ke Mesjid Agung Annur, secara Tati rindu banget sama tempat yang satu ini.. Udah berbulan2 gak ke sana.. Habis dari Annur, Tati ke pempek Wawa di Jl. Dahlia.., karena kangen juga sama tempat ini.. Hehehe. Habis dari Wawa, tiba2 ingat buat nelpon bu Ori, salah satu atasan di kantor lama. Secara besok ada training Mission Statement, dan bu Ori udah lama banget pengen ikutan cuma belum pas waktunya. Siapa tau kalo dikasi informasi bu Ori bisa ikutan besok. Waktu ngobrol di telpon, bu Ori bilang kalo beliau dan teman2 lagi lembur di kantor buat persiapan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota yang akan dilaksanakan hari senin 10 Maret 2008. Ucapan bu Ori membuat Tati mengarahkan si Sparky ke rumah lama…

Begitu masuk ke gedung kantor… Rasanya senang banget.. It was my home… Glad to see old friends are here… Sayang pasukan centil (Venny, Boge, Yayat, Evy, Hesti, Fifi dll) pada gak ada… Yang ada para penyamuns… Hehehe.. Kayaknya minggu depan mesti dijadwalin niyy buat ketemu2.. Tati kangen dengan pasukan centil…. Kangen ngobrol2 di ruang Pemegang Kas.., kangen berburu sarapan (bubur ayam Kings….!!!) dan makan siang (nasi uduk dan ayam penyet atau nasi dan gurame toco ala Ira Kantin DW).

So, biar udah pindah ke rumah baru, punya teman2 baru… Rumah lama dan teman lama tetap punya tempat istimewa di hati, dan gak tergantikan… I love you, guys…!!! I miss the time we’ve shared….!!

Ke Rumbai Lagi…

Hari ini Tati janji sama Opi untuk berkunjung ke rumahnya. Opi yang ABAS (Anak Bandung Asli) adalah teman Tati sama2 alumni ESQ dan sama2 jadi ATS (Alumni Training Support) di beberapa training ESQ di Pekanbaru. Opi selama 8 tahun terakhir menetap Pekanbaru, persisnya di camp Rumbai, mengikuti suaminya yang bekerja di salah satu perusahaan minyak besar di negeri ini.

Tati udah lama banget gak ke camp Rumbai, meski daerah ini masih termasuk wilayah administratif kota Pekanbaru, dan hanya sekitar 15 km dari pusat kota. Ya mau ngapain juga ke sana kalo gak ada juga yang mau dituju..?

Camp Rumbai adalah suatu wilayah yang dikelola oleh sebuah perusahaan minyak besar di negeri ini sejak tahun 1950an (kalo gak salah). Di wilayah ini terdapat perkantoran plus pemukiman dan segala fasilitas hidup lainnya. Dulu di media massa sering muncul tulisan2 “Rumbai itu America-nya Indonesia“, karena penataan lingkungan & fasilitasnya emang berorientasi ke sono dan modern banget untuk zaman itu…

Dulu siyy waktu belia Tati senang banget kalo dibawa ke sana.. karena tahun2 1970-1980 fasilitas di sana tuh lengkap banget, sementara Kota Pekanbaru belum ada apa2… Misalnya, tahun2 segitu di Pekanbaru tuh belum ada kolam renang, nah di camp Rumbai sejak tahun 1950an (kalo gak salah) udah ada kolam renang ukuran kurang lebih 50m x 25m dengan guards yang ready di empat penjuru mata angin.. Jadi safe banget deh buat anak2 main di sono…

gank-pku2.jpgTerus di Rumbai Country Club (RCC), tempat dimana kolam renang berlokasi, juga ada Snack & Bar yang nyediain burger, sandwich, kentang goreng & ice cream yang beneran ueeennnaaakkk.. !!

Sampai sekarang tuh rasanya gak ada deh yang bisa ngalahin enaknya makanan2 di RCC. Terserah orang mau bilang sejuta nama outlet fast food yang nyediain burger, sandwich, kentang & ice cream…. Semua lewwwaaattttt…. !! Kayaknya siyy semua bahan2nya impor.. Mana harganya murah pula karena disubsidi perusahaan. Tati aja masih ingat nama salah satu tukang masak di situ, Pak Bayan… Hehehe. Dimana ya itu bapak sekarang..?

Yang lebih asyiknya lagi.., selain duduk di teras RCC yang luas dan lega serta menghadap kolam renang, kita juga bisa menikmati makanan2 tersebut sambil duduk2 di taman di sekitar kolam renang, di bawah2 payung2 besar yang juga menghadap ke lapangan golf yang berbukit2… Asyik gak..? Padahal itu masih tahun 1970-an, bow….!!!

Di camp ini juga tersedia sekolah dgn kualitas yahud, bowling center, library dll. Sekarang selain TK s/d SMA Cendana bahkan ada American School..! Pokoknya lengkap dehhh buat bikin penghuni camp hidup nyaman. Segala fasilitas di camp ini hanya bisa dinikmati oleh keluarga pekerja di perusahaan tersebut plus segolongan orang2 pemerintahan dan keluarganya yang diberi izin oleh perusahaan… Zaman masih pecicilan selain ke RCC, Tati dan teman2 juga seneng banget muter2 ke daerah ini karena lingkungannya yang asri… Bahkan bisa2nya kita naik sepeda rame2 di minggu pagi ke daerah ini… Pulangnya, gempooorr….!! Pegel banget lageee…!!

Ternyata untuk masuk ke camp saat ini repot juga, gak kayak zaman bahuela.. Tadi aja Tati mesti registrasi dulu plus ninggalin ID di post satpam. Kayaknya dulu gak gitu2 banget deh, meski emang ditanya2in juga kalo mau masuk ke daerah tersebut.. Mungkin karena kondisi keamanan negeri kita yang juga semakin gak jelas, dan emang mobil Tati gak punya sticker khusus buat kendaraan yang boleh masuk ke lingkungan camp..

Suasana di camp masih seperti beberapa tahun yang lalu.. cuma kayaknya lebih sepi.. Kalo dulu tuh kayaknya cukup banyak aktifitas, terutama kalo weekend gini kita akan menemukan para teens keliaran di sekitar RCC. Mungkin karena main office perusahaan ini enggak di Rumbai lagi, melainkan udah pindah ke Duri. Mungkin juga mall2 yang ada di kota lebih menarik dari pada menghabiskan waktu menikmati fasilitas2 camp. Tapi lingkungan di sekitar perumahan masih asri dan teratur…

Rumah Opi berada di pojokan jalan utama, tapi depannya masih hutan di lingkungan camp… Udaranya segar, jauh dari sesaknya perumahan di pusat kota Pekanbaru… Rumah yang lapang dan lingkungan yang nyaman…, tempat yang ideal buat membesarkan anak2.. Tapi ya itu, masyarakatnya yang terlalu homogen juga bisa bikin kepekaan sosial anak jadi enggak berkembang… (Tapi itu mah tergantung, gimana orang tua ngarahin kali yaa…??)…

Camp Rumbai ternyata masih jadi tempat yang asyik buat dikunjungi meski tahun2 telah berganti…

Happy Birthday Naya..

Tadi malam arisan tetangga, di rumah Mama Naya.. Seharusnya siyy di rumah Eko karena yang dapat arisan bulan lalu adalah Eko. Tapi karena Naya ultah tanggal 13 Februari, jadi Mama Naya minta arisannya di rumah Naya aja dulu.. Di rumah Eko nanti aja kalo Mama Naya yang dapat arisan.. Kok aneh ya..? Tempat arisannya bisa diputer2, gitu.. Ya bisa lah yaww… secara tujuan arisan kita emang bukan cuma buat ngumpulin duit.., tapi tujuan utamanya supaya kita kumpul2, at least sebulan sekali..

So.. tadi malam kita2 pada ngerayain ultah Naya yang… ketiga. Tapi biar usianya baru 3 tahun, Naya itu lagaknya udah kayak anak usia 5 tahun.. Mungkin karena “salah gaul” kali yaaaa… Hehehe.. Iya, Naya itu bergaulnya sama kakak2 & abang2 yang udah sekolah di SD.. Jadi karena stimulusnya tinggi, Naya jadi berkembang dengan pesat.. Lucu deh kalo denger dia ngomong.. Gak ada gaya anak usia 3 tahunan…

Nahhh, tadi malam tuhh Naya si tomboy pake gaun putri2.. Mana bajunya ada bagian yang backless pula… Lucu deh..!! Waktu para tamu datang, Naya sibuk dengan kado dan amplop… hehehe.. Kecil2 mata duitan.. Matanya berbinar2 kalo ada yang datang bawa kado..!! Tapi setelah acara tiup lilin, potong kue dan makan2 selesai, boro2 dia ingat kado dan amplop2nya… Dia langsung ngabur ke halaman, main dengan gank-nya…!! Dasar anak2…

Happy Birthday Naya…
Semoga panjang umur, sehat, jadi anak yang pintar, baik hati, selalu dalam lindungan Allah SWT, sayang sama Papa & Mama…

Penginderaan Jauh……… (2)

Setelah ngecek buku Wisuda Pasca Sarjana UGM Januari 2001, Tati akhirnya tau kalo Mas Taufik yang ngemail Tati adalah dosen muda (duluuuu…! sekarang udah tua deh kayaknya..! Hehehe) yang dulu juga ngajar Tati dan teman2 S2 PJ UGM Angkatan 99 di Lab SIG. Karena dosen Geografi yang bareng wisuda dengan Tati itu hanya 2 (dua) orang. Yang pertama, mas Sigit Heru Murti Budi Santosa (saat ini Wakil Pengelola II Program Magister Pengelolaan Lingkungan UGM), yang sama2 ngambil jurusan Penginderaan juga sama2 anak bimbing Prof. Sutanto. Sedangkan yang kedua adalah mas Djaka Marwasta, tapi beliau ngambil program studi Lingkungan. Jadi gak ada tuh yang namanya Taufik Purwanto bareng wisuda sama Tati… (mas Taufik, saya udah titip pesan sama mas Ichi buat nonjok mas Taufik kalo ketemu, karena udah nyoba ngapusi saya dengan ngaku2 bareng wisuda dengan saya.., sehingga saya sempat merasa bolot banget..!! Hehehe..!!)

Nah, kemaren dapat email lagi dari beliau.. ternyata postingan Tati yang berjudul Penginderaan Jauh……….(1) beliau tunjukkan ke Prof. Hartono, DESS, dosen di Penginderaan Jauh yang dulu dekat banget dengan kita2 mahasiswanya, dan sekarang menjabat Dekan Fakultas Geografi UGM. Masya Alloh mas Taufik…, kok jadi sampai ke sana..? Tati kan jadi malu..! Seharusnya Tati kan menulis hal2 yang lebih ilmiah sesuai dengan ilmu yang pernah Tati peroleh.., bukan cuma tulisan2 yang berisikan luapan isi hati. Mungkin dosen2 Tati jadi sedih kali yaa… ngeliat anak didiknya jauh dari dunia ilmiah yang sudah mereka ajarkan.. Maaf kan saya ya, Bapak2..!!

Honestly, I love Remote Sensing.. Tati seneng banget bisa nguplek2 di depan foto udara atau citra satelit, baik yang analog maupun digital, terus mengamati pola2 yang tergambar di situ, lalu membandingkannya dengan pola2 aliran yang udah diklasifikasi oleh Zuidam and Zuidam-Cancelado, untuk menemukan jenis landform yang sesuai dengan yang terlihat. Lalu mengamati dan menganalisis landcover sehingga bisa menginterpretasi landuse. Lalu narik2 garis untuk mendelineasi, baik analog maupun digital.. Kerjaan yang asyik karena membutuhkan kepekaan pengamatan, daya analisis yang ok (ini harus di-upgrade melalui pengalaman dan literatur) serta pemahaman akan situasi daerah pengamatan!!

I miss my beautiful school days…!! Jadi kangen dengan hari2 saat bisa “menari2” menyusuri lorong2 Fakultas Geografi. Jadi kangen dengan dosen2.. Jadi kangen dengan Perpustakaan Geografi & Perpustakaan Puspics (istana-nya mbak Yanti).. Jadi kangen Lab SIG dan Lab Puspics (istananya Mas Heru yang suka Tati panggil Tintin.. Hehehe). Jadi kangen dengan ruang penyimpanan peta dan foto udara (istana-nya mas Bahrum..!!!) Jadi kangen dengan tempat pencil “Hello Kitty” warna pink garis2 yang gede banget karena selain memuat alat2 tulis juga harus bisa memuat gunting, selotip dan permanent spidols yang warna warni buat mendelineasi berbagai kenampakan di foto udara atau citra digital. Jadi ingat pena rapido dengan berbagai ukuran.. Jadi ingat kertas2 kalkir.. Jadi ingat Toko Merah di Gejayan..(serta kejadian di depannya, hehehe. Kok bisa ya, Chi?). Hiks..Air mata jadi nitik niyy..

Tapi, karena saat ini Tati bekerja di pemerintahan yang waktunya lebih banyak mengurus administrasi, Remote Sensing sering kali cuma jadi bagian dari ilmu yang pernah Tati pelajari (sejujurnya Tati takut kalau suatu saat diminta pertanggungjawaban akan ilmu yang hampir tidak pernah diamalkan.., Astagafirullah al adzim). Mudah2an suatu saat Tati kembali mendapat kesempatan untuk menerapkan ilmu yang sudah didapat, walau mungkin dengan cara yang “who knows..!!“. Semoga oh semoga..

Ternyata Tati itu bolot…..!!!

Kemaren malam saat ngecek email di inbox hotmail, Tati menemukan sebuah email dari Taufik Purwanto. Nama tersebut gak ada di dalam contact list Tati, jadi Tati gak tau siapa sosok yang ngirim email ini…

Isi email tersebut antara lain :

Ketika saya searching di google dengan key word
“penginderaan jauh” pada halaman 3 saya menemukan blog
ini
😦http://tatinya-anak-anak.blogspot.com/2007/08/penginderaan-jauh1.html)
Semula saya pangling siapa yang nulis, tetapi setelah
melihat foto dan isi tulisan yang bagus sekali yang di
ada menyinggung nama aris “kalimantan” sekarang jadi
aris “Purworejo” maka saya memastikan ini adalah mbak
Sondha S-2 PJ Fak Geografi UGM.

Saya salut atas tulisannya tentang PJ, rupanya mbak
Sondha bakatnya seperti Andrea Hirata “Laskar
Pelangi”. Tulisannya sangat menawan cocok untuk lebih
memperkenalkan penginderaan jauh kerennya “remote
sensing” ya.. mbak..
Nulis novel aja mbak biar terkenal kaya Andrea biar
bisa mempopulerkan PJ.

Kalau boleh titip, terus nulis tentang PJ dan promosi
PJ mbak, biar lebih dikenal lagi …
Saya juga punya pengalaman ketika cari buku
penginderaan Jauh Pak Tanto sama penjaga tokonya
diambilkan buku Paranormal.

Sukses buat mbak Sondha.

Salam hangat,

Taufik
Sekjur SIGPJ
Fak. Geografi UGM

Begitu ngebaca kalo yang mengirim email ini tahu perkembangan keberadaan Aris (teman Tati waktu ikut kursus PUSPICS di Geografi UGM), dalam pikiran Tati orang ini adalah adiknya Aris, yang mahasiswa S1 Geografi saat itu, tapi Tati belum ingat namanya. Entah kenapa pikiran Tati juga ngebaur dengan sosok seorang dosen muda di Fakultas Geografi UGM yang juga ngambil S2 Penginderaan Jauh, dan barengan diwisuda pada Januari 2002. So Tati ngebalas email itu dengan pikiran2 tersebut….

Tapi setelah email itu terkirim, saat melayangkan pikiran ke masa lalu, masa2 Tati “menari-nari” di lorong2 kampus Geografi.. Tati baru nyadar… nama adiknya Aris itu adalah Habib.. Dan nama dosen muda yang bareng lulus dengan Tati adalah pak Sigit.. Lalu siapa Pak Taufik….??? Yang mana sosoknya…?

Tati berusaha mengurai benang2 memory yang mulai kusut dimakan waktu… Akhirnya.. Ya ampuuunnnnn… Pak Taufik itu kan nama dosen muda yang juga ngajar kita di Laboratorium SIG.. Beliau kan seangkatan dengan Aris waktu S1 dan berteman baik pula, jadi wajar kalo beliau tahu kalo Aris udah pindah ke Purworejo. Kok Tati gak ngeh dengan tulisan si bapak bahwa beliau saat ini adalah sekretaris jurusan Penginderaan Jauh UGM. Ya ampuuunnnnn bapak, maaf ya.. Ternyata saya itu lemot dan bolot.. Waktu 6 tahun aja ternyata mulai mengikis ingatan saya… Maaf ya….

Mengenai pujiannya, terima kasih ya Pak.. Tapi saya belum ada apa2nya.., belum pantas lah untuk dibandingkan dengan Andrea Hirata “Laskar
Pelangi”. Mudah2an suatu saat saya benar2 bisa jadi penulis.. Dan mudah2an saya bisa memenuhi harapan Bapak untuk mempopulerkan ilmu yang kita cintai, Penginderaan Jauh. Sehingga ilmu yang satu ini tidak lagi dikaitkan dengan telepati apalagi paranormal.. Hehehe.. Secara, ilmu yang satu ini kesannya masih berada di menara gading.., dan sesuatu yang belum banyak terlihat oleh adik2 kita sebagai suatu limu yang asyik untuk ditekuni.. Padahal negeri kita yang luas banget benar2 membutuhkan ilmu ini dalam pengelolaan sumberdaya alamnya..

Sekali lagi saya mohon maaf..

Btw, kejadian ini mematahkan ucapan beberapa orang bahwa Tati itu punya memory yang kuat.. Kenyataannya, TATI itu ternyata BOLOT.. BOLOT… Hehehe…