UAE Trip (Part 4)

Pintu masuk terdekat dari Water Fountain ke Entry Point of At The Top

So, hari Kamis 25 November sore, sekitar jam 16.30-an waktu Dubai kami berkumpul  di lobby Address Hotel.. Mau ngapain…?  Mau naik ke Burj Kalifa…, the tallest building in the world these days…  Ceritanya kita diikutkan paket tour untuk berkunjung ke Burj Kalifa, tepatnya ke lantai tertinggi yang dibuka untuk umum..

Aku pikir setelah kumpul kita akan digiring naik ke bus oleh tour guide yang berdarah Pakistani, ternyata tidak…  Kami justru diajak ke  pintu belakang Address Hote.  Menuju….? Yuuupppp, benar sekali saudara2… Menuju Dubai Mall… Ternyata pintu masuk ke AT THE TOP, yaitu bagian tertinggi Burj Kalifa yang dibuka untuk umum berada di Dubai Mall…  Keren bangets  ya itu Mall… Bener2 segala ada.. Jadi ingat lagunya Project P “Toko Sagala Aya”… Hehehehe…

Masuk ke Dubai Mall melalui Bloomingdales, kami lalu berjalan kaki menuju salah satu sisi Dubai Mall yang menjadi entry point ke At The Top…  Setelah sampai di sana jam 17-an, kami belum dikasi masuk, bahkan disuruh keluar dari antrian dan kembali lagi jam 18-an… Kenapa…? Karena ternyata emang di tiket masuk sudah tertera bahwa kami giliran naiknya 18.00..  Sepertinya  pengelola benar2 mengatur dengan ketat jumlah pengunjung yang berada di At The Top…

Tiket Masuk ke At The Top Burj Khalifa

Sementara menunggu, kami diajak tour guide melihat water fountain yang juga ada di lingkungan Dubai Mall…  Water fountain ternyata berada dekat dengan entry point ke  At The Top, dan bisa dibilang  berlawanan arah dengan Address Mall Hotel..  Saat kami sampai ke area water fountain yang outdoor, baru kami menyadari kalau water fountain, yang tidak menyala saat kami datang, berada di kolam yang saaaaannnngggggaaaaattttttt besar, yang menguhubungkan Dubai Mall dengan Souk Al Bahar, juga Burj Khalifa serta banyak bangunan keren lainnya… Keren banget…

Me & Burj Khalifa...

Karena waktu terbatas, kami gak bisa terlalu bisa ngubek2 tempat itu… Jadi hanya sekedarnya.. Berfoto dengan latar belakang Burj Khalifa dan Souk Al Bahar…

Kami lalu melanjutkan perjalanan  ke pintu masuk At The Top..  Begitu diizinkan, dan setelah melalui pemeriksaan, kami masuk ke lorong yang panjang dan terkadang agak berliku.., dan berakhir dengan mengantri di depan lift…   Di salah satu bagian dinding di lorong yang panjang dan berliku aku melihat tulisan tentang makna Burj Khalifa…, bangunan dengan ketinggian 828 meter, bangunan tertinggi di dunia saat ini..   Tulisan yang indah dan penuh makna…

Lift yang akan membawa pengunjung ke At The Top mempunyai  daya angkut sekitar 15 orang…  Sedangkan kecepatannya….. 10 meter per detik… Whaaaaatttttt….? Yaaaa..  10 meter per detik.. Di dinding lift, di sebelah kiri pintu  terdapat screen yang menunjukkan nomor lantai yang sedang dilalui lift…

Begitu lift bergerak, rasanya biasa aja.. Tidak terasa ada mobilitas yang kuat…, namun terasa ada perubahan tekanan udara yang nyata di telinga, dan angka angka yang berganti dengan cepat di screen di dinding…  Lalu saat di screen terlihat angka  124, lift berhenti… Jadi At The Top berada di lantai 124..

Keluar dari lift, kami bergerak ke kiri sesuai petunjuk.., lalu masuk ke satu ruang yang ada pintu putarnya…  Lalu….  Voila……!!!  Yang hadir di pandanganku adalah gugusan cahaya lampu di kejauhan di bawah sana…  Begitu indah…, begitu gemerlap bagai ribuan kunang-kunang dalam formasi yang luar biasa.. Subhanallah… Aku tak mampu menjabarkannya lebih jauh… Hanya kata2 INDAH… SANGAT INDAH….

View from At The Top Burj Khalifa : Water Fountain Dubai Mall
Another view from At The Top, Burj Khalifa..
Me @ "At The Top" Burj Khalifa.

Sebenarnya tak ada rasa cukup, tak pernah ada rasa puas menatap cahaya yang gemerlap di kejauhan itu…  Sungguh aku jadi mengerti mengapa ada orang yang senang tinggal di ketinggian di tengah metropolitan…   Hatiku bertanya-tanya, seperti apa pemandangan ini semua di siang hari…? Apakah cahaya matahari membuatnya tetap indah, lebih indah…? Atau malah mengekspose hal-hal yang ditutupi kegelapan malam…? Entah lah…

Kami lalu bergerak meninggalkan anjungan berkaca tempat memandang “dunia gemerlap” di bawah sana… Bergerak menuju tempat lift sesuai sign yang ada.. Sebelum sampai di tempat lift, kami terlebih dulu menemukan tempat menjual berbagai souvenir khas At The Top..   Lucu2 barangnya, but most of them not really unique and special…

Proses turun dari At The Top ke lantai bawah juga sama dengan proses naik.. Begitu cepat tanpa terasa… Hanya angka-angka, yang menunjukkan nomor lantai yang dilalui lift, yang tampil di screen berganti dengan sangat cepat.  Alhamdulillah hanya dalam hitungan tidak sampai 3 menit kami sudah sampai di lantai bawah.. Kami kembali menyusuri lorong2 yang panjang dan berliku menuju pintu keluar… Di dinding lorong yang panjang itu terdapat tulisan Making The Burj Khalifa : proses pembuatab Burj Khalifa, serta orang2 yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan pembangunan dan pengelolaannya.. Mereka datang dari berbagai negara, berasal dari bermacam ras.. Ada yang dari Arabian, Eropa, Korea, Asia lainnya.  Ini benar2 proyek multinational…., multicultural…  Keren bangetsssss….

Pikiran rasanya masih melayang2 saat tubuh telah keluar dari lorong2 At The Top.. Pesona yang luar biasa begitu menyergap hati… Betapa luar biasa karya anak manusia… Tapi yang luar biasa lagi adalah Yang Menciptakan Manusia…

Selanjutnya kami kembali berjalan kaki menyusuri Dubai Mall menuju hotel…  Bis sudah menunggu untuk mengantarkan kami makan malam terakhir di Dubai… Makan malam di Dubai Heritage Village

Dubai Heritage Village

Dubai Heritage Village berlokasi di tepi Dubai Creek, alias anak sungai, di kawasan Deira…  Tempat ini disediakan buat menikmati malam di udara terbuka di Dubai.. Sepertinya selain para pengunjung dari luar Dubai, juga banyak masyarakat lokal yang menikmati tempat ini.. Mereka makan malam dan bersantai menikmati shisha

Makan malam di sini rada enggak seru.. Kenapa? Layanannya lama… Appetizer berupa salad khas Arab lama banget baru datang.., sehingga kami terpaksa mengganjal perut dengan “kertas” (istilah kami buat sejenis roti bakar Arab yang tipis dan nyaris tanpa rasa).  Bumbu saladnya, hmmmm gak cucok dengan selera, kecuali yang diguyur pakai vinegar dan olive oil..  Lalu main course nya lama sekali baru datang, sehingga kami pikir appetizer itu adalah satu2nya makanan yang dihidangkan… Hehehehe…   Main coursenya, beraneka daging (beef, mutton dan chicken)  yang dipanggang dilengkapi mayonese  dan kentang goreng…  Not bad at all….

But, suasananya nyaman banget…, karena ditiup angin semilir dari sungai plus pemandangan kapal-kapal berlayar di creek..   Dan di sekitar tempat makan juga tersedia kawasan yang ditata seperti pemukiman asli masyarakat Arab, tempat  menjual berbagai souvenir khas Arab…  Ini ide yang sangat bagus untuk diterapkan di negeri kita…

Dinner @ Dubai Heritage Village

 

Tubuh lelah, perut kenyang…, maka mata pun mengantukkk…  Begitu naik ke bis, sebagian kami langsung terlelap dan bangun ketika bus sampai di teras hotel…  Aku tak sempat lagi menikmati pemandangan yang indah di malam hari dari jendela kamar tempatku menginap dengan penuh kesadaran… Terlalu mengantukk, terlalu lelah…  Padahal It was the last night in Dubai…  Sungguh aku menyesal… Hiks…

2 thoughts on “UAE Trip (Part 4)

  1. waah seneng nya trip arround uae… kalo ada rencana trip ke uae lagi jgn lp mampir ke resto indo yg ada di sharjah yha… namanya PARAHYANGAN RESTAURANT… lokasinya di syech zayed street,beside central pvt hospital,tower clock,.sharjah-uae… ditunggu kehadirannya ^_^

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s