Kembali ke Yogya, Kembali ke Kampus…

Selasa, 3 Juni 2008 jam 07 pagi Tati berangkat ke Yogya dengan seorang senior di kantor. Setelah transit di Jakarta, kita nyampe di Yogya sekitar jam 10 pagi. Hanya butuh waktu 3 jam, kita udah nyampe di Yogya.. Asyik banget ya penerbangannya. Gak perlu cengak cengok lama2 di Bandara Sukarno Hatta, dan masih ada cukup waktu buat sarapan lontong sayur di sebuah kafetaria di koridor menuju ruang tunggu. Meski akhirnya kita jadi the last passengers yang boarding… Hehehe…

Nyampe di Yogya, orang yang mau kita temui, kepala sebuat pusat kajian di kampus tempat Tati pernah kuliah beberapa tahun yang lalu, berbaik hati untuk menjemput di Bandara.. Ujug2, ternyata kakak beliau adalah istri salah satu kerabat almarhum ibu. Hmm… jauh2 ternyata ketemu-nya masih sedulur juga…

Dari bandara kita langsung ke kantor pusat kajian tersebut. Di sana kita diskusi dengan kepala pusat kajian dan 2 orang staff ahli beliau. They’re really2 friendly people, disamping sangat2 berilmu tentunya… Kita diskusi dari jam 11-an sampai jam 17-an untuk menemukan apa sih solusi dari masalah yang ada di kita. Diskusi yang sangat menyenangkan, karena kita mencoba mencari solusi suatu persoalan dengan pendekatan ilmiah… Awalnya siyy Tati agak terhege2 juga, karena masalah yang dibahas adalah ‘dunia baru” buat Tati. Terus latar belakang pendidikan Tati juga tidak terlalu mendukung, kecuali ilmu sosiologi dan ekologi manusia zaman kuliah di Sosek IPB dulu… Itu pun udah tersimpan di sel otak yang di sudut sebelah mana.. Hehehe.. But, karena para kenalan baru pada friendly dan bahasa mereka adalah bahasa popular, komunikasinya jadi nyambung… So, di sore hari kita udah bisa memutuskan apa solusi dari masalah yang ada dan apa yang harus kita lakukan. Tinggal perumusan teknis pelaksanaannya, yang akan kita bahas bersama…

Hari yang menyenangkan… Seandainya hari2 kerja Tati didominasi dengan kegiatan seperti ini… Hmmmm nikmat banget…. Dalam hati Tati berkata “Sondha, syukuri saja pekerjaan kamu saat ini, dan usahain supaya lebih baik hari ke hari…”. Hehehe….

Bagaimana Baiknya, Ya…?

Di lingkungan kerja kita sering kali berhadapan dengan berbagai macam manusia… Perbedaan latar belakang keluarga, budaya, lingkungan pergaulan menyebabkan perbedaan yang seringkali mengagetkan, terkadang lucu dan bisa juga menyebalkan.. Ini beberapa pengalaman yang mengagetkan Tati di kantor yang baru…

Saat baru masuk ke kantor baru, suatu hari Tati disuruh salah satu pegawai yang udah lebih lama di situ buat bikin surat. Tati sebenarnya jarang banget ngonsep surat pake tulis tangan, karena biasanya langsung bikin aja di komputer atau laptop. Tapi karena waktu itu statusnya masih anak baru, yang baru terhitung hari di kantor, Tati gak bawa laptop ke tempat kerja.. Takut dipikir, sombong dan sok gaya… So, waktu disuruh ngonsep, ya Tati coret2 aja di selembar kertas..

Setelah selesai dan Tati tunjukin ke si ibu yang ngasi kerjaan, Tati disuruh ngetik itu surat. Karena gak bawa laptop, Tati terpaksa pake komputer yang ada di ruangan kerja (kalo komputer di kantor siyy, ya asset kantor lah yaa.. bukan milik pribadi seseorang). Tati lalu menghampiri sebuah komputer yang lagi gak dipakai di ruangan tersebut. Ternyata di-password.

Tati lalu bertanya pada salah seorang teman baru yang memang selalu duduk di depan komputer tersebut. Dia masih muda banget dibanding Tati.

Tati : Saya mau pake komputer, tapi komputer-nya di-password. Apa ya passwordnya?

Teman baru, dengan nada ketus yang mengagetkan.. : Mau ngapain?!!!!!!!

Tati : Saya disuruh ngetik surat.

Teman baru itu lalu menghampiri komputer tersebut, memasukkan password, lalu pergi.

Ya ampun, Tati dianggap orang baru yang belum boleh menyentuh peralatan di kantor tersebut. Padahal Tati jauh jauh jauh lebih senior dari teman baru tersebut, sementara dia adalah anak honor yang baru setahun kerja di kantor itu. Dia gak masuk data base Pegawai Honor yang secara bertahap akan diangkat jadi PNS. Masih bisa diberhentikan dengan mudah oleh pihak yang berwenang di kantor.

Kejadian yang sama berulang 2 kali dengan orang yang sama… Saat itu Tati cuma diam, gak bereaksi apa2 terhadap tingkahnya. Tati cuma mengelus dada dan dalam hati berkata, “Aku sudah tua, lebih senior pula., dan aku masuk ruangan ini kan karena ditempatkan di sini. Kok dia gak mikir, ya..?”

Belakangan Tati akhirnya malah melihat bahwa si teman tersebut ternyata benar2 orang muda yang “perjalanannya belum panjang”… Dia suka bersikap seenaknya sama teman2 yang dia pikir “gak ada apa2nya”. Padahal teman yang dia pikir “gak ada apa2nya” itu kedudukannya di lingkungan kantor jauh lebih kuat, karena udah diangkat jadi PNS dengan masa kerja sekian belas tahun jadi pegawai honor. Sementara si teman yang suka bersikap seenaknya baru setahun jadi anak honor… What a shallow person..!!

Kemaren ada kejadian lagi… Ada seorang teman, yang lain lagi. Tapi yang ini udah PNS, usianya lebih muda sekitar 8 tahunan dari Tati & juga lebih pendek masa kerja-nya dari Tati. Hubungan kita gak dekat2 amat. Biasa2 ajalah hubungannya, cuma sesekali ngobrol di lingkungan kantor. Topik pembicaraan juga cuma sekitar kantor, gak lebih. Jadi kayaknya juga belum pantas buat becanda semberengan deeh..

Kemaren dia datang ke ruangan karena ada urusan dengan atasan Tati, ngurus administrasi keuangan dari kegiatan yang mereka kelola. Jadi gak ada hubungannya dengan Tati.. Tati saat itu sedang asyik di depan laptop, membuat telaah staff terhadap suatu usulan kerjaan. Tiba2.. si teman yang lebih muda ini berjalan ke arah Tati dengan ketawa-tawa ngakak dan berkata : Punya materai gak…? Kalau gak punya, aku tekek (jitak bahasa Minang) kepala kau…!!

Tati kaget dengan bahasanya. Mungkin maksudnya siyy becanda.. Tapi pemilihan katanya itu lho.. Kok kayak orang gak tau bagaimana harus berbicara dengan orang yang lebih tua? Kepala itu kan anggota tubuh yang paling dihormati dalam tata krama berbahasa. Kalo dia bilang mau menjitak kepala Tati, itu artinya eksistensi diri Tati gak ada “harga”nya di mata dia. Weiiitttssss…, tunggu dulu. Siapa dia..? Emang gue udah bikin apa sampe gak punya “harga” di mata dia? Emang dia udah bikin apa sampe bisa menganggap gue gak ber”harga”? Tati rasa Tati gak punya hak untuk sombong dalam hidup.. Karena semua yang ada di diri Tati bukan punya Tati. Semua cuma pinjaman dari Sang Maha Pemilik. Tapi, ya gak mau juga lah pinjaman dari Sang Maha Pemilik ini dilecehkan… Kalo dia bilang “ntar kakak saya cubit..!” siyy masih lucu… Lagian dia cari materai ke Tati, yang bukan orang administrasi keuangan, ya kecil lah kemungkinan untuk ada.

Saat kejadian itu, Tati hanya diam dan menunjukkan wajah datar.. Tati berharap “wajah datar tanpa ekspresi” Tati bisa menyampaikan pada teman tersebut bahwa Tati keberatan dengan pilihan kata2nya..

Menurut teman2, gimana baiknya ya ngadapin teman2 kita yang seperti ini…? Hal seperti ini merupakan small stuffs di kantor, tapi tetap aja menimbulkan rasa gak nyaman saat terjadi…

Lalu ada kejadian yang “makna”nya lebih berat lagi.

Seorang teman yang suka ngobrol dengan Tati, yang tahu upaya Tati untuk lebih hati2 dalam melangkah, minta dimasukkan namanya dalam Surat Perjalanan Tugas (SPT) yang udah di-approve boss besar buat Tati dan seorang senior di kantor. Kita rencananya minggu depan akan pergi ke luar kota untuk konsultasi ke sebuah lembaga pusat kajian mengenai suatu pekerjaan. Ceritanya, teman Tati ini lagi diserahi tanggung jawab yang luar biasa besar, tapi belum kelihatan duitnya. Dia berharap kalau dia disetujui untuk masuk dalam SPT tersebut, dia bisa mendapatkan uangnya tanpa harus ikut berangkat. Dan dia udah menyampaikan keinginannya pada si senior yang akan berangkat dengan Tati, dan si senior sudah setuju.

Wadduuuhhhh.., Tati gak pengen ikutan dalam urusan yang begini… Tati bingung mesti gimana.. Di satu sisi Tati ngerti kalo mungkin teman Tati ini lagi BU, butuh uang.. Tapi apa kah memang gak ada jalan lain untuk mengetuk pintu rezeki? Entahlah…

Yang bisa Tati lakukan adalah menelpon teman tersebut, lalu mengatakan bahwa kalo dia mau seperti itu, mohon dia menambahkan sendiri namanya di draft SPT. Nanti suratnya dititip aja di ajudan untuk ditandatangani Boss. Dengan demikian Tati berharap Tati tidak terlibat..

Astagafirullahaladzim, ternyata baru ini yang bisa Tati lakukan dalam menghadapi hal-hal yang “ajaib” dalam di dunia kerja… Tati masih belum bisa mencegah dengan tangan, belum bisa mencegah dengan lisan…

Kalo sama teman yang begini, gimana ngomongnya ya…? Kan gak enak juga kalo sampai dikatain “Sok alim, lu… Kayak gak pernah bermain aja..!!” Waddduuuhhhh… gimana ya supaya teman gak tersinggung?

pics diambil dari http://www.fotosearch.com/photos-images/question-mark.html

Penyanyi kamar Mandi, Return..

Setelah beberapa bulan (persisnya 4 bulan kurang 7 hari), Tati mulai bisa melihat situasi percaturan di dunia baru.. Terus terang…, mengagetkan.. Kadang2 rasanya seperti sedang di Texas, karena banyak cowboy berkeliaran.. Kadang serasa lagi di hutan karena seakan2 no rules.. Padahal tau sendiri, di dunia pemerintahan peraturannya kan di sekeliling pinggang dan di sekujur tubuh… Kok bisa serasa gak ada aturan?

Tapi yang paling membuat kepala Tati berdenyut2 karena Tati harus menjalankan pekerjaan yang perencanaannya tidak terencana… Waaaaaddduuuuuuhhhhh… Gimana mo njalaninya, wong ra genah..! Belum lagi harus berurusan dengan orang2 yang so far di mata Tati hati mereka tuh terlihat baik dan tulus, tapi leletnya minta ammmmmpuuuuunnnnn… Seakan2 kata “tenggat waktu” enggak ada dalam semesta pemikirannya.. Udah gitu, gak berani pula menyampaikan hal2 pahit yang harus disampaikan ke pihak yang lebih tinggi.. Tinggal lah daku yang harus bersabar manarik2 beliau untuk melangkah sesegera mungkin… Tinggal lah daku menerima sindiran boss tentang kerjaan yang gak maju2…. Wayawayawaya….

Keadaan ini membuat pagi hari menjadi tidak menyenangkan karena mikirin gimana caranya supaya ada kemajuan dalam pekerjaan.. Sedangkan sore hari saat keluar kantor merupakan saat Tati merasa lega sesaat… Tapi Tati harus bisa menerima keadaan dan menganggap ini adalah sebuah tantangan.. Lagian dimana siyy di dunia ini ada pekerjaan yang 100% enak dan nyaman… Cuma ya itu… Tati tiap pagi harus berjuang mengalahkan rasa enggan yang ada di diri…

Tadi pagi, seperti biasa Tati berangkat kantor dengan rasa ogah2an.. Berangkat dari rumah jam 07.05 wib. Entah mengapa Tati pengennya muter album Yovie dan Nuno.. Nah pas lagu kedua, Menjaga Hati, mengalun… Tati lalu ikutan nyanyi… NYANYI SEKENCANG-KENCANGNYA…

Tati pikir sbodo amat…. Kan di dalam mobil., siapa juga yang dengar suara Tati yang yahuuuddddd… ? Hehehe… Gak lama, Tati tiba2 MERASA RINGAN, MERASA RILEKS…. RASA BERAT HATI MENUJU KANTOR HILANG… Saat sampai di parkiran, lalu berjalan menuju kantor, rasanya Tati melenggang dengan riang… Subhanallah… TERNYATA OBAT PERIANG HATI ITU GAK SUSAH… CUKUP KEMBALI KE KODRAT… KODRAT sebagi PENYANYI KAMAR MANDI.. Hehehe… So, bukan cuma Batman yang bisa return… Penyanyi Kamar Mandi juga bisa lho…!!

Yess.. DOING “WHAT YOU LOVE TO DO” IS ALWAYS ABLE TO CHEER YOU UP…

Di-PHK….

Di-PHK.. ? Pemutusan Hubungan Kerja…? Siapa ? Tati ? Kapan..?

Kemaren siang, Jum’at 25 April siang Tati doundang untuk menghadiri acara Arisan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit kantor Tati yang lama… Ternyata istri pimpinan mengadakan acara perpisahan dengan anggota yang pindah tugas, Tati dan Evi… Evi terhitung Maret 2008 juga pindah ke Pemerintah Provinsi Riau, tapi akan bertugas di Kantor Perwakilan Pemerintah Riau di Jakarta.

Akhirnya setelah 5 tahun membantu2 di DWP, Tati akhirnya dilepas juga.., di-PHK juga… Hehehe.. Padahal dulu kalo pengen minta gantian dengan teman2 dalam mengurus, gak ada yang mau ngegantiin… Memang siyy kerjaan yang ini kerja sosial, menggkoordinir dan meladeni para anggota… Gak ada feedback dalam wujud materi… Tapi sebenarnya asyiikkk… Ada kepuasan tersendiri saat menjelang lebaran seluruh anggota bisa dapat paket lebaran, atau saat pertemuan bisa melihat para anggota yang hadir bisa menikmati makanan yang dihidangkan… atau senang melihat teman2 yang sedang bermasalah bisa tersenyum karena kita kunjungi..

Terima kasih ya teman2 sudah menjadi bahagian hari2 Tati selama ini… terima kasih juga atas hadiahnya yang cantik banget…

Sesama Batak…

Di dunia baru, ada seorang senior yang juga punya marga, sama seperti Tati… Waktu Tati baru2 datang di situ dia excited banget, karena menurut dia orang2 bermarga langka dan sulit berkembang di lingkungan dunia baru… Tati sendiri gak merasa begitu ya… Karena biarpun punya marga dan gak mau kehilangan jati diri sebagai boru Batak, Tati merasa kota di negeri Melayu ini, lingkungan ini, adalah habitat Tati.. This is the place where I was grown up.. This is the place where I belong… Bahkan di dunia baru banyak orang yang Tati kenal sejak Tati masih cilik mentik… Ada yang anaknya kenalan keluarga, ada mantan tetangga, ada teman sekolah waktu SD, SMP dll…

Beberapa waktu yang lalu si senior ini menghampiri Tati.. Ternyata dia minta supaya Tati memberikan pekerjaan yang dipercayakan pada Tati untuk diserahkan kepada pihak ketiga, kenalannya yang orang pake marga juga.. Kerjaan yang diminta itu memang bukan pekerjaan besar..

Buat Tati.., permintaannya itu gak masalah.. Semua orang boleh mengajukan permintaan toohhh…? Tapi karena ini urusannya kerjaan dan menyangkut pertanggungjawaban Tati nantinya, tentu Tati harus mencari orang yang bisa memberikan hasil yang terbaik dengan waktu secepat mungkin… Lagi pula Tati kan cuma bagian dari suatu sistem, mana bisa Tati memutuskan segala sesuatu sendiri, harus berunding lah dengan atasan…

Ketika, Tati bilang ke si senior, “Saya lihat dulu ya, pak. saya gak bisa memutuskan sekarang”.

Ehhh si senior bilang dengan suara yang agak kencang “Bu Sondha, ibu orang Batak kan..? Siapa lagi yang mau nolong orang Batak kalo enggak orang Batak..?

Tati lalu bilang, “Jangan begitu lah, pak. Saya mencoba untuk melihat persoalan ini secara profesional. Saya ingin yang terbaik dari pekerjaan saya, karena saya harus mempertanggungjawabkannya. Kalo memang teman bapak itu bagus kerjaannya, bisa saja nanti diserahkan pada dia. Tapi saya gak bisa memutuskan karena pertimbangan suku. Lagi pula saya bukan pengambil keputusan tunggal. Ada orang2 di atas saya yang harus saya dengar pertimbangannya”

Si Senior lalu menjawab, “Lalu ibu mau bilang apa kalo orang yang di atas ibu melarang ibu mengambil kebijakan?”

Tati : “Enggak masalah, pak. Selagi kebijakan beliau itu pun bisa dipertanggungjawabkan dan membawa kebaikan buat hasil pekerjaan.”

Si senior : “Kok sebagai orang Batak, kamu gak mau menolong sesama Batak siyy…? Dimana solidaritas kamu sebagai sesama Batak?”

Tati : “Pak… saya bukan gak mau kasi kesempatan. Saya bilang nanti dulu, saya belum bisa mengambil keputusan, karena saya harus mengenali dulu siapa2 aja yang ingin mengerjakan pekerjaan ini, dan bagaimana kualitas mereka. Kalau teman bapak kerjaannya bagus, bisa saja saya menyerahkan pekerjaan ini pada dia. Cobalah mengerti situasi ini… Jangan bawa2 suku…. ”

Si bapak lalu ngeloyor dengan tampang asam… Tati cuma bisa menghela nafas panjang, dengan harapan semoga orang itu mengerti pikiran Tati nantinya…

Banyak2 Sabar…

Suasana di dunia baru agak2 melelahkan..

Keadaan di sini acap kali membuat kita serasa lagi di Texas.. Banyak cowboy dan jagoan berkeliaran tanpa peduli dengan aturan… Tinggal lah si pendatang baru terpongok bodoohhh… Dengan satu kalimat yang bulak balik berdengung di kepala… “Kok bisa begini…?”

Meski suasananya seperti di Texas, so far… buat Tati semua masih ok2 ajaaahhh… Karena Tati tuh mencoba melangkah di situ dengan sikap ramah, apa adanya dan friendly pada siapa pun, tanpa terkecuali. Jadi gak ikut2an jadi cowgirl.. Hehehe.. Para bapak2 dan ibu2 yang lebih duluan berada di dunia baru ini kayak2nya siyy bisa menerima sapaan dan senyuman Tati yang gampang mekar… Jadi ingat protes Tante Po : “Kakak itu terlalu ramah…” . Kalo Mama bilang, “Kamu tuh Siti Ramah, ya Nang…!!! Semua orang disapa, semua orang disenyumin..”. Hehehe…

Kalo masih bisa senyam senyum ke kiri dan kekanan, apa yang bkin sumpek…? Yang bikin sumpek, adalah suasana yang kaku dan gak jelas di area tertentu…

Ceritanya karena baru di tempat ini, Tati kan gak tau “kenapa begitu, kenapa begini”. Dalam kondisi yang serba tidak tau, Tati diperintahkan untuk melaksanakan beberapa pekerjaan.. Karena gak tau history dari terciptanya pekerjaan2 tsb, Tati lalu nanya sama yang tau dan berwenang tentang hal itu.. Tapi kalo ditanya, jawabannya selalu “gak tau..”. Kalo ditanya mana konsep dasar yang membuat pekerjaan itu dibuat, jawabnya “gak ada…, belum dibikin.. “. Kalo ditanya, mana hitungan yang membuat kerjaan itu bernilai sekian, jawabnya “dulu siyy kira2 aja…”. Ampyyyuuuunnnnnn, terus Tati mesti gimana doonnkkk…? Kok Tati seakan2 dilemparkan ke hutan rimba belantara… hiperbol mode on. Semua gelap dan gak jelas, mesti nyari jalan sendiri, tanpa dibekali compass…

Ajaibnya, kalo kita berdua lagi di depan orang yang lebih tinggi kedudukannya, terus Tati konsultasi tentang kerjaan2 tsb, orang tsb selalu bilang “dulu tuh ada, pak….!!!” atau apalah yang gak sesuai dengan jawaban yang diberikan saat Tati bertanya… Tati jadi bingung… maksudnya apa, ya? Padahal Tati gak ingin berburuk sangka…

Belum lagi jawaban “gak, ada…” dan “gak tau…” untuk berbagai pertanyaan lain yang menyangkut pekerjaan lain sehari2… Situasi ini bikin Tati bingung… Tati cuma berharap Alloh memberi Tati lebih banyak kesabaran untuk menghadapi sikap2 seperti ini.. Semoga orang tsb hatinya terbuka.. Semoga Alloh berkenan dan Tati bisa melalui ujian kali ini…

Mungkin orang itu gak ngerti kalo Tati sama sekali gak ingin jadi pelaksana kerjaan tersebut.. Tati udah berusaha menolak, tapi gak bisa.. Tati berharap orang itu mengerti kalo Tati dan dia adalah bagian kecil dari suatu system.., dimana kita harus bekerja sama agar system itu bisa berjalan dengan baik.. Membuat Tati sulit menjalankan apa yang diperintahkan pada Tati, artinya juga membuat jalannya system jadi tersendat2… Mudah2an pikirannya terbuka dan bisa melihat dengan perspektif baru…

Si Duren…

Setelah Tati berada di kantor baru sekitar 5 minggu, di ruangan Tati ada exodus baru lagi… He’s rather cute guy… Jangan geer buat yang merasa diomongin…!!! Cuma rather lho, gak absolutly cute..! Hehehe..

Susur telusur menyusur…, ternyata si anak baru ini juga mantan Preman Kompleks, cuma jauh lebih muda dari Tati.. sehingga saat dia berkeliaran di kompleks Tati udah keluar dari sana.. Tapi Tati kenal dengan kakak dan beberapa abang2nya..

But, he’s really dodol person, orang yang luwes banget, dan bisa membawa keriangan buat lingkungan sekitarnya.. Gak nunggu lama, hanya beberapa hari setelah masuk, dia mulai ngedodol.. Membuat suasana yang tadinya kaku jadi lebih menyenangkan… Membuat Yoto si penghuni lama bisa merasa lebih ringan, gak complaining all day, meski situasi belum berubah… Tapi at least, suasana yang terasa lebih santai akan membuat para penghuni ruangan bisa lebih tenang menghadapi situasi yang rada2 menyebalkan karena kaku dan tegangnya.. Hehehe.. Thank you ya Duren..

Kok dibilang Duren…? Iya, sangkin luwes dan dodol , si anak baru ini sangat PD akan “his good looking”. Hehehe… Jadi suka TP alias Tebar Pesona sama makhluk yang namanya perempuan di kantor… Yang dimanisin, semua yang bernama makhluk perempuan tanpa terkecuali termasuk para emak2, bahkan nenek2… (ada ya nenek2 di kantor kita…?) . Hehehe. Apa lagi para perempuan belia dan bedelau (bahasa Melayu : mengkilat) yang bertebaran di kantor.. Hmmmmmm….. Bisa2 mereka kelepek2 kaleee…. Kalo udah gitu, Tati suka ngeledekin kalo dia itu Playboy cap Tiga Duren (merk gretan alias korek api), disingkat Duren… Kenapa ? Karena gampang banget ngerayu… murah meriah gitu, kayak gretan…. Huahahaha.. Tapi kita semua ngerti kok, it’s just his way to please people around him… Kalo lebih dari itu, tenang aja… Kita pasti akan ngingat2in dia akan istri & 3 anak laki2nya.. Hehehe. Kalo gak juga mempan dibilangin…, hhhmmmm kita2 akan segera nimpuukkkin dia pake sendal jepit…!! Tati yakin Yoto, Mas Roy (yang kita bilang kembarannya… hehehe) dan kak Del akan dengan senang hati melakukannya. Hehehe…

Lucunya… Beberapa waktu yang lalu, saat Tati manyun sampai sulit tertawa karena diberi kepercayaan oleh atasan untuk bertanggung jawab atas sejumlah pekerjaan yang rasanya gak sanggup Tati laksanakan, si Duren ini selalu menggoda supaya Tati cheer up, gak manyun melulu…. and it worked… Thanks, buddy..!! Tapi saat ini, doski yang justru ketiban diberi kepercayaan yang berkali2 lipat dari Tati…., dan si Duren yang sekarang beneran manyuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunnn…… abiz..!! Sekarang, giliran kita yang ngeledekin dia supaya tetap ceria….!! Mudah2an si Duren gak kehilangan kedodolannya yang telah menebarkan suasana santai di ruangan kerja ya… !! Mudah2an kita bisa tetap ketawa2 menghadapi situasi kantor dan beban pekerjaan, ya…

Btw, makasih sudah menghadirkan kegembiraan di lingkungan kita ya Duren…!!! Please, untuk tetap nge-dodol….!!!

Finally, I’ve got a line…

Waktu di kantor lama, jaringan internet bersebaran.. Di ruang kerja Tati aja yang di lantai 3 ada beberapa, termasuk di meja kerja Tati. Bahkan di lantai 1 dan lantai 2 tersedia fasiltas Wifi. Jadi begitu buka laptop, wuuuuzzzzz…..  langsung bisa surfing deeeehh..  So,dulu tiap hari begitu nyampe kantor, ritual Tati adalah ngeluarin laptop dan nyolok kabel internet….

Di kantor yang baru 2 bulan ini line internet ada, tapi terbatas. Di ruangan aja cuma ada di meja atasan langsung Tati dan di 3 pc yang di pake rame2.. Karena beban kerja cukup banyak, so pc di ruangan tersebut nyaris gak pernah nganggur karena selalu digunakan oleh adik2 yang disuruh ngetik berbagai surat dan data. So Tati tuh paling ngintip bentar kalo ada pc yang lagi gak dipake, dan Tatinya juga lagi gak ada kerjaan…

Tati baru benar2 bisa terkoneksi dengan dunia maya ini setelah nyampe di rumah… Rada sebel juga siyy karena jam kantor gak bisa ber-hai2 dengan teman2 sembari kerja… Rasanya garing di kantor ngadapin laptop 100% buat kerja aja.. Kok serasa tinggal di planet mana, gitu….

Naaaahhhhh….. hari ini Indra, salah seorang junior di kantor memberikan Tati kejutan… Apaan….? Indra narikin kabel internet buat ke meja Tati… Chiiiihhhhuuuyyyyy….!!! Alhamdulillah… Tati pasti akan lebih betah lagi duduk di meja kerja.. Karena bisa kerja sambil ngegosip dengan teman by YM.. Atau kalo jenuh bisa blog walking sejenak… Hmmmm.. hari2 ke depan di kantor kayaknya bakalan jadi lebih asyiik niyy…!!!

Thanks ya Indra… Kayaknya kita akan semakin menjadi teman baik niyy… Hehehe…

Masih tentang Dunia Baru

Boss Tati yang baru memang memberi Tati kesempatan untuk belajar supaya bisa tune in dengan dunia baru, dunia tentang kebudayaan dan pariwisata… Dunia Tati sebelumnya adalah dunia perencanaan secara umum. Klo pun dulu mengasistensi, unit2 yang dulu Tati asistensi bukan bidang kebudayaan dan pariwisata … Jadi Tati pindah ke dunia yang benar2 baru…

Sekitar 2 minggu yang lalu, Tati oleh boss diajak untuk hadir dalam suatu pertemuan dengan para penentu keputusan untuk mengekspose suatu rencana kerja tahun depan… Nah di pertemuan itu selain hadir para eksekutif, juga hadir para stake holders dan budayawan…

Di meja utama Tati melihat sesosok wajah yang rasanya pernah Tati lihat tapi gak tahu dimana.. Lalu saat beliau berbicara terdengar logat yang sangat Melayu dengan kosa2 kata yang jarang, bahkan beberapa di antaranya belum pernah, Tati dengar.  Tapi gak sulit memahami apa yang beliau maksud karena disampaikan dalam suatu konteks pembicaraan.. Ternyata beliau adalah salah satu budayawan Melayu yang ternama, Dr. Yusmar Yusuf.  Secara sebelumnya gak pernah terlibat di bidang ini, dan gak terlalu tahu dengan kebudayaan Melayu, nama2 para budayawan Melayu, gak ada dalam semesta pengetahuan Tati kecuali nama Pak Tenas Effendi yang saat ini sedang sakit di Malaysia.

Ternyata beliau juga adalah penggagas Malacca Strait Jazz, suatu konser musik yang mengawinkan musik jazz dan budaya Melayu… Ya ampuunnn, padahal beberapa bulan yang lalu di sepanjang jalan utama kota ini berjejer baliho tentang event yang satu ini. Waktu itu Tati pengen banget nonton tapi gak ada teman… Mudah2an di Malacca Strait Jazz yang akan dilaksanakan lagi di pertengahan tahun ini Tati bisa nonton ya…

Ada satu kata yang beliau sebutkan yang berkesan di kuping Tati..  Kata telajak..  T E L A J A K..  Ya, telajak.  Pernah dengar gak sebelumnya…? Ternyata kata itu berarti KEBABLASAN…  Ternyata kosa kata Melayu banyak yang belum Tati ketahui, meski hampir separuh umur tinggal di Tanah Melayu.., bahkan klo bicara dengan orang tua atau teman2 lama yang berdarah Melayu secara otomatis logat Melayu akan keluar dari mulut Tati…  Perlu belajar banyak niyy… Makanya mungkin dilemparkan ke dunia kebudayaan yang sebelumnya jauh dari semesta kehidupan Tati…  Hehehe.

Dalam diskusi yang dilakukan para orang2 penting yang hadir dalam pertemuan itu, beberapa pemikiran beliau sangat menarik menurut Tati.. Pemikiran bahwa di Riau seharusnya kita kembali mengembangkan konsep Reviera, dimana sungai sebagai nafas kehidupan masyarakat.. Karena memang sejarah di Riau berkembang di sepanjang aliran2 sungai, yaitu sungai Siak, sungai Kampar, sungai Rokan. Dimana seluruh kerajaan2 Melayu yang pernah ada di Riau berada di sepanjang sungai2 tersebut. Antara lain Candi Muara Takus, terdapat tidak jauh dari pinggir sungai Kampar Kanan, kompleks istana kerajaan Siak Sri Indrapura terletak di tepi Sungai Siak.

Kalau konsep ini dikembangkan, dimana sungai dijadikan “halaman depan” rumah, bukan “halaman belakang”, sungai2 kita akan kembali bersih, karena kan gak ada orang yang buang sampah di halaman depan rumahnya. Gak akan ada lagi pencemaran sungai.. Sungai akan kembali menjadi nafas kehidupan masyarakat, menjadi bahagian yang indah dari kehidupan masyarakat di Negeri Melayu ini… Kita akan berkembang tanpa kehilangan jati diri, tanpa lepas dari akar kita

Apakah kita atau anak cucu kita akan bisa melihat sungai yang tidak lagi keruh, dengan perahu2 berlayar indah menyusurinya…? Akan kah kita bisa melihat permukiman penduduk di tepian yang tertata indah, dengan segerombolan anak2 yang bermain air di sana? Akan kah konsep ini bisa diterapkan..? Atau kah akan hanya tinggal konsep yang terlupakan seiring waktu…?

Kok Background-nya Gak Biru…?

Pindah kerja artinya meninggalkan lingkungan lama dan ketemu lingkungan baru… Kenalan dengan orang2 baru, yang kita belum tau background-nya, sifat dan wataknya… Tapi ya justru di situ lah serunya.. seperti petualangan baru gitu… Bisa jadi di depan ada jegrukan yang bisa bikin kita jatuh.. Tapi bisa juga kita menemukan pemandangan yang menabjukan..: seseorang dengan hati yang indah yang bisa jadi sahabat kita…

Pindah kantor buat Tati artinya juga meninggalkan posisi di tempat yang lama, yg sudah dipegang bertahun2.. Tapi honestly buat Tati itu gak masalah.., karena jabatan itu kan amanah.. Itu bukan sesuatu yang absolut milik kita… Jadi, gak usah dipikirin kalo harus dilepas.. Toh ini kan resiko pilihan Tati.., sebuah resiko untuk memperoleh dunia yang baru yang insya Alloh membawa kebaikan bagi Tati…

tati9.jpgNah.. lucunya di saat Tatinya gak mikir tentang jabatan… Justru ada teman baru yang mungkin belum kenal Tati lebih jauh yang nyindir2… Hehehe… Karena Tati statusnya staff di kantor yang baru, jadi background ID card-nya warna kuning… Waktu ngelihat ID card Tati si teman baru bilang…

Teman Baru (TB) : Kok background photo-nya gak biru, kak? (Biru itu background photo buat yang megang jabatan struktural)

Tati : Maksudnya..?

TB : Iya biru, kan kakak esselon IV ?

Tati kaget mendengar kalimat yang yang terucap dari bibir si teman baru. Maksudnya apa ya…? Tapi Tati diam aja… Gak mau nanggapin “kalimat yang manis” ini… Gak yakin kalo teman baru ini gak tau kalo Tati ini di tempat baru masih berstatus staff. Mungkin teman baru ini belum “kenal” Tati.

Buat Tati, ini adalah ujian atas kemampuan mengendalikan emosi, ujian atas kesabaran…. Mudah2an bisa lulus dan naik kelas, ya…. Amin ya Rabbal alamin

Awas ditangkap Hansip….!!!

Menurut peraturan yang terbaru para PNS setiap hari senin tidak lagi menggunakan seragam Pakaian Dinas Harian (PDH) yang berwarna coklat, melainkan pakaian Pertahanan Sipil alias Hansip. Enggak ngerti kenapa peraturan ini diberlakukan lagi, setelah dihilangkan beberapa tahun yang lalu..

Lingkungan kerja Tati yang lama, pada tahun 2007 belum mengikuti aturan ini. Baru akhir Januari 2008 para pegawai dikasi bahan baju Hansip plus upah jahit. Tati masih dapat jatah baju tersebut dari kantor lama,  tapi karena Atin tukang jahit langganan liburan imlek, so kemaren2 Tati belum bisa menjahitkan baju tersebut…

Nah di kantor baru, ternyata peraturan ini sudah berlaku.. Senin lalu, hari Senin ke-4 Tati kerja di kantor baru, si boss melihat kalo Tati masih belum pake baju hansip.. Lalu beliau bilang…

Boss (B) : Sondha belum pake baju hansip?

Tati (T) : Belum pak. Tukang jahit masih liburan cap go meh jadi belum terima jahitan lagi…

B : Ya cari yang gak imlek lah…! Jangan sampai lho kamu ditangkap hansip…!!!

Huahahaha.. Jangan sampai lah ya pak…!!!  Malu2in lagee…!! Ogah ach..!

So, karena si bapak sudah ngingetin tentang disiplin berpakaian, dan teman2 sudah ngasi tau kalo si bapak sangat concern dengan kelengkapan pakaian staff-nya.. So, selain segera menjahitkan baju dan merayu Atin supaya mau nerima jahitan baju hansip untuk diselesaikan akhir pekan ini, Tati juga bergegas bikin ID card, yang menampilkan foto kita di bagian depan dan data2 kita di bagian belakang..  Photo ID card ternyata harus pake baju dinas PDH plus lambang2 secara lengkap. Dan fotoannya juga di studio photo yang udah ditunjuk… Hesek daahh…!!

Kalo udah lengkap, insya Alloh gak ada lagi hansip yang bisa nangkap… Klo ditangkap Mel Gibson atau Harisson Ford siyy boleh lah… Mau banget lagi…  Hehehe..

Namu ke Rumah Lama…

Hampir tiga minggu Tati gak berkunjung ke rumah lama.. Selain karena kesibukan yang lumayan, juga karena jaraknya dengan rumah baru juga relatif gak dekat, plus absen kantor baru yang empat kali sehari, bikin Tati sulit menyisihkan waktu.. Padahal belum ada farewell party, belum ada cipika cipiki perpisahan sama teman2… Kok kesannya mabuuuurrrr gtu ajah.. Sumpe temans, dakyu tidak bermaksud demikian…

Hari ini, di hari libur ini… Tati jam 9-an ke kantor baru buat nerusin kerjaan buat bahan rapat atasan hari senin yad. Selesai kerja jam 15-an, Tati gak tau mau kemana… So akhirnya si Sparky diarahin ke Mesjid Agung Annur, secara Tati rindu banget sama tempat yang satu ini.. Udah berbulan2 gak ke sana.. Habis dari Annur, Tati ke pempek Wawa di Jl. Dahlia.., karena kangen juga sama tempat ini.. Hehehe. Habis dari Wawa, tiba2 ingat buat nelpon bu Ori, salah satu atasan di kantor lama. Secara besok ada training Mission Statement, dan bu Ori udah lama banget pengen ikutan cuma belum pas waktunya. Siapa tau kalo dikasi informasi bu Ori bisa ikutan besok. Waktu ngobrol di telpon, bu Ori bilang kalo beliau dan teman2 lagi lembur di kantor buat persiapan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota yang akan dilaksanakan hari senin 10 Maret 2008. Ucapan bu Ori membuat Tati mengarahkan si Sparky ke rumah lama…

Begitu masuk ke gedung kantor… Rasanya senang banget.. It was my home… Glad to see old friends are here… Sayang pasukan centil (Venny, Boge, Yayat, Evy, Hesti, Fifi dll) pada gak ada… Yang ada para penyamuns… Hehehe.. Kayaknya minggu depan mesti dijadwalin niyy buat ketemu2.. Tati kangen dengan pasukan centil…. Kangen ngobrol2 di ruang Pemegang Kas.., kangen berburu sarapan (bubur ayam Kings….!!!) dan makan siang (nasi uduk dan ayam penyet atau nasi dan gurame toco ala Ira Kantin DW).

So, biar udah pindah ke rumah baru, punya teman2 baru… Rumah lama dan teman lama tetap punya tempat istimewa di hati, dan gak tergantikan… I love you, guys…!!! I miss the time we’ve shared….!!

Pertanyaan STD…

Secara di kantor baru lebih banyak orang yang belum pernah Tati kenal sebelumnya… So, Tati berusaha untuk selalu tersenyum “2cm kiri dan 2cm kanan” pada semua orang2 yang ada di lingkungan kantor.. Itung2 ibadah.. Hehehe..

Kalo senyum Tati dibalas dan kita berada dalam jarak yang tidak jauh.., biasanya akan dilanjutkan dengan saling sapa dan beberapa pertanyaan STD alias standard…..

Ini beberapa pertanyaan STD yang biasa Tati dengar beberapa hari terakhir ini, beserta jawabannya..

Penanya (P, kenalan baru di kantor baru) : Baru ya? Siapa namanya?
Tati (T) : Iya (sambil senyum semakin lebar…!! Hehehe). Sondha. Kalo Ibu/Kakak?
P : Saya Ibu/Kak ANU. Tadinya kerja dimana?
T : Tadinya di kantor SANA… Ibu/Kakak di bagian mana?
P : Oh saya di bagian A/B/C atau D. Kamu ditempatkan dimana?
T : Oh.. saya ditempatkan di bagian Penyusunan Rencana Kerja.
P : Anaknya udah berapa ‘Ndha? (Naahhh… mulai seru niyyy…!!)
T : Oohhh, saya belum nikah Bu/Kak..
P : Kok bisa? Ada apa? Kayaknya gak ada yang kurang deh di kamu (sambil MENGAMATI Tati dari ujung kerudung sampai ujung sepatu BERULANG2). Kamu-nya yang gak mau nikah, ya ? Kamu patah ati, ya…?

Gubbbrrrraaaakkkkkk…… !!! Tati melongo pongok….!!! Gak tau mau jawab apa… Hehehe..

Jadi ingat postingan ini

Dunia Baru… (3)

Apa rasanya di dunia baru…?
Buat Tati… sebagian besar di dunia baru ini adalah dunia yang benar2 baru… Banyak orang2 yang Tati gak kenal sama sekali.. So, Tati berusaha tersenyum dan mengulurkan tangan pada wajah2 yang asing dengan mengucapkan “Sondha”, sebagai upaya memperkenalkan diri.. Tapi sebagian kecil orang2 di dunia baru ini adalah wajah2 lama yang pernah melintas dalam kehidupan Tati waktu kecil… They make me feel like going home… Ada yang teman kak Lintje, ada yang teman Tati waktu SD, ada yang mantan tetangga..

Tati masih dalam tahap pengenalan situasi dan lingkungan.. Tapi udah mulai bisa baca apa yang harus dilakukan.. Cuma masih nyari cara bagaimana menyampaikan pada orang2 tertentu apa yang harus kita perbaiki tanpa membuat mereka merasa tersingung…?

Dunia Baru… (2)

Hari ini… Tati mulai melangkah ke dunia baru…

Setelah ngantri, karena ada beberapa orang yang mau menghadap juga.., Tati akhirnya ketemu dengan atasan yang baru.., orang # 1 di kantor baru alias kepala dinas. Beliau menyampaikan harapan2nya pada Tati…, lalu membuat disposisi dimana beliau ingin Tati ditempatkan.. Jadi deg2an… Mampu gak ya memenuhi harapan beliau…? Tapi harus optimist, insya Alloh ini menjadi peluang untuk belajar hal2 baru..

Setelah itu Tati diarahkan untuk menemui orang # 2, secara bapak wakil kepala dinas ini yang bertanggungjawab atas urusan internal kantor.. Lalu Tati juga ke bagian kepegawaian buat ngurus segala pernak pernik kepegawaian dan absen finger print. Di sini absen-nya lebih dasssyyyyaaatttt…, empat kali sehari. Jam 07.30, 12.00, 13.00 dan 16.00 (monday 2 wednesday) or 16.30 (thursday & friday).

Menjelang siang Tati ke kantor lama, mau ambil barang2 yang udah di-packing hari jum’at pagi yang lalu.. Terus pergi makan nasi uduk dengan Venny & Yayat, lalu sempat juga ke RS. Awal Bross ngeliat ibu ini yang katanya udah bukaan enam.. Mudah2an si dedek segera lahir ya… Kan Ayah-nya dedek udah datang buat nunggu dedek keluar dari perut bunda..

Setelah nganterin Venny & Yayat kembali ke kantor, Tati kembali ke kantor baru.. menghadap orang # 3 alias KTU.. Lama juga ngobrol sama bapak ini.. Beliau cukup ramah dan welcome dengan kedatangan Tati.. Hmmm… Mudah2an masa2 transisi ini bisa dihadapi… Mudah2an dunia baru ini menyenangkan, insya Alloh…

Yang pasti.. sekarang Tati gak mesti kena macet di simpang jl. Tuanku Tambusai lagi tiap pagi.. Dan kayaknya… Tati bisa agak kurus, karena di sini orang2 makannya gak kayak di kantor lama, yang pagi2 udah pada nyari makanan enak.. Hehehe. Kayaknya di sini jadwal makan Tati akan lebih teratur deehh… Mudah2an…

Beberezzz………..

Hari ini hari kerja, secara pemerintah membatalkan rencana libur bersama. So, Tati pagi2 berangkat ke kantor (masih kantor lama), telat siyy sekitar 2 menit..

Sampai di kantor Tati langsung naik ke ruangan kerja Tati di lantai 3… Ruangan yang sebenarnya asyiik, tenang dan lega… Pemandangannya jalan utama di kota ini lengkap dengan halaman kantor yang hijau serta taman kota. AC di ruangan ini ada 3 buah, jadi nyamaaaannn buanget.. Ada sofa pula di tengah ruangan, dan ada space di pojok yang biasa kita2 gunakan buat sholat. Yang bikin rada gak assyyikk, ya lokasinya di lantai 3.. Karena gak ada lift, so kita harus tahan naik turun tangga yang curam…

Satu lagi yang bikin ruang kerja Tati asyyikk. Di depan ruangan kita ada ruangan yang menghadap barat yang bisa digunakan untuk sholat.. Sholat dhuha di ruangan ini enak banget.., apalagi kalo jendelanya yang lebar2 dibuka… Sejuknya udara pagi membuat kita merasa tenang dan nyaman, membuat sholat terasa nikmat..

Sebenarnya ruangan ini menjadi ruang kerja Tati yang ke-5 di kantor yang sama. Selama 1 tahun pertama di kantor ini Tati diletakkan di Sekretariat yang terletak di lantai 1. Lalu setelah pulang sekolah, Tati diletakkan di bidang PDB, yang ruangannya di lantai 2, tepat di depan ruang Kepala. Beberapa tahun kemudian, ruang tersebut direnovasi untuk jadi ruang rapat, karena ruang rapat yang lama terlalu kecil. Kita dipindahkan ke lantai 3, tepat di samping aula kantor. Tapi kita pada gak betah, karena setiap hari mesti berkali2 naik turun ke lantai 1 maupun 2, kalo dipanggil pak kepala yang bisa berkali2 dalam sehari.. Lalu kita dipindahkan ke lantai 1. Ruangannya rada sempit, jadi kita harus empet2an.. Gak apa2 dehh, dari pada betis semakin jadi talas Bogor.. Hehehe.. Tapi keberuntungan ini gak lama…, ruangan di lantai 1 ini digunakan sebagai pusat pengendalian pelaksanaan PILKADA, so kita dipindahkan lagi ke lantai 3, ke ruangan yang sekarang..

Sedih juga rasanya meninggalkan kantor ini setelah beraktivitas di sini selama 11 tahun, tepatnya 8 tahun dipotong masa kursus2 jangka panjang dan kuliah lagi. Rasanya kantor ini udah jadi rumah Tati selama bertahun2.. Rasanya teman2 di sini sudah menjadi bagian dari hari2 Tati.. Hiiiiks… air mata mulai menitik..

Di ruangan ini juga sebenarnya orang2 pada datang dan pergi… Tapi 1.5 tahun terakhir penghuni tetap yang selalu duduk betah di ruangan adalah bang Zulfan, b Pepen, Venny dan Daffi.. Lalu sejak Oktober yang lalu ada yang baru, menggantikan bang Edwin, yang dipromosikan jadi kepala bidang di kantor ini juga.

Sampai di ruangan.. Tati mulai membuka lemari buku yang berada di samping meja kerja Tati… Menyeleksi buku2 dan bundel2.., mana yang punya Tati secara pribadi, mana yang harus ditinggal buat pengganti Tati nantinya.. Selesai rak buku, Tati menuju filing cabinet yang pertama, lalu melakukan hal yang sama.. Menyeleksi. Setelahnya, Tati menuju filing yang kedua.. Lalu buku2 hasil seleksi,yang tergolong milik pribadi dimasukkan ke kardus2 yang sudah disediakan si John, junior di kantor.

Setelahnya, Tati harus break dulu karena udah jam istirahat kantor. Biasanya kalo hari Jum’at gini semua teman keluar ruangan.. Tati juga mau pulang dulu ke rumah Jl. Durian.., pengen leyeh2 dan makan masakan rumah… Jadi filing ketiga, rencananya ‘ntar dulu..

Oh ya, Tati pagi ini juga sempat menelpon istri atasan, buat menyampaikan rencana pindah.. Kok..? Iya, selama lebih kurang 5 1/2 tahun ini Tati juga bertugas sebagai pengelola harian Dharma Wanita di kantor… Haaayyyyyyaaahhhhh…!!! Ngapain aja tuh kerjanya..? Gak banyak kok.., antara lain mengurus administrasi organisasi, mengkomunikasikan berbagai hal yang menyangkut organisasi baik kepada ketua, maupun kepada anggota, mengkoordinir berbagai kegiatan yang akan dilakukan serta mempersiapkan kelengkapan acara2 tersebut, dll. Nah dengan kepindahan Tati ini, harus dicari penggantinya.. Kebetulan Evi yang bertugas sebagai pengelola keuangan di organisasi ini juga mulai cuti melahirkan mulai senin depan, sehingga juga harus dicarikan penggantinya.. Ibu ketua akhirnya menjanjikan untuk bertemu dengan kita dan calon pengganti kita hari selasa yang akan datang. Semoga semuanya lancar yaa…

Harapan Seorang Atasan…

Kemaren siang Tati menghadap atasan di kantor lama (waduh sekarang jadi ada istilah kantor lama dan kantor baru niyy..!!). Ngasi tau kalo surat yang ditunggu2 udah datang, serta kapan rencana Tati meninggalkan kantor lama serta langkah2 apa yang akan Tati lakukan dalam proses pindahan tersebut…

Pak YA, boss Tati ini emang orang yang luar biasa baiknya, dia sangat membantu dalam proses penyampaian permohonan pindah dari lingkungan kerja yang lama. Tau sendiri kan, proses kepegawaian di lingkungan pemerintah itu sangat tidak mudah.. Beliau yang sounding dulu ke orang nomor satu tentang rencana permohonan pindah tugas Tati, sebelum Tati langsung menghadap.. Sehingga saat Tati menghadap tidak ada lagi pihak2 yang terkejut akan reaksi masing2.. Alhamdulillah, langkah beliau tersebut membuat proses menjadi lancar..

Beliau juga yang dengan tenang dan ikhlas beberapa bulan yang lalu mengizinkan Tati melepaskan pekerjaan2 (yang di luar job description yang seharusnya), yang diserahkan boss sebelum beliau kepada Tati. Pekerjaan2 yang setelah bertahun2 mebuat Tati merasa overload, dan perlu take a break supaya bisa melihat synoptic overview dengan jernih.. Bukan dengan rasa marah dan jengkel…

Bapak, terima kasih ya.. You really have saved my life… You have treated me as a human.. Thank you very very much… Hiks.. Jadi pengen nangis karena terharu…

Nah, kemaren waktu Tati menghadap, beliau bilang.. “Saya senang kamu pindah ke tempat baru ‘Ndha.” Lho kok…? Bukannya dulu beliau bilang beliau akan kehilangan salah satu staff yang menurut beliau bisa mendukung pekerjaan..? Bukannya beliau minta Tati berpikir untuk tetap bertahan di tempat lama..?
“Kalo kamu udah di sana, artinya kan ada orang kita di situ.. Orang yang kita harapkan bisa menjembatani penyampaian aspirasi kita ke pihak sana, yang selama ini jalur komunikasi-nya belum nyambung… Di sana akan ada orang yang udah ngerti keadaan kota ini, serta rencana2 kita di masa depan, sehingga pihak sana bisa memberi dukungan terhadap rencana2 kita. Makanya saya senang ‘Ndha..”

Waduuuhhh…! Terima kasih sekali atas kepercayaannya ya, Pak. Mudah2an saya bisa menjalankan amanah Bapak.. Mudah2an saya bisa berbuat lebih banyak untuk kota yang kita cintai ini..

Tati juga, menyampaikan pikiran dan pendapat Tati tentang beberapa pekerjaan yang udah Tati rencanakan dan juga Tati laksanakan, tapi belum sempat bisa diselesaikan karena faktor2 non-teknis.. Tati akan senang sekali kalo suatu saat, meski udah jadi outsider, Tati bisa membantu menyelesaikan “mimpi2 Tati” tersebut..

Tati masih butuh waktu sekitar seminggu untuk proses moving ini… Mudah2an semuanya lancar… Mudah2an lingkungan yang baru akan memberi warna indah dalam kehidupan Tati.. Semoga teman2 di tempat yang lama bisa mengingat Tati sebagai sosok teman yang menyenangkan.. (Apa bisa ya? Wong juteg habizzz gitu kok…?? hehehe). Toh, masih di kota yang sama… gak susah lah buat ketemu… , insya Alloh…

Dunia Baru….

Akhirnya… surat yang ditunggu2 selama 1 tahun 8 bulan datang juga.. Alhamdulillah. Insya Alloh membawa kebaikan bagi Tati, bagi keluarga Tati, dan bagi orang2 di sekitar Tati..

Dengan datangnya surat ini, Tati akhirnya pindah kerja ke dunia yang baru, lingkungan kerja yang baru.. Semoga dunia yang baru ini akan membuat Tati menjadi manusia yang lebih baik, hamba Alloh yang lebih bertaqwa, manusia yang lebih bersyukur atas kehidupan yang telah diberikan..

Semoga dunia yang baru ini akan menggoreskan warna2 yang lebih ceria dalam kanvas kehidupan Tati.
Amin Ya Rabbalalamin.

Fingers Print Absent…

Akhirnya…!! Akhirnya di lingkungan kerja Tati dilakukan absen dengan fingers print (not finger but fingers, because we have to use all of our right hand fingers, not just our right thumb). Tapi absen manual berupa signature di tepi lapangan yang dilanjutkan dengan apel pagi dan sore juga tetap dilakukan. Pokoknya absen berlapis2 deehhh…

Kok gitu, ya? Entah lah.. Tati juga gak ngatri.. Pokoknya ikutin aja deh yang namanya aturan..

Aturannya gimana?
Untuk pagi hari, mesin deteksi fingers print hanya dibuka jam 07.00 sampai dengan 07.30, lalu langsung apel pagi. Setelah apel, mesin udah ditutup, no excuse…! Untuk sore hari, saat pulang kantor apel dimulai jam 15.45, setelahnya baru mesin deteksi fingers print dibuka. Kalau gak absen, katanya akan diperhitungkan terhadap tunjangan prestasi kerja yang diberikan daerah.

Saat ini, mesin yang tersedia baru 3 unit, sementara pegawai yang ada di lingkungan kerja mungkin sekitar 600an orang. Jadi kalo waktunya mepet… bisa2 ikut antrian panjaaaaaannngg, dan bisa2 gak kebagian. Halaaahhh..!! Sebel bener kalo kejadiannya begituu..

Nah untuk menghindari antri dan gak kebagian jatah pulaa, Tati memutuskan datang ke kantor lebih pagi.. Yang biasanya berangkat dari rumah jam 07-an, jadi berangkat dari rumah jam 1/2 tujuhan… Setelah absen sementara menunggu jam kerja dimulai, Tati bisa duduk2 dulu membaca beberapa halaman buku yang memang sedang dicicil.. Lalu saat pulang kantor, karena malas lari2 buat rebutan absen dengan teman2 lain, Tati jadi absennya agak belakangan..

Saat ini karena beban kerja udah gak terlalu banyak, dan selalu bisa pulang tepat waktu, datang pagi ke kantor buat Tati insya Alloh gak masalah. Gak seperti zaman dulu, saat kerjaan rada2 assoy. Saat itu, kenikmatan secangkir kopi dan menatap tanaman di pagi hari merupakan kemewahan yang rasanya sangat Tati perlukan untuk menguatkan hati menjalani hari kerja yang heboh.. Akibatnya…, ke kantor selalu telaaaaattttt….. Hehehe.

Hasil perubahan jadwal berangkat ke kantor…?

Naah.. tadi siang orang bagian kepegawaian menyampaikan print-out absensi kita yang kemaren.. Tati jadi orang yang paling lama di kantor pada hari tersebut. Tati berada di lingkungan kantor selama 9 jam 4 menit… Busssettt daaahhh… Normalnya jam kerja kan 8 jam 30 menit termasuk istirahat siang 1 jam. Kerajinaaaaaaannnnn….!!! Heehehe…

Btw, kalo di kantor lebih lama dapat nilai plus atau uang lembur gak ya? Hehehe.

Sebenarnya ini jadi masalah yang classic di lingkungan PNS. Absen menjadi ukuran untuk penegakan disiplin. Pegawai yang datang terlambat dianggap gak disiplin.. Padahal bisa jadi pegawai tersebut gak jelas pulang kantornya entah malam entah subuh.. Sementara ada juga pegawai yang absennya tepat waktu dan rapi jali, ternyata adalah pasukan 704. Apa itu pasukan 704? Pasukan 704 adalah pasukan yang ada di kantor jam 7 pagi dan jam 4 sore, di antara jam2 tersebut, enggak tau mereka ada dimana alias kosong…

Tanpa bermaksud membela diri, mungkin udah waktunya juga ya para ahli HRD memberikan masukan pada Pemerintah tentang pengukuran kinerja pegawai. Sehingga para pegawai merasa lebih nyaman dan tentram dalam bekerja. I hope someday…

Finally…………………………..!!!

Akhirnya… akhirnya… setelah mati berbulan2.. Jaringan internet di kantor nyala lagi… Bikin Tati akan kembali betah duduk di kursi kerja kalo kerjaan lagi sepi.. Yippiieee…!!!

Matinya jaringan membuat pengeluaran pribadi bertambah, secara Tati gak tahan kalo gak terkoneksi dengan dunia yang satu ini.. So, sebagai alternatif Tati pasang speedy di rumah..

Hmmmmm… yang pasti duduk di kursi kerja tidak akan terasa membosankan lagi… Insya Alloh…