Sesama Batak…

Di dunia baru, ada seorang senior yang juga punya marga, sama seperti Tati… Waktu Tati baru2 datang di situ dia excited banget, karena menurut dia orang2 bermarga langka dan sulit berkembang di lingkungan dunia baru… Tati sendiri gak merasa begitu ya… Karena biarpun punya marga dan gak mau kehilangan jati diri sebagai boru Batak, Tati merasa kota di negeri Melayu ini, lingkungan ini, adalah habitat Tati.. This is the place where I was grown up.. This is the place where I belong… Bahkan di dunia baru banyak orang yang Tati kenal sejak Tati masih cilik mentik… Ada yang anaknya kenalan keluarga, ada mantan tetangga, ada teman sekolah waktu SD, SMP dll…

Beberapa waktu yang lalu si senior ini menghampiri Tati.. Ternyata dia minta supaya Tati memberikan pekerjaan yang dipercayakan pada Tati untuk diserahkan kepada pihak ketiga, kenalannya yang orang pake marga juga.. Kerjaan yang diminta itu memang bukan pekerjaan besar..

Buat Tati.., permintaannya itu gak masalah.. Semua orang boleh mengajukan permintaan toohhh…? Tapi karena ini urusannya kerjaan dan menyangkut pertanggungjawaban Tati nantinya, tentu Tati harus mencari orang yang bisa memberikan hasil yang terbaik dengan waktu secepat mungkin… Lagi pula Tati kan cuma bagian dari suatu sistem, mana bisa Tati memutuskan segala sesuatu sendiri, harus berunding lah dengan atasan…

Ketika, Tati bilang ke si senior, “Saya lihat dulu ya, pak. saya gak bisa memutuskan sekarang”.

Ehhh si senior bilang dengan suara yang agak kencang “Bu Sondha, ibu orang Batak kan..? Siapa lagi yang mau nolong orang Batak kalo enggak orang Batak..?

Tati lalu bilang, “Jangan begitu lah, pak. Saya mencoba untuk melihat persoalan ini secara profesional. Saya ingin yang terbaik dari pekerjaan saya, karena saya harus mempertanggungjawabkannya. Kalo memang teman bapak itu bagus kerjaannya, bisa saja nanti diserahkan pada dia. Tapi saya gak bisa memutuskan karena pertimbangan suku. Lagi pula saya bukan pengambil keputusan tunggal. Ada orang2 di atas saya yang harus saya dengar pertimbangannya”

Si Senior lalu menjawab, “Lalu ibu mau bilang apa kalo orang yang di atas ibu melarang ibu mengambil kebijakan?”

Tati : “Enggak masalah, pak. Selagi kebijakan beliau itu pun bisa dipertanggungjawabkan dan membawa kebaikan buat hasil pekerjaan.”

Si senior : “Kok sebagai orang Batak, kamu gak mau menolong sesama Batak siyy…? Dimana solidaritas kamu sebagai sesama Batak?”

Tati : “Pak… saya bukan gak mau kasi kesempatan. Saya bilang nanti dulu, saya belum bisa mengambil keputusan, karena saya harus mengenali dulu siapa2 aja yang ingin mengerjakan pekerjaan ini, dan bagaimana kualitas mereka. Kalau teman bapak kerjaannya bagus, bisa saja saya menyerahkan pekerjaan ini pada dia. Cobalah mengerti situasi ini… Jangan bawa2 suku…. ”

Si bapak lalu ngeloyor dengan tampang asam… Tati cuma bisa menghela nafas panjang, dengan harapan semoga orang itu mengerti pikiran Tati nantinya…

One thought on “Sesama Batak…

  1. iisssh….itulah kekurangan orang batak, begitu tahu marga kita, lgsg dibilanglah kita ini jatuhnya namboru dia, ato edanya…

    aq pernah gt kak. kebetulan mertua perempuanku semarga dgn 1 rekan kantor. lgsg dia minta dipanggil dgn sebutan tertentu.

    aq jawab aja,”trs klo marga kk sama, kenapa rupanya? ga penting x itu samaku.”

    …kekekeke….

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s