Upah-upah…

Apa itu Upah2…?

Dalam adat batak, kalau seseorang akan atau telah melalui satu tahap kehidupan biasanya diberi “upah2” oleh keluarganya.. Misalnya lulus sekolah, menikah atau lain-lainnya. Upah2 kayaknya berasal dari kata “upah” ya..?
Mungkin ini sebabnya kalo becanda orang batak tuh suka dibilang.. “Dasar Batak Upah!!!”. Hehehe.. Abis apa2 diupah sih..

Upah-nya apaan ?
Nasi lengkap dengan ayam bakar utuh (gak dipotong2 plus hati & kalang-nya), lalu ikan mas yang diarsik (yang ini khas-nya orang angkola, secara kita gak makan si piggy ekor melintir), telur rebus, udang yang gede2.., semua dihidangkan di piring besar.. Hmmmmm bikin air liur menitik… Biasanya pada saat Upah2 itu diberikan…, para orang tua menyampaikan nasehat2 kehidupan buat bekal kita di masa yang akan datang..

Waktu Tati, lulus S1..
Keluarga besar, 3 anak laki2nya Opung Lintje (Opungnya Tati) kumpul semua di rumah abangnya Papa, (alm) Anwar Siregar, di Bangka Jakarta Selatan. Lucunya semua abang2 (3 orang) yang waktu itu pada belum lulus sekolah (karena pada kerja dan ada juga yang keasikan main..), diwajibkan untuk hadir di acara wisuda di Widya Graha Bogor… juga adik2. Mungkin maksudnya supaya pada termotivasi, ya..? Tati lah yang beberapa hari sebelumnya mabok nyari undangan tambahan. Karena jatah dari kampus kan cuma 1. Para ponakan yang masih imut2 pada ikut juga ke Bogor, cuma mereka nunggu sambil berenang di hotel Pangrango, di depan tempat kost Tati. Heboh gak siihhh keluargaku….?

Nah…, malamnya… Yang wisuda dikasi jatah “Upah2”..
Selain anggota 3 keluarga Siregar.. Hadir juga para Opung2 dan Uwak2, Tulang2, Tante2, Bujing2 dari keluarga Harahap Hanopan, lengkap dengan pasangannya masing2 plus anak2nya.. Kok, banyak keluarga Hanopan? Karena Opung (ibunya Papa) boru Harahap dari Hanopan. Lalu, Mama juga boru Harahap dari Hanopan. Papa dan Mama tuh sepupuan alias pariban. Ramai, seru dan heboh… Rasanya setelah itu kita gak pernah kumpul selengkap itu lagi.. Karena satu per satu telah berpulang…, yang tersisa pada sibuk dengan rutinitas masing2 serta tinggal di kota2 yang terpisah… Hiks..

Sebelum acara makan bersama, Tati yang disuruh duduk di pusat pandangan semua anggota keluarga, lalu di depannya diletakkan Upah2 yang udah disiapin Mama dan Mak Tuo Jakara (Ny. Anwar Siregar). Pemberian Upah2 disertai nasehat dari para orang tua, mulai dari yang paling senior… dan ditutup oleh Papa. Papa juga memberi penjelasan arti dari semua jenis makanan yang dihidangkan dalam Upah2. Tati lalu disuruh mencicipi semua jenis makanan yang ada dalam Upah2, sesuai arahan Papa. Setelahnya, Upah2 tersebut dimakan bersama abang2 dan adik2 serta saudara2 lain, terutama yang juga masih sekolah.. Dengan harapan mereka juga akan memperoleh berkat dari Upah2 tersebut. What a beautiful family tradition…***

Here some old and memorable pics…

Tati lagi dikasi Upah2 sama Papa
Tati nyicipin Upah2 ditontonin sama Opung2, Uwak2, Abang2 dan Adik2


Keluarga yang hadir…



L to R : Bujing Dewi (Adik bungsu Mama), Tante Grace (sepupu Mama), Mama, Wak Ida (Kakak Mama paling tua)

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s