Posted in My Friends

Selamat Ulang Tahun Ida…

Malam sudah menunjukkan jam 21-30an…
Tati lagi menghadiri acara perayaan Isra Mijrad 1428 H, yang secara nasional dilaksanakan di Mesjid Agung Annur Pekanbaru..
Saat melirik hp, Tati baru nyadar kalo hari ini adalah tanggal 11 Agustus..
Ya ampyuuuuuuunnnnn, hari ini Ida ulang tahun ke 40.
Karena ditengah2 acara yang khidmat, Tati terpaksa hanya bisa mengirimkan sms..
“Ida, maaf terlambat. Selamat ulang tahun ke 40, semoga pajang umur, murah rezeki dan selalu diberkahi Allah SWT.”
Gak lama, tidit tidit, ada sms dari Ida. Isinya “Terima kasih ya, ‘nda.”

Siapa sih Ida? Ida, lengkapnya Syahida Rassanudin adalah sahabat Tati sejak kelas 1 SMP tahun 1980 di SMP 4 Pekanbaru. Sebenarnya kita satu sekolah sejak di SD Teladan Pekanbaru, tapi gak sekelas. Tati di kelas A, Ida di kelas B.
Begitu di SMP 4, kita sekelas di kelas J dan akhirnya jadi dekat…
Lalu di SMA 1 Pekanbaru, sejak semester 2 (penjurusan IPA/IPS), awal tahun 1984 kita sekelas lagi di IPA 1, sampai tamat…
Selama itu pula kita selalu main sama2 di sekolah, sama2 bikin PR dan tugas2 sekolah.
Selama bertahun2 pula, rumah Ida yang strategis, dekat dengan pasar dan pertokoan terbesar dan termegah di Pekanbaru zaman itu, menjadi lokasi nongkrong kita2 sepulang sekolah…

Sebenarnya, kita gak bersahabat berdua aja….
Waktu SMP, kita sempat berteman bertiga dengan Yalfrida Rozenta (Enda), yang merupakan teman sekelas Tati sejak SD. Tapi tamat SMP, Enda melanjutkan sekolah di SMA 3 Jakarta, mengikuti ibunya yang waktu itu bertugas sebagai wakil Riau di DPR..
Lalu di SMA, kita juga sempat berteman rame2 dengan Febrina Amrah (I-in) dan Deyu plus Farida (Inda). Tapi sejalan dengan waktu, yang tetap ngeriung dan wara wiri ke sana kemari sampai tamat SMA adalah Tati, Ida dan Inda. Kita bahkan tetap berteman dekat meski Tati kuliah ke Bogor, sedangkan Ida dan Inda kuliah di Pekanbaru. Iya, Tati kan selalu pulang ke Pekanbaru kalo libur, jadi punya banyak kesempatan buat main dengan Ida dan Inda. Bahkan Ida dan Inda pernah liburan dan nginap di tempat kost Tati di Bogor.. Oh ya, Ida bahkan pernah ikut Tati libur ke medan dan ke Banda Aceh sekitar tahun 1985an…


L-R : Inda, Tati dan Ida waktu Ultah Tati ke 18, 11 Oktober 1985. Oh My Godness, It was 22 years ago… I’m really really old now.. Hehehe.

Saat ini Ida jadi ibu rumah tangga dengan 3 anak, Shasha, Asraf dan Fariz. Ida juga pengelola lembaga pendidikan Bintang Cendikia dan hotel Rauda milik keluarganya, selain aktif di beberapa organisasi. She’s really2 down to earth woman.. rendah hati.., baik dan sabar… Sifat2 ini mdemang udah terlihat sejak kami berusia belia…
Btw, since we were kids, she’s a good singer with beatiful voice…!!!

Sekarang, karena masing2 sibuk dengan hidup masing2, Tati dan Ida sesekali ber-sms-ria. Atau janji ketemuan di hotel Rauda.. Tapi di dalam hati, tetap ada satu ruang buat Ida dan Inda… Aku kangen sama kalian… Kapan ya kita bisa ngobrol2, cekakak cekikik lagi seperti dulu..

Sekali lagi…., Selamat ulang tahun sahabat, semoga selalu panjang umur, murah rezeki dan selalu diberkahi Allah SWT. Amin.***


L-R : Ellen Dwi Irianti, Ida, Inda dan Tati waktu acara perpisahan SMP Negeri 4 Pekanbaru Tahun 1983. Liat donk baju2nya… Kok pada kayak emak2 gitu ya.. Anak sekarang mana ada yang mau pake baju kayak gitu…

Posted in My Friends, My Life

Cirahayu 5

Setelah Vita nelpon Tati tanggal 22 Juli yang lalu… Vita berusaha menghubungi teman2 eks warga Cirahayu 5 buat meng’arrange reuni di long weekend 17 Agustusan minggu depan… Vita berhasil menghubungi Yani, Mbak Hani, Iis, Ima, Marli dan Alina. Mereka udah nyoba2 nyari kemungkinan lokasi… Ada yang ngusulin desa Cinangneng, Desa Gumati dan lain lain.. Yang rencananya bisa hadir Vita, Yani, Iis dan Mbak Hani. Ima dan Alina, gak pasti. Marli gak bisa datang karena menetap di Jambi. Mantan warga yang lain, belum bisa dihubungi… Biar minimalis, Tati rencananya mau datang… kan seru bisa ketemu teman2 lama…

Tapi kondisi Papa yang belakangan juga sakit membuat Tati belum bisa menggunakan long weekend buat terbang ke Jakarta dan reunian sama teman2.. Tati harus pulang ke Medan ngelihat Papa.. Maaf ya teman2.. Pasti akan ada waktunya… Mungkin acara reuniannya akan lebih asyikk.. Mungkin akan lebih banyak teman yang bisa hadir…

Tati kost di Jl. Cirahayu 5? Bukannya di Jl. Cirahayu No. 4?
Betul, tahun pertama Tati kost di Cirahayu 4, tapi tahun berikutnya Tati pindah ke Cirahayu 5. Kok Tati kayak gak punya perasaan ya pindah kost ke rumah sebelah ?
Iya, itulah Sondha di usia muda…, gak mikir perasaan orang lain..
Waktu Alina cerita bahwa rumah sebelah, yang sebelumnya kosong, juga akan dijadikan tempat kost dan tidak ada bapak/ibu kostnya, Tati langsung naksir nih…
Secara “Tati belia” bosan dengan kepedulian tante istri oom Biyan..
So Tati bergabung dengan Alina dan Ade, yang pindah ke Cirahayu 5…
Cirahayu 5 ini sebenarnya rumahnya gak serapi Cirahayu 4, juga kualitas bangunannya.. Jauh deh… Oom Biyan pemilik Cirahayu 4, yang kalo gak salah sekolah teknik di Belanda pada waktu muda, emang punya selera yang tinggi atas rumah…

Awalnya yang dikostkan di Cirahayu 5 adalah 4 kamar, tapi jadi akhirnya 6 kamar. Karena kamar di belakang dapur diminta Alina buat jadi kamarnya, lalu garasi juga dijadikan kamar..

Penghuninya…?
* Kamar depan yang ada kamar mandi di dalam dihuni oleh 3 orang : Diana Chalil anak Medan, teman sekelas Tati di Tingkat Persiapan dan bareng di Sosek. Sovianti, anak Cirebon, teman sekelas Tati di Program Studi PKP di Sosek, Ima anak Bandung yang kuliah di jurusan Biologi.

*Kamar tengah, yang punya pemandangan taman “gak jelas” dihuni oleh Iis anak Jakarta dan Avita Aliza Usfar si Bule Kampung yang kuliah di jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga (GMSK).. Hehehe.. dulu waktu awal kenal, saat Vita suka datang ke Cirahayu 4 buat main sama Alina, kita ngebilangin dia bulkam, karena dia lebih fasih berbahasa inggris dari pada Indonesia lengkap dengan logatnya yang amrik banget… Secara, memang Avita sebelum masuk IPB bertahun2 bersekolah di Amerika di Public School pula.., bukan di Sekolah Indonesia di Amerika. Jadi she was so American..

*Kamar ketiga yang sejejar dengan kamar Tati dihuni oleh Riade mantan anak Cirahayu 4 asal Jakarta, kuliah di Jurusan Tanah dan Marly anak Medan yang sekelas dengan Tati di program studi PKP.

*Kamar keempat dihuni oleh Tati alone…

*Kamar yang eks garasi dihuni oleh Mbak Hani orang Cibinong berdarah Padang dan Yani Rochjani si geulis dari Bandung… Mbak Hani adalah bintangnya Sosek angkatan 21, secara doski nilainya selalu menjadi yang top of the top..

*Dan Alina, mantan anak Cirahayu 4, kuliah di Jurusan Sosek, menempati kamar di bagian belakang rumah…

Tinggal di Cirahayu 5 tanpa pengawasan orang tua ternyata gak bagus buat Tati, yang waktu itu masih labil secara mental…, ditambah dengan baru kehilangan ibu beberapa bulan sebelumnya…

Selama tinggal di Cirahayu 5, Tati lebih banyak main…, mencoba hal2 yang gak pernah dijalani sebelumnya… ikutan teman ke gunung, ikut2 anak Lawalata ke pulau… Gak ada yang ngingatin, gak ada yang marahin… Setahun tinggal di rumah ini, Tati menerima pelajaran besar.., gak naik kelas… Makanya Tati kemudian memutuskan mencari tempat kost baru, yang ada bapak/ibu kostnya.. yang bisa ngawasin dan ngingatin Tati.. Tati pindah ke Jl. Pangrango 16.

Tapi, biarpun masa2 tinggal di Cirahayu 5 adalah masa2 labil, tinggal di Cirahayu 5 memberikan warna sendiri dalam kehidupan Tati…

Ada satu cerita lucu tentang kejailan Tati…
Tahun 1987an itu Fariz RM merealis album Barcelona… Secara Tati adalah penggemar berat Fariz.., Tati wajib beli donk kasetnya…
Nah pada waktu beli kaset, Tati dapat bonus, poster Fariz dengan gaya yang metal…, pake baju kutung warna merah dan celana kulit warna hitam plus sarung tangan yang hanya sampai ke buku2 pertama jari2nya.. Posenya, duduk bertopang dagu…
Tati biar ngefans abis, gak kepikiran buat majang wajah Fariz di dinding kamar.. Tati lebih suka mempertahankan hiasan kamar Tati dengan poster Athena bergambar penari ballet yang duduk dengan dagu di lutut dan sebutir airmata di pelupuk..

Karena gak tau, mau dipajang dimana… pikiran iseng tak berdasar menimbulkan ide brilliant di kepala Tati… Apa? Nempel poster Fariz di dinding kamar mandi, di atas bak… Buat Tati, it didn’t mean anything… dan gak berpengaruh apa2 terhadap pikiran Tati… Itu hanya kerjaan iseng, sekali lagi pikiran tak berdasar…

Sore2, tiba2 terdengar suara “braaaaaakkkkk!!!”, suara pintu kamar mandi yang dibuka dengan kencang dan terburu-buru…
Lalu dari depan kamar mandi yang berada di ujung lorong depan kamar Tati terdengar teriakan… heboh…
“Ih…, kerjaan siapa sih ini…? Heeeeeeeeeeee. Geli ah………!”
Tati segera mengenali suara itu sebagai suara Alina, satu2nya warga Cirahayu 5 yang berjilbab.
Tati lalu keluar dari kamar, lalu bertanya pada Alina yang sedang berdiri di depan pintu kamar mandi sambil bergidik… dan masih mengekspresikan suara sebel dan gak nyaman..
Tati : “Ada apa, Lin? Kenapa lhoe?”
Alina : “Ini, siapa sih yang iseng nempelin poster Fariz di dinding kamar mandi ?”
Tati, belum ngaku, tapi pengen tau.. : “Kenapa emangnya?”
Alina : “Jijik ah…, sebeeeeeeeeeellllllllllll!! Kamu ya, yang nempel? Kamu kan orangnya iseng banget.”
Tati : “Emang kenapa sih, Lin? Itu kan cuma poster. Lumayan kan ada pemandangan sembari mandi. Dari pada posternya dianggurin..”
Alina : “Sebeeeelll ih… Gue tuh ngerasanya Fariz tuh ngeliatin gue buka baju…!! Gue jadi merasa ditontonin…”
Gubraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkk!!!
Ya ampyunnnnnnnnn…., Alin!!!
Alina : “Pokoknya gak mau tau… Copot tuh poster… Gue mau mandi….!!!”
Tati sambil senyum2, ngangkat kursi ke kamar mandi buat nyopot poster si ganteng Fariz yang udah dipasang dengan susah payah….
Maaf ya Lin…! Gue gak nyangka elhoe mikirnya sampai ke situ… Kalo gue kan mikirnya lempeng2 aja… Sekali lagi maaf… Hehehe. Maaf juga karena gue masih tetap ketawa kalo ingat kejadian itu… Hehehehe****