Di Kantor Gak Ada Kerja Ya….?

Tante Po, nyuruh Tati baca “Guebukanmonyet” yang tgl 26 Agustus bikin posting “Universitas Negeri Penghasil Koruptor Terbesar?”.

Sebenarnya soal korupsi sulit untuk dikaitkan dengan universitas mana orang itu berasal.. Karena saat ini di daerah, banyak juga orang2 yang bermain bukan lulusan Universitas Negeri (Papan Atas). Menurut Tati, masalah korupsi adalah hasil didikan 32 tahun orde baru yang diperkuat dengan prinsip “kebebasan yang kebablasan” setelah orde baru tumbang.. Udah jadi budaya…

Jadi ingat puisi Rendra yang lagi sering diputar di beberapa stasiun TV beberapa hari terakhir ini dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia.. Kalo gak salah ada kalimat yang bermakna, “agar kita mulai bekerja dengan sepenuh hati, gak asal2an…”

Tati mengalami kejadian yang luar biasa sekitar setahun yang lalu…, yang terkait dengan kerja di lingkungan Pemda..

Waktu itu lagi weekend.. Tati dan Kak Iye (kakak sepupu, ponakan ibu) pergi ke Pasar Bawah, sebuah pasar wisata yang banyak menjual barang2 dari Malaysia. Tati mau nyari kerudung buatan Malaysia yang bahannya nyaman buat dipakai seharian di kantor…, tapi yang sederhana aja.. Waktu itu di Pekanbaru lagi musim kerudung Malaysia, dengan bordir dan dihiasi batu permata di sekelilingnya.. Harga krudung seperti itu per lembarnya Rp.175 ribuan kalo yang batunya cuma selapis, dan Rp.250 ribuan yang batunya 2 lapis.

Waktu sampai di sebuah kios yang menjual kerudung dan accesories wanita..
Tati nanya sama penjaga kios : “Kak, ada kerudung Malaysia tapi yang gak pake batu dan berwarna baju Pemda?”
Penjaga toko sambil mengulurkan setumpuk kerudung : “Ada, kak. Banyak nih motif bordirnya. Kakak liat aja.”
Tati lalu mulai buka2, pilah pilih pilah pilih..
Tiba2 si Penjaga toko bicara : “Kak, kalo di Pemda itu, pegawainya gak ada kerja ya di kantor?”
Tati kaget, dengarnya… Lalu bertanya : “Kok, kakak bisa ngomong begitu? Ya adalah kerjaan di kantor. Banyak lagi…”
Penjaga toko : “Tapi tiap pagi, jam sembilan karyawatinya sudah berkeliaran di sini.., kak. Apalagi yang dari kantor ‘anu'” Yang dia maksud itu Unit Kerja Tati pula.. Aduh… serasa ditampar deh Tati….
Penjaga toko : “Kalo mereka ada kerja, kok bisa keliaran di sini? Apa boss-nya gak marah, anak buahnya keliaran. Mana mereka kalo belanja tuh, uangnya kayak air, kak. Banyak banget. Kalau beli kerudung yang mahal aja sekali beli bisa 5 sampai 10 buah.”
Tati : “Kakak, jangan ngomong begitu lah. Kan kakak juga senang kalo mereka belanja. Kakak kan dapat untung, modal berputar.”
Penjaga toko : “Betul, kak. Saya dapat untung kalo mereka belanja. Tapi, kalo dipikir, apa mereka itu gak ria jadinya kalo pake kerudung mahal2? Mana belanjanya pagi2, saat mereka seharusnya bekerja. Kan mereka digajinya dari hasil pajak masyarakat, kak.
Gubbbbbbbbrrrrrrraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkk. Tati cepat2 pegangan ke tiang yang ada di pinggir toko tersebut. Gak kuat denger omongan si penjaga toko, serasa ditonjok 1000 orang dari seribu penjuru.

Tapi ada satu pemikiran Tati yang sudah lama tersimpan di hati… Apa sebenarnya kita tidak bertanggung jawab terhadap moral orang2 di sekitar kita?”
Maksudnya..?
Kalau kita dalam berpenampilan selalu “berkelas” memakai barang2 mewah yang bermerk, apa kita gak akan jadi panutan buat orang2 di sekitar kita? Kalau yang dicontoh hanya sekedar kerapian dan keserasiannya… Itu bagus. Bagaimana kalau orang yang melihat itu hanya melihat brand dari barang2 yang kita pakai, lalu terdorong untuk juga memiliki? Kalau orang itu punya kemampuan secara finansial, itu gak masalah… Tapi bagaimana kalau yang ingin memiliki itu adalah anak2 remaja, atau orang2 yang kondisi finansialnya belum bisa untuk membeli barang2 branded tersebut? Apa yang akan mereka lakukan? Apa yang akan mereka “jual” untuk medapatkan barang2 branded tersebut? Iman akan menjadi penentu keputusan mereka. Tapi kita si pemakai barang branded adalah pemicu iman mereka untuk tergoda.. Apa kita tidak harus mempertanggung jawabkan apa yang sudah kita bikin itu suatu saat nanti? Masya Allah. ***

5 thoughts on “Di Kantor Gak Ada Kerja Ya….?

    1. Bangetsss, Tanti…
      Sampai saat itu rasanya pengen nyari tiang buat pegangan karena malu…
      Tapi juga jadi marah.., meski bingung mau marah sama siapa…

      Semoga ke depan lebih baik yaaa…

  1. Hehehe…sabar dan tawakkal ya Mba…kadang ya begitu,satu berbuat rusak, semuanya kena…tetep semangat menebarkan tauladan kebaikan!Thanks for dropping by! Seneng dapet temen dari jauh, di Riau!Salam,Fitra

  2. Hehehe…sabar dan tawakkal ya Mba…kadang ya begitu,satu berbuat rusak, semuanya kena…tetep semangat menebarkan tauladan kebaikan!Thanks for dropping by! Seneng dapet temen dari jauh, di Riau!Salam,Fitra

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s