Posted in Penyanyi Kamar Mandi

I (rather) don't like monday…..

Kerjaan banyak, setelah long weekend…
Agak terhibur karena kerja diseling dengan ngobrol ama teman lama by YM.. Tapi kayaknya ada rasa pengen denger lagu yang satu ini… Kayaknya asik juga kalo bisa ikutan teriak2 nyanyiinnya… Tapi, manalah mungkin… ini jam kantor…!!!

I DON’T LIKE MONDAY….

The silicon chip inside her head
Gets switched to overload,
And nobody’s gonna go to school today,
She’s going to make them stay at home,
And daddy doesn’t understand it,
He always said she was as good as gold,
And he can see no reason
Cos there are no reasons
What reason do you need to be shown

‘Tell me why
I don like Mondays'(x3)
I want to shoot
The whole day down

The Telex machine is kept so clean
As it types to a waiting world,
And Mother feels so shocked,
Father’s world is rocked,
And their thoughts turn to
Their own little girl
Sweet 16 ain’t that peachy keen,
No, it ain’t so neat to admit defeat,
They can see no reasons
Cos there are no reasons
What reason do you need

‘Tell me why
I don like Mondays’ (x3)
I want to shoot
The whole day down

And now the playing’s stopped in the playground now
She wants to play with her toys a while
And school’s out early and soon we’ll be learning
And the lesson today is how to die,
And then the bullhorn crackles,
And the captain crackles,
With the problems and the how’s and why’s
And he can see no reasons
Cos there are no reasons
What reason do you need to die..die
ohh~

‘Tell me why
I don like Mondays’ (x7)
I want to shoot
The whole day down

by : Bob Geldof

Posted in Kutu Buku, Poems

Akal dan Perasaan…..

Di blog Ninuk76, ada posting tentang Cinta yang merupakan bagian dari Sang Nabi, tulisan karya Kahlil Gibran, filosofer berdarah Libanon. Posting ini mengingatkan Tati, bahwa di suatu masa Tati juga pernah tergila2 terhadap karya yang sama… Tapi Tati senangnya dengan Sang Nabi yang diterjemahkan oleh Sri Kusdyantinah dan diterbitkan oleh Pustaka Jaya. Bahasa-nya lebih indah, menurut Tati, dibanding dengan yang diterjemahkan oleh penterjemah lain. Pemilihan kata2nya lebih pas…, lebih puitis…, lebih indah…, lebih menyentuh hati..

Apa yang Tati senengin dari Sang Nabi…? Banyak… Tati menyukai buku ini secara keseluruhan… Tati suka bagian2 tentang cinta, perkawinan, anak keturunan, kebebasan, pemberian dll. Tapi Tati’s most favorite one adalah tentang Akal serta Perasaan…

Akal pertimbangan dan perasaan hati
diibaratkan kemudi dan layar jiwa yang mengarungi laut kehidupan.
Jikalau patah salah satu, layar atau kemudi itu,
Engkau masih mengambang, namun terombang-ambing gelombang.
Atau terhenti lumpuh tanpa daya di tengah samudera.
Sebab akal fikiran yang sendiri mengemudi,
Laksana tenaga yang menjebak diri;
Sedangkan perasaan tak terkendali,
Bagai api membara yang menghanguskan diri.
Karena itu, ajaklah perasaan menjunjung tinggi Akalbudi,
Meraih puncak2 getaran kebenaran sejati,
Keduanya mewujudkan sebuah simfoni.
Dan turutilah jiwamu membimbing perasaan,
Dengan menggunakan akal pertimbangan,
Sehingga perasaan itu tetap hidup dengan setiap kebangkitannya,
Dan laksana burung phoenix membumbung tinggi, dari tengah abu kebinasaannya..

Deretan kata2 itu mengingatkan Tati untuk selalu menyeimbangkan perasaan dan logika dalam setiap langkah kehidupan… Padahal sebagai pribadi yang melankolik, perasaan seringkali mendominasi …. Hiks…

Karena tahu Tati sangat suka dengan Sang Nabi, Linda Ramalah Omar, sahabat dan juga mantan teman sekamar Tati memberikan versi Inggrisnya “The Prophet” sebagai kenang2an saat kita sama2 lulus di bulan Juni 1992. Thanks ya, Lin. Gue masih simpan kok hadiah dari elhoe. Meski gue udah pindah berkali2 dan ke beberapa tempat, buku elhoe selalu gue simpan, supaya gak rusak dan tetap bisa gue baca…***

Posted in My Friends, My Life, My Neighborhood

Weekend Merah Putih……

Karena sebagian besar aktifitas minggu ini berurusan dengan acara 17an…, boleh donk kalo weekend kali ini dikasi nama weekend Merah Putih…? Boleh kan ? Terus Tati ngapain aja selama weekend Merah Putih ini?

Tanggal 17 Agustus diisi dengan ngadirin Upacara Bendera di kantor. Tanggal 18 siang, setelah ke bengkel dan nyuci mobil, Tati ngurusin nasabah yang mau ambil asuransi, alhamdulilah.

Setelahnya Tati pergi ke Jalan Bintan di Kompleks Gubernur, ngobrol sama kakak2 yang tinggal di sana. Kakak2 ini adalah tetangga waktu Tati kecil dan tinggal di kompleks yang sama. Ada kak Tatik, kak Ilen, kak Iyet, Bang Awit dan Kak Emil. Kak Tatik, kak Ilen, Kak Iyet dan Bang Awit adalah adik2nya Bang Nursal yang tinggal di tempat nenek di Medan waktu Tati kecil. Mereka tuh rasanya udah jadi bagian hidup Tati sejak kecil.. Tati kecil tuh dulu jadi mainan mereka… Hehehe. Mereka yang ikut bantuin ibu ngurusin Tati kecil. Mereka juga yang “diomelin” Ibu kalo Tati kecil nangis karena pipinya dijawil2… Siapa suruh punya pipi tembem..!!! Hehehe. Kalo Bang Awit, spesialis bantuin bikin prakarya Tati. Mana berani dia menolak perintah Ibu, kalo Tati udah merengek… Airmata adalah sejata Tati yang ampuh pada masa itu…. Hehehe.

Btw, Tati juga belajar makan “ular” dari mereka. “Ular”? Maksudnya sih belut, tapi di mata Tati kecil, ular dan belut gak ada bedanya deh…!!! Karena kakak2 ini orang Payakumbuh Sumatera Barat, mereka tuh biasa masak belut yang udah dikeringkan, terus digoreng belado.. Waktu kecil, Tati doyan banget.. Sekarang, biar orang2 bilang gizinya tinggi, kayaknya takut deh buat mengkonsumsi lagi… Geli ngeliat bentuknya… Ogah ah….

Tapi sampai sekarang, kita tuh tetap akrab.. Kadang2 di akhir pekan kita duduk2 di rumah kakak2 yang kita namain “Keramik Merah”, karena teras rumah tersebut memang berwarna merah.. Seru deh… ngobrol dengan camilan buatan kakak2 bertebaran di depan mata.. Paling seru kalo ada opak yang lebar terus makannya dicocol dengan kuah sate padang…. Hmmmmmm yummy…!!! Jadi ingat jajanan zaman SD.. Jadi ingat baju seragam yang selalu ketetesan kuah sate atau es doger. Jorok banget deh kayaknya.. Hehehe.

Sorean, kakak2 ngajak Tati ngeliat mereka tanding volley antar RT di Lapangan Kayu Putih, di samping Hotel Aryaduta Pekanbaru. Di sana, Tati menemukan satu wajah yang kayaknya Tati kenal baik.. Tapi Tati ragu2 buat negur, karena orang itu gak merespon positif saat Tati menatap dia lama2.. Tapi, beberapa detik kemudian, orang itu melambaikan tangannya ke arah Tati dan berteriak “Sondha….?”

Iya…, orang itu adalah Safitri, teman sekelas Tati selama 6 tahun di SD Teladan. Waktu SMP, sebenarnya kita juga satu sekolah, tapi gak sekelas dan gak main bareng. SMA, kita gak satu sekolah karena Safitri sekolah di Bandung, doski lalu kuliah di Universitas Pasundan. Jadi kita gak pernah ketemu selama 24 tahun… sejak tamat SMP. Seneng banget ketemu teman lama… Sebenarnya, selain teman sekelas di SD, Tati dan Ipit (begitu Safitri biasa dipanggil) sama2 belajar tennis pada Almarhum Oom Syamsi di lapangan tennis di belakang kediaman Gubernur Riau. Tapi karena sama2 bangor dan gak serius, kita akhirnya cuma les beberapa bulan.., belum sempat bisa main tennis dengan baik. Padahal Almarhum Oom Syamsi adalah atlet tennis Riau, sayang ya kita gak dapat banyak ilmu dari beliau. Yang lucunya, Mama-nya Ipit, Tante Murniati, yang seneng banget kita les tennis. Waktu Papa dan Mamanya Ipit pergi tanding tennis kemana gitu, kita berdua dioleh2in topi, t’shirt dan rok tennis seragam yang lucu. Ipit dapat warna putih dengan variasi pink, Tati dapat warna putih dengan variasi warna biru.. Tau udah kemana itu baju… Btw, terima kasih lho, Tante.

Waktu Tati nanya, kok Ipit lama banget baru ngenalin Tati, dia bilang “Kamu berubah banyak.. Aku sampai gak ngenalin. Apalagi aku gak tau kalo kamu tuh menetap di sini. Yang aku tau kamu tuh menetap di Jakarta.” Tati berubah banyak? Baru denger deh, because so many people said “Wajah Tati gak banyak berubah”.

Tati dan Ipit ngobrol sampai lupa waktu. Ternyata Ipit sekarang berkiprah di salah satu partai besar di tingkat kota, dengan target bisa masuk ke legislative pada Pemilu tahun 2009. Mudah2an aja ya.. Kita bertukar pikiran dan janji akan ketemuan lagi buat diskusi tentang banyak hal. Seneng deh ketemu teman lama yang bisa jadi teman diskusi. Mudah2an kita bisa saling berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk perkembangan masing2 ke depannya.

Selesai ngobrol sama Ipit dan kakak2, Tati pulang… Sampai di rumah, ternyata ibu2 tetangga minta dianterin belanja ke hypermart buat beli bahan nasi goring buat peserta lomba jalan santai tingkat RW minggu pagi… So, setelah magriban… Tati pergi deh sama Mama Chyntya dan Mama Naya.. Seru juga, jalan2 malam sama ibu2.. Jarang2, lho. Biasanya kalo pergi bareng2 gini, sabtu atau minggu siang…

Hari minggu pagi…, cuaca gelap… gerimis gak berhenti… Tati pikir acara jalan santai gak jadi nih… Ternyata gak lama, Mama Chyntya manggil, ngajak pergi… So, pergilah kita dalam gerimis.. Di lapangan di kompleks perumahan, ternyata peserta udah pada kumpul.. yang banyak tuh anak2… Kayaknya mereka pada semangat karena bakalan ada doorprize… Seru..!!! Bahkan ada seorang anak tetangga yang pakai kursi roda karena mengalami kerapuhan tulang, tetap ikut jalan santai dengan didorong ayahnya. Takjub melihat semangat hidup anak itu… Semoga hidupnya selalu indah, ya.. Semoga Tati juga selalu punya semangat yang besar seperti anak itu.

Kesimpulan…? Gak ada sesuatu yang besar dan special terjadi di akhir pekan ini… Tapi banyak hal2 kecil yang indah dan menyenangkan.. Life is still beautiful for me..!!!***