Batak Berekor atau Berbelalai…?

Beberapa waktu yang lalu Tati dapat komen dari Ito Faiz Siregar. Komen-nya diletakkan di posting Puisi Tinneke, tapi komen tersebut mengenai kamus Angkola yang disusun Papa dan teman2nya (termasuk Opung Parningotan Siregar gelar Baginda Hasudungan dari Bunga Bondar, pernah dengar nama ini, Ito Faiz?), serta kabar bahwa keberadaan kamus tersebut telah diberitahukan ke para anggota milis Parsipirok. Makasih, ya Ito. Kiranya Tuhan yang membalas segala budi baik Ito. Mudah2an juga kamus ini bermanfaat bagi generasi penerus Batak Angkola, dan semoga Kebudayaan Batak Angkola tidak punah ditelan zaman… Papa dan teman2nya pasti akan bahagia bila karya mereka bisa bermanfaat. Sekali lagi, terima kasih.

Adik ku Uli sedang mengamati akui pake bulang

Komunikasi dengan Ito Faiz dan keberadaan milis Parsipirok, seakan kembali mengugah perasaan Tati, bahwa Tati itu adalah Boru Batak… Iya, nama Tati kan Sondha Siregar… Sebagian besar orang Indonesia pasti tahu, kalo nama itu menunjukkan bahwa Tati berasal dari suku Batak…

Btw, teman2 tau gak kalo suku Batak itu, sebagaimana Dayak juga punya banyak varian? Antara lain Toba, Karo, Mandailing dan Angkola. Bedanya apa sih? Kayaknya sih awalnya beda sebaran secara geografis (maaf kalo salah, ya). Batak Toba, bermukim di sekitar Danau Toba, Batak Karo, bermukim di daerah Tanah Karo (Brastagi, Kabanjahe, Tiga Binanga dll), Batak Mandailing bermukim di daerah perbatasan Sumatera Utara dengan Sumatera Barat. Tapi akhirnya juga jadi berbeda dari cara berlaku, orientasi hidup dan juga bahasa.. Jangan heran kalo orang Mandailing menyebut uang dengan piti dan memanggil saudara laki2 ibunya dengan Mamak, seperti orang Sumatera Barat. Sementara orang Angkola dan juga Toba menyebut uang sebagai hepeng, serta memanggil saudara laki2 ibunya dengan Tulang. Pernah dengar istilah “hepeng na mangatur nagaraon”.. ??? Ini bahas sindiran yang artinya ngeri bangeeeeetttttttt…, bertentangan dengan What Money Can Buy..

Tati gak tahu banyak tentang suku Batak… Tati hanya memperoleh pengetahuan dari keluarga dan sedikit2 dari buku2 sejarah keluarga yang ditulis Opung Bagon Harahap gelar Baginda Hanopan dan Pak Tuo Anwar Janthi Siregar. Tapi Tati tahu bahwa keluarga Tati adalah orang Batak Angkola. Tepatnya, kampung Papa di Sibadoar (sekitar 1.5 km dari Kota kecil Sipirok) dan kampung Mama di Hanopan (terus lagi dari Sibadoar sekitar 20 km).

Apa itu Batak Angkola..?? Batak Angkola adalah orang Batak yang secara geogafis bermukim di antara wilayah Batak Toba dan wilayah Mandailing. Efeknya kita mempunyai karakter budaya sendiri, yang unik… Gak segalak, dan seblak-blakan orang Toba, tapi gak juga dipengaruhi budaya Sumatera Barat sebagaimana orang Mandailing.. Orang Angkola lebih mementingkan keselarasan, sementara orang Toba lebih mementingkan hamoraon (kemuliaan), hagabeon (nama besar) dan hasangapon… Orang Toba juga menganggap berdebat dengan keras adalah sebagai sesuatu yang biasa2 aja…. Sementara di Angkola budaya maila(malu)-nya lebih kuat… Jadi jangan heran ya kalo banyak orang Toba yang jadi pengacara beken.. Mereka memang dari sononya udah jago berdebat dan menarik urat leher…

Beberapa teman Tati yang baru kenal gak percaya kalo dibilang Tati tuh orang Batak.
Katanya, cara ngomongnya, baik logat maupun tutur katanya sama sekali gak seperti orang Batak… Macak cih…..??? Jadi malu deh kami……!!!

Kalo soal logat, mungkin karena Tati dibesarkan di Pekanbaru, di lingkungan Melayu (kan Tati orang Pekanbaru !), plus pengaruh pernah tinggal di beberapa kota yang berbeda, jadi logat Bataknya gak tersisa… Kecuali kalo lagi ngomong batak, atau kalau lagi marah…, hmmmmmm keluar deh ekornya… (kan ledek2annya orang Batak tuh dibilang berekor, gak tau kenapa…) Hehehe.

Kalo soal tutur kata…, kita emang gak terbiasa ngomong bledak beleduk… karena emang di keluarga tidak begitu.. Dan memang orang Angkola itu tidak beledak beleduk., kecuali kalo lagi marah karena merasa harga dirinya diinjak2…

Ngomong2 soal orang Batak.., Tati tuh gak tau banyak adat istiadat Batak Angkola… Paling ngertinya bagaimana bertutur sapa. Ini juga gak gampang lho. Secara, panggilan terhadap anggota keluarga dari garis ibu dan ayah berbeda.. Bahasa juga gak fasih2 banget.. kalo diajak ngomong bisa dikit2.. Kalo pulang ke kampung mudah2an gak malu2in.., karena masih ngerti kalo dengar orang bicara… Kecuali kalo ketemu dengan istilah2 ajaib, seperti beberapa yang diajarkan Mama : bucenetan, dursat, tukap tikap tippalang tipayak. Hehehe. I love your sense of humor, Mam…!!!

Sebenarnya Papa yang punya banyak pengetahuan tentang adat istiadat, karena Papa tuh boleh dibilang Raja Adat (artinya orang yang dituakan dan menguasai tata cara adat). Tapi karena kita hidup di kota yang berbeda dengan Papa, kita jadi gak bisa belajar langsung dari Papa..

Waktu Tati kecil, sekitar kelas 4 SD, Tati pernah mengikuti acara adat Batak. Tapi karena Tati masih bocah, jadi banyak gak ngertinya… Seingat Tati, keluarga kita tuh bikin acara berhari-hari dan bermalam-malam di Sibadoar, pake acara potong kerbau. Bahasa Batak Angkolanya Horja. Selama acara2 tersebut, kalo kita anak2 yang masih kecil gak perlu hadir di pada tahap2 tertentu, kita diantar pulang ke rumah Opung di Sipirok. Makanya Tati jadi gak tau semua yang dilakukan.., hanya ingat acara2 yang Tati dilibatkan.. Dan mungkin ada yang udah terlupakan pula… (mudah2an Papi David bisa segera menuliskan tentang ini berdasarkan buku tulisan Pak Tuo Jakarta (Anwar Janthi Siregar) di blogs-nya ya..?)

Samuel Siregar gelar Baginda Parhimpunan alias Opung Kotuk (Tulang = Buyut ku)

Yang Tati ingat, waktu itu keluarga Tati meresmikan Bale ni Ja Barumun dohot Poparanna, yaitu sebuah bangunan beratap tapi tidak berdinding yang menaungi kuburan leluhur Tati. Siapa aja ? Waktu tahun 1978 tersebut, di bale itu terdapat kuburan Ja Barumun dan 3 istrinya (istri2 yang muda dinikahi sebagai pengganti istri yang meninggal, maaf ya, keluarga Tati penganut monogamy. Hehehe), Samuel Siregar gelar Baginda Parhimpunan alias Opung Kotuk (putra Ja Barumun alias Buyut Tati) dan 2 istrinya, serta Piter Siregar gelar Sutan Barumun Muda (Putra Baginda Parhimpunan alias kakeknya Tati), yang saring2 (tulang-tulangnya) nya dipindahkan dari kompleks Pemakaman Blok P, Kebayoran Jakarta sekitar 6 bulan sebelumnya. Saat ini, di bale tersebut telah bertambah penghuninya, yaitu istri Sutan Barumun Muda (Menmen Harahap, putri Tuongku Mangaraja Elias alias Opung Lintje alias nenek Tati), Opung Pintor (Adik Sutan Barumun Muda) beserta istrinya.

Pieter Siregar gelar Sutan Barumun Muda, Opung Godang ku

Yang Tati ingat, anggota2 keluarga kita dikasi gelar. Termasuk Tati.. Waktu pemberian gelar itu Tati dipakein baju kebaya (Nggak tau punya siapa tuh yang dipinjam..Untung ada yang muat ya.. hehehe), lalu dipakein bulang (hiasan kepala pengantin wanita Batak). Waktu itu Tati dikasi gelar NAI BONA RAJA, katanya sih artinya Ibu Para Raja. Tapi kata bang Rio, gelar Tati itu mestinya NAI BONA GAJAH KECIL BERBELALAI PANJANG…. Rong-rong nya siapa ya…? Hahaha…

Jadi kesimpulannya, Tati itu BATAK BEREKOR atau BERBELALAI, ya?***

Aku dan Uli (yang kecil di sebelah kanan ku) saat diarak2 keliling kampung di Sibadoar...

16 thoughts on “Batak Berekor atau Berbelalai…?

  1. Horas… bisaah inang Tati untuk bantu saya mencari tarombo ompung saya yang bernama : PARHIMPUNAN SIREGAR/BURMA br HARAHAP. Ompung doli asal kampungnya dari Bunga Bondar sedang Omp Boru Harahap berasal dari Hasang. Ompung Parhimpunan Siregar mempunyai Bapak yang bernama : SUTAN HADENGGAN SIREGAR. Anak keturunan ompung saya adalah : 1. Maria br Regar + Tobing, 2. Dohar Hasintongan 3. Frida Tiurria br Regar + pohan. 4. Sampuria Oloanan Sampuria br Regar + Rambe. 5. Idalamtiur Mariris br Regar + Sitompul. Jika ada tarombonya, bisahkah saya minta copyannya ? Jika ada bis akontak saya di : 021.9277-5147 atau Kantor saya di (021) 555-6818/19. Thanks and best regards. Johannes Pohan/br Marpaung

  2. Partomuan, makasih udah berkunjung ke blog saya.Weiiizzz.. saya dipanggil iang tua? Kayaknya saya masiyy muda deh, dan masih funky.. Belum pantes dipanggil inag tua, kecuali oleh para ponakan yang masih imut2.. Hehehe..Samuel Siregar yang ada di tulisan ini bukan orangtua saya, melainkan buyut (tulang) saya. Dan setau saya, beliau bukan yang dimaksud dalam buku yang kamu baca. Karena sejauh sejarah keluarga yang saya dengar, Samuel Siregar yang ini adalah seorang petani tetapi juga pemimpin tradisional di kampungnya..Soal postingan dari orang gak jelas tentang hubungan orang Batak dan Yahudi, sebenarnya bisa saja saya hapus, tapi saya pikir untuk sementara waktu lebih baik dibiarkan saja dulu karena setipa orang berhak mengeluarkan pendapat meski kadang gak rasional. Biar pembaca yang menilainya. Mudah2an para pembaca cukup cerdas dan kritis..

  3. Horas namaku Partomuan Manurung, ibuku Nainggolan Lumbanraja jadi aku lebih tepat manggil inangtua kali ya?Saya tertarik dngan cerita Inangtua mengenai ompung Samuel SIregar dan ada fotonya pula.Waktu itu saya baca buku karangan Drs PTD Sihombing,MSc berjudul “Benih Yang Disemai dan Buah Yang Menyebar” buku itu bercerita mengenai awal mula perkembangan agama Kristen di Tanah Batak dan beberapa tokoh yang terlibat dalam pengabaran injil tersebut diantaranya Nommensen, Maria boru Siregar dan Samuel SIregar. Dibuku itu juga disebutkan Samuel Siregar merupakan salah satu tokoh yang lulus pendidikan guru di Belanda. disitu disebutkan istrinya juga 2 yang pertama bernama Marta Boru Silitonga (meninggal)dan kemudian Samuel Siregar menikah lagi dengan ito kandung Sisingamangaraja XII bernama Tornagugun boru Sinambela.Setelah melihat cerita inangtua mengenai Samuel Siregar saya ingin bertanya 1.apakah Samuel Siregar yang ada di buku diatas sama dengan Samuel SIregar ompungnya Inangtua? karena disebutkan punya istri 2 (bukan poligami maksudnya tapi kawin lagi karena istri pertama meninggal bukan?) soalnya di buku tersebut walaupun bercerita panjang lebar2.APakah ada cerita2 dari ompung2 Inangtua bahwa dia salah seorang perintis agama Kristen?3.Kalau memang benar Samuel Siregar ompungnya Inangtua sama dengan Samuel SIregar yang dibuku tersebut berarti leluhur Inangtua termasuk salah satu orang Batak angkatan pertama yang mengecam pendidikan Belanda!!!heheheSaya penasaran saja,karena selama ini marga Siregar termasuk marga yang merhargai toleransi beragama dengan dibuktikannya banyak marga SIregar yg Kristen dan Muslim sekaligus.Dan yang saya salut dari kawula siregar walaupun muslim masih tetap bangga dengan Kebatakannya (berbeda dengan orang2 Mandailing) HORAS!!!Mengenai Batak keturunan Yahudi,jangan dianggap serius inangtua!saya sudah tanya Dr.Sangkot Marzuki Batubara (Halak Sipirok-ahli genetika dari LEmbaga Eijkman FK-UI) Batak dan sukubangsa Indonesia yang lain itu asalnya austronesia (dari kepulauan Taiwan)ya kayak orang2 Mongol itulah, tulisan BAtak turunan Israel yang Hilang” tersebut diatas bernuansa chauvinis ga tau motifnya apa dan tidak ilmiah samasekaliokelah terimakasih Inangtua salam kenalHORAS JALA GABE

  4. Masa siyy orang Batak itu turunan Israel..? Yang benar aja..? Ciri fisiknya beda banget lho… kalo menurut saya orang Batak itu cenderung ada darah Mongolian.. Lihat tulang pipi yang tinggi, rahang yang rada kotak..Sementara orang Israel garis wajahnya runcing2 dengan hidung yang diujungnya seperti tetesan air, plus mata yang lebar… Menurut saya siyy gak ada mirip2nya.. Enggak tau ya, kalo kena evolusi seperti teori Darwin…Lagian orang Batak itu sampe abad 19 sepengetahuan saya siyy masih menganut animisme dan dinamisme. Sementara orang Israel udah berabad2 yang lalu mengenal monotheisme..Mungkin perlu riset yang mendalam baru bisa disimpulkan lalu dipublikasi. Jangan berdasarkan romantisme pribadi, karena ini menyangkut sejarah.. Bukan tulisan2 pribadi yang bisa ditulis secara subjective.Anyway, thanks for dropped a message in my blog

  5. Batak Israeli BANGSO BATAK TOBA, KETURUNAN ISRAEL YANG HILANGEdisi – RevisiBangsa Israel kuno terdiri dari 12 suku. Setelah raja Salomo wafat,negara Israel pecah menjadi dua bagian. Bagian Selatan terdiri daridua suku yaitu Yehuda dan Benjamin yang kemudian dikenal dengan namaYehuda, atau dikenal dengan nama Yahudi. Kerajaan Selatan inidisebut Yehudah, ibukotanya Yerusalem, dan daerahnya dinamai Yudea.Bagian utara terdiri dari 10 suku, disebut sebagai Kerajaan Israel.Dalam perjalanan sejarah, 10 suku tersebut kehilangan identitaskesukuan mereka. Kerajaan utara Israel tidak lama bertahan sebagaisebuah negara dan hilang dari sejarah. Konon ketika penaklukanbangsa Assyria, banyak orang Kerajaan Utara Israel yang ditawan dandibawa ke sebelah selatan laut Hitam sebagai budak. Sebagian lagilari meninggalkan asalnya untuk menghindari perbudakan.Sementara itu Kerajaan Yehudah tetap exist hingga kedatangan bangsaRomawi. Setelah pemusnahan Yerusalem pada tahun 70 oleh bala tentaraRomawi yang dipimpin oleh jenderal Titus, orang-orang Yehudah punbanyak yang meninggalkan negerinya dan menetap di negara lain,terserak diseluruh dunia.Jauh sebelum itu, ketika masa pembuangan ke Babilon berakhir danorang-orang Yehudah atau disebut Yahudi diijinkan kembali kenegerinya, dan sepuluh suku Israel dari Kerajaan utara memilih tidakpulang tetapi meneruskan petualangan kearah Timur. Demikian jugadengan mereka yang diperbudak di selatan laut Hitam, setelah masaperbudakan selesai, tidak diketahui kemana mereka pergi melanjutkanhidup.Dengan demikian banyak diantara bangsa Israel kuno kemudiankehilangan identitas mereka sebagai orang Israel. Ada sekelompokpenduduk di daerah Tiongkok barat, diterima sebagai puak Cina,tetapi secara umum profil wajah mereka agak berbeda dengan pendudukCina pada umumnya. Perawakan mereka lebih besar, hidung agakmancung, namun berkulit kuning dan bermata sipit. Mereka menyembahAllah yang bernama Yahwe. Sangat mungkin mereka adalah keturunansepuluh suku Israel yang hilang yang telah kawin campur denganpenduduk lokal sehingga kulit dan mata menjadi seperti penduduk asli.Saya percaya banyak diantara para pembaca yang mengetahui bahwa dinegeri Israel ada sekelompok kecil orang Israel yang berkulit hitam.Mereka adalah suku Falasha, yang sebelum berimigrasi ke Israel hidupdi Etiopia selama ratusan generasi. Fisik mereka persis sepertiNegro dengan segala spesifikasinya yaitu kulit hitam legam, bibirtebal, rambut keriting, dll.Mereka mengklaim diri mereka sebagai keturunan Israel atau disebutBeta Israel, dan dengan bukti-bukti yang dimiliki, mereka mampumemenuhi seluruh kriteria yang dituntut oleh Pemerintah Israel yangmerupakan syarat mutlak supaya diakui sebagai Israel perantauan.Setelah memperoleh pengakuan sebagai keturunan Israel, sebagian darimereka kembali ke Tanah Perjanjian sekitar 15 tahun lalu dengantransportasi yang disediakan oleh Pemerintah Israel. Itulah sebabnyamengapa ada Israel hitam.Mereka seperti orang Negro karena intermarriage dengan perempuan-perempuan lokal sejak kakek moyang mereka pergi ke Ethiopia. Kitatahu bahwa bahwa Ethiopia adalah salah satu negara yang penduduknyamayoritas Kristen yang paling tua didunia. Ingat sida-sida yangdibaptis oleh Filipus dalam Kisah 8:26-40. Bahkan sebelum eraKekristenan pun sudah ada penganut Yudaisme disana.Walaupun banyakyang kembali, sebahagian lagi tetap memilih menetap di negeri itu,dan merekalah yang menjaga dan memelihara Tabut Perjanjian yangkonon ada disana.Apakah ada diantara para pembaca yang pernah mendengar selentinganbahwa etnik Bangso Batak Toba, adalah juga keturunan bangsa Israelkuno yang hilang? Mungkin saja tidak, karena orang-orang Batak Tobasendiri banyak yang tidak mengetahuinya, kecuali segelintir yangmemberikan perhatian terhadap hal ini.Menurut kamus umum bahasa Indonesia Batak mempunyai arti (sastra),adalah petualang, pengembara, sedang membatak berarti berpetualang,pergi mengembara. Walaupun demikian orang Batak dikenali dengansikap dan tindakannya yang khas, yaitu terbuka, keras dan apa-adanya.Hosea 19:17: Allahku akan membuang mereka (ISRAEL YANG MURTAD),sebab mereka tidak mendengar Dia, maka mereka akan MENGEMBARAdiantara bangsa-bangsa.Mengapa di Sumatera, karena Sumatera adalah salah satu pulau diHindia yang berdekatan dengan India. Sumatera juga merupakan salahsatu pulau di Lautan Samudera Hindia.Bandingkan Yesaya 11:11: Pada waktu Tuhan akan mengangkut pulatangaNya untuk menebus sisa-sisa umatNya (Bangsa ISRAEL YANG MURTAD)yang tertinggal di Asyur, dan di Mesir, di Patros, di Ethiopia, dandi Elam, di Sinear, di Hamat dandi Pulau-pulau di Laut.Seperti yang diungkapkan oleh seorang anthropolog dan juga pendetadari Belanda, profesor Van Berben, dan diperkuat oleh prof Ihromi,guru besar di UI (Universitas In 782 donesia), bahwa tradisi etnikTapanuli (Batak Toba) sangat mirip dengan tradisi bangsa Israel kuno.Pendapat itu didasarkan atas alasan yang kuat setelah membandingkantradisi orang Tapanuli dengan catatan-catatan tradisi Israel dalamAlkitab yang terdapat pada sebahagian besar kitab Perjanjian Lama,dan juga dengan catatan-catatan sejarah budaya lainnya diluarAlkitab.Beberapa peneliti dari etnis Tapanuli juga yakin bahwa Batak adalahketurunan Israel yang sudah lama terpisah dari induk bangsanya, tapikarena intermarriage dengan penduduk lokal ditempat mana merekabermukim membuat orang Batak secara fisik menjadi seperti orangMelayu.Seorang Batak Toba, yang sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Israeldan menjadi warga negara, berusaha mengumpulkan data-data untukpembuktian. Setelah merasa sudah cukup, dia mengajukannya kepemerintah Israel yang waktu itu masih dipimpin oleh PM Yitzak Rabin.Tetapi tenyata data tersebut belum bisa memenuhi seluruh kriteria.Pemerintah Israel kemudian meminta agar kekurangannya dicari hinggadapat mencapai 100 persen supaya pengakuan atas etnis Batak sebagaiorang Israel diperantauan dapat diberi. Konon kekurangan ituterutama terletak pada silsilah yang banyak missing links-nya, danmenelusuri silsilah itu agar sempurna sama sulitnya dengan menyelamke perut bumi.Peneliti berharap suatu waktu pada masa depan, Pemerintah Israelbisa saja mengubah kriterianya dengan menjadi lebih lunak dan etnikBatak diterima sebagai bahagian yang terpisah dari mereka.Setelah mendengar selentingan itu, saya benar-benar menaruh minatuntuk menyelidiki sejauh mana budaya Bangso Batak Toba dapat memberibukti similaritasnya dengan tradisi Israel kuno. Alkitab adalah bukuyang prominent dan sangat layak serta absah sebagai kitab pedomanuntuk mencari data budaya Israel kuno yang menyatu dengan unsursejarah dan spiritual.Beberapa diantara kesamaan tradisi Batak Toba dengan tradisi Israelkuno adalah sebagai berikut:1). Pemeliharaan silsilah (Tarombo dan Marga)Semua orang Tapanuli, terutama laki-laki, dituntut harus mengetahuigaris silsilahnya. Demikian pentingnya silsilah, sehingga siapa yangtidak mengetahui garis keturunan kakek moyangnya hingga pada dirinyadianggap na lilu – tidak tahu asal-usul – yang merupakan cacatkepribadian yang besar.Bangsa Israel kuno juga memandang silsilah sebagai sesuatu yangsangat penting. Alkitab, sejak Perjanjian Lama hingga PerjanjianBaru sangat banyak memuat silsilah, terutama silsilah dari merekayang menjadi figur penting, termasuk silsilah Yesus Kristus yangditelusuri dari pihak bapak(angkat) Nya Yusuf, yang keturunan Dauddan pihak ibuNya (Maria).
    Catatan:MARGA adalah kelompok kekerabatan menurut garis keturunan ayah(patrilineal) .Sistem kekerabatan patrilineal menentukan garisketurunan selalu dihubungkan dengan anak laki laki. Seorang ayahmerasa hidupnya lengkap jika ia telah memiliki anak laki-laki yangmeneruskan marganya. Sesama satu marga dilarang saling mengawini,dan sesama marga disebut dalam Dalihan Na Tolu disebut Dongan Tubu.Menurut buku “Leluhur Marga Marga Batak”, jumlah seluruh Marga Bataksebanyak 416, termasuk marga suku Nias.Catatan: Marga dalam kamus Inggris Hassan Shadily dan John Echolsadalah CLAN, yakni Suku, Marga, dan KAUM. Dalam arti yang lain,Marga bias berarti Warga, dari bahasa India (Sansekerta,kemungkinannya) . Jadi, kalau ada orang Batak bermarga Tampubolon,berarti dia berasal dari KAUM TAMPUBOLON. Bandingkan dengan KAUMLEWI, KAUM YEHUDAH, KAUM SIMEON dan lain-lain.TAROMBO adalah silsilah, asal-usul menurut garis keturunan ayah.Dengan tarombo seorang Batak mengetahui posisinya dalam marga. Bilaorang Batak berkenalan pertama kali, biasanya mereka saling tanyaMarga dan Tarombo. Hal tersebut dilakukan untuk saling mengetahuiapakah mereka saling “mardongan sabutuha” (semarga) denganpanggilan “ampara” atau “marhula-hula” denganpanggilan “lae/tulang” . Dengan tarombo, seseorang mengetahui apakahia harus memanggil “Namboru” (adik perempuanayah/bibi), “Amangboru/Makela” ,(suami dari adik ayah/Om), “Bapatua/Amanganggi/ Amanguda” (abang/adik ayah), “Ito/boto” (kakak/adik) ,PARIBAN atau BORU TULANG (putri dari saudara laki laki ibu) yangdapat kita jadikan istri, dst.2). Perkawinan yang ber-paribanAda perkawinan antar sepupu yang diijinkan oleh masyarakat Batak,tapi tidak sembarang hubungan sepupu. Hubungan sepupu yang diijinkanuntuk suami-istri hanya satu bentuk, disebut marpariban. Cukupreport menerangkan hal ini dalam bahasa Indonesia karena bahasa initidak cukup kaya mengakomodasi sebutan hubungan perkerabatan dalambahasa Batak. Yang menjadi pariban bagi laki-laki ialah boru nitulang atau anak perempuan dari saudara laki-laki ibu. Sedangkanyang menjadi pariban bagi seorang gadis ialah anak ni namboru atauanak laki-laki dari saudara perempuan bapa.Hanya hubungan sepupu yang seperti itu yang boleh menjadi suami-isteri. Karena suku Batak penganut patriarch yang murni, ini adalahperkawinan ulang dari kedua belah pihak yang sebelumnya sudahterjalin dengan perkawinan.Mari kita bandingkan dengan Alkitab. Pada kitab Kejadian, Yakubmenikah dengan paribannya, anak perempuan Laban yaitu Lea dan Rahel.Laban adalah tulang dari Yakub. (Saudara laki-laki dari Ribka, ibudari Yakub). Didunia ini sepanjang yang diketahui hanya orang Israelkuno dan orang Batak yang sekarang memegang tradisi hubunganperkawinan seperti itu.3). Pola alam semestaOrang Batak membagi tiga besar pola alam semesta, yaitu banuaginjang (alam sorgawi), banua tonga (alam dimensi kita), dan banuatoru (alam maut). Bangsa Israel kuno juga membagi alam dengan polayang sama.4). KredibilitasSebelum terkontaminasi dengan racun-racun pikiran jaman modern,setiap orang Batak, terutama orang tua, cukup menitipkan sebuahtempat sirih (salapa atau gajut), ataupun sehelai ulos, sebatangtongkat, atau apa yang ada pada dirinya sebagai surat jaminan hutangpada pihak yang mempiutangkan, ataupun jaminan janji pada orang yangdiberi janji. Walaupun nilai ekonomis barang jaminan bisa sajasangat rendah tetapi barang tsb adalah manifestasi dari martabatpenitip, dan harus menebusnya suatu hari dengan merelealisasikanpembayaran hutang ataupun janjinya. Budaya Israel kuno jugademikian. Lihat saja Yehuda yang menitipkan tongkat kepada Tamarsebagai jaminan janji (Kej. 38).5). Hierarki dalam pertalian semargaDalam budaya Batak, jika seorang perempuan menjadi janda, maka laki-laki yang paling pantas untuk menikahinya ialah dari garis keturunanterdekat dari mendiang suaminya. Ini dimaksudkan agar keturunanperempuan tsb dari suami yang pertama tetap linear dengan garisketurunan dari suami yang kedua. Misalnya, seorang janda dariSimanjuntak sepatutnya menikah lagi adik laki -laki mendiang(bandingkan dengan Rut 1:11).Jika tidak ada adik laki-laki kandung, sebaiknya menikah dengansaudara sepupu pertama dari mendiang yang dalam garis silsilahtergolong adik. Jika tidak ada sepupu pertama, dicari lagi sepupukedua. Demikian seterusnya urut-urutannya. Hal semacam inidiringkaskan dalam ungkapan orang Batak : “Mardakka do salohot,marnata do na sumolhot. Marbona do sakkalan, marnampuna do ugasan”.Dalam tradisi Israel kuno, kita dapat membaca kisah janda Rut danBoas. Boas masih satu marga dengan mendiang suami Rut, Kilyon. Boasingin menikahi Rut, tapi ditinjau dari kedekatannya menurut garissilsilah, Boas bukan pihak yang paling berhak. Oleh sebab itu diamengumpulkan semua kerabat yang paling dekat dari mendiang suamiRut, dan mengutarakan maksudnya. Dia akan mengurungkan niatnya jikaada salah satu diantara mereka yang mau menggunakan hak adat-nya,mulai dari pihak yang paling dekat hubungan keluarganya hingga yangpaling jauh sebelum tiba pada urutan Boas sendiri. Ya, mardakka dosalohot, marnata do na sumolhot. (Baca kitab Rut).6). VulgarismeSetiap orang dapat marah. Tetapi caci maki dalam kemarahan berbeda-beda pada tiap-tiap etnik. Orang Amerika terkenal dengan serapah:son of a bitch, bastard, idiot, dll yang tidak patut disebut disini.Suku-suku di Indonesia ini umumnya mengeluarkan makian denganserapah : anjing, babi, sapi, kurang ajar, dll.Pada suku Batak makian seperti itu juga ada, tetapi ada satu yangspesifik. Dalam sumpah serapahnya seorang Batak tak jarang memungutsehelai daun, atau ranting kecil, atau apa saja yang dapat diremukdengan mudah. Maka sambil merobek daun atau mematahkan ranting yangdipungut/dicabik dari pohon dia mengeluarka 6ea n sumpahserapahnya:, , Sai diripashon Debata ma au songon on molo so hudege,hubasbas, huripashon ho annon !!!”. Terjemahannya kira-kirabegini:,,Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku kalau kamu tidakkuinjak, kulibas, kuhabisi !!!”.Robeknya daun atau patahnya ranting dimaksudkan sebagai simbolkehancuran seterunya. Orang-orang Israel kuno juga sangat terbiasadengan sumpah serapah yang melibatkan Tuhan didalamnya. Vulgarismeseperti ini terdapat banyak dalam kitab Perjanjian Lama, diantaranyaserapah Daud pada Nabal. (1 Sam. 25, perhatikan ayat 22 yang persissama dengan sumpah serapah orang Batak).7). Nuh dan bukit AraratAda beberapa etnik didunia ini yang mempunyai kisah banjir besaryang mirip dengan air bah dijaman Nuh. Tiap etnik berbeda alurceritanya tetapi polanya serupa. Etnik Tapanuli juga punya kisahtentang air bah, tentu saja formatnya berbeda dengan kisah Alkitab.Apabila orang-orang yang sudah uzur ditanya tentang asal-usul sukuBatak, mereka akan menceritakan mitos turun temurun yang mengisahkankakek moyang orang Batak diyakini mapultak sian bulu di puncak bukitPusuk Buhit.Pusuk Buhit adalah sebuah gunung tunggal yang tertinggi di TapanuliUtara, dipinggiran danau Toba. Pusuk Buhit sendiri artinya adalahpuncak gunung. Pusuk Buhit tidak ditumbuhi pohon, jelasnya tidak adabambu disana. Yang ada hanya tumbuhan perdu, ilalang, dan rumputgunung. Bambu – dari mana kakek moyang keluar – menurut nalarmendarat di puncak gunung itu dan mereka keluar dari dalamnyasetelah bambunya meledak hancur. Mengapa ada bambu pada puncak PusukBuhit yang tandus dan terjal? Tentu saja karena genangan air yangmengapungkannya, yang tak lain adalah ba
    njir besar.Dapat dipahami mengapa jalan cerita menjadi seperti itu, karenasetelah ribuan tahun terpisah dari induk bangsanya, narasi jadiberbeda. Bahtera Nuh berubah menjadi sebentuk perahu bambu berbentukpipa yang kedua ujungnya ditutup, dan Bukit Ararat berubah menjadiPusuk Buhit.8). Mangokal Holi atau Eksumasi (Pemindahan tulang belulang)Jika Pemerintah mengubah fungsi lahan pekuburan, wajar jika tulang-belulang para almarhum/ah dipindahkan oleh pihak keluarga yangterkait. Alasan ini sangat praktis.Bagi orang Tapanuli, penggalian tulang belulang (eksumasi) darikerabat yang masih satu dalam garis silsilah dan dikuburkan didaerahlain adalah praktek yang sangat umum hingga sekarang. Seringalasannya hanya untuk kepuasan batin belaka walaupun biayanya sangatmahal karena termasuk dalam kategori perhelatan besar.Pada bangsa Israel kuno hal semacam adalah kebiasaan umum. Sejarahsekuler menuturkan bahwa tulang belulang Yusuf dibawa dari Mesirketika bangsa ini keluar dari sana. Juga dalam kitab lain dalamPerjanjian Lama, sekelompok masyarakat berniat memindahkan tulangbelulang dari satu pekuburan (walaupun kemudian dihalangi olehseorang nabi).9). Peratap/RatapanAdalah wajar bagi jika satu keluarga menangis disekeliling anggotakeluarga / kerabat yang meninggal dan terbujur kaku. Merekamenangisi si mati, dan seseorang meratapinya. Meratap berbeda denganmenangis. Meratap dalam bahasa Tapanuli disebut mangandung.Mangandung ialah menangis sambil melantunkan bait-bait syairkematian dan syair kesedihan hati.Karena sepenuhnya terikat dengan komponen syair-sayir makamangandung ad 676 alah satu bentuk seni yang menuntut keahlian.Untuk memperoleh kepiawaian harus belajar. Bahasa yang digunakansangat klasik, bukan bahasa sehari-hari. Setiap orang-tua yangpintar mangandung akan mendapat pujian dan sering diharapkankehadirannya pada setiap ada kematian.Di desa-desa, terutama di daerah leluhur – Tapanuli – tidakmengherankan kalau seseorang orang yang tidak ada hubungan keluargadengan orang yang meninggal, bahkan tidak dikenal oleh masyarakatsetempat, namun turut mangandung disisi mayat. Masyarakat mendukunghal seperti itu. Kata-kata yang dilantukan dalam irama tangisansangat menyentuh kalbu. Tak jarang pihak keluarga dari si matimemberi pasinapuran (ang pao) kalau si peratap tersebut pintar,sekedar menunjukkan rasa terima kasih.Peratap-peratap dari luar ini sebenarnya tidak menangisi kepergiansi mati yang tidak dikenalnya itu. Alasannya untuk turut meratapadalah semata-mata mengeluarkan kesedihan akibat kematian keluargadekatnya sendiri pada waktu yang lalu, dan juga yang lebih spesifikyaitu mengekspresikan seni mangandung itu.Ini sangat jelas dari ungkapan pertama sebelum melanjutkan andung-andungnya :,,Da disungguli ho ma sidangolonhi tu sibokka nahinan”Sibokka nahinan adalah anggota keluarga sipangandung yang sudahmeninggal sebelumnya. Selanjutnya dia akan lebih banyak berkisahtentang mendiang familinya itu.Bagaimana dengan bangsa Israel? Dari sejarah diketahui bahwa ketikaYusuf (perdana menteri Mesir) meninggal, sanak keluarganya membayarpara peratap untuk mangandung. Kitab Perjanjian Lama dan PerjanjianBaru berkali-kali mencatat kata -kata ratapan, meratap, peratap.Kitab Ratapan yang ditulis oleh raja Salomo, dalam praktek Israelkuno adalah syair-syair yang dilantunkan sambil mangandung, kendatibukan pada acara kematian.10). Hierarki pada tubuhDalam budaya Batak, kepala adalah anggota tubuh yang paling tinggimartabatnya. Menyentuh kepala seseorang dengan tidak disertaipermintaan maaf yang sungguh-sungguh, bisa berakibat parah.Sebaliknya anggota tubuh yang paling rendah derajatnya ialah telapakkaki. Adalah penghinaan besar jika seseorang berkata kepadaseseorang lain:,,Ditoru ni palak ni pathon do ho = Kau ada dibawahtelapak kakiku ini”, sambil mengangkat kaki memperlihatkan telapakkakinya pada seteru. Penghinaan seperti ini hanya dilontarkan olehseseorang yang amarahnya sudah memuncak dan sudah siap berkelahi.Pada zaman dulu, dalam setiap pertemuan, telapak kaki selaludiusahakan tidak nampak ketika duduk bersila. Pada bangsa-bangsaSemitik tertentu di Timur Tengah, tradisi semacam ini masih tetapdijaga hingga sekarang karena memperlihatkan telapak kaki pada oranglain adalah pelanggaran etika yang berat, karena telapak kaki tetapdianggap anggota tubuh yang paling hina derajatnya.11). Tangan kanan dan sisi kananDalam budaya Tapanuli, sisi kanan dan tangan kanan berbeda tingkatkehormatannya dengan sisi kiri dan tangan kiri. Jangan sekali-kaliberinteraksi dengan orang lain melalui tangan kiri jika tidak karenaterpaksa. Itupun harus disertai ucapan maaf. Dalam Alkitab banyaktercatat aktivitas sisi `kanan’ yang melambangkan penghormatan ataukehormatan.Yusuf sang perdana menteri Mesir memprotes ayahnya Yakub yangmenyilangkan tangannya ketika memberkati Manasye dan Efraim (bacaKejadian 48). Rasul Paulus dalam salah satu suratnya menyiratkanhierarki anggota tubuh ini. Juga baca Pengkhotbah 10:2, Mzm 16:8,Mat 25:33, 26:64 Mrk 14:62, Kis 7:55-56, 1Pet 3:22, dll.12). Anak sulungDalam hierarki keluarga, posisi tertinggi diantara seluruh keturunanbapak/ibu ialah anak sulung. Ia selalu dikedepankan dalam memecahkanberbagai masalah, juga sebagai panutan bagi semua adik-adiknya. Jikaayah (sudah) meninggal, maka anak sulung yang sudah dewasa akanmengganti posisi sang ayah dalam hal tanggung jawab terhadap seluruhanggota keluarga seperti yang diungkapkan dalam umpasa : Pitu batumartindi-tindi, alai sada do sitaon na dokdok. Sitaon na dokdok ituadalah si anak sulung. Tanggung jawab itulah yang membuat dia besar,memberi karisma dan wibawa. Karisma dan wibawa, itulah profil yangmelekat pada anak sulung.Alkitab ditulis dengan bahasa manusia, bangsa Israel kuno. Deskripsitentang anak sulung pada bangsa ini sama seperti yang ada pada sukuBatak yang sekarang, sehingga the term of the firstborn (istilahanak sulung) banyak terdapat dalam kitab tersebut. (baca Kel 4:22,34:20, 13:12 dan 15, Im 27:26, Bil 3:13, 8:17, Mzm 89:28, Yer 31:9,Hos 9:20, Rom 8:23, Luk 2:27, 11:16, 1Kor 15:20 dan 23, Kol 1:15 dan18, Ibr 1:6, Yak 1:18, dll)13). GenderHingga sekarang posisi perempuan dalam hubungan dengan pencatatansilsilah selamanya tidak disertakan karena perempuan dianggap milikorang lain, menjadi paniaran ni marga yang berbeda. Hal yang samaterjadi pada bangsa Israel kuno ; bangsa ini tidak memasukkan anakperempuan dalam silsilah keluarga. Ada banyak silsilah dalamAlkitab, tetapi nama perempuan tidak terdapat didalamnya kecualijika muncul sebagai yang sangat penting seperti Rut dan Maria (ibuYesus). Kalaupun nama Dina disebut juga dalam Alkitab, itu bukankarena posisinya yang penting tetapi hanya sebagai pelengkap nama-nama keturunan Yakub yang kemudian menurunkan seluruh bangsa Israel.Dalam Tradisi Israel, anak perempuan tidak dihitung sebagai bangsa,tetapi anak laki-laki, red.13). Kemenyan BATAK TOBAAda cerita yang sangat dipercaya oleh masyarakat Tapanuli, SumateraUtara. Salah satu persembahan yang dibawa tiga majuz ataucendekiawan dari timur untuk bayi Yesus yang baru dilahirkan diBetlehem itu berasal dari Tanah Tapanuli. Persembahan itu berupakemenyan, mendampingi dua persembahan lainnya, emas dan mur. Lewatcerita turun-temurun, masyarakat Tapanuli percaya kemenyan itudibawa dari Pelabuhan Barus, yang dulu pernah menjadi pelabuhanbesar, menuju Timur Tengah, hingga ke Betlehem. Cerita itu semakinbergulir mengingat sebagian besar penduduk Tap
    anuli beragama Kristendan Katolik yang erat dengan cerita kelahiran Yesus Kristus.Kebenarannya memang perlu diteliti, tetapi setidaknya dari ceritaitu bisa terlihat bahwa sampai sekarang pun getah harum bernamakemenyan, yang dalam bahasa Batak disebut haminjon, itu begitu eratdengan kehidupan orang Tapanuli. Kepala Badan Perencanaan danPembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Utara yang juga mantan BupatiTapanuli Utara RE Nainggolan menjelaskan, kemenyan pernah sangatmenyejahterakan masyarakat Tapanuli.Dan, getah harum itu ikut pula membesarkan namanya. “Nenek sayapedagang kemenyan,” tuturnya. Ia tahu persis, pada tahun 1936neneknya sudah mempunyai mobil untuk mengangkut kemenyan dariTapanuli ke Pelabuhan Sibolga. Saat itu harga satu kilogram kemenyansama dengan satu gram emas. Standar itu dipakai terus oleh petanidan pengepul di Tapanuli: Satu kilogram kemenyan sama dengan satugram emas. Satu kilogram kemenyan juga setara satu kaleng (16kilogram) beras. Selain cerita tentang persembahan dari timur untukNabi Isa itu, tak banyak orang tahu sejarah kemenyan di Tapanuli.Kebanyakan warga menyebutkannya sebagai tanaman ajaib yang sudah adaratusan tahun dan menghidupi masyarakat Tapanuli.14). Pemberian Nama Bayi yang Lahir Tujuh HariDi dalam tradisi Parmalim – Agama Leluhur Batak Kuno, setiap anakbayi yang lahir selama tujuh hari harus di bawa ke Pancur untukPermandian dan sekaligus pemberian nama. Permandian bayi yang sudahtujuh hari itu diserahkan ke Imam Parmalim. Setelah itu diberi namadengan diadakannya Pesta Martutu Aek.Memang tidak ada sunat, tetapi beberapa suku Israel seperti BeneMenashe di India dan Suku Chiang Min pun melakukan hal yang sama.Karena apa? Karena mereka sudah melalui generasi ke generasi,asimilasi, masuknya unsur-unsur lokal dan sebagainya, seperti nama-nama dewa-dewi sesembahan lokal dimana mereka tinggal. Sepertiitulah, tetapi identitas keaslian mereka sebagai keturunan Israelmasih kelihatan. Seperti budaya, adat, Agama -KepercayaanMonotheisme (meskipun masuknya paham lokal setempat), dan beberapakebiasaan yang berbeda dengan suku – suku yang lainnya.15). Monoteisme Hamalimon – Parmalim – Ugamo MalimHamalimon – Parmalim – Ugamo Malim, Agama Leluhur Bangso Batak TobaParmalim, kaum minoritas yang tegar mempertahankan nilai leluhurbatak. Kata Malim berasal dari bahasa Arab yang terdapat di kitab-kitab suci; yang berarti suci dan saleh dari asal kata Muallim.Dalam bahasa Arab Muallim merujuk kepada istilah orang suci yangmenjadi pembimbing dan sokoguru. Parmalim diistilah Batak berkembangke dalam pengertian; orang-orang saleh berpakaian sorban putih.Parmalim merupakan agama monotheis asli Bangso Batak Toba. Parmalimsudah ada sejak 497 Masehi atau 1450 tahun Batak.TUHAN menurut Hamalimon –Parmalim – Ugamo MalimUgamo malim menyebut Tuhan adalah Mulajadi na Bolon (Awal Mula YangBesar, red). Mulajadi na Bolon adalah Tuhan Yang Maha Esa yang tidakbermula dan tidak berujung. Bahwa Mulajadi na Bolon atau Tuhan ituwujud atau ada. Tetapi tidak dapat dilihat. Dia tidak bermula dantidak mempunyai ujung. Dia adalah mutlak absolut, Maha Esa, MahaKuasa, Maha Agung dan tidak dapat dibandingkan. Dia dekat dan jauhdari alam ciptaannya. Dia adalah kuasa yang menghukum dan kuasamengampuni. Kuasa kasih dan kuasa murka. Demikianlah sifat-sifatMulajadi Na Bolon, Tuhan yang satu bersadarkan Ugamo Malim.Dalam Injil Perjanjian Lama, menceritakan Raja Salomo dikenal denganNabi Sulaiman, memerintahkan rakyatnya melakukan perdagangan danmembeli rempah-rempah hingga ke Ophir. Ophir patut diduga adalahBarus di Tapanuli. Perkiraan itu punya jejak spiritual berbentukkepercayaan monotheisme. Misalnya Ugamo Parmalim yang menjadi agamaasli etnis Batak, meyakini Tuhan Yang Maha Esa dengan sebutan OmpuMulajadi Na Bolon (Parmalim atau Ugamo Malim, pen).Selain itu, sekelompok penyebar ajaran Kristen Nestorian dari Persiayakni Iran, yang menjejakkan kakinya di Barus. Kelompok itudiperkirakan datang sekira tahun 600an Masehi dan mendirikan gerejapertama di Desa Pancuran, Barus.Tambahan: Dalam kitab umat Yahudi, Melakim (Raja-raja), fasal 9,diterangkan bahwa Nabi Sulaiman a.s. raja Israil menerima 420talenta emas dari Hiram, raja Tirus yang menjadi bawahan beliau.Emas itu didapatkan dari negeri Ophir. Kitab Al-Qur’an, Surat Al-Anbiya’ 81, menerangkan bahwa kapal-kapal Nabi Sulaiman a.s.berlayar ke “tanah yang Kami berkati atasnya” (al-ardha l-lati barak-Na fiha). Di manakah gerangan letak negeri Ophir yang diberkatiAllah itu? Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa negeri Ophiritu terletak di Sumatera! Perlu dicatat, kota Tirus merupakan pusatpemasaran barang-barang dari Timur Jauh. Ptolemaios pun menulisGeographike Hyphegesis berdasarkan informasi dari seorang pedagangTirus yang bernama Marinus. Dan banyak petualang Eropa pada abad ke-15 dan ke-16 mencari emas ke Sumatera dengan anggapan bahwa disanalah letak negeri Ophir-nya Nabi Sulaiman a.s.Secara “teologis” bisa dikatakan bahwa ugamo malim juga menganutpaham monoteistik, kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa karenatujuan akhir semua doa mereka tetap diarahkan kepada debata MulajadiNabolon (Tuhan Pencipta langit dan bumi). Ini hal yang luar biasauniknya. Tidak ada analisis yang dapat menerangkan itu jika tidakmenghubungkannya dengan faham monoteisme Yudaisme bangsa Israel kunoyang terbawa melekat hingga sekarang, tidak lekang oleh kikisankurun waktu ribuan tahun.16). Ibadah ParmalimDalam melaksanakan ibadah, Parmalim melaksanakan upacara (ritual)Patik Ni Ugamo Malim untuk mengetahui kesalahan dan dosa, sertamemohon ampun dari Tuhan Yang Maha Esa yang diikuti dengan bergiatmelaksanakan kebaikan dan penghayatan semua aturan Ugamo Malim.Sejak lahir hingga ajal tiba, seorang “Parmalim” wajib mengikuti 7aturan Ugamo Malim dengan melakukan ritual (doa). Ke-7 aturantersebut adalah :1. Martutuaek (kelahiran)2. Pasahat Tondi (kematian)3. Mararisantu (peribadatan setiap hari sabtu)4. Mardebata (peribadatan atas niat seseorang)5. Mangan Mapaet (peribadatan memohon penghapusan dosa)6. Sipaha Sade (peribadatan hari memperingati kelahiran TuhanSimarimbulubosi)7. Sipaha Lima (peribadatan hari persembahan / kurban)Selain ke-7 aturan wajib di atas, seorang “Parmalim” harusmenjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan seperti menghormati danmencintai sesama manusia, menyantuni fakir miskin, tidak bolehberbohong, memfitnah, berzinah, mencuri, dan lain sebagainya. Diluarhal tersebut, seorang “Parmalim” juga diharamkan memakan dagingbabi, daging anjing dan binatang liar lainnya, serta darah.Manusia yang mematuhi dan mengikuti ajaran Tuhan dan melakukannyadalam kehidupannya, memiliki pengharapan kelak ia akan mendapatkehidupan roh suci nan kekal.-Kata bijak Ugamo MalimSecara implisit, inilah yang menjadi ajaran suci keyakinan UgamoMalim atau lebih dikenal dengan Parmalim di Tanah Batak sejak turuntemurun, seperti yang dikatakan Raja Marnakkok Naipospos selaku UluPunguan (pemimpin spiritual) Parmalim terbesar di Desa HutatinggiKecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir.Menurut beberapa pandangan ilmuwan sosial, sebenarnya Ugamo Malimlayak menjadi sebuah agama resmi. Alasannya ialah dalam ajaranaliran ini juga terdapat nilai-nilai religius yang bertujuan menatapola kehidupan manusia menuju keharmonisan, baik sesama maupunkepada Pencipta.Dan secara ilmu sosial tujuan ini mengandung nilai luhur. Bahkan,ajaran Parmalim menuntut manusia agar hidup dalam kesucian,”
    jelasnya kemudian menerangkan secara detail asal-muasal kataParmalim yang berasal dari kata “malim”.Malim berarti suci dan hidup untuk mengayomi sesama dan meluhurkanOppu Mulajadi Nabolon atau Debata (Tuhan pencipta langit danbumi). “Maka, Parmalim dengan demikian merupakan orang-orangmengutamakan kesucian dalam hidupnya,” jelas Marnangkok. Yang kamipuja tak lain adalah Oppu Mula Jadi Na Bolon bukan”begu” (rohjahat),” katanya.“Dan inilah yang menjadi bias negatif dari masyarakat terhadapParmalim.” Marnangkok kemudian menjelaskan, Oppu Mula Jadi Nabolonadalah Tuhan pencipta alam semesta yang tak berwujud, sehingga Iamengutus sewujud manusia sebagai perantaraannya (parhiteon), yakniRaja Sisingamangaraja yang juga dikenal dengan Raja Nasiak Bagi.Raja Nasiak Bagi merupakan julukan terhadap kesucian (hamalimon)serta jasa-jasanya yang hingga akhir hidupnya tetap setia mengayomiBangsa Batak. Nasiak Bagi sendiri berarti ditakdirkan untuk hidupmenderita. Ia bukan raja yang kaya raya tetapi hidup sama miskinseperti rakyatnya.Dengan demikian, Parmalim meyakini bahwa Raja Sisingamangaraja danutusan-utusannya mampu mengantarkan mereka (Bangsa Batak) kepadaDebata. Ugamo Malim diyakini sebagian orang sudah ada sebelum ajaranKristen dan Islam masuk ke daerah itu. Hidup dalam kepasrahan.Barangkali itu jugalah intisari dari pernyataan kata bijak Parmalimyang mengatakan: “Baen aha diakkui sude bangso on hita, ia anggo sodiakkui Debata pangalahon ta.” (Tidakklah begitu berarti pengakuansemua bangsa terhadap kita, dibandingkan pengakuan Tuhan terhadapperilaku kita).Catatan: Sisingamangaraja, adalah Singa yang merajai. Para Datu atauTua-Tua Batak Toba, menjuluki Singa bagi Hukum dan Singa bagi pararaja. Padahal Singa tidak ada di Tapanuli, yang ada hanyalahHarimau. Kalau dilihat dari makna simbolis alkitab, hanya SukuYehuda yang dijuluki Singa.Seperti apa yang kemudian dijelaskan Marnangkok, PemimpinParmalim, ” Untuk apa pengakuan dari setiap bangsa jika Tuhansendiri tidak mengakui perbuatan kita di dunia ini?” Nampaknya,perjuangan Ugamo Parmalim sudah berujung pada kepasrahan. Dalamkepasrahan ini tentu saja masih ada harapan. Tapi, harapan itubukanlah berasal dari dunia, melainkan dari Oppu Mula Jadi Nabolon.Dalam harapan itu, ada pula ketaatan untuk selalu mempertahankanhidup suci.Selanjutnya ia mengucapkan kalimat dalam bahasa Batak, “Berilahkepada kamipenghiburan yang menangis ini, bawalah kami dari kegelapan dunia inidan berilah kejernihan dalam pikiran kami.” Mereka yakin Debatahanya akan memberkati orang yang menangis. Nah, dalam kepasrahanyang berpengharapan inilah mereka hidup. Dalam keterasingan itu jugamereka menyerahkan hidupnya pada “kemaliman” (kesucian). “Parmalimadalah mereka yang menangis dan meratap,” katanya.17). Ibadah setiap Hari Sabtu – Samisara -Marari SabtuDalam ritual Ugamo Parmalim sendiri, terdapat beberapa aturan danlarangan. Selain mengikuti 5 butir Patik ni Ugamo Malim (5 TitahUgamo Malim), juga terdapat berbagai kewajiban lainnya sepertiMarari Sabtu atau ibadah rutin yang diadakan setiap Sabtu. Dalammenjelang hari Sabtu, pengikut Parmalim dilarang bekerja ataumelakukan kegiatan apapun. Penganut Parmalim melakukan ucapan syukurpada setiap hari Sabtu.Marnakkok Naipospos, pemimpin Parmalim mengatakan: “Samisara ituhari ketujuh bagi orang Batak. Diidentikkan dengan hari Sabtu,supaya berlaku untuk selamanya.Karena kalau kita bertahan pada kalender Batak, yang muda ini bisabingung. Makanya kakek kita menentukan samisara ini hari Sabtu.”Kewajiban lain di antaranya adalah Martutu Aek, yakni pemandian bayiyang diadakan sebulan setelah kelahiran, Pasahat Tondi yaitu ritualsebulan setelah kematian, Pardebataan, Mangan na Paet dan PangkaroanHatutubu ni Tuhan.18). Larangan makan Babi, Anjing, Binatang liar, dan DarahAda pun larangan yang hingga kini masih tetap dipertahankan diantaranya adalah larangan untuk memakan daging babi dan darah hewanseperti yang lazim bagi umat Kristen. Memakan daging babi atau darahdianggap tidak malim (suci) di hadapan Debata. Padahal dalam ajaranParmalim sendiri dikatakan, jika ingin menghaturkan pujian kepadaDebata, manusia terlebih dahulu harus suci. Ketika menghaturkanpelean (persembahan) kesucian juga dituntut agar Debata dan manusiadapat bersatu. Selanjutnya, Raja Sisingamangaraja memiliki keturunanhingga 12 keturunan. Itu pun secara roh.19). RitualInilah yang kemudian menjadi acuan pada acara atau ritual-ritualbesar Ugamo Parmalim yang diadakan rutin setiap Sabtu dan setiaptahunnya. Ritual-ritual besar Parmalim itu seperti ParningotanHatutubu ni Tuhan (Sipaha Sada) dan Pameleon Bolon (Sipaha Lima),yang diadakan pertama pada bulan Maret dan yang kedua bulan Juli.Yang kedua diadakan secara besar-besaran pada acara ini paraParmalim menyembelih kurban kerbau atau lembu. “Ini merupakan tandasyukur kami kepada Debata yang telah memberikan kehidupan,” kataMarnangkok.20.) Kisah – MitosDalam Kitab Parmalim, yakni Tumbaga Holing, terdapat kisahmanusia pertama, Adam dan Hawa termasuk taman eden dimana hawadigoda si ular. Hal itu dalam istilah bahasa Batak Toba. Parmalimitu bisa jadi merupakan ajaran usianya sudah ribuan tahun, jauhsebelum Islam dan Kristen masuk dan mempengaruhi keyakinan etnisBatak. Demikian pula dengan simbol dan pakaian kebesaran kerajaanBatak Toba dan Parmalim, agama leluhur Bangso Batak Toba, cenderungmendekati simbol-simbol agama Samawi, misalnya, tongkat, pedang,sorban berwarna putih serta stempel kerajaan. Jika dihubungkancerita tentang penemuan mummy Mesir yang dibalsem dengan rempah-rempah pengawet di antaranya kanfer (kapur barus) serta kisahtentang Raja (Nabi) Sulaiman/ Salomo membutuhkan rempah-rempah dariOphir (Barus) di Tapanuli, diperkirakan jejak agama monotheismeIsrael terserap dan kemudian mengakar dalam keyakinan Parmalim –Hamlimon – Ugamo Malim, agama Bangso Batak Toba.dan masih banyak lainnya lagi….Saya cukupkan saja dulu hingga disitu, karena terlalu letih untukmembeberkan semua, termasuk indikasi-indikasi lemah yang banyakjumlahnya. Jika data yang diatas itu saja dibawa kepada ahlistatistik, yang tentu akan mempertimbangkan semua aspek-aspek lainyang terkait kedalamnya, simililaritasnya dengan tradisi bangsaIsrael kuno dengan bukti autentik tertulis dalam Alkitab, informasisejarah sekuler, tradisi Semitik yang ada hingga sekarang, sertakesamaan tradisi itu pada suku Batak setelah kurun waktu kuranglebih 3000 tahun, angka perbandingan untuk mengatakan bahwa sukuBatak Toba bukan keturunan Israel mungkin 1 : 1,000,000 bahkan bisajadi lebih.Tulisan ini tidak bermaksud menampilkan superioritas ras, suku ataubangsa atau budaya tertentu. Jika tulisan ini menimbulkan kesanseolah-olah menonjolkan superioritas suatu budaya tertentu, hal itusemata-mata terjadi karena topik yang berfokus pada peran suatuetnis atau Bangso Batak Toba. Keberadaan unsur asing dalamkebudayaan suatu bangsa adalah sebuah kewajaran. Penyerapan unsurasing ke dalam suatu budaya lokal tidak berarti menunjukkaninferioritas kebudayaan yang menyerapnya.Sejarah justru mencatat, kebesaran suatu kebudayaan berkorelasipositif dengan banyaknya unsur asing yang diserap dan dikembangkanoleh komunitas budaya bersangkutan. Sejarah juga mencatat interaksisuatu komunitas budaya dengan komunitas budaya lain, berjalan timbalbalik, tidak pernah searah saja. Tulisan ini mestilah dipahamisebagai upaya menampilkan kemungkinan terjadinya pertukaran nilaibudaya dalam rentang waktu beberapa abad antara Timur dengan Barat.Pada jaman Raja-raja Israel dan Yehudah, telah dilakukan kontakdengan Barus, Tapanuli dengan Israel, Mesir, Persia, Cina, India,Arab, Yunani dan Pakistan yang terjadi satu milenium sebelumnya,hubungan dagang tersebut sudah berlangsung beberapa abad sebelummasehi).Dari berbagai sumber.tulisan ini telah direvisi ulang lagi…

  6. Ito Andi,Seneng sekali tau kalo kamu adalah cucu Opung Syailendra (demikian saya memanggil Opung Ito). Waktu kecil saya sering sekali ketemu dengan Opung Syailendra yang perempuan, secara Opung itu dekat dengan Opung Sei Bingei (mamanya tante Lely alm), dan saya menghabiskan sebagian masa kecil saya di Medan. Waktu kecil saya sering sekali dibawa ke rumah Opung Syailendra. Bahkan saya pernah hadir di acara2 pernikahan di rumah Opung. Bahkan rumah Opung selalu ada dalam kenangan masa kecil saya. Jadi kalo melintas di Jl. S. Parman di depan rumah tsb, pasti kenangan masa kecil itu muncul.Terakhir saya ke rumah itu tahun 2006 yang lalu, waktu sama Papa menghadiri halal bi halal keluarga Harahap.Ito, sekarang tinggal dimana? Maunya sekali2 kita ketemu ya, supaya hubungan kekerabatan tidak putus. Dan itu lah salah satu harapan saya dengan menulis blog ini.

  7. Ito,Maaf saya nggak kenal dengan yg ito maksud tersebut. Tapi kalau di-runut-runut mustinya ketauan nanti.Kita sebenanrnya ada hub keluarga, karena mama-ku kan dari Bunga bondar, Ompung namanya H. Muslim Jalil, rumah ompung di Medan di simpang Syailendra-S.Parman. Pasti tau lah si Uwak. Waktu saya baca posting tentang keluarga kalian dan ada Ompung BS juga Ompung Toga, langsung aku ngeh terutama Ompung Toga, karena dekat banget beliau dengan Ompung di Syailendra. Juga waktu mama-ku kutunjukkan gambar mama-papa ito di blog ini dia langsung tau kok.Kalau boleh saran, maunyan diblog ini ada direktori postingannya ya, sehingga kalau mau ngebaca postingan yg lama tidak terlalu susah nyarinya.Salam,Andi

  8. Ito Andi, saya berharap suatu saat kembali membaca postingan yang ini.. Saya beberapa waktu yang lalu baru tau ternyata sahabat saya ada yang juga orang Simaninggir, marganya Harahap. Mungkin Ito kenal atau malah ada hubungan kekerabatan. Namanya Diana (Anna) Chalil, saat ini bekerja sebagai dosen di Fakultas Pertanian USU.

  9. Horas juga Ito Andi. Makasih udah ninggalin komen.Soal Ja Barumun bersaudara nanti saya check ke Papa saya, ya.. Kebetulan saya sedang di Medan tapi Papa sedang pulang ke Sipirok dengan David, ito saya. Horas..

  10. Horas Ito,Senang sekali nemukan blog ito ini waktu search siregar di google Mulanya iseng aja pengen tahu bakal nongol berapa banyak siregar di internet,,,eh buanyak banget ya.Baca posting ttg acara adat jadi inget waktu di”horjahon” pas nikah dulu di kampung.. Kami dari Simaninggir, kalau nggak salah (musti cari dulu mana tarombo yg dibikin almarhum papaku dulu ya) Ja Barumun ini bersaudara dengan dua orang lagi. Yg pertama Mangaraja Hulubalang, yg kedua Ja Ledang & yg ketiga Ja Barumun. Kami di Simaninggir keturunan dari Mangaraja Hulubalang. Mudah-mudahan saya nggak salah. Mungkin bisa didouble check.Salam,

  11. Saya bukan cucu beliau, tapi kami masih punya hubungan kekerabatan yang sangat dekat. Kalau tidak salah, bapak beliau adalah saudara laki2 buyut saya yang perempuan (petronella siregar). Tapi biasanya kami selalu singgah di rumah beliau kalau pulang kampung dan akan ziarah ke hanopan. Papa saya namanya Arden Siregar. Opung saya namanya Opung Lintje (meninggal tahun 1989). Biasanya orang lama di kampung kenal sama Opung. Rumah Opung di Jl. Simangambat No. 45, di depan tangga 40. Belakangan Opung tinggal di rumah warna putih, kira2 rumah ke dua setelah bioskop sipirok.Btw, saya juga sering uploadnya di kantor.. Lumayan bisa menghemat.. Hehehe..

  12. Ito Sondha.Jadi ikut populer nih saya, msk blognya ito.Jd ingat lagi tentang angkola sipirok. Hari ini saya dpt e-mail dr milis parsipirok ktnya Ito cucu Opung Parningotan Siregar (yg sdh almarhum).Nanti saya sampaikan cerita pagi ini ke milis ya (minta izin) utk revisi. Saya lahir di Bungabondar, tp SD – SMA di Sidimpuan.Namun msh sering ke Bungbondar (yg pasti akan lewat Sibadoar, dan lihat Gajah Putih). Setelah tinggal di luar Tapsel, Insya Allah setiap thn saya usahakan plg kesana. Cuma stlah ada 2 pasukan di rmah (bayo & boru regar) jd berat jg kesana. Meski low cost airlines mkn banyak, ttp saja hrs “khusus menyisihkan” dana. belum lagi perjuangan Medan – Sipirok. Jalanya mkn rusak.Pernah suatu kali (2thn lalu) plg tugas kantor dr pkbaru nekat ke sidimpuan (lwt pasir pangaraian), tp ternyata medannya jg berat.Terima kasih atas kisahnya ito. Kayaknya saya menjadi pembaca dan menunggu blognya, meski cuma di kantor (krn lebih cpt dan yg pasti gratis hee..hee). Salam dan sehat selalu ito.

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s