Hari Batak…

Kita biasanya kan mendengar ada hari ulang tahun, hari Kartini, hari ibu atau di negeri sono disebut sebagai Mother’s Day.  Naaahhh hari ini buat Tati adalah HARI BATAK..  Karena Tati seharian ini berurusannya dengan orang Batak melulu…  Hahahaha… Kok bisa…?

Ceritanya, Tati hari ini lagi pengen masuk ke cangkang..  Gak pengen keluar rumah, malas ngapa2in…  Jadi seharian ya di rumah, kalo gak mau disebut di kamar doank kecuali ke kamar mandi, atau ke ruang depan karena ada yang ngetuk pintu..  Hehehe..

Di kamar seharian ngapain…?  Kok betah…  Ya di depan laptop lah yaaa…  Fisik bisa gak kemana2.., tapi pikiran teteup melanglang buana…  Terbang ke dunia luassss….  Hehehe…

Pagi2, Tati chatting conference bertiga dengan bang Rio, abang Tati atu2nya, dan David, adik laki2 Tati juga atu2nya..  Mereka sebagaimana juga Tati bermarga siregar, artinya Tati berurusan dengan orang Batak..

Tati sempat juga sebentar ngobrol di facebook dengan jeung yang ini…  Lalu siangan dikit Tati dapat 2 notification di Facebook.   Notification untuk di-add sebagai friend.  Ternyata kedua2nya juga orang  Batak : satu dari ibu ini dan satu dari si bapak ini…  Keduanya adalah anggota milis Saroha, milisnya orang-orang Tapanuli Selatan..  Tati juga terdaftar jadi anggota milis itu, cuma lebih milih jadi penonton para Bataks ngobrol by milis..  Ngobrol yang seru dan hueeebbbbohhhh…, sampai bikin keder Tati buat ikutan masuk gelanggang…  Karena kalo mau ikutan mesti kuat nyali, kuat otak dan kuat mental…  Hehehe…

Si ibu yang ini dimata Tati adalah tipikal orang dengan pribadi petasan renceng…  Tulisan-tulisannya di milis persis kayak petasan renceng yang kalo meledak, dasyat, bererot-rerot,  gak putus-putus…  Hehehe..  Tapi ada 2 tulisannya yang di muat di blog ini tentang ramadhan dan hidangan lebaran di Sipirok yang sangat bagus  dan dijamin memikat hati orang2 yang tahu persis tentang kehidupan di kampung Tati tersebut…  I love those posts, Eda…!!!

Tati sempat ngobrol sama si ibu ini tentang milis Saroha yang benar-benar merefleksikan sifat orang Batak, “ngomongnya kencang  dan sulit buat mengalah pada saat berbicara…” Gubrak aja deh pokoknya… Huahahaha…  Kedua sifat yang membuat orang Batak cenderung terlihat rude alias kasar..  Padahak kalo udah tau, hati orang Batak itu selembut salju..  Wakakak…   Kedua sifat yang menjadi streotype ini pula yang membuat “Tati Muda” lebih senang menyembunyikan Kebatakan-nya, dan gak mau berlama-lama kongkow2 dengan sesama Batak..  Hehehe..

Tapi sejalan dengan kedewasaan berpikir dan perjalanan hidup… Tati bisa melihat menjadi Batak tidak lah memalukan..  Gak ada bedanya dengan suku-suku lain di muka bumi ini..  Bahkan orang tua dari suku Batak terkenal sebagai orang tua yang bekerja keras untuk memberi anak-anaknya kesempatan meraih pendidikan setinggi-tingginya..

Jangan heran kalo  teman-teman pergi ke Pajak Pringgan (sebuah pasar di Medan) trus ngeliat inang2 (ibu2) berjualan tomat, yang jauh dari keren bahkan cenderung lusuh.., tapi kalo ditanya anaknya dimana, dia bisa bilang dengan suara penuh bangga dan mata berbinar-binar  “Anakku yang paling besar kuliah di ITB, anakku yang nomor 2 di UI dan sebaginya dan sebagainya”.  Itu yang di Medan.. Coba kalo kita pergi ke daerah-daerah di Sumatera Utara, kita akan menemukan hal yang sama.  Ada banyak Amang2 (bapak2) dan Inang2 yang jauh dari keren, dengan baju seadanya, telapak kaki yang pecah2 karena kerja di sawah,  tangan yang kasar, kulit yang legam karena selalu mandi cahaya matahari, mengunyah sugi (tembakau) pula.  Tapi kalo ditanya anaknya dimana, dia akan menjawab dengan kebanggaan yang luar biasa “Si Ucok kita kuliah di IPB, si Butet kita sudah tahun kesekian di UI.”  What great parents…!!!!   Mereka mengorbankan dirinya demi masa depan yang lebih baik bagi anak dan keturunannya… Salah satu kejadian yang menyentuh hati sehingga membuat Tati merasa semakin wajib menghargai leluhur Tati yang asli Batak dari empat penjuru, pernah Tati tulis di sini

Gak lama, si bapak  yang ini ninggalin comment di “wall” Tati di facebook..  ternyata beliau yag saat ini bekerja dan menetap di Riyadh adalah teman seangkatan Tati di IPB.  Angkatan 23 alias 1986 tapi beda Kelompok. Dia Kelompok 10, Tati Kelompok 5.   Tapi sumpeee sampai saat menulis ini Tati masih belum bisa mengingat sosoknya di masa kuliah yang lebih dari 20 tahun yang lalu itu…  Meski begitu, perasaan seangkatan di sekolah yang sama membuat  kita langsung nyambung…   Kita lalu chit chat di Facebook…

Gak lama Tati ngeliat di friend list si ibu ini ada nama si bapak yang ini..  Bapak ini adalah pemilik blog Toba Dreams yang pernah me-reposting tulisan Tati yang berjudul “Batak Berekor atau Berbelalai..?” .  Tati lalu meng-add friend nama beliau..  Gak lama Tati dapat notification dari beliau…  Kita lalu ngbrol di Facebook..  Obrolan yang ringan tapi inspiring… Karena beliau selalu mendorong orang-orang di sekitarnya untuk membuang rasa inferior yang sering kali hadir di diri akibat pola didikan kuno tinggalan penjajahan.. Beliau selalu bilang “Batak Keren”.  Kalo sekilas orang bisa melihatnya sebagai suatu sikap arogansi.., tapi sama sekali enggak.. Itu adalah suatu upaya membuang rasa inferior, membangkitkan rasa percaya diri..  Karena sebenarnya setiap pribadi, termasuk orang-orang Batak, telah diberi “kelebihan” yang membuatnya setara dengan manusia lainnya di muka bumi ini…  Lalu…, sikap dan tingkah lakunya lah yang membuat statusnya bergeser..  Bisa menjadi manusia yang lebih baik, atau sebaliknya…

Percakapan kami terhenti karena listrik di rumah Tati mati, modem gak bisa nyala, line internet jadi putus…

So…, coba lihat dari pagi sampai sore Tati berkomunikasinya sama orang Batak semua kecuali  jeung yang ini..  Topik yang dibahas juga tentang orang Batak..  Wajar doonk kalo hari ini Tati anggap sebagai adalah Hari Batak…***

Kejutan Di Pagi Hari..

Pagi ini… sekitar jam 8-an Dasdo, anak keluarga Ronald Purba tetangga di depan rumah, datang mengantarkan oleh2 dari keluarganya yang baru datang dari Pematang Siantar.. Oleh-oleh apa…?  ROTI GANDA….!!!

Apa itu ROTI GANDA?

Ganda adalah nama sebuah toko roti terkenal dan udah lama banget berdiri di kota Pematang Siantar.  Roti produk andalan toko ini adalah roti bantal (loaf bread) yang dimakan dengan selai serikaya.  Apa siyy istimewanya? Rotinya empukkkkkkk….  Serikaya-nya legit….

Buat keluarga kami, roti ini sangat istimewa.. Kenapa? Karena saat Opung kami masih ada, setiap melintasi Pematang Siantar baik dalam perjalanan dari Medan ke Sipirok dalam rangka pulang kampung atau sebaliknya, Opung selalu mengajak kami untuk singgah di toko yang berlokasi di Jl. Sutomo Pematang Siantar.

Kenapa Opung doyan banget dengan roti dari toko ini…?   Cerita Opung siyy.. toko ini udah ada sejak zaman bahuela..  Saat Opung menetap di Pematang Siantar sekitar tahun 1928 – 1935-an, menemani Opung Godang yang ditugaskan menjadi guru di kota tersebut.. Hmmmm  udah berapa generasi ya toko itu berdiri?  Yang jelas saat ini toko itu punya banyak varian roti yang dijual..  Bahkan sekarang serikaya bukan satu-satunya teman roti bantal produksi mereka, ada juga mentega plus gula yang biasanya digunakan buat memoles kue tart.  Tapi buat tati dan keluarga, serikaya tetap lebih enak.. Lebih pas…  Enggak terlalu manis..

So, pagi minggu ini Tati lewatkan dengan bersantai sambil menikmati Roti Ganda…? Ada yang mau…?  Hehehe…

Hmmmm….

Hmmmm…  Really don’t know what to say… Sometimes, even you are growing old, you need someone to chit chat about unspecial topics or may be a silly topic, just like  we were teens..   Sometimes we need a friend to talk to feel that we are not alone., that we still have somebody, friends or family to share our feelings, our sadness, our happiness…

When we talked about silly topic, then our beloved person said “think clearly when you’re gonna make decision” and then he said “bye” to close conversation… We are gonna feel abandoned… Very abandoned…  Hmmmmm……. It hurts…   No, no… I won’t cry…  Even teardrops will make us feel easier, but it won’t solve the problem…  I won’t yell…  Because it will make me looked insane…

Hmmm…. What should I do…? I remember the quotation that said “Take the power to make your life happy, no one else can do it for you..”  So, I have to set my feeling… I have to turn my happiness key…  It’s not easy.. Really-really not easy… It’s hard…!!!

All I can do is laying my body on my bed, try to sleep in darkness… Thinking good things that ever happened and gonna happen to my life… Think about how blessed I am..  Hmmmmm…..

I hope I will wake up with smile on my lips…., with grateful feeling in my heart…

Liburan Heboh… (1)

Tati nemu sebuah pic lama.  Photo Tati dengan keempat makhluk di muka bumi yang awalnya memanggil dakyu dengan panggilan Te-A-Te-I, TATI…  Keempat makhluk di photo ini dari kiri ke kanan adalah Olan, Bang Parlin, Ira dan Bang Nanda.  Kalo gak salah pic ini dibuat di rumah dek Abby dan Tante Dine di Bandung, saat kakak Tati, kak Lintje, dan keluarga berlibur ke Bandung dan Yogya tahun 2000. Hmmmm  udah 8 tahun yang lalu yaa..   Saat itu baru usai pertandingan sepak bola apa gitu, Tati gak ingat secara Tati gak penggemar bola.  Lihat aja banner yang diusung anak-anak..

Liburan ini adalah liburan yang hueeebbbohhhh, amat hueeebbbooohhhh….  Pokoknya bikin Tati mabok alang kepalang…  Kenapa emangnya…?

Ceritanya saat itu Tati udah hampir setahun menetap di Yogya buat ambil post graduate di Penginderaan Jauh UGM.  Bang Parlin juga udah setahunan menetap di Bandung karena kuliah di Arsitektur Parahyangan.  Saat itu Tati baru selesai ujian semester 2  dan siap-siap buat KKL.  Bang Parlin sedang ujian semester 2 dan lagi ngambil semester pendek.  Karena kami gak pulang ke Pekanbaru, sementara Bang Nanda, Olan dan Ira libur kenaikan kelas, maka kak Lintje membawa keluarganya liburan ke Pulau Jawa.

Biar seru dan supaya mudah kemana-mana, rombongan pergi melalui jalan darat alias bawa mobil.  Buat lebih aman dan nyaman, kak Lintje menggunakan mobil rental lengkap dengan supirnya.  Tapi ternyata si supir belum pernah bawa mobil ke Jawa… Doski gak ngerti jalan-jalan di Jakarta.  Anggota rombongan..? Podo ae..  Kak Lintje zaman itu kalo ke Jakarta dan mau kemana-mana mesti dianterin..  Kalo tugas ke Jakarta dan mau ke Bandung aja, Tati yang di Yogya harus ke Jakarta buat jemput lalu bawa ke Bandung.  Lalu kalo mau pulang, diantar lagi sampe ke Cengkareng, baru Tati pulang ke Yogya…  Repot khan…?  Tapi Tati enggak merasa kebeban tuh..  rasanya asyik2 aja..  Kalo sekarang sihhh, setelah keempat anak-anak sekolah di Jakarta dan Bandung, kak Lintje jadi gape keliaran di Jakarta dan Bandung, asal gak ke daerah pelosok2 ya..   Pokoknya kalo di Jakarta untuk seputaran Menteng, Sudirman-Thamrin, Kuningan.. Aman lah..  Atau kalo di Bandung, seputaran Dago, Cimbeleuit-Cihampelas, Cipaganti, gak masalah…  Hehehe..

Nah, karena supir gak ngerti jalan, kak Lintje jauh2 hari udah pesan supaya Tati jemput mereka di jakarta..  So, dua hari sebelum mereka nyampe di Jakarta, Tati udah berangkat dari Yogya.  Tati waktu itu nginap di rumah kakaknya Mama di Cempaka Putih, tapi mana kak Lintje tau jalan ke Cempaka Putih, apalagi supirnya…  Tati lalu minta kak Lintje nunjukin si supir jalan ke arah Plaza Indonesia, khan rasanya gak susah lah yaa buat nemuin Plaza Indonesia alias Sogo.  Tinggal belok kiri di Semanggi saat mereka  jalan di Gatot Subroto setelah keluar dari Tol Kebun Jeruk.  Tati bilang kalo mereka udah sampai di Semanggi telpon aja, Tati akan keluar dari Plaza Indonesia dan nunggu di depannya.  Ternyata oh ternyata, si supir salah ambil jalur saat di Semanggi, sehingga mereka gak bisa belok ke Sudirman arah Thamrin..  Terpaksa perintah berikutnya keluar…  Berhenti segera di kiri.. Lalu lihat nama bangunan di situ, Tati yang akan menyusul ke lokasi mereka berhenti…  Mereka ternyata berhentinya di depan RS. Tebet…  Jauh banget ya dari Semanggi.  Tati lalu nyusul naik taxi..  Kebayang gak siyy…? Yang satu dari Yogya, yang satu dari Pekanbaru ketemunya di trotoar depan RS. Tebet.. ? Edaaannnn…. !!! Hehehe…

Begitu ketemu, ternyata anak2 udah pada kelaparan…  Jadi sebelum ke Bandung pengennya pada makan dulu..  Karena anak2 saat itu masih kecil2, dan seleranya cuma satu : fried chicken.., terpaksalah kita nyari outlet fried chicken kesukaan anak2 dulu, baru melanjutkan perjalanan ke Bandung.

Kita lalu ke Bandung lewat jalur Puncak, karena anak-anak gak mau lewat jalur Purwakarta.  Untungnya Tati waktu tinggal di Jakarta doyan banget bulak balik Jakarta-Bandung, jadi gak asing dengan ketiga jalur Jakarta-Bandung : Puncak, Purwakarta, Subang.  Sampai di Bandung kita nginap di Hotel Geulis di Dago dengan pertimbangan dekat kemana-mana, trus hotelnya gak terlalu besar dan nyaman pulaa…  Gak lama setelah kita nyampe, bang Parlin datang…  Kita lalu pergi makan malam sekaligus ngerayain ultah bang Parlin, yang jatuh beberapa hari sebelumnya..  Besoknya…  seharian bawa pasukan berburu di FO-FO yang bertebar di Dago, Jl. Riau dan beberapa jalan lainnya..  Juga belanja-belanja keperluan bang Parlin si anak kost..  Enggak tau siapa yang punya ide edan, malam itu juga setelah magrib rombongan berangkat ke Yogya…  Tapi bang Parlin enggak ikut karena besoknya harus ujian…

Pergilah Ke Mana Hati Membawamu…

Dan kelak, di saat begitu banyak jalan terbentang di hadapanmu dan kau tak tahu jalan mana yang harus diambil, jangan lah memilihnya dengan asal saja, tetapi duduklah dan tunggulah sesaat.  Tariklah nafas dalam-dalam, dengan penuh kepercayaan, seperti saat kau bernapas di hari pertamamu di dunia ini.  Jangan biarkan apa pun mengalihkan perhatianmu, tunggulah dan tunggulah lebih lama lagi.  Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarkan hatimu.  Lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah, dan pergilah ke mana hati membawamu.

Kalimat-kalimat itu tertulis di paragraf terakhir buku Pergilah Ke Mana Hati Membawamu. Buku ini adalah terjemahan dari buku berbahasa Itali yang ditulis oleh Susanna Tamaro dengan judul asli Va’ Dove Ti Porta Il Cuore.   Buku ini dipulikasikan pertama kali tahun 1994,  Dan saat ini, selain telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, buku ini juga diterjemahkan ke berbagai bahasa lainnya..

Dan Tati menemukan buku ini di sebuah rak buku sastra di toko buku Gramedia Pekanbaru tanggal 20 April tahun 2005.  Lama banget ya baru selesai dibaca…  Iya, udah beberapa tahun terakhir Tati suka baca buku gak langsung selesai..  Jadi suka baca, terhenti, trus entah kapan dilanjut lagi….  Akibatnya di samping tempat tidur tuh banyak buku, yang udah pada mulai dibaca tapi belum selesai..

Kenapa Tati agak seret membacanya..? Hmmmm.. sejujurnya buku ini membawa Tati ke dalam keheningan,  yang buat Tati sering kali membuat diri menjadi mellow…  Kok bisa begitu?  karena buku ini adalah confession dari seorang nenek yang ditinggalkan cucunya entah kemana..  Si nenek merasa waktunya semakin pendek, sementara begitu banyak hal yang belum sempat mereka bicarakan, terutama hal-hal yang dirahasiakan bertahun-tahun dalam keluarga tersebut..

Rasa kesepian si nenek, pengakuan atas kejadian2 di masa lalu serta setting cerita saat winter bisa menggigit jiwa pembacanya..  Membawa si pembaca ke dalam kesedihan, kepedihan dan kesunyian yang dalam…  Makanya kalo Tatinya juga lagi mellow, Tati gak mau menyentuh buku itu…

Tapi buku ini sebenarnya berisi tentang kebijaksanaan seorang perempuan tua yang terbentuk dari perjalanan hidupnya yang pajang, yang mungkin bisa kita ambil hikmahnya sebagai pelajaran dalam menjalani hidup..  Dengan inti pelajaran : PERGILAH KE MANA HATI MEMBAWAMU…  Dengarkan lah hati nuranimu.

Selalu Dijaga… (2)

Aku tahu dan semakin tahu ENGKAU tak pernah meninggalkan daku sedetik pun..  ENGKAU selalu menjagaku, bahkan di saat-saat aku tak lagi berdaya untuk menjaga diriku.  Bahkan ENGKAU membuka mataku untuk melihat segala sesuatu dengan lebih jelas…  ENGKAU memberiku kekuatan dan ketegaran hati untuk meninggalkan sesuatu yang begitu kunanti, namun ternyata tidak sesuai dengan jalan MU.  ENGKAU bahkan menunjukkan suatu jalan yang insya Alloh lebih baik, sebagai pengobat hati yang luka, sebagai penguat hati.  ENGKAU bahkan tidak membiarkan aku jatuh dalam jurang kenistaan atas kesalahan-kesalahanku, atas ketidakmampuanku…..

Bukakan lah mata hatiku agar selalu melihat uluran tangan MU…  Bukakan lah hatiku agar semakin tunduk dan pasrah pada Mu, wahai ROBB-ku, Pemilik diriku.  Agar aku menyerahkan segala kehidupanku pada MU, hanya pada MU, dalam setiap langkah dan setiap waktu yang ENGKAU anugrahkan pada ku..  Agar aku hanya menyebut SATU NAMA di saat akhirku, ALLOH…

CAHAYA HATI

Alloh Engkau Dekat
Penuh Kasih Sayang
Takkan Pernah Engkau Biarkan
HambaMU Menangis

Karna KemurahanMU
Karena Kasih SayangMu

Hanya Bila DiriMu
Ingin Nyatakan Cinta
Pada Jiwa-jiwa
Yang Rela Dia Kekasihmu

Kau yang Slalu Terjaga
yang Memberi segala

Alloh Rohman, Alloh Rohim
Allohu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi
Alloh Rohman, Alloh Rohim
Allohu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi

Disetiap Nafas Disegala Waktu
Semua Bersujud Memuji Memuja AsmaMu

Kau yang slalu Terjaga
Yang Memberi Segala…

Alloh Rohman, Alloh Rohim
Allohu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi
Alloh Rohman, Alloh Rohim
Allohu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi

Setiap Makhluk Bergantung PadaMu
dan Bersujud Semesta UntukMu
Setiap Wajah Mendamba CintaMu Cahyamu

Alloh Rohman, Alloh Rohim
Allohu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi
Alloh Rohman, Alloh Rohim
Allohu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi

Ya Alloh Ya Romah Ya Alloh 3x
Ya… Alloh

By : Opick

Selalu Dijaga…

Pagi ini,  setelah melihat sesuatu, Tati sekali lagi bisa melihat dan merasakan betapa Alloh menjaga Tati dengan luar biasa..  Di setiap langkah.. Di setiap waktu… Perasaan itu membuat airmata  Tati mengalir saat Tati bersujud di subuh hari ini…

Alhamdulillahi Rabbilalamin…

Alloh selalu menjaga diri kita dengan cara yang tak terbatas, yang bahkan tak pernah terpikirkan oleh kita..  Alloh bahkan mempersiapkan sesuatu yang acap kali membuat kita tidak mengerti “ada apa” tapi akhirnya kita akan mengerti bahwa itu adalah cara Alloh menjaga diri kita di saat kita tidak lagi mampu menjaga diri kita…

Subhanallah…

Resolusi Ulang Tahun…

Saat ultah beberapa hari yang lalu, Tati ngobrol dengan Papa..  Papa bilang, gak terasa kalo usia Tati udah genap 41 tahun..  Masa siyy Pa, Gak terasa…? Hehehe..  Tapi yang pasti keliatan lah yaa, dari bayi merah trus sekarang jadi makhluk bongsor segede baba, gini…  Hehehe..

Tapi Papa tuh wanti-wanti banget supaya Tati merubah kebiasaan Tati yang malas banget olahraga..

Entah kenapa Tati beberapa tahun terakhir suka merasa berat buat kegiatan yang satu ini..    Bawaannya setelah pulang kantor plus kegiatan-kegiatan lain, merasa capek banget… Pengenya leyeh-leyeh ajaa..    Alasan deh… Padahal kalo niat kan bisa ajah….  Emang dasar pemalas…!!!

Padahal sejak usia 3 tahun sampai dengan SMA Tati tuh selalu naik sepeda kemana-mana, belum lagi main badminton.  Trus sejak kuliah di Bogor Tati tuh hobby banget jalan kaki pagi atau sore hari…  Jadi meski bongsor, Tati tuh lincah banget kayak bola bekel…  Setelah pulang  sekolah dari Yogya tahun 2001 akhir,  Tati masih rajin jalan sore di halaman belakang kediaman Gubernur Riau yang waktu itu memang dibuka buat umum berolahraga sore hari. Tapi kemudian ditutup, Tati jadi malas mau jalan.. Pernah juga Tati nyoba kembali main tennis, tapi terhenti karena “sepak” (bahasa Melayu : sebel banget) ngeliat orang-orang yang biasa main di lapangan tersebut ikutan main saat Tati latihan dengan coach.  Padahal untuk jam tersebut kita bayar lapangan, bayar coach…

Dua hari yang lalu itu Papa bilang, “Kamu mesti olahraga lagi, Nang..  Meski yang ringan-ringan ajah..  Tiap pagi jam 05-an, kamu jogging aja bulak-balik di jalanan depan rumah.  Tapi harus tiap pagi, ya.  Yang penting itu, rutin.  Janji ya, sama Papa.  Papa ingin lihat kamu tetap sehat dan panjang umur…”

So.., tadi pagi setelah sholat subuh Tati langsung pake training dan sepatu keds…  Lalu mulai jalan kaki di depan rumah bulak balik, sampai jam menunjukkan waktu nyaris jam 06-an, dan tubuh juga udah keringatan…  Setelahnya, sebelum beres-beres buat pergi kerja, Tati menikmati segelas susuk kedelai.. Hmmmmmm, rasanya badan memang lebih segar..

I promise to change my bad habbit, Pa…  This is my 41 birthday resolution “I PROMISE TO DO JOGGING EVERYDAY  (except it’s rain…!!! hehehe).  Because I want to keep healthy so I can enjoy my life, so I can do many things to be a better person…  I PROMISE YOU, PA…!!”

Laskar Pelangi..

Tati belum sempat nonton film Laskar Pelangi…  Tapi saat mendengar soundtrack-nya yang dibuat dan dinyanyiin Nidji, Tati senang banget ama liriknya…  Sederhana namun dalam maknanya…  Mengingatkan agar tetap menjaga harap dan asa, tetap bersemangat dan selalu bersyukur

 

LASKAR PELANGI

mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
telah hilang
berlarilah tanpa lelah sampai engkau
meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
warnai bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada Yang Kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau hidup kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi
takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

menarilah dan terus tertawa
walau dunia takseindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

I’m 41 Today…

Hari ini 11 Oktober 2008, usia tati genap 41 tahun…  Busseettt daaahh, udah tua ya…  Tapi kok rasanya masih belum cukup bijak dalam menghadapi kehidupan..  Kok iman masih turun naik…?  Entah lah… Sedih juga kalo-kalo diingat hal-hal buruk yang pernah terjadi…

Hmmmmm, Tati harus optimist menghadapi masa depan..  Semoga hari ini dan hari-hari ke depan membawa kebahagiaan… Semoga hari-hari ke depan akan membawa Tati dan keluarga menjadi lebih dekat dengan Alloh, Pemilik Semesta…

Ini ada beberapa pics jadul saat merayakan ulang tahun di masa kanak-kanak dan masa remaja…

Saat ultah ke-5. Diarayakan di sekolah TK Pertiwi Provinsi Riau, di Jl. Siberut Pekanbaru. Sekolah ini jadi sekolah keluarga kita, karena keempat ponakan Tati yang lahir dan besar di Pekanbaru juga sekolah TK di sini... Yang lagi baca puisi adalah Devit Putra Arda, teman sekelas di TK dan juga di SD yang pinter baca puisi...

Bersama almarhum Ibu saat merayakan Ultah ke-9, di rumah Jl. Kundur Pekanbaru...

Juga bersama Almarhum Ibu saat merayakan ultah ke 14. Dirayakan di rumah Jl. Durian Pekanbaru.. Ternyata itu sudah 27 tahun yang lalu yaaa...

Bersama Syahida (baju warna2) dan Farida (rok hitam), dua sahabat sejak belia, di ultah ke 18. Syahida pagi ini nelpon ngucapin selamat ultah.. Masihh ingat juga dia sama ultah Tati... Thanks, ya bu...

Buat keluarga dan sahabat yang telah mengisi hari-hari Tati, yang selalu bersama Tati dan selalu mendoakan Tati…  Terima kasih ya… Cuma itu yang bisa dikatakan buat segala cinta dan kebaikan yang telah diberikan.. 

I love you all…

Me, The Libra…

Besok, I’m gonna be completly 41…  Huhuhuhu… Udah tua….  Menurut rasi bintang versi jadul (katanya sekarang kan ada versi baru, zodiac jadi ada 13 dengan waktu yang gak fix..) Tati tergolong berzodiac LIBRA, dengan lambang timbangan (scale).

Kata siyyy Libra itu punya karakter begini

You believe in compromise, cooperation as you are ruled by “Venus”,which makes you a good diplomat. You love beauty and refinement. You do not like to get your hands dirty and usually avoid any field that may require this. Charming and companionable, you operate best in a partnership. You generally marry young and sometimes often. You are social, gracious, gregarious, and you love to entertain and have a good time. Peace and harmony are important to you, and you can go to great lengths to achieve them.

You respond to encouragement and appreciation, and you have a deep hunger for sharing experiences and self-realization with others. This makes you emotionally overeager; you may be prone to dictating the course of all your relationships. You are insistent and you can even be petulant. You are generous with your time and service; you want to serve people, but you have trouble understanding their feelings. You want what you want and just the way you want it. You don’t value knowledge for its own sake, but you seek it in order to use and apply it. Your memory is excellent. You analyze and criticize all sense impressions with care. This is not the most sexual position for the Moon. You have a fondness for science and/or the occult. You can be clairvoyant or psychometric, and you have great intuitive abilities if you choose to develop them. You can be temperamental at times. You prefer to earn everything by your mental ability and your fertile imagination. Despite the Virgo tendency to be picky and argumentative, you appear quiet, shy and unpretentious. Although you are basically proper and conservative, your religious inclinations surface in a broad-minded way.

You are calm, optimistic, cheerful and artistic, and you have a steady viewpoint that gives you a good perception of values. You handle people well, and you have a magnetic charm that appeals to children and animals. You are refined, charming and social. This aspect is often found in the charts of military people.

You are magnetic, proud, earthy and well coordinated. A good organizer and reasoner, you want success and are willing to work for it. Because you are so practical, you rarely operate on impulse; thus you can function well in business. Self-control and self-discipline are your keywords. This often brings admiration rather than love from the opposite sex. There may be a separation from a parent, usually the father, and if Mars is afflicted, there is some danger of broken bones. Strong and persistent sexually, you must learn to develop humor, humility and warmth.

Dan begini

Para libra sangat menawan, sulit ditebak, dan memiliki inteligensi yang tinggi; mereka dapat bekerja sama dan adil, namun penuh kebimbangan dan selalu mencari ketenangan batin. Mereka selalu khawatir pada hari ini dan selalu melakukan apapun juga untuk memenuhi kebutuhannya. Mereka suka bekerja sama daripada bekerja sendiri. Mereka haus akan pengetahuan dan memiliki minat yang besar pada bidang kehumasan dan kejiwaan. Mereka selau tampil sebagai pembawa damai dan jarang mudah marah, namun apabila marah, mereka dapat membuat orang di sekitarnya gemetar ketakutan. Cita rasa Libra klasik dan mereka menyukai kombinasi antara kesederhanaan dan kesempurnaan. Keragu-raguan mereka adalah langkah mundur terbesar bagi mereka. Tidak hanya membuat mereka kehilangan kesempatan tetapi juga membuat mereka yang berhubungan dengan Libra menjadi bingung. Mereka memiliki keinginan yang besar untuk menjaga segala sesuatunya tetap harmonis dan bersedia berkorban untuk mendapatkannya. Mereka mempunyai jiwa seni, keindahan, dan rencana. Ini semua membantu Libra dalam mencapai apa yang telah mereka tetapkan. Dalam menyelesaikan tugasnya, Libra selalu berhasil berkompromi dan membujuk orang lain untuk melakukan perbuatan sesuai dengan kehendaknya.

Yang dikatakan dalam kutipan itu ada yang benar, tapi ada juga yang enggak…  Yang pasti, Tati adalah sosok pribadi yang unik, karena menuruni sifat-sifat dari generasi sebelumnya, yang kemudian melalui gemblengan kehidupan selama 41 tahun…

An Earlier Birthday Wish…

Pagi ini, jam 7-an telpon Tati berdering… Di layar terlihat nomor yang gak Tati kenal..  Tapi, as usual, Tati tetap aja terima itu telpon…  Ternyata dari Bang Rio, my only older brother.  Nomor baru lagi dia…  Bang Rio lagi di Medan, lagi sarapan sambil ngobrol dengan Mama, si ibunda Ratu.

Bang Rio (BR) : ‘Ndha, selamat ulang tahun ya…  Berapa tahun niyy? 41 ya..?

Tati (TT) : Ihhh si abang ngaco.  Ndha ultahnya besokkkk…  Tanggal 11.

BR : Lho hari ini kan tanggal 11.. Mama pagi2 udah ngingatin kita kalo ‘Ndha ultah hari ini..

TT : Salah ya salah.. Hari ini masih tanggal 10..

BR : Tapi gak apa-apa kan ngucapin sekarang.  Semoga kamu panjang umur, punya kehidupan yang semakin baik, karir yang cemerlang…

TT : Hahahaha… Amin.

BR : Nihhhhh, ibunda Ratu mau bicara..

Mama : Salah tanggal ya Nang (panggilan sayang anak perempuan orang Batak, berasal dari kata Inang, yang artinya ibu)? Mama pikir hari ini udah tanggal 11, makanya Mama bilang sama abang supaya telpon Sondha.

TT : Tanggal 11 tuh besok, Ma…  Tapi gak apa-apa kok kalo doanya dipercepat.. Hehehe..

Mama : Mama sengaja suruh abang telpon Sondha jam 7 pagi, karena Sondha tuh lahirnya jam 7 pagi.  Sondha lahirnya anteng banget gak pake ditungguin siapa2.  Suster lagi repot ganti shift, Sondha-nya lahir begitu aja.. Pas suster datang, Sondha udah di luar..  Anak yang baik, gak nyusahin Mama…

TT : Amin.. Mudah-mudahan ‘Ndha selalu begitu ya Ma. Ngomong-ngomong, ‘Ndha udah tua ya Ma.. Udah 41..

Mama : Hmmm, siapa bilang  udah tua.. Mama aja yang udah mau 63 masih tenang-tenang aja..  Yang penting Sondha hidup bahagia..

TT : Iya, Ma.  ‘Ndha juga pengennya Mama sehat-sehat, jadi bisa nemenin ‘Ndha terus…

Mama : Amin.  Mudah-mudahan ya..  Udah dimana, Nang? Udah mau ke kantor ya..

TT : Baru mau beres-beres, Ma..  Papa mana, Ma?

Mama : Papa lagi duduk-duduk di depan.  Ya udah beres-beres buat pergi kerja gih…

TT : Ok, Mam.

Mama  : Hai gadis, bagi kissnya doonnkkk….

TT : Hhhhhhhhmmmmmmmmmmmmmmmmmmmuuaaaaaacccchhhhh.  Daa, Mama…

Telpon beralih ke tangan Bang Rio, lalu kita ngobrol..

TT : Bang adalah “begini begini begini”… Tapi Sondha gak mau membicarakannya secara terbuka dulu dengan keluarga sebelum semuanya fix..

BR : Ndha, satu pesan abang..  Kamu Libra kan…? Kamu selalu hidup dengan penuh pertimbangan..  Betul logika gak boleh ditinggalkan, tapi enggak selamanya hidup itu begitu.  Pertimbangan itu tetap harus ada, tapi jangan akhirnya membuat kamu terlambat mengambil keputusan dan kehilangan kesempatan.  Ok?

TT : Ya..  Ndha akan ingat itu..

BR : Percaya bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini adalah BAIK.

TT : Ok. Tq ya…

BR : Ok, Bye….

Tati Pengecut..?

Suatu malam beberapa hari yang lalu…

Kriiiiiing… kriiiingggg…. Telpon Tati berdering.  Di layar HP terlihat tulisan “Bang Samiun”.  Bang Samiun masih kerabat dekat Tati, bahkan pernah tinggal di rumah Papa dan Mama saat Papa masih tugas di Banda Aceh…  Tati lalu mengangkat telpon, tapi yang terdengar bukan suara Bang Samiun, tapi suara “Oom Jeger”  masih kerabat Tati juga.  Oom Jeger pernah menjadi pejabat penegak hukum di negeri seribu satu malam, tapi sekarang sudah tidak lagi…

Oom Jeger (OJ) : Sondha, coba kau telpon dulu Boss mu, bilang aku mau ketemu sama dia.

Tati (Tt) : Lho… Ada masalah apa, oom?  Oom mau ngapain?

OJ : Aku mau bersilaturahmi dengan dia.

Tt : Ya, oom datang aja lah langsung ke rumahnya.  Oom tau kan alamatnya.  Saya sungkan kalo nelpon atasan saya buat  ngasi tau oom saya mau datang.  Ada urusan apa? Siapa lah kita ini…  Saya gak ikutan aahhh… Oom langsung datang aja.. Jangan pake suruh saya yang ngetuk pintu duluan…

OJ : ini, ada urusan si Samiun.  Dia minta saya nemanin dia menghadap Boss-mu itu.  Kau bicara sajalah sama si Samiun ini…

Tt, sesaat setelah telpon diberikan OJ pada Bang Samiun (BS) : Ada apa bang?

BS : Aku mau ketemu Boss-mu.

T : Mau ngapain…?

BS : Mau minta swaka politik, lagi pula ntar lagi orang bakal nyusun SOT (Struktur Organisasi dan Tatalaksana).  Jangan sampai kita gak masuk.  Susah nanti…

Sebagai informasi, di negeri antah berantah tempat Tati tinggal baru dilaksanakan pemilihan Tumenggung.  Saat kampanye si BS ini pro kepada calon Tumenggung yang ternyata tidak menang.  Pada saat itu dia dengan berani2nya telpon sana sini agar milih calon yang dia dukung..  Padahal sebagai pamong, seharusnya dia tidak boleh menunjukkan keberpihakan.  Pamong adalah abdi rakyat, pekerja professional yang mengabdi bagi kepentingan masyarakat jadi tidak boleh menunjukkan keberpihakan kepada seseorang atau golongan…  Siapa pun yang jadi tumenggung, kita harus bekerja dengan baik, dengan loyal, karena tumenggung itu adalah pilihan rakyat.  Itu aturan baku.  Prinsip  itu juga yang selalu didengung-dengungkan orang tua di kuping Tati saat mulai masuk ke dunia pamong.

Kebetulan Boss Tati saat ini adalah bagian dari keluarga dalam Tumenggung yang baru terpilih, yang sebenarnya juga Tumenggung lama.  Tati  kenal dengan Boss Tati sejak kecil, secara kita tumbuh dan besar di lingkungan yang sama di kota ini.  Orang tua kita juga berteman baik.  Bahkan istri si Boss, yang lahir dan besar di luar daerah ini, pernah sekantor dengan Tati, dan sejak saat itu kita menjadi teman baik.

Tapi saat ini posisi kami kan sudah tidak setara.. Dalam artian, si Boss saat ini adalah atasan Tati, sehingga ada aturan, ada tata krama..  Tapi sebenarnya tidak hanya sama Boss, sama siapa aja kita harus pake tata krama kok dalam bergaul.

T : Bang, langsung aja lah ke sana..  Kalo aku pake nelpon Boss-ku dulu buat ngasi tau dia bahwa abang dan Oom Jeger mau datang, emangnya kita ini siapa?  Kan yang punya kepentingan kita..

BS : Nanti kalo dia gak ada di rumah, kan repot.

T : Itu resiko orang yang mau namu.  Bisa yang punya rumah ada, bisa tidak…

BS : Kau mau tolong aku apa tidak ?

T : Kok ngomongnya gitu, bang?  Abang yang punya keperluan, tolong jangan libatkan hubunganku dengan atasanku.

BS : Kau takut ya sama dia?

T : Bukan takut bang, tapi segan, hormat.  Dia Boss-ku, atasanku.  Mana bisa sembarangan…  Ada aturan, ada tata krama.

BS : Dasar penakut kau, bodoh kau…!!

T : Apaaaa….? Apa hak abang bilang saya penakut dan bodoh? Apa karena saya gak mau ngikut maunya abang?

Bang Samiun lalu memutuskan telpon.

Dalam hati Tati berkata. “Bukannya kamu yang bodoh?  Berbuat tanpa berpikir panjang, lalu tidak berani menanggung resiko.   Berani mendukung suatu pihak, lalu ketika pihak yang didukung kalah, langsung berupaya ngambil muka ke pihak yang menang supaya tidak kehilangan kesempatan untuk memegang jabatan.  Itu namanya manusia gak punya prinsip”.  Kalau manusia kayak gini dibiarkan memegang posisi penting, bakal jadi apa….?  Dia gak pernah mikir orang lain, kecuali dirinya sendiri, kepentingannya sendiri… Kalo menurut Tati siyy orang yang kayak gini niyy yang namanya kampungan, norak…!!!!

Btw anyway busway… ini kan masih bulan Syawal..  Baru aja maaf2an kok udah marah dan ngata-ngatain orang lagi siyyy….?

Updated on October 11th 2008

Kemaren bang Samiun sms minta nomor telpon Boss Tati.  Ketika tidak Tati balas, dia nelpon.  Tati tidak angkat telponya.  Naahhhh, pagi ini bang Samiun mencoba menghubungi Tati dari nomor telepon yang gak Tati kenal…  Apa siyyy….  Kenapa selalu memaksakan keinginan pada orang lain, sementara di sisi lain tidak ada upaya untuk menghargai orang sebagaimana mestinya..  What a shallow person you are, bang Samiun…!!!

Go for Your Dream…

Beberapa hari yang lalu, adik Tati  (Papi David), dan istrinya (Mami Nana) dalam percakapan yang berbeda by phone mengatakan…  “Jangan batasin diri, kak… Kakak berhak untuk meraih dunia yang lebih luas..  Dunia yang sebenarnya selalu diimpikan..”

Dalam percakapan yang lain di minggu ini, Papi David bilang “Di dalam Kitab Suci dinyatakan Eva diciptakan dari rusuk Adam, kak.  Artinya pasangan hidup kita pastilah orang yang “setara” dengan kita.  Setara dalam keyakinan, dalam visi dan wawasan.  Dan somehow, pasangan kita adalah orang yang akan melengkapi kehidupan kita, membuat hidup kita menjadi lebih sempurna. Jadi harus yakin bahwa ada seseorang yang “setara” dengan kakak yang akan membuat kehidupan kakak menjadi lebih sempurna, yang akan membuat impian kita jadi nyata

Vita, sahabat Tati sejak masa muda, beberapa waktu yang lalu bilang, “Come on Sondha..  Go for your dream…

Lalu.., sahabat Tati, kak Vivi, saat kita ngobrol beberapa hari yang lalu bilang, “Udah saatnya kamu menikmati hidup kamu…  Raih impianmu.. Bukalah peluang untuk pergi ke dunia yang lebih luas seperti mimpi-mimpi kamu selama ini..

Sebelumnya, seorang kenalan menulis di email yang dikirmkannya ke Tati..  one thing in this life, IF U BELIEVED U WILL ACHIEVE”

Keluarga dan sahabat2ku, Thanks for the love you all give me, thanks for the support….!!!

Pics diambil dari sini

A Sunday with Friends…

Hari Minggu yang lalu, hari terakhir liburan, Tati isi dengan JJ alias jalan-jalan dengan dua orang tetangga yang udah kayak keluarga sendiri.. : Mama Chyntya dan Mama Naya, plus kedua putri mereka : Chyntya dan Naya, si anak lorong.  Kedua teman Tati ini sangat mensupport Tati mentally menghadapi saat-saat sulit beberapa waktu yang lalu.  Maksiyy ya ibu-ibu..

Saat ketemu di rumah Mama Chyntya minggu pagi, Naya udah bilang “Bou, ayolah kita ke KA..!!!”. KA itu bahasa Naya untuk menyebutkan Mall SKA, mall terbesar di Pekanbaru saat ini.  Entah mengapa Naya seneng banget ke KA.  Dan lucunya, dia ikut2an manggil Tati dengan sebutan Bou, ngikutin Chyntya dan abangnya Dasdo.  Mungkin karena dia merasa dia juga anak keluarga Purba, seperti yang selalu dia bilang ya…  “Naya kan boru Purba…” Hehehehe..

Saat udah di jalan dan ditanya mau ke mal mana, Naya justru mintanya ke Mall Ciputra, yang jaraknya paling jauh dari rumah kita.  Entah kenapa  Naya lagi doyan ke sana…  Senyumnya langsung mengembang begitu si Sparky bergerak meninggalkan lorong rumah kita…  Dan di sepanjang jalan dia gembira dan hebooohhhh banget…  Bahkan jatah susu yang disediakan buat pengantar tidur  dalam perjalanan pulang juga diembat… Hehehe..  Waktu Mamanya bilang, “Nanti gak ada lagi lho susunya..”.  Dia bilang “Enggak apa-apa…!!”  Hehehe… Urusan nanti ya nanti lah ya, nak…!!!

Di Mall Seraya kita muter2, tengok kiri dan kanan.. Biasalah rombongan emak-emak dan anak-anaknya..  Hehehe.. Mama Naya sempat beli baju yang lucu banget buat Naya…  Trus acara wajibnya ya makan2…  Jangan tanya gimana senengnya Chyntya dan Naya, si Mall Mania.. Lihat aja dari senyumnya…

Naya nyoba baju baru, yang dipikir bakal kegedean buat dia, ternyata pas lho…!!!

Naya dan Mama

Chnyta, Mama dan Naya

Morning Rain…

Pagi ini suara sayup-sayup adzan subuh didahului oleh hujan lebat dan angin yang berhembus… Tati lalu mematikan lampu-lampu, membuka jendela lebar-lebar, sehingga udara sejuk masuk dengan leluasa ke dalam rumah dan menghadirkan keheningan yang sejuk…

Hmmmmmm…  Hujan di awal hari selalu menghadirkan rasa tersendiri di dalam hati…  Ada sendu, tapi juga ada rasa hujan akan menghapus segala yang buruk yang telah terjadi dalam kehidupan, terutama di tiga minggu terakhir…

Semoga Alloh berkenan mengampuni Tati, semoga Alloh selalu menjaga Tati dalam setiap langkah di sepanjang hidup dan setelahnya…

Tapi…, hujan juga mendatang rasa ingin kembali naik ke tempat tidur dan menyembunyikan diri dalam dekapan selimut tebal yang hangat..  Rasa ingin melupakan jam kerja yang menanti pagi ini….  Hehehehe…

Kak Vivi & Sungai Duku

Liburan lebaran kali ini Tati mutusin untuk tetap di Pekanbaru, gak kemana-mana…  Nah kemaren, sabtu pagi 4 Oktober 2008, Kak Vivi nelpon, minta ditemuin sebelum beliau pulang ke Selat Panjang sore ini..

Siapa sih kak Vivi?

Kak Vivi itu dokter gigi yang jadi teman sekamar Tati kala masuk asrama saat mengikuti pelatihan kepemimpinan tingkat IV di lingkungan Pemko Pekanbaru sekitar Oktober 2002.  Pelatihan itu wajib diikuti untuk memegang posisi esseleon IV di jajaran pemerintahan di negeri ini.  Kebetulan kita diawal tahun 2002 diserahi tugas untuk memegang jabatan esselon IV di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru, kak Vivi bertugas di Dinas Kesehatan, Tati bertugas di Bappeda.  Tati waktu itu baru pulang dari Yogya, kak Vivi baru pulang dari New Zeland untu ngambil Manajemen Kesehatan.  Sebelumnya  kita sama sekali gak pernah mengikuti pelatihan kepemimpinan di lingkungan pemerintah.  Ceritanya kita berdua tuh agakgak perduli dengan pelatihan2 struktural, kita lebih “nafsu” buat sekolah atau ikut  pelatihan fungsional. Jadi begitu diserahi jabatan, kita diwajibkan untuk ikut pelatihan yang memakan waktu selama sekitar 1.5 bulan..  Diasramakan pula… Hehehe…

Entah kenapa waktu ketemu kita langsung merasa klik…  Kita, entah bagaimana, sama2 punya sifat melakukan pekerjaan sebaik-baiknya, se-perfect-perfect-nya.  Sementara lingkungan gak mendukung, sehingga kita acap kali harus menjadi “tukang sapu”..  Kita sama-sama punya jiwa merdeka.., gak seneng dengan kehidupan basa basi, formalitas dan birokrasi..

Tapi kak Vivi lebih gila lagi…  Dia bisa muncul ke kantor dengan baju dinas tapi pake sendal gunung.. Atau saat orang-orang harus pakai baju melayu, dia bisa muncul dengan pake sarung dari Nepal dengan blus plus kalung-kalung dari batu… Kalo Tati tanyain kenapa penampilannya begitu, sambil ketawa-tawa dia jawabnya “Emang gue pikirin…?  Orang aja enggak mikirin gue kok…”   Hehehe..  Sementara Tati masiyyyy tetap pake baju sesuai aturan kedinasan meski di dalam hati merasa gak nyaman…  Entah kenapa mengenakan baju coklat memberi beban psikologis tersendiri buat Tati..

Merasa nyambung, dan bisa bertukar pikiran di tengah2 lingkungan yang berbeda dengan pikiran kita, Tati dan kak Vivi akhirnya bersahabat.  Meski gak terlalu sering ketemu muka karena lokasi kantor yang berbeda, tapi kita selalu telpon2an…  Biasa…, gossip2i

Capek dengan dunia yang begitu2 aja.. Kak Vivi berusaha menerobos birokrasi… Daaannnnnn dia berhasil..  Kak Vivi saat ini mendapat kepercayaan menjadi kepala rumah sakit yang baru didirikan Pemkab Bengkalis di Selat Panjang, daerah asalnya, sebuah kota kecil di sebuah pulau di Selat Malaka..  Sebuah pilihan yang berani, karena harus meninggalkan hidup yang nyaman di Pekanbaru, diganti dengan kehidupan kota kecil. Belum lagi kehilangan peluang pendapatan yang bisa diperoleh dari praktek dokter gigi sore hari.  Untungnya keluarga mau mengikuti pilihan kak Vivi.. Suami dan anak-anak (Vinda dan Dipo) ikut pindah ke Selat Panjang.

Naahhh, kemaren sore kak Vivi minta Tati untuk menemui dia.  Karena waktu terbatas, kami akhirnya janjian ketemu di Pelabuhan Sungai Duku, salah satu pelabuhan sungai yang ada di Pekanbaru.  Pelabuhan ini tidak hanya melayani transportasi regional, tapi juga internasional.  Karena setiap hari ada ferry untuk penumpang jalur Pekanbaru – Malaka pp.

Tati udah lama banget gak ke pelabuhan ini..  jadi udah gak tau perkembangannya secara fisik, tapi kalo di situ telah, sedang dan akan dibangun apa siyy ngerti karena waktu masih di Bappeda kan selalu bikin bahan presentasi buat big boss…

Ternyata kak Vivi sekeluarga tuh ke Selat Panjang naik kapal Jelatik.  Kapal yang umurnya entah berapa puluh tahun….  Tati kaget juga ngeliatnya…  Tati terkahir naik kapal di perairan Sungai Siak ini pertengahan tahun 1980..  28 tahun yang lalu…  Dan waktu itu kapalnya ya yang begini ini..Penumpang duduknya di bangsal yang tersedia dua tingkat di setiap sisi bagian dalam kapal.. Cuma kalo kapal yang dulu Tati tumpangin ukurannya sedikit lebih kecil..  Ternyata masih seperti ini toh kapalnya…!  Dalam pikiran Tati tuh kapalnya kayak ferry jalur Batam – Singapore gitu lho…!!!

Ternyata selain kapal Jelatik ini ada lagi moda transpotasi yang lain ke Selat Panjang, yaitu ferry.  Cuma kalo naik ferry nih nyambung2.. :  Naik ferry 1 jam, lalu nyambung naik mobil 3 jam, trus nyambung lagi naik ferry 1 jam.   Total perjalanan sekitar 5 jam.  Kalo naik kapal Jelatik perjalanan butuh waktu sekitar 12 jam.  Kenapa kak Vivi milih naik kapal yang lebih kuno dan waktu tempuh lebih panjang? Karena kak Vivi bawa banyak barang, yang akan repot ngurusnya kalo naik ferry yang tukar2 kenderaan…


Selama di kapal dan di pelabuhan Tati juga mengamati tepian Sungai Siak, sungai yang tercatat sebagai terdalam di Indonesia…  Hmmmm…. lingkungan di tepian sungai tetap aja kumuh.. Gak banyak berubah dari tahun ke tahun..  Seandainya sungai dijadikan halaman depan rumah, seperti yang pernah disampaikan oleh Budayawan Yusmar Yusuf, pemukiman di tepian sungai pasti akan terlihat indah dan tertata…  Kalo udah gitu, siapa yang berani buang sampah apalagi limbah industri di sana…? Siapa haayyyooo….?

It’s A Hard Decision

I’ve made a hard decision…  Ada apa, kenapa…? Hmmmm… I can’t tell the detail, because it won’t be good story…

Intinya adalah…  Ketika kita telah sampai pada keputusan untuk mencoba melangkah ke dunia yang baru, ternyata kita menemukan bahwa pihak yang akan melangkah bersama-sama dengan kita ternyata punya cara pandang yang sangat berbeda mengenai hal yang sangat prinsip…

Setelah mencoba meng”ulik-ulik” hati dan pikirannya untuk mengkonfirmasi dan melihat kemungkinan perubahan cara pandang, ternyata tidak menemukan… Apa lagi yang harus dilakukan…?

Membangun dunia bersama kan bukan hanya sekedar berbagi…  Membangun dunia baru kan seharusnya juga menjadi pembawa kebaikan bagi satu sama lain..  Saling menjadi pengingat kalau yang satu salah melangkah…, bukan malah sebaliknya…

Keputusan yang diambil adalah keputusan yang berat… Tapi insya Alloh akan ada hikmah di balik ini semua..  Dan satu hal…  ini adalah langkah mengikuti hati dan keyakinan yang telah dibangun bertahun-tahun…

Airmata sulit dihentikan saat hati bimbang mengambil keputusan… Tapi alhamdulillah, saat hati telah tetap, airmata terhenti, dan senyum kembali mengembang…

Insya Alloh semua akan lebih baik ke depannya…