Tati Pengecut..?

Suatu malam beberapa hari yang lalu…

Kriiiiiing… kriiiingggg…. Telpon Tati berdering.  Di layar HP terlihat tulisan “Bang Samiun”.  Bang Samiun masih kerabat dekat Tati, bahkan pernah tinggal di rumah Papa dan Mama saat Papa masih tugas di Banda Aceh…  Tati lalu mengangkat telpon, tapi yang terdengar bukan suara Bang Samiun, tapi suara “Oom Jeger”  masih kerabat Tati juga.  Oom Jeger pernah menjadi pejabat penegak hukum di negeri seribu satu malam, tapi sekarang sudah tidak lagi…

Oom Jeger (OJ) : Sondha, coba kau telpon dulu Boss mu, bilang aku mau ketemu sama dia.

Tati (Tt) : Lho… Ada masalah apa, oom?  Oom mau ngapain?

OJ : Aku mau bersilaturahmi dengan dia.

Tt : Ya, oom datang aja lah langsung ke rumahnya.  Oom tau kan alamatnya.  Saya sungkan kalo nelpon atasan saya buat  ngasi tau oom saya mau datang.  Ada urusan apa? Siapa lah kita ini…  Saya gak ikutan aahhh… Oom langsung datang aja.. Jangan pake suruh saya yang ngetuk pintu duluan…

OJ : ini, ada urusan si Samiun.  Dia minta saya nemanin dia menghadap Boss-mu itu.  Kau bicara sajalah sama si Samiun ini…

Tt, sesaat setelah telpon diberikan OJ pada Bang Samiun (BS) : Ada apa bang?

BS : Aku mau ketemu Boss-mu.

T : Mau ngapain…?

BS : Mau minta swaka politik, lagi pula ntar lagi orang bakal nyusun SOT (Struktur Organisasi dan Tatalaksana).  Jangan sampai kita gak masuk.  Susah nanti…

Sebagai informasi, di negeri antah berantah tempat Tati tinggal baru dilaksanakan pemilihan Tumenggung.  Saat kampanye si BS ini pro kepada calon Tumenggung yang ternyata tidak menang.  Pada saat itu dia dengan berani2nya telpon sana sini agar milih calon yang dia dukung..  Padahal sebagai pamong, seharusnya dia tidak boleh menunjukkan keberpihakan.  Pamong adalah abdi rakyat, pekerja professional yang mengabdi bagi kepentingan masyarakat jadi tidak boleh menunjukkan keberpihakan kepada seseorang atau golongan…  Siapa pun yang jadi tumenggung, kita harus bekerja dengan baik, dengan loyal, karena tumenggung itu adalah pilihan rakyat.  Itu aturan baku.  Prinsip  itu juga yang selalu didengung-dengungkan orang tua di kuping Tati saat mulai masuk ke dunia pamong.

Kebetulan Boss Tati saat ini adalah bagian dari keluarga dalam Tumenggung yang baru terpilih, yang sebenarnya juga Tumenggung lama.  Tati  kenal dengan Boss Tati sejak kecil, secara kita tumbuh dan besar di lingkungan yang sama di kota ini.  Orang tua kita juga berteman baik.  Bahkan istri si Boss, yang lahir dan besar di luar daerah ini, pernah sekantor dengan Tati, dan sejak saat itu kita menjadi teman baik.

Tapi saat ini posisi kami kan sudah tidak setara.. Dalam artian, si Boss saat ini adalah atasan Tati, sehingga ada aturan, ada tata krama..  Tapi sebenarnya tidak hanya sama Boss, sama siapa aja kita harus pake tata krama kok dalam bergaul.

T : Bang, langsung aja lah ke sana..  Kalo aku pake nelpon Boss-ku dulu buat ngasi tau dia bahwa abang dan Oom Jeger mau datang, emangnya kita ini siapa?  Kan yang punya kepentingan kita..

BS : Nanti kalo dia gak ada di rumah, kan repot.

T : Itu resiko orang yang mau namu.  Bisa yang punya rumah ada, bisa tidak…

BS : Kau mau tolong aku apa tidak ?

T : Kok ngomongnya gitu, bang?  Abang yang punya keperluan, tolong jangan libatkan hubunganku dengan atasanku.

BS : Kau takut ya sama dia?

T : Bukan takut bang, tapi segan, hormat.  Dia Boss-ku, atasanku.  Mana bisa sembarangan…  Ada aturan, ada tata krama.

BS : Dasar penakut kau, bodoh kau…!!

T : Apaaaa….? Apa hak abang bilang saya penakut dan bodoh? Apa karena saya gak mau ngikut maunya abang?

Bang Samiun lalu memutuskan telpon.

Dalam hati Tati berkata. “Bukannya kamu yang bodoh?  Berbuat tanpa berpikir panjang, lalu tidak berani menanggung resiko.   Berani mendukung suatu pihak, lalu ketika pihak yang didukung kalah, langsung berupaya ngambil muka ke pihak yang menang supaya tidak kehilangan kesempatan untuk memegang jabatan.  Itu namanya manusia gak punya prinsip”.  Kalau manusia kayak gini dibiarkan memegang posisi penting, bakal jadi apa….?  Dia gak pernah mikir orang lain, kecuali dirinya sendiri, kepentingannya sendiri… Kalo menurut Tati siyy orang yang kayak gini niyy yang namanya kampungan, norak…!!!!

Btw anyway busway… ini kan masih bulan Syawal..  Baru aja maaf2an kok udah marah dan ngata-ngatain orang lagi siyyy….?

Updated on October 11th 2008

Kemaren bang Samiun sms minta nomor telpon Boss Tati.  Ketika tidak Tati balas, dia nelpon.  Tati tidak angkat telponya.  Naahhhh, pagi ini bang Samiun mencoba menghubungi Tati dari nomor telepon yang gak Tati kenal…  Apa siyyy….  Kenapa selalu memaksakan keinginan pada orang lain, sementara di sisi lain tidak ada upaya untuk menghargai orang sebagaimana mestinya..  What a shallow person you are, bang Samiun…!!!

Go for Your Dream…

Beberapa hari yang lalu, adik Tati  (Papi David), dan istrinya (Mami Nana) dalam percakapan yang berbeda by phone mengatakan…  “Jangan batasin diri, kak… Kakak berhak untuk meraih dunia yang lebih luas..  Dunia yang sebenarnya selalu diimpikan..”

Dalam percakapan yang lain di minggu ini, Papi David bilang “Di dalam Kitab Suci dinyatakan Eva diciptakan dari rusuk Adam, kak.  Artinya pasangan hidup kita pastilah orang yang “setara” dengan kita.  Setara dalam keyakinan, dalam visi dan wawasan.  Dan somehow, pasangan kita adalah orang yang akan melengkapi kehidupan kita, membuat hidup kita menjadi lebih sempurna. Jadi harus yakin bahwa ada seseorang yang “setara” dengan kakak yang akan membuat kehidupan kakak menjadi lebih sempurna, yang akan membuat impian kita jadi nyata

Vita, sahabat Tati sejak masa muda, beberapa waktu yang lalu bilang, “Come on Sondha..  Go for your dream…

Lalu.., sahabat Tati, kak Vivi, saat kita ngobrol beberapa hari yang lalu bilang, “Udah saatnya kamu menikmati hidup kamu…  Raih impianmu.. Bukalah peluang untuk pergi ke dunia yang lebih luas seperti mimpi-mimpi kamu selama ini..

Sebelumnya, seorang kenalan menulis di email yang dikirmkannya ke Tati..  one thing in this life, IF U BELIEVED U WILL ACHIEVE”

Keluarga dan sahabat2ku, Thanks for the love you all give me, thanks for the support….!!!

Pics diambil dari sini