It’s A Hard Decision

I’ve made a hard decision…  Ada apa, kenapa…? Hmmmm… I can’t tell the detail, because it won’t be good story…

Intinya adalah…  Ketika kita telah sampai pada keputusan untuk mencoba melangkah ke dunia yang baru, ternyata kita menemukan bahwa pihak yang akan melangkah bersama-sama dengan kita ternyata punya cara pandang yang sangat berbeda mengenai hal yang sangat prinsip…

Setelah mencoba meng”ulik-ulik” hati dan pikirannya untuk mengkonfirmasi dan melihat kemungkinan perubahan cara pandang, ternyata tidak menemukan… Apa lagi yang harus dilakukan…?

Membangun dunia bersama kan bukan hanya sekedar berbagi…  Membangun dunia baru kan seharusnya juga menjadi pembawa kebaikan bagi satu sama lain..  Saling menjadi pengingat kalau yang satu salah melangkah…, bukan malah sebaliknya…

Keputusan yang diambil adalah keputusan yang berat… Tapi insya Alloh akan ada hikmah di balik ini semua..  Dan satu hal…  ini adalah langkah mengikuti hati dan keyakinan yang telah dibangun bertahun-tahun…

Airmata sulit dihentikan saat hati bimbang mengambil keputusan… Tapi alhamdulillah, saat hati telah tetap, airmata terhenti, dan senyum kembali mengembang…

Insya Alloh semua akan lebih baik ke depannya…

3 thoughts on “It’s A Hard Decision

  1. wow..
    jangan sedih ya
    yang penting kita usaha dan doa
    kalo dua2 udah dan kita udah berkeputusan, insyaAllah itu yang terbaik yang dibimbing Allah

    mudah2an akan ada cerita indah dibalik ini semua:)
    trus trus gimana dengan yang satu lagi itu?
    hehe:p

    ————————
    Sondha : Insya Alloh akan ada cerita indah setelahnya ya…? Yang satu lagi siapa? Yang mana? (sambil celingak celinguk kiri kanan…. !! Hehehe)

  2. Sabar ya Kak…..Apapun bila hati sudah mantap, Insyaallah yang terbaik….

    —————
    Sondha : Tq ya mbak… Apa yang terjadi pasti ada hikmahnya. Yang terlihat baik belum tentu baik buat kita… Yang buruk/menyakitkan belum tentu gak baik buat kita..

  3. ini jawaban atas permintaan si dia yg kemarin itukah?
    rejected ya… ?

    ———————
    Sondha : Aku sampai nangis berhari-hari saat menemukan perbedaan yg sangat prinsip.. Aku coba melihat kemungkinan dia berubah pikiran tentang hal itu tapi kayaknya enggak ada. Sementara aku merasa gelisah karena kalo jalan dengan dia aku harus berjalan di prinsip yang bertentangan dengan hati dan keyakinanku. Di saat aku mengutarakan kegelisahanku, dia malah minta supaya aku berhenti berpikir, supaya gak gelisah.. Sementara aku dididik oleh orangtua untuk gak pernah meninggalkan “otakku” disamping harus menggunakan hati.. Aku minta break.. Minta dia mengevaluasi pikiran-pikirannya..

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s