Bakwan Sumatera

Habis ujian AAJI, Tati gak tau mau kemana… Mesti beli makan, tapi masih mikir mau makan apa… Setelah mikir sejenak.., tiba2 Tati ingat udah lama banget gak makan Bakwan Sumatera. BAKWAN SUMATERA..?

Anak2 yang pernah tinggal dan sekolah di Pekanbaru, terutama di daerah pusat kota, pasti tau dengan makanan yang satu ini.. Karena memang ini jajanan anak muda Kota Pekanbaru sejak pertengahan tahun 70-an sampai saat ini. Lokasinya di Perumahan Kompleks Gubernur, di pojok Jl. Sumatera dan Jl. Rupat. Dekat dengan kampus UNRI yang lama, dan dekat dengan Dipo alias Jl. Diponegoro yang merupakan lokasi nongkrong anak muda Pekanbaru.

Bakwan Sumatera mulai dijual sekitar tahun 1976 (kalo gak salah ingat, Tati waktu itu kelas 3 SD). Usaha ini dirintis oleh Almarhum/ah Bapak dan Ibu Gaffar, pensiunan Dinas Pertanian yang berdarah Palembang. Kok, Tati kenal? Iya, Tati dulu tinggalnya di kompleks yang sama dengan lokasi Bakwan Sumatera. Dan almh ibu Gaffar, selalu menyapa Tati dengan panggilan “Tet”, singkatan dari Butet, panggilan anak perempuan orang Batak. Masih terngiang di benak Tati ucapan Almh Ibu Gaffar, “Lagi pulang libur, Tet? Mau berapa bakwannya?”
Dulu kalau pulang liburan ke Pekanbaru, pasti gak lupa beli bakwan ini… Sekali beli jumlahnya lumayan.. karena makannya di rumah, rame2 pula.. Udah gitu, makannya diangsur2… Siang makan bakwan, sore makan bakwan lagi, malam juga diulang lagi… Gak bosan..? Engka tuh.. Hhihihi…Abis ngangenin siiiiiihhhhhh… Mumpung mudik… Di Bogor, gak ada yang begini… adanya yang lain lagi…!!!

Apa sih Bakwan Sumatera? Apa bedanya dengan bakwan yang lain?
Bakwan Sumatera tuh, hampir sama dengan bakwan lain.. Isinya tumisan kentang plus sedikit wortel dan daging yang semuanya dipotong dadu kecil2.. Bedanya…, bakwan ini dimakan dengan kuah yang seperti kuah pempek.. Jadi ada rasa2 asem karena cuka, pedes cabe rawit dan manis gula aren… Hhhhmmmmm, bisa bikin liur menetes… Hehehe.

Btw, waktu pertama kali dilaunching, bakwan ini harganya Rp.10,- per buah. Tadi pagi waktu Tati beli udah Rp.1.500,- per buah. Jadi harganya udah naik 150 kali lipat alias 15.000%. Mungkin itu setara dengan total nilai inflasi di Indonesia selama 31 tahun ya…? Kok kepala Tati mendadak lier rasanya…. Wink wink wink….***

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s