The Blind Violist…

Dalam rombongan perjalanan ke Bali yang beranggotakan 34 orang, ada satu orang peserta yang istimewa… Istimewa…? Yuuuppppp… A blind man… He’s a musician, a member of traditional music players for Randai Kuantan.  He plays violin… And HE’S REALLY GOOD IN IT….!!!!!

D Blind Violist..

He can’t walk alone in a strange area.. He needs direction from other person. Selalu ada temannya yang juga anggota grup musiknya yang membimbing…  Semula aku gak terlalu ngeh dengan situasinya..  Sampai suatu saat aku melihatnya dia kejegruk (kakinya terperosok) di got saat keluar dari pentas di Taman Budaya Bali setelah selesai gladi bersih..  Ternyata saat itu teman yang membimbing gak aware, main jalan aja tanpa menyadari bahwa temannya yang tidak bisa melihat itu sepenuhnya bergantung pada dia..

Astagafirullah al adzim…  Begitulah kalau kita tidak diberi anugrah kemampuan melihat.. Untuk berjalan kita bergantung pada orang lain, yang belum tentu setiap saat aware dengan kondisi kita…  Betapa tergantungnya kita pada orang lain, betapa terbatasnya langkah kita…  Betapa beruntungnya kita yang dianugrahi penglihatan…

Lalu, pada hari rombongan berjalan2 ke Bali Selatan, dia hanya tinggal di hotel.. Karena dia kan juga tidak bisa melihat dan bermain di pantai… Dan temannya kan juga ingin bermain dan menikmati perjalanan…  Lalu aku juga melihat, saat semua orang sibuk dengan oleh2 buat keluarg, dia gak bawa apa2, karena memang dia tidak ikut pergi belanja dan dia juga kan tidak bisa melihat apa yang mau dibeli…  Itu mebuat kita para ibu2 tersentuh dan turun tangan…, mencarikan oleh2 buat keluarganya..

Keluarga…? Yuuupppp… He has s family : a wife, a-6 years old son and a-2 years old daughter… Luar biasa kasih sayang Alloh SWT… Bayangkan di tengah keterbatasannya, dia dipertemukan dengan perempuan yang penglihatannya normal dan berhati emas, hati yang mau menerima kekurangan dan keterbatasan pasangan hidupnya..   Belum lagi sepasang anak… Ahhhh sungguh kebahagian yang luar biasa, yang belum tentu dimiliki oleh manusia yang normal…

Dan suatu pikiran melintas di benak ku… Mungkin di balik kebutaan matanya, mata hatinya justru dapat menangkap keindahan karunia Alloh SWT di dalam hidupnya.. Sementara kita yang matanya dapat melihat dunia, justru terperangkap dengan apa yang kita lihat, sehingga mata hati kita belum berfungsi sebagaimana seharusnya…, kita acap kali belum mampu menangkap keindahan karunia Alloh SWT dalam kehidupan kita…

Ya Alloh, berikan lah penjagaan Mu bagi saudara kami itu dan keluarganya..

Berikanlah kelapangan rezeki agar dia mampu menghidupi keluarganya di tengah keterbatasannya..

Ya Alloh, berikan kami mata hati yang peka akan karunia2 Mu, mata hati yang mampu menangkap keinginan2 Mu, kehendak2 Mu.. sehingga kami dapat berjalan di jalan yang telah kau bentangkan di hadapan kami, jalan yang lurus, jalan2 orang2 sebelum kami yang telah Engkau beri petunjuk…

Amin Ya Rabbal Alamin…

Be Positive…

Beberapa bulan yang lalu aku merasakan mabok… Bukan mabok darat laut dan udara yang bisa diatasi dengan Antimo…  Trusss mabok apa donk…? Mabok dengan situasi di lingkungan tempat aku berkarya… Mabok karena merasa terkurung dalam situasi yang sangat tidak nyaman…

Rasa mabok itu membuat aku enggan duduk di ruang kerjaku…, aku duduk di gedung lain yang juga menjadi bagian dari unit kerjaku…

Rasa mabok itu juga membuat aku malas datang tepat waktu, sebagaimana peraturan kerja PNS.. Jam 07.30 sd 16.00  M2W, dan 07.30 sd 16.30 Th & F.  Aku datang sesuka hatiku… Jam 09an…, biasanya…

Kok sampai separah itu maboknya..?  Iyaaaa luar biasa.. Buat aku yang  senang bekerja dengan segenap hati karena memang senang bekerja, situasi seperti itu memang ajaib banget… Aku sampai di situasi seperti itu karena rasa marah, marah karena setelah bekerja keras, berusaha memberikan yang terbaik yang bisa aku lakukan, aku justru didorong untuk ke posisi yang membahayakan diriku, masa depanku…

Tapi ada yang berteriak-teriak dalam hati… : “Sondha… don’t give up….!!! Jangan biar kan orang menghancurkan karir yang sudah kamu bangun bertahun2 dengan segenap tenaga dan bahkan acap kali dengan tetesan air mata…  Don’t let them grab it out of your hand…  Kalau pun kamu harus pergi dan meninggalkannya, kamu harus pergi dengan terhormat.., dengan kepala yang tegak…”

Kali lain hati juga berteriak-teriak :  “Apa pun yang terjadi, kamu kan harus berupaya menegakkan 7 Budi Utama yang sudah didengung2kan di telinga mu, dihujamkan di hatimu  di kelas2 training ESQ yang sudah kamu ikuti”.

7 Budi Utama….? Iya… Jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil dan peduli7 Budi  yang harus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari agar kita bisa tetap beredar dalam garis orbit yang telah diberikan Alloh SWT untuk kita jalani…

Sesuatu di dalam diriku berteriak “Kalau pun sikap jujur, tanggung jawab dan visioner mu tidak dihargai oleh lingkungan, oleh pihak2 yang harusnya mengapresiasi langkah2mu, itu tidak bisa jadi pembenaran buat kamu menjadi tidak disiplin.. meninggalkan salah satu pun dari 7 Budi Utama itu…  Karena meninggalkan salah satu budi justru akan mendegradasi diri sendiri, bukan orang lain…”

Sungguh sahabat-sahabatku…., tidak mudah membujuk hati sendiri… Tidak mudah menepiskan rasa sedih dan amarah.. Tapi satu pertanyaan dalam hati “MAU SAMPAI KAPAN BEGINI?”, membuat aku merasa harus bangkit… Harus bisa mengendalikan diri untuk kembali mencoba menegakkan budi-budi yang telah diajarkan tersebut… Karena sesungguhnya kita tidak bisa mengatur orang lain, mengatur pihak2 yang ada di luar diri kita.. Kita hanya bisa mengatur, mengendalikan diri kita…, sesuatu yang dilimpahkan Alloh SWT menjadi wilayah otonomi kita.

Lalu…, aku mencoba kembali masuk kantor sesuai jadwal… Aku kembali duduk bekerja di ruang kerjaku yang fasilitasnya sebenarnya alhamdulillah keren banget… : meja yang bagus, kursi yang empuk, pengatur udara yang berfungsi baik daaaannnnnnn pemandangan kota yang indah dari balik jendela…  Pemandangan yang acap kali menyejukkan hati di kala gundah gulana…   Bukan kah itu nikmat yang harus disyukuri…?  Soal orang2 yang “ajaib”, aku anggap saja tidak ada…  Aku berusaha menganggap mereka tidak ada… Mereka mau mundar mandir di ruanganku pun, terserah.. Aku tutup mata saja…  Toh, kalo ada orang yang mencoba merusak orang lain, tidak ada yang rusak kecuali dirinya  sendiri…

Memang tidak mudah…. Keberadaan makhluk2 “ajaib” itu acap kali membuat aku susah tersenyum dan acap kali merasa tertekan.. Tapi teteuuuuup…, naluri untuk survive mendominasi diri…, sehingga membuat tekad tetap menyala… Alhamdulillah… Perlahan aku bisa kembali bekerja dengan normal..

Dan beberapa waktu kemudian, alhamdulillah Alloh merubah keadaan.  Perubahan yang semoga membawa kebaikan bagi aku dan lingkungan… Memang tidak instant menjadi situasi yang nyaman.. Masih ada tonjokan2 kecil… Tapi ini kesempatan untuk belajar mengendalikan situasi, belajar tentang manajemen sumberdaya manusia, belajar tentang leadership…

Yang aku pelajari dari apa yang terjadi kali ini :

Harus tetap teguh memegang prinsi yang didasari oleh kebenaran universal seberapa kuatnya pun tekanan itu, karena sesungguhnya kita tidak sendiri : ada keluarga yang dengan penuh cinta menemani kita, mendampingi kita; ada banyak teman yang sebenarnya  mendukung, meski mereka tak bisa menunjukkan dukungannya itu.. Daaaannnn di atas segalanya ada Alloh yang menemani dan Yang Berkuasa Menentukan Hasil Akhir sebuah perjuangan…

Harus tetap positif… jangan melawan tekanan dengan sikap2 negatif…., karena hanya akan merusak diri kita sendiri… Enggak mudah memang teman2ku.. Tapi kita harus yakin kalau kita bisa menghadapi ujian yang diberikan kepada kita.. Insya Alloh kita bisa..

1st Day of Long Weekend

Hmmm…  senengnya dapat libur 3 ari..  Secara sejak masuk kerja setelah liburan akhir tahun, aku selalu di kantor sejak jam 7.30 pagi, pulangnya jam 18.00-an bahkan lebih..  Klo untuk ukuran Jakarta siyy itu biasa yaa..  Belum lagi klo terjebak macet saat pulang kantor..

Trus ngapain ajahhhh…?

Hari Sabtu, pengennya dari pagi bisa masuk ke ruang training ESQ dari pagi..  Tapi karena ada acara kantor, aku mutusin buat hadir di acara kantor dulu..  Kenapa? Karena mungkin dari mengikuti acara itu, ada masukan2 untuk perbaikan kegiatan di masa depan..

bm-syam-awardKegiatan apa siyy…? Kegiatan penganugrahan BM Syam Award kepada anak2 SLTP/SLTA se-Riau yang jadi pemenang lomba menulis hikayat tentang kampung mereka.  Kayaknya kegiatan ini sangat positif ya..  Mendorong generasi muda untuk mencari tahu tentang kampung halamannya serta hikayat2 yang ada di sana..  Karya2 siswa SLTP/SLTA yang menjadi pemenang dan beberapa cerita yang dikirmkan peserta yang dianggap menarik oleh Dewan Juri diterbitkan oleh Gurindam Press dalam sebuah buku yang yang mengambil judul dari pemenag pertama  “Pulau Kijang Asal Mula Ibu Kota Kecamatan Reteh”.  Sebagai feedback, mereka memperoleh royalti.   Kayaknya perlu dilanjutkan di tahun2 mendatang…   Untuk memotivasi generasi kita supaya mau kreatif menulis, terutama yang menyangkut budaya daerahnya…

Aku rada heran juga siyy..  Kok sekarang tuh jarang liat buku cerita daerah untuk anak2 yang bagus2 ya..  Secara waktu aku kecil aku punya banyak buku yang bagus tentang cerita daerah, selain cerita2 anak2 dari manca negara yang dirilis dalam Seri Cerita Dari 5 Benua, trus ada juga seri buku cerita “Sekian Gambar Dalam 2 Warna”, yang keduanya diterbitkan oleh Gramedia, kalo gak salah.   Kalo sekarang ke toko buku, yang banyak tuh komik Jepang, kalo pun ada cerita2 daerah tampilannya gak memikat..  Bikin malas membeli…  Mudah2an akan banyak terbit buku2 tentang cerita daerah dengan tampilan memikat di masa2 yang akan datang ya..  Supaya anak2 kita nantinya bisa mengenal budaya kita melalui cerita2 tersebut..

Btw, siapa sihh Alm. BM Syam lengkapnya Bujang Mat Syamsuddin yang namanya dipakai untuk award ini..?  Aku juga gak tau persis..  Karena aku sebelum ini nyaris gak ngikutin perkembangan sastra Indonesia terutama Sastra Melayu..    Aku cuma ingat aku pernah sekelas sama salah satu putrinya, Rita Rupiati,  saat kelas 1 di SMA 1 Pekanbaru.  Tapi teman2 bisa mendapat sekilas info tentang beliau di sini

Selesai dari acara kantor… Aku dan kak In, salah seorang senior di kantor, menikmati acara perempuan…  Ngapain? Ngubek2 toko kain yang lagi sale…  Ceritanya, di daerah ini kalo aniversary provinsi atau kota, para PNS tuh diwajibkan pakai baju Melayu selama 10 hari..  trus buat acara2 kondangan, orang2 juga biasa pakai baju Melayu atau baju kurung..  So, kita harus punya beberapa stel, sekedar buat ganti..  Kan bosan juga kalo pake baju cuker alias cuci kering…

Apa siyy baju Melayu.. .? Untuk perempuan potongan bajunya longgar, gak ada kupnat, jauh dari body fit and tight.. Trus di bagian keteknya, ada sambungan berbentuk persegi yang disebut kekek, sedangkan di bagian samping ada sambungan yang disebut sabar.

Selesai dari berburu kain dan ngater kain2 tersebut ke tukang jahit, aku nerusin jalan ke hotel Pangeran, tempat training ESQ Proffesional Angk 37 Pekanbaru dilakukan..  Selesai training sampai menjelang magrib, kita yang alumni diajak untuk mengikuti Renungan 165 yang dilakukan setelah magrib sampai sekitar jam 21-an..  Di renungan kali ini yang disampaikan adalah tentang malaikat, salah satu dari 6 prinsip ESQ, Angle Principle.  Yang ngasi materi mas Imam, salah satu trainer ESQ.  Dengan kali ini, aku udah 3 kali ikut kelasnya Mas Imam.  Satu kali saat datang sebagi alumni di Basic Training, satu kali saat di kelas Mission Statement.  Btw, minggu depan ada kelas CB alias Character Building.., tahap ketiga dari ESQ Training..  Mudah2an aku bisa ikut yaa…

Selesai perenungan baru deh pulang…  Pengen cepat2 tidur karena besoknya pengen ikut ESQ seharian..  Nge-charge batteray… Supaya pikirannya tetap positif menghadapi hari2 di depan…  Supaya bisa tetap senyum menghadapi teman2.. , bisa tegar menghadapi berbagai persoalan…

SMILE……………….!!!

Vitamin Hati… (2)

Sejak hari Jum’at 11 April yang lalu, sampai dengan hari ini, Minggu 13 April 2008 ada training ESQ Professional Angkatan 28 Pekanbaru. Tapi kali ini lokasinya di Hotel Pangeran, gak seperti biasanya di Hotel Mutiara. Di Hotel Pangeran ini ruangannya lebih lega, suasananya juga lebih enak dan sirkulasi udaranya juga lebih baik.. (masiyy baru..!!). Toiletnya juga bersih gak pake macet2 dan jumlahnya memadai… Peserta training jadi gampang kalo mau ambil wudhu. Ini niyy yang dulu suka pihak ESQ komplen2 ke Hotel Mutiara tapi dari bulan ke bulan gak banyak perubahan..

Mana Hotel Pangeran ini servicenya ok.. Di sisi2 ruangan training diletakkan meja2 tempat air kemasan tersusun rapi dalam jumlah yang sangat memadai, sehingga siapa aja yang haus bisa mengambil minuman. Gak perlu repot, minta2 sama Alumni Training Support (ATS) atau pelayan hotel. Di Hotel Mutiara, yang kayak gini belum pernah disediakan, yang ada malah kita ngelihat dapur dan gudang tempat para pekerja ngeberesin pecah belah.. Jadi di Hotel Pangeran rasanya lebih nyaman ajaahhh.. Mudah2an Hotel Pangeran bisa tetap memberikan good service, dan Hotel Mutiara mudah2an juga bisa meng’improve diri yaa…

Tati seperti biasa, baru bisa muncul hari Sabtu dan Minggu, karena hari Jum’at kan hari kerja.. So, wiken kali ini diisi dengan bersenang-senang di training ESQ. Kali ini trainernya bapak Abdul Jabir Uksim. Tati baru kali ini niyy dapat kesempatan ikut kelas beliau.. Udah pernah denger dari beberapa teman kalo beliau adalah trainer yang asyikk…

Tati (berdiri, paling kanan) dan teman2 Alumni Training Support (ATS), adik2 Alumni ESQ Mahasiswa, Alumni ESQ Teens, Alumni ESQ Kids, bersama pak Abdul Jabir (berdiri tengah)

Selama mengikuti kelas beliau selama 2 hari, ada satu hal yang beliau sampaikan yang sangat nyentuh hati Tati., bikin Tati terisak2… Sebenarnya hal ini udah disampaikan oleh trainer2 lain.., tapi ada satu cara pandang yang baru yang beliau sampaikan.. Tentang apa siyy…? Tentang pengabdian, tentang keikhlasan dalam bekerja..

Dari trainer sebelum2nya Tati mendapat pemahaman tentang keiklasan bekerja seperti yang dipaparkan di sini

Naaah… Pak Abdul Jabir memberikan sisi pandang bahwa :

Hidup itu adalah pengabdian kita sebagai hamba Allah, sebagai wakil Allah yang telah ditiupkan ruh-Nya pada saat kita diciptakan (makanya kita punya suara hati yang bersumber dari Asmaul Husna = 99 Nama Allah).

Naahh.., dalam pengabdian kita menerima gaji atau penghasilan, tapi itu bukan lah upah kita yang sebenarnya. Itu adalah dana untuk menutupi operational cost buat kita mengabdi…

Upah kita…? Nanti pada saat kita bertemu dengan Sang Maha Pencipta…, karena pengabdian kita terlalu tinggi, terlalu berharga untuk dinilai dengan uang dan materi….

So, kita jangan minta pengabdian kita dinilai dengan materi dan puja puji manusia lainnya, karena justru akan merendahkan nilai pengabdian itu.. Dan salah2 bisa menyebabkan upah kita yang sesungguhnya nati malah hilang…

So.. kita harus ikhlas dalam mengabdi… Soal rezeki, itu rahasia Allah.. Kita gak tau dimana pintu rezeki kita. Yang penting usaha, mengabdi pada Allah tanpa henti sebagaimana bumi, benda2 langit dan seluruh alam semesta mengabdi pada Allah…

Tati jadi bisa melihat bahwa apa yang dulu telah Tati lakukan, yang membuat Tati sampai merasa tereksploitasi, sebenarnya adalah pengabdian Tati pada Sang Maha Pencipta. Seharusnya saat itu Tati gak perlu kecewa dan sakit hati meski merasa terhenyak dan gak diapresiasi (malah semakin dihenyak kalo melakukan segala sesuatu sebaik2 yang bisa dilakukan..). Tapi ini lah yang namanya proses hidup.. Mudah2an Tati bisa lebih baik di hari2 mendatang, bisa melakukan yang terbaik, bisa lebih sabar, bisa lebih ikhlas menjalankan pengabdian sampai saatnya tiba.. Amin ya Rabbal alamin.

Selain itu, Pak Jabir juga memberi pandangan supaya kita tidak takut menghadapi kematian, karena takut atau pun tidak, kita pasti akan mati.. Dan kematian adalah satu2nya jalan untuk bertemu dengan Kekasih Hati kita, Allah SWT. Naaahhhh… kuncinya adalah bagaimana kita mempersiapkan diri sebaik2nya untuk menghadapi saat yang dijanjikan itu.. Subhanaalah…

Makasih Pak Jabir udah memberikan sisi pandang ini… Semoga Allah selalu melindungi Bapak dan Pasa Satria ESQ dalam perjuangan… Amin.

Para Alumni Training Support pada Training ESQ Professional Angkatan 28 Pekanbaru Riau dengan Trainer Bapak Abdul Jabir Uksim, Uda Wetri Mudrison dan rekan.


Nikmat yang Tak Terkira…

Hari selasa 25 Maret yang lalu, jam 22.30-an tidit tidit.. Hp Tati berbunyi.. Ada SMS masuk.. Ternyata dari kak Iyet, salah satu senior di lingkungan kerja yang lama, tapi kak Iyet tugas di Bapedalda.. Isi SMS-nya..

Sondha, mba Mis lagi dalam keadaan kritis di ICU RS Santa Maria. Mohon doanya..

Siapa siyy mba Mis?

Mba Mis adalah seorang senior di lingkungan kantor yang lama, yang Tati kenal sejak Tati baru mulai kerja di situ. Mbak Mis berasal dari Surabaya, dan pindah ke Pekanbaru karena mengikuti suaminya yang bekerja di sini. Kita gak pernah kerja di unit yang sama. tapi entah gimana, mbak Mis tuh peduli banget dengan Tati. Dia selalu mendorong Tati untuk tetap mengembangkan diri. Dia selalu membela Tati bila mendengar ucapan2 negatif tentang Tati… Mbak Mis selalu mengingatkan Tati untuk gak menyerah dengan segala cobaan yang terjadi dalam hidup Tati… Mbak Mis selalu bilang kalo sosok Tati mengingatkan dia pada adiknya yang seumuran dengan Tati, yang juga belum menikah dan mencurahkan energinya untuk bekerja.. Mbak Mis juga pernah meng-hire Tati untuk ikut menyusun buku yang direalis kantornya.. Mbak Mis juga sering menerima orderan bolu gulung atau lumpia dari kita2 di akhir pekan… Masakannya mbak Mis uenaaaaakkk tenan…

Tati langsung mendial nomor hp kak Iyet.. Begitu diangkat…

Tati : Assalammualaikum, kak Iyet. Maaf menggangu malam2.. Apa cerita kak?

Kak Iyet : Waalaikum salaam, Sondha. Iya mbak Mis tuh dirawat terus enggak tau kenapa jadi gak sadar.. Dia kan ada asma jadi mungkin sulit bernapas..

Tati : Gitu ya kak? Besoklah insya Alloh ndha bezuk ya..

Kak Iyet : Sondha udah pindah ya? Kakak baru tau tadi siang. Kakak memang heran kok gak pernah liat Sondha akhir2 ini..

Tati : Iya kak. Baru sebulan setengahan laahhh…

Kak Iyet : Kami kehilangan Sondha lah yaaa…

Tati : Tenang aja kak.. Kita kan masih di kota yang sama.. Sondha masih main2 kok ke sana… Udah dulu ya, Kak.. Assalammualaikum.

Kak Iyet : Waalaikum salaam.

So, kemaren jam 10-an Tati ngajak kak Erma, teman Tati di kantor lama yang juga dekat sama mbak Mis karena sama2 pengurus GOPTKI Kota, ke rumah sakit.. Di sana kami menemukan mbak Mis dalam keadaan yang menyedihkan.. Sudah bisa buka mata (selama 6 hari mbak Mis koma dan gak bisa membuka matanya), tapi kayaknya masih belum bisa mengenali siapa yang datang.. Tapi kalo diajak ngomong, mbak Mis ngangguk. Di tubuhnya masih terpasang berbagai peralatan, termasuk masker oksigen dan alat monitor detak jantung..

Kiranya Allah memberikan kesembuhan dan kemudahan bagi mbak Mis… Senmoga dia selalu dalam lindungan Alloh..

Buat kita… : Betapa beharganya kesehatan, nikmat yang tak terkira yang sudah dilimpahkan Alloh kepada kita, secara gratis pulaa… Terima kasih ya Alloh… Berikanlah kami kesehatan supaya selalu dapat beribadah… Berikanlah kami hati yang semakin dan semakin mencintai Mu…

Karena Sang Nabi….

Hari ini adalah hari maulid Nabi Muhammad SAW, sang pembawa petunjuk jalan kebenaran, yang membawa kita keluar dari alam kegelapan, yang menunjukkan jalan yang lurus…

Semoga kita mampu mengikuti keteladanan beliau. Semoga kita memperoleh syafaat dan dapat berada di barisan beliau di hari akhir nanti… Amin ya Rabbal alamin…

 

Yaa Nabii Salaam ‘Alaika (Ya Nabi, Salam Untukmu)

Yaa nabii salaam ‘alaika, yaa Rosuul salaam ‘alaika (Ya Nabi, salam untukmu, ya Rosul, kedamaian bagimu)

Ya Habiib salaam ‘alaika, sholawaatullaah ‘alaika (Wahai kekasih Alloh, salam atasmu, sholawat Alloh atasmu)

Anta syamsun anta badrun, anta nuurun fauqo nuurin (Engkaulah matahari, engkaulah purnama sempurna, engkaulah nur yang mengguli semua cahaya)

Anta iksiiru wa ghoolii, anta mishbaahus-shuduuri (Engkaulah sang penawar, engkaulah pelita hatiku)

Yaa habiibii yaa Muhammad, yaa ‘aruusal khoofiqoini (Wahai kekasihku wahai Muhammas, wahai penghias langit dan bumi)

Yaa muayyad yaa mumajjad, yaa imaamal qiblataini (wahai sang penolong, wahai yang dimuliakan, wahai imam dua kiblat)

Demam "Ayat2 Cinta" the Movie

Film AAC alias Ayat2 Cinta udah diputar sekitar 2 mingguan di bioskop2 group 21 di Pekanbaru. Di putar di 2 studio dengan jam tayang yang berbeda… Tati sebenarnya dari awal2 di putar udah pengen nonton.., tapi karena jam kantor yang ketat, dan gak punya teman buat pergi nonton di malam hari, jadi nya ketunda2 terus dehh…

Nah Tati janjian dengan Wiwit, teman di alumni ESQ, buat nonton AAC hari Jum’at malam 14 Maret 2008… Kita nyampe di 21 Mall Seraya jam 19-an, dan langsung ngantri. Ternyata.., itu antrian buat tiket jam 21.20. Setelah sepakat dengan Wiwit, akhirnya kita tetap membeli tiket.. Dapatnya nomor M7 & M8.. Ampuuunn…

Film ini lumayan menarik buat ditonton. Sayangnya tidak cukup memanjakan mata kita dengan pemandangan Mesir yang unik dan sungai Nil yang legendaris… Film ini belum memperkaya wawasan penonton tentang hiruk pikuk kota Cairo yang menjadi lokasi cerita…

Tati gak ingin membuat resensi tentang film ini, karena Tati yakin teman2 juga udah pada nonton.. Malah mungkin ada yang udah 2 atau 3 kali… Hehehe.. Tapi ada 2 kalimat dari beribu2 kalimat yang diucapkan para tokoh di film yang begitu indah sehingga nempel di memory Tati

Kalimat pertama adalah yang diucapkan oleh teman satu sel Fahri di penjara… “Islam itu adalah sabar dan ikhlas..!!” Kalimat yang sungguh indah… Kalimat yang simpel tapi tidak mudah untuk dicapai… Semoga Tati, dan kita semua bisa mencapainya.. Amin ya Rabbal alamin..

Kalimat kedua adalah kalimat yang diucapkan Maria pada Aisha menjelang saat akhirnya.. “Sekarang aku tahu apa bedanya cinta dan keinginan untuk memiliki“. Iya, kita seringkali tidak mampu membedakan rasa CINTA dan rasa IINGIN MEMILIKI… Rasa CINTA dipenuhi oleh semangat ingin memberikan yang terbaik bagi yang tercinta, meski harus berkorban apa pun.. Sementara rasa INGIN MEMILIKI lebih mengarah kepada ego pemuasan keinginan pribadi.. Mudah dijelaskan tapi sulit untuk dilakukan….

Jadi ingat doa ini…

Ya Allah aku memohon kepada-Mu rasa cinta kepada-Mu dan cinta orang2 yang mencintai-Mu,
serta mencintai amalan yang bisa mendekatkanku pada cinta-Mu…

***

Janji…

Saat melepas jenazah bang Jaiz tadi siang di depan rumah keluarganya, ada satu kalimat pak Adismar yang memberikan kata sambutan mewakili keluarga sekaligus keluarga besar Bappeda Kota Pekanbaru. Kalimat yang membuat air mata Tati bercucuran tak bisa ditahan..

Pak Adismar bilang.. “…. dengan kepergian Jaiz kita menyaksikan janji Alloh..”
Iya.., janji bahwa setiap yang hidup akan mati… Astagafirullah al adzim.., astagafirullah al adzim.., astagafirullah al adzim..



Al-I’tiroof
Sebuah Pengakuan

Illaahi lastu lil firdausi ahlan
Walaa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi

Ilahi, aku bukanlah ahli sorga
Namun aku tak mampuu menahan panasnya api neraka

Fahablil taubatan wagfir dzunuubii
Fainnaka ghaafirudz-dzanbil ‘azhiimi

Yaa Allah, terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku
karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun segala dosa

Dzunuubii mitslu a’daadir rimaali
Fahablii taubatan yaa dzal jalaali

Dosa-dosaku tak terhitung bagikan butiran pasir
Terimalah taubatku ini, Ya Allah

Wa ‘umrii naaqishun fi kulli yaumin
Wadzanbii zaa-idun kaifahtimaalii

Umurku berkurang setiap hari
Sementara dosa-dosaku bertambah, bertambah dan bertambah hingga aku tak mampu memikulnya

Ilaahii ‘abdukal ‘aashiy ataaka
Muqirron bidzdzunuubi wa qod da’aaka

Ilahi, inilah aku hamba-Mu yang penuh dosa datang kepada-Mu
Mengakui dosa-dosa dan bersimpuh merintih memanggil-Mu

Fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun
Wa in tathrud fa man narjuu siwaaka

Maka jika Engkau ampuni dosa-dosaku, sesungguhnya Engkaulah yang berhak mengampuni segala dosa.
Namun bila Engkau tolak do’aku, taubatku, permohonan maafku Kepada siapa lagi aku, hamba-Mu ini mesti berharap

by : Hadad Alwi

Selamat Jalan Bang Jaiz…!!

Kemaren sekitar jam 15.30 wib, saat Tati lagi di jalan menuju kantor setelah ngantar kak Lintje ke kantornya, hp Tati berbunyi.. tidit tidit tidit… Di layar terlihat “Venny Citra A”… junior Tati di kantor..

Tati lalu mangangkat telpon..

Tati : Iya, Ven…
Venny : Kakak dimana?
Tati : Di jalan, Ven. Mau ke kantor. Ngapa, say?
Venny : Kakak udah dengar kabar?
Tati : Kabar apa?
Venny : Bang Jaiz meninggal, kak..
Innalillahi wainnaillahi rojiun..
Tati : Jaiz..? Jaiz kita? Kapan? Dimana?
Venny : Itu lah Venny belum tau juga. Venny lagi di jalan mau jemput Della pulang sekolah. Katanya, adik iparnya ke kantor, nyari bang Zulfan, ngasi tau.
Tati : Ya udah, kakak udah dekat kantor niyy. Biar kakak cari info dulu ya. Hati2 di jalan.
Venny : Iya, kak.

Tati kok rasanya gak percaya bang Jaiz meninggal.. Dua hari yang lalu masih sehat2 aja kok.. Kita masih ledek2an…

Siapa siyy bang Jaiz…?

Bang Jaiz itu sebenarnya jauh lebih muda dari Tati, usianya baru 33 tahun. Cuma Tati terbiasa memanggil dia dengan abang, secara dia jauh duluan bekerja di kantor tersebut dari pada Tati.

Bang Jaiz mulai kerja di kantor ini sekitar tahun 1991 (Tati tahun 1997), sebagai tenaga cleaning service. Lalu dia diangkat jadi supervisor cleaning service beberapa tahun kemudian. Tugasnya mengawasi semua anak2 cleaning yang bertugas di ketiga lantai yang ada di gedung kantor. Bang Jaiz juga yang bertanggung jawab terhadap penyediaan fasilitas untuk kelancaran kerja dan acara2 di kantor. Mau ada acara, kita harus kasi tau bang Jaiz buat koordinasi jumlah kursi yang harus disediakan, penataan ruangan yang diinginkan. Bahkan kalo cadangan air di kamar mandi di kantor enggak lancar.., yang kita cari bang Jaiz juga.. Beberapa tahun terakhir, bang Jaiz juga yang membantu orang2 di kantor ngurus2 pajak dan berbagai kegiatan administrasi kantor lainnya.

Setelah mengabdi sekian belas tahun di kantor, akhir tahun 2007 bang Jaiz akhirnya menerima SK pengangkatan sebagai CPNS. Dia baru menerima gaji sebagai CPNS-nya kalo gak salah bulan Januari 2008 ini..

Hari Rabu yang lalu, Tati dan teman2 baru aja ngeledekin bang Jaiz karena pake baju baru tapi kok udah sempit, mana lengan bajunya kependekan pula, sekitar 2 jari di atas siku… Tati hari Rabu sore juga baru aja ngeledekin dia buat ganti duit Tati Rp.7.000,- yang digunakan buat beli materai karena harus mengurus ulang kuitansi yang ketelingsut sama dia.., terus belakangan kuitansi itu ketemu lagi.. Hehehe..

Tapi sekarang bang Jaiz udah pergi menghadap Sang Khalik. Meninggalkan seorang istri, 1 anak laki2 kelas 5 SD dan 1 anak perempuan yang masih belum ngerti apa itu kematian..

Kematian yang sering kali datang tanpa kita sadari, ternyata begitu dekat… Bisa menghampiri siapa saja tanpa permisi.., termasuk diri kita. Subhanallah… Berikanlah kami akhir yang baik, ya Alloh. Panggil kami dalam keadaan Nama-Mu lah satu2nya yang ada di hati kami..

Begitu masuk ke gedung kantor, Tati melihat teman2 udah pada berseliweran di lorong di depan sekretariat. Salah seorang di antaranya berkata, “Jaiz meninggal..!!. Kita mau ke Rumah Sakit Umum, jenazahnya katanya masih di sana. Tapi kita juga belum tau persis gimana keadaannya. Ikut yuukkk…!”

Tati langsung bergabung dengan teman2 (Boge, Tengku Fifi, Yayat, Hesti, Yanti, Bang Thausyan, Pak Akmal dan pak Azwir) ikut mobil Pak Adismar, salah seorang Kabid di kantor kita, meuju rumah sakit. Sementara bang Edwin, yang juga kabid di kantor, bersama beberapa teman lain juga berangkat beriringan dengan kita.

Kita langsung menuju kamar jenazah, tapi ternyata jenazah bang Jaiz belum dibawa ke ruangan ini. Katanya masih di rumah sakit, karena standar operasionalnya harus 2 jam setelah dinyatakan meninggal baru boleh dibawa ke kamar jenazah. Kita langsung bergerak ke rumah sakit.. Di halaman RS kita melihat adik2 petugas cleaning service, para karyawan2 muda, yang sudah disuruh bergerak lebih dulu mencari tahu keadaan jenazah bang Jaiz. Ternyata jenazah bang Jaiz untuk sementara diletakkan di kamar jenazah kecil di sekitar ruang perawatan, menunggu jam 16.20 wib (beliau meninggal jam 14.20 wib).

Begitu sampai di kamar jenazah, teman2 dipimpin pak Adismar langsung melihat jenazah yang terbujur dan tertutup itu.. Ternyata benar… itu bang Jaiz.. Tapi tidak ada lagi senyumannya…
Innalillahi wainnaillahi rojiun..

Ternyata, bang Jaiz dari pagi merasa gak enak badan, lalu jam 08-an jatuh di rumah.. Oleh istri dan tetangga beliau dibawa ke rumah sakit yang dekat rumahnya. Di sana mereka harus berhadapan dengan proses administrasi yang rada rumit, dan begitu diperiksa ternyata RS tersebut gak bisa menangani dan bang Jaiz dirujuk ke RS Umum. Di sini, bang Jaiz diinfus dan dikasi oksigen, tapi perlahan2 kondisinya menurun, sampai akhirnya nafasnya berhenti sekitar jam 14.20 wib. Sekali lagi,
Innalillahi wainnaillahi rojiun..

Bapak2 yang ada di rombongan kita langsung bergerak mengurus supaya proses pemulangan jenazah dapat segera dilaksanakan.. Bang Edwin lalu membawa keluarga yang masih tinggal di rumah sakit karena menunggui jenazah (istri bang Jaiz sudah pulang duluan, saat kita datang udah gak ada di situ), sementara kita dengan mobil pak Adismar mengiringi ambulance yang membawa jenazah ke rumah duka..

Rencana-nya siang ini setelah dzuhur, kita akan mengantarkan bang Jaiz untuk dimakamkan…

Selamat jalan bang Jaiz, semoga diterima amal dan ibadahnya, diampuni segala kesalahannya, serta dilapangkan jalan-Nya oleh Allah SWT.. Terima kasih sudah dengan begitu sabar mengurus semua keperluan kami di kantor.. Mudah2an semua yang abang lakukan menjadi penerang di tempat istirahat yang baru.. Kami tidak akan lupa dengan senyuman abang…

Pukulan "Continental Drift"..

Pagi ini saat mengikuti ESQ (kalo udah pernah ikut, kita bisa datang dan datang lagi setiap ada training), Tati kembali melihat pemaparan tentang Continental Drift. Sebenarnya Tati udah dapat materi ini waktu pertama kali ikut ESQ tanggal 14 -16 September 2007, tapi mungkin karena terpesona dengan pembuktian kebenaran ayat2 Al Qur’an dengan fakta2 ilmiah yang lain, bikin Tati gak ‘ngeh dengan pemaparan ini.

Iya, waktu itu Tati terpesona saat diberitahukan bahwa ayat2 Al Qur’an yang disampaikan oleh Rasullulah Muhammad SAW, yang gak makan sekolahan, gak bisa baca tulis, pada abad ke 6 Masehi pula, di saat ilmu pengetahuan belum berkembang, ternyata sejalan dengan Teori Big Bang dan Teori Expanding of Universe yang disusun berdasarkan kemajuan sains di abad 20 – 21. Lalu kebenaran ayat Al Qur’an juga terbukti dengan adanya kenampakan gugusan bintang yang seperti Mawar Merah (Ar Rahman, QS 55 ayat 37) yang ditangkap oleh teleskop Hubble. Lalu ada juga temuan tentang kosistensi gerakan benda2 alam, baik yang makro kosmos maupun mikro kosmos, yang semuanya bergerak secara teratur di garis orbitnya masing2 secara unclock-wise (berlawanan dengan arah jarum jam), dan ini searah dengan gerakan umat muslim pada saat tawaaf mengelilingi ka’bah.

Pembuktian ini memang menakjubkan, karena apa yang tercantum di dalam Al Quran itu akhirnya terbukti pada abad 20-21 ini, dengan kecanggihan teknologi dan perkembangan sains yang luar biasa… Bahkan trainer2 bilang kita manusia yang hidup di abad 20 -21 adalah makhluk yang beruntung karena dapat menyaksikan kebenaran2 ayat2 Al Qur’an secara ilmiah.

Naaaahhh… pagi ini Tati kembali merasa di-punch dengan teori Continental Drift… Apa sih teori continental drift? Teori Continental Drift adalah :

“geological theory that the relative positions of the continents on the earth’s surface have changed considerably through geologic time”, yang artinya : continental drift adalah teori geological yang menyatakan bahwa posisi relatif dari benua2 di permukaan bumi telah berubah sejalan dengan waktu geologi.

Dengan kata lain ini berarti segala benda di permukaan bumi termasuk gunung juga bergeser..

Nah di Al Qur’an pada Al Naml (QS 27) ayat 88 tertulis :

Dengan Nama Alloh Yang Maha Pengasih Maha Penyayang.
Dan kamu lihat gunung2 itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (begitulah perbuatan Alloh) yang membuat dengan kokoh tiap2 sesuatu; sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Sama gak siyyy arti ayat Al Quran tersebut dengan konsep Continental Drift..? Jadi Al Qur’an itu siapa yang nulis…? Kan gak mungkin ditulis oleh seorang yang ummi, gak bisa baca tulis, dan tidak pula punya pengetahuan tentang sains.. Di abad ke 6 pula, saat sains belum berkembang. Jadi kalimat Siapa ayat2 yang ada di dalam Al Qur’an? Siapa yang punya kalimat2 yang luar biasa ini, yang justru terbukti kebenarannya di abad 20 & 21 ini..?

Tati merasa di-punch telak karena saat kuliah Penginderaan Jauh tahun 199-2001, Tati belajar tentang Geomorfologi. Tapi gak pernah berpikir lebih jauh, lebih dalam… Jadi ingat kalimat para trainer, “Bukan matamu yang buta, tapi hatimu yang buta…!!!”. Astagafirullah alaziim..

Wahai Rab Pemilik diri kami, berikan lah kami hati yang mecintai-Mu dan semakin mencintai-Mu dari hari ke hari.. Hati yang yakin akan pertemuan dengan Mu di suatu hari nanti, sehingga mengisi setiap saat yang Engkau berikan dalam hidup ini untuk mengumpulkan bekal… Amin Ya Rabbal Alamin.

Pics diambil dari :
http://hubblesite.org/newscenter/archive/releases/1995/49/
image/h/format/web/
http://en.wikipedia.org/wiki/Continental_drift

Your Love…

Sometimes when I’m sitting all alone
I think of things that I have done
And start to wonder if there’s one thing
That means more than others I have known
And suddenly it’s clear to me
Without Your love where would I be

Your love has kept me going
Through good and bad times
It’s kept me growing
Like a steady flame
Your love has kept on burning
Through sweet and sad times
I’ll keep returning to the magic of Your love

Through the years my dreams may come and go
For fortune is a fleeting time
And no one knows what time may bring
But through the highs and lows of it I’ll know
That there’s one thing of which I’m sure
The one thing I’ve been living for

Your love has kept me going
Through good and bad times
It’s kept me growing
Like a steady flame
Your love has kept on burning
Through sweet and sad times
I’ll keep returning to the magic of Your love

Your love has kept me going
Through good and bad times
It’s kept me growing
Like a steady flame
Your love has kept on burning
Through sweet and sad times
I’ll keep returning to the magic of Your love

I’ll keep returning to the magic of Your love
Your love

By : Diana Ross

Tiba2 lagu yang indah ini melintas di pendengaranku.. Iya, aku sempat senang banget lagu ini zaman aku masih kerja di Jakarta dan tingal di kost2an di Jl. Teluk Peleng Pasar Minggu. Kalo gak salah lagu ini satu album dengan “When You Tell Me that You Love Me”, yang beredar sekitar tahun 1994-an, kalo gak salah..

Mendengar kembali lagu ini membuat aku kembali memikirkan kata demi kata dari lagu ini… Tiba2 di pikiranku muncul sebuah tanya.. “Siapa yang berhak menjadi “You” seperti yang disebut dalam lagu ini di dalam kehidupanku..?”

Orang2 yang pernah melintasi hidupuku? Rasanya enggak banget.. Karena setelah kebahagiaan2 yang mereka bawa, aku justru harus menghadapi kepahitan yang menyusul. Pahit, pahit, pahit.. Hehehe. Btw thanks buat manis dan pahitnya kehidupan, kalo gak hidup gw gak berwarna, lagiiii…..!!!

Ibu, Mama & Papa…? Ya.., mereka berhak.. Karena mereka memang menjadi penopang di saat aku jatuh….

Tapi rasanya ada yang lebih berhak… Yang senantiasa menjaga aku di setiap kejatuhanku, di ketinggian kegembiraanku, yang memberikan kekuatan di saat aku benar2 terpuruk tak berdaya.., di saat aku merasa sendiri dalam menghadapi kehidupan…
Siapa ? Iya Dia, Sang Maha Pemilik Diriku… Hanya dia yang pantas menjadi You di lagu ini dalam hidupku…

Your love has kept me going
Through good and bad times
It’s kept me growing
Like a steady flame
Your love has kept on burning
Through sweet and sad times
I’ll keep returning to the magic of Your love

Nasehat Seorang Ibu

Sabtu siang setelah beres2 rumah, Tati meluncur menuju bengkel Chevrolet. Si sparky udah waktunya diservice.. Tati sampai di bengkel jam 12 lewat dikit.. Ternyata jam 12 – 13 adalah jam istirahat pekerja bengkel.. So si kepala montir menyarankan Tati untuk pergi dulu dan kembali lagi ke bengkel setelah jam 13.

Tati rencananya mau ke nyari rok hitam ke Pasar bawah setelah dari bengkel, maka rencananya jadi dibalik deh… ke Pasar Bawah dulu baru ke bengkel.. Karena udah jamnya untuk dzuhur maka Tati singgah dulu di Mesjid raya.. Di mesjid Tati duduk bersebelahan dengan seorang ibu yang umurnya mungkin hampir 70 tahunan..

Begitu duduk di sebelah beliau Tati langsung mengulurkan tangan untuk berjabatan. Tati bertanya rumah beliau. Katanya rumah beliau di Kampung Bandar dan si Ibu setiap hari berjualan bumbu di Pasar Bawah.

Gak lama si ibu berkata pada Tati : Nak, jangan marah ya.. Bagian atas mukenanya sebaiknya ditarik sedikit lagi ke atas, supaya dahinya lebih terbuka dan kalau sujud menyentuh sajadah.

Tati : Saya senang lagi, Bu, kalau ada yang mau mengingatkan saya. Terima kasih ya.

Kami lalu sholat berjamaah. Setelah selesai sholat, Tati kembali menyalami si Ibu.

Si ibu lalu meningatkan Tati soal waktunya sholat dzuhur pada hari jum’at. Menurut beliau, kaum perempuan gak harus nunggu kaum lelaki pulang dari mesjid baru boleh melakukan sholat. Kalau udah adzan, ya sholat aja, jangan ditunda2… Si ibu juga mengingatkan supaya kepala benar2 lurus terhadap punggung saat rukuk, dan juga beberapa nasihat lainnya.

Senang rasanya, bertemu seorang ibu yang begitu baik yang mau berbagi pengetahuan, meski dengan orang yang masih asing dan baru dia kenal… Semoga Alloh berkenan menjaga beliau senantiasa.

Teman2 Baru..

Sabtu yang lalu Tati dan Kak Lintje datang ke training ESQ. Sebagai alumni, kita emang boleh datang ke tiap ada training… Dan ini berlaku seumur hidup kita.

Di komunitas Alumni ESQ itu rasanya menyenangkan, karena semua prinsipnya “ZERO”.. Di komunitas ini Tati punya banyak teman2 baru.. Ada Icha, ada Bunda Iyet, ada kak Merry, ada Bude, ada mbak Puri, ada mbak Fida, ada Wati, Hesti, Unna.. dan banyak lagi… Beberapa di antara teman2 baru itu sebenarnya sebelumnya juga terkoneksi dengan Tati.. Bunda Iyet, misalnya, beliau adalah mertua Fifi, teman sekantor Tati. Beliau juga kakak dari mantan atasan Tati.. Icha ? Icha adalah adik iparnya Ida, sahabat Tati. Mbak Fida adalah teman sesama agen di Manulife.. Tapi sebagian besar adalah teman2 baru…

Namun biar baru, semua menawarkan persahabatan.. Bunda Iyet misalnya, menelpon Tati supaya membawa rok Tati yang baru supaya beliau bisa membuatkan kantong untuk rok yang belum berkantong itu.. Kak Merry, menawarkan Tati untuk menambah ilmu agama dengan bergabung di kelompok pengajiannya..

Nah waktu menghadiri training ESQ hari sabtu yang lalu, kita dapat kesempatan foto bareng dan dengan para trainer juga.. Kalo teman2 yang gak pernah ikut ESQ mungkin heran ngelihat kostum kita yang black n black.. Itu emang disarankan bagi para alumni yang mau menghadiri training.. Kostum hitam membuat kita menjadi ZERO.., gak eye catching.. Jadi gak menonjol, gak mengundang mata memandang.. Sehingga orang2 di sekitar kita benar2 fokus ke training yang sedang dilaksanakan.. Here our pic..

Vitamin Hati…

Ini cerita yang telat diposting.. Kesibukan kerja membuat Tati belum sempat menulis tentang yang satu ini.. sesuatu yang nulisnya membutuhkan keseriusan… Cerita tentang apa siyyyy?

Tanggal 12 November yang lalu, Tati mengikuti training Mission Statement, training lanjutan dari Emotional Spiritual Question (ESQ).

Di sessi awal, setelah dikelompokkan dalam kelompok kecil yang terdiri dari 3 orang, Tati dan teman2 ditugaskan membuat visi misi dan nilai yang dianut di perusahaan yang kita kelola. Kita kebetulan dapat tugas sebagai pengelola perusahaan produsen jam.. Setelah membuat visi misi dan nilai perusahaan, masing2 kita disuruh membuat visi misi dan nilai2 pribadi.. Nah Tati kebagian sebagai seorang penghatur lalu lintas.. Waduuuuuuuhhhhhhh gak gatuk banget… Bayangkan, sebagai pribadi Tati punya visi sebagai seorang pengatur lalu lintas, tapi bekerja sebagai pengelola perusahaan jam… Weleh weleeeeeeehhhhhh…

Tapi sebenarnya, yang kayak gini sering kali menjadi realita hidup kita… Visi pribadi kita gak sama dengan visi institusi tempat kita bekerja… Akibatnya kita seringkali gak betah bekerja.. Tapi menurut arahan trainer, kedua hal yang gak gatuk ini harus digatukkan… Sebagaimana kita harus menempatkan visi kita sedemikian rupa sehingga jadi selaras dengan visi institusi tempat kita bekerja…

Lalu, kita di suruh nulis visi, misi dan nilai2 yang kita anut.. Honestly.. Tati lama gak bisa menulis.. karena ada banyak visi dan misi di kepala, tapi rasanya itu hanya bagian2 dari sesuatu yang justru Tati gak mampu mengungkapkannya… Di dalam diri ada visi untuk menjadi anak yang baik bagi orang tua, menjadi adik dan kakak yang baik bagi saudara2, menjadi Tati, Bou dan Wowo yang baik bagi para ponakan.. Lalu dari segi pekerjaan sebagai government staff alias civil servant alias pengabdi masyarakat, dan sejalan dengan pendidikan yang telah diambil, Tati juga punya visi , misi dan nilai sendiri.. Rasanya itu semua merupakan bagian dari visi misi dan nilai yang lebih makro… Trainernya akhirnya mengingatkan bahwa setiap kita sebenarnya punya ultimate vision, mission and value.. Vision, mission and value yang spritualistis.., sesuai dengan janji ruh kita pada Alloh saat ditiupkan ke dalam tubuh kita saat berada dalam rahim ibu..

Kita juga disuruh menulis apa yang menjadi tugas kita.. Baik itu pekerjaan di kantor ataupun pekerjaan di rumah tangga.. Lalu setelah selesai menulis, kita disuruh mengamati tulisan kita tersebut dan mencari apakah ada di tulisan kita tersebut kata2 yang mengandung unsur Asma’ul Husna, seperti membantu, mengurus dll. Dan ternyata ada dan ada.. Ini sebenarnya menggambarkan bahwa kita adalah hamba Alloh, hamba yang bertugas melakukan berbagai pekerjaan yang mengandung sifat2 Alloh..

Lalu ada sessi yang kita bisa merasakan diri seakan2 sedang naik jetcoaster.. Di sessi ini kita bisa merasakan, bahwa kita harus menyesuaikan diri pada saat jetcoaster belok, menanjak maupun meluncur.. Menyesuaikan diri tanpa keluar dari track. Hal ini adalah upaya menyesuaikan diri dengan G-Force atau Gaya Gravitasi. Melawan Gaya Gravitasi justru akan membuat tubuh terasa lebih berat.. So, katanya begitu juga dengan hidup… saat kehidupan kita berbelok, menanjak dan meluncur, kita harus menyesuaikan diri terhadap God-Force yang sedang bekerja terhadap diri kita. Kalau kita bergerak ke arah yang bertentangan, hidup justru akan terasa lebih berat… Adapun belokan, tanjakan dan turunan merupakan cara Alloh untuk mengingatkan hamba-Nya agar tetap berjalan di track yang sudah ditetapkan. So, ungkapan LIFE IS LIKE A JETCOASTER itu benar, ya…? Jadi ingat kata2 si Forrest Gump… “Life is like a box of chocolate. You never know what You’re gonna get..” Apa hubungannya.. Hehehe…

Di training ini juga dibahas mengenai keikhlasan dalam bekerja.. Keikhlasan fisik, keikhlasan emosional dan keikhlasan spiritual… Kita harus berupaya supaya bisa sampai pada tingkat ikhlas spiritual, sehingga bila kita tidak mendapat imbalan fisik dan emosi yang pantas, kita tidak merasa mutung dan putus asa, karena kita yakin Alloh akan menyediakan imbalan yang jaaaauuuuuhhhhh lebih besar dari apa yang manusia lain bisa berikan buat kita. Kita juga dikasi suatu pemahaman bahwa bekerja berarti beribadah.., diberi tanggung jawab dalam bekerja berarti diberi kesempatan untuk beribadah..

Training yang dibimbing oleh Pak Legisan Sugimin ini telah memberikan suatu perspektif yang berbeda tentang hidup.. , sesuatu yang terlepas dari pemahaman Tati selama ini. Alhamdulillah. Training ini juga memberikan beberapa jawaban atas pertanyaan yang selama ini seringkali bergema di hati… Makasih ya Pak Legisan. Mudah2an persepsi yang baru ini bisa Tati terapkan dalam hidup… , sehingga mampu meraih MY ULTIMATE VISION. Amin Ya Rabbal Alamin.***

Di Suatu Perjalanan…

Kamis, 15 November 2007…

Tenggat waktu untuk penyampaian rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tempat Tati bekerja sudah mendekati batas waktu. Sebagai staff, Tati ditugaskan membantu budgeting beberapa unit kerja. Tati harus mengecek data2 yang sudah dientry ke system oleh adik2 yang bertugas untuk itu.. Dari siang Tati melakukan pekerjaan tersebut, dan akhirnya selesai juga menjelang jam 22-an..
Lega rasanya.. !!! Kantuk yang tadinya tidak terasa, mulai melanda..

Tati lalu mulai mengemas tas dan laptop, lalu keluar dari gedung kantor… Di luar hari betul2 gelap dan dingiiiinnn… Mungkin karena hujan yang telah berlangsung sejak sore hari.. Rintik hujan masih tersisa , saat Tati melangkah menuju si sparky yang menanti di pelataran parkir… Rasa kantuk semakin melanda.. .

Bayangan tempat tidur dengan selimut hangat, plus segelas teh hangat semakin menari2 di kepala…, Tati rindu rumah yang telah ditinggalkan sejak jam 06.30… Tati rindu kamar Tati.. . Tati rindu menatap lampu tidur yang berbentuk bunga mawar merah di sudut kamar yang selalu menimbulkan rasa nyaman dan hangat… Tati rindu kehangatan yang setiap malam hadir di kamar…, meski hujan, kilat dan petir menari2 di luar rumah.. Tapi malam ini, di sini, di halaman kantor, dunia rasanya dingin sekali….

Setelah menyalakan mesin si sparky, memasang seatbelt dan menyalakan tape yang mengalunkan lagu2 Snada, Tati mulai mengarahkan si sparky keluar dari halaman kantor dan menyusuri jalan Sudirman… Gak jauh dari kantor, di bundaran pesawat terbang, tempat dimana Tati harus berbalik arah menuju jalan pulang, lampu merah menyala.. , sehingga Tati harus berhenti… Tati lalu menatap ke luar ke sisi kanan.. Ada 3 orang anak kecil dengan usia sekitar 9 – 11 tahun, 2 laki2 dan 1 perempuan.. Yang laki2 membawa setumpuk Koran yang dibungkus dalam plastic..

Salah seorang anak tersebut segera menghampiri Tati, dan berkata : “Bu, beli korannya, Bu?” Tati lalu melirik, Koran yang ditawarkan adalah Koran X, yang harganya Rp.1.000,- per eksemplar, yang isinya berita kriminal di daerah ini.. Koran yang selama ini sangat sangat sangat sangat jarang Tati beli…

Tapi rasa ingin tahu membuat Tati menurunkan kaca jendela, dan menyapa..

Tati : Dek, kok jualannya malam2, besok gak sekolah ?
Anak penjual Koran : Sekolah, Bu. Saya masih sekolah..
Tati : Rumahnya dimana?
Anak penjual Koran : Di jalan Kuini, Bu. (Sekitar 2 km dari lokasi dia jualan; Tati)
Tati ; Tapi ini hujan, dek. Nanti sakit, lho..!!
Anak penjual Koran : Gak apa2, Bu. Udah biasa..

Astagafirullah… astagafirullah.. astagafirullah… Mohon ampun Ya Allah…

Tati yang jauh lebih berumur, dengan fisik yang lebih kokoh saja merasakan dingin yang luar biasa.. padahal rasa itu hanya sebentar… hanya menjelang sampai di rumah… Dan insya Allah pada saat sampai di rumah Tati akan segera merasakan kehangatan tempat tidur, selimut dan teh hangat.. Insya Allah semua rasa dingin akan terhapuskan saat mencapai rumah…

Tapi anak yang kecil ini, harus berada di pinggir jalan merasakan dingin malam yang rintik2 setelah hujan berjam2… berteman harapan akan ada yang membeli korannya menjelang malam tengah malam… Dia menepiskan rasa takut akan gelap, rasa dingin, rasa takut akan ada makhluk jahat yang mengintip-intip di sela malam dan mengancam keselamatan jiwanya…

Demi apa..? Demi beberapa ratus rupiah dari setiap eksemplar Koran? Demi uang yang mungkin tidak banyak bagi kita2 yang punya penghasilan..? Untuk apa uang itu? Mungkin untuk membiayai sekolahnya… Bahkan mungkin untuk membantu orang tuanya membiayai kehidupan keluarga…..

Masya Allah…!!!!

Kita (= TATI, TATI, TATI) sering kali tidak bersyukur dengan apa yang ada pada diri kita (= TATI, TATI, TATI).. Selalu merasa hidup kita (= TATI, TATI, TATI) jauh dari cukup…, bahkan hal2 kecil seringkali membuat kita (= TATI, TATI, TATI) merasa hidup kita (= TATI, TATI, TATI) tidak sempurna…

Saat Tati memutuskan untuk membeli korannya, lampu merah berganti hijau.. Tati lalu mengatakan pada anak tersebut..

Tati : Dek, mau nyeberang ke sebelah sana? Ibu mau beli Koran kamu, tapi lambu sudah hijau.
Anak penjual Koran : Iya, Bu. Saya ke sana.

Tati lalu menjalankan si sparky dan melihat anak itu menyusul menyeberangi jalan..

Sampai di seberang jalan, dia langsung mengulurkan korannya, dan Tati mengulurkan uang.. Setelah dia melihat jumlah uang yang Tati ulurkan, dia menatap Tati.
Mengerti arti “tatapan bertanya”-nya, Tati mengatakan : Sudah, dek. Itu buat kamu.

Tahu apa yang dikatakan anak penjual koran tsb?
Anak penjual Koran : Alhamdulillah. Ibu, semoga Allah selalu melindungi Ibu. Semoga Allah memberkahi Ibu dan memberi Ibu rezeki yang berlimpah.. Amin.
Subhanalllah, Maha Suci Allah…, Yang telah menciptakan makluk kecil yang tabah dan memiliki hati yang indah…, meski keterbatasan sedang mengisi kehidupannya.

Sebelum kembali menjalankan si sparky, Tati mengatakan pada anak tesebut : Hati2 ya Nak.. Jaga diri baik2..
Sambil berlari kecil dengan lincah dan riang ke arah lampu merah tempat dia berjualan koran, dia membalas ucapan Tati dengan mengatakan : Iya, Bu. Terima kasih.

Semoga Allah juga selalu melindungi kamu, Nak… Semoga engkau tumbuh jadi manusia yang sholeh, dan jadi penerang bagi keluarga dan orang2 di sekitarmu… Amin Ya Rabbal Alamin.

Suatu perjalanan yang memberi hikmah….. Semoga akan selalu memperkaya bathin Tati untuk merasakan betapa Allah telah memberikan nikmat yang luar biasa berlimpah bagi hidup Tati.***

TRUE COLORS…

Tati tiba2 ingat seseorang dari masa lalu.  Orang yang pada saat pertama kali bertemu Tati langsung merasa melihat “WARNA DIRI”nya.

Berbulan2 kemudian saat Tati mengkofirmasi “apa yang telah Tati lihat”, orang itu pun terheran2.. Dia heran kok Tati bisa melihat “DIRINYA” saat baru pertama kali bertemu.. Padahal kita sebelumnya gak kenal sama sekali.. Padahal dia tipe orang yang sangat tertutup dan menyimpan “DIRINYA” dari dunia luar.. Tapi semua yang disimpan begitu rapat, seolah terbuka di depan mata Tati.. Jangan tanya kenapa dan kok bisa.. Karena Tati sendiri gak mengerti. Karena setahu Tati, I have no sixth sense. Paling2 hanya mengalami dejavu (bermimpi tentang sesuatu yang kemudian dialami di masa depan). Dan Tati tetap belum mengerti apa sebenarnya yang terjadi, meski kejadian itu telah berlalu lama..

Here d song for the person that I knew his “COLOR” at the first sight.. I hope you are happy and wealthy now, buddy…

You with the sad eyes
Don’t be discouraged
Oh I realize
It’s hard to take courage
In a world full of people
You can lose sight of it all
And the darkness inside you
Can make you feel so small

But I see your true colors
Shining through
I see your true colors
And that’s why I love you
So don’t be afraid to let them show
Your true colors
True colors are beautiful
Like a rainbow

Show me a smile then
Don’t be unhappy, can’t remember
When I last saw you laughing
If this world makes you crazy
And you’ve taken all you can bear
You call me up
Because you know I’ll be there

And I’ll see your true colors
Shining through
I see your true colors
And that’s why I love you
So don’t be afraid to let them show
Your true colors
True colors are beautiful
Like a rainbow

Lebaran…

1 Syawal 1428 H atau 13 Oktober 2007 Masehi.. Jam 05an Tati udah bangun… Malam ini Tati tidur di rumah jalan Durian, di kamar Ira yang dulunya adalah kamar Tati di usia 13-14an., lalu pindah ke kamar depan yang pemandangannya lebih ok..
Setelah sholat subuh, Tati lalu bantu2 beresin meja makan.. lalu mandi dan siap2 sholat Ied..

Jam 07 kurang kita berangkat dari rumah, rencananya mau sholat di halaman Kantor Gubernur Riau di Jl. Sudirman.., tapi apa daya pada saat kita sedang parkir mobil, hujan tanpa permisi turun dengan derasnya.. Orang2 yang sudah tersusun dalan shaf2 yang rapi dan teratur langsung bubar.. Kami langsung mengarahkan mobil ke mesjid Al Falah di Jl. Sumatera, mesjid asal, istilahnya kita.. Kok ? Karena mesjid ini berada di Kompleks Gubernur Riau, daerah perumahan pegawai pemda Riau, tempat Kak Lintje dan Tati dibesarkan. Bahkan meski kita telah pindah rumah ke Jl. Durian sejak Maret 1981, KTP dan segala surat2 yang menyangkut administrasi kependudukan kita masih menggunakan alamat ini.. Bahkan kita memang suka banget sholat taraweh di mesjid ini.. Tati aja kalo siang2 lagi di jalan terus nyadar udah waktunya sholat, ya beloknya ke mesjid ini…

Mesjid Al Falah masih sepi.. kita termasuk yang awal nyampai di situ.. Oleh petugas mesjid, Olan diminta untuk takbir.. Gak lama serombongan demi serombongan jemaah yang mau sholat Ied di sini berdatangan… Tepat jam 07.30 sholat Ied dilaksanakan, sementara hujan masih saja turun…

Air mata Tati menitik, tatkala imam mesjid mengatakan dalam kotbahnya bahwa bagi hamba Allah yang taat, hari raya idul fitri ini adalah hari raya kecil.. ada hari raya yang lebih besar, yaitu pada saat kita meninggal dunia dan menghadap pada Allah SWT, dan Hari Raya yang Sebenar2nya adalah hari ketika kita dapat bertemu dengan Allah SWT di surga.. Semoga Allah berkenan menjadikan kita orang2 yang dapat menikmati Hari Raya yang Lebih Besar dan Hari Raya yang Sebenar2nya… Amin ya Rabbal Alamin.

Setelah sholat, kita ziarah ke makam ke dua orang tua dan tante Mong, lalu kita singgah ke tempat oom Nunung, sepupu Ibu, dan juga ke tempat bang Mirza, ponakan ibu. Setelahnya kita langsung pulang karena Tati udah harus ke airport. Penerbangan dengan Merpati menuju Medan yang seharusnya take off jam 17an dipercepat ke jam 12an. Jadi Tati gak sempat muter2 dulu sebagaimana biasanya. Tapi sehari sebelumnya Tati sudah menelpon Ibu Venny dan Ibu Yusman, untuk meminta maaf karena tidak bisa berkunjung ke rumah mereka pada lebaran kali ini..

Buat teman2 Tati dimana pun berada, baik yang telah sempat Tati hubungi by phone, by email atau by sms, maupun yang belum sempat Tati hubungi…, bersama ini Tati mengucapkan…

Selamat Hari Raya Idul Fitri – Taqoballahu minna wa minkum…
Semoga amal dan ibadah puasa ramadhan kita diterima Allah SWT. Amin!
***