Vitamin Hati…

Ini cerita yang telat diposting.. Kesibukan kerja membuat Tati belum sempat menulis tentang yang satu ini.. sesuatu yang nulisnya membutuhkan keseriusan… Cerita tentang apa siyyyy?

Tanggal 12 November yang lalu, Tati mengikuti training Mission Statement, training lanjutan dari Emotional Spiritual Question (ESQ).

Di sessi awal, setelah dikelompokkan dalam kelompok kecil yang terdiri dari 3 orang, Tati dan teman2 ditugaskan membuat visi misi dan nilai yang dianut di perusahaan yang kita kelola. Kita kebetulan dapat tugas sebagai pengelola perusahaan produsen jam.. Setelah membuat visi misi dan nilai perusahaan, masing2 kita disuruh membuat visi misi dan nilai2 pribadi.. Nah Tati kebagian sebagai seorang penghatur lalu lintas.. Waduuuuuuuhhhhhhh gak gatuk banget… Bayangkan, sebagai pribadi Tati punya visi sebagai seorang pengatur lalu lintas, tapi bekerja sebagai pengelola perusahaan jam… Weleh weleeeeeeehhhhhh…

Tapi sebenarnya, yang kayak gini sering kali menjadi realita hidup kita… Visi pribadi kita gak sama dengan visi institusi tempat kita bekerja… Akibatnya kita seringkali gak betah bekerja.. Tapi menurut arahan trainer, kedua hal yang gak gatuk ini harus digatukkan… Sebagaimana kita harus menempatkan visi kita sedemikian rupa sehingga jadi selaras dengan visi institusi tempat kita bekerja…

Lalu, kita di suruh nulis visi, misi dan nilai2 yang kita anut.. Honestly.. Tati lama gak bisa menulis.. karena ada banyak visi dan misi di kepala, tapi rasanya itu hanya bagian2 dari sesuatu yang justru Tati gak mampu mengungkapkannya… Di dalam diri ada visi untuk menjadi anak yang baik bagi orang tua, menjadi adik dan kakak yang baik bagi saudara2, menjadi Tati, Bou dan Wowo yang baik bagi para ponakan.. Lalu dari segi pekerjaan sebagai government staff alias civil servant alias pengabdi masyarakat, dan sejalan dengan pendidikan yang telah diambil, Tati juga punya visi , misi dan nilai sendiri.. Rasanya itu semua merupakan bagian dari visi misi dan nilai yang lebih makro… Trainernya akhirnya mengingatkan bahwa setiap kita sebenarnya punya ultimate vision, mission and value.. Vision, mission and value yang spritualistis.., sesuai dengan janji ruh kita pada Alloh saat ditiupkan ke dalam tubuh kita saat berada dalam rahim ibu..

Kita juga disuruh menulis apa yang menjadi tugas kita.. Baik itu pekerjaan di kantor ataupun pekerjaan di rumah tangga.. Lalu setelah selesai menulis, kita disuruh mengamati tulisan kita tersebut dan mencari apakah ada di tulisan kita tersebut kata2 yang mengandung unsur Asma’ul Husna, seperti membantu, mengurus dll. Dan ternyata ada dan ada.. Ini sebenarnya menggambarkan bahwa kita adalah hamba Alloh, hamba yang bertugas melakukan berbagai pekerjaan yang mengandung sifat2 Alloh..

Lalu ada sessi yang kita bisa merasakan diri seakan2 sedang naik jetcoaster.. Di sessi ini kita bisa merasakan, bahwa kita harus menyesuaikan diri pada saat jetcoaster belok, menanjak maupun meluncur.. Menyesuaikan diri tanpa keluar dari track. Hal ini adalah upaya menyesuaikan diri dengan G-Force atau Gaya Gravitasi. Melawan Gaya Gravitasi justru akan membuat tubuh terasa lebih berat.. So, katanya begitu juga dengan hidup… saat kehidupan kita berbelok, menanjak dan meluncur, kita harus menyesuaikan diri terhadap God-Force yang sedang bekerja terhadap diri kita. Kalau kita bergerak ke arah yang bertentangan, hidup justru akan terasa lebih berat… Adapun belokan, tanjakan dan turunan merupakan cara Alloh untuk mengingatkan hamba-Nya agar tetap berjalan di track yang sudah ditetapkan. So, ungkapan LIFE IS LIKE A JETCOASTER itu benar, ya…? Jadi ingat kata2 si Forrest Gump… “Life is like a box of chocolate. You never know what You’re gonna get..” Apa hubungannya.. Hehehe…

Di training ini juga dibahas mengenai keikhlasan dalam bekerja.. Keikhlasan fisik, keikhlasan emosional dan keikhlasan spiritual… Kita harus berupaya supaya bisa sampai pada tingkat ikhlas spiritual, sehingga bila kita tidak mendapat imbalan fisik dan emosi yang pantas, kita tidak merasa mutung dan putus asa, karena kita yakin Alloh akan menyediakan imbalan yang jaaaauuuuuhhhhh lebih besar dari apa yang manusia lain bisa berikan buat kita. Kita juga dikasi suatu pemahaman bahwa bekerja berarti beribadah.., diberi tanggung jawab dalam bekerja berarti diberi kesempatan untuk beribadah..

Training yang dibimbing oleh Pak Legisan Sugimin ini telah memberikan suatu perspektif yang berbeda tentang hidup.. , sesuatu yang terlepas dari pemahaman Tati selama ini. Alhamdulillah. Training ini juga memberikan beberapa jawaban atas pertanyaan yang selama ini seringkali bergema di hati… Makasih ya Pak Legisan. Mudah2an persepsi yang baru ini bisa Tati terapkan dalam hidup… , sehingga mampu meraih MY ULTIMATE VISION. Amin Ya Rabbal Alamin.***

2 thoughts on “Vitamin Hati…

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s