The Blind Violist…

Dalam rombongan perjalanan ke Bali yang beranggotakan 34 orang, ada satu orang peserta yang istimewa… Istimewa…? Yuuuppppp… A blind man… He’s a musician, a member of traditional music players for Randai Kuantan.  He plays violin… And HE’S REALLY GOOD IN IT….!!!!!

D Blind Violist..

He can’t walk alone in a strange area.. He needs direction from other person. Selalu ada temannya yang juga anggota grup musiknya yang membimbing…  Semula aku gak terlalu ngeh dengan situasinya..  Sampai suatu saat aku melihatnya dia kejegruk (kakinya terperosok) di got saat keluar dari pentas di Taman Budaya Bali setelah selesai gladi bersih..  Ternyata saat itu teman yang membimbing gak aware, main jalan aja tanpa menyadari bahwa temannya yang tidak bisa melihat itu sepenuhnya bergantung pada dia..

Astagafirullah al adzim…  Begitulah kalau kita tidak diberi anugrah kemampuan melihat.. Untuk berjalan kita bergantung pada orang lain, yang belum tentu setiap saat aware dengan kondisi kita…  Betapa tergantungnya kita pada orang lain, betapa terbatasnya langkah kita…  Betapa beruntungnya kita yang dianugrahi penglihatan…

Lalu, pada hari rombongan berjalan2 ke Bali Selatan, dia hanya tinggal di hotel.. Karena dia kan juga tidak bisa melihat dan bermain di pantai… Dan temannya kan juga ingin bermain dan menikmati perjalanan…  Lalu aku juga melihat, saat semua orang sibuk dengan oleh2 buat keluarg, dia gak bawa apa2, karena memang dia tidak ikut pergi belanja dan dia juga kan tidak bisa melihat apa yang mau dibeli…  Itu mebuat kita para ibu2 tersentuh dan turun tangan…, mencarikan oleh2 buat keluarganya..

Keluarga…? Yuuupppp… He has s family : a wife, a-6 years old son and a-2 years old daughter… Luar biasa kasih sayang Alloh SWT… Bayangkan di tengah keterbatasannya, dia dipertemukan dengan perempuan yang penglihatannya normal dan berhati emas, hati yang mau menerima kekurangan dan keterbatasan pasangan hidupnya..   Belum lagi sepasang anak… Ahhhh sungguh kebahagian yang luar biasa, yang belum tentu dimiliki oleh manusia yang normal…

Dan suatu pikiran melintas di benak ku… Mungkin di balik kebutaan matanya, mata hatinya justru dapat menangkap keindahan karunia Alloh SWT di dalam hidupnya.. Sementara kita yang matanya dapat melihat dunia, justru terperangkap dengan apa yang kita lihat, sehingga mata hati kita belum berfungsi sebagaimana seharusnya…, kita acap kali belum mampu menangkap keindahan karunia Alloh SWT dalam kehidupan kita…

Ya Alloh, berikan lah penjagaan Mu bagi saudara kami itu dan keluarganya..

Berikanlah kelapangan rezeki agar dia mampu menghidupi keluarganya di tengah keterbatasannya..

Ya Alloh, berikan kami mata hati yang peka akan karunia2 Mu, mata hati yang mampu menangkap keinginan2 Mu, kehendak2 Mu.. sehingga kami dapat berjalan di jalan yang telah kau bentangkan di hadapan kami, jalan yang lurus, jalan2 orang2 sebelum kami yang telah Engkau beri petunjuk…

Amin Ya Rabbal Alamin…

2 thoughts on “The Blind Violist…

  1. @ Mechta : violist istimewa itu sudah kembali ke daerahnya asalnya di Kuantan Singingi, sekitar 3 jam dari Pekanbaru. Beliau memang menetap di sana, jadi saat ada pertunjukan, beliau sengaja dijemput…

  2. memang seringkali kita bisa bercermin dari pengalaman / kondisi orang lain… titip salam buat violist handal itu ya…semoga ttp semangat dlm berkreasi…

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s