Kelinci, Dompu, Teddy dan Kiara

Menjelang saat menghadiri pembukaan training ESQ Kids Generasi Emas di Hotel Pangeran tanggal 24 Agustus 2010 yang lalu, aku menemukan seorang anak perempuan yang menjadi peserta training berdiri gelisah di lorong hotel, di depan ballroom yang menjadi ruang training..

Aku lalu menghampirinya dan bertanya pada si Nona kecil berbaju kuning muda itu.. : “Kamu lagi ngapain, nak? Kok belum masuk…?”

Nona Kecil Berbaju Kuning dengan wajah sedih : “Kelinciku hilang….”

Aku : “Kelinci…? Hilang dimana?”

NKBK dengan air mata nyaris runtuh : “Tadi aku bawa ke kamar mandi (maksudnya toilet), aku tarok di mejanya. Pas mau keluar, dia udah gak ada…”

“Hayuuhhh kita liat ke sana…” Ajakku sambil menuntunnya ke arah toilet yang terdapat di salah satu sisi lorong hotel…

Kami lalu berjalan menuju toilet dan memeriksa setiap pojok , tapi teteup kami tidak menemukan “si kelinci” boneka yang menurut pemilknya itu berwarna putih….

Wajah Nona kecil semakin sedih.. Airmatanya mulai menetes…. Aku lalu membujuknya.., dengan mengatakan kemungkinan seseorang menemukan si kelinci sendirian di toilet, lalu menyerahkannya pada petugas hotel.. dan biasanya kalau begitu, nanti akan ada yang menyerahkan si kelinci pada kakak-kakak panita… Aku juga menyarankan dia untuk masuk saja dulu ke ruang training…

Mulanya dia keberatan… Masih ingin mencari si kelinci putih….

Sella, salah seorang panitia yang melihat aku bersama si Nona berbaju kuning di lorong hotel menghampiri kami dan bertanya pada ku : “Ada apa Tante?”

Aku : “Kami mencari kelinci putih, kak Sella.. Tadi dibawake toilet, trus tau tau gak ada lagi…”

Sella : “Oohhhhh… Itu artinya kelincinya sedang jalan-jalan… Adek tunggu aja di dalam.., nanti juga kelincinya datang….”

Mendengar ucapan Zella, gadis kecil itu pun berjalan masuk ke ruang training sambil di gandeng Zella..

KELINCI SEDANG JALAN-JALAN…. bahasa yag tak terpikirkan oleh ku….

Gak lama setelah Nona Kecil itu masuk ke ruang training aku kembali ke kantor dan kembali ke sana di sore hari.. Di ruang training, di antara anak-anak perempuan yang duduk dalam beberapa block, aku melihat si Nona Kecil Berbaju Kuning duduk tenang melihat trainer beraksi dengan Kelinci Putih di dalam pelukan eratnya… Alhamdulillah… Si kelinci sudah pulang jalan2…

Apa yang terjadi hari itu mengingatkan aku pada Ananda si buncil cantik, putri adikku… Nanda selalu punya boneka yang selalu dibawanya kemana-mana… Setelah sekolah saja dia tidak membawa boneka kemana-mana sepanjang hari.. Tapi kalau Nanda meginap di rumah Opungnya, pasti… pasti bonekanya dibawa…

Boneka pertama yang selalu ditenteng kemana diberi nama DOMPU, singkatan DOMba Putih… Kalau tidak salah nama itu pemberian Enek, mamaku, megikuti nama salah satu sahabat si Komo, cerita anak2 karya kak Seto.  Boneka itu memang berbentuk domba berwarna putih pada bagian perut dan moncong…, bagian lainnya berwarna coklat. Ukurannya pas buat ditenteng anak usia batita…

Aku ingat sekali dulu Nanda sering kali mengekspresikan keinginannya, perasaannya sebagai keinginan dan perasaan si Dompu. Misalnya, Nanda yg sebelumnya ngotot masih pengen main tapi sebenarnya udah ngantuk bilang : “Woooo…, si Dompu ngantuk Wo…”

Saat aku bilang sambil seakan-akan berbicara dengan Dompu bukan dengan si buncil cantik : “Hmmmm, Dompu ngantuk yaa…? Bobok ya Dompu…, kan udah capek…”. Mendengar ucapanku, Nanda langsung meletakkan kepalanya di bantal dan segera terlelap… Hehehehe… Jadi untuk menutup “rasa gengsi” karena baru aja ngotot pengen main, jadi lah si Dompu yang pengen menyerah pada kantuk…

Si Dompu akhirnya pergi jalan-jalan dan tak pernah kembali… Ceritanya waktu itu kami jalan-jalan ke Sun Plaza.. Asyik keluar masuk toko.., menjelang pulang baru kami sadar kalau si Dompu tidak lagi bersama kami… Kami menunda pulang dan kembali menyusuri tempat2 yang sudah kami datangi.., tapi si Dompu tak juga bisa kami temukan, bahkan di Time Zone tempat si Dompu diperkirakan terpisah dari si Buncil.  Jangan tanya berapa ribu liter air mata si buncil tumpah karena kehilangan si Dompu… Hanya ucapan mamanya “Mungkin tadi si Dompu melihat ada anak lain yang sedang bersedih, sehingga Dompu pergi untuk menghibur anak itu” yang bisa menghentikan tangisnya meski tidak cepat….

Dompu lalu digantikan oleh Teddy… Ukuran Teddy si beruang gak jauh berbeda dengan si Dompu. Teddy juga selalu dipeluk erat dan dibawa si buncil kemana2.., kecuali ke sekolahnya yang saat itu masih TK… Gak ngeliat sebentar aja, dia pastiudah ribut teriak, “Mana Teddy ku…?” Hehehehe…

Teddy akhirnya pun berpisah dengan si buncil… Teddy  hilang karena terjatuh dari tas yang dibuka saat si Buncil naik becak sepulang berenang dari Hotel Danau Toba…..  Hikss…

Ananda & Teddy

Setelahnya, Nanda lama tidak punya boneka yang ditenteng kemana-mana… Menurut Mamanya, saat ditawarin buat beli “teman baru” Nanda gak mau.. Bisa jadi karena merasa belum sreg, bisa juga karena butuh waktu menyembuhkan hati dari rasa ditinggalkan “sahabat”…

Tapi akhirnya Nanda punya lagi boneka yang selalu menemani… Namanya Kiara, bentuknya anak singa. Tapi kali ini gak bisa ditenteng kemana2…, karena ukurannya relatif lebih besar… Tapi kalau akan menginap di rumah Opung, tetaaaaapppppppp…. Kiara dibawa…

Bagaimana pengalaman teman2 dengan boneka….????

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s