PMS…

Kali ini Tati pengen nulis tentang PMS alias Premenstrual Syndrome.. Sesuatu yang sering kali terjadi pada banyak perempuan termasuk Tati..

Di usia belia, siklus menstruasi bukan sesuatu yang mengambil porsi besar dalam semesta pemikiran Tati karena siklus Tati sampai menjelang usia 40 relatif panjang, yaitu sekitar 40 harian. Dan memang sudah begitu sejak tahun kedua Tati getting periode. Mana ‘”sang rembulan” datangnya tuh suka tanpa permisi alias tanpa tanda-tanda.. Jadi yang namanya rasa sakit perut dan sebaginya, jauh banget… Palingan, sesekali, beberapa hari menjelang saatnya tiba Tati hanya sedikit merasa sebah (perut rasa kembung), atau beberapa bagian tubuh rasanya membesar (padahal kalo diukur siyy enggak ada pertambahan). Itu juga jaraaaannnggg banget kejadian. Mana “sang rembulan” datangnya juga gak lama-lama, paling banter 3 hari udah kelar, sesekali adalah sampai 4 atau 5 hari.. So, getting periode was not a big problem for me…  Sementara Tati sering melihat teman-teman mengalami sakit perut yang luar biasa (senggugut) menjelang dan pada saat rembulan datang.

Tapi dua tahun terakhir, “sang rembulan” datang lebih lama. Bisa sampai seminggu.. Mana volume juga meningkat.. Kalo dulu hampir gak pernah repot dengan urusan yang ini.. Gak ada yang namanya baju kena rembesan, kecuali pada masa-masa baru mulai getting period, saat masih belum ngerti how to handle getting periode situation.

Tapi sekarang, jangan coba-coba… Setiap 3 atau 4 jam, mesti ganti. Padahal itu juga udah pake pembalut yang paling nyerap, paling panjang plus ada wing-nya pula.. Mana duduk juga gak bisa sembarangan, jangan deh duduk dengan nyilang2in kaki, karena akan membuat proses ganti mengganti menjadi lebih cepat lagi.. Bukan sekali dua kali Tati terpaksa lari pulang karena rok atau celana panjang terkenan rembesan yang tak terkendali, meski baru aja ganti popok.. Tapi itu juga bukan masalah besar, pokoknya harus waspada dan bawa bekal yang cukup… Kalo perlu sediain baju ganti juga di mobil. Kayak bayi aja ya…! Hehehe..

Yang dasyat alias problem besar adalah perubahan itu juga diikuti PMS yang juga meningkat.. Dua tahun terakhir menjelang rembulan datang, kondisi fisik dan emotional sangat terpengaruh…

Mood Tati jadi turun cukup drastis.. Perasaan suka jadi sedih meski kadang tidak mengerti apa yang disedihkan, karena my life so far is ok, meski gak seindah dongeng Cinderella, hidup yang harus disyukuri karena diisi oleh begitu banyak rahmat Alloh.. Airmata Tati bisa menetes hanya karena membaca tulisan seorang kerabat or teman yang tajam, atau hanya karena mendengarkan alunan lagu, yang bisa jadi pernah punya kenangan atau hanya karena liriknya yang touching, atau cuaca yang buruk, atau sendirian di suatu tempat (padahal udah 4 tahun tinggal juga sendirian), atau apalah yang kadang juga gak terduga..

PMS juga terkadang membuat Tati menjadi makin short temper. Padahal sifat pengen kerjaan selesai dengan baik dan nyaris tak bercela dalam tempo sesingkat-singkatnya acap kali membuat Tati harus berjuang mengendalikan rasa gak sabaran. Naah kalo ditambah dengan short temper akibat PMS….. Alamak… sulit sekali rasanya.. Biasanya kalo sudah begini Tati memilih untuk membatasi interaksi, menyibukkan diri dengan kerja sehingga memperkecil interaksi dengan orang lain, terutama dengan teman-teman yang kalo bicara suka tanpa tendeng aling-aling..

Satu lagi yang juga gawat, PMS tidak hanya menimbulkan rasa sebah tapi juga membuat sendi-sendi, terutama di lipatan lutut dan lengan menjadi nyeri luaaarrr biasa. Rasa nyeri ini akan hilang dengan sendirinya. Tapi pada saat nyeri itu datang, membuat Tati sulit untuk tidur.. Pijitan Bude, tetangga yang jadi tukang pijat langganan, hanya bisa memberikan rasa ringan sesaat. Demikian juga segala balsem dan pelawan rasa nyeri…, nyaris gak mempan..

Ternyata gejala-gejala seperti yang terjadi pada Tati akhir-akhir ini adalah PMS yang meningkat sejalan dengan pertambahan usia.. Faktor-faktor lain yang juga bisa meningkatkan PMS antara lain konsumsi caffein yang berlebihan, penggunaan tembakau, riwayat keluarga dll. Secara lebih detil teman-teman bisa baca di sini.

Kesimpulan : Hmmmmm, ternyata tidak mudah menjadi perempuan… So, teman-teman yang lelaki, pahamilah para perempuan yang ada di sekitar.. Mohon mengerti bila sesuatu ketika ibu, istri, saudara perempuan, anak perempuan atau rekan kerja anda yang perempuan mendadak jadi makhluk aneh yang menyebalkan, cengeng bahkan terkadang scary… Hehehe. Karena dia juga sedang merasa gak nyaman dengan dirinya akibat siklus hormon.. Lebih baik diberi dukungan, ini akan membuat dia merasa lebih baik..

Pics diambil dari sini..

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s