Posted in Tukang Jalan, Tukang Makan

Sidimpuan in Pics…

Masihh seputar pulang kampung di akhir Juni sampai dengan awal Juli 2008..

Hari Rabu, 2 Juli 2008, Tati dan keluarga pergi ke Padang Sidimpuan atau biasa disebut Sidimpuan aja, ibu kota kabupaten Tapanuli Selatan. Kota yang terkenal dengan sebutan Kota Salak ini berjarak sekitar 32 km dari Sipirok, kampung Tati. Waktu tempuh-nya sekitar 60 menit-an, karena jalannya berliku… Tapi jangan khawatir, waktu satu jam gak akan menjemukan karena pemandangannya cukup indah… Sawah dengan pegunungan di latar belakang serta hutan cemara akan melintas dalam pandangan kita… Pemandangan yang selalu Tati rindukan…

Ngapain ke Sidimpuan..? Kita ke Sidimpuan buat ngunjungin rumah peninggalan orang tua Mama, yang sekarang dihuni oleh adik lelaki Mama. Juga buat ngambil ikan mas yang dipelihara di kolam ikan keluarga kita yang berada di Batunadua, daerah pinggiran Sidimpuan. Lagi pula rasanya gak afdol deh kalo ke Sipirok gak Sidimpuan.

Sidimpuan sebenarnya bukan kota yang asing buat keluarga Tati, secara keluarga Tati sempat menetap di kota ini selama hampir 10 tahun (tahun 1970-1980), karena Papa bertugas di sini sebelum dipindatugaskan ke Banda Aceh. Bahkan Mami Uli, Tante Po dan Mama Nhoy lahir di kota ini. Tati sendiri gak pernah tinggal di sini, karena Tati menetap di Pekanbaru, tapi sering kali saat berlibur Tati dibawa berkunjung ke sini. Jadi kenangan Tati akan kota ini gak sekuat saudara-saudara Tati yang lain.

Ini beberapa pic dari beberapa sudut kota Padang Sidimpuan…

Padang Sidimpuan City Walk, komplek pertokoan terbaru dan termodern di Sidimpuan saat ini. Udah ada KFC-nya…

Pertigaan dekat jembatan besar di pusat kota Sidimpuan

Pajak (pasar) Batu, pasar sejak zaman bahuela.. Di pasar ini Tati dan saudara-saudara saat kecil suka ikut Mama belanja. Mama punya langganan tempat belanja barang harian yang bernama Pak Tempo, yang berjualan di sebuah kios di sisi luar pasar. Denger-denger beliau masih ada, tapi yang jualan di kiosnya sekarang adalah anaknya.

Buffet Anda di Jl. Merdeka, tempat Tati dan saudara-saudara biasa diajak makan sama Papa dan Mama saat kita kecil. Masakannya enak2 banget. Di kunjungan kali ini Tati sempat menikmati es campurnya. Hmmmmm….. uenak banget… karena gulanya asli gula aren.. Beberapa pintu dari Buffet Anda, terdapat Padang Sidimpuan Optikal. Salah satu anak perempuan pemilik toko ini adalah pasangan karnaval Papi David saat Taman Kanak-kanak. Saat itu mereka mengenakan busana pengantin barat. Naah saat kami ke Padang Sidempuan beberapa waktu yang lalu, Papi David sempat mengajak Tati melihat-lihat optik tersebut dari luar. Ternyata si anak perempuan yang sudah dewasa itu masih ada di situ… Hehehe..

Sentral Losmen, salah satu sisi kota yang masih eksis dan belum berubah di telan zaman. Semoga akan selalu ada

Becak Sidimpuan yang khas.. Ditarik dengan scooter..

Pasar buah yang sebagian besar pedagangnya menjual salak


Papa dan Papi David beli salak

Nahh ibu penjual salak yang ada di pic ini adalah langgangan Opung Tati (yang udah meninggal tahun 1989). Tapi tukang salak ini selalu mengenali kita, para anak dan cucu-cucunya Opung. Entah bagaimana beliau bisa mengenali wajah-wajah kami yang rasanya berubah seiring dengan pertambahan umur.