Makna Cinta…?

Hari ini Tati jadi bertanya-tanya dalam hati tentang pikiran orang2 mengenai makna cinta.

Kok mendadak jadi mikir tentang hal itu? Iya, Tati jadi mikirin karena cerita seorang teman.. Dia seorang manager di tempat kerjanya.

Teman Tati itu tadi pagi sengaja datang menemui Tati. Begitu ketemu dia mengajak Tati ke mobilnya karena ingin curhat, tanpa didengar orang lain. Teman Tati mendadak galau setelah menemukan sebuah surat  tergeletak di meja kerjanya. Surat itu diberi mawar merah tiga kuntum di amplopnya.  Ternyata isi surat itu adalah tumpahan perasaan salah seorang staffnya,  yang jatuh cinta habis2an dengan teman Tati tsb.  Walah walah….

Teman Tati lalu mengulurkan surat yang diterimanya itu ke tangan Tati. Dia minta Tati untuk membaca surat itu, serta minta agar Tati bisa memberikan pendapat “apa yang harus dia lakukan”. Karena dipaksa2, Tati akhirnya membaca surat itu.  Surat yang benar2 ajaib.  Tati sampai terbengong-bengong saat membacanya. Tati heran, kok ada orang yang bisa nulis seperti itu, padahal tahu persis kalo teman Tati adalah pria beristri dengan sekian orang kurcaci. Dan yang lebih anehnya lagi, si staff yang menulis surat ini ternyata adalah seorang ibu rumah tangga dengan sekian orang anak, suaminya seorang yang lemah lembut, intelek, dengan karir membanggakan serta mampu membuat keluarganya hidup dalam keadaan yang lebih dari cukup. Apa siyy yang ada di hati dan otaknya saat menulis surat itu? Apakah rasa cinta? Apa pikirannya tentang cinta? Apa cinta yang menyebabkan dia lupa tata krama, lupa tentang dirinya, tentang suaminya, anak2nya? Apakah cinta juga yang membuat dia lupa atau mengabaikan kehadiran istri teman Tati ini? Selintas pikiran negatif hadir di kepala Tati “Yang nulis surat ini waras gak siyy?”

Ada lagi cerita tentang seorang lelaki kenalan Tati yang telah menikahi seorang perempuan selama 25 tahun.  Mereka dikaruniai 4 anak yang lucu2, cerdas dan baik hati. Selama 25 tahun perkawinan dia hidup mapan dan tenang karena sang istri berasal dari keluarga berada. Tapi setelah 25 tahun, lelaki tersebut bukannya menjaga apa yang ada pada istrinya, melainkan menghancurkan. Kemudian berkata pada istrinya, “Aku gak cinta sama kau. Aku gak suka sama kau. Besok kau pergilah ke pengadilan agama untuk mengurus perceraian.” Subhanallah.. Apa arti cinta bagi lelaki ini…? Tidak adakah rasa syukur atas 4 orang anak yang lucu2, cerdas dan baik hati? Tidak adakah rasa berterima kasih atas kemapanan dan ketenangan hidup yang telah diberikan keluarga istrinya?

Ada lagi cerita seorang sahabat.. Dia bercerita kalo dia punya masalah.. Dia tidak tahu bagaimana caranya melepaskan diri dari seorang perempuan yang telah hidup bersamanya selama 9 tahun tanpa ikatan pernikahan. Saat Tati tanya kenapa tidak menikah aja? Bukankan itu solusi yang baik buat hubungan yang telah terjalain lama, dan juga merupakan bentuk tanggung jawab atas apa yang sudah dia ambil dari perempuan tersebut. Jawaban teman Tati itu sangat mengagetkan Tati.

Teman Tati : Gue gak cinta sama dia ‘dha. Dia gak layak buat gue. Status sosial ekonomi, tingkat pendidikan, latar belakang keluarga dia gak setara dengan gue. Mana mungkin gue kawin ama dia?

Tati saat itu bengong… Lalu dengan menahan rasa sedih Tati berkata : Lalu kalo lu gak cinta, kenapa lu tidur sama dia.. Bukan sekali dua kali.. tapi sembilan tahun…. SEMBILAN TAHUN? Apa itu semua gak ada artinya buat elu? Lu pikir siapa sih perempuan itu? Jiwa tak berharga, yang bisa lu tidurin semau lu, lalu lu campakkan begitu aja?

Teman Tati : Tapi Nyokab gue juga bilang, kalo gue kawin dengan perempuan itu, dia gak akan bawa kebaikan buat hidup gue.

Tati : Hmmm…

Teman Tati : Nyokab bilang, kalo ada yang harus gue pertanggungjawabkan, nikahilah dia. Tapi kalo boleh memilih, jangan pernah nikahi.

Tati : Lalu, kalau lu gak cinta, kok lu bisa-bisanya tidur dengan dia? Bukan sekali dua pula.. Apa sih yang ada di pikiran lu? Gue gak ngerti.. Karena dalam pikiran gue, tubuh  adalah milik kita yang paling berharga, yang hanya boleh kita sharing dengan orang yang juga sangat berharga buat kita, orang yang kita cintai dan mencintai kita.

Teman Tati : Itu kesalahan masa muda ‘dha.

Tati : Gue gak ngerti ama lu. gue gak tau lu itu bodoh apa bejad… gue sungguh gak ngerti apa pikiran lu tentang cinta… Gue pusing dengar omongan lu…  Lu pikir aja deh ‘ndiri.  Gue gak ikutan…

Itu cerita tentang makna cinta dari tiga orang yang pernah Tati temuin dalam hidup Tati. Pikiran yang “ajaib” menurut Tati. Apa pikiran teman-teman tentang cinta?

3 thoughts on “Makna Cinta…?

  1. Sampe sekarang, aku jg masih bingung pengertian CINTA dl konteks yg sudah berkeluarga…

    karena, menurut saya makna Cinta dlm sepasang suami istri sudah digantikan dgn yg namanya KEWAJIBAN…

    benarkah begitu..??😀

  2. Aih tolol kali ya perempuan sampe bikin surat cinta pake 3 kuntum bunga….tadinya gw pikir itu yg kirim cowo….

    Yaa kadang kita ga bisa milih bisa jatuh cinta sama siapa, tiba-tiba aja perasaan sialan itu udah ngendon di hati….tapiiiiii….otak juga kudu difungsikan laahhh…..jatuh cinta sama pasangan orang lain ya ga bisa disalahin sih, lah wong namanya juga itu rasa dateng ga diundang….yang salah kalo sampe terungkap, kemudian menjadi perbuatan…..

  3. aihh… serem2 nya cerita kawan2 kak shonda itu. yg surat cinta itu lagi, ngeri x si istri org itu sampe bs jatuh cinta habis2an sama bosnya? apa tujuannya mengungkapkan cinta? ingin bersama? berharap si bos cere, lalu dia jg cere, & sama2 merid dgn buntut yg banyak? gile benerr…

    menurutku, cinta itu persis kyk kata lagunya dewa19 : CINTA ADALAH RUANG DAN WAKTU. cinta memng bs datang, tp bs juga pergi.

    dlm bbrp kondisi, banyak pasangn dihadapkan pd situasi sdh tdk mencintai pasangannya, yg mgkn sdh dipendam selama ini. tp ga sedikit yg kemudian saling jatuh cinta lagi asal keduanya mau saling memperbaiki.

    balik2nya siy ke tujuan awal pernikahan (komitmen) mereka, apakah memang berdasarkan cinta. jgn menyamakan cinta dgn nafsu (seks, materi), yg mgkn hilang ketika pasangan kita sdh gendut, peyot, keriput… ini dia yg membuat org sering KELUAR DARI RUANG DAN WAKTU itu. berharap di ruang yg baru akan ketemu dgn cinta yg baru.

    mudah2an saja cinta yg aq punya ini tdk pernah keluar dari RUANGAN nya selama ini. klo ada sedikit jenuh, perluas ruangan itu, tata ulang dekorasinya, alias carilah hal2 baru yg bs membuat cinta kembali segar…

    **ah panjang x pulak komenku yaa….😀

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s