Posted in Tukang Jalan

Jalan-jalan ke Buluh Cina..

Hari Jum’at pagi tanggal 22 Agustus 2008 yang lalu Tati nganterin 2 orang tamu yang ingin melihat-lihat Desa Buluh Cina. Kedua tamu ini adalah orang-orang yang bekerja untuk sebuah Studio Seni yang namanya sudah terkenal tidak hanya di tingkat nasional bahkan di tingkat internasional. Meraka ingin lihat karena mereka dengar kalo desa ini punya potensi untuk dikembangkan sebagai obyek wisata di Riau.

Sebelumnya Tati baru sekali pergi ke desa ini, kalo gak salah 1.5 tahun yang lalu, buat menghadiri perkawinan adik tetangga, yang kampungnya di Desa Buluh Cina ini. Waktu itu Tati pergi berdua dengan Mama Chyntya, yang juga diundang. Dan surprise surprise…, ternyata desa ini gak jauh kok.. Cuma sekitar 30-an km dari Pekanbaru. Bahkan masih terhitung sekecamatan sama rumah Tati… Makanya Tati dengan senang hati mengantarkan kedua tamu tersebut.

Desa Buluh Cina yang Tati lihat kemaren beda banget dengan yang Tati lihat saat pertama kali ke sana… Dulu Sungai Kampar yang membelah Desa Buluh Cina terlihat indah dengan air yang penuh mencapai tepian… Tapi kemaren airnya surut jauh… Ini terkait dengan waduk Koto Panjang yang airnya turun sampai 6 meter, karena Sungai Kampar dan waduk Koto Panjang sama-sama merupakan bagian dari satu sistem Derah Aliran Sungai (DAS)..

Wilayah pemukiman penduduk di Desa Buluh Cina sebagian besar berada di seberang sungai. Sebagai sarana transportasi penduduk menggunakan perahu penyebrangan yang bisa mengangkut orang dan kenderaan roda dua. Waktu Tati ke sana pertama kali, posisi perahu penyebrangan dengan anjungan untuk penumpang naik turun perahu relatif rata, sekarang anjungan itu sementara gak bisa digunakan karena posisi perahu jauh di bawah anjungan.

Oh iya, di desa ini juga ternyata ada tukang perahu.  Menurut salah seorang penduduk setempat, bahan baku pembuatan perahu di desa ini tidak diambil dari hutan lindung yang ada di desa ini.  Masyarakat desa ini menurut beliau punya komitmen untuk melestarikan hutan yang ada di sekitar mereka.  Tapi sampai kapan mereka bisa bertahan memegang komitmen itu kalau taraf hidup mereka tidak membaik…?  So, Pemerintah harus segera menciptakan kesempatan kerja, bukan cuma memerangi illegal logging..

Mudah-mudahan air di DAS ini kembali naik ya, sehingga Desa Buluh Cina kembali cantik dan asri..  Kayaknya seru deehh kalo di akhir pekan bisa muter2 naik perahu dan jalan2 ke hutan lindung di sekitar desa ini…  Secara jaraknya gak terlalu jauh dari Pekanbaru, dan jalannya juga bagus…  ***