Hari Merdeka

Pagi ini sebelum jam 07 Tati udah bergerak menuju kantor buat mengikuti apel Peringatan 17 Agustus.  Ini apel 17 Agustus pertama Tati di kantor baru, sebelumnya siyy selalu ngikutin di lingkungan kantor Walikota Pekanbaru.  Di kantor sekarang upacaranya lebih sederhana, karena hanya lingkungan unit kerja.  Kalo di kantor Walikota lebih ramai karena dihadiri oleh pegawai2 dari berbagai unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru, ada aubade anak sekolah, ada paskibra. Rame pokoknya…!!  Nah di kantor sekarang, yang menggerek bendera 3 orang pegawai, lalu saat bendera dikerek, para peserta upacara menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Saat menyanyikan lagu itu, tanpa bisa ditahan, air mata Tati menitik..

INDONESIA RAYA

Indonesia, tanah airku, tanah tumpah darahku.
Di sanalah aku berdiri, jadi pandu ibuku.
Indonesia, kebangsaanku, bangsa dan tanah airku.
Marilah kita berseru, “Indonesia bersatu!”
Hiduplah tanahku, hiduplah neg’riku,
Bangsaku, rakyatku, semuanya.
Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya.

CHORUS:
Indonesia Raya, merdeka, merdeka
Tanahku, neg’riku yang kucinta.
Indonesia Raya, merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya.
Indonesia Raya, merdeka, merdeka
Tanahku, neg’riku yang kucinta.
Indonesia Raya, merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya.

Hati semakin miris saat Tati mendengarkan pembacaan Pembukaan UUD Negara Republik Inonesia Tahun 1945, yang menyatakan “mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan, dst..  Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.  Lalu saat mendengar pembacaan Panca Prasetya Korpri yang menyatakan “mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan”

Apa yang terjadi saat ini? Apakah kita benar2 sudah jadi bangsa yang merdeka?  Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sepertinya masih jauuuuuhhhhh banget.  Lalu apa iya kami para PNS dalam bekerja telah mementingkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan? Wallahualam…

Lalu sampai kapan akan begini? Akan kah sistem bisa berubah? Apakah paradigma berpikir di negeri ini akan berganti? Akankah patriotisme yang pernah membakar negeri ini berpuluh-puluh tahun yang lalu akan menyala kembali?

Tati ingin bisa menikmati suasana kerja yang tenang.. Yang tidak membuat para pekerja selalu dalam dilema.  Tapi starting point tidak berada pada kami-kami yang berada di tingkat staff, starting point ada di tangan para atasan yang punya otoritas kemana system akan dibawa dan bagaimana cara membawa ke sana… Kalau para atasan bisa memberikan contoh, menegakkan aturan yang jelas, serta merubah pola pikir yang materialis dan individualis, insya Alloh negeri ini akan menjadi lebih baik.

Seringkali dalam kesendirian saat mengendarai mobil dan menyusuri jalan-jalan yang mingu-minggu dihiasi Dwiwarna, di hati Tati terbersit : Aku Cinta Indonesia. Ini negeriku, tumpah darahku. Meski hati ini selalu menginginkan untuk dapat kesempatan untuk berpetualang untuk menikmati keindahan dan kemajuan negeri antah berantah, tapi rasanya di hati ini hanya ada satu negeri : INDONESIA.

Akan kah kita bisa melihat Indonesia menjadi negeri yang maju, tidak hanya secara fisik tapi juga secara metal dan spiritual ? Apakah kita bisa melihat rakyat di negeri ini mengalami kemakmuran yang adil dan merata? Apakah “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”  cuma ilusi di siang hari…? Semoga tidak..

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s