Sahabat…

Malam minggu 19 Juli 2008 yang lalu.. Sebuah SMS masuk ke hp Tati… Dari bang Mus…

Bang Mus, lengkapnya Mustari adalah salah satu teman Tati saat baru jadi PNS 11 tahun yang lalu.. Bertahun-tahun kita biasa kerja sama-sama di kantor. Sering kali kita harus “mencari kutu” sampai larut malam di kantor.. Cari kutu? Maksudnya mencari angka yang menyebabkan selisih dalam penyusunan anggaran, hasil kompilasi kerja tim.. Mencari kutu itu butuh kesabaran, ketabahan dan ketelitian, selain pemahaman terhadap konsep dasar pekerjaan tersebut..

Lelah berurusan dengan tugas yang sama bertahun-tahun membuat bang Mus mengajukan permohonan pindah tugas, dan pimpinan berkenan menjadikan beliau jadi lurah di daerah tempat tinggalnya.. Beberapa tahun setelah bang Mus pindah, Tati pun menyusul pindah.. Kita jadi jarang ketemu apalagi ngobrol.. Kita sibuk dengan hidup masing2.. Tapi tetap di dalam hati kita merasa sahabat bagi satu sama lain, karena di dunia kerja yang penuh dengan intrik dan segala kekacauannya, kita tau bahwa masing-masing kita selalu bersikap tulus tanpa pretensi terhadap satu sama lain..

Isi sms yang dikirim :

Sahabat adalah dia yang menghampiri ketika seluruh dunia menjauh karena persahabatan itu seperti tangan dan mata. Saat tangan terluka, mata menangis. Saat mata menangis, tangan menghapusnya. “Selamat hari persahabatan se-dunia

Tati tahu sms itu adalah sms berantai, Tati juga gak tau apa benar tanggal 19 Juli adalah hari persahabatan se-dunia. Tapi menyadari bahwa Tati adalah salah satu orang yang masih dianggap dekat buat bang Mus adalah suatu surprise…

Tati lalu mendial nomor telepon beliau… 0852 sekian sekian… Setelah sekali nada dering, telpon lalu diangkat :

Bang Mus : Iya, Son…?

Tato : Weizzzz…. Apa cerita sms tuh…?

Bang Mus : Iya niyy, abang dapat sms dari teman abang, setelah abang pikir2 mau diterusin kemana, abang ingatnya sama awaktu (Bahasa Melayu = Kamu)..

Tati : Masih kawan kita lagi.. ? Padahal Sondha tuh kan teman tak beres.. Beberapa kali diundang tapi gak datang (Bang Mus, ada 2 kali mengundang untuk menghadiri selamatan di rumahnya, tapi Tati lupa kalo ada undangan, jadi gak datang).

Bang Mus : Hehehe.. Apa cerita, udah jadi pesan saya tuhh…?

Tati : Waduh berat, bang.. Musti korupsi dulu… Huahaha… Mungkin belum sekarang-sekarang kali yaa, bang. Doain aja..

Bang Mus : Iya lah.. Yang penting awaktu baik2 aja..  Kerjakan aja yang  elok2 (Bahasa Melayu : Baik2), jangan yang tak elok dikerjakan..

Tati : Siiippp, boss…!!

Setelah ngobrol sejenak dengan istri beliau, percakapan by phone diputus

Pesan apaan? Beberapa tahun yang lalu, saat Tati memutuskan pindah ke rumah yang sekarang, Bang Mus bilang dia kasi waktu Tati 5 tahun buat beli dan pindah ke rumah yang lokasinya di Kota Pekanbaru. Maksudnya..? Iya, rumah Tati sekarang secara administrasi berada di luar Kota Pekanbaru. Tapi karena aksesibilitas, sarana dan lingkungannya bagus, serta seusai dengan kemapuan keuangan saat itu, Tati lebih milih membeli rumah di lokasi yang sekarang. Apalagi sekarang ketika Tati telah membaur dengan lingkungan dan mendapatkan teman2 baru yang udah seperti keluarga sendiri, rasanya malas buat pindah.. Entah lah kalau nanti2 punya kemampuan untuk membeli rumah di lingkungan tempat Tati di besarkan.. Kalau sekarang siyy rasanya belum mampu lah yaa.., karena rumah-rumah di daerah tersebut dijual dengan harga sekitar 1.5 M per unit..

Back to main topic.. senang rasanya ketika seorang sahabat masih ingat dengan Tati meski kesibukan membuat kita seringkali lupa untuk tetap berkomunikasi…

Pics diambil dari sini..

2 thoughts on “Sahabat…

  1. heheheh iya aku juga sama kaya zee, delet juga…well mkn next aku musti lebih dikit care….

    alamaaaakkk rumah 1.5 m…..sapa ya pejabat kaya raya ganteng ga tukang maen perempuan kaya al amin itu yang bisa daku kawini buat beli rumah semahal ini…..hahahhaha *ujung2nya infoteinmen juga*

  2. kekekeke… aq pernah dapat ini, tp 2th lalu, dari temenku jg, temen dekatku wkt kuliah. tp krn aq emg orgnya cuek aja, yg ada aku delete, hahahaa… “apa pulak ini kirim2 sms berantai… buat penuh2 aja.” gt ahahahaa….

    ——————–
    Sondha : Dasar Zee preman…!! Gak peka dengan perasaan teman.. Kekkekeke…. Atau mungkin aku yang terlalu peka, apa2 dirasa, apa2 dipikir kali yaaa…. Huahahaha…

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s