Tidur Di Atas Cabe Merah…

Gimana rasanya tidur di atas tumpukan cabe merah? Mungkin yang tau persis rasanya, selain para juragan cabe merah adalah Aishwarya Rai dan Dylan Mc Dermot… Kok?

Ceritanya setelah direkom Venny Yogya buat nonton The Mistress of Spices… Tati berusaha nyari VCD/DVD film tersebut.. Secara, film tersebut pastila udah lewat dari waktu beredarnya di Pekanbaru.. Iya niyy, Tati tuh entah kenapa gak apdet banget dengan film2 yang sedang beredar sejak tinggal di Pekanbaru.. Mungkin karena gak punya teman buat nonton ya…? Nah Tati baru nemu DVD-nya minggu lalu saat pergi makan siang ama Boge, teman kantor Tati.

Film ini sebenarnya film yang rada2 mistis.. Maksudnya..? Iya fim ini tentang kekuatan magis dari seorang perempuan India, namanya Tilo (Aishwarya Ray), yang punya kekuatan supranatural yang belajar tentang kekuatan magis dari rempah2 yang digunakan untuk menolong orang2..

Untuk mempertahankan kemampuannya, ada pun tiga syarat yang harus dipatuhi. Yaitu : tidak boleh bersentuhan dengan manusia lain, tidak boleh keluar dari tokonya, The Spicy Bazaar, dan gak boleh dimanfaatkan buat kepentingan dirinya sendiri.. Syarat ini sama sekali gak boleh dilanggar. kalo dilanggar justru dia akan mendapat bencana dan kehilangan kekuatannya..

Tapi… sebagai seorang perempuan, Tilo juga gak sanggup menolak saat cinta datang..

Nah di sini sebenarnya yang menarik menurut Tati. Pilihan Tilo adalah menikmati cinta, meski hanya sesaat Untuk kemudian meninggalkan cinta dan kembali pada komitmennya pada rempah2… Tapi karena ini film, yang merupakan hasil imajinasi sang penulis cerita yang menginginkan happy ending, pengorbanan Tilo yang berani meninggalkan cinta setelah menikmatinya sesaat dianggap pengorbanan yang luar biasa, sehingga kesalahan2nya bisa dimaafkan. Dan dia bisa tetap menjadi The Mistress of Spices sekaligus hidup bahagia dengan lelaki yang dicintainya. Di bagian akhir film ini Tilo dan kekasihnya digambarkan berbaring di atas tumpukan cabe merah.. Apa gak panas, ya…?

Pilihan Tilo untuk mengikuti panggilan cinta, meski hanya menjanjikan kebahagiaan sesaat dan penderitaan setelahnya, seringkali juga menjadi pilihan kita para wanita (terutama yang masih belia). Tapi temans, hidup kita bukan film romance yang selalu berakhir dengan “they live happily ever after”.. Ada banyak akibat yang harus kita tanggung, ada keluarga yang harus kita tenggang perasaannya, kita jaga kehormatan dan nama baiknya.. Ada aturan agama yang harus kita pegang teguh..

Tati yakin, laki2 yang baik akan mencari perempuan yang baik sebagai pasangan hidupnya. Bukan justru mengajak orang yang dia cintai tenggelam dalam perayaan cinta sesaat, lalu kemudian tenggelam dalam penderitaan yang panjang…

Mudah2an cerita tentang pasangan yang tidur di atas tumpukan cabe bisa menghibur kita tapi tidak menginspirasi kita untuk menikmati perayaan cinta sesaat.. Amin.

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s