Menikmati Apa yang Ada..

Pilihan Tilo dalam The Mistress of Spices, membuat Tati ingat suatu masa di zaman kuda masih gigit besi.. Saat itu demi yang katanya bernama “cinta”, Tati mengikuti kata hati… Melakukan segalanya untuk “cinta”.. Huahaha… I was a young stupid girl, wasn’t I?

Dan ketika cinta itu ternyata tidak mampu membuat pihak2 yang terlibat saling mengerti.. Maka yang kemudian hadir adalah kesedihan yang sangat dalam. Maka yang ada adalah keinginan untuk pergi jauh.. Leaving all behind….!!! Tapi karena keadaan tidak memungkinkan, keinginan untuk pergi saat itu adalah sesuatu yang impossible. Tati harus tetap ketemu dan berurusan dengan orang yang sama.

Maka yang bisa dilakukan adalah menikmati cinta yang tanpa pengertian itu, menikmati untuk dikenang sebagai suatu bagian yang manis (sekaligus pahit banget) dalam perjalanan hidup… Menikmati apa yang ada…

Untungnya semua berada dalam koridor yang positif.. Belakangan Tati juga jadi tau bahwa yang Tati anggap “semua berada dalam koridor yang positif” itu pun sebenarnya menyalahi aturan keyakinan yang Tati anut… Semoga Sang Maha Pemaaf berkenan mengampuni Tati..

Dan yang paling aneh dan lucu.. Pengertian itu justru hadir ketika semua sudah berlalu dan tidak ada jalan kembali ke belakang… Mungkin ini yang namanya hidup…

Untuk kamu, iya kamu, semoga bahagia ya..
Semoga punya keluarga yang sakinnah ma waddah wa rahmah..
Ternyata aku bukan perempuan yang diciptakan untuk mendampingi kamu menjalani perubahan hidup kamu… Tapi aku yakin ini adalah yang terbaik, karena kalo kita bersama mungkin justru akan saling menghancurkan, saling membawa keburukan bagi satu sama lain..

I should stop to remind this part of my life…, and go forward..

1st Weekend in February…

Hari sabtu kali ini masih diisi dengan rasa tidak nyaman akibat flu yang belum sembuh.. Tapi tati harus memenuhi undangan wedding party.. Wedding party of a person who was ever angry with me by phone.. a person who said rude words to me.. But the funiest thing, he doesn’t recognize me.. Hehehe..

Yesterday, when I shook his hand to celebrate his wedding, I could see very clearly that he didn’t recognize me… It made me laugh inside my heart.. How could he be angry with a person whom he doesn’t recognize? How could he say rude words to a person whom he doesn’t recognize..? What was in his mind…? Did he really know the situation? Did he know the true? How could he be angry and said rude things if he did not know the real situation? I hope I don’t have to involve with that kind of person anymore… Please Allah, You know the best for me…

I remember what my Great Grand Pa wrote in a board that he hung in front of his house..

“If you see.. you should unbelieve…
If you hear.. you should unbelieve..
After you check and recheck… you may believe”

The duplication of those words should be a best gift for him. May be…!
In my wild imagination, I plan to do a crazy thing.. Whaaatttt….? Introduce myself after shake his hand.. What will happen if I do it..? It must be funny, right..? May be he will be shocked and felt embarrass.. But it will make me prolong the problem.. No, it’s not me.. I wanna leave hurt feelings that he made. I hope he will be mature man someday, be wiser.. But I don’t wanna involve in it.. Let nature do it for him…

Lalu…, hari Minggu?
Hari minggu dimulai dengan bermalas2an di tempat tidur.. Gimana enggak..? Selain emang badan masih terasa gak enak, di luar udara dingin banget akibat hujan semalaman.. Tati cuma turun dari tempat tidur untuk membuat secangkir teh hangat dan mengambil 2 keping biscuit untuk dibawa ke tempat tidur… Rasanya nikmat banget bisa menghirup aroma teh yang hangat dan menggigit biskuit sementara tubuh masih dibungkus selimut… Kemewahan kecil yang luar biasa… Coba kalo ada yang nemanin, lebih seru kali yaaa… Hehehe… Maunya…!!!

Untung setelah tengah hari, setelah dipijat kak Tuti, setelah tidur bangun, tidur bangun berkali kali.., keadaan Tati membaik.. Pusing udah hilang.. Pilek jauh berkurang.. Cuma perut yang bulak balik kembung, masih aja.. Kayaknya Tati emang mesti jaga baget jam makan Tati niyy.. Kayaknya harus dikit tapi bulak balik.. Mudah2an kembung2nya segera ilang ya…

Oh ya, Hari ini kak Idja, my guardian angel, ultah ke 56 tahun.. So, beliau akan memasuki Masa Persipaan Pensiun-nya pada tanggal 1 Maret yang akan datang.. Sedih rasanya kehilangan figur karyawati professional dengan hati yang luar biasa di lingkungan kerja.. I’m gonna miss her attendance..

Selamat ulang tahun ya kak. Semoga panjang umur, sehat, bahagia dan selalu dalam lindungan Alloh SWT.