Lagu Opick….

Kemaren sore, pulang kantor Tati ke kantor satunya lagi… Udah janjian mau jemput mba Mila, buat sama2 nemuin nasabah.. Setelah Tati ketemu mbak Mila, nasabahnya nelpon minta diurusin besok siang aja.. Kepalang ketemu, mbak Mila ngajak Tati jalan2 ke Mall SKA. Mau liat2 baju buat anak2nya dan pengen makan mie2an..

Setelah selesai bela beli dan makan…, Kita pulang… Di mobil dari pagi kaset yang Tati puter “Semesta Bertasbih”-nya Opick, dan yang sedang mengalun lagu TAKDIR karangan Opick, yang dinyanyikan bersama Melly Goeslaw

Dihempas gelombang, dilemparkan angin
Terkisah kubersedih, kubahagia
Di indah dunia yang berakhir sunyi
Langkah kaki di dalam rencana-Nya

Semua berjalan dalam kehendak-Nya
Nafas hidup cinta dan segalanya…

Dan tertakdir menjalani segala kehendak-Mu ya Robbi
Kuberserah… kuberpasrah.. hanya pada-Mu ya Robbi

Bila mungkin ada luka kau coba tersenyumlah
Bila mungkin ada tawa kau coba bersabarlah
Karna airmata tak abadi akan hilang dan berganti
Bila hidup hampa dirasa mungkinkah hati merindukan Dia
Karena hanya dengan-Nya hati tenang damai jiwa dalam dada..

Tiba2 mba Mila bilang, “mbak, aku kalo dengar lagu ini rasanya gimana, gitu. Apa lagi ngebayangin wajahnya Taufik Savalas…” Iya, ya… lagu ini mengingatkan kita bahwa kita semua akan berakhir.. dunia ini cuma sementara…

Setelah nganterin mba Mila, Tati ngelanjutin perjalanan pulang…
Di jalan, sepert biasa, Tati “ngobrol” sama diri sendiri, sambil masih diiringi suara Opick. Saat Tati mendengar lagu BUKA MATA BUKA HATI, lagu karangan Opick dan Dede, yang liriknya ditulis oleh Opick…,

Buka mataku…, buka hatiku
Allah terangilah hidupku dengan sinarMu
Aku meraba tak berdaya
Tanpa rahmat-Mu aku hilang..

Beribu dosa t’lah terjadi mewarnai langkahku..
Hitam diri… hitam lah hari yang lalu
Bila tanpa cahaya-Mu.. gelap seluruh hidupku
Tak berdaya, tak berarti, sia-sia..

Tak mungkin bisa kusempurna
Mencintai-Mu.. seperti keMahaan-Mu
Diri yang hina berlumur noda
Hanya bersimpuh memohon belas kasih-Mu…

Tiba2 airmata Tati mengalir begitu saja…
Kesedihan tak terjabarkan itu datang lagi menggenangi hati… mengisi rongga dada… Tati mulai terisak2, sambil nyetir dalam gelap malam….
Tapi, harus percaya, bahwa segala yang terjadi dalam hidup adalah sepengetahuan dan sekehendak Sang Maha Pencipta, Penggenggam Hati umat manusia…

Bulan ramadhan sudah di depan pintu… , tinggal sehitungan jari …
Semoga Tati masih berkesempatan menikmati bulan suci ini…
Semoga bulan suci ini bisa membersihkan hati Tati, mencuci dosa2.. mendekatkan diri kepada Allah SWT…
Semoga bulan yang suci ini memberi kekuatan bagi Tati, untuk ridho menerima apa-apa yang telah digariskan Allah bagi Tati..
Semoga itu semua bisa menghapus kesedihan tak terjabarkan yang selalu menyelimuti hati bagai kabut pagi di puncak gunung…
Semoga, ya Allah… ***

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s