Demi Matahari….

Ini lagu yang baru Tati kenal… Tapi langsung jadi favorite Tati… Diajarinnya sama pak Legisan Sugimin lengkap dengan gerakannya yang menurut beliau merupakan “The Sufi’s Dancing”… Lirik lagu ini adalah diilhami dari Ayat-ayat Suci QS 91 (Asy-Syams ): 1 – 10.

Demi Matahari

Demi matahari dan sinarnya di pagi hari
Demi bulan apabila dia mengiringi
Demi siang hari apabila menampakkan dirinya
Demi malam apabila ia menutupi
Demi langit beserta seluruh binaannya
Demi bumi serta yang ada di hamparannya
Demi jiwa dan seluruh penyempurnaannya

Demi matahari dan sinarnya di pagi hari
Demi bulan apabila dia mengiringi
Demi siang hari apabila menampakkan dirinya
Demi malam apabila ia menutupi
Demi langit beserta seluruh binaannya
Demi bumi serta yang ada di hamparannya
Demi jiwa dan seluruh penyempurnaannya

Allah Subhanallah
Allah Subhanallah

Allah Subhanallah
Allah Subhanallah

Allah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan
Beruntung bagi yang mensucikannya
Merugi bagi yang mengotorinya

Allah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan
Beruntung bagi yang mensucikannya
Merugi bagi yang mengotorinya

Subhanallah

by : Snada

Mendengar, dan mengikuti gerakan lagu ini memberikan rasa “riang dan bebas…”***

Mencari Obat Hati…(1)

Tati mengilang beberapa hari… Kemana aja ya…?
Sampai hari kamis, sibuk ngerjain sesuatu yang didadak harus selesai kamis sore.. Padahal tugasnya baru turun selasa sore… Terpaksa deh ilmu akrobat digunakan.. Hehehe..

Jum’at, Sabtu dan Minggu, Tati mengikuti suatu kegiatan untuk mencerdaskan sisi emosional dan spiritual, yang Tati harap bisa menyembuhkan hati… melenyapkan kesedihan yang kerap muncul mengisi rongga dada..

Di tempat Tati mengikuti pelatihan… ada stand pemotretan aura…
Tati, dengan rasa ingin tahu yang besar… ya ikutan dipotret donk… Kan yang begini gak selalu ada…

Tati disuruh duduk di depan kamera, yang bentuknya hampir seperti web-cam.., persis kayak waktu mau ikut ujian CBT TOEFL… Terus telapak tangan kiri diletakkan di suatu alat, dimana setiap ruas jari mulai telunjuk sampai kelingking berada di tombol2 dari logam.., sementara jari jempol hanya ruas atas yang diletakkan di tombol logam di bagian sampng alat tersebut.. Lalu…. Kliiiikkkk….!! Tati dipotret deh…

Setelah di potret, Tati ditanya apakah mau hanya potretnya aja, atau analisis dari potret itu… Ya mau sama analisisnya donkk… Karena kita kan awam soal aura2an… Taunya cuma tabloid Aura… Hehehe. Hasilnya diambil lebih kurang 2 jam kemudian…

Gimana hasil pemotretan aura Tati…. ???

Di potret itu, ada foto Tati setengah badan, yang dilingkup suatu lapisan… Warnanya…? Kuning agak orange… Apa artinya…? Katanya sih, orang dengan aura warna ini, adalah orang yang creative, easy going, intellectual, philosophical dan optimistic, mudah merasa bahagia dengan hal2 yang kecil dan sederhana… Alhamdulillah ya… Maha Besar Allah yang telah menciptakan diri Tati dengan segala potensi itu…

Jadi ingat email Vita tentang The Color of Frienship yang dikirim 10 tahun yang lalu.. Di situ tertulis…
The Yellow chuckle.. “I bring laughter, gaiety and warmth to the world. The Sun is yellow, the moon is yellow, and the stars are yellow. Every time you look at a sunflower, the whole world start to smile.. Without me there would be no fun.”

The Orange blow her trumpet : “I am the color of health and strenght. I may be scarce, but I am precious for I serve the needs of human life. I carry the most important vitamins. Think of carrots, pumpkins, oranges, mangoes and papayas. I don’t hang around all the timr, but when I fill the sky at sunrise or sunset, my beauty is so striking that no one gives another thought to any of you”

Kalimat2 kedua warna ini cenderung sombong ya.., tapi bukan itu yang mau Tati bahas, tapi melihat character kedua warna ini… Mungkin aura Tati juga merupakan cerminan sifat2 yang sama yang ada di kedua warna tersebut.., ya…??

Aura di sisi atas kepala Tati katanya menunjukkan aktivitas mental yang kuat, pemikir hebat (????), berorientasi pada detail (kalo yang ini kayaknya iya deh…, udah banyak yang bilang begitu…!!) dan berpikiran jernih (iya kah?). Pikiran Tati katanya selalu aktif, sibuk dan dipenuhi berbagai ide dan proyek2 baru…. Tapi ada kebingunan dalam diri dan kreativitas yang tidak tersalurkan… Hehehe. Disarankan untuk memegang nilai2 hidup pada saat Tati sedang sibuk..

Aura di sisi kiri tubuh Tati menunjukkan kondisi yang kekurangan energi, yang menyebabkan kelelahan mental dan stress… Disarankan untuk tidak melanggar prinsip hidup ketika sedang mengekspresikan diri… (haaaayyyyaaaahhh..)

Aura di kanan tubuh Tati menunjukkan kondisi tertekan, mungkin menginternalisasikan kemarahan atau kekecewaan.. Tati disarankan untuk mengeluarkan seluruh potensi kecerdasan ketika mengekspresikan kreativitas yang dimiliki…

Aura di bagian tengah tubuh Tati menggambarkan diri yang sengaja ditutup karena kekhawatiran, rasa sakit atau kesalahpahaman yang terjadi… Tati disarankan untuk mengevaluasi diri, dan menghabiskan waktu dengan orang2 yang bahagia dan seimbang.. Juga diharapkan lebih bijaksana ketika ego yang kuat muncul dalam diri…

Apakah keseluruhan hasil analisa aura ini benar…? Let it be my secret…
Tapi yang pasti ini bisa jadi bahan pertimbangan untuk mengimprove diri… To be a better person…. Seperti yang dikatakan The Yellow, “membawa tawa, antusiasme dan kehangatan bagi orang di sekitarnya serta membuat mereka tersenyum”. Juga seperti yang diteriakkan the Orange, “menjadi orang yang kuat dan tabah..” ***

Ncin, Ncon dan Mprit….

Ternyata Ito Faiz yang suka kasi komen diblog Tati, sekantor dengan Arif teman sekelas Tati di kelompok Lima Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB Angkatan 23.. dan ternyata mereka dulunya juga sekantor dengan suaminya Yani, teman sekost Tati di Cirahayu 5 dan juga sama2 di Kelopok Lima. What a small world, ya…? Asal jangan sesempit daun kelor aja…. !!! Hehehe. Arif nanyain, apa Tati tau kabarnya Ekarina…?

Siapa sih Ekarina… ?
Ekarina alias Ina adalah sahabat Tati sejak di Kelompok Lima TPB IPB.

Pada zaman kita, di tiap kelompok di TPB pasti ada anak yang berasal dari Indonesia Bagian Barat sampai dengan Indonesia Bagian Timur. NRP (nomor mahasiswa) terkecil dalam tiap kelompok adalah milik anak asal dari Aceh, sedangkan NRP terbesar kalau gak anak dari Indonesia Bagian Timur, ya anak2 dari Sekolah Indonesia di Luar Negeri. Jadi kalo daerah asal kita deketan, biasanya NRPnya juga deketan..

Ina berasal dari Lampung, NRP kita hanya beda 8 angka. NRP Tati 23.0580, sedangkan NRP Ina 23.0588. Kok ingat…? Kan suka saling ngabsenin… Hehehe. Tapi kayaknya banyakan Ina ngabsenin Tati deh… Btw angka 5 dan angka 8 adalah angka di sekitar Ina.. Ina lahir tanggal ..8 bulan 5, dan alamat rumah orang tua Ina waktu masih di Lampung nomornya. 58. Gue masih ingat lho… ‘Ncin…!!!

Tati dan Ina sebenarnya pertama kali ketemu bukan di ruang kuliah, tapi di Jl. Riau No. 95 Bogor. Itu tempat kost2an yang penghuninya sebagian besar anak2 Pekanbaru. Tati waktu itu ke sana buat ambil buku2 warisan dari kakak kelas, sedangkan Ina nganterin Rini, teman sekelas Tati di SMA 1 Pekanbaru yang sama2 masuk IPB, yang satu kost dengan Ina di Taman Malabar 1.. Jadi waktu ketemu di ruang kuliah kita langsung bergabung deh…

Tati dan Ina selama di TPB mainnya gak cuma berdua, tapi bertiga dengan Wieke Savitri, alumni SMA 6 Jakarta. Entah kapan mulainya, Ina tuh manggil Tati dengan Ncon, padahal nama Tati kan indah dan unique… Hehehe… Sebaliknya Tati manggil Ina dengan panggilan saying Ncin, dan kita manggil Wieke dengan Mprit… Hehehe.

Ina tuh lembut , baik dan sabar banget… Terutama ngadapin Tati yang kuliahnya ogah2an.. Ina bahkan kadang nginap di tempat kost Tati buat sama2 belajar.. Tapi boro2 belajar kita malah balapan tidur… Hehehe..

Setelah TPB, Tati masuk ke Sosek, Ina masuk ke Perikanan dan Wieke masuk ke GMSK. Karena masuk ke Perikanan, Ina pindah kost ke kompleks dosen yang berada di dalam kampus IPB Dramaga. Sementara Tati tetap tinggal d Baranangsiang. Wieke yang tinggal di Jl. Riau entah karena kesibukannya, hilang dari semesta kehidupan Tati.. Dimana kamu sekarang Mprit…?

Meski tinggal jauhan, Tati dan Ina masih aja main.. Meski gak sering2… Kadang Ina yang ke kost Tati, kadang Tati yang ke kost Ina.. Hal ini terus berlangsung, meski Ina udah duluan lulus dan bekerja di Unitex di Tajur. Komunikasi kita sempat terputus saat Tati bekerja dan menetap di Jakarta.. Tapi karena kangen, Tati akhirnya mencari Ina.. Gimana caranya….?

Sejak kita tingkat 2, Ina tuh pacaran dengan mas Ario yang waktu itu asisten dosen di Fakultas Perikanan. Nah.. waktu kehilangan Ina, Tati minta tolong Ara yang kuliah di Perikanan IPB untuk mencari informasi di kampusnya, apakah dosen yang bernama Ario Damar itu menikah dengan Ekarina. Kalo iya, Tati minta tolong Ara nemuin Mas Ario dan menitipkan kartu nama Tati untuk disampaikan ke Ina…

Beberapa waktu kemudian… Tati dapat telepon. Begitu diangkat, terdengar suara menyapa, “Apa kabar lhoe, Ncon…?” Masya Allah, Ina…!! Akhirnya kita terkoneksi kembali… Kita lalu meng’arrange pertemuan.., janjian buat jalan2 seharian di akhir pekan.. Kita waktu itu janji ketemuan di DPR yang penuh kenangan… Kita lalu duduk di Taman Koleksi yang pohon randunya sexy banget di musim gugur… Kapuknya itu lho…! Terbang bertebaran ke segala penjuru seakan2 mengucapkan selamat datang bagi para mahasiswa baru… Kita jalan kaki menyusuri Jl. Raya Pajajaran yang teduh.. Kita makan siang di RM. Fatmawati…

Gak lama setelah itu, Tati pulang ke Pekanbaru… Tapi kita tetap berkomunikasi, melalui email atau telpon2an sekali2.. Lalu Ina berangkat ke German untuk menemani Mas Ario yang ngambil S3 di sana.. Tati juga gak lama kemudian kuliah ke Yogya.

Pada saat2 Tati nyusun Thesis, Ina dan Mas Ario berkunjung ke Yogya. Ina lalu datang ke tempat kost Tati di Pogung Dalangan… Seneng banget rasanya… Mana kita dikasi waktu ama Mas Ario buat jalan2 berdua.. Jadilah kita muter2 Yogya numpak montor.. Kita nyusurin jalan2 di Yogya yang menabjukkan.. Kita sempat muter2 di Bringharjo nyari poci teh dari tanah liat, karena katanya Mas Ario seneng banget minum teh poci, dan Ina pengen bisa bikin sendiri…

Setelah itu Ina kembali ke German untuk menemani Mas Ario.. Kita kembali berkomunikasi by email…

Bulan Agustus 2005, Tati ada pelatihan di Jakarta, yang waktunya pas banget buat disambung dengan weekend. Tati lalu nelpon Ina, menanyakan apa dia punya waktu buat ketemuan.. Ina malah ngundang Tati buat nginap di rumahnya di Taman Yasmin Bogor. Apalagi waktu itu Mas Ario lagu ikut ekspedisi dengan sebuah kapal asing dari Cilacap ke Aussie (kalo gak salah ingat, ya?). Ya, kita bebas merdeka donk…. Wara wiri ke sana ke mari… Kita main2 di sekitar Baranangsiang… Nyusurin factory outlet yang sekarang berjejer di Jl. Raya Pajajaran. Tati naksir 2 buah lampu yang lucu2 banget.. Tapi mikir2 buat beli… (Tati belajar buat gak jadi pembeli spontan, dan masih tetap belajar). Yang satu standing lamp berbentuk bunga berkelopak 5, yang satu lagi wall lamp dengan bentuk kupu2. Dua2nya berwarna merah… Akhirnya belakangan Tati minta tolong Ina buat beliin dan ngurus pengirimannya ke Pekanbaru. Thanks banget ya ‘Ncin. Gue emang gak pernah berhenti ngerepotin elho, ya…???

Kita juga ngobrol di restoran Jumbo, yang dulunya merupakan resto favorit kita (juga favoritnya Tati dan Miko…) Mie ayamnya enak baget lho….!! Juga baso tahunya… Hmmmm…!! Kita juga sempat beli asinan Gedung Dalam… Secara Tati kangen banget dengan makanan yang satu ini… Jadi ingat becandaan tentang makanan ini dengan Mia di zaman dahulu kala… Kita berdua adalah pengemar berat asinan buah made in Gedung Dalam.

Oh ya, Tati sempat ngobrol dengan Ina beberapa minggu yang lalu by phone. Ngobrolin tentang asuransi yang cocok buat persiapan dana pendidikan anaknya. Gue jadi kangen ama elhoe, Ncin.. Mudah2an dalam waktu gak lama Tati bisa dapat kesempatan main2 ke Bogor buat ketemuan sama teman2 lama, termasuk si Ncin ya….***