The Namesake…

Akhir pekan sebelum puasa, salah satu vcd yang Tati beli judulnya The Namesake. Film ini film tentang orang Amerika keturunan India (Benggali), yang mencari identitas diri. Tati jarang banget nonton film India, tapi film yang ini Tati pengen nonton karena menyangkut pencarian “akar” di tengah dunia yang berbeda…

Ngomong2 film India… Waktu kecil, karena (alm) Ibu dan (alm) Tante Mong, adik ibu, suka banget nonton film India, Tati, kalo gak salah ingat, sering dibawa ke bioskop Astanaria yang berlokasi di daerah Pajak (pasar) Pringgan Medan buat nonton film India. Bioskop ini kalo gak salah, udah ditelan zaman deh.. Tapi setelah bisa pergi nonton sendiri, Tati tuh rasanya ogah ngeluarin duit buat nonton film India. Geli aja rasanya ngeliat, orang ketemu tembok terus nyanyi…, ketemu sapi nyanyi… Pake adegan kejar2an di taman bunga… Haaallllaaaah…. Oging gue …!!!
selanjutnya….

The Namesake…

Akhir pekan sebelum puasa, salah satu vcd yang Tati beli judulnya The Namesake. Film ini adalah film tentang orang Amerika keturunan India (Benggali), yang mencari identitas diri. Tati jarang banget nonton film India, tapi film yang ini Tati pengen nonton karena menyangkut pencarian “akar” di tengah dunia yang berbeda…

Ngomong2 film India… Waktu kecil, karena (alm) Ibu dan (alm) Tante Mong, adik ibu, suka banget nonton film India, Tati, kalo gak salah ingat, sering dibawa ke bioskop Astanaria yang berlokasi di daerah Pajak (pasar) Pringgan Medan buat nonton film India. Bioskop ini kalo gak salah, udah ditelan zaman deh.. Tapi setelah bisa pergi nonton sendiri, Tati tuh rasanya ogah ngeluarin duit buat nonton film India. Geli aja rasanya ngeliat, orang ketemu tembok terus nyanyi…, ketemu sapi nyanyi… Pake adegan kejar2an di taman bunga… Haaallllaaaah…. Oging gue …!!!

Tati nonton film India setelah dewasa itu, pertama kalinya di Yogya… Film apa? Kuch kuch Ho Ta Hai.. Kok bisa mau nonton film itu? Tati sebenarnya gak mau nonton…, sumpah…!!! Terus… waktu itu Ical, teman kuliah di Yogya yang suka banget main ke rumah (kost2nya deketan), datang ke rumah ngebawain VCD Kuch Kuch Ho Ta Hai …

Ical bilang : “Mbak Sondha, ini ada film bagus. Nonton deh.”
Tati : :Film, apa ‘Cal?”
Ical : “Film India, mbak. Judulnya Kuch kuch Ho Ta Hai.”
Tati : “Ogah, ah.. Geli gue nonton film India. Gak mau.”
Ical : “Nonton deh, mbak. Bagus beneran.”
Tati : “Engggggggggaaaaaaaaaaaaak mau!!”
Ical : “Saya tinggal di sini aja VCDnya, ya mbak. Biar kalo ntar mbak berubah pikiran (emang gua gila apa “berubah pikiran”,hehehe), bisa nonton. ”
Tati : “Bawa aja ah.. Gak mau gue.”
Ical : “Coba dulu lah, mbak.”
Tati : “Kok, kamu ngotot sih?”
Ical : “Mbak, aku tuh kalo nonton apa2 gak pernah deh pake rasa2.. Eh, nonton film ini aku tuh nangis, mbak. Aku pengen tau, mbak kalo nonton ini nangis juga gak?” Hayyyyyyyaaaaahhhh, maksudnya gitu lho…?

Tati akhirnya nonton juga… Dan nangis juga waktu liat adegan si anak bacain puisi “Mother”. Hehehehe. Ical emang bokis….

Tati jadi kangen teriakan Ical tiap pagi di depan rumah buat nyari teh anget di tempat kost Tati… “Mbak Sondha..!! Assalammualaikum..”
Terus kalo udah masuk, mulai deh Ical ngoceh “Punya teh anget, mbak? Tuan rumah yang baik itu biasanya… bla bla bla bla.” Hehehe…
Tati pernah nanya ke Ical, kenapa suka ke rumah Tati pagi2 nyari teh anget? Ical bilang, kalo di tempat kostnya mau bikin teh anget kan dia mesti masak air panas dulu, dia malas ngerjainnya, jadi mendingan namu aja pagi2 ke rumah Tati. Dasar…!!! Ical lebih senang lagi kalo Tati ngeluarain roti pandan yang di tengahnya ada roti putih diisi raisin. Merknya Roti DIKA… Biasanya, mobil toko yang jual roti ini suka nongkrong di depan kantor BRI di seberang Hotel Santika Jl. Jend. Sudirman Yogya… Jadi ngileeeerrrrr… Masih jualan gak, ya…?

Back to main topic.. :
Setelah Kuch Kuch Ho Ta Hai, Tati nonton film India tapi produksi Hollywood tuh ada dua, Bend It Like Beckham dan Bride & Prejudice. Dan dikedua film itu, gak ada acara ketemu tembok nyanyi, ketemu sapi nyanyi… Hehehe. Jadi asyik lah buat ditonton, gak nyebelin…

The Namesake, bercerita tentang A Young India American Man, yang orang tuanya lahir di India dan merantau ke Amerika. Sementara si orang muda dan adiknya lahir dan besar di Amerika. Problem terbesar si orang muda itu adalah “Nama-nya”. Dia diberi nama ayahnya “Gogol” diambil dari nama pengarang buku Overcoat, Nikolai Gogol yang berasal dari Rusia. Buat si Gogol, nama-nya yang gak keren itu, jadi beban.. Ditambah lagi, pengaruh lingkungan yang sangat Amerika, sementara ayah dan ibunya sangat menganut nilai2 India, meski hidup dengan tata cara Amerika.

Film ini kayaknya bagus deh buat ditonton oleh orang muda dan yang merasa masih muda, untuk bisa memahami bagaimana kita harus menerima dan memegang “akar budaya” sekaligus bisa hidup dalam lingkungan yang berbeda dengan akar budaya kita. Buat para orang tua dan calon orang tua, kayaknya film ini juga bagus, untuk melihat contoh orang tua yang berusaha untuk bijak menghadapi pilihan2 hidup anak2nya..***

The Color of Friendship

Ini The Color of Friendship yang diemail Vita ke Tati zaman Reformasi tahun 1998an..

Once upon a time the color of the world started to quarrel
All claimed that they were the best
The most important
The most useful
The favorite

GREEN said :
“Clearly I am the most important. I’m the sign of life and hope.
I was chosen for grass, trees and leaves.
Without me, all animals would die.
Look over the countryside and you will see that I am in the majority.”

BLUE interrupted :
“You only think about earth, but consider the sky and the sea.
It is the water that is the basis of life and drawn up by the clouds from the deep sea.”
The sky gives space and peace and serenity.
Without my peace, you would be nothing.”

YELLOW chuckled :
“You are all so serious. I bring laughter, gaiety, and warmth into the world.
The sun is yellow, the moon is yellow, and the stars are yellow.
Every time you look at a sunflower, the whole world starts to smile.
Without me there would be no fun.”

ORANGE started next to blow her trumpet :
“I am the color of health and strength.
I may be scarce, but I am precious for I serve the needs of human life.
I carry the most important vitamins.
Think of carrots, pumpkins, oranges, mangoes and papayas.
I don’t hang around all the time, but when I fill the sky at sunrise or sunset, my beauty is so striking that no one gives another thought to any of you.”

RED could stand it any longer, he shouted out :
“I am the ruler all of you. I’m blood – life’s blood!
I am the color of danger and of bravery.
I am willing to fight for a cause. I bring fire into the blood.
Without me, the earth would be as empty as the moon.
I am the color of passion and of love, the red rose, the poinsettia and the poppy.”

PURPLE rose up to his full height. He was very tall and spoke with great pomp :
“I am the color of royalty and power.
King, chief and bishop have always chosen me for I am the sign of authority and wisdom.
People do not question me! They listen and obey.”

Finally INDIGO spoke, much more quietly than all the others, but with just as much determination :
“Think of me. I am the color of silence.
You hardly notice me, but without me you all become superficial.
I represent thought and reflection, twilight and deep water.
You need me for balance and contrast, for prayer and inner peace.”

And so the colors went on boasting, each convinced of his or her own superiority.
They quarreling become louder and louder.
Suddenly there was a startling flash of bright lightening thunder rolled and boomed.
Rain started to pour down relentlessly.
The color crouch down in fear, drawing close to one another for comfort.
In the midst of the clamor, rain began to speak :
“You’re foolish colors, fighting amongst yourselves, each trying to dominate the rest. Don’t you know that you were made for a special purpose, unique and different? Join hands with one another and come to me.”
Doing as they were told, the colors united and joined hands.
The rain continued :
“From now on, when it rains, each of you will stretch across the sky in a great bow of colors as a reminder that you all live in peace. The Rainbow is a sign of hope for tomorrow.” And so, whenever a good rain washes the world, and a Rainbow appears in the sky, let us remember to APPRECIATE ONE ANOTHER.

GOD IS LIGHT, WHAT COLOR IS LIGHT?
LIGHT HAS NO COLOR, GOD HAS NO COLOR, AND GOD IS ALL COLOR.
There is something very SPECIAL in each and every one of us.
We have all been gifted with the ability to make difference.
And if we can become aware of the gift, we gain through the strength of our vision the power to shape the future.


Jadi ingat waktu di hari terakhir di ESQ, ada sesi dimana para peserta yang non muslim diminta untuk maju ke depan dan menyanyikan lagu Berkibarlah Benderaku. Kok ? Iya, karena salah satu misi ESQ ini adalah perbaikan mental bangsa kita supaya bisa menjadi Indonesia Emas di Tahun 2020. Enggak terus2an bermasalah dan ditimpa bencana, tapi menjadi bangsa yang kuat dan tangguh… Amin ya Rabbal Alamin.***