Dream, Love and Family

DREAM, LOVE AND FAMILY  adalah filosofi  L’ Cheese Factory, toko kue milik kakak ku, Lintje Siregar..

L CheeseBuat diri ku dan keluarga, L’ Cheese Factory, yang L’ nya diambil dari nama kakaku ku Lintje, merupakan pencapaian yang luar biasa…

Why, why, why…..???  Karena seingat ku, dari sejarah keluarga kami yang aku tahu, dalam 3 generasi, tidak ada yang punya toko… Apa lagi toko kue.. :D  Opung kami adalah para pendidik.. Generasi orang tua kami adalah para birokrat, demikian juga aku, dan kakak ku sebelum beliau pensiun..

Tak pernah terbayangkan rumah kami menjadi toko kue, tempat nongkrong anak muda, bahkan ada live music setiap sabtu malam..

L cheese1aTeras rumah yang dulu tempat duduk-duduk keluarga di pagi dan sore hari sudah menjadi tempat duduk-duduk customer😀 Demikian juga ruang tamu.  Garasi mobil sudah menjadi tempat display produk, counter kasir dan juga tempat customer duduk santai menikmati produk yang mereka pilih… Ruang kerja, tempat aku dan para ponakan les dengan memanggil guru ke rumah,  yang posisinya di belakang garasi, bersama ruangan yang dulunya dapur bersih sudah menjadi ruang garnish.. Gudang tempat persediaan amunisi, alias penyimpan bahan makanan, sudah menjadi ruang kerja team marketing..  Ruang makan ramai-ramai yang menyatu dengan dapur sudah jadi tempat kerja pegawai toko, tempat menyimpan case-case besar stock produk dan bahan.  Kamar si mbok yang dulu juga merangkap ruang penyimpanan pecah belah peninggalan alm Ibu, sudah jadi ruang produksi dan tempat stock barang.  Ruang musik di halaman belakang rumah, sudah menjadi ruang produksi khusus buat wedding cake dan special order. Bahkan sebagian ruang keluarga dipakai untuk staff accounting bekerja…😀

Terkadang bila aku habis bepergian, lalu pulang ke rumah tempat aku dibesarkan, dan melihat teras rumah ramai, terlintas di pikiran ku, “Siapa orang-orang itu…? Ngapain pada duduk-duduk di teras rumah kami…??” Hahahahaha…

L’ Cheese Factory bermula dari kakak ku yang ingin membangun usaha setelah beliau pensiun, setelah berkarir sejak muda di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, berpindah-pindah  dari satu instansi ke instansi.  Bermulai dari instansi yang menerbitkan izin usaha pada tahun 1980-an, dan persiun di Badan Arsip dan Perpustakaan.  Beliau nyaris tak punya keahlian yang cemerlang, tapi suka dan cinta sekali dengan dunia memasak…

Saat aku kecil, kue lebaran di rumah kami adalah hasil kerjaan beliau, dengan mengerahkan bala bantuan dari teman-temannya dan juga orang-orang yang bekerja di rumah..  Saat aku SMA, teman-teman ku senang sekali kalau ke rumah.., karena selalu ada makanan, selalu ada kue yang enak..  Bahkan terkadang teman-teman perempuan ku dengan jail bilang pengen belajar bikin kue, padahal itu hanya alasan agar bisa menikmati cake-cake lezat buatan beliau..  Hahaha…

Di rumah tak pernah tidak ada tepung, gula, dan bahan  kue… Tak pernah juga sepi dari loyang-loyang, mixer dan oven 😀

Sepertinya, punya Mama yang gila memasak, bahan kue yang selalu ada, membuat Ira, putri  bungsu kakak ku juga jadi senang memasak..  Ira bahkan memutuskan untuk tidak mau sekolah “normal” seperti Mamanya, aku dan 2 abangnya, Parlin dan Olan. Dia memilih tidak mengikuti mainstream.., mengambil jurusan Pastry di Sekolah Perhotelan.  Ira merupakan anggota keluarga yang kedua, yang tidak mengikuti mainstream.. Yang pertama Nanda, anak kakak ku yang nomor dua.  Dia memutuskan untuk mengambil Sinematografi di IKJ, setelah bertahun-tahun, kalau ditanya mau jadi apa, jawabnya cuma satu “Kami mau jadi sutradara”

Setelah melalui proses yang tidak pendek, dan aku tahu tidak mudah…, bulan Maret 2012 kakak ku memulai usahanya.  Dengan hanya menggunakan garase rumah yang direnovasi sebagai tempat jualan, dan dapur bersih sebagai tempat produksi..  Beliau membuat sendiri cake yang akan dijual.   Parlin, putra sulungnya, dan Typhany, istri Parlin,  mengurus manajemen toko sekaligus menjadi penjaga toko..  Ira sebagai pembuat resep untuk produk-produk yang akan dijual..

L cheese2aProduk yang dipilih kakak ku PREMIUM CHEESE CAKE. Pilihan iItu dilakukan dengan pernuh pertimbangan, pasti.  Semua bahan yang digunakan merupakan bahan pilihan, diproses  secara cermat dengan  mengunakan peralatan yang terbaik, serta dengan pengawasan yang ketat untuk menghasilkan produk terbaik.  Bahkan untuk kepuasan dan ketenangan hati  konsumen, sejak awal usaha telah memiliki izin dari Dinas Kesehatan dan sertifikasi halal oleh LPPOM MUI Provinsi Riau.

Kak Lintje mengenang,  saat awal usahanya dengan ucapan “Kalau ada orang yang beli 1 slice cake aja, rasanya sudah senang sekali.. Kalau orang itu makan di tempat, rasanya deg-degan menunggu komentar si pembeli.”😀

Waktu berjalan….  L’ Cheese Factory sudah hampir genap 3 tahun…  Kak Lintje tidak lagi harus mengerjakan sendiri seluruh proses produksi, tapi beliau mengawasi dan terkadang ikut mengerjakannya.   Yang terlibat dalam pengelolaan toko bukan lagi hanya Parlin, Ira dan Typhany.. Nanda, yang lulusan IKJ dan sempat kerja di production house untuk pembuatan iklan produk, dan Olan, anak nomor 3, yang sempat kerja di salah satu bank di Pekanbaru, memutuskan untuk full time bergabung dengan L’ Cheese dan mengambil peran sesuai dengan studi dan pengalaman kerja masing-masing.  Nanda mengurus marketing, Olan mengurus finasial.  Bahkan pada akhir Tahun 2013, L’ Cheese Factory mendapatkan penghargaan UMKM award dari Bank Riau Kepri, bank milik Pemerintah Daerah Provinsi Riau yang memberi dukungan pada awal usaha.  Alhamdulillah Tahun 2014, L’ Cheese Factory tak bisa lagi ikut dalam seleksi UMKM award yang diadakan bank tersebut, karena sudah tidak tergolong dalam Usaha Mikro lagi 😀

Anugrah UMKM a

Satu hal yang kak Lintje bilang berkali-kali ke diri ku, “JANGAN TAKUT MENGHADAPI PENSIUN”.  Tapi tentu saja bukan tanpa persiapan..  Bekerja, sambil meningkatkan keterampilan di bidang yang menjadi passion kita adalah hal yang HARUS DILAKUKAN.. Juga menyiapkan anak-anak dengan memberikan kesempatan bersekolah sesuai dengan passion mereka adalah hal yang terbaik yang bisa dilakukan, bagi anak-anak, sekaligus bagi diri kita sebagai orang tua.

Seperti  Nanda bilang ke aku… DREAM artinya berani bermimpi dan berjuang mewujudkannya..  LOVE, melalukan hal-hal yang merupakan passion, seperti kak Lintje dan Ira yang mempunyai passion sangat kuat terhadap cooking, serta FAMILY, menjalankan bisnis dengan melibatkan keluarga dan value yang ada di keluarga..

So,  L’  CHEESE IS NOT JUST A CAKE SHOP, IT’S ABOUT DREAM, LOVE AND FAMILY…

L Cheese 2nd Anniversary
d Family on L’ Cheese 2nd Anniversary

So Guys, Kalau sedang berada di Pekanbaru,  come to L’ Cheese…  You are gonna  feel how the Dream, Love of cooking, and value of Family can MAKE YOUR HEART SAY CHEESE...

One thought on “Dream, Love and Family

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s