Siapa yang Mau Disuruh Baca…?

Tati lagi baca sebuah buku…, belum selesai siyy… Jadi selalu ditarok di tas, dengan harapan kalo ada waktu senggang bisa ngelanjutin buat baca.. Naaaahh…, beberapa hari yang lalu buku itu terletak di pinggir meja kerja.. Saat seorang teman se-ruangan, si Duren, datang ke meja kerja Tati, dia ngeliat buku tesebut.. Lalu dia bilang :

Si Duren sambil memegang buku tersebut : Buku apa tuh kak..?

Tati : Liat aja lah…

Si Duren : Siapa yang mau kakak suruh baca buku ini?

Tati : Maksudnya..?

Si Duren : Iyaaaaa……, laki-laki mana yang mau kakak suruh baca buku ini…?

Tati : Huahahaha… Emang cuma laki yang perlu baca buku ini..? Ya, enggak laahhh… Perempuan juga perlu tahu…

Si Duren : Emang kakak mau nikah dalam waktu dekat ini..? Yang mana orangnya..? Itu orang mau kakak suruh baca buku ini?

Hehehe… Si Duren gokil… Btw buku apa siyy yang diomongin…?

Buku “Story of The Great Husband : Muhammad SAW”

Buku ini Tati temukan di antara tumupkan-tumpukan buku di TB Gramedia Pekanbaru, beberepa waktu yang lalu.. Tapi baru mulai dibaca saat di pesawat dalam perjalanan Pekanbaru-Jakarta-Yogya pp.

Buku karangan Hasan bin ‘Ahmad Hasan Hamam ini bercerita tentang Suami Teladan, Suami Ideal, junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Di buku ini dijabarkan tentang motivasi Rasulullah menikahi kesebelas istri beliau, bagaimana beliau memperlakukan istri2nya, termasuk menghadapi segala tingkah laku istrinya yang sangat-sangat manusiawi : cemburu, marah dll.

Di buku ini Juga diceritakan bagaimana Rasulullah menghadapi fitnah terhadap anggota keluarganya, bagimana Rasulullah memebesarkan hati seorang istri yang sedih karena mendengarkan omongan yang tak sedap dari istri Rasulullah yang lain, yang muncul karena rasa cemburu. Bahkan di buku ini juga diceritakan bagaimana Rasullulah bercanda dan bersikap romantis dengan istri-istrinya..

Menurut Tati buku ini perlu dibaca, baik oleh laki-laki mapun perempuan, untuk mengetahui bagaimana Rasulullah, suri teladan kita, menjalani kehidupan rumah tangga beliau. Apalagi buku ini ditulis dengan menggunakan bahasa yang populer, sehingga mudah dicerna dan enggak bikin kening berkerut.. Hehehe..

Tapi ada satu hal yang buat Tati sangat berkesan.. Ada satu bagian yang menceritakan pembicaraan antara Saidinna Umar bin Khatab dengan salah seorang lelaki muslim. Lelaki itu berkonsultasi dengan Saidinna Umar tentang keinginannya menceraikan istrinya, karena dia merasa sudah tidak cinta lagi.. Jawaban Saidinna Umar :

“Celakalah kamu kalau berpikir bahwa cinta adalah satu-satunya dasar pernikahan. Lalu dimana letaknya rasa saling menjaga, saling melindungi…?”

Buat Tati kalimat ini menjadi sesuatu yang luar biasa, setelah melihat begitu banyak orang-orang terkasih yang berjuang untuk menikah atas dasar cinta, lalu berpisah setelah rasa cinta itu pudar…

Semoga Tati diberikan kesempatan bertemu dengan seorang laki-laki yang mencintai Tati karena kecintaannya pada Alloh, dan Tati cintai juga karena kecintaan Tati pada Alloh, laki-laki yang bisa menjaga dan melindungi Tati.. Laki-laki yang akan membantu menggenapkan setengah iman, yang akan menjadi sahabat seiring sejalan dalam beribadah. Laki-laki yang akan berjuang dengan segenap hati untuk menjadikan rumah sebagai surga dunia..

Semoga Alloh berkenan mengabulkan permintaan Tati yang satu ini dalam tempo sesingkat2nya.. Hehehe… Emang teks proklamasi..??? Enggak ding.. Semoga Alloh berkenan mengabulkan permintaan Tati yang satu ini pada saat yang terbaik menurut Alloh.. Amin ya Rabbal Alamin…

8 thoughts on “Siapa yang Mau Disuruh Baca…?

  1. Bu Sondha, fb sya di hack org jd tolong jgn hiraukan apapun dari fb dan email saya yg kemarin. Trimakasih

  2. maka dari itu mengapa pernikahan dianggap menyempurnakan setengah dari agama…karena memang tidak mudah menjalankan ibadah yg satu ini. Tapi jangan kecil hati bila pasangan kita tidak seindah yg kita bayangkan, bukan berarti karena dia org yang buruk lalu kitapun diganggap wanita yg buruk pula.

    Asiyah seorang wanita shalehah harus bersuamikan Firaun, bahkan seorang Nabi Luth tidak lantas mendapat istri yg mulia…tapi itu tidak menjadi penghalang Allah menghadiahkan surga untuk mereka.

    Siapapun kita dan seperti apa pasangan kita, semua terjadi atas kehendak Allah. Kesuksesan hidup kita tidak dilihat dari siapa pasangan kita…tapi bagaimana kita menyikapi apa yg sudah Allah berikan untuk kita. karena apa yg kita anggap baik belum tentu baik disisi Allah..Bersabarlah…!!!

    “Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS 2 ; 154)

    1. @ Pak Faysha :

      Terima kasih atas komen dan nasihatnya..
      Saya berusaha merubah mindset saya, dari melihat perjalanan ini sebagai sesuatu yang buruk menjadi suatu kesempatan melatih kesabaran saya.. Karena memang mata saya hanya mampu melihat kehidupan ini sebatas garis pandang, sedangkan Mata Allah Tak Berbatas.. jadi saya harus percaya bahwa semua ini PASTI BAIK bagi diri saya..

      Terima kasih bapak.. Semoga Allah berkenan memberikan kebaikan dan kebahagian bagi bapak dan keluarga…

    2. Setelah satu tahun, akhirnya saya mengetahui kebenarannya bahwa Faysha itu sebenarnya tidak pernah ada..
      Faysha adalah nama samaran dr seorang perempuan yang menjadi kekasih dari suami perempuan yang dinasehatinya agar bersabar…😀

  3. Menikahi orang yang kita cintai itu biasa, tapi mencintai orang yg kita nikahi dg segala kekurangannya yg baru kita tahu setelah menikah…itu baru RuuuaaaRRR Biasa…

    1. @ Faysha:

      yuuuppp… tidak mudah menerima kenyataan bahwa orang yang kita nikahi ternyata tidak seperti yang kita pikirkan.. dibutuhkan kekuatan iman untuk bisa menerima segala kekurangan dan kelebihan pasangan.. belum lagi ketika pasangan kita pun berpikir bahwa kita tidak seperti yang dia pikirkan.., dan dia tidak pula bisa menerima kekurangan, kekurangan,kekurangan, kekurangan, kekurangan dan kelebihan kita.. Maka rumah tangga akan menjadi neraka dunia yang sesungguhnya.. astagfirullah al adzim..

      Tulisan ini saya buat 4 tahun yang lalu.. Ketika saya belum mengerti betapa tidak mudah memahami pasangan hidup kita.. Bahkan tidak mudah memahami diri sendiri dan reaksi jiwa kita terhadap sikap pasangan kita.. Ketika saya belum mengerti bahwa menegakkan dan mempertahankan rumah tangga adalah sesuatu yang sangat sangat sangat tidak mudah, dan hanya bisa kuat bila bersandar pada keyakinan “inna sholati wanusuki wama yaya wama mati lillahi Rabbilalamin..”

      Terima kasih sudah membaca tulisan saya..
      Have a great and success day..

  4. Lho, Son? Bukannya cinta itu yang menyebabkan orang saling menjaga dan melindungi?

    ———————-
    Sondha : Cinta kan macam2, say… Ada banyak cinta yang pupus seiring waktu…

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s