Just be a very good friend…

Buddy, don’t tell me that you miss me
When you still belong to another…
Because, it’s like a silly joke for me… and it makes my appreciation of your feeling on me decreased…
It won’t make me happy…
You can’t make me happy by saying that words..

Don’t take me to the past
Even, sometimes I’m attracted to
Let me continue my life without you, because you’re never be there for me anymore…
Let me open my heart to someone else…
Because I have right to live happily
You have chosen your way, and I try to accept even it made me hurt very very deeply…
Even my heart bled so many years…

Don’t ever tell me that you miss me anymore…
Though you really feel it …

Buddy…, Just be a friend for me, a very good friend…!!

Pekanbaru, 21st of July 2007

Lafaz Cinta…

Hari minggu kemaren Tati habiskan di rumah, leyeh2 sepanjang hari di tempat tidur sembari baca buku. Nikmat banget rasanya setelah bersibuk-sibuk sepanjang minggu… Buku apa siyy yang dibaca..? Judulnya LAFAZ CINTA, karangan Sinta Yudisia dan diterbitkan oleh Penerbit Mizania, yang cetakan pertamanya dirilis tahun Juli 2007. Yang Tati baca siyy cetakan keempat yang dirilis April 2008.

Buku ini Tati temukan di sebuah rak di toko buku kecil di pojokan basement di Mall Seraya Pekanbaru. Waktu itu Tati habis nonton Naga Bonar. Saat menuju parkiran mobil di basement, Venny ngajak singgah di toko buku buat nyari komik Jepang kesukaannya plus tabloid pesanan mamanya. Saat nungguin Venny, Tati nyusurin rak-rak buku yang gak banyak dan tersusun rapat, daaannnnn ngeliat buku ini..

Tati belum pernah baca hasil karya Sinta Yudisia sebelumnya. Apa yang bikin Tati memilih buku ini..? Karena buku dari sampulnya menggambarkan perjalanan cinta yang religius dengan mengambil 2 kota sebagai setting cerita : Makkah dan Groningen.

Buku ini ternyata bercerita tentang perjalanan Seyla, gadis berusia sekitar 22 tahun berdarah jawa. Seyla kehilangan kekasihnya, Zen, yang mengikuti keinginan orang tuanya untuk dijodohkan dengan Lila. Padahal beberapa waktu sebelumnya, dalam perjalanan umrah Seyla berdoa agar hubungannya denga Zen dapat abadi.

Putus cinta dan tidak bisa menerima kenyataan bahwa Zen lebih memilih Lila yang tidak lebih “cantik & keren” dari dirinya, Seyla memutuskan untuk meninggalkan kuliahnya di Indonesia, lalu mengambil kuliah di bidang seni dan tinggal dengan tantenya yang bekerja sebagai staff kedutaan Indonesia di Belanda, yang menetap di Groningen. Dalam perjalanan kehidupannya di Groningen, Seyla berkenalan dengan Saule, mahasiswi muslim berkebangsaan Chechnya, korban perang.

Saule yang sebaya dengan Seyla membawa Seyla ke “dunia yang lain”. Dunia yang tidak hanya memikirkan diri sendiri, tapi juga berpikir tentang manusia-manusia di belahan dunia lain yang telah menjadi korban perang. Saule mengadopsi 3 orang anak Chechnya yang juga korban perang, dan karena tidak diizinkan mengadopsi anak dengan status lajang, Saule menikahi Kareem, yang juga berkebangsaan Chechnya. Dalam jalinan persahabatannya dengan Saule, Seyla bisa melihat sebuah cinta yang luar biasa yang menjadi dasar perkawinan Saule dan Kareem. Saule juga mengingatkan Seyla untuk kembali mempelajari Al Quraan sebagai tuntunan hidup.

Buku ini memberikan gambaran yang cukup detil tentang kota Makkah Al Mukarommah dan kota Madinah. Pemaparannya cukup indah hingga bisa menggugah hati pembacanya untuk menguatkan niat berkunjung ke sana. Buku ini juga membawa kita ke tataran berpikir tentang umat Islam sebagai suatu komunitas internasional melalui de Gromiest, suatu organisasi komunitas Islam yang anggotanya berasal dari berbagai negara.

Buku ini memang belum membuat hati seterpana ketika membaca Ayat Ayat Cinta. Tapi buku ini layak dibaca. Sangat layak dibaca untuk mengobarkan rasa rindu akan Makkah dan Madinah, untuk membangun solidaritas bagi bangsa-bangsa lain yang sedang menjadi korban kekerasan yang dilakukan bangsa lain.