What is the Secret of the Red Thread…?

Tati udah berapa minggu ini pengen jahit baju kerja, secara dapat jatah tahunan bahan baju dari kantor. Sayang kalo gak dijahitin.. Mana tahun ini bahan2nya lumayan bagus dan ketok’e bakal nyaman dipakai.. Tapi Atin, penjahit langganan Tati sejak 12 tahun yang lalu, lagi enggak bisa terima jahitan.. Atin dan keluarga pulang ke daerah asalnya Pulau Rupat (salah satu kepulauan yang berada di Selat Malaka, yang termasuk Kabupaten Bengkalis, Riau) untuk merayakan Lunar New Year alias Imlek pada tanggal 6 Februari yang lalu, kemudian dilanjutkan dengan merayakan Cap Go Mei kemaren tanggal 21 Februari… Mudah2an Atin udah pulang dan terima jahitan lagi minggu depan, ya…?

Perayaan Lunar New Year dan Cap Go Mei selalu dimeriahkan dengan warna serba merah. Merah, merah dan merah dimana2.. Kenapa ya sahabat & kerabat kita yang keturunan Chinese senang sekali menggunakan warna merah? Apa siyy makna warna merah buat mereka?

Tati jadi ingat saat berkunjung Chinatown Heritage Center di sekitar Lunar New Year beberapa waktu yang lalu. Di dinding depan heritage center ini terdapat tulisan “What the Secret of The Red Thread” yang mengundang orang yang membaca untuk masuk… Di situ antara lain tertulis…


What is the secret of the red thread?
What’s the mystery behind the red thread?
Did the migrants realy carry red thread when the came from China?
Does the red thread weave through the many stories of Chinatown?

Apa arti warna merah buat kalian para sahabat dan kerabatku..? Katakan pada kami agar kami bisa lebih mengerti tentang kebudayaan yang juga menjadi bagian dari kebududayaan negeri ini…

Advertisements