A Journey in The Afternoon

Jam menunjukkan waktu 16.40 Waktu Pekanbaru, petugas Bandara Simpang Tiga mengumumkan penumpang Merpati dengan nomor penerbangan MZ 225 jurusan Medan untuk boarding. Tati mendial no hp Tante Po. 0813 sekian2… Begitu telpon di terima,
Tati bilang : “Vo, kakak udah boarding nih.. Satu jam dari sekarang Ivo udah di bandara ya.”
Tante Po : “Iya kak. Berangkat sekarang, Kak? Di sini hujan lebat banget, udara gelap sekali kak. Ya sudah, satu jam dari sekarang Ivo udah di Polonia.”

Jezzzz… Ati Tati rasanya berdebar mendengar cuaca medan yang hujan lebat dan gelap… Rasa takut karena trauma turbulence yang terjadi November 2006, mulai menyebar ke dalam diri… Rasanya gak ingin terbang.. rasanya ingin pulang aja..
Tapi, Mama menunggu.. Udah sebulan sejak meninggalkan Mama di rumah sakit, Tati belum melihat Mama.. I miss My Mam so much.. Jadi gak ada pilihan… Harus pergi

Begitu take off dari Pekanbaru, udara alhamdulillah baik, meski gak cerah… Tati mengisi waktu dengan membaca buku Muhammad karya Martin Lings yang udah mulai dibaca beberapa bulan yang lalu, namun belum dilanjutkan..

Lewat setengah perjalanan, tiba2 flight attendance mengumumkan bahwa ada perubahan cuaca, sehingga penumpang diharapkan tetap duduk dan menggunakan seatbelt. Hati Tati mulai kembali kebat kebit, cemas… Di dalam hati perasaan bergolak… Tati memohon kepada Sang Maha Pencipta agar kalau sampai waktunya, semoga kepergian Tati tidak menimbulkan penderitaan bagi Papa dan Mama… Tapi sesaat kemudian hati Tati berkata Sang Maha Pencipta tahu yang terbaik, Dia adalah Penggenggam setiap kehidupan… Hati Tati kemudian menjadi pasrah… Pasrah dan yakin apa yang akan terjadi adalah yang terbaik…

Menjelang Kota Medan, terlihat awan tebal dan gelap menyelimuti kota… Ketika pesawat mulai landing, hati mulai lagi berdebar2… Yang mampu Tati lakukan hanyalah menyebut Asma Allah…

Pesawat meluncur dengan kecepatan masih tinggi, sementara terlihat runway tertutup genangan air. Air yang tergenang lalu muncrat kemana2…. Perlahan kecepatan pesawat turun…dan akhirnya berhenti, lalu bergerak dengan lambat menuju taxiway… Alhamdulillah pesawatnya gak tergelincir… Alhamdulillah, Tati masih diberi kesempatan untuk ketemu Papa dan Mama… ***

Sile tinggalkan komen, teman-teman...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s