Skripsi Bodong…

Salah satu topik berita di Nuansa Pagi RCTI pagi ini adalah SKRIPSI BODONG..
Artinya skripsi yang pembuatannya diupahkan ke orang lain…
Ini sih sebenarnya cerita lama, tapi gak ada habisnya..
Kok bisa…???

Mungkin karena sebagian kita lebih suka dengan output dari pada proses..
Mungkin karena sebagian besar kita cinta dengan gelar dan embel2.. bukan dengan kemampuan yang bertambah sebagai hasil proses pendidikan…
Mungkin karena sistem recruiting kerja di kita masih banyak yang menekankan gelar dan IP sebagai kriteria, bukan kapasitas calon pekerja…

Tati sebenarnya juga bukan pelajar dan mahasiswa yang baik.. Terutama di usia muda.. Masa mahasiswa tahun pertama dan kedua lebih banyak dihabiskan dengan main dan main serta menikmati hidup..
Akibatnya, di akhir tahun kedua, Tati kejentok… Gak naik kelas..
Kayaknya hanya di IPB deh ada istilah ini…
Waktu Tati ngadap ibu Yayah, Komdik di Sosek zaman itu,
beliau bilang : “Sondha, ini bagian dari proses.. Jangan lari, jangan menghindar. Jalani. Percaya saya bilang, SUATU SAAT KAMU AKAN MENSYUKURI KEGAGALAN KAMU KALI INI.”
Tapi setelah menjalani.. Tati bisa merasakan apa yang dikatakan bu Yayah itu benar.
Karena kejadian itu membuat Tati lebih serius dengan pendidikan Tati..
Tati berusaha merubah cara belajar..

Nyusun skripsi..? Alhamdulillah Tati juga bisa menikmati. Mana pada waktu itu di Sosek harus bikin 2 karya tulis.., yang satu skripsi, yang satu lagi studi pustaka.
Setelah menjalani penyusunan skripsi, Tati jadi menyadari bahwa PROSES PENYUSUNAN SKRIPSI merupakan suatu TAHAP BELAJAR YANG SESUNGGUHNYA DARI MASA KULIAH. Kok….???

Karena pada tahap ini, kita akan membaca banyak untuk menjadi dasar2 teori penelitian yang mau dilakukan, kita juga pada tahap akhir harus mencari teori2 atau hasil penelitian yang dapat mebantu justifikasi hasil penelitian kita, kita akan mengasah logika berpikir kita, kita belajar untuk tekun mengerjakan setiap tahapan dalam penyusunan, kita belajar untuk tabah dan kuat hati, kita belajar untuk sabar menghadapi berbagai pihak yang harus kita hadapi dalam setiap tahap penyusunan.. Pokoknya banyak deh pelajarannya..

Hal ini juga berlaku dalam penyusunan thesis. Cuma mungkin, karena padaa saat penyusunan thesis pengalaman kerja dan pengalaman hidup sudah lebih ada, logika berpikir kita sudah lebih baik.. Tapi yang lain2nya sih sama aja… Mesti banyak membaca, mesti tekun, tabah, kuat hati dan sabar…, yang semuanya menurut Tati justru “memperkaya diri” kita. Kalau memang itu bisa memperkaya diri, kenapa harus dihindari, kenapa harus dibuang kesempatannya…? TANYA KENAPA ?

Papa Seluler (2)

Jam 07.45, Tati lagi OTW ke kantor.. Tau2 hp bunyi tit dit tit dit..
Di layar hp terlihat tulisan “PAPA”…
Tati, lalu mengangkat telpon, lalu bilang, “Ya Pa… Dimati’in dulu hp-nya ya Pa. Ntar ‘Ndha telepon lagi. Ndha pinggirin mobil dulu.”
Dari seberang terdengar jawaban Papa, “Iya Inang.”

Setelah mobil menepi, Tati mendial no hp Papa.. 0813 sekian sekian..
Dari sana terdengar suara Papa : “Iya, Inang. Kamu terima sms Papa gak? Papa belum tau gimana cara menggunakan hp yang ini.. Pusing Papa.”
Tati : “Pa, dari menu kalo ditekan keluar ‘Pesan’ gak ?”
Papa : “Ada, tapi terusnya lagi Papa bingung. Soalnya keluarnya ‘Kontak’. Papa maunya bikin satu pesan tapi bisa dikirim sekaligus ke kalian semua.”
Tati : “Pa, bisa kita tunda gak pembicaraan tentang ini sampai hari Jum’at sore? ‘Ndha kan Jum’at sore mau pulang. Jadi nanti kita bisa kutak katik sama2.. Gimana?”
Papa : “Iya lah, Inang. Kamu apa kabar? Baik-baik, kan? Hati2 lah ya!!”
Tati : “Iya, Pa.”

Papa bingung karena mesti belajar menggunakan hp baru lagi.. Secara hp Papa minggu lalu hilang lagi.. Padahal bulan April yang lalu juga hp Papa hilang. Ama Nhoya hp baru Papa udah di kasi tali, supaya lebih kelihatan dan gak gampang jatuh.. Mudah2an lebih awet ya..

Tapi yang repotnya, waktu beli yang baru, Papa gak nemu tipe yang sama dengan hp yang lama.. Jadi mesti belajar lagi.. Itu merepotkan buat Papa, dan bikin Papa kesel karena itu artinya “Papa Seluler” untuk sementara off-line..!!

Sabar ya, Pa. Nanti hari Jum’at ‘Ndha pulang.. Kita lihat sama2 hp baru Papa..